Anda di halaman 1dari 40

TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PEMASANGAN INFUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG ANAK SEDAP MALAM

RSUD BANJARMASIN

PROPOSAL

Oleh FENDI SAPUTRA NIM 712003S11014

AKADEMI KEPERAWATAN PANDAN HARUM BANJARMASIN YAYASAN ABDI KALIMANTAN 2013

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW atas rahmat dan karunia-NYA sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal Karya Tulis lmiah dengan judul! tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah di ruang $ sedap malam rsud %anjarmasin!& Proposal Karya Tulis lmiah ini diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program 'iploma )arum %anjarmasin& 'alam proposal ini masih banyak kekurangan yang saya sadari sepenuhnya* baik dari segi penulisan* tata bahasa* maupun kelengkapan dari proposal itu sendiri& Mengingat hal tersebut* saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak& Penulis menyadari bah(a proposal ini masih belum sempurna* disebabkan keterbatasan kemampuan penulis yang masih dalam tahap belajar& Oleh karena itu* penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang si#atnya membangun dalam perbaikan dan kesempurnaan penulis di masa mendatang& Akhirnya penulis berharap semoga proposal ini dapat berman#aat bagi penulis dan bagi pihak yang memerlukan pada umumnya& Amiiinn+&& %anjarmasin* Mei ,-./ Kepera(atan Pandan

Penulis

DAFTAR ISI KATA P0N1ANTA2+++++++++++++++++++++&& 'A3TA2 S +++++++++++++++++++++++++ %A% P0N'A)454AN A& 5atar %elakang+++++++++++++++++++++&& %& 2umusan masalah++++++++++++++++++++&& 6& Tujuan Penelitian+++++++++++++++++++&+&& '& Man#aat Penelitian++++++++++++++++++++& %A% 5AN'ASAN T0O2

A& Konsep Ke"emasan+++++++++++++++++&&+ %& Konsep Orang Tua&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&& 6& Konsep n#us&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&& '& 2eaksi Anak Pra-Sekolah terhadap )ospitalisasi&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&& 0& %A% K02AN1KA KONS0P

A& Kerangka Konseptual++++++++++++++++++++++ %& 'e#inisi Operasional+++++++++++++++++++&& %A% 7 M0TO'0 P0N05 T AN A& Metode Penelitian+++++++++++++++++++ %& 5okasi dan Waktu Penelitian 6& Populasi dan Sampel+++++++++++++++++++&

'& nstrumen Penelitian+++++++++++++++&&&&&&&&&&&&&&& 0& Pengumpulan 'ata+++++++++++++++++ 3& Analisis 'ata++++++++++++++++++++ 1& 0tika Penelitian+&++++++++++++++&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&& 'A3TA2 P4STAKA+++++++++++++++++++++&& BAB 1 PENDAHULUAN

A. La a! B"#a$a%& Ke"emasan adalah suatu keadaan perasaan kepribadian* rasa gelisah* ketidaktentuan* atau takut dari kenyataan atau persepsi an"aman sumber aktual yang tidak diketahui atau dikenal 85araia 9 Stuart* .::;<& Taylor 8.::=< mengatakan bah(a ke"emasan merupakan suatu hal yang tidak jelas* adanya perasaan gelisah dan tidak tenang dengan sumber yang tidak spesi#ik dan tidak diketahui oleh seseorang& 2espon ke"emasan merupakan perasaan yang paling umum yang dialami orang tua ketika ada masalah kesehatan pada anaknya& Kondisi yang menegangkan bagi orang tua dapat dilihat dari respon #isik dan psikologis yang terlihat pada orang tua& 2espon #isik dan psikologis yang mun"ul merupakan tanda dan gejala adanya ke"emasan orang tua terhadap anaknya yang sedang dira(at di rumah sakit 8Suko"o* ,--,<& Ke"emasan yang ber$ariasi dari ringan sampai panik* ekspresi "emas orang tua berupa berjalan mondar-mandir* sering bertanya pada petugas kesehatan* bi"ara "epat* gelisah* ekspresi (ajah sedih* murung* dan lain-lain& Pada kondisi ini* pera(at atau petugas kesehatan harus

bersikap bijaksana pada anak dan orang tuanya 8Supartini* .--><& Tindakan in$asi# yang didapat anak selama hospitalisasi sering menimbulkan trauma berkepanjangan& Salah satu prosedur in$asi# yang dilakukan pada anak adalah terapi melalui intra$ena 8in#us intra$ena<& Tindakan pemasangan in#us merupakan prosedur yang menimbulkan ke"emasan dan ketakutan serta rasa .

<& Anak prasekolah akan bereaksi terhadap tindakan penusukan bahkan mungkin bereaksi untuk menarik diri terhadap jarum karena menimbulkan rasa nyeri yang nyata yang menyebabkan takut terhadap tindakan penusukan& Karakteristik anak usia prasekolah dalam berespon terhadap nyeri diantaranya dengan menangis keras atau berteriak? mengungkapkan se"ara $erbal !aao(! !uh!* !sakit!? memukul tangan atau kaki? mendorong hal yang menyebabkan nyeri? kurang kooperati#? membutuhkan restrain? meminta untuk mengakhiri tindakan yang menyebabkan nyeri? menempel atau berpegangan pada orangtua* pera(at atau yang lain? membutuhkan dukungan emosi seperti pelukan? melemah? antisipasi terhadap nyeri aktual 8)o"kenberry 9 Wilson* .--=<& Orang tua akan merasa bah(a mereka telah melakukan kesalahan karena anaknya menjadi sakit& 2asa bersalah orang tua semakin menguat karena orang tua merasa tidak berdaya dalam mengurangi nyeri #isik dan emosional anak& Orang tua juga akan merasa begitu "emas dan takut terhadap kondisi anaknya dan jenis prosedur medis yang dilakukan? sering kali ke"emasan yang paling besar berkaitan dengan trauma dan nyeri yang terjadi pada anak& Perasaan tersebut mun"ul pada saat orang tua melihat anaknya mendapat prosedur tindakan yang menyakitkan seperti pembedahan* pengambilan darah* injeksi* in#us* dilakukan #ungsi lumbal dan prosedur in$asi# lainnya& Seringkali pada saat anak harus dilakukan prosedur tersebut* orang tua bahkan menangis karena tidak tega melihat anaknya 8Supartini* .--.tidak nyaman bagi anak akibat nyeri yang dirasakan saat prosedur tersebut dilaksanakan 8)o(el 9 Webster* . dalam Supartini* .--><& .--.

Orang tua merasa bah(a anak mereka akan menerima pengobatan yang membuat anak bertambah sakit atau nyeri& Orang tua "emas dan takut jika prosedur in$asi# pemasangan in#us yang dilakukan akan memberikan e#ek yang membuat anak merasa semakin sakit atau nyeri 8Sulistiyani* .--:<& Menurut hasil data penelitian yang dilakukan oleh 6hristine 8. orang 8 /=*@B< pada tingkat respon "emas sedang* dan .-..-< di 2umah Sakit Ad$ent Medan* tentang hubungan dukungan keluarga dengan respon "emas anak usia sekolah terhadap pemasangan intra$ena* menunjukkan bah(asannya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan respon "emas anak usia sekolah terhadap pemasangan intra$ena di 2umah Sakit Ad$ent Medan& Penelitian ini membuktikan bah(a semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan maka semakin rendah respon "emas anak usia sekolah terhadap pemasangan intra$ena dan sebaliknya semakin rendah dukungan yang diberikan keluarga maka semakin tinggi respon "emas anak usia sekolah terhadap pemasangan intra$ena& )asil penelitian ini juga menunjukkan bah(a dari responden anak yang mendapat terapi pemasangan intra$ena di 2umah Sakit Ad$ent Medan didapat . orang 8A*/B< berada pada tingkat respon "emas berat& %erdasarkan penjelasan di atas* hampir semua orang tua yang mera(at anaknya di rumah sakit mengalami ke"emasan ketika melihat anaknya mendapatkan tindakan terapi in#us intra$ena* namun ke"emasan yang dirasakan setiap orang tua tersebut berbeda-beda tingkatannya Oleh karena itu peneliti .. orang 8@A*/B< berada pada tingkat respon "emas ringan* .

Ma%-aa P"%"#. . P"!'(')a% Ma)a#a* Sejauh mana tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah di ruang anak Sedap Malam 2S4' %anjarmasin & C. .a% a& Praktek Kepera(atan )asil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi pera(at dalam hal menerapkan asuhan kepera(atan terkait dengan ke"emasan* persiapan psikis keluarga dan penjelasan tentang prosedur in$asi# yang akan dilakukan pada anaknya* bersikap empati dalam menghadapi orang tua yang mengalami ke"emasan serta pera(at juga diharapkan lebih terampil ketika melakukan tindakan kepera(atan khususnya tindakan pemasangan in#us pada anak* sehingga dapat meminimalkan tingkat ke"emasan orang tua dalam menghadapi tindakan atau prosedur in$asi# yang dilakukan pada anaknya& . T'+'a% P"%"#.a% Mengetahui tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah di ruang anak Sedap Malam 2S4' %anjarmasin& D.tertarik untuk mengetahui sejauh mana tingkat ke"emasan yang dialami orang tua terhadap anak yang dilakukan tindakan pemasangan in#us pada anak usia prasekolah di ruang anak Sedap Malam 2S4' %anjarmasin& B.

b& Pendidikan Kepera(atan )asil penelitian ini dapat digunakan sebagai in#ormasi yang berguna bagi para pemba"a untuk menambah (a(asan* pengetahuan* dan juga sebagai a"uan pembelajaran tentang penerapan asuhan kepera(atan terkait dengan ke"emasan* khususnya ke"emasan orang tua dalam menghadapi tindakan atau prosedur in$asi# yang dilakukan pada anaknya& "& Penelitian Kepera(atan )asil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau in#ormasi tambahan tentang pentingnya penjelasan kepada orang tua dalam setiap inter$ensi kepera(atan yang dilakukan pada anak khususnya tindakan in$asi$e pemasangan in#use pada anak dan dapat mengurangi ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak& & .

K.BAB II LANDASAN TEORISTIS A.:.---<& Stuart 8. dikutip oleh Purba* dkk& 8.%)"/ K"0"(a)a% 1.--.a% K"0"(a)a% Ke"emasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan dan tidak dapat dibenarkan yang sering disertai dengan gejala #isiologis 8Tomb* . P"%&"! .< mengatakan ke"emasan adalah keadaan emosi yang tidak memiliki objek yang spesi#ik dan kondisi ini dialami se"ara subjekti#& 6emas berbeda dengan rasa takut& Takut merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya& 6emas adalah respon emosional terhadap penilaian tersebut& Menurut Wignyosoebroto* ..--:<* takut mempunyai sumber penyebab yang spesi#ik atau objekti# yang dapat diidenti#ikasi se"ara nyata* sedangkan "emas sumber penyebabnya tidak dapat ditunjuk se"ara nyata dan jelas& 6emas merupakan suatu keadaan yang (ajar* karena seseorang pasti menginginkan segala sesuatu dalam kehidupannya dapat berjalan dengan lan"ar dan terhindar dari segala marabahaya atau kegagalan serta sesuai dengan harapannya& %anyak hal yang harus di"emaskan* salah satunya adalah kesehatan* yaitu pada saat dira(at di rumah sakit& Misalnya pada saat anak sakit dan harus dira(at di rumah sakit akan menimbulkan dampak bagi orang tua maupun anak tersebut& )al yang paling umum yang dirasakan orang tua adalah ke"emasan& Suatu hal yang normal* bahkan adapti# untuk sedikit "emas mengenai aspek-aspek kehidupan tersebut& Ke"emasan merupakan .

::.--><* antara lain adalah sebagai berikutC .&1ejala psikologis C pernyataan "emasD kha(atir* #irasat buruk* takut akan pikirannya sendiri* mudah tersinggung* merasa tegang* tidak tenang* gelisah* mudah terkejut& .< pada orang yang "emas akan mun"ul beberapa respon yang meliputi C .suatu respons yang tepat terhadap an"aman* tetapi ke"emasan dapat menjadi abnormal bila tingkatannya tidak sesuai dengan proporsi an"aman 8Ne$id* et al&* . Ta%1a 1a% G"+a#a K"0"(a)a% Tanda dan gejala ke"emasan yang ditunjukkan atau dikemukakan oleh seseorang ber$ariasi* tergantung dari beratnya atau tingkatan yang dirasakan oleh idi$idu tersebut 8)a(ari* .<& Menurut Stuart 8.--@<& 2.< 2espon #isiologis .--><& Keluhan yang sering dikemukakan oleh seseorang saat mengalami ke"emasan se"ara umum menurut )a(ari 8.--.&1angguan pola tidur* mimpi-mimpi yang menegangkan& /&1angguan konsentrasi dan daya ingat& >&1ejala somati" C rasa sakit pada otot dan tulang* berdebar-debar* sesak na#as* gangguan pen"ernaan* sakit kepala* gangguan perkemihan* tangan terasa dingin dan lembab* dan lain sebagainya& Ke"emasan dapat diekspresikan se"ara langsung melalui perubahan #isiologis dan perilaku dan se"ara tidak langsung melalui timbulnya gejala atau mekanisme koping sebagai upaya untuk mela(an timbulnya ke"emasan 8Kaplan 9 Sado"k* .

< 2espon perilaku 2espon perilaku yang mun"ul adalah gelisah* tremor* ketegangan #isik* reaksi terkejut* gugup* bi"ara "epat* menghindar* kurang kooordinasi* menarik diri dari hubungan interpersonal dan melarikan diri dari masalah& /< 2espon kogniti# 2espon kogniti# yang mun"ul adalah perhatian terganggu* pelupa* salah dalam memberikan penilaian* hambatan ber#ikir* kesadaran diri meningkat* tidak mampu berkonsentrasi* tidak mampu mengambil keputusan* menurunnya lapangan persepsi dan kreati#itas* bingung* takut* kehilangan kontrol* takut pada gambaran $isual dan takut "edera atau kematian& >< 2espon a#ekti# .a& Kardio$askuler C palpitasi* tekanan darah meningkat* tekanan darah menurun* denyut nadi menurun& a& Perna#asan C na#as "epat dan pendek* na#as dangkal dan terengahengah b& 1astrointestinal C na#su makan menurun* tidak nyaman pada perut* mual dan diare& "& d& e& Neuromuskular C tremor* gugup* gelisah* insomnia dan pusing& Traktus urinarius C sering berkemih& Kulit C keringat dingin* gatal* (ajah kemerahan& .

2espon a#ekti# yang sering mun"ul adalah mudah terganggu* tidak sabar* gelisah* tegang* ketakutan* (aspada* gugup* mati rasa* rasa bersalah dan malu& 3. 6emas 2ingan 6emas ringan merupakan "emas yang normal yang berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi (aspada dan meningkatkan lahan persepsinya* seperti melihat* mendengar dan gerakan menggenggam lebih kuat& Ke"emasan tingkat ini dapat memoti$asi belajar dan menghasilkan pertumbuhan dan kreati$itas& .:A/< dikutip oleh Stuart 8.<* mengidenti#ikasi ke"emasan dalam empat tingkatan dan menggambarkan e#ek dari tiap tingkatan& 1.--.%&$a K"0"(a)a% Peplau 8. T.& 6emas Sedang 6emas sedang memungkinkan seseorang untuk memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan hal yang lain* sehingga seseorang mengalami perhatian yang selekti# namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah& Ke"emasan ini mempersempit lapang presepsi indi$idu* seperti penglihatan* pendengaran* dan gerakan menggenggam berkurang& /& 6emas %erat 6emas berat sangat mengurangi lahan persepsi seseorang& Seseorang .

& Perasaan "emas C "emas* #irasat buruk* takut akan pikiran sendiri dan mudah tersinggung& .--><* tingkat ke"emasan dapat diukur dengan menggunakan alat ukur 8instrumen< yang dikenal dengan nama )amilton 2ating S"ale #or AnEiety 8)2S-A<* yang terdiri dari .> kelompok gejala* antara lain adalah sebagai berikut C ."enderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terin"i dan spesi#ik dan tidak dapat berpikir tentang hal lain& Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan& ndi$idu tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan pada suatu area lain& >& Panik Panik berhubungan dengan terperangah* ketakutan dan teror& 2in"ian terpe"ah dari proporsinya& ndi$idu yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu (alaupun dengan pengarahan hal itu dikarenakan indi$idu tersebut mengalami kehilangan kendali* terjadi peningkatan akti$itas motorik* menurunnya kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain* persepsi yang menyimpang* dan kehilangan pemikiran yang rasional& Panik melibatkan disorganisasi kepribadian& ndi$idu yang mengalami panik juga tidak dapat berkomunikasi se"ara e#ekti#& Tingkat ke"emasan ini tidak sejalan dengan kehidupan* dan jika berlangsung terus menerus dalam (aktu yang lama* dapat terjadi kelelahan yang sangat bahkan kematian& Menurut )a(ari 8.

& 1ejala somatikD #isik 8sensorik< C tinnitus 8telinga berdenging<* penglihatan kabur* muka merah atau pu"at* merasa lemas dan perasaan ditusuk-tusuk& :& 1ejala kardio$askuler 8jantung dan pembuluh darah< C takikardi 8denyut jantung "epat<* berdebar-debar* nyeri di dada* denyut nadi mengeras* rasa lesuD lemas seperti mau pingsan dan detak jantung menghilangD berhenti sekejap& .& Ketegangan C merasa tegang* lesu* tidak dapat beristirahat dengan tenang* mudah terkejut* mudah menangis* gemetar dan gelisah& /& Ketakutan C pada gelap* pada orang asing* ditinggal sendiri* pada binatang besar* pada keramaian lalu lintas dan pada kerumunan orang banyak& >& 1angguan tidur C sukar untuk tidur* terbangun pada malam hari* tidur tidak nyenyak* bangun dengan lesu* banyak mimpi* mimpi buruk dan mimpi yang menakutkan& @& 1angguan ke"erdasan C sukar berkonsentrasi* daya ingat menurun dan daya ingat buruk& A& Perasaan depresi 8murung< C hilangnya minat* berkurangnya kesenangan pada hobi* sedih* terbangun pada saat dini hari dan perasaan berubah-ubah sepanjang hari& =& 1ejala somatikD #isik 8otot< C sakit dan nyeri di otot* kaku* kedutan otot* gigi gemerutuk dan suara tidak stabil& ..-& 1ejala respiratori 8perna#asan< C rasa tertekan atau sepit di dada* rasa .

ter"ekik* sering menarik na#as dan na#as pendekD sesak& ...>& Tingkah lakuD sikap C gelisah* tidak tenang* jari gemetar* keningD dahi berkerut* (ajah tegang* otot tegangD mengeras* na#as pendek dan "epar serta (ajah merah& Masing-masing kelompok gejala diberi peilaian angka 8s"ore< antara -->* dengan penilaian sebagai berikut C Nilai .F tidak ada gejala 8keluhan< Nilai .& 1ejala urogenital 8perkemihan dan kelamin< C sering buang air ke"il* tidak dapat menahan %AK* tidak datang bulan 8tidak dapat haid<* darah haid berlebihan* darah haid sangat sedikit* masa haid berkepanjangan* masa haid sangat pendek* haid beberapa kali dalam sebulan* menjadi dingin 8#rigid* ejakulasi dini* ereksi melemah* ereksi hilang dan impotensi& . F gejala sedang .& 1ejala gastrointestinal 8pen"ernaan< C sulit menelan* perut melilit* gangguan pen"ernaan* nyeri sebelum dan sesudah makan* perasaan terbakar di perut* rasa penuh atau kembung* mual* muntah* %A% konsistensinya lembek* sukar %A% 8konstipasi< dan kehilangan berat badan& ./& 1ejala autonom C mulut kering* muka merah* mudah berkeringat* kepala pusing kepala terasa berat* kepala terasa sakit dan bulu-bulu berdiri& . Fgejala ringan Nilai .

Nilai / F gejala berat Nilai > F gejala berat sekaliD panik 4.).! P!"1. R"% a%& R")/. Fa$ .% K"0"(a)a% Menurut Stuart 8.)/. .).--.<* rentang respon indu$idu terhadap "emas ber#luktuasi antara respon adapti# dan maladapti#& 2entang respon yang paling adapti# adalah antisipasi dimana indi$idu siap siaga untuk beradaptasi dengan "emas yang mungkin mun"ul& Sedangkan rentang yang paling maladapti# adalah panik dimana indi$idu sudah tidak mampu lagi berespon terhadap "emas yang dihadapi sehingga mengalami ganguan #isik dan psikososial& 2entang 2espon Ke"emasan 2espon Adapti# 2espon Maladapti# Antisipasi 2ingan Sedang %erat Panik 2.

& Teori Psikoanalitik Pandangan psikoanalitik menyatakan ke"emasan adalah kon#lik emosional yang terjadi antara dua elemen kepribadian* yaitu id dan superego& d me(akili dorongan insting dan impuls primiti# seseorang* sedangkan superego men"erminkan hati nurani seseorang dan dikendalikan oleh norma-norma budaya seseorang& 0go ber#ungsi menengahi tuntutan dari dua elemen yang bertentangan* dan #ungsi ke"emasan adalah mengingatkan ego bah(a ada bahaya& .::.& Teori nterpersonal Menurut pandangan interpersonal* ke"emasan timbul dari perasaan takut terhadap tidak adanya penerimaan dan penolakan interpersonal& Ke"emasan juga berhubungan dengan perkembangan trauma* seperti perpisahan dan kehilangan* yang menimbulkan kelemahan spesi#ik& ndi$idu dengan harga diri rendah mudah mengalami perkembangan ke"emasan yang berat& Ke"emasan yang berhubungan dengan ketakutan ini dapat terjadi pada orag tua atau dapat juga pada anak itu sendiri yang mengalami tindakan pemasangan in#us& Tindakan pemasangan in#us akan menimbulkan ke"emasan dan ketakutan serta rasa tidak nyaman bagi anak akibat nyeri yang dirasakan saat prosedur tersebut dilaksanakan& Keadaan tersebut dapat membuat orang tua "emas dan takut jika prosedur in$asi# .<& .Penyebab ke"emasan dapat dipahami melalui beberapa teori seperti yang dikemukakan oleh 5araia dan Stuart 8.

pemasangan in#us yang dilakukan akan memberikan e#ek yang membuat anak merasa semakin sakit atau nyeri 8Sulistiyani* .--:<& /& Teori Perilaku Menurut pandangan perilaku* ke"emasan merupakan hasil dari #rustasi yaitu segala sesuatu yang mengganggu kemampuan seseorang untuk men"apai tujuan yang diinginkan& 3aktor tersebut bekerja menghambat kenyamanan& Ke"emasan dapat terjadi pada anak yang dira(at di rumah sakit dan dipasang in#us akibat adanya hambatan untuk men"apai tujuan yang diinginkannya* seperti bermain dan berkumpul bersama keluarganya 8Supartini* .--><& usaha seseorang untuk memperoleh kepuasan dan >& Teori Keluarga Teori keluarga menunjukkan bah(a ke"emasan merupakan hal yang biasa ditemui dalam suatu keluarga& Ke"emasan ini terkait dengan tugas perkembangan indi$idu dalam keluarga& Anak yang akan dira(at di rumah sakit merasa tugas perkembangannya dalam keluarga akan terganggu sehingga dapat menimbulkan ke"emasan& @& Teori %iologis Teori biologis menunjukkan bah(a otak mengandung reseptor .

Stuart 8.--.khusus untuk benzodiazepin& 2eseptor ini mungkin membantu mengatur ke"emasan& Penghambat asam aminobutirik-gamma neuroregulator 81A%A< juga mungkin memainkan peran utama dalam mekanisme biologis berhubungan dengan ke"emasan& Selain itu* telah dibuktikan bah(a kesehatan umum seseorang mempunyai akibat nyata sebagai predisposisi terhadap ke"emasan& Ke"emasan mungkin disertai gangguan #isik dan selanjutnya menurunkan kapasitas seseorang untuk mengatasi stressor& 3./. a).! P!"). Fa$ . An"aman Terhadap ntegritas 3isik An"aman terhadap integritas #isik seseorang meliputi ketidakmampuan #isiologis atau menurunnya kapasitas untuk melakukan akti$itas hidup sehari-hari& Kejadian ini menyebabkan ke"emasan dimana timbul akibat kekha(atiran terhadap tindakan pemasangan in#us yang mempengaruhi integritas tubuh se"ara keseluruhan& Pada anak yang dira(at di rumah sakit timbul ke"emasan karena ketidakmampuan #isiologis dan menurunnya kapasitas untuk melakukan akti$itas seharihari* seperti bermain* belajar bagi anak usia sekolah* dan lain sebagainya& b& An"aman terhadap 2asa Aman .< mengatakan bah(a #aktor presipitasiD stressor pen"etus dikelompokkan dalam dua kategori* yaitu C a.

::=<& Pada dasarnya tujuan utama #isik pengasuhan anak dan anak adalah mempertahankan perkembangan meningkatkan kesehatannya* mem#asilitasi anak untuk mengembangkan kemampuannya sejalan dengan tahap pertumbuhan dan perkembangan anak dan .--:<& Sedangkan pada anak* tindakan pemasangan in#us mengakibatkan nyeri yang dirasakan anak tersebut& B.An"aman ini terkait terhadap rasa aman yang dapat menyebabkan terjadinya ke"emasan* seperti an"aman terhadap sistem diri seseorang yang dapat membahayakan identitas* harga diri dan #ungsi sosial seseorang& An"aman ini dapat terjadi pada anak yang akan yang akan dilakukan tindakan pemasangan in#us dan bisa juga terjadi pada orang tua& An"aman yang terjadi pada orang tua dapat disebabkan karena orang tua merasa bah(a anak mereka akan menerima pengobatan yang membuat anak bertambah sakit atau nyeri& Orang tua "emas dan takut jika prosedur in$asi# pemasangan in#us yang dilakukan akan memberikan e#ek yang membuat anak merasa semakin sakit atau nyeri 8Sulistiyani* . P"%&"! .%)"/ O!a%& 'a 1.a% O!a%& 'a Orang tua adalah orang yang berperan dalam peran pengasuh anak dalam meningkatkan perkembangan #isik* mental* emosional* dan sosial anak& Orang tua memberikan pera(atan #isik dan perhatian emosional serta mengarahkan perkembangan kepribadian anak 8'u$all* . K.

O!a%& T'a )"#a(a P"!a4a a% A%a$ 2eaksi orang tua terhadap pera(atan anak yang dikemukakan oleh Supartini 8.::@< adalah sebagai berikut C .& Perasaan bersalah* "emas* dan takut Orang tua akan merasa bah(a mereka telah melakukan kesalahan karena anaknya menjadi sakit& 2asa bersalah orang tua semakin menguat karena orang tua merasa tidak berdaya dalam mengurangi nyeri #isik dan emosional anak& Orang tua juga akan merasa begitu "emas dan takut terhadap kondisi anaknya dan jenis prosedur medis yang dilakukan? sering kali ke"emasan yang paling besar berkaitan dengan trauma dan nyeri yang .--><& Kemampuan orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan ini tidak dipelajari melalui pendidikan #ormal* melainkan berdasarkan pengalaman dalam menjalankan peran tersebut dan mempelajarinya melalui pengalaman orang tua yang lain dan terdahulu& Orang tua merupakan guru yang utama karena orang tua menginterpretasikan dunia masyarakat bagi anak-anak& 5ingkungan seperti kekuatan-kekuatan dari luar merupakan hal yang penting semata-mata karena lingkungan mempengaruhi orang tua& Orang tua adalah orang yang menerjemahkan arti-arti penting yang dimiliki oleh kekuatan-kekuatan luar kepada anak 83riedman* .-->< dan Thompson 8.mendorong peningkatan kemampuan berperilaku sesuai dengan nilai agama dan budaya yang diyakininya 8Supartini* . R"a$).<& 2.::.

terjadi pada anak& Perasaan tersebut mun"ul pada saat orang tua melihat anaknya mendapat prosedur tindakan yang menyakitkan seperti pembedahan* pengambilan darah* injeksi* in#us dilakukan #ungsi lumbal dan prosedur in$asi# lainnya& Perilaku yang sering ditunjukkan orang tua berkaitan dengan adanya perasaan "emas dan takut ini adalah sering bertanya atau bertanya tentang hal yang sama se"ara berulang pada orang yang berbeda* gelisah* ekspresi (ajah tegang* dan bahkan marah 8Supartini* . dalam Supartini* .& Perasaan sedih Perasaaan ini sering mun"ul pada orang tua ketika orang tua mengetahui diagnosa dari penyakit anaknya dan ketika melihat tindakan in$asi# yang dilakukan pada anaknya yang menimbulkan nyeri* seperti tindakan pemasangan in#us? apalagi jika anaknya merasakan nyeri dan menangis ketika dipasang in#us& /& Takut mendapat pera(atan yang tidak pantas Orang tua sering mempunyai perasaan takut dan "emas ketika anaknya harus mendapatkan suatu pera(atan& Ketakutan orang tua timbul dikarenakan takut jika anaknya mendapat pera(atan yang tidak pantas* seperti pera(at melakukan pemasangan in#us pada anak dengan "ara yang kasar dan harus ditusuk se"ara berulang-ulang* sehingga membuat anak menderita& >& Takut terbeban biaya .--><& .--.

--. K.%)"/ I%-') n#us adalah memasukkan "airan dalam jumlah tertentu melalui $ena penderita se"ara terus menerus dalam jangka (aktu yang agak lama& Penggunaan in#us "airan intra$ena 8intravenous fluid infusion< membutuhkan peresepan yang tepat dan penga(asan 8monitoring< ketat& 8Weistein* .< adalahC a& Perdarahan dalam jumlah banyak 8kehilangan "airan tubuh dan komponen darah<& b& Trauma abdomen 8perut< berat 8kehilangan "airan tubuh dan komponen darah<& .--.<& Se"ara umum* keadaan-keadaan yang dapat memerlukan pemberian "airan in#us yang dikemukakan oleh Ari#ianto 8.Orang tua sering merasa takut dan "emas akan biaya pera(atan anak& Pembiayaan yang harus dikeluarkan membuat orang tua dituntut untuk bekerja agar dapat memenuhi dana yang diperlukan dalam pera(atan anak& @& Takut bah(a anak akan semakin menderita Orang tua merasa bah(a anak mereka akan menerima pengobatan yang membuat anak bertambah sakit atau nyeri& Orang tua "emas dan takut jika prosedur in$asi# pemasangan in#us yang dilakukan akan memberikan e#ek yang membuat anak merasa semakin sakit atau nyeri& C.

<* adalah sebagai berikut C a& Pemberian "airan intra$ena 8intravenous fluids<& b& Pemberian nutrisi parenteral 8langsung masuk ke dalam darah< dalam jumlah terbatas& "& Pemberian kantong darah dan produk darah& d& Pemberian obat yang terus-menerus& e& 4paya pro#ilaksis 8tindakan pen"egahan< sebelum prosedur 8misalnya pada operasi besar dengan risiko perdarahan* dipasang jalur in#us intra$ena untuk persiapan jika terjadi syok* juga untuk memudahkan ."& Fraktur 8patah tulang<* khususnya di pelvis 8panggul< dan femur 8paha< 8kehilangan "airan tubuh dan komponen darah<& d& GSerangan panas! 8heat stroke< 8kehilangan "airan tubuh pada dehidrasi<& e& 'iare dan demam 8mengakibatkan dehidrasi<& #& 5uka bakar luas 8kehilangan banyak "airan tubuh<& g& Semua trauma kepala* dada* dan tulang punggung 8kehilangan "airan tubuh dan komponen darah<& ndikasi pemasangan in#us melalui jalur pembuluh darah $ena 8peripheral venous cannulation) yang dikemukakan oleh Ari#ianto 8.--.

yakni darah mengumpul dalam jaringan tubuh akibat pe"ahnya pembuluh darah arteri $ena atau kapiler* terjadi akibat penekanan yang kurang tepat saat memasukkan jarum* atau tusukan !berulang! pada pembuluh darah& b& Infiltrasi* yaitu masuknya "airan in#us ke dalam jaringan sekitar 8bukan pembuluh darah<* terjadi akibat ujung jarum in#us mele(ati pembuluh darah& "& Trombofeblitis atau bengkak 8inflamasi< pada pembuluh $ena* terjadi .pemberian obat<& #& 4paya pro#ilaksis pada pasien-pasien yang tidak stabil* misalnya risiko dehidrasi 8kekurangan "airan< dan syok 8mengan"am nya(a<* sebelum pembuluh darah kolaps 8tidak teraba<* sehingga tidak dapat dipasang jalur in#us& Tujuan pemberian in#us menurut Weistein 8.--.--:< adalah C a& Hematoma.< adalah C a& Men"ukupi kebutuhan "airan ke dalam tubuh pada penderita yang mengalami kekurangan "airan& b& Memberi Hat makan pada penderita yang tidak dapat atau tidak boleh makan dan minum melalui mulut& "& Memberi pengobatan yang terus menerus& d& Memulai dan mempertahankan terapi "airan 7& Komplikasi yang dapat terjadi dalam pemasangan in#us yang dikemukakan oleh Priska 8.

--><& Anak usia prasekolah menganggap hospitalisasi merupakan pengalaman baru dan sering membingungkan yang dapat memba(a dampak negati# terhadap perkembangan normal& )ospitalisasi membuat anak masuk dalam lingkungan yang asing* dimana mereka biasanya dipaksa untuk menerima prosedur yang menakutkan* nyeri tubuh dan ketidaknyamanan 8Wong* . 4sia prasekolah merupakan kelompok usia tiga sampai enam tahun& Penyakit yang sering ditemukan pada anak usia prasekolah yaitu penyakit menular atau in#eksi seperti "a"ar 8varicella<* parotitis 8mumps<* konjungti$itis* stomatitis* dan penyakit parasit pada usus& %eberapa kondisi penyakit menyebabkan anak harus dira(at di rumah sakit dan mendapatkan prosedur in$asi# 8)o"kenberry 9 Wilson* . A%a$ P!a5S"$.--:<& Pera(atan di rumah sakit .--=<& Anak usia prasekolah juga mengalami stres apabila mendapatkan pera(atan di rumah sakit 8hospitalisasi< sebagaimana kelompok anak usia lain& Pera(atan anak prasekolah di rumah sakit memaksa anak untuk berpisah dari lingkungan yang dirasakannya aman* penuh kasih sayang* dan menyenangkan* yaitu lingkungan rumah* permainan* dan teman sepermainannya 8Supartini* .)a).#a* "!*a1a/ H.akibat in#us yang dipasang tidak dipantau se"ara ketat dan benar& d& Emboli udara* yakni masuknya udara ke dalam sirkulasi darah* terjadi akibat masuknya udara yang ada dalam "airan in#us ke dalam pembuluh darah& D.)/. R"a$). a#.

--:<& Karakteristik anak usia prasekolah dalam berespon terhadap nyeri diantaranya dengan menangis keras atau berteriak? mengungkapkan se"ara $erbal !aao(! !uh!* !sakit!? memukul tangan atau kaki? mendorong hal yang menyebabkan nyeri? kurang kooperati#? membutuhkan restrain? meminta untuk mengakhiri tindakan yang menyebabkan nyeri? menempel atau berpegangan pada orangtua* pera(at atau yang lain? membutuhkan dukungan emosi seperti pelukan? melemah? antisipasi terhadap nyeri aktual 8)o"kenberry 9 Wilson* .--/ dalam Sulistiyani* .--=<& Sebagai "ontoh adalah bayi tidak mampu mengantisipasi nyeri sehingga memungkinkan tidak menunjukkan perilaku yang spesi#ik terkait dengan respon terhadap nyeri& Anak yang lebih ke"il tidak mampu menggambarkan dengan spesi#ik nyeri yang mereka rasakan karena keterbatasan kosakata dan pengalaman nyeri& Tergantung usia perkembangan* anak menggunakan strategi koping seperti melarikan diri* menghindar* penangguhan tindakan* imagery* dan lain-lain& 8%all 9 %linder* .--><& 2espon anak untuk memahami nyeri yang diakibatkan oleh prosedur in$asi# yang menyakitkan bagi anak tergantung pada usia anak* tingkat perkembangan anak* dan #aktor situasi lainnya 8)o"kenberry 9 Wilson* .membuat anak kehilangan kontrol terhadap dirinya& Pera(atan di rumah sakit juga mengharuskan adanya pembatasan akti$itas anak sehingga anak merasa kehilangan kekuatan diri& Pera(atan di rumah sakit sering kali dipersepsikan anak prasekolah sebagai hukuman sehingga anak akan merasa malu* bersalah* atau takut 8Supartini* .--=<& .

--:<& Terkait prosedur yang menyakitkan* proses pemasangan in#us merupakan salah satu prosedur yang menyakitkan bagi anak& .2eaksi terhadap perpisahan yang ditunjukkan anak usia prasekolah adalah dengan menolak makan* sering bertanya* menangis (alaupun se"ara perlahan* dan tidak kooperati# terhadap petugas kesehatan& Ketakutan anak terhadap perlukaan mun"ul karena anak menganggap tindakan dan prosedurnya mengan"am integritas tubuhnya& )al ini menimbulkan reaksi agresi# dengan marah dan berontak* ekspresi $erbal dengan mengu"apkan kata-kata marah* tidak mau bekerja sama dengan pera(at* dan ketergantungan pada orangtua 8Supartini* .--><& Anak prasekolah akan mendorong orang yang akan melakukan prosedur yang menyakitkan agar menjauh* men"oba mengamankan peralatan* atau berusaha mengun"i diri di tempat yang aman& 8Wong& .

& /& >& Keterangan C 6emas ringan 8skor ..& .< 6emas berat 8skor >.BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL A.%)"/ 'a# Kerangka konsep penelitian ini disusun untuk mendeskripsikan tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah di ruang anak Sedap Malam 2S4' %anjarmasin&Adapun kerangka konsep dapat digambarkan dalam tabel sebagai berikut C S$"(a 1. K"!a%&$a K.->.1 Kerangka konsep Tingkat Ke"emasan Orang Tua Terhadap Pemasangan n#us pada Anak 4sia Prasekolah Prosedur in$asi# pemasangan in#us pada anak prasekolah Ke"emasan orang tua* menimbulkan responD gejala C .< Panik 8skor >:-@A< C 7ariabel yang diteliti C 7ariabel yang tidak diteliti .& /& >& 3isiologis Perilaku Kogniti# A#ekti# Tingkat ke"emasan orang tua C .-/>< 6emas sedang 8skor /@->.& .

->.& Kondisi ke"emasan yang Kuesioner terdiri dialami orang tua ketika dari .%a# Ta6"# 1...&6emas sedang C Orang tua yang mengalami "emas sedang mengalami perhatian yang selekti# yaitu memusatkan pernyataan dikotomi* dengan pilihan ja(aban yaitu CGya! atau “tidak” . anaknyadilakukan prosedurin$asi# pemasangan in#us& Tingkat ke"emasan orang tua terdiri dari C ...& skor /@->.& skor . O/"!a).I@A* dengan perin"ian sebagai berikut F .2. C "emas berat >& skor >:-@A C panik .1 'e#inisi Operasional No& 7ariabel Tingkat ke"emasan orang tua yang anaknya dipasang in#us 'e#inisi Operasional Alat 4kur Skala ordinal )asil 4kur Total skor C . C "emas sedang /& skor >.& 6emas ringan C Orang tua yang mengalami "emas ringan akan menjadi tegang dan lebih (aspada terhadap pemasangan in#us pada anaknya* tingkat kesadaran yang tinggi dan tingkah laku sesuai dengan situasi& 6emas ini merupakan "emas yang normal yang dialami orang tua terhadap pemasangan in#us pada anaknya& . D"-"%.).-/> C "emas ringan .

perhatiannya pada pemasangan in#us terhadap anaknya namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah& /&6emas berat C Orang tua yang mengalami "emas berat "enderung untuk memusatkan perhatiannya pada tindakan pemasangan in#us terhadap anaknya dan tidak dapat berpikir tentang hal lain& >&Panik C Orang tua yang mengalami panik tidak mampu melakukan sesuatu (alaupun dengan pengarahan& Orang tua yang panik* kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain menurun dan tidak dapat berpikir se"ara rasional& .

L. .BAB I7 METODE PENELITIAN A. M" . P. 1a% Sa(/"# .a% 'esain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripti# yang bertujuan untuk mengetahui tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah& B.& 5okasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di ruang anak 2umah Sakit 4mum 'aerah %anjarmasin& 2umah sakit ini dipilih sebagai tempat penelitian karena rumah sakit ini merupakan rumah sakit terlengkap di %anjarmasin& Selain itu* rumah sakit ini juga memiliki jumlah sampel yang memadai sehingga mudah untuk mendapatkan sampel yang diinginkan untuk dapat mengetahui tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah& .$a).-. ./& C.& Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian 8Arikunto* .1" P"%"#.--A<& Populasi .a% . 1a% Wa$ ' P"%"#./'#a).& Waktu Penelitian Pengumpulan data dilakukan selama satu bulan* yaitu tanggal : Oktober -: No$ember .

orang& .05) (Setiadi.--A<& Pada penelitian ini metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling&Penentuan jumlah sampel dilakukan berdasarkan rumusC 'imanaC N n d F %esar Populasi F %esar Sampel = tingkat signifikan (0. 2007) %erdasarkan rumus diatas didapatlah jumlah sampel sebanyak >A orang& Yaitu: = 46 Orang .dalam penelitian ini adalah orang tua dari anak yang sedang dira(at inap di ruang anak Sedap Malam 2S4' %anjarmasin yaitu sebanyak A.@ orang 8Melihat 2ekam Medik<& Adapun rata-rata perbulannya menjadi sekitar @.& Sampel Sampel adalah sebagian atau (akil dari populasi yang diteliti 8Arikunto* .

Adapun kriteria sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut C b& Orang tua yang mera(at anaknya di rumah sakit dengan anak berusia /IA tahun 8prasekolah< yang dipasang in#us& "& 'apat berbahasa ndonesia dengan baik d& %ersedia menjadi responden penelitian& D.a% nstrumen yang digunakan pada penelitian ini dibuat dalam bentuk kuesioner& Kuesioner ini disusun sendiri oleh peneliti& Kuesioner terdiri dari dua bagian yaitu kuesioner pertama mengenai data demogra#i* kuesioner kedua mengenai tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah& Kuesioner data demogra#i terdiri dariC no& responden* umur* jenis kelamin* suku* agama* pendidikan* pekerjaan* penghasilan* jumlah anak dan anak keberapa yang sedang dira(at di rumah sakit& Kuesioner yang kedua adalah kuesioner tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah& Kuesioner ini diadopsi dari Hamilton ating !cale for "n#iety $H ! % ") dan dimodi#ikasi sesuai dengan kebutuhan penelitian? yang terdiri dari .. . I%) !'("% P"%"#. pernyataan atau gejala ke"emasan& Kuesioner ini menggunakan skala guttman dengan masing-masing pernyataan diberi pilihan ja(aban Gtidak! atau Gya!& Jika responden menja(ab Gtidak!* maka responden tidak mengalamiD merasakan pernyataanD gejala tersebut .

P"%&'(/'#a% Da a Pengumpulan data adalah suatu proses pendekatan kepada subjek dan proses pengumpulan karakteristik subjek yang diperlukan dalam suatu penelitian 8 Nursalam* . dan skor terendah adalah ..dan diberi nilai . dan banyak kelas adalah >& 'ari hasil perhitungan* maka diperoleh panjang kelas sebesar =& 2entang tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah menurut skala ordinal untuk kategori C "emas ringan nilainya . > F ---------------.. > ..I/>* "emas sedang nilainya /@I>..& Sehingga skor tertinggi untuk tiap pernyataan adalah ..--.I>.* dan "emas berat sekaliD panik nilainya >:I@A& E.<& .F -----.& Jika responden menja(ab Gya!* maka responden mengalamiD merasakan pernyataanD gejala tersebut dan diberi nilai .C ..* "emas berat nilainya >.F = 'imana P merupakan panjang kelas dengan rentang 8nilai tertinggi dikurang nilai terendah< sebesar .& Menurut Sudjana 8.< untuk menghitung jumlah total skor digunakan rumus statistik C rentang pF banyak kelas @A-.::.

A%a#.)a Da a .& Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan melalui beberapa tahap* yaitu C a& Editing Editing dilakukan untuk memeriksa kembali kebenaran data yang .Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengisi kuesioner& Pengumpulan data dimulai setelah peneliti mendapat surat iHin pelaksanaan penelitian dari institusi pendidikan yaitu Akper Pandan )arum dan surat iHin dari lokasi penelitian yaitu di 2umah Sakit 4mum 'aerah %anjarmasin& Sebelum membagikan kuesioner* peneliti terlebih dahulu menyeleksi responden yang sesuai dengan kriteria penelitian& Pada saat pengumpulan data peneliti menjelaskan tentang tujuan* man#aat dan prosedur pelaksanaan penelitian kepada "alon responden dan yang bersedia berpartisipasi diminta untuk menandatangani informed consent& 2esponden yang sesuai dengan kriteria penelitian dan bersedia menjadi responden* diberi lembar kuesioner lalu peneliti menanyakan apakah dalam mengisi ja(aban kuesioner reponden mau diba"akan oleh peneliti atau memba"a sendiri dan responden diberi kesempatan untuk bertanya apabila ada pernyataan yang tidak dipahami& Selesai pengisian peneliti mengambil kuesioner yang telah diisi responden* kemudian memeriksa kelengkapan data& Jika ada data yang kurang* dapat langsung dilengkapi& Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis& F.

<& %entuk data disajikan dalam bentuk tabel distribusi #rekuensi sebagai a"uan yang menjelaskan karakteristik data demogra#i dan tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah& %ardasarkan hasil dari pengolahan data analisis uni$ariat 8statistik .--.diperoleh atau dikumpulkan& b& skoring skoring. data yang telah terkumpul dihitung jumlahnya dengan memberikan skor yang telah ditentukan& c& coding memberi kode pada kuesioner untuk memudahkan penelitian dalam melakukan tabulasi data& d& 0ntri data 'ata entri adalah kegiatan memasukan data yang telah dikumpulkan kedalam master tabel atau database komputer* kemudian membuat distribusi #rekuensi sederhana& e& Tabulating data yang telah diperiksa dimasukkan ke dalam bentuk tabel distribusi selanjutnya dilakukan persentase dari setiap kategori penilaian& .& Analisa 'ata Pengolahan data dilakukan dengan analisis uni$ariat 8deskripti#<* melalui penggunaan sistem komputerisasi& Analisis uni$ariat adalah analisis yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik masing-masing $aribel yang diteliti 8)astono& .

/<& .a% Masalah etika penelitian merupakan masalah yang sangat penting dalam penelitian* mengingat penelitian kepera(atan berhubungan langsung dengan manusia* maka segi etika penelitian harus diperhatikan& Masalah etika yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikutC .$a P"%"#.--=C .deskripti#<* didapatkan #rekuensi dan persentase untuk mendeskripti#kan data demogra#i* tingkat ke"emasan serta memperlihatkan kategori tingkat ke"emasan orang tua terhadap pemasangan in#us pada anak usia prasekolah G..masalah lainnya& Semua in#ormasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaannyaoleh peneliti* hanya kelompok data tertentu yang hanya dilaporlkan pada hasil riset 8)idayat* . .& "nonimity 8tanpa nama< Masalah etika kepera(atan merupakan masalah yang tidak memberikan atau men"antumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang disajikan& /& Kerahasiaan 8confidentiality< Masalah ini merupakan masalah etika dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian* baik in#ormasi maupun masalah.-. E .& Informed consent Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan& .

<& +epera.--/<& eliabilitas dan )aliditas 80disi Ketiga<& YogyakartaC Pustaka Pelajar %udianto* M& 8.::.Arikunto* S& 8.-.<& 'emberian (airan Infus Intravena& 'iunduh di httpCDD(((&s"ribd&"om&html* pada tanggal .DAFTAR PUSTAKA Ari#ianto& 8.atan / 0uku "1ar dan 2atihan& JakartaC 016& 'u$all* 0& M& 8.sia !ekolah terhadap 'emasangan Intravena di umah !akit "dvent -edan& Skripsi& Tidak dipublikasikan& 4S4* Medan& 'empsey* P& A&* 9 'empsey* A& '& 8. (emas dan *epresi& JakartaC 3K 4 & .--><& -ana1emen !tress.-<& Hubungan *ukungan +eluarga dengan espon (emas "nak .-.--...--.<& iset +epera.at Inap !& -ardi ahayu +udus& 'iunduh di httpCDD(((&#ikums& a"&id* pada tanggal .::=<& -arriage and Family *evelopment& PhiladelphiaC J&%& 5ipin"ott 6ompany& 3riedman* M& 8.Oktober .& 6hristine* M& 8.--A<& 'rosedur 'enelitian !uatu 'endekatan 'raktek 80disi 2e$isi<& JakartaC 2ineka 6ipta& AH(ar* S& 8.atan +eluarga Teori dan 'raktek 80disi Ketiga<& JakartaC 016& )astono* S&P& 8.--..<& "nalisis *ata +esehatan& JakartaC 3akultas lmu Kesehatan Masyarakat 4ni$ersitas ndonesia& )a(ari* '& 8. Mei .--.--:<& 'engaruh Terapi eligius *oa +esembuhan terhadap 'enurunan Tingkat +ecemasan 'asien 'reoperasi di uang a.