Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke Hadirat Allah SWT yang melimpahkan Rahmat, Karunia, Hidayat serta Anugerah Ilmu kepada hamba-Nya, sehingga menyelesaikan Makalah ini. Dalam penulisan Makalah ini tidak sedikit hambatan dan kendala yang ditemui, namun berkat arahan dari Dosen dan dorongan dari semua pihak, kendala tersebut dapat diatasi.. Akhirnya demi penyempurnaan Makalah ini, penulis mengharapkan kritik dan saran kearah perbaikannya. Semoga Allah SWT. Senantiasa memberikan petunjuk rahmat dan Hidaya-Nya pada kita sekalian. Amin . . . . penulis dapat

Gorontalo, 3 Oktober 2013

Penulis

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... DAFTAR ISI . BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . 1.2 Tujuan ... 1.3 Manfaat BAB II : PEMBAHASAN 2.1 Psikologi Kesehatan ... 2.2 Tokoh-tokoh dalam Psikologi Kesehatan ... 2.3 Contoh Kasus dan Cara Mengatasinya ..... BAB III : PENUTUP 3.1 Kesimpulan .. 3.2 Saran DAFTAR PUSTAKA 9 9 2 7 8 1 1 1

i ii

ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Psikologi Kesehatan berfokus pada pemahaman mengenai pengaruh psikologi dalam bagaimana manusia tetap sehat, mengapa mereka sakit, dan bagaimana respon mereka ketika sakit. Seorang psikolog kesehatan mungkin akan mengajarkan orang yang mengalami stres kerja bagaimana memenej stress dengan efektif sehingga hal itu tidak akan merugikan kesehatan orang tersebut.

1.3 Tujuan Agar pembaca dapat lebih memahami masalah dan cara pencegahan terhadap kasus yang menyangkut masalah psikologi kesehatan

1.4 Manfaat 1. Pembaca dapat mengetahui lebih jauh mengenai psikologi kesehatan 2. Pembaca dapat menggunakan makalah ini sebagai referensi pelajar

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Psikologi Kesehatan Psikologi kesehatan berfokus pada pemahaman mengenai pengaruh psikologi dalam bagaimana manusia tetap sehat, mengapa mereka sakit, dan bagaimana respon mereka ketika sakit. Kegunaan Psikologi kesehatan adalah mempelajari berbagai issu dan menggiatkan intervensi untuk menolong orang agar tetap sehat atau sembuh dari sakit. Sebagai contoh, peneliti psikologi kesehatan mungkin tertarik dalam mengapa seseorang terus merokok padahal dia tahu bahwa rokok itu menaikkan resiko kangker dan kerusakan hati. Informasi mengenai mengapa seseorang merokok akan membantu peneliti baik memahami miskinya kebiasaan sehat dan rancangan intervensi yang akan diberikan untuk menolong seseorang berhenti merokok. Dasar fundamental untuk penelitian dan prkatik dalam psikologi kesehatan adalah definisi dari kesehatan. Pada 1948, WHO mendefinisikan kesehatan sebagai sebuah area komplit dari fisik, mental dan social well being dan tidak semata mata hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan (World Health Organization, 1984). Definisi ini, yang memandang kedepan saat itu, adalah inti dari konsepsi psikologi kesehatan mengenai kesehatan. Lebih dari definisi kesehatan sebagai ketiadaan penyakit, kesehatan diakui sebagai penghargaan terhadap keseimbangan antara fisik, mental dan social well-being. Kebanyakan yang menggunakan term wellness mengarah pada keadaan optimum kesehatan. Psikologi kesehatan concern terhadap seluruh aspek dari kesehatan dan penyakit sepanjang masa kehidupan (Maddux, Robberts, Sledden, & Wright, 1986). Psikologi kesehatan fokus pada kemajuan dan pemeliharaan kesehatan, seperti issu bagaimana agar anak dapat mengembangkan kebiasaan sehat yang baik, bagaimana mengembangkan regular exercise, dan bagaimana mendesign media kampanye agar orang menaikkan kegiatan diets mereka. Psikologi kesehatan juga mempelajari aspek psikologis dari pencegahan dan perawatan penyakit. Seorang psikolog kesehatan mungkin akan mengajarkan orang yang mengalami stres kerja bagaimana memanaj stress dengan efektif sehingga hal itu tidak akan merugikan kesehatan orang tersebut.

Seorang psikolog kesehatan mungkin akan bekerja dengan orang yang sudah jatuh sakit untuk membantu mereka menyelesaikan penyakit mereka dengan sukses atau belajar untuk mengikuti perawatan regimen mereka. Psikologi kesehatan juga berfokus pada etiologi dan korelasi dari kesehatan, penyakit dan dysfunction. Etiologi mengarah pada asal atau penyebab dari penyakit, dan psikolog kesehatan khusus fokus pada tingkah laku dan faktor sosial yang berkontribusi terhadap kesehatan atau penyakit dan dysfunction. Beberapa faktor dapat mengenai kebiasaan yang berhubungan dengan kesehatan seperti mengkonsumsi alkohol, merokok, berolah raga, menggunaan sabuk pengaman, dan jalan memecahkan stress. Pada akhirnya, psikolog kesehatan menganalisis dan berusaha untuk meningkat health care system dan formulasi dari kebijakan kesehatan. Mereka mempelajari dampak dari institusi kesehatan dan profesi kesehatan pada tingkah laku person dan mengembangkan rekomendasi untk peningkatan health care. Berdasarkan itu semua, psikologi kesehatan merepresentasikan

pendidikan, scientific, dan kontribusi profesional psikologi untuk memajukan dan memelihara kesehatan, pencegahan dan perawatan terhadap penyakit, identifikasi penyebab dan korelasi antara kesehatan, penyakit dan hubungan dysfuction; menaikkan health care system dan formasi kebijakan kesehatan (Matarazzo, 1980). Dalam chapter ini, kita mempertimbangkan mengapa pengetahuan menganai kesehatan dan isu kepedulian terhadap kesehatan pada jaman sekarang sebenarnya dituntut lapangan psikologi kesehatan. Untuk memulai, kita ingat bagaimana para filsuf telah menyusun mind-body relationship dan bagaimana kita dapat tiba pada point utama kita sekarang dari mind-body relationship dan tubuh sebagai pengaruh yang tak bisa lepas pada kesehatan. Selanjutnya, kita akan mendiskusikan trends obat, psikologi, dan health care system yang berkontribusi dalam kepentingan psikologi kesehatan. Kemudian kita memahami klinik dominan dan model penelitian dalam psikologi kesehatan; yakni model biopshychososial.

HUBUNGAN PIKIRAN-TUBUH : SEJARAH SINGKAT Menurut sejarah, para filosofis bimbang antara pandangan tentang pikiran dan badan merupakan bagian dari system yang sama dan ide bahwa mereka merupakan dua system yang berbeda. Ketika kita melihat sejarah zaman dahulu kala, hal itu menjadi jelas bahwa kita datang dalam satu kepercayaan yang sama tentang hubungan pikiran-badan. Selama manusia prasejarah, sebagian besar budaya mengamati pikiran dan badan sebagai rangkaian. Dahulu penyakit dikira muncul ketika jiwa jahat masuk ke dalam badan, dan perlakuannya melingkupi godaan utama untuk

membebaskan jiwa jahat. Beberapa peralatan dari zaman batu berciri kecil, lubang simetris yang dipercaya dibuat secara sengaja dengan peralatan tajam untuk memperbolehkan jiwa jahat untuk pergi dari tubuh ketika seorang dukun beraksi melakukan suatu ritual. Orang Yunani kuno merupakan peradaban paling awal untuk

mengidentifikasi peran dari faktor-faktor secara jasmani dalam kesehatan dan penyakit. Daripada menganggap penyakit sesuatu dari jiwa jahat, kemudian berkembang teori penyakit manusia. Berdasarkan pendapat tersebut, penyakit dihasilkan ketika empat keadaan pikiran atau sirkulasi cairan tubuh-darah, cairan empedu berwarna hitam, cairan empedu berwarna kuning, dan lendir- melewati keseimbangan. Tujuan dari perawatan dulunya untuk mengembalikan

keseimbangan diantara keadaan pikiran. Orang Yunani dulunya menugaskan tentang peran untuk pikiran. Mereka menjelaskan tipe kepribadian berhubungan dengan masing-masing empat keadaan pikiran, dengan darah diasosiasikan dengan temperamen yang bergairah, cairan empedu berwarna hitam dihubungkan dengan kesedihan, cairan empedu berwarna kuning dengan suatu watak marah, dan lendir dihubungkan dengan pendekatan menjalani hidup dengan santai. Karena itu, orang Yunani mengatribusi penyakit ke faktor secara jasmani tapi percaya bahwa faktor psikologis dapat juga menjadi suatu efek. Pada pertengahan zaman, bagaimanapun, anak lonceng pernah berayun menuju penjelasan supranatural untuk penyakit. Penyakit dianggap sebagai hukuman dari Tuhan untuk kelakuan jahat, dan sembuh seringkali terdiri dari memaksakan paksaan jahat keluar dengan menyiksa diri.

Kemudian, bentuk terapi ini digantikan dengan penebusan dosa melalui berdoa dan bekerja keras. Selama ini, gereja sebagai penjaga pengetahuan medis, dan sebagai hasil, latihan medis diasumsikan sebuah religi yang samar. Fungsi dari tabib seringkali dianggap sebagai pendeta, dan kemudian menyembuhkan dan latihan religi menjadi benar-benar susah dibedakan. Awal peradaban Yunani dan Roma pada abad ke-14 hingga 16 dan berkelanjutan hingga masa kini, melangkah dengan lancar dan panjang telah dibuat dalam pengertian medis secara standar teknis. Keuntungan ini mencakup penemuan mikroskop pada tahun 1600 dan perkembabgan ilmu pengetahuan alam tentang autopsy, yang berarti memperbolehkan para orang yang masih berlatih dalam kemedisan untuk melihat organ yang dilibatkan dalam penyakit berbeda. Sebagai kemajuan ilmu sel pathology, teori keadaan pikiran tentang penyakit akhirnya diistirahatkan. Sebagai hasil keuntungan peneliti seperti, latihan medis menggambar sangat berkembang dalam penemuan laborator dan lebih dikunci untuk faktor jasmani daripada untuk pikiran sebagai dasar untuk kesehatan dan penyakit. Dalam usaha untuk memecahkan tahayul pada masa lampau, para orang medis menahan mengungkapkan berbagai peran pikiran tentang proses penyakit. Sebaliknya, mereka memfokuskan pada organik dan ilmu penyakit tentang sel sebagai dasar untuk mereka mendiagno sis dan rekomendasi perawatan.

MENGAPA BIDANG PSIKOLOGI KESEHATAN ITU DIBUTUHKAN? Sejumlah trend dalam bidang obat-obatan, psikologi, dan sistem health care berkombinasi dalam kemunculan Psikologi Kesehatan tidak terbantahkan. Dapat dikatakan bahwa psikologi kesehatan merupakan salah satu perkembangan yang terpenting di bidang psikologi dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Faktor apa yang berlanjut pada perkembangan psikologi kesehatan? Perubahan Pola dari Penyakit Faktor terpenting dalam munculnya psikologi kesehatan adalah perubahan dalam pola penyakit yang terjadi di Amerika Serikat dan masyarakat maju secara teknologi lainnya.

Sebagaimana ditunjukkan dalam figure 1.1, sampai abad ke 20, penyebab utama dari penyakit dan kematian di Amerika Serikat adalah acute disorder (kelainan akut)terutama tuberculosis, pnemonia, dan penyakit yang mudah menular lainnya. Kelainan akut adalah penyakit jangka pendek, seringkali dikarenakan viral atau bacterial yang menginvasi dan masih dapat disembuhkan. Bagaimanapun, sekarang, penyakit kronisterutama penyakit jantung, kanker, dan diabetesadalah kontributor utama dalam kecacatan dan kematian, terutama dalam negara industrial. Penyakit kronik adalah penyakit yang berkembang secara lambat, penderitanya pun dapat hidup dalam waktu yang lama. Seringkali, penyakit kronis tidak dapat disembuhkan namun hanya dapat diatur oleh pasien dan provider health care. Tabel 1.1 mendaftar penyakit utama di seluruh dunia pada masa kini. Mengapa penyakit kronis membantu mengembangkan bidang psikologi kesehatan? Pertama, penyakit tersebut adalah penyakit yang diimplikasi oleh faktor psikologis dan sosial sebagai penyebab. Contohnya, kebiasaan kesehatan personal, seperti diet dan merokok, terimplikasi dalam perkembangan penyakit kanker dan jantung, dan aktifitas seksual kritis terhadap perkembangan AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Konsekuensinya, psikologi kesehatan telah berubah secara perlahan-lahan, pada bagian, untuk mengeksplorasi penyebab-penyebab memodifikasinya. Kedua, karena orang dapat hidup dengan penyakit kronis selama bertahuntahun, isu psikologis muncul dalam koneksi terhadap hal tersebut. Psikolog kesehatan menolong orang yang sakit kronis menyesuaikan secara psikologis dan sosial pada perubahan state kesehatan mereka. Mereka (psikolog kesehatan) membantu mereka yang memiliki penyakit kronik mengembangkan regimen pengobatan, banyak diantaranya yang melibatkan self-care. Penyakit kronis berdampak pada fungsi keluarga, termasuk hubungan dengan parter atau anak, dan psikolog kesehatan mengeksplorasi kedua perubahan tersebut dan membantu mengurangi ketegangan permasalahan dalam fungsi keluarga yang dapat muncul. Banyak orang dengan penyakit kronis menggunakan terapi tersebut dan untuk mengembangkan cara untuk

unconventional diluar pengobatan formal dan mengevaluasi efektifitasnya merupakan salah satu isu dimana psikolog kesehatan dapat memberi pencerahan.

2.2 Tokoh-tokoh dalam Psikologi Kesehatan

1. Matarazzo (1980, dalam Ogden: 1996), psikologi kesehatan adalah suatu agregat dari specific educational, dan kontribusi scientific professional, dari disiplin psikologi, untuk memajukan atau memelihara kesehatan, termasuk juga didalamnya penanganan penyakit dan aspek-aspek lain yang terkait dengannya.

2. Flanders Dunbar tahun 1930 (Dunbar, 1943) dan Franz Alexander tahun 1940 (Alexander, 1950), penelitian mereka dihubungkan pola kepribadian untuk suatu penyakit spesifik. Mereka berpendapat bahwa konflik menghasilkan kecemasan, yang menjadi ketidaksadaran dan mengambil korban secara fisiologi pada tubuh via system saraf autonomy.

2.3 Contoh Kasus dan Cara Pencegahannya 1. Susah Tidur (Insomnia) Insomnia adalah kesulitan untuk tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Rata-rata setiap orang pernah mengalami insomnia sekali dalam hidupnya, yaitu saat sedang menghadapi suatu masalah serius. Insomnia dapat menyerang semua golongan usia. Insomnia adalah gejala dari masalah emosional, seperti stress, depresi, khawatir, trauma, phobia, dan sebagainya. Insomnia tidak akan sembuh hanya dengan meminum obat tidur. Sebelum masalah emosi yang melandasi insomnia belum diatasi, insomnia akan terus timbul. Perkembangan psikoterapi sudah sangat pesat. Insomnia yang sudah diderita selama bertahun-tahun pun bisa disembuhkan dalam waktu sangat singkat. Dengan menghilangkan masalah emosional yang ada pada pikiran bawah sadar, maka insomnia akan dengan sendirinya hilang secara cepat. Hipnotis dapat menjangkau pikiran bawah sadar, tempat dimana masalah emosi itu berproses.

2. Fobia dan Cara Mengatasinya Fobia terjadi karena pikiran bawah sadar kita salah memberi arti terhadap peristiwa traumatis yang menyebabkan fobia. Jadi tidak perlu malu atau merasa rendah diri apabila Anda menderita fobia. Mungkin Anda tidak tahu apa yang menyebabkan fobia Anda. Dengan hipnoterapi, Anda bisa mengetahui penyebab sekaligus menyembuhkan fobia dengan mudah dan cepat. Dengan hipnoterapi, Anda akan dibimbing untuk menemukan penyebab fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas peristiwa penyebab fobia tersebut. Dengan pemahaman yang baru mengenai peristiwa traumatis tersebut, maka fobia akan sembuh seketika dan tidak kambuh dalam waktu yang sangat lama atau bahkan selamanya.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Definisi psikologi kesehatan adalah area kekhususan dalam psikologi yang berhubungan dengan kesehatan. Tujuan Psikologi kesehatan adalah sebagai pengetahuan social-psychological yang dapat digunakan untuk mengubah pola health behavior dan mengurangi pengaruh dari psychosocial stress. Secara lebih operasional, psikologi kesehatan dapat dimanfaatkan untuk: Mengevaluasi tingkah laku dalam etiologi penyakit, memprediksi tingkah laku tidak sehat, memahami peran psikologi dalam experience of illness, mengevaluasi peran psikologi dalam treatmen. Selain itu, teori-teori psikologi juga dapat dimanfaatkan dalam mempromosikan tingkah laku sehat dan mencegah sakit/munculnya penyakit dalam skala individu maupun yang lebih luas (kelompok, komunitas maupun masyarakat)

3.2 Saran Karena kegunaannya untuk mempelajari berbagai issu dan menggiatkan intervensi untuk menolong orang agar tetap sehat atau sembuh dari sakit, maka psikologi kesehatan sangat penting untuk kita. Kita harus mengetahui apa itu psikologi kesehatan agar kita dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam perilaku kita yang berhubungan dengan kesehatan

DAFTAR PUSTAKA

http://riccabelajarpsikologi.blogspot.com/2010/08/definisi-psikologi-kesehatan.html
http://amtorwairisal.blogspot.com/ http://rafinajjah.blogspot.com/2012/02/makalah-psikologi-kesehatan.html