Anda di halaman 1dari 12

REFRESHING

KEHAMILAN DENGAN POLIHIDRAMNION

Disusun oleh :

Sepebrin Vica Auditia 2009730046

Pembimbing : dr. Eko Heny Susanto, Sp.OG

Kepaniteraan Klinik Stase obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya pada penulis sehingga dapat menyelesaikan laporan refreshing dengan judul kehamilan dengan polihidramnion ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, serta para pengikutnya hingga akhir zaman. Laporan refreshing ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas untuk penilaian kegiatan kepaniteraan klinik stase ilmu obstetric dan ginekologi di RSUD Cianjur tahun 2013. Penulis menyadari ketidaksempurnaan laporan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik untuk perbaikan penyusunan laporan selanjutnya. Terima kasih penulis ucapkan kepada dr. Eko Heny Susanto, Sp.OG sebagai pembimbing yang telah membimbing penyusunan laporan refreshing ini. Terima kasih juga pada semua pihak yang telah membantu dalam tahap pengumpulan referensi, analisis materi dan penyusunan laporan ini. Semoga laporan refreshing ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi instansi kepaniteraan klinik FKK UMJ dan RSUD Cianjur pada umumnya.

Cianjur, Oktober 2013

Penulis

PENATALAKSANAAN KEHAMILAN DENGAN POLIHIDRAMNION

POLIHIDRAMNION
Definisi Polihidramnion atau disebut juga dengan hidramnion adalah keadaan dimana air ketuban melebihi 2000 ml. Beberapa ahli ada yang berpendapat sampai 4 atau 5 liter, sedangkan Kustner mendapatkan sampai 15 liter pada kehamilan baru 5 bulan. Volume air ketuban adalah komponen penting skoring profil biofisikal Dalam keadaan normal, volume air ketuban sekitar 500 1500 ml. Air ketuban paling banyak pada minggu ke 38 ialah sebanyak 1030 cc, pada akhir kehamilan tinggal 790 cc danterus berkurang sehingga pada minggu ke 43 hanya 240 cc. pada akhir kehamilan seluruh air ketuban diganti dalam 2 jam berhubung adanya produksi dan pengaliran. Polihidramnion muncul sesudah kehamilan lebih 20 minggu. polihidramnion dibagi menjadi dua :
1. Hidramnion akut adalah penambahan air ketuban secara mendadak dan cepat dalam

beberapa hari, biasanya terdapat pada kehamilan yang agak muda, bulan ke 4 dan ke 5.
2. Hidramnion kronis adalah penambahan air ketuban secara perlahan-lahan, biasanya

terjadi pada kehamilan lanjut. Diagnosis pasti bisa didapatkan dari pemeriksaan ultrasonografi (USG). Insidensi hidramnion adalah 1% dari semua kehamilan. Biggio dkk (1999) melaporkan dari Alabama, insisden hidramnion 1% diantara lebih dari 36.000 kehamilan.

Perbedaan akut dan kronis polihidramnion No. 1. 2. 3. 4. 5. Keterangan Diagnosis ditegakkan TFU [ada kehamilan 24 mgg Kenaikan BB dalam 4 mgg Persalinan Keluhan ibu Kronik 28-38 mgg 20-26 mgg. 1 3,5 kg 3234 mgg Ringan-Sedang Akut 20-24 mgg 24-32 mgg 4,5 5,5 kg 24-27 mgg Berat

Etiologi Sampai sekarang penyebab hidramnion masih belum jelas. Pada banyak kasus hidramnion berhubungan dengan kelainan malformasi janin, khususnya kelainan sistem syaraf pusat dan traktus gastrointestinal. Derajat hidramnion serta prognosisnya berkaitan dengan penyebabnya. Hidramnion sering berkaitan dengan malformasi janin, terutama sistem saraf pusat atau saluran cerna. Sebagai contoh, hidramnion menyertai sekitar separuh kasus anensefalus dan atresia esophagus. Anomali janin ditemukan pada hampir separuh kasus hidramnion sedang atau parah. Mekanisme terjadinya hidramnion hanya sedikit yang kita ketahui. Pada penyelidikan yang dilakukan oleh para sarjana, tidak didapati kelainan pada epitel amnion yang dapat menyebabkan hipersekresi dari air ketuban. Secara logis dapat diterima mekanisme sebagai berikut: - Produksi tetap biasa, sedangkan konsumsi kurang atau nihil sehingga terjadi hidramnion - Produksi hebat atau meningkat (urin janin meningkat dan lain-lain), sedangkan konsumsi biasa sehingga terjadi hidramnion. Polihidramnion sering terkait dengan kelainan janin :

Anensepali Spina bifida Atresia oesophaguis Omphalocele Hipoplasia pulmonal


4

Hidrop fetalis Kembar monosigotik (hemangioma)

Polihidramnion sering berkaitan dengan kelainan ibu:


Diabetes Melitus Penyakit jantung Preeklampsia eklampsi

Perkembangan polihidramnion berlangsung secara gradual dan umumnya terjadi pada trimester III. Namun secara teori, hidramnion bisa terjadi karena :

Produksi air ketuban bertambah

Diduga air ketuban dibentuk oleh sel-sel amnion, tetapi air ketuban dapat bertambah cairan lain masuk kedalam ruangan amnion, misalnya air kencing janin dan cairan otak anensefalus. Naeye dan Blanc (1972) mengidentifikasi dilatasi tubulus ginjal, bladder (vesica urinaria) ukuran besar, akan meningkatkan output urine pada awal periode pertumbuhan fetus, hal inilah yang meningkatkan produksi urine fetus yang mengakibatkan hidramnion.

Pengaliran air ketuban terganggu

Air ketuban yang dibentuk, secara rutin dikeluarkan dan diganti dengan yang baru. Salah satu cara pengeluaran adalah ditelan oleh janin, diabsorpsi oleh usus kemudian dialirkan ke plasenta untuk akhirnya masuk kedalam peredaran darah ibu. Ekskresi air ketuban ini akan terganggu bila janin tidak bisa menelan seperti pada atresia esofagus dan anensefalus.

Pada anenchepalus dan spina bifida diduga bahwa ydramnion terjadi karena transudasi cairan dari selaput otak dan selaput sumsum belakang. Selain itu anak anenchepal tidak menelan dan pertukaran air terganggu Karena pusatnya kurang sempurna sehingga anak ini kencing berlebihan. Pada atresia oeshophagei hydramnion terjadi karena anak tidak menelan. Pada gamelli mungkin disebabkan karena salah satu janin pada kehamilan satu jantung telurnya lebih kuat dan karena itu juga menghasilkan banyak air kencing. Mungkin juga karena luasnya amnion lebih besar pada kehamilan kembar. Pada hydramnion sering ditemukan placenta yang besar.

Damato dan koleganya (1993) melaporkan bahwa dari 105 wanita yang diteliti cairan amnionnya, ditemukan hampir 65% dinyatakan hidramnion. Ada 47 orang hamil tunggal dengan satu atau lebih mengalami kelainan kongenital. Diantaranya kelainan gastrointestinal, sistem syaraf pusat, thorax, skeletal, kelainan kromosom (2 janin mempunyai trisomi 18 Edward syndrome dan dua janin dengan trisomi 21Down syndrome), dan kelainan jantung. 19 orang wanita hamil kembar. Hidramnion berhubungan dengan kehamilan kembar monozigotik, hipotesis telah dibuktikan bahwa salah satu fetus menguasai satu bagian sirkulasi dari janin lainnya, dimana fetus yang satu ini mengalami cardiac hypertrofi dan produksi output urine yang meningkat. Patogenesis Pada awal kehamilan, rongga amnion terisi oleh cairan yang komposisinya sangat mirip dengan cairan ekstrasel ibu. Selama paruh pertama kehamilan, terjadi perpindahan air dan molekul-molekul kecil lain yang tidak hanya melewati amnion, tetapi juga melalui kulit janin. Selama trimester kedua, janin mulai berkemih, menelan, dan menghirup cairan amnion. Proses ini hampir pasti memiliki peran penting memodulasi pengendalian volume cairan amnion. Penyebab hidramnion yang sering terjadi pada diabetes ibu selama trimester ketiga masih belum diketahui. Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah bahwa hiperglikemia ibu menyebabkan hiperglikemia janin dan menimbulkan dieresis osmotik yang akhirnya menyebabkan jumlah cairan amnion berlebihan.
6

Gejala Gejala gejala disebabkan karena tekanan uterus yang sangat besar pada alat sekitarnya maka timbullah :

Sesak nafas dan rasa tak nyaman di perut Gangguan pencernaan Edema labia, vulva dan dinding perut Regangan dinding Rahim sendiri menimbulkan nyeri Varises dan hemoroid Gejala gejala lebih menonjol pada hydramnion yang akut

Palpasi anak sulit Bunyi jantung sering tidak terdengar

Diagnosa Hydramnion harus dibedakan dari ascites, cystoma ovarii dan mola hydatidosa. Untuk membantu diagnostic dan untuk mencari etiologi dibuat foto rontgen atau ultrasonogram yang dapat memperlihatkan anenchepalus, gemelli dan lain-lain. Temuan klinis utama pada hidramnion adalah pembesaran uterus disertai oleh sulitnya meraba bagian-bagian halus janin. Pada kasus yang parah, dinding uterus mungkin sedemikian tegang sehingga tidak satu pun bagian janin yang dapat teraba. Hidramnion, asites, atau kista ovarium yang besar biasanya tidak sulit dibedakan dengan pemeriksaan ultrasonik. Cairan amnion yang sangat banyak hampir selalu mudah terlihat berupa ruang bebas echo yang terlalu besar antara janin dan dinding uterus atau plasenta. Kadangkadang terlihat kelainan janin, seperti anensefalus atau cacat neural-tube lain, atau anomali saluran cerna. (1) Anamnesis

Perut lebih besar dan terasa berat dari biasa.

Pada yang ringan keluhan-keluhan subjektif tidak banyak. Pada yang akut dan pada pembesaran uterus yang cepat, maka terdapat keluhan-keluhan yang disebabkan kerena tekanan pada organ, terutama pada diafragma, seperti: sesak (dispnoe), nyeri ulu hati, dan sianosis. Nyeri perut karena tegangnya uterus, mual dan muntah Edema pada tungkai, vulva, dinding perut Pada proses akut dan perut besar sekali, bias syok, berkeringat dingin, dan sesak. Kelihatan perut sangat buncit dan tegang, kulit perut berkilat, retakretak kulit jelas dan kadang-kadang umbilicus mendatar. Kalau akut, si ibu kelihatan sesak (dispnoe) dan sianosis, serta terlihat payah membawa kandungan. Perut tegang dan nyeri tekan serat nyeri edema pada dinding perut, vulva dan tungkai. Fundus uteri lebih tinggi dari tuanya kehamilan sesungguhnya. Bagian-bagian janin sukar dikenali karena banyaknya cairan. Kalau pada letak kepala, kepala janin bias diraba, maka ballottement jelas sekali. Kerena bebasnya janin bergerak dan kepala tidak terfiksir, maka dapat terjadi kesalahan-kesalahan letak janin.

(2) Inspeksi

(3) Palpasi

(4) (5)

Auskultasi Denyut jantung janin sukar didengar atau kalo terdengar halus sekali Rontgen foto abdomen

Nampak bayangan terselubung kabur karena banyaknya cairan, kadang-kadang bayangan janin tidak jelas.

(6)

Foto rontgen pada hidramnion berguna untuk diagnostik dan untuk menentukan etiologi, seperti anomali congenital (anensefali atau gemeli) Pemerisaan dalam Selaput ketuban teraba tegang dan menonjol walaupun di luar his.

Diagnosis Bila seorang ibu datang dengan perut yang lebih besar dari kehamilan yang seharusnya, kemungkinan:

Hidramnion Gemeli Asites Kista ovarium Kehamilan beserta tumor

Penatalaksanaan
Hydramnion yang ringan tidak memerlukan terapi, dapat diberi sedative dan diit pantang garam kalau perlu. Kalau ada dispneu dan pasien sukar berjalan sebaiknya ia diopname. Dirumah sakit diberikan : 1. Tirah baring 2. Sedative Kalau pasien sangat menderita dan kurang tertolong dengan usaha-usaha tersebut diatas dapat diberikan punksi selaput janin melalui cervix atau dinding perut. Cairan hendaknya dkeluarkan dengan perlahan-lahan untuk mencegah terjadinya solution pllasenta. Punksi biasanya disusul dnegan persalinan. Secara umum, semakin parah derajat hidramnion, semakin tinggi angka kematian perinatal. Prognosis untuk janin pada kehamilan dengan hidramnion berat adalah buruk, bahkan jika sonografi menunjukkan janin yang tampak normal, prognosis masih meragukan kerena sering terjadi malformasi dan kelainan kromosom janin. Mortalitas perinatal meningkat akibat persalinan prematur dan hambatan pertumbuhan janin. Eritroblastosis, kesulitan yang dihadapi oleh janin dari ibu pengidap diabetes, prolaps tali pusat ketika selaput ketuban pecah, dan solusio

plasenta sewaktu uterus mengecil dengan cepat semakin membuat prognosis hidramnion meragukan. Komplikasi tersering pada ibu yang berkaitan dengan hidramnion adalah solutio plasenta, disfungsi uterus, dan perdarahan pascapartum. Kadang-kadang plasenta terlepas secara dini setelah cairan amnion keluar dalam jumlah besar karena berkurangnya luas uterus di bawah plasenta. Disfungsi uterus dan perdarahan pascapartum juga dapat terjadi karena atonia uterus akibat peregangan yang berlebihan. Kelainan presentasi janin dan intervensi bedah juga lebih sering.

Terapi hidramnion dibagi dalam 3 fase: (1) Waktu hamil (di BKIA) - Hidramnion ringan jarang diberi terapi klinis, cukup diobservasi dan berikan terapi simtomatis - Pada hidramnion yang berat dengan keluhan-keluhan, harus dirawat di rumah sakit untuk istirahat sempurna. Berikan diet rendah garam. Obat-obatan yang dipakai adalah sedative dan obat dieresis. Bila sesak hebat sekali disertai sianosis dan perut tegang, lakukan pungsi abdominal pada kanan bawah umbilicus. Dalam satu hari dikeluarkan 500 cc perjam sampai keluhan berkurang. Kalau cairan dikeluarkan secara dikhawatirkan terjadi his dan solusio plasenta, apalagi bila anak viable. Komplikasi pungsi dapat berupa (a) timbul his, (b) trauma pada janin, (c) terkenanya organ-organ rongga perut oleh tusukan, dan (d) infeksi serta syok. Bila sewaktu melakukan aspirasi keluar darah, umpamanya jarum mengenai plasenta, maka pungsi harus dihentikan (2) Waktu partus - Bila tidak ada hal-hal yang mendesak, maka sikap kita menunggu. - Bila keluhan hebat, seperti sesak dan sianosis, maka lakukan pungsi transvaginal melalui serviks bila sudah ada pembukaan. Dengan memakai jarum pungsi tusuklah ketuban pada beberapa tempat lalu air ketuban akan keluar perlahan-lahan. Boleh juga memakai troika - Bila sewaktu pemeriksaan dalam ketuban tiba-tiba pecah, maka untuk menghalangi air ketuban mengalir keluar dengan deras, masukkanlah tinju kedalam vagina sebagai tampon babarapa lama supaya air ketuban keluar pelan-pelan. Maksud semua ini adalah supaya tidak terjadi solusio plasenta, syok karena tiba-tiba perut menjadi kosong, atau perdarahan postpartum karena atonia uteri. (3) Postpartus
10

Harus hati-hati akan terjadinya perdarahan postpartum, jadi sebaiknya lakukan pemeriksaan golongan dan transfusi darah (donor) serta sediakan obat uterotonika. Untuk berjaga-jaga pasanglah infus untuk pertolongan perdarahan postpartum. Kalau perdarahan banyak dan keadaan ibu setelah partus lemah, maka untuk menghindari infeksi berikan antibiotic yang cukup.

Prognosa
Prognosa untuk anak kurang baik walaupun pada foto rontgen tidak Nampak kelainan. Sebab sebab prognosa yang kurang baik adalah : 1. Cacad bawaan 2. Prematuritas 3. Prolapsus foeniculi 4. Erythroblastosis, preeklampsi, diabetes Bahaya untuk ibu ialah : 1. Solution plasenta 2. Intertia uteri 3. Perdarahan postpartum

11

DAFTAR PUSTAKA
Mochtar, Rustam. Sinopsis Obstetri Jilid I edisi 2.EKG. Jakarta: 1998. Cunningham, Gary. Obstetri Williams Vol 2 edisi 21. EGC. Jakarta: 2005. Obstetri Patologi. Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung. Prawirohardjo Sarwono. Ilmu Kebidanan. PT. Gramedia. Jakarta : 2010.

12