Anda di halaman 1dari 31

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini menuntut kita mempelajari berbagai hal agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan tersebut. Sebagai mahasiswa jurusan pendidikan teknik mesin banyak sekali bidang pemesinan baik otomotif maupun non otomotif yang harus dikuasai. Jika salah satu dari beberapa bidang belum dikuasai tentu akan mempengaruhi kualitas mutu lulusan yang itu akan berdampak pada ketidaksiapan dalam menghadapi persaingan dalam dunia nyata. Salah satu bidang yang wajib dipelajari adalah system pendingin. Mata kuliah teknik pendingin adalah mata kuliah yang didalamnya membahas tentang berbagai macam jenis system pendingin, berbagai komponen system pendingin, fungsi, kegunaan, dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh aplikasi mata kuliah ini adalah pada AC (Air Conditioner) ruangan, AC mobil, dan kulkas, dan masih banyak lagi. Sistem pendingin pada AC pada mobil adalah contoh aplikasi pada bidang otomotif. Sama halnya dengan AC ruangan dan kulkas, AC mobil juga memiliki komponen yang sama secara umum. Hal ini dikarenakan prinsip kerja dari system pendingin semua aplikasi peralatan hamper sama. Komponen AC secara umum meliputi: compressor, kondensator, filter drying, katup ekspansi, dan evaporator, serta cairan yang ada didalamnya yang disebut dengan refrigerant. Agar pembahasan tiap komponen lebih terperinci dengan baik, baik dari segi pengertian, fungsi, prinsip kerja dan serba serbi lainnya, maka dalam makalah ini akan di bahas khusus tentang salah satu dari komponen utama system pendingin tersebut. Pada makalah ini akan dibahas tentang refrigerant. Refrigrant merupakan zat yang bersirkulasi secara tertutup didalam komponen system pendingin. Komponen ini berfingsi sebagai zat yang akan menyerap

panas pada suhu dan tekanan rendah, dan akan melepas panas pada suhu dan tekanan tinggi. Diharapkan dengan adanya pembahasan khusus tentang refrigerant ini, akan menambah pengetahuan dan wawasan penulis maupun pembaca. Sehingga dapat bermanfaat sebagai bekal untuk menghadapi dunia nyata khususnya yang berhubungan dengan teknik pendingin.

B. Pembatasan Masalah Agar materi tertata dengan baik dan mudah dipahami, maka dibuat pembatasan masalah sebagai berikut: 1. Menjelaskan pengertian umum tentang refrigrant. 2. Menguraikan beberapa klasifikasi dari refrigrant 3. Menjelaskan berbagai hal terkait dengan deskripsi refrigrant, seperti prinsip kerja, siklus perubahan wujud refrigrant, reaksi kimia refrigrant. 4. Menyebutkan aplikasi penggunaan dari masing-masing refrigrant.

C. Tujuan Tujuan dibuat makalah tentang refrigrant ini antara lain: 1. Mengetahui pengertian dasar tentang refrigrant. 2. Mengetahui pengertian secara khusus terkait refrigrant seperti jenisjenisnya, kelebihan dan kekurangan, siklus perubahan wujud refrigrant, reaksi kimia refrigrant. 3. Mengetahui jenis-jenis refrigrant. 4. Mengetahui aplikasi penggunaan refrigrant dalam kehidupan sehari-hari.

D. Manfaat Adapun manfaat dalam pembuatan makalah ini, antara lain: 1. Bagi Dosen Dapat digunakan untuk bahan refesensi mengajar, khususnya tentang materi yang berhubungan dengan pendinginan seperti Teknik Pendingin, AC mobil.

2. Bagi Mahasiswa Dapat menambah pengetahuan dan wawasan mahasiswa terkait dengan refrigrant.

E. Sistematika Penulisan Sistematika penulisan sebagai berikut: 1. Bab 1 (Pendahuluan) Berisi tentang pendahuluan, batasan masalah, tujuan, manfaat, dan sistematika dalam pembuatan makalah refrigrant. 2. Bab 2 (Pembahasan) Berisi tentang bab yang akan di bahas dalam makalah, antara lain: pengertian refrigrant secara umum, jenis refrigrant, fungsi, prinsip kerja, komponen, siklus perubahan wujud refrigrant, reaksi kimia refrigrant, kelebihan dan kekurangan. 3. Bab 3 (Penutup) Berisi tentang penutupan dari makalah yang di buat, meliputi kesimpulan, kritik dan saran.

Masalah Lingkungan Diantara berbagai jenis refrijeran yang ada. maka pada tahun 1989 diadakan kesepakatan untuk mempercepat penghapusan pemakaian CFC melalui kesepakatan internasional yang diratifikasi oleh 36 negara di acara besar yang dikenal dengan : “Protokol Montreal”. Selanjutnya pada tahun 1990 pada pertemuan di London. Sejak itu dimulailah era perburuan refrigeran alternatif yang dapat menggantikan CFC. Oleh karena itu pemakaian CFC lebih menguntungkan dibandingkan dengan jenis lainnya.BAB II PEMBAHASAN A. Tetapi pada tahap berikutnya digunakan sebagai refrigeran. Pada tahap berikutnya . MMF telah dapat merekomendasikan dua jenis refrigeran yaitu: HCFC-22 dan HFC-134a. Indonesia termasuk salah satu dari 137 negara yang ikut meratifikasi Protokol Monteral pada tahun 1992 dengan bersedia menghapus komsumsi CFC mulai tahun 1997. Tetapi setelah mengabdi pada kehidupan manusia selama lebih setengah abad. Karena perusakan lapisan ozon dirasa semakin membesar. jenis yang paling terkenal adalah refrigeran yang dikenal dengan nama CFC (klorofluorokarbon) yang ditemukan oleh seorang peneliti berkebangsaan Amerika yang bernama “Thomas Midgely” dari General Motor pada tahun 1928. Pada awalnya CFC tersebut digunakan sebagai bahan pendingin generator sebagai pengganti amonia. Pada tahap pertama (tahun 1992/1993). CFC harus menerima kenyataan dihapuskan dari peredarannya karena terbukti tidak ramah lingkungan yakni merusak lapisan ozon di stratosfir dan mempunyai kontribusi tinggi terhadap efek pemanasan global. Karena disamping mempunyai sifat thermodinamik yang bagus juga tidak beracun dan tidak mudah terbakar. mulai 1992 dicanangkan program penghapusan CFC. Sebagai refrijeran CFC merupakan bahan kimia yang unik dan ajaib. disepakati untuk menghapus CFC hingga tahun 2005. Dengan bantuan dana dari MMF yaitu dana multilateral dari Protokol Montreal.

dimana ia menguap pada saat menyerap panas dan mengembun pada saat melepas panas. Refrigerant ke dua (secondary refrigerant) adalah fluida yang mentransfer panas atau pembawa panas. Refrigeran adalah zat kerja utama yang digunakan untuk menyerap dan mengalirkan kalor dalam sistem refrigerasi. ammonia. Refrigerant adalah zat yang berperan sebagai cooling agent dengan menyerap panas dari zat yang ada di sekelilingnya. Pertama kali refrigerant yang digunakan adalah refrigerant alami seperti udara. Semua refrigeran menyerap kalor pada temperatur dan tekanan rendah selama evaporasi dan melepaskan kalor pada temperatur dan tekanan tinggi selama proses kondensasi. dan . Pengertian Refrigrant Refrigerant atau yang sering kita sebut Freon adalah cairan yang menyerap panas pada suhu rendah dan menolak panas pada suhu yang lebih tinggi. Pasangan refrigerant di dalam sistem absorbi adalah ammonia-water dan lithium bromide-water. dan hydroclorofluorocarbon (HCFC). Sementara steam (water) digunakan sebagai refrigerant dalam sistem ejector. Refrigerant utama (primary refrigerant) adalah refrigerant yang digunakan dalam sistem refrigerasi.periode 1993/94 penggunaan isobutan atau yang dikenal dengan HC-600a sebagai blowing agent diusulkan sebagai refrigeran alternatif dan akhirnya usulan ini mendapat rekomendasi oleh MMF. Refrigerant yang digunakan di dalam sistem refrigerasi mekanik adalah jauh lebih banyak macamnya. B. dan SO2. Perkembangan yang sangat cepat dalam dunia refrigerasi terjadi pada awal abad kedua puluh dan banyak dipasarkan refrigerant baru seperti chlorofluorocarbon (CFC). Refrigerant tersebut juga dikenal dengan nama halocarbon yang mengandung satu atau lebih dari tiga halogen chlorine. dan bromine. Refrigerant adalah suatu zat yang pada tekanan 1 atm mempunyai titik didih sangat rendah yaitu sampai -1570 C. sedangkan zat yang mempunyai titik dibawah temperature tersebut disebut Cryogenik. Fluida kerja yang disirkulasi di dalam siklus refrigerasi disebut refrigeran primer. CO2. fluorine.

fluida kerja yang disirkulasi di luar siklus refrigerasi disebut refrigeran sekunder. Dalam industri HVAC refrigerant diberi nama dagang dikenal sebagai "nama R". dan R502. harganya murah. Hubungan tekanan suhu ini memungkinkan untuk dapat mentransfer panas. Freon atau refrigeran banyak dipergunakan sebagai cairan pendingin pada AC (Air Conditioner) atau pendingin udara merupakan salah satu bahan kimia yang menyebabkan menipisnya lapisan ozon. R134a. tidak berwarna dan tidak berbau. nilai tahanan listriknya besar. tidak korosif terhadap logam. Prinsip-prinsip refrigerant memungkinkan untuk digunakan pada outdoor unit dan indoor unit langsung menjalankannya dengan baik. tekanan pengembunan yang tidak terlalu tinggi. Badan Pengawas . tidak beracun. Nama-nama ini membantu untuk menggambarkan berbagai jenis refrigerant. tidak mudah terbakar atau meledak. volume spesifik lebih kecil. karena hubungan tekanan suhu. mempunyai titik didih dan titik beku yang rendah. dan ramah lingkungan. konstanta dielektrik yang kecil.kalor/panas laten penguapan yang tinggi. mudah dideteksi jika terjadi kebocoran. Refrigerant memiliki berbagai susunan kimia dengan sifat-sifat yang berbeda. mempunyai struktur kimia yang stabil. kemudian akan melepaskannya kembali ke media pendingin kondensor pada saat uap refrigerant tersebut mengalami proses pengembunan. Beberapa refrigeran hanya mampu bekerja dalam tekanan yang tinggi sementara yang lain menggunakan tekanan rendah untuk berfungsi dengan baik. Contoh nama-nama ini adalah R22. konduktivitas termal yang tinggi viskositas yang rendah. dapat bercampur dengan minyak pelumas kompresor. koefisien kinerja tinggi. Dalam mesin pendingin keberadaan refrigerant adalah mutlak dan akan bertindak sebagai media penghantar kalor pada proses pemindahan kalor dari produk yang di dinginkan ke media pendingin kondensor pada saat refrigerant menguap dievaporator akan menyerap kalor dari produk yang di dinginkan. Syarat-syarat refrigeran antara lain tekanan penguapan harus cukup tinggi.

Lingkungan Amerika atau EPA menyebutkan bahwa mulai tanggal 1 Januari 2010 Freon hanya boleh dipergunakan pada AC yang telah ada.1. Gambar 2. Macam-macam Refrigrant Halokarbon Ada tiga susunan utama refrigeran yang digunakan pada saat ini. Salah satu refrigeran saat ini adalah CFC alias FREON (R-11. R-22 dan R-502). Freon merupakan zat yang tidak ramah lingkungan karena dapat merusak lapisan ozon sehingga zat ini akan dilarang digunakan kedepannya dan akan digantikan oleh zat baru yang ramah lingkungan. Dan mulai tanggal 1 Januari 2020. Refrigrant 22 atau R-22 C. R-12. Berikut adalah gambar contoh refrigran yang sering digunakan dalam system pendingin AC. Artinya AC yang masih menggunakan cairan pendingin Freon tidak akan dapat melakukan pengisian ulang apabila dibutuhkan. Jadi dapat diambil pengerian tentang refrigran yaitu fluida yang digunakan untuk mendinginkan lingkungan bersuhu rendah dan membuang panas ke lingkungan yang bersuhu tinggi. produksi Freon secara resmi dilarang. R-21. Refrigeran yang termasuk dalam kelompok halokarbon mempunyai satu atau . bukan AC baru.

dan karbon. yang tidak merusak lingkungan karena berbeda dari refrigeran lain. Dari segi penggunaan refrigeran HFC ini membutuhkan minyak pelumas yang berbeda dengan minyak pelumas yang dipakai pada sistem refrigerasi CFC. tetapi nilai ODP-nya lebih kecil dibandingkan CFC serta masih mengandung gas-gas rumah kaca yang dapat menyebabkan pemanasan global. Refrigeran ini mempunyai nilai ODP nol sehingga tidak merusak ozon. Refrigeran HCFC mulai diperkenalkan sebagai refrigeran transisi pengganti CFC Hal ini disebabkan karena refrigeran HCFC ini masih dapat menyebabkan kerusakan ozon. klorin. Refrigeran HFC (seperti HFC 134a) ini mempunyai sifat termodinamika yang hampir sama dengan CFC–12. Refrigerant Chlorofluorocarbon (CFC) Refrigeran halokarbon yang paling banyak dipakai adalah refrigeran CFC terutama CFC–12 yang diperkenalkan pada tahun 1931. Berikut adalah refrigeran halokarbon dan dampaknya terhadap lingkungan: 1. 2. 3. Jadi refrigeran ini tidak dapat langsung diterapkan pada sistem refrigerasi CFC karena membutuhkan penggantian kompresor.lebih atom dari tiga atom halogen. telah digunakan secara luas pada sistem refrigerasi mulai dari water chiller . Jenis refrigerant ini adalah HCFC22 (R-22) yang mempunyai temperatur buang yang tinggi dan keterbatasan untuk larut dalam pelumas mineral yang digunakan pada sistem refrigerasi CFC–12 sehingga membutuhkan penggantian kompresor. Refrigeran alternatif baru yang dikembangkan selanjutnya adalah refrigeran HFC. klorin. Terhidrogenasi klorofluorokarbon Refrigeran (HCFC) Refrigrant HCFC yang terdiri dari hidrogen. tetapi masih mengandung gas gas rumah kaca yang dapat meningkatkan pemanasan global. Refrigeran ini mengandung jumlah minimal klorin. dan karbon. fluorin. Refrigerant Fluorocarbon Terhidrogenasi (HFC) Refrigran HFC yang terdiri dari hidrogen. fluorin. fluorin dan bromin.

5. Efisiensi energi ditentukan pemakaian daya listrik kompressor. AC mobil serta perlatan pengkondisi udara pada alatalat transportasi dan penyimpanan produk. Kelebihan refrigeran hidrokarbon Kelebihan refrigeran HC antara lain: 1. Hidrokarbon tidak menyebabkan kerusakan ozon dan pemanasan global karena ODP yang dimiliki nol dan GWPnya kecil. Ozone Depleting Potential (ODP) adalah potensi suatu zat untuk merusak lapisan ozon. kapasitas volumetrik refrigerasi dan efisiensi energi. Senyawa CFC termasuk dalam kelompok zat yang merusak ozon karena mempunyai nilai ODP yang tinggi. D. Dalam pemilihan hidrokarbon sebagai alternatif pengganti CFC dan HCFC hal-hal yang harus diperhatikan adalah titik didih pada tekanan normal (Normal Boiling Point). tidak seperti refrigeran sintetis yang hanya diproduksi oleh perusahaan tertentu.sampai refrigerator. Hidrokarbon biasa dipakai dengan pelumas mineral maupun sintetis. sehingga benar-benar ramah lingkungan. 3. kapasitas refrigerasi volumetrik harus dipertimbangkan untuk menentukan jenis dan ukuran kompresor yang digunakan. Hidrokarbon tersedia diseluruh dunia tanpa hak paten. 2. sehingga diproduksi secara bebas di negara manapun termasuk Indonesia. Refrigeran Hidrokarbon Penggunaan refrigeran yang ramah lingkungan mutlak diperlukan untuk menjaga kelangsungan alam. . Salah satu refrigeran alami yang sedang dikembangkan adalah refrigeran hidrokarbon yang menjadi topik pembahasan pada penelitian ini. Semakin tinggi titik didih normalnya. Tidak diperlukan perubahan peralatan utama yang sudah ada atau pembelian peralatan baru. Titik didih ini harus diperhatikan untuk menjamin tekanan operasi yang hampir sama dengan CFC dan HCFC untuk menghindari keperluan peralatan tekanan tinggi seperti kompresor. 4. Kebutuhan hidrokarbon kurang dari separuh dibandingkan CFC.

E. NH3 ODP 1 1 0. CO2. Refrigeran Alami Refrigeran yang dapat ditemukan dialam. Yang termasuk kedalam kelompok refrigeran sintetik adalah: a. namun demikian masih deperlukan pabrik untuk penambangannya dan pemurniannya. namun dibuat oleh manusia dari unsur-unsur kimia. Data Refrigeran dengan nilai ODPnya. Jenis-Jenis Refrigeran Dari jenisnya refrigeran dibedakan menjadi dua macam. yaitu: 1. Amonia (NH3) Jenis refrigeran ini tidak mengandung chlor oleh sebab itu refriigeran ini tidak merusak lapisan ozon (ODP=0).Adapun kelemahan hidrokarbon adalah mudah terbakar.1. Refrigeran sintetik Refrigeran sintetik tidak terdapat dialam. sehingga diperlukan adanya aturan penggunaan yang harus dipenuhi dan prosedur penggantian yang aman. Hidrocarbon (HC) b. Refrigeran HCFC (Hydro-Chol-Fluor-Carbon) . Carbondioksida (CO2) c. sebagai berikut: Tabel 2. REFRIGERANT R-11 R-12 R-22 R-134a HC.056 0 0 2.contoh refrigeran alami : a. Refrigeran CFC (Chol-Fluor-Carbon) b. Beberapa jenis refrigeran alami.

Tekanan penguapannya harus cukup tinggi. dibutuhkan suatu fluida penukar kalor yang selanjutnya disebut Refrigeran. Konstanta dielekra harus kecil. Harus mudah terdeteksi. 12. sifat kimiawi dan sifat thermodinamik. Mudah diperoleh dan harganya terjangkau. 4. Untuk keperluan pemindahan energy panas ruang. 5. Stabil dan tidak bereaksi dengan material yang dipakai. Sifatsifat tersebut dapat memenuhi persyaratan refrigerant. Kelebihan . 10.F. Volume spesifik (fasa gas) yang cukup kecil. Persyaratan Refrigeran Proses pendinginan atau refrigerasi pada hakekatnya merupakan proses pemindahan energi panas yang terkandung di dalam ruangan tersebut. Pengisian Refrigeran Pengisian refrigeran ke dalam sistem harus dilakukan dengan baik dan jumlah refrigeran yang diisikan sesuai/tepat dengan takaran. Ramah lingkungan. Sesuai dengan hukum kekekalan energi maka kita tidak dapat menghilangkan energi tetapi hanya dapat memindahkannya dari satu substansi ke substansi lainnya. 13. 7. Kalor laten penguapan harus tinggi. 11. Disamping itu refrigeran juga tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Koefisien prestasi harus cukup tinggi. Oleh karena itu. 9. 3. pada masa lalu pemilihan refrigeran hanya didasarkan atas sifat fisik. 6. 2. Viskositas yang rendah dalam fasa cair maupun gas. G. Untuk keperluan mesin refrigerasi maka refrigeran harus memenuhi persyaratan tertentu agar diperoleh performa mesin refrigerasi yang efisien. Konduktifitas thermal yang tinggi. yaitu: 1. 8. Tekanan pengembunan yang tidak terlampau batas. Tidak beracun dan berbau.

sebaik mungkin dan karena Proses pengisian refrigeran ke dalam sistem ada beberapa cara. dengan kata lain kurang dari yang ditentukan.refrigeran dalam sistem dapat menyebabkan temperatur evaporasi yang tinggi akibat dari refrigeran tekanan yang tinggi. Sebaliknya bila jumlah refrigeran yang diisikan sedikit. Mengisi sistem berdasarkan berat refrigeran. 3. diantaranya yaitu: 1. Mengisi sistem berdasarkan temperatur dan tekanan. Selain itu dapat menyebabkan kompresor rusak akibat kerja kompresor yang terlalu berat. 2. Mengisi sistem berdasarkan banyaknya bunga es yang terjadi di evaporator. dan adanya kemungkinan liquid suction. maka sistem akan mengalami\ kekurangan pendinginan. Perhatikan gambar pengisian dan tentang pemasangan manifold gauge untuk .

2. cairan calsium klorida. Refrigeran ini banyak digunakan pada unit refrigerasi kompresi uap. cairan sodium klorida dan alkohol. 2. Yang termasuk dalam kelasifikasi ini antara lain: udara. Refrigeran yang termasuk dalam kelas ini ada beberapa jenis yang diperlihatkan dalam tabel 1. Tabel 2.H. Karakteristik Refrigeran Klasifikasi 1 . Kelas 2 Refrigeran yang termasuk dalam klasifikasi ini adalah refrigeran yang hanya dapat menyerap panas sensibel dari substansi yang didinginkannya. Kelas 1 Refrigeran yang termasuk dalam kelasifikasi ini adalah refrigeran yang dapat memberikan efek pendinginan dengan menyerap pansa laten dari substansi yang didinginkan. Klasifikasi Refrigeran Menurut sifat penyerapan dan ekspansi panas yang dapat dilakukannya maka refrigeran dapat di bagi menjadi 2 kelasifikasi yaitu: 1.

CFC-12. tidak direkomendasikan sebagai refrigeran karena beracun dan mempunyai bau yang menyengat. . banyak digunakan pada mesin refrigerasi berskala besar karena sifat panas latennya yang sangat tinggi. digunakan untuk keperluan domestik sampai komersial. mudah terbakar dan sedikit beracun. Sulfur Dioksida. Amonia tidak berwarna tetapi mempunyai bau menyengat. Disamping itu mudah terbakar dan meledak bila bercampur dengan udara dalam proporsi tertentu. Kertas ini bila terkena gas amonia akan berubah warna menjadi pink. Keluarga CFC. Amonia. Refrigeran ini mempunyai segala sifat yang disyaratkan di atas kecuali satu yaitu tidak ramah lingkungan. Mulai untuk keperluan rumah tangga sampai keperluan komersial dan industrial. Tekanan kerja kondensing unitnya dapat mencapai 115 sampai 200 Psi dari jenis water cooled condenser. Meskipun berbahaya bila terhirup oleh manusia. 555 BTU/Lb. Oleh karena itu diperlukan system pemipaan yang kuat dan kokoh. Untuk mendeteksi adanya kebocoran gas biasanya digunakan kertas khusus yang disebut : Phenolphathalein paper. 6. yakni ukuran kompresornya menjadi kecil disamping itu tidak mudah terbakar. merupakan keluarga refrigeran yang paling banyak pemakainya. 2. Metil Klorida. 4. tidak beracun dan tidak mudah terbakar. 3. tetapi gas ini mempunyai tekanan kondensing yang tinggi (1000 Psi) maka menguntungkan dari segi penyediaan kompresornya. 5. banyak digunakan pada keperluan industri dan kapal laut. Carbon Dioksida. CFC-11. Sehingga dengan dengan ukuran mesin yang kecil tetapi dapat menghasilkan efefk refrigerasi yang besar. karena merusak ozon dan mempunyai kontribusi tinggi terhadap pemanasan global. untuk keperluan water chiller.Sifat yang dimiliki oleh refrigerant klas 1: 1. tetapi mudah larut dalam air. digunakan pada mesin yang bertekanan rendah dengan kompresor sentrifugal.

karena senyawa ini memiliki sifat thermodinamik yang sangat bagus tetapi sayangnya ia mudah terbakar. I. dominasi keluarga CFC di pasaran refrigeran. harus menerima kenyataan pahit. digunakan khusus untuk keperluan AC ruang. Banyak digunakan pada instalasi supermarket untuk display cabinet dan pengawetan makanan. HCFC-502. Keluarga CFCrefrigeran yang ditemukan 60 tahun silam. karena sifat thermodinamiknya yang bagus sehingga dapat memperkecil ukuran mesinnya. Disamping mempunyai sifat thermodinamik yang bagus juga tidak beracun dan tidah mudah terbakar. Refrigeran alternatif tersebut diambilkan dari keluarga HFC (hidrofluorokarbon) dan HC (hidrokarbon) serta carbondioksida. Dari hasil penelitian para ahli kita yang sudah dipublikasikan. Saat ini telah ditemukan beberapa refrigerant yang dapat digunakan sebagai pengganti CFC. Refrigeran Alternatif yang Ramah Lingkungan Sebenarnya keluarga hidrokarbon seperti propane dan isobutane sudah diperkenalkan sebagai refrigeran sejak tahun 1916. merupakan refrigeran yang mempunyai sifat unik. dapat diketahui bahwa keluarga HFC mempunyai sifat thermodinamik yang sama dengan keluarga CFC. yaitu dihapuskan dari peredarannya karena telah terbukti bahwa kandungan klorin mempunyai kontribusi tinggi terhadap perusakan lapisan ozon dan pemanasann global. Oleh karena itu harga keluarga HFC menjadi mahal bila dibandingkan dengan CFC. Tetapi setelah mengabdi pada kehidupan manusia selama setengah abad lebih. Selain itu .HCFC-22. merupakan campuran asetropika antara : 48% CFC-12 dan 52% CFC-115. Disamping itu HFC mempunyai kandungan toksisitas (racun tubuh) yang juga rendah dan juga tidak mudah terbakar. Karena memerlukan penelitian yang mendalam dalam pengembangan produknya tentu saja memerlukan biaya yang besar. Oleh karena itu pamornya langsung saja tenggelam ditelan masa dengan ditemukannya keluarga CFC pada tahun 1930. Oleh karena itu perlu difikirkan penggunaan refrigeran alternatif yang ramah lingkungan.

Karakteristik CFC.walaupun kontribusi terhadap perusakan ozon nihil (0). Sistem Refrijerasi Untuk memperoleh efek refrigerasi atau pendinginan dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan menggunakan es.1 memperlihtakan suatu cara sederhana untuk mendapatkan efel pendinginan pada suatu kabinet.285.05) dan kontribusinya terhadap efek rumah kaca sebesar 0. Tabel 2. Gambar 5. Pendinginan dengan es sudah dlakukan orang sejak jaman dahulu. Sebenarnya HCFC-22 atau R22 sebagai refrigeran alternative juga memberikan peluang cukup besar karena kontribusi terhadap perusakan ozon relatif sangat kecil (0. Oleh karena itu HFC tidak dapat diharapkan menjadi refrigerant masa depan. dan HC Refrigeran J.37. HFC. Tetapi pemakaian bahan ini sebagai refrigeran masa depan juga tidak dapat direalisasikan. . tetapi HFC masih memiliki kontribusi terhadap pemanasan global sebesar 0.

Es mengalami pemanasan sehingga suhunya naik dan mencair menjadi air. es balok ditempatkan dalam suatu rak khusus yang dilengkapi dengan pembuangan air.1 Sebuah Refrigerator sederhana.Rak es Gambar 5. Proses pemindahan panas berlangsung antara es dan udara yang ada di dalam refrijerator. Pada gambar tersebut. dan dibuang ke luar melalui saluran pembuangan. digunakan sebagai medium pendinginan. . suhu udara turun. Es menerima energi panas dari udara. Sirkulasi udara di dalam almari berlangsung secara alami.

Karena refrijeran (R134a) berada di bawah tekanan atmosfir normal (1. Penguapan pada suhu rendah ini. menyebabkan refrijeran dapat menyerap panas udara ruang dengan cepat.0132 bar).8oC. Panas yang diserap melalui penguapan liquid refrijeran akan dibuang keluar ruang melalui lubang . maka kondisi saturasi refrijeran dicapai pada suhu -29.Gambar Efek refrigerasi diperoleh dengan cara menguapkan liquid refrijeran yang ditempatkan di dalam refrijerator.

angin oleh gas refrijeran. Efek pendinginan akan berlangsung terus hingga liquid refrijeerannya habis. Liquid refrijeran ditempatkan dalam suatu kontainer khusus yang dilengkapi dengan lubang angin untuk menyalurkan gas refijeran ke udara luar. -29 oC Gambar 5. sehingga refrijeran gas tidak dapat bebas keluar dari evaporator. Evaporator adalah salah satu bagian penting dalam system refrijerasi kompresi mekanikal. Sebagai contoh. atau dengan kata lain mengontrol laju kecepatan refrijeran gas yang keluar dari evaporator.5 Pengontrolan Suhu Penguapan Refrijeran Suhu penguapan refrijeran cair di dalam evaporator dapat diatur dengan mengontrol tekanan refrijeran gas yang berada dibagian atas refrijeran cair. 5.2 Sebuah Refrigerator sederhana.. Refrijeran gas akan terkumpul di atas refrijeran cair. . perhatikan Gambar 5. Kontainer yang digunakan untuk menyimpan liquid refrijeran disebut evaporator.3. menyebabkan tekanan pada evaporator naik Gas refrijeran Liquid refrijeran. Sirkulasi udara di dalam almari berlangsung secara alami. Katakanlah sebuah katub manual dipasang pada lubang atau saluran pengeluaran gas dan ditutup sebagian.

0861 bar dan suhu saturasi refrijeran dicapai pada suhu 0oC. seperti yang diperlihatkan pada gambar 5. Bila dikehendaki suhu penguapan refrijeran cair berada di bawah suhu saturasi pada tekanan atmosfir. memungkinkan mengontrol tekanan refrijeran gas yang ada di atas refrijeran cair. maka diperlukan catu refrijeran cair ke evaporator secara terus-menerus pula. Salah satu cara untuk mendapatkan catu refrijeran cair secara terus-menerus ke evaporator dengan menggunakan katub pelampung. sesuai dengan hubungan tekanan-suhu yang diberikan pada Tabel 5. dan efek pendinginan juga berhenti. maka perlu menurunkan tekanan pada evaporator di bawah tekanan atmosfir. Bila suhu penguapan refrijeran cair sama dengan suhu ruang.107 sehingga tekanan saturasi refrijeran juga naik.3. Aksi katub . Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan pompa gas seperti diperlihatkan Gambar 5.6 Evaporasi Terus-menerus Untuk memperoleh evaporasi refrijeran cair di evaporator secara terusmenerus.8oC hingga ke suhu ruang. Pompa Gas 108 5. Dengan cara ini.3 Tekanan refrijeran di evaporator diturunkan hingga mencapai tekanan di bawah atmosfir. misalnya menjadi 3. Dengan mengatur posisi katub untuk mengatur laju aliran refrijeran gas dari evaporator. dengan menggunakanpompa gas. maka penguapan refrijeran cair berhenti. Gambar 5. Dengan demikian suhu penguapan refrijran cair dapat diatus mulai dari suhu -29. misalnya 5oC. penguapan refrijeran cair dapat berlangsung pada suhu sangat rendah.4.

5. Bila laju penguapan berlangsung lebih cepat maka katub pelampung juga akan membuka lebih besar. Refrigerant control ini meruapakan bagian penting dalam sistem refrijerasi mekanik. Gambar 5. jarang digunakan orang karena alasan kepraktisan. Tanki Tandon Campuran Refrijeran cair dan gas tekanan rendah Refrijeran gas . akan menjaga level refrijeran cair di evaporator tetap konstan.4 Pasangan katub pelampung.pelampung adalah menjaga level refrijeran cair di evaporator tetap konstan dengan mengatur jumlah refrijeran cair yang masuk ke evaporator dari tangki tandon. Tanki Tandon Katub jarum Refrijeran cair tekanan rendah Pelampung 109 Gambar 5. Jenis yang banyak dipakai hingga saat ini adalah katub ekspansi thermal. yaitu tipe pelampung.4. Diagram alir dari katub ekspansi thermal diperlihatkan dalam gambar 5. disebut pengontrol aliran refrijeran (Refrigerant flow control).5 Tipikal koil evaporator yang dilengkapi dengan katub ekspansi thermal atau thermostatic expansion valve Piranti pengatur aliran refrijeran seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 5. sehingga semakin banyakrefrijeran cair masuk ke evaporator. Refrigeant control seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 5. disesuaikan dengan laju penguapan refrijeran.4.

tekanan dan suhu tinggi . Untuk mengatasi hal itu.6 Siklus Ulang refrijeran di dalam Sistem mekanik Gas. dihisap oleh kompresor dan selanjutnya dipampatkan atau dinaikkan tekanannya agar suhu refrijeran gas mencapai titik tertentu (di atas suhu lingkungan) dan kemudian diembunkan (kondensasi) kembali agar kembali ke wujud cair dan siap diuapkan lagi di evaporator. Dengan cara ini. Disamping boros. maka refrijeran yang menguap (evaporasi) di evaporator tidak lagsung dibuang ke udara atmosfir. tidak diperlukan lagi tanki tandon untuk mencatu refrijeran cair dan disamping itu diperoleh penghematan yang sangat luar biasa. maka tidak praktis membuang refrijeran gas ke udara bebas. cara membuang refrijeran gas ke udara bebas juga dapat mencemari udara atmosfir. Untuk keperluan proses kondensasi refrijeran gas. diperlukan satu kontainer khusus untuk mengembunkan refrijeran gas. yaitu condenser. tekanan dan suhu tinggi Refrigerant gas dan cair tekanan rendah Refrijeran gas. Gambar 5. suhu dan tekanan rendah Refrigerant gas dan cair tekanan rendah Refrijeran cair.tekanan rendah 110 5. tetapi dikumpulkan lagi.7 Siklus Ulang Refrijeran Untuk alasan ekonomi.

Proses tersebut berlangsung pada suhu dan tekanan yang berbeda. menyediakan transfer panas melalui luas permukaannya. Kondenser untuk proses kondensasi gas refrigeran. sehingga panas yang terkandung di udara dan produk makanan yang ada di dalam ruang dapat diserap oleh penguapan refrijeran cair yang . Tekanan tinggi diperoleh karena adanya efek kompresi. Gambar 5.7 memperlihatkan diagram alir suatu sistem kompresi gas sederhana.Refrigerant gas dan cair tekanan tinggi Refrijeran cair. Selama bersirkulasi di dalam unitnya maka refrigeran tersebut akan selalu mengalami perubahan wujud dari gas ke liquid dan kembali ke gas. yaitu tekanan tinggi dan pada tekanan rendah. Katub ekspansi untuk menurunkan tekanan liquid refrigeran yang akan di masuk ke evaporator. Kompresor untuk meningkatkan tekanan gas refrigeran. yang dikerjakan oleh kompresor. Oleh karena itu sistem refrijerasi ini lazim disebut sebagai sistem kompresi gas.7 Diagram Alir sistem Kompresi Gas 112 Evaporator (1). Gambar 5. tekanan dan suhu tinggi 111 5. Sesuai dengan proses yang terjadi di dalam siklus refrigeran maka sistem refrigerasi kompresi gas mempunyai 4 komponen utama yang saling berinteraksi satu sama lain.8 Tipikal Sistem Kompresi Gas Sistem Kompresi Gas merupakan mesin refrigerasi yang berisi fluida penukar kalor (refrigeran) yang bersirkulasi terus menerus. Adanya gangguan pada salah satu komponen dapat menggagalkan efek refrigerasi. yaitu : Evaporator untuk proses evaporasi liquid refrigeran.

Receiver pada sistem yang besar. Sesuai dengan letaknya. berfungsi menghisap refrijeran gas dari evaporator dan menaikkan suhu dsn tekanan refrijeran ke suatu titik di mana refrijeran gas akan mengembun dengan mudah pada kondisi normal media kondensasinya. Discharge line (4) adalah saluran yang terletak pada sisi tekanan tinggi kompresor.10 Pembagian Sistem .mengalir di dalam koil evaporator. sehingga refrijeran cair dapat diuapkan pada suhu rendah sesuai yang diinginkan. biasanya dilengkapi dengan shut-off valve pada kedua sisinya. Liquid line (7) adalah saluran yang terletak pada sisi masuk katub ekspansi. Refrigerant control (8) berfungsi untuk mengatur jumlah refrijerant cair yang akan diuapkan di evaporator dan untuk menurunkan tekanan refrijeran cair yang masuk ke evaporator. Demikian juga pada sisi keluar (outlet) dari tanki tandon (receiver tank). untuk menyalurkan refrijeran gas bertekanan rendah dari evaporator menuju ke katub hisap kompresor. Receiver Tank (6). diacharge service valve (DSV). 5.9 Service Valve Pada sisi hisap (suction) dan sisi tekan (discharge) kompresor biasanya dilengkapi dengan katub khusus untuk keperluan pemeliharaan atau service operation. untuk menyalurkan refrijeran gas bertekanan dan bersuhu tinggi dari katub tekan kompresor menuju ke kondeser. Suction line (2) adalah saluran yang terletak pada sisi tekanan rendah kompresor. untuk menyalurkan refrijeran cair dari receiver tank ke refrigerant control. dan Liquid receiver service valve (LRSV). Condensor (5) menyediakan transfer panas melalui luas permukaannya. sehingga energi panas yang yang terkandung dalam refrijeran dapat dipindahkan ke media kondensasi. sebagai tempat penyimpanan atau pengumpulan refrijeran cair yang sudah mengembun di kondensor. sehingga catu refrijeran cair ke evaporator dapat dijaga konstan sesuai keperluan. disebut Suction Service valve (SSV). Compressor (3) merupakan jantung sistem refrijerasi kompresi gas. 5.

saluran gas panas dan receiver tank. di mana refrijeran akan menguap di evaporator.11 Condensing unit Dalam prakteknya.8 Tipikal Air . di mana tekanan refrijeran akan diturunkan dari tekanan kondensasi ke tekanan evaporasi. Tekanan yang diterima oleh refrijeran yang berada pada sisi ini adalah tekanan rendah. untuk memudahkan dalam hal desain dan perakitan sistem refrijerasi kompresi gas. dan lazim disebut sebagai condensing unit. Gambar 5.Sesuai dengan tekanan operasi pada sistem bekerja. Pada saat dilakukan pekerjaan service. discharge pressure dan head pressure. hot gas line. Sistem refrijerasi kompresi gas dapat dibagi menjadi dua bagian. Sedang sisi tekanan tinggi. tekanan rendah ini biasanya diukur dengan menggunakan counpond gauge yang dipasang pada suction service valve. Titik pembagi antara tekanan tinggi dan tekanan rendah adalah katub ekspansi. Tekanan pada sisi ini lazim disebut sebagai tekanan kondensasi. tekanan suction dan tekanan balik. 113 katub ekspansi dan saluran sucton. susunan kompresor. kondensor. Pada saat dilakukan pekerjaan service. 5.8 memperlihatkan tipikal condensing unit. Sisi tekanan rendah meliputi evaporator. tekanan tinggi ini biasanya diukur dengan menggunakan pressure gauge yang dipasang pada discharge service valve. disusun dalam satu kesatuan unit. condensor dan receiver tank serta penggerak kompresor biasanya motor listrik satu fasa atau tiga fasa. Tekanan yang diterima oleh refrijeran yang berada pada sisi ini adalah tekanan tinggi.mencakup kompreosr. Gambar 5. di mana refrijeran akan mengembun di kondenser. Tekanan pada sisi ini lazim disebut sebagai tekanan evaporasi. yaitu bagian sisi tekanan rendah dan sisi tekanan tinggi. dengan kompresor hermetik.

biasanya suhu evaporasi normal dibuat dengan ketentuan sebagai berikut 90C di bawah suhu ruang yang diinginkan. Bila mengunakan R-502 maka tekanan liquid refrigerannya harus dapat mencapai 3.25 psi gauge. Oleh karena itu karakteristik tekanansuhu masing-masing refrigeran yang ada di tabel 1 harus dipahami dengan benar. Bila suhu ruang diinginkan mencapai -18 0C. Sebagai contoh.12 Pengaruh Tekanan Liquid terhadap Suhu Evaporasi Refrigeran Besarnya tekanan liquid refrigeran pada sistem kompresi gas akan menentukan besarnya suhu liquid mencapai titik penguapannya. Untuk mendeteksi tekanan evaporasi dapat dilakukan melalui pengukuran tekanan pada sisi suction kompresor.27 bar gauge. maka tekanan liquid refrigeran R-502 adalah 1.32 bar gauge. Dalam sistem kompresi gas pengaturan tekanan liquid refrigeran yang akan diuapkan di evaporator dilakukan melalui katub ekspansi. maka suhu evaporasinya harus diatur agar dapat mencapai -9 0C. Oleh karena itu dalam sistem kompresi gas penentuan besarnya tekanan liquid refrigeran yang disalurkan ke bagian evaporator memegang peranan penting dalam upaya memperoleh suhu evaporasi yang diinginkan. system hermetic 114 5.Cooled Condensing Unit. Untuk mengetahui hubungan tekanan dan suhu refrigeran dalam kondisi saturasi dapat dilihat dalam Tabel 1. Dalam kasus tersebut tekanan liquid refrigeran jenis R-12 di evaporator harus dapat mencapai 1.1 Hubungan antara Suhu dan Tekanan Refrigeran dalam . suatu ruang pendingin (coldroom) diinginkan mampu memelihara suhu konstan sebesar 0 0C. 115 Tabel 5. Dalam sistem kompresi gas.

16 11 27 34 .kondisi Jenuh Suhu 0C R12 PSI R22 PSI R502 PSI .14 13 30 38 .18 9.6 29 44 50 0 30 57 68 5 38 70 82 6 40 73 85 7 41 75 88 10 47 84 97 15 57 100 114 20 68 117 133 25 80 137 154 30 93 158 177 36 111 187 207 40 125 208 229 45 146 242 264 50 162 267 290 55 188 308 332 .30 -0.12 15 33 41 .10 17 37 45 .20 7.2 21 28 .0 24 31 .3 9 14 .

Misalnya almari es.2.3 Suhu ambien + 9 0C Suhu ambien + 11 0C .13 Pengaruh tekanan Gas terhadap Suhu Kondensasi Refrigeran Bila gas refrigeran didinginkan maka akan terjadi perubahan wujud atau kondensasi ke bentuk liquid. agar diperoleh performa yang optimal dari mesin refrigerasi kompresi gas maka suhu kondensasinya diatur agar mempunyai harga 6 sampai 17 derajad celsius di atas suhu ambien. Tabel 5. maka gas refrigeran dari sisi hisap dikompresi hingga mencapai tekanan discharge pada titik tertentu dengan tujuan bahwa gas panas lanjut (superheat) 116 tersebut dapat mencapai titik embunnya dengan pengaruh suhu ambien di sekitarnya. Tetapi yang perlu mendapat perhatian kita adalah titik suhu embun atau kondensasi gas refrigeran tersebut juga ditentukan oleh tekanan gasnya. Tabel 2 memperlihatkan penentuan tekanan kondensasi untuk berbagai kondisi suhu evaporasi. Untuk sistem yang berskala besar maka untuk mendinginkan gas superheat ini digunakan air atau campuran air dan udara paksa.10 sampai -17 .60 207 337 363 5. dari pengalaman.4 sampai . tergantung dari suhu evaporasinya. Patokan Penentuan Suhu Kondensasi Suhu Evaporasi Suhu Kondensasi (Air Cooled Condenser) Suhu Kondensasi (Water Cooled Condenser) .9 di atas . Pada sistem kompresi gas.18 sampai -23 .

Koil evaporator menampung liquid refrigeran yang kemudian menguap walaupun suhu udara sekitarnya sangat rendah.9.05 barg. Proses Kondensasi 4.14 Siklus Refrigeran Dalam sistem kompresi uap refrigeran bersirkulasi di dalam sistem pemipaan secara tertutup. Dalam satu siklus terdapat 4 proses utama yaitu : 1. Maka berdasarkan tabel 2. suhu kondensasinya harus dapat mencapai 250C + 9 0C = 340C.1 Suatu frozen cabinet dengan R-12. Proses penguapan refrigeran di evaporator ini akan menyerap energi panas dari substansi dan udara 118 yang ada di sekitarnya sehingga menimbulkan efek pendinginan.Suhu ambien + 14 0C Suhu ambien + 17 0C Suhu air + 6 0C Suhu air + 8 0C Suhu air + 11 0C Suhu air + 14 0C Berdasarkan patokan di atas. Siklus Refrigeran Evaporator dan Efek Evaporasi Liquid refrigeran yang dialirkan ke evaporator mempunyai suhu titik uap yang sangat rendah pada tekanan atmosfir. maka suhu dan tekanan kondensasi dapat ditentukan dengan cepat dan akurat. Contoh 5. Proses Kompresi 3. Proses Ekspansi Gambar 5. 117 5. mempunyai suhu evaporasi -180C. sehingga memungkinkan menyerap panas pada suhu yang sangat rendah. . Suhu ambiennya 250C. Sehingga tekanan kondensasinya harus dapat mencapai 7. Proses Evaporasi 2.

maka kondisi keseimbangan akan selalu tercipta setiap saat.10 Efek Evaporasi di Evaporator Kompresor dan Efek Kompresi Sistem refrigerasi kompresi gas merupakan siklus tertutup. yang dapat berupa udara atau air.11 Efek Kompresi Kondenser dan Proses Kondensasi Gas refrigeran yang keluar dari sisi tekan kompresor disalurkan ke kondenser. Gambar 5. Sebaliknya bila beban panas evaporator naik dan penguapan liquid refrigeran berlangsung secara lebih cepat maka tekanan sisi hisap akan naik.165 psi Untuk R600a : 120 . Penurunan suhu gas refrigeran tersebut diatur sampai mencapai titik embunnya.180 psi Untuk R22 : 160 . Selanjutnya saat berada di kondenser gas panas lanjut tersebut mengalami penurunan suhu akibat adanya perbedaan suhu antara gas dan medium lain yang ada disekitarnya.260 psi Untuk R134a : 100 . berikut ini diberikan patokan harga untuk menentukan tekanan kerja kompresor pada sisi tekanan tingginya.Selanjutnya gas refrigeran ini dihisap oleh kompresor. . Akibatnya refrigerannya akan merubah bentuk dari gas menjadi liquid yang masih bertekanan tinggi. Refrigeran yang menguap di evaporator yang bersuhu rendah tidak dibuang tetapi langsung dihisap lagi oleh kompresor dan selanjutnya dikompresi hingga suhu dan tekanannya dinaikkan pada titik tertentu sesuai jenis refrigerannya. Bila kompresor menghisap lebih cepat daripada persedian gas yang tersedia di dalam evaporator maka tekanan pada sisi hisap akan turun. Untuk keperluan praktis.180 psi Gambar 5. 119 Pedoman yang dapat digunakan untuk keperluan praktis adalah : Untuk R12 : 120 . Gas tersebut mempunyai suhu dan tekanan tinggi dalam kondisi superheat.

Selanjutnya liquid refrigeran yang bersuhu dan bertekanan rendah tersebut disalurkan ke evaporator untuk menghasilkan efek pendinginan. Seluruh data yang dipetakan dalam siklus tersebut didapatkan dari pengukuran. Gambar 5.Suhu gas panas lanjut (D) : 66.61 bar . Efek Ekspansi di Katub Ekspansi 121 5.12 Efek Kondensasi di Kondenser Katub Ekspansi dan Proses Ekspansi Liquid refrigran bertekanan tinggi dari kondenser disalurkan ke katub ekspansi.Tekanan evaporasi : 2.Suhu Evaporasi : -5oC .15 Tipikal Proses Aktual Tipikal proses refrijerasi kompresi gas yang actual diperlihatkan dalam Gambar 5.Suhu gas panas lanjut (C’) : 15oC (sisi tekanan rendah) .120 Gambar 5. Akibatnya akan terjadi ekspansi panas. Karena adanya perubahan diameter yang cukup besar maka laju refrigeran yang mengalir melalui katub ekspansi ini akan mengalami penurunan tekanan yang cukup tajam.14. Dalam keadaan yang sederhana katub ini berupa pipa kapiler dan untuk pemakaian unit yang berskala besar biasanya digunakan katub ekspansi thermostatik.14 Tipikal actual Proses Data Pengukuran .Tekanan kondensasi : 9.7oC (sisi tekanan tinggi) .13. Hasil ekspansi panas ini berupa penurunan suhu liquid refrigeran yang keluar dari katub ekspansi. Gambar 5.61 bar .Suhu Kondesasi : 40oC .