Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

Sirosis adalah suatu keadaan patologi yang menggambarkan stadium akhir fibrosis hepatik yang berlangsung progresif yang ditandai dengan distorsi dari arsitektur hepar dan pembentukan nodulus regeneratif. Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) adalah perdarahan saluran makanan proksimal dari ligamentum Treitz. Salah satu menifestasi hipertensi porta adalah arises esophagus. !ua puluh sampai "#$ pasien sirosis dengan arises esophagus pecah yang menimbulkan perdarahan hingga kematian. %&' (ebih dari "#$ pasien sirosis asimtomatis. )eseluruhan insidensi sirosis di Amerika diperkirakan *+# per %##.### penduduk. Penyebabnya sebagian besar akibat penyakit hati alkoholik maupun infeksi irus kronik. ,asil penelitian lain menyebutkan perlemakan hati akan mengakibatkan steatohepatitis nonalkoholik (-AS,. pre alensi "$) dan berakhir dengan sirosis hati dengan pre alensi #.*$. Pre alensi sirosis hati akibat steatohepatitis alkoholik dilaporkan #.*$ /uga. !i 0ndonesia data pre alensi sirosis hati belum ada. hanya laporan 1 laporan dari beberapa pusat pendidikan sa/a. !i 2S !r. Sard/ito 3ogyakarta /umlah pasien sirosis hati berkitar ".%$ dari pasien yang dira4at di Bagian Penyakit !alam dalam kurun 4aktu % tahun (5##"). !i 6edan dalam kurun 4aktu " tahun di/umpai pasien sirosis hati sebanyak 7%8 ("$) pasien dari seluruh pasien di Bagian Penyakit !alam. %&' !i -egara barat yang tersering akibat alkoholik sedangkan di 0ndonesia terutama akibat infeksi irus hepatitis B maupun C. 9e/ala a4al sirosis (kompensata) meliputi perasaan mudah lelah dan lemas. selera makan berkurang. perasaan perut kembung. mual. berat badan menurun. pada laki 1 laki dapat timbul impotensi. testis mengecil. buah dada membesar. hilangnya dorongan seksualitas. Bila sudah lan/ut (sirosis dekompensata). ge/ala 1 ge/ala lebih menon/ol terutama bila timbul komplikasi kegagalan hati dan hipertensi porta. meliputi hilangnya rambut badan. gangguan tidur. dan demam tak begitu tinggi. 6anifestasi klinik perdarahan saluran cerna bagian atas bisa beragam tergantung lama. kecepatan. banyak sedikitnya darah yang hilang. dan apakah perdarahan berlangsung terus menerus atau tidak. %&'

BAB II
1

!i 0ndonesia.% $ dari pasien yang dira4at di Bagian Penyakit !alam dalam kurun 4aktu % tahun (5##").* II. Sekitar 5'. DEFINISI Sirosis merupakan konsekuensi dari penyakit hati kronis yang ditandai dengan penggantian /aringan hati oleh fibrosis. III." ( e b i h d a r i " # $ p a s i e n s i r o s i s a s i m t o m a t i s . yang mengakibatkan penurunan hingga hilangnya fungsi hati. sirosis hati merupakan penyebab kematian terbesar ketiga pada p a s i e n y a n g b e r u s i a " ' 1 " + t a h u n ( s e t e l a h p e n y a k i t k a r d i o a s k u l e r d a n k a n k e r ) . /aringan parut dan nodul regeneratif (ben/olan yang ter/adi sebagai hasil dari sebuah proses regenerasi /aringan yang rusak) akibat nekrosis hepatoseluler. KLASIFIKASI 2 . !i 6edan dalam kurun 4aktu " tahun d i / u m p a i p a s i e n s i r o s i s h a t i s e b a n y a k 7 % 8 ( " $ ) p a s i e n d a r i s e l u r u h p a s i e n d i B a g i a n Penyakit !alam. ) e s e l u r u h a n i n s i d en s i sirosis d i Amerika diperkirakan *+# per %##. dengan umur rata&rata terbanyak antara golongan umur *# 1 '8 tahun dengan puncaknya sekitar "# 1 "8 tahun.### orangmeninggal setiap tahun akibat penyakit ini.%. hanya laoporan dari beberapa pusat pendidikan sa/a.TINJAUAN PUSTAKA I.Sard/ito3ogyakarta /umlah pasien sirosis hati berkisar ". data pre alensi sirosishati belum ada.### penduduk. ! i seluruh dunia.5 Penderita sirosis hati lebih banyak di/umpai pada kaum laki&laki /ika dibandingkan dengan kaum 4anita sekitar %.+ : %. !i 2S !r. Penyebabnya sebagian besar akibatpenyakit ahti alkoholik maupun infeksi irus kronik. EPIDEMIOLOGI !i negara ma/u. sirosis menempati urutan ke tu/uh penyebab kematian.5.

6 a k r o n o d u l a r !itandai dengan terbentuknya septa dengan ketebalan ber ariasi. secara fungsional danetiologinya.".)lasifikasi sirosis dikelompokkan berdasarkan morfologi. di dalam septa parenkim hatimengandung nodul halus dan kecil merata di seluruh lobus. mengandungnodul yang besarnya /uga ber ariasi ada nodul besar didalamnya. 6 i k r o n o d u l a r !itandai dengan terbentuknya septa tebal teratur. yaitu : 1.' 2. T i p e i n i biasanya tampak pada perkembangan hepatitis seperti infeksi irus hepatitis B.5. ada daerah luasd e n g a n p a r e n k i m y a n g m a s i h b a i k a t a u t e r / a d i r e g e n e r a s i p a r e n k i m .' 3 .". besar nodulnya tidak melebihi * mm. Tipe ini biasanya disebabkanalkohol atau penyakit saluran empedu. Berdasarkan morfologi. Sherlock membagi sirosis hati atas * /enis. Pada sirosis mikronodular.5.

5.' 5.epatitis C kronis 0nfeksi irus hepatitis C menyebabkan peradangan dan kerusakan hati yang selama beberapa dekade dapat mengakibatkan sirosis.5. Alcoholic liver disease Sirosis alkoholik ter/adi pada sekitar %#&5#$ peminum alkohol berat.' IV. Alkohol tampaknya melukai hati dengan menghalangi metabolisme normal protein.5. misalnya ascites. dan stadium ini biasanya ge/ala&ge/ala sudah /elas. !apat didiagnosis dengan tesserologi yang mendeteksi antibodi hepatitis C atau 2-A irus.* 5. Sirosis hati kompensata Sering disebut dengan sirosis hati laten atau dini. ETIOLOGI 1.5. Biasanya stadium ini ditemukan pada saat pemeriksaan skrining. %.". Campuran (yang memperlihatkan gambaran mikro&dan makronodular).3.". sirosis hepatis dibagi men/adi k o m p en s a t a d a n dekompensata.' Sedangkan secara fungsional. edema dan ikterus. Pada stadium kompensata ini belum terlihat ge/ala&ge/ala yang nyata.dan karbohidrat.".5. .* 4 . lemak. Sirosis hati dekompensata !ikenal dengan sirosis hati aktif.

B.epatitis B kronis . Sirosis /antung. . s t e a t o r r h e a . kekurangan gizi protein. terutama globulin gamma.+ '.BeAg dan . !-A bermanfaat untuk menilai apakah pasien perlu terapi anti iral.5. . 5 . tetapi mempercepat sirosis melalui ko& infeksi.epatitis /enis ini dihubungkan dengan diabetes.al ini lebih umum pada perempuan.epatitis ! tergantung pada kehadiran hepatitis B. Autoimmune hepatitis Penyakit ini disebabkan oleh gangguan imunologis pada hati yang menyebabkan inflamasi dan akhirnya /aringan parut dan sirosis. . . dan pengobatan dengan obat kortikosteroid. obesitas.* 4.BsAg< + bulan setelah infeksi a4al. .* >. Penyakit ini mirip dengan penyakit hati alkoholik tetapi pasien tidak memiliki ri4ayat alkohol. 7. penyakit arteri koroner. )olangitis sklerosis primer PSC adalah gangguan kolestasis progresif dengan ge/ala pruritus.) Pada -AS. Temuan yang umum didapatkan yaitu peningkatan globulin dalam serum. Biopsi diperlukan untuk diagnosis. dan nonikterik hiperpigmentasi dengan hepatomegali. kekurangan itamin larut lemak..5. =mumya disertai ele asi alkali fosfatase serta peningkatan kolesterol dan bilirubin.epatitis Bkronis dapat didiagnosis dengan deteksi . Non-alcoholic steatohepatitis (-AS. ter/adi penumpukan lemak dan akhirnya men/adi penyebab /aringanparut di hati.* +.5. Sirosis bilier primer 6ungkin tanpa ge/ala atau hanya mengeluh kelelahan. pruritus.*. i r u s h ep a t i t i s B m en y e b a b k a n p e r a d a n g a n d a n k e r u s a k a n h a t i y a n g s e l a m a beberapa dekade dapat mengakibatkan sirosis. . dan penyakit tulang metabolik.

e) Tirosinemia herediter f) 9alaktosemia g) 0ntoleransi fruktosa herediter %#. Penyakit )eturunan dan metabolik. d) Penyakit simpanan glikogen tipe 0. hiperpigmentasi kulit.5. antara lain:5. b) .' a) !efisiensi alpha%&antitripsin 6erupakan gangguan autosomal resesif.*. c) Penyakit Ailson )elainan autosomal resesif yang ditandai dengan ceruloplasmin serum rendah dan peningkatan kadar tembaga pada biopsi hati hati. Pasien /uga mungkin memiliki PP?). PATOGENESIS 6 . dan @ atau cardiomyopathy.* / a n t u n g k r o n i s s i s i k a n a n y a n g m en g a r a h pada 9.emakhomatosis herediter Biasanya hadir dengan ri4ayat keluarga sirosis. semua karena tanda& tanda o erload besi. (abor akan menun/ukkan saturasi transferin puasa< +#$ danferritin <*## ng@m(.)arena gagal kemacetan hati. 0nfeksi parasit yang berat seperti skistosomiasis. V. terutama /ika mereka memiliki ri4ayat merokok tembakau. Serum AAT selalu rendah. pseudogout. diabetes mellitus.

* Pita /aringan ikat (septa) memisahkan nodul&nodul hepatosit.* VI. tipe sel yang biasanyam e n y i m p a n itamin A. mual. yang pada akhirnyamenggantikan arsitektur seluruh hati yang beru/ung pada penurunan aliran darah di seluruhhati. sesuai dengan etiologinya. mengarah ke hypersplenism dan peningkatan sekuesterasi platelet.* Ciri patologis dari sirosis adalah pengembangan /aringan parut yang menggantikan parenkim normal. MANIFESTASI KLINIS Stadium a4al sirosis sering tanpa ge/ala sehingga kadang ditemukan pada 4aktup a s i e n m e l a k u k a n p e m e r i k s a a n r u t i n a t a u k a r e n a k e l a i n a n p e n y a k i t l a i n . 9 e / a l a a 4 a l sirosis (konpensata) meliputi perasaan mudah lelah dan lemas. /uga mengganggu keseimbangan antara matriks m e t a l l o p r o t e i n a s e d a n i n h i b i t o r a l a m i ( T 0 6 P % d a n 5 ) . Selain itu. testis mengecil.5. memblokir aliran darah portal melalui organ dan mengganggu fungsi normal. Penelitian terbaru menun/ukkan peran penting sel stellata. Sel ini mengeluarkan T9C&D%.Sirosis sering didahului oleh hepatitis dan fatty li er (steatosis). berat badan menurun. ) e r u s a k a n p a d a p a r e n k i m h a t i menyebabkan akti asi sel stellata. .5 7 . perubahan tersebut masih sepenuhnya re ersibel.ipertensi portal bertanggung /a4ab atas sebagian besar komplikasi parah sirosis. perasaan perut kembung. dalam p en g e m b a n g a n sirosis. yang mengarah pada respon fibrosis dan proliferasi /aringan ikat. menyebabkan kerusakan matriks.5. yang men/adi kontraktil (myofibroblast) dan menghalangi aliran darah dalam sirkulasi. Bika etiologinya ditangani pada tahap ini. serta menurunnya dorongan seksualitas. selera makan berkurang. (impa men/adi terbendung. buah dada membesar. pada laki&laki dapat timbulimpotensi.5.

arises oesophagus dan lambung 5. konsistensi hati biasanya kenyal@firm. .6anifestasi klinis dari sirosis hati yang lan/ut ter/adi akibat dua tipe gangguanf i s i o l o g i s : %. Collateral einhemorrhoid 7.laboratorium. Splenomegali *. Pada kasus tertentu diperlukan biopsi peritoneoskopi karena sulit membedakan hepatitis kronik aktif yang berat dengan sirosis hati dini. )elainan sel darah tepi (anemia. Asites *. )ecenderungan perdarahan 5. prognosis kurang baik. Edema perifer ". DIAGNOSIS saat ini.>.5 a) Temuan )linis pada Pemeriksaan Cisik 1. Pada sirosis hati. Eritema Palmaris kegagalan parenkim hati dan hipertensi portal. a t i : p e r k i r a a n b e s a r h a t i . penegakan hati atau diagnosis sirosis hati terdiri atas Pada pemeriksaan pemeriksaan fisis. leukopeni dan trombositopeni)*. 8 . .>. Ensefalopati hepatik *. 5. ) e g a g a l a n p e r e n k i m h a t i memperlihatkan ge/ala klinis berupa : +. (impa : pembesaran limpa@splenomegali. b i a s a h a t i m e m b e s a r p a d a a 4 a l s i r o s i s . b i l a h a t i mengecil artinya. Perubahan sum&sum tulang 4. Asites +. Cetor hepatikum 8. pinggir hati biasanya tumpul dan ada nyeri tekan pada perabaan hati.7 VII. 0kterus 5. dan =S9. Caput medusa '.7 Sedangkan gambaran klinis yang berkaitan dengan hipertensi portal antara lain: 1. Spider ne i >.

Aaktu prothrombin & meningkat se/ak hati mensintesis faktor pembekuan. 9. A l b u m i n & r e n d a h a k i b a t d a r i m en u r u n n y a f u n g s i s i n t e t i s o l e h h a t i d e n g a n sirosis yang semakin memburuk. Bisa /uga di/umpai hemoroid. ". ginekomastia. Cosfatase alkali & biasanya sedikit lebih tinggi. Bilirubin & dapat meningkat sebagai tanda sirosis sedang berlangsung.5. aminotransferase normal tidak menyingkirkan sirosis. dada. 5. Perlu diperhatikan adanya eritema palmaris.*.' b) (aboratorium 1. !efek koagulasi & hati memproduksi sebagian besar faktor&faktor koagulasidan dengan demikian koagulopati berkorelasi dengan memburuknya penyakit hati. leher. Perut F ekstra abdomen : pada perut diperhatikan ena kolateral dan ascites. 5. bahu. 11. dan atrofi testis pada pria.### @ m(. +. Serum natrium & hiponatremia karena ketidakmampuan untuk mengeluarkan air bebas akibat dari tingginya A!. 10. 9 . 4. 7. 99T & berkorelasi dengan tingkat AP. 7. Biasanya /auh lebih tinggi pada penyakithati kronis karena alkohol.' c) Pemeriksaan Penun/ang (ainnya 1. Aminotransferases & AST dan A(T meningkat cukup tinggi. Trombositopenia & karena splenomegaly kongestif dan menurunnya sintesis thrombopoietin dari hati. 6anifestasi diluar perut : perhatikan adanya spider navy pada tubuh bagian atas. ini /arang menyebabkan /umlah plateletG'#. (eukopenia dan neutropenia & karena splenomegaly dengan marginasi limpa. 2adiologi : dengan barium s4allo4 dapat dilihat adanya arises esofagus untuk konfirmasi hepertensi portal. 9lobulin & meningkat karena shunting antigen bakteri /auh dari hati ke /aringan limfoid. caput medussae . -amun. dan tubuh bagian ba4ah. dan aldosteron. *.*. -amun. pinggang. dengan AST<A(T.

*.' VIII. gambaran ena hepatika. daerah hipo atau hiperekoik atau adanya S?( (space occupyin lesion).*. homogenitas.*. dan lain lain. kultur cairan dan pemeriksaan kadar protein. perdarahan dan eksudat. pelebaran saluran empedu@. 3. pembesaran. enaporta. asites.5. hepatoma@tumor. sel tumor. ter/adi gangguan fungsi gin/al akut berupa oligouri. 3ang dilihat pinggir hati.B!. ikterus obstruktif batu kandung empedu dan saluran empedu. Biasanya pasien ini tanpa ge/ala. splenomegali. amilase dan lipase. permukaan. =ltrasonografi arises esofagus sebagai komplikasi : pada saat pemeriksaan =S9 sudah mulai dilakukan sebagaialat pemeriksaa rutin pada penyakit hati. dilakukan pemeriksaanmikroskopis.peningkatan ureum damn kreatinin tanpa adanya kelaianan organik gin/al.5. Esofagoskopi : dapat dilihat sirosishati@hipertensi portal. namun dapat timbul demam dan nyeri abdomen.> • Sindrom hepatorenal. Sonografi bisa mendukung diagnosis sirosis hati terutama stadium dekompensata. )ualitas • hidup pasien sirosis diperbaiki dengan pencegahan dan penanganan komplikasinya. Pemeriksaan penun/ang lainnya adalah pemeriksaan cairan asites denganmelakukan pungsi asites. 4.> 10 .5. Bisa di/umpai tanda&tanda infeksi (peritonitisbakterial spontan). KOMPLIKASI 6orbiditas dan mortalitas sirosis sangat tinggi akibat komplikasinya.5. )erusakan hati lan/ut menyebabkan penurunan perfusi gin/al yang berakibat pada penurunan la/u filtrasi glomerulus ((C9).> Peritonitis bakterial spontan. yaitu infeksi cairan asites oleh s a t u / e n i s bakteri tanpa ada bukti infeksi sekunder intra abdominal.

menghindarkan bahan&bahan yang bisa menambah kerusakan hati.5 Tatalaksana pasien sirosis kompensata Bertu/uan untuk mengurangi progresi kerusakan hati.*.> • Ensefalopati hepatik. selan/utnya dapattimbul gangguan kesadaran yang berlan/ut sampai koma. pencegahan dan penanganan komplikasi. dan obat herbalbisa menghambat kolagenik. Pada hemokromatosis flebotomi setiap minggu sampai konsentrasi besi men/adi normal dan diulang sesuai kebutuhan. Angka kematiannya sangat tinggi. 6ula&mula ada gangguan tidur (insomnia dan hipersomnia).arises esofagus. 5#&"#$ pasien sirosis dengan arises esofagus pecahyang menimbulkan perdarahan.*. bisa diberikan steroid atau imunosupresif.5. diantaranya: • Alkohol dan bahan&bahan lain yang toksik dan dapat mencederai hati dihentikan penggunaannya.5. 11 . Pemberian asetaminofen.5 IX. • • Pada hepatitis autoimun. Bilamana tidak ada koma hepatik diberikan diet yang mengandung protein % gr@)gBB dan kalori sebanyak 5###&*### kkal@hari. kolkisin. Terapi pasienditu/ukan untuk menghilangkan etiologi.• . PENATALAKSANAAN Etiologi sirosis mempengaruhi penanganan sirosis.> • Sindrom hepatopulmonal. terdapat hidrothoraks dan hipertensi portopulmonal. merupakan kelaianan neuropsikiatrik akibat disfungsi hati. sebanyak dua per tiganya akan meninggal dalam 4aktu % tahun 4alaupun dilakukan tindakan untuk menanggulangi arises ini dengan beberapa cara. Tetapi ditu/ukan mengurangiprogresi penyakit.

(ami udin sebagai terapi lini pertama diberikan %## mg secara oral setiap hari selama % tahun. * kali seminggu selama "&+ bulan. 12 o . 0nterferon diberikan secara suntikan ' 60= * kali seminggu dan dikombinasi dengan riba irin 7##&%### mg@ hari selama + bulan.5 Tatalaksana pasien sirosis dekompensata • Asites: o Tirah baring o !iet rendah garam. 0C.• P a d a p en y a k i t h a t i n o n a l k o h o l i k . k o m b i n a s i i n t e r f e r o n d en g a n r i b a i r i n m e r u p a k a n terapi standar. -eomisin bisa digunakan untuk mengurangi bakteri usus penghasil amonia. a4alnya dengan pemberian spironolakton dengan dosis5##&5## mg %H@hari. bisa dikombinasi dengan furosemid dengan dosis 5#&"# mg@hari. • Ensefalopati hepatik o (aktulosa membantu pasien untuk mengeluarkan amonia. Pengeluaran asites bisa hingga "&+ (dan dilindungi dengan pemberian albumin.' gr@ kgBB@ hari. 0CAlfa diberikan secara suntikan subkutan * 60=. • P a d a h e p a t i t i s C k r o n i k . diet rendah protein dikurangi sampai #. m e n u r u n k a n b e r a t b a d a n a k a n m e n c e g a h ter/adinya sirosis. terutama diberikan yang kaya asam amino rantai cabang. o !iuretik. Bilamana pemberian spironolakton tidak adekuat.5 gr atau 8# mmol@ hari. tanpa adanya edema kaki atau % kh@hari denganadanya edema kaki. • Pada hepatitis B. Parasentesis dilakukan bila asites sangat besar. 2espons diuretik bisa dimonitor dengan penurunanberat badan #.alfa dan lami udin (analog nukleosida) merupakan terapi utama. '.' kg@hari. -amun pemberian lami udin setelah 8& %5 bulan menimbulkan mutasi 36!! sehingga ter/adi resistensi obat.

• Peritonitis bakterial spontan o !iberikan antibiotika seperti sefotaksim 0. Angka kelangsungan hidup selama % tahun untuk pasien Child A. dan penyakit lain yang menyertai.• . albumin.5 )lasifikasi Child&Pugh /uga digunakan untuk menilai prognosis pasien sirosis yangakan men/alani operasi.5 13 . )lasifikasiChild&Pugh berkaitan dengan kelangsungan hidup. ariabelnya meliputi konsentrasi bilirubin. PROGNOSIS Prognosis sirosis sangat ber ariasi dipengaruhi se/umlah faktor. mengatur keseimbangan garam dan air. komplikasi. diteruskan dengan tindakan skleroterapi atau ligasi endoskopi. B dan C..arises esophagus o Sebelum berdarah dan sesudah berdarah bisa diberikan obat penyekat beta (propranolol). -amunsebelum dilakukan transplantasi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi resipien dahulu. atau aminoglikosida. beratnya kerusakan hati. o Aaktu perdarahan akut bisa diberikan preparat somatostatin atauoktreotid. ada tidaknya asites. ensefalopati dan /uga status nutrisi. B dan C berturut&turut %##. amoksilin.5 X. dan "'$. meliputi etiologi. 7#. • Transplantasi hatiI terapi defenitif pada pasien sirosis dekompensata. • Sindrom hepatorenal o 6engatasi perubahan sirkulasi darah di hati. )lasifikasi ini terdiri dari Chil A.

Buku A/ar 0lmu Penyakit !alam. Bilid 0 Edisi 0.. ) 6arcellus S.5##+. Setiyohadi Bambang. Setiati Siti. Pusat penerbitan departemen ilmu penyakit dalam fakultas kedokteran uni ersitas indonesia. 14 . hal.Klasifikasi Child Pasien Si !sis Ha"i #ala$ Te $in!l!%i &a#an%an f'n%si (a"i De a)a" ke 'sakan Bilirubin serum (mu.mol@dl) Albumin serum (gr@dl) Asites PSE@ensefalopati -utrisi -ihil -ihil Sempurna 6udah dikontrol 6inimal Baik Sukar Berat@koma )urang@kurus <*' *#&*' G*# Mininal G *' Se#an% *'&'# Be a" <'# !i unduh dari: Sudoyo Aru A. ""+ BAB III KESIMPULAN • Sirosis merupakan stadium akhir fibrotik hati akibat penyakit hati kronik difus yang ditandai dengan adanya perubahan arsitektur hati yang membentuk /aringan ikat dangambaran nodul. Al4i 0drus.

irus hepaittis Bd a n C Seiring meningkatnya m e r u p a k a n p en y e b a b y a n g s e r i n g d i 0 n d o n e s i s . 5##8I http:@@444. Terapi pasien sirosis dapat diberikan mulai dari medikamentosa hingga transplantasi hepar. DAFTAR PUSTAKA 1. namun /ika telah lan/ut. diabetes mellitus. Prognosis penyakit ini baik /ika diobatipada stadium dini (kompensata). Bakarta: Pusat Penerbitan !epartemen 0lmu Penyakit !alam C)=0.mayoclinic. 2.ati.penyakit /antung koroner. s e d a n g k a n a l k o h o l obesitas. • Pengobatan penyakit ini didasarkan pada etiologi dan ge/ala klinis yangtampak serta ada tidaknya komplikasi yang timbul. Sirosis . ""*&""+*. 15 . -urd/anah Siti. 5##+. Anonim. !alam: Buku A/ar 0lmu Penyakit !alam Bilid 0. Edisi0. Cirrhosis.• Penyakit ini dapat disebabkan berbagai etiologi. karena sirosis bersifat irre ersibel. 0nfeksi m e r u p a k a n penyebab terbanyak di daerah Barat. maka nonalkoholik steatohepatitis /uga men/adi etiologi sirosisyang penting. akan sulit untuk bertahan hinggalebih dari ' tahun.com@print@cirrhosis Jd i a k s e s % 8 B u n i 5#%%K..

5##'. Chung 2aymond T.olume 0. C o m p l i c a t i o n o f Chronic ( i e r !isease.com@5##7@%%@5*@sirosis& hepatis@ Jd i a k s e s % 8 B u n i 5#%%K 6.ati. e n r y C . S c h i a n o T h o m a s ! .epatis. +*8&++*7. "8*&'#%.pdf J d i a k s e s % 8 B u n i 5#%%K. %7%* 16 . B o d e n h e i m e r . Anonim Sirosis . 4.3.0. -e4york: 6c9ra4&.arrisonLs Principle of 0nternal 6edicine. 5##7I http:@@cintalestari. .pdf Jd i a k s e s % 8 B u n i 5#%%K.arrisonLs Principle of 0nternal 6edicine.8.ill Companies. -on alcoholic Steatohepatitis. !alam:.usu.4ordpress. Approach to the Patient Aith )i er !isease.ill Companies. Edisi M. 8. 5##'. 5. !alam:. 5##*. Edisi M. 9hany 6arc. Edisi . Cirrhosis and 0ts Complications.ill Companies. -e4york: 6c9ra4&.id@do4nload@fk@penydalam srimaryani'. Edisi 00.net@data@patho@9B@uk& -AS. Padolsky !aniel ). !alam: Current !oagnosis and Treatment 9astroenterology.ofnagle Bay A.=SA: 6c9ra4&. Sirosis . %7""&%7''. (indseth 9leda -.epatis. !alam: Patofisiologi )onsep )linis Proses& prosesPenyakit .0. !ufour B C. Sirosis . 5##'.. Bakarta: E9C. http:@@orpha. 5##*I http:@@library. 9. 7.ac.0. Sutadi Sri 6.