Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENDAHULUAN

ABSES MANDIBULA STASE KMB

Disusun oleh : Endah Annisaa 1311040079

PROGRAM STUDI PROFESI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2013

A. Latar Belakang Abses mandibula di defenisikan sebagai terbentukn a abses !ada ruang !otensial di region mandibula ang disertai dengan n eri tenggorok" demam dan terbatasn a gerakan membuka mulut. Abses submandibula meru!akan bagian dari abses leher dalam. Abses leher dalam terbentuk di ruang !otensial di antara fasia leher dalam sebagai akibat !en#alaran infeksi dari berbagai sumber" se!erti gigi" mulut" tenggorok" sinus !aranasal" telinga tengah dan leher. $e#ala dan tanda klinik biasan a beru!a n eri dan !embengkakan di ruang leher dalam ang terlibat. Bakteri !en ebab infeksi terban ak adalah golongan Streptococcus, Staphylococcus" kuman anaerob Bacteroides atau kuman %am!ur. Abses leher dalam ang lain da!at beru!a abses !eritonsil" abses retrofaring" abses !arafaring dan angina Ludo&i%i (Ludwigs angina). 'uang submandibula meru!akan daerah ang !aling sering terlibat !en ebaran infeksi dari gigi. (en ebab lain adalah infeksi kelen#ar ludah" infeksi saluran nafas atas" trauma" benda asing" dan )0* tidak diketahui fokus infeksin a. (engetahuan anatomi fasia ser&ikal sangat !enting dalam menegakkan diagnosis" mengetahui kom!likasi dan !enatalaksanaan abses submandibula. +om!likasi da!at di!erberat karena adan a kelainan gin#al se!erti uremia dan kelainan #antung se!erti old ,-." dimana kom!likasi ang di!erberat dengan !en akit !en erta da!at men ebabkan kematian. (enatalaksanaann a meli!uti mengamankan #alan nafas" antibiotik ang adekuat" drainase abses serta menghilangkan sumber infeksi.) +elainan/kelainan !en akit !en erta #uga harus ditatalaksana dengan baik.

B. 0in#auan 0eori 1. Definisi Abses adalah kum!ulan tertutu! #aringan %air" ang dikenal sebagai nanah" di suatu tem!at di dalam tubuh. .ni adalah hasil dari reaksi !ertahanan tubuh terhada! benda asing. 1edangkan abses mandibula di defenisikan sebagai terbentukn a abses !ada ruang !otensial di region mandibula ang disertai dengan n eri tenggorok" demam dan terbatasn a gerakan membuka mulut. Abses. Abses da!at terbentuk di ruang submandibula atau salah satu kom!onenn a sebagai kelan#utan infeksi dari daerah leher. 21melt3er dan Bare" )0014

). (en ebab Bakteri !en ebab infeksi terban ak adalah golongan Streptococcus, Staphylococcus" kuman anaerob Bacteroides atau kuman %am!ur. ,enurut 1iregar 2)0044 suatu infeksi bakteri bisa men ebabkan abses melalui bebera!a %ara antara lain: a. Bakteri masuk keba5ah kulit akibat luka ang berasal dari tusukan #arum ang tidak steril b. Bakteri men ebar dari suatu infeksi dibagian tubuh ang lain %. Bakteri ang dalam keadaan normal hidu! di dalam tubuh manusia dan tidak menimbulkan gangguan" kadang bisa men ebabkan terbentukn a abses. Lebih lan#ut 1iregar 2)0044 men#elaskan !eluang terbentukn a suatu abses akan meningkat #ika : a. 0erda!at kotoran atau benda asing di daerah tem!at ter#adin a infeksi b. Daerah ang terinfeksi menda!atkan aliran darah ang kurang %. 0erda!at gangguan sistem kekebalan. Abses mandibula sering disebabkan oleh infeksi didaerah rongga mulut atau gigi. (eradangan ini men ebabkan adan a !embengkakan didaerah submandibula ang !ada !erabaan sangat keras biasan a tidak teraba adan a fluktuasi. 1ering mendorong lidah keatas dan kebelakang da!at men ebabkan trismus. 6al ini sering men ebabkan sumbatan #alan na!as. Bila ada tanda/tanda sumbatan #alan na!as maka #alan na!as harus segera dilakukan trak%eostomi ang dilan#utkan dengan insisi digaris tengah dan eks!lorasi dilakukan se%ara tum!ul untuk mengeluarkan nanah. Bila tidak ada tanda/tanda sumbatan #alan na!as da!at segera dilakukan eks!lorasi

tidak ditemukan nanah" kelainan ini disebutkan Angina ludo&i&a 21elulitis submandibula4. 1etelah dilakukan eks!lorasi diberikan antibiotik dosis tinggi untuk kuman aerob dan anaerob. Abses bisa terbentuk diseluruh bagian tubuh" termasuk !aru/!aru" mulut" rektum" dan otot. Abses ang sering ditemukan didalam kulit atau te!at diba5ah kulit terutama #ika timbul di5a#ah. 3. 0anda dan $e#ala ,enurut 1melt3er dan Bare 2)0014" ge#ala dari abses tergantung ke!ada lokasi dan !engaruhn a terhada! fungsi suatu organ saraf. $e#alan a bisa beru!a : a. 7 eri b. 7 eri tekan %. 0eraba hangat d. (embengakakan e. +emerahan f. Demam g. $angguan fungsi mandibula 1uatu abses ang terbentuk te!at diba5ah kulit biasan a tam!ak sebagi ben#olan. Ada!un lokasi abses antar lain ketiak" telinga" dan tungkai ba5ah. 8ika abses akan !e%ah" maka daerah !usat ben#olan akan lebih !utih karena kulit diatasn a meni!is. 1uatu abses di dalam tubuh" sebelum menimbulkan ge#ala seringkali terlebih tumbuh lebih besar. Abses dalam lebih mungkin men ebarkan infeksi keseluruh tubuh. Ada!un tanda dan ge#ala abses mandibula adalah n eri leher disertai !embengkakan di ba5ah mandibula dan di ba5ah lidah" mungkin berfluktuasi. 4. +om!likasi .nfeksi da!at men#alar ke leher dalam lainn a" da!at mengenai struktur neuro&as%ular arteri karotis" &ena #ugularis interna. (en#alaran infeksi ke daerah selubung karotis da!at menimbulkan erosi sarung karotis atau men ebabkan thrombosis &ena #ugularis interna. .nfeksi ang meluas ke tulang da!at menimbulkan osteomielitis mandibula dan &ertebra ser&ikal. Da!at #uga ter#adi obstruksi saluran nafas atas" mediastinitis" dehidrasi dan se!sis.

9. (atofisiologi 8ika bakteri menusu! kedalam #aringan ang sehat" maka akan ter#adi infeks. 1ebgian sel mati dan han%ur" meniggalkan rongga ang berisi #aringan dan sel/sel ang terinfeksi. 1el/sel darah !utih ang meru!akan !ertahanan tubuh dalalm mela5an infeksi" bergerak kedalam rongga tersebut" dan setelah menelan bakteri sel darah !utih akan mati" sel darah !utih ang mati inilah ang memebentuk nanah ang mengisis rongga tersebut. Akibat !enimbunan nanah ini" maka #aringan disekitarn a akan terdorong #aringan !ada akhirn a tumbuh di sekliling abses dan men#adi dinding !embatas. Abses ini meru!akan mekanisme tubuh men%egah !en ebaran infeksi lebih lan#ut #ika suatu abses !e%ah di dalam tubuh maka infeksi bisa men ebar kedalam tubuh mau!un diba5ah !ermukaan kulit" tergantung ke!ada lokasi abses. :. (ath5a Keti+#$"ei ,#%&#% %!tri"i $!r#%& +#ri $e,!t!(#% t!,!( +esulitan menelan

Bakteri

8aringan sel terinfeksi

(eradangan

1el darah !utih mati

$angguan fungsi mandibula

Demam

8aringan men#adi abses ; berisi (<1 K!r#%& pe%&et#(!#% te%t#%& pe%)#$it *e #"

Hiperter i (e%ah

N)eri

Ker!"#$#% i%te&rit#" $!'it

7. (emeriksan Diagnosis ,enurut 1iregar 2)0044" abses dikulit atau diba5ah kulit sangat mudah dikenali. 1edangkan abses dalam sering kali sulit ditemukan. (ada !enderita abses" biasan a !emeriksaan darah menun#ukkan !eningkatan #umlah sel darah !utih. <ntuk menetukan ukuran dan lokasi abses dalam biss=a dilkukan !emeriksaan rontgen"<1$" -0" 1%an" atau ,'.. >. (engobatan Antibiotik dosis tinggi terhada! kuman aerob dan anaerob harus diberikan se%ara !arentral. E&aluasi abses da!at dilakukan dalam anasksi lokalal untuk abses ang dangkal dan teriokalisasi atau eks!lorasi dalam narkosis bila letak abses dalam dan luas. .nsisi dibuat !ada tem!at ang !aling berfluktuasi atau setinggi 09 tiroid" tergantung letak dan luas abses. (asien dira5at ina! sam!ai 1/) hari ge#ala dan tanda infeksi reda. 1uatu abses seringkali membaik tan!a !engobatan" abses akan !e%ah dengna sendirin a dan mengeluarkan isin a.kadang abses menghilang se%ara !erlahan karena tubuh menghan%urkan. infeksi ang ter#adi dan men era! sisa/sisa infeksi" abses !e%ah dan bisa meninggalkan ben#olan ang keras. <ntuk meringankan n eri dan mem!er%e!at !en embuhan" suatu abses bisa ditusuk dan dikeluarkan isin a. 1uatu abses tidak memiliki aliran darah" sehingga !emberian antibiotik biasan a sia/sia Antibiotik biasan a diberikan setelah abses mengering dan hal ini dilakukan untuk men%egah kekambuhan. Antibiotik #uga diberikan #ika abses men ebarkan infeksi kebagian tubuh lainn a. 9. Diagnosa +e!era5atan Diagnosa ke!era5atan aitu : a. 7 eri akut berhubungan dengan agen in#uri biologi b. 6i!ertermi berhubungan dengan !roses !en akit %. +erusakan .ntergritas kulit berhubungan dengan !enurunan imunologi d. +etidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmam!uan menelan makanan e. Ansietas berhubungan dengan infeksi f. +urang !engetahuan: !roses !en akit berhubungan dengan tidak mengetahui sumber/sumber informasi.

6.

'en%ana +e!era5atan
7o 1 .nter&ensi ,ana#emen 7 eri a. +a#i n eri se%ara kom!rehensif meli!uti lokasi" karakteristik durasi" frekuensi" dan faktor !resi!itas. b. Bbser&asi reaksi non &erbal dari ketidak n amanan %. Bantu !asien dan keluarga untuk men%ari dan menemukan dukungan d. Berikan analgesik untuk mengurangi n eri" kolabrasi dengan dokter #ika ada kom!lain dan tindakan n eri ang tidak berhenti e. A#arkan teknik non farmakologi f. 0entukan lokasi" karakteristik" kualitas dan dera#at n eri sebelum obat g. -ek ri5a at alergi h. ,onitor &ital sign sebelum dan sesudah !emberian analgesik !ertama kali i. Berikan analgesik te!at 5aktu terutama saat n eri hebat sesuai !orgram #. E&aluasi efektifitas analgesik tanda dan ge#ala efek sam!ing k. Laksanakan tera!i dokter untuk !emberian obat 6i!ertermi ang 1etelah dilakukan tindakan Ae&er treatment: berhubungan dengan !roses ke!era5atan selama ??@)4 a. ,onitor suhu sesering mungkin !en akit #am" masalah hi!ertermi da!at b. ,onitor 5arna dan suhu kulit %. ,onitor tekanan darah" nadi dan teratasi dengan kriteria hasil: ''. .ndikator .' E' d. ,onitor intake dan out!ut 0em!erature 9 e. Berikan anti!iretik tubuh sesuai f. Berikan %airan intra&ena ang g. Bedrest dihara!kan h. +om!res !asien !ada li!at !aha dan aksila 0idak ada 9 !erubahan 5arna kulit 0idak ada 9 tremor (ernafasan 9 sesuai ang dihara!kan Berkeringat 9 saat ke!anasan +eterangan: 1. +eluhan ekstrim ). +eluhan berat 3. +eluhan sedang 4. +eluhan ringan 9. 0idak ada keluhan Diagnosa +e!era5atan 7 eri Akut ang berhubungan dengan Agen .n#ur Biologi 0u#uan dan kriteria hasil 1etelah dilakukan tindakan ke!era5atan selama ??@)4 #am" masalah n eri akut da!at teratasi dengan kriteria hasil: .ndikator .' E' ,ela!orkan 9 adan a n eri Arekuensi 9 n eri Eks!resi n eri 9 di 5a#ah +eringat 9 berlebihan (erubahan 9 tekanan darah +eterangan: 1. +uat ). Berat 3. 1edang 4. 'ingan 9. 0idak ada

+erusakan .ntergritas kulit ang berhubungan dengan trauma mekanik

1etelah dilakukan tindakan ke!era5atan selama ??@)4 #am" masalah kerusakan integritas kulit da!at teratasi dengan kriteria hasil: .ndikator .' E' 0em!eratur 9 #aringan sesuai ang dihara!kan Elastisitas 9 sesuai ang dihara!kan (igmentasi 9 sesuai ang dihara!kan Bebas lesi 9 #aringan +eterangan: 1. +eluhan ekstrim ). +eluhan berat 3. +eluhan sedang 4. +eluhan ringan 9. 0idak ada keluhan +urang !engetahuan bDd 1etelah dilakukan tindakan tidak mengetahui sumber/ ke!era5atan selama ??@)4 sumber informasi #am" masalah kurang !engetahuan da!at teratasi dengan kriteria hasil: .ndikator .' E' Aamiliar 9 dengan nama !en akit ,endiski!sikan faktor !en ebab ,endiski!sikan faktor resiko ,endiski!sikan tanda dan ge#ala +eterangan: 1. +eluhan ekstrim ). +eluhan berat 3. +eluhan sedang 4. +eluhan ringan 9. 0idak ada keluhan 9

(ressure management Cound %are a. b. %. d. e. An#urkan !asien menggunakan !akaian ang longgar 8aga kebersihan kulit agar teta! bersih dan kering ,obilisasi !asien setia! ) #am sekali ,onitor kulit akan adan a kemerahan ,onitor status nutrisi !asien

9 9

0ea%hing: disease !ro%ess: Berikan !enilaian tentang tingkat !engethuan !asien tentang !roses !en akit ang s!esifik b. $ambarkan tanda dan ge#ala ang biasa mun%ul !ada !en akit dengan %ara ang te!at %. $ambarkan !roses !en akit dengan %ara ang te!at d. 1ediakan informasi !ada !asien tentang kondisi dengan %ara ang te!at e. Dukung !asien untuk mengeks!lorasi atau menda!atkan se%ond o!inion dengan %ara ang te!at. f. .nstruksikan !asien mengenal tanda dan ge#ala untuk mela!orkan !ada !emberi !era5atan kesehatan" dengan %ara ang te!at a.

DAFTAR PUSTAKA 6arrison. (rinsi!/!rinsi! ilmu penyakit dalam. Editor dalam bahasa .nggris : kurt 8. Lesseba%her. Et. Al : editor bahasa .ndnesia Ahmad 6. Asdie. Edisi 13. #akarta : E$-. 1999. 7A7DA 7.-/7B- )013 1iregar" '"1. Atlas Berwarna Saripati Kulit. Editor 6uria5ati 6artanta. Edisi ). 8akarta:E$-")004. 1u3anne" -" 1melt3er" Brenda $ Bare. Buku Ajar Keperawatan Ester. Edisi > #akarta : E$-")001. 555.5iki!edia.%om. Diakses tanggal 10 no&ember )013 edikal!Bedah Bruner and

1uddarth. Ali Bahasa Agung Calu o. 2 et"al4 Editor bahasa .ndonesia :,oni%a