Anda di halaman 1dari 10

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a!

id/inde" php/jmr

STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT BESI (Fe DALAM AIR! SEDIMEN DAN JARINGAN LUNAK KERANG DARA" (Anadara granosa Linn DI SUNGAI MOROSARI DAN SUNGAI GONJOL KE#AMATAN SA$UNG! KABU%ATEN DEMAK
Dhi&as Fir&ans'af A( ! Ba&)an* $ulian+o! Sri Se,-a+i
#ro$ram %tudi &lmu 'elautan, (a)ultas #eri)anan dan &lmu 'elautan, *ni+ersitas ,ipone$oro, 'ampus Tem-alan$, %emaran$ 502.5 Telp/(a" 024-.4.4/01 email : dhimasamrullah@rocketmail.com
A)s+ra. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kandungan logam Fe dan tingkat pencemaran logam Fe dalam air, sedimen, dan kerang Darah (2nadara $ranosa) di uara !ungai orosari dan !ungai "onjol, #ecamatan. !a$ung, #abupaten. Demak. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan perbedaan periode %aktu atau musim, $aitu bulan &uli '()( dan *opember '()). etode penelitian $ang diterapkan, adalah metode studi kasus. !edangkan metode pengambilan sampel, menggunakan metode pertimbangan (purposi+e samplin$ method). +nalisis logam berat dilakukan dengan menggunakan !pekto,otometer !erapan +tomik (2tomi! 2-sor-tion %pe!trophotometr3). -asil analisis kandungan logam Fe dalam air, pada &uli '()(: tertinggi pada !tasiun +4 . '5,'/ mg0l dan terendah pada !tasiun 1' . ),25 mg0l. Pada *opember '()): tertinggi pada !tasiun +2 . 2,'2 mg0l dan terendah pada !tasiun +' . (,4' mg0l. #andungan logam Fe pada sedimen, &uli '()(: tertinggi pada !tasiun 13 . 2'.444,24 mg0kg dan terendah pada !tasiun 1) . )4.()4,)4 mg0kg5 sedangkan pada *opember '()): tertinggi pada !tasiun +5 . 36.(35,64 mg0kg dan terendah pada !tasiun 1) . 22.334,2/ mg0kg. #andungan logam Fe pada jaringan lunak kerang Darah (2nadara $ranosa) &uli '()(: tertinggi pada !tasiun 15 . '.(36,'' mg0kg5 sedangkan pada *opember '()) nilai tertinggi ditemukan pada !tasiun +4 sebesar 6,'5 mg0kg.

Ka+a .unci / 1esi (Fe)5 2nadara $ranosa5 2tomi! 2-sor-tion %pe!trophotometr3


7his stud$ aimed to determine: Fe metal content and Fe pollution le8els in %ater, sediment, and blood cockle (2nadara $ranosa) in orosari 9i8er and "onjol 9i8er, and coastal adjacent, Pre,ecture !a$ung, Demak 9egenc$. !ampling %as carried out based on di,,erent time periods or seasons, i.e. &ul$ '()( and *o8ember '()). 7he research method applied %as the case stud$ method. :hile the selection o, sampling locations, using the method o, judgment (purposi8e sampling method). -ea8$ metal anal$sis per,ormed using +tomic +bsorbtion !pectrophotometr$ (++!). 7he results o, Fe metal content in the %ater sho%ed, in &ul$ '()(: the highest at !tation +4 . '5.'/ mg0l and the lo%est at !tation 1' . ).25 mg0l5 in *o8ember '()): the highest at !tation +2 . 2.'2 mg0l and the lo%est at !tation +' . (.4' mg0l. Fe metal content in the sediment, in &ul$ '()(: the highest at station 13 . 2'444.24 mg0kg and the lo%est at !tation 1) . )4()4.)4 mg0kg, %hile in *o8ember '()): the highest at !tation +5 . 36(35.64 mg0kg and lo%est at !tation 1) . 22334.2/ mg0kg. Fe metal contents in so,t tissue blood clam (2nadara $ranosa) in &ul$ '()(: the highest at station 15 . '(36.'' mg0kg, %hile in *o8ember '()): the highest 8alue ,ound in the +4 station at 6.'5 mg0kg. Ke'0or,s : ;ron (Fe)5 2nadara $ranosa5 +tomic +bsorbtion !pectrophotometr$.

<)

#enulis penan$$un$ ja4a-

45

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr %en,ahuluan Daerah muara menjadi tempat pengendapan bahan=bahan buangan0limbah sehingga daerah muara merupakan daerah $ang menerima tekanan paling besar terhadap dampak dari bahan=bahan buangan tersebut. eskipun dalam batas=batas tertentu perairan mempun$ai kemampuan untuk pulih sendiri, tetapi bila limbah $ang dibuang melebihi batas kemampuan alam untuk menetralisir maka akan mengakibatkan menurunn$a kualitas air sehingga kurang atau tidak dapat ber,ungsi lagi sesuai peruntukann$a (Darmono, '(()). 1ahan=bahan buangan $ang bersi,at racun $ang masuk ke perairan akan menurunkan kualitas air $aitu berubahn$a si,at=si,at ,isika dan kimia perairan. -al ini dapat membaha$akan kehidupan organisme perairan terutama he%an benthos karena pergerakann$a $ang terbatas (sessile) dan si,at hidupn$a $ang relati, menetap di dasar perairan sehingga bila terjadi pencemaran akan sulit untuk menghindar (!uprihar$ono. '(((). 1an$akn$a industri di daerah #ecamatan !a$ung Demak diperkirakan mempengaruhi kandungan logam berat Fe di perairan tersebut mengingat daerah tersebut terletak di pesisir pantai utara &a%a. 1eberapa pabrik di ka%asan ini seperti tekstil, ,armasi dan obat=obatan, serta pabrik pengolahan bahan kimia kemungkinan membuang limbah hasil produksin$a ke perairan atau sungai $ang mengalir ke laut dimana limbah buangan tersebut diperkirakan mengandung logam berat Fe. 1esi terlarut dalam air dapat berbentuk kation ,erro (Fe'>) atau kation ,erri (Fe2>). -al ini tergantung kondisi pdan oksigen terlarut dalam air. 1esi terlarut dapat berbentuk sen$a%a tersuspensi, sebagai butir koloidal seperti Fe (?-)2, Fe?, Fe'?2dan lain=;ain (9on@uillo, '((/). +pabila kosentrasi besi terlarut dalam air melebihi batas akan men$ebabkan berbagai masalah $aitu gangguan teknis berupa endapan korosi,, gangguan ,isik berupa timbul %arna, bau, dan rasa $ang tidak enak, serta gangguan kesehatan berupa menimbulkan rasa mual, merusak dinding usus, dan iritasi pada mata dan kulit (9on@uillo, '((/). Antuk mengetahui dampak logam Fe terhadap komponen biologi, ,isika, dan kimia maka diperlukan pengamatan kandungan logam Fe terhadap sedimen dan air laut sebagai media kehidupan serta kerang darah sebagai parameter biologi dan produkti8itas perairan. Penggunaan kerang darah sebagai salah satu indikator karena merupakan organism $ang menetap sehingga dapat mengakumulasi logam lebih besar daripada he%an air lainn$a dan mempun$ai toleransi $ang tinggi terhadap konsentrasi logam tertentu. #arena itu jenis kerang ini merupakan indikator $ang sangat baik untuk memonitor suatu pencemaran lingkungan (Darmono, '(()). Ma+eri ,an Me+o,e ateri penelitian $ang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel sedimen, air dan biota #erang Darah (2nadara $ranosa) $ang diambil dari lokasi penelitian $aitu uara !ungai orosari dan !ungai "onjol, #ecamatan !a$ung, #abupaten Demak. etode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan #urposi+e %amplin$ 5ethod, (-adi, )/6(). Pengambilan sampel di lapangan dilakukan seban$ak dua kali periode $ang me%akili musim penghujan dan musim

43

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr kemarau dengan tiga kali pengulangan untuk tiap jenis sampel dan tiap stasiun. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi sungai dibagi menjadi )) (sebelas) stasiun. +dapun pertimbangan penentuan stasiun pada lokasi penelitian berdasarkan pada pengaruh limbah terhadap kualitas air stasiun tersebut. kandungan logam Fe (-utagalung et al, )//4). Parameter lingkungan perairan diukur pada setiap kali pengambilan sampel, meliputi salinitas (ppt), temperatur (DE), kecepatan arus (m0det), dan derajat keasaman (p-). &enis substrat ditentukan berdasarkan persentase pasir, lanau, dan lempung. #emudian dikelompokkan menggunakan diagram segitiga klasi,ikasi tanah. +nalisis jenis substrat dasar diukur menurut 1uchanan ()/64). +nalisis !ampel air laut dengan mengambil air laut seban$ak '5 ml dimasukkan ke dalam beker gelas )(( ml dan ditambahkan 5 ml -*?2 dipanaskan di atas hotplate dalam lemari asam lalu dipindahkan ke dalam labu ukur 5( ml kemudian mencatat absorbansin$a dari ++! (;ns%iasri, )//5). #emudian analisis sampel padat (kerang dan sedimen) dengan proses destruksi dan prosedur analisis logam berat Fe dengan ++! (+risandi, '(()). enentukan nilai ,aktor akumulasi dengan rumus :
Faktor akumulasi air laut
*ilai rata=rata logam pada biota . ,aktor akumulasi *ilai rata=rata logam pada air

Ga&)ar

12

Peta Bokasi Penelitian di !ungai !a$ung dan !ungai "onjol, #ec. !a$ung, #ab. Demak

!ampel sedimen diambil menggunakan $ra- sampler dimasukkan ke dalam botol plastik (-utagalung et al, )//4). !elanjutn$a sampel diba%a ke laboratorium untuk di analisis kandungan logam berat dengan menggunakan metode digesti asam (+P-+, )//'). !ampel kerang uji (2nadara $ranosa) diambil pada stasiun muara sungai seban$ak )5 = '( ekor pada setiap stasiun penelitian. !elanjutn$a sampel sedimen dan kerang dimasukkan ke dalam kantong plastik dan kemudian disimpan dalam ice boC. !elanjutn$a sampel diba%a ke laboratorium untuk di analisis

Faktor akumulasi sedimen


*ilai rata=rata logam pada biota . ,aktor akumulasi *ilai rata=rata logam pada sedimen

+nalisis jenis substrat ditentukan berdasarkan persentase pasir, lanau, dan lempung. menggunakan diagram segitiga klasi,ikasi tanah menurut 1uchanan ()/64). "asil ,an %e&)ahasan -asil analisis sampel air disajikan pada "ambar ' dan "ambar 2,

44

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr #andungan Fe di kedua sungai pada 1ulan &uli '()( menunjukkan nilai tertinggi 50 40 Fe mg/L 30 20 10 0 1 2 3 4 5 Bulan Juli Bulan November di %ila$ah hulu rendah sehingga terjadi proses pemekatan kandungan buangan limbah (termasuk Fe) dalam air sungai. !ebalikn$a pada 1ulan *opember '()) masuk pada musim penghujan atau musim angin barat. enurut oriart$ ()/66) logam berat akan bercampur di perairan melalui proses adsorpsi, emulsi dan pengenceran sebelum mengendap dalam substrat dasar. Penurunan kandungan logam berat Fe pada air di suatu lokasi bisa berubah karena dipengaruhi oleh hidrodinamika perairan %ila$ah tersebut seperti arus, pasang surut, dan gelombang. #enaikan nilai kandungan logam berat Fe di air selain karena akti8itas manusia di darat seperti pembuangan limbah hasil kegiatan industri di sekitar !ungai orosari dan !ungai "onjol juga karena pengaruh pasang surut dan arus sungai $ang mendistribusikan logam berat tersebut ke arah hilir. Fluktuasi kandungan logam Fe $ang terjadi antara 1ulan &uli dan *opember merupakan interaksi dari hasil buangan akti8itas manusia di darat dan adan$a ,aktor pasang surut dan arus $ang memba%a massa air dari hulu menuju muara sungai. #isaran kandungan logam Fe dalam air di !tasiun +4 dan +2 1ulan &uli '()( $aitu '5,'/ mg0l dan )',3)mg0l, serta !tasiun 1) bulan &uli berkisar 6,5' mg0l. *ilai tersebut melebihi nilai baku mutu air limbah $ang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Propinsi &a%a 7engah *omor )( tahun '((4 sebesar 5 mg0l untuk golongan ; $aitu s$arat bagi air limbah $ang dibuang ke badan penerima kelas ; (bahan baku air minum), ;; (sarana rekreasi), ;;; (budida$a) dan laut. -al ini menunjukkan pada !tasiun + (!ungai orosari) kemungkinan besar sumber pencemar berasal dari ka%asan pemukiman $ang bercampur dengan

Stasiun A Ga&)ar 32 #andungan Fe rata=rata dalam air di stasiun + !ungai orosari 20 15 10 5 0 1 2 3 4 5 6 Stasiun B Ga&)ar 42 #andungan Fe rata=rata dalam air di stasiun 1 !ungai "onjol #andungan logam Fe pada air berkisar antara ),25 F '5,'/ mg0l. #andungan Fe dalam air tertinggi pada periode pertama 1ulan &uli '()( di !tasiun +4 sebesar '5,'/ mg0l. stasiun +4 merupakan lokasi $ang dekat dengan area industr$ hal ini menguatkan dugaan bah%a sebagian besar sumber logam Fe di perairan tersebut berasal dari limbah buangan dari pabrik=pabrik $ang berlokasi di sekitar !ungai orosari dan !ungai "onjol. Pada 1ulan &uli '()( kandungan logam Fe cenderung lebih besar dari 1ulan *opember '()), salah satu ,aktorn$a $aitu pada 1ulan &uli '()( merupakan musim kemarau dimana 8olume air sungai Fe mg/L

Bulan

46

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr limbah industri, sedangkan pada !tasiun 1 (!ungai "onjol) sumber pencemar dari ka%asan industri. -asil analisis kandungan !edimen disajikan dalam bentuk histogram 80000 Fe mg/kg 60000 40000 20000 0 1 2 3 4 5 Stasiun A Ga&)ar 52 #andungan Fe rata=rata dalam sedimen di stasiun + !ungai orosari 80000 Fe mg/kg 60000 40000 20000 0 1 2 3 4 5 6 Stasiun B Ga&)ar 62 #andungan Fe rata=rata dalam sedimen di stasiun 1 !ungai "onjol +nalisis kandungan logam Fe pada sedimen berkisar antara )4.()4,)4 mg0kg F 36.(35,64 mg0kg. #andungan logam Fe pada sedimen tertinggi pada !tasiun +5 sebesar 36.(35,64 mg0kg. #andungan logam Fe $ang cukup tinggi tersebut diduga berasal dari hasil buangan limbah industri dan rumah tangga $ang berada disekitar !tasiun +5 $aitu di muara !ungai orosari. 7erjadi peningkatan nilai dari 1ulan &uli '()( hingga 1ulan *opember '()). Bulan Juli Bulan enurut 1r$an ()/43) kandungan logam berat pada sedimen umumn$a rendah pada musim kemarau dan tinggi pada musim penghujan. Pen$ebab tinggin$a kadar logam berat dalam sedimen pada musim penghujan kemungkinan disebabkan oleh tinggin$a laju erosi pada permukaan tanah $ang terba%a ke dalam badan sungai, sehingga sedimen dalam sungai $ang diduga mengandung logam berat akan terba%a oleh arus sungai menuju muara dan pada akhirn$a terjadi proses sedimentasi. #andungan logam berat dalam sedimen menunjukkan nilai kandungan $ang lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan logam berat di air. !edimen juga dikenal sebagai Gnutrient trapH dimana logam akan mudah terperangkap pada partikel sedimen. enurut Palar ()//4) kandungan logam berat dalam sedimen cenderung tinggi, hal ini dikarenakan oleh si,at logam berat di perairan $ang akan mengendap dalam jangka %aktu tertentu, dan kemudian terakumulasi di dasar perairan. Bebih lanjut dijelaskan oleh -utagalung ()//)), pengendapan terjadi karena berat jenis logam lebih tinggi dibandingkan dengan berat jenis air. #andungan logam berat di sedimen lebih tinggi daripada di air, diduga karena pengaruh proses ,isika, kimia, dan biologi $ang terjadi secara alamiah di perairan. !emakin kecil ukuran partikel, semakin besar kandungan logam beratn$a. -al ini disebabkan karena partikel sedimen $ang halus memiliki luas permukaan $ang besar dengan kerapatan ion $ang lebih stabil untuk mengikat logam berat pada partikel sedimen $ang lebih besar (!ahara, '((/). +min ('(('), men$atakan bah%a Akuran partikel sedimen berperan penting terhadap da$a akumulasi logam berat. Akuran butir

Bulan Bulan

4/

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr terkecil pada !ungai orosari ada pada stasiun di badan sungai begitu juga pada sungai "onjol. eningkatn$a konsentrasi logam berat di sedimen juga disebabkan karena kondisi daerah penelitian termasuk daerah estuaria. enurut !uprihar$ono ('((() daerah estuaria dan daerah pantai ban$ak mengandung bahan organik sehingga kandungan oksigenn$a menjadi rendah. -al ini $ang men$ebabkan da$a larut logam berat menjadi rendah dan cenderung untuk mengendap. assa jenis $ang dimiliki oleh logam juga akan men$ebabkan logam $ang mela$ang di perairan akan jatuh dan masuk kedalam sedimen. !ehingga ikatan logam berat dalam sedimen akan lebih besar dari kandungan logam pada air. ance ()/46) juga mengatakan bah%a secara normal, kandungan logam berat dalam sedimen akan lebih tinggi dibanding perairann$a, di samping karena keberadaan logam berat tersebut secara alami terdapat di batuan sedimen, tetapi juga karena si,at sedimen $ang lebih stabil dan cenderung menangkap logam berat $ang masuk ke perairan. enurut Palar ()//4) kandungan logam berat pada sedimen lebih tinggi dari perairan sebagai akibat dari arus sungai dan pasut $ang kuat sehingga mempengaruhi perubahan arus. #ondisi tersebut men$ebabkan logam Fe akan terakumulasi dan terdeposit ke arah muara sungai. 1an$akn$a kandungan logam Fe ini disebabkan si,at akumulati, dengan jangka %aktu $ang lama dan terus menerus pada sedimen $ang mempun$ai si,at relati, menetap dan tidak bergerak. 7inggin$a kandungan logam Fe pada sedimen karena kandungan logam Fe pada air cukup tinggi. 1erdasarkan 6uidelines 7or &denti73in$, 2ssessin$ and 5ana$in$ 8ontaminated !ediments in Ontario 'anada din$atakan bah%a tingkat kontaminasi pada sedimen $aitu 4(.((( mg0kg dan kandungan $ang melebihi dianggap terkontaminasi. !emua !tasiun + (!ungai orosari) serta sebagian besar !tasiun 1 (!ungai "onjol) pada !tasiun 1'=13 pada bulan *opember '()) memiliki nilai Fe pada sedimen $ang terakumulasi cukup tinggi. !umber pencemar diperkirakan berasal dari industri dan pemukiman %arga. !ampel kerang Darah (2nadara $ranosa) han$a ditemukan pada stasiun +4 dan 15. 1erdasarkan nilai rata=rata pada 1ulan &uli '()(, kandungan Fe tertinggi dalam sampel jaringan lunak kerang Darah ditemukan pada !tasiun 15 $aitu sebesar '.(36,'' mg0kg, sedangkan pada 1ulan *opember '()) nilai tertinggi ditemukan pada !tasiun +4 sebesar 6,'5 mg0kg. 2000 Fe mg/kg 1500 1000 500 0 Stasiun A4

Bulan

Ga&)ar 72 #andungan Fe rata=rata dalam kerang Darah (2nadara $ranossa) di stasiun + !ungai orosari 4000 Fe mg/kg 3000 2000 1000 0 Stasiun B5 Bulan

Ga&)ar 82 #andungan Fe rata=rata dalam kerang Darah (2nadara

5(

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr $ranossa) di !ungai "onjol stasiun 1 garam di daerah tersebut sedikit. #adar garam $ang rendah mengakibatkan pengendapan Fe dalam sedimen juga relati, rendah, tetapi akan terjadi peningkatan da$a toksik dan bioakumulasi Fe bagi biota di perairan tersebut. -asil pengukuran parameter ,isika= kimia perairan Ta)el 12 Parameter rata=rata ,isika=kimia lingkungan 1ulan &uli '()( dan 1ulan *opember '())
3:11 S+asiun 9 %ara&e+er A 3:1: B 66,45 3,''5 A '/',5 3,)44 B )35,2 3,/)3

1iota air $ang hidup dalam perairan tercemar logam berat dapat mengakumulasi logam berat $ang ada di perairan dalam jaringan tubuhn$a sehingga terjadilah proses bioakumulasi dan biomagni,ikasi $ang akan berimplikasi kepada manusia. anusia adalah pemegang posisi puncak 9top trophi! le+el: pada hampir semua rantai makanan dalam ekosistem. Dari hasil analisis logam Fe pada jaringan lunak #erang Darah (2nadara $ranosa) berkisar antara ).534,46) mg0kg F '.(36,''3 mg0kg. *ilai ,aktor akumulasi pada air berkisar 3),/ F 344,2 pada 1ulan &uli dan 52,)F)6,4 pada 1ulan *opember, serta pada sedimen (,(2F(,(/ pada 1ulan &uli dan (,((' F(,(() pada 1ulan *opember. +kumulasi tertinggi melalui absorpsi langsung logam berat $ang terdapat dalam air, kemungkinan kerang Darah di sungai orosari dan "onjol hidup di permukaan sedimen sehingga akumulasi lebih tinggi dari air daripada sedimen, oleh karena itu organisme $ang hidup dalam perairan $ang tercemar logam berat, jaringan tubuhn$a akan mengandung logam berat pula. !alinitas dapat mempengaruhi keberadaan logam berat di perairan, apabila terjadi penurunan salinitas maka akan men$ebabkan peningkatan da$a toksik logam berat dan tingkat bioakumulasi logam berat semakin besar. #andungan rata=rata salinitas di !tasiun + (!ungai orosari) lebih rendah dari !tasiun 1 bekisar antara 2,//2 I hingga )),52 I, sedangkan !tasiun 1 (!ungai "onjol) antara '(,) I hingga )4,4/ I. !alinitas pada daerah sebelum industri sungai orosari dan "onjol sangat rendah, dikarenakan memang kandungan

Tur)i,i+as 24(,5 3,5'

;"

Salini+as 2,// (< '(,() )),52 )4,4/

Te&;era+ur '6,() (o # 5,3)5 4,4/6 (,'45 4,54 (,'24 5,6/ (,4)5 '6,''2 2(,'4' 2(,346

DO (;;&

Arus (&9s (,)36

Ke,ala&an J )m (&

J)m

J)m

J)m

!uhu perairan mempengaruhi proses kelarutan logam berat $ang masuk ke perairan. -al ini karena semakin tinggi suhu perairan kelarutan logam berat semakin tinggi juga. -asil pengukuran parameter lingkungan dari di !tasiun + (!ungai orosari) nilai rata=rata temperaturn$a tinggi $aitu '6,(' (E

5)

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr sampai 2(,'4 (E, sedangkan !tasiun 1 (!ungai "onjol) antara '6,'' (E hingga 2(,34 (E. Perbedaan $ang tidak terlalu tinggi mengakibatkan nilai logam berat Fe $ang ada tidak terlalu di pengaruhi perbedaan suhu antara kedua sungai. *ilai pjuga mempengaruhi konsentrasi logam berat di perairan, dalam hal ini kelarutan logam berat akan lebih tinggi pada p- $ang lebih rendah, sehingga mengakibatkan toksisitas logam berat semakin tinggi. *amun pada penelitian kali ini nilai p- pada !tasiun + (!ungai orosari) rata=rata 3,5' hingga 3,)4, sedangkan pada !tasiun 1 (!ungai "onjol) antara 3,)4 hingga 3,/) artin$a rata=rata p- kedua sungai hampir sama sehingga nilai kelarutan dan toksisitas logam berat Fe $ang dipengaruhi oleh phampir sama. ?ksigen terlarut (D?) tercatat pada kondisi $ang masih normal, nilai D? terendahn$a berada pada daerah mendekati pantai. enurut Peraturan Pemerintah *o.'( 7ahun )//( tentang standar kualitas air di perairan umum $aitu dis$aratkan lebih dari 2. 9endahn$a kandungan oksigen pada daerah tersebut, menjadi indikator adan$a pencemaran perairan (&a$a, '((5). 1erdasarkan hasil pengukuran kandungan oksigen terlarut menunjukkan bah%a pada stasiun + (!ungai orosari) rata=rata 4,54 ppm hingga 5,3) ppm, sedangkan pada stasiun 1 (!ungai "onjol) antara 4,4/ ppm hingga 5,6/ ppm. #ondisi jenis substrat berdasarkan analisis ukuran butir $ang telah dilakukan pada sedimen dari tiap stasiun disajikan dalam 7abel 4. Pada !tasiun +) didapatkan nilai 6(,46K sand, !tasiun +' dengan nilai sand 3),/2K dan silt 24,64K maka masuk pada silt$sand, !tasiun +2, +4, dan +5 juga bersubstrat silt3sand 1erdasarkan hasil analisis tekstur sedimen di daerah penelitian terdapat ' tipe substrat dasar $aitu pasir belumpur 9silt3 sand: dan pasir 9sand: &enis=jenis substrat ini disajikan selengkapn$a pada Bampiran. #ondisi substrat $ang didominasi oleh pasir berlumpur ini menunjukkan bah%a substrat di daerah penelitian ini terjadi sedimentasi $ang cukup tinggi. !edimentasi $ang terjadi diduga berasal dari kegiatan manusia di hulu sungai dan erosi tanah di sekitar pantai serta adan$a kegiatan seperti pembangunan perumahan maupun tempat %isata di daerah tersebut. Ta)el 32 &enis substrat berdasarkan analisis ukuran butir

%
S+asiun

Ukuran Butir

Jenis Su)s+ra+

A1

80,48% %and 61,93% %ilt3 %and 59,55% %ilt3 %and 61,93% %ilt3 %and 73,92% %ilt3 %and 75,88% %and 79,38% %and 49,14% %ilt3 %and

A3

A4

A5

A6

B1

B3

B4

5'

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr B5

45,75% %ilt3 %and 48,34% %ilt3 %and 59,12% %and3 %ilt

B6

B7

!ungai orosari dan "onjol 1ulan &uli '()( melebihi nilai baku mutu air limbah $ang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Propinsi &a%a 7engah nomor )( tahun '((4 $aitu 5 mg0l. 1atas toleransi pada sedimen $aitu 4(.((( mg0kg dan kandungan $ang melebihi ada pada !ungai orosari serta !ungai "onjol pada bulan *opember '()). U#A%AN TERIMAKASI" Penulis mengucapkan ban$ak terima kasih kepada 1apak Dr. ;r. 1ambang Lulianto, DM+ serta ;r. !ri !edjati, .!i selaku dosen pembimbing $ang selalu memberikan saran dan masukan dalam pembuatan jurnal ilmiah ini. Penulis juga men$ampaikan terimakasih kepada semua pihak $ang membantu untuk pembuatan artikel ini. DAFTAR %USTAKA +min, 1intal. '(('. Distribusi logam berat Pb, Eu, dan Nn pada !edimen= sedimen di perairan 7elaga 7ujuh #arimun #epulauan 9iau. &urnal *atur ;ndonesia, )4:23=4'. +P-+. )//'. !tandart ethod ,or 7he MCamination o, :ater and :aste%ater. )6th edition. :ashington. 1r$an, ".:. )/43. Eontamination in 9. &ohson (Md). Bondon +cademic )42 p. -ea8$ etal the !ea dalam arine Pollution. Press : Bondon,

Pathansali ()/33) dalam 1room ()/6') mengatakan bah%a #erang Darah (2nadara $ranosa) ditemukan pada substrat lumpur berpasir, namun populasi tertinggi ditemukan pada substrat berlumpur. !emakin kecil ukuran partikel sedimen akan semakin tinggi kandungan logam berat $ang ada di dalamn$a karena mempun$ai da$a akumulasi $ang tinggi. Akuran partikel sedimen berperan penting terhadap da$a akumulasi logam berat (+min, '(('). KESIM%ULAN #andungan logam berat Fe dalam air, sedimen dan jaringan lunak kerang Darah 2nadara $ranossa di uara !ungai orosari dan !ungai "onjol, #ec. !a$ung, #ab. Demak tertinggi dalam air terjadi pada 1ulan &uli '()( di !ungai orosari (/,34 mg0l) dan di !ungai "onjol (2.(45 mg0l). #andungan logam berat Fe pada sedimen tertinggi dan mele%ati batas toleransi terjadi pada bulan *opember '()) $aitu pada !ungai orosari (23.43),3' mg0kg), dan pada !ungai "onjol (5).))4,44 mg0kg). 1erdasarkan nilai rata=rata logam Fe tertinggi pada #erang Darah (2nadara $ranosa) terjadi pada pada 1ulan &uli '()( (6'),62 mg0kg). 7ingkat pencemaran logam berat Fe dalam air, sedimen dan jaringan lunak kerang Darah 2nadara $ranossa di uara !ungai orosari dan !ungai "onjol, #ec. !a$ung, #ab. Demak pada sampel air

1room,

.&. )/6'. !tructure and !easonalit$ in ala$sian ud,at Eommunit$ Mstuarine Eoastal and !hel, !ceine

52

Journal Of Marine Research. Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013, Halaman 45-54 Online di: http://ejournal-s1 undip a! id/inde" php/jmr oriart$, F. )/66. McotoCc$colog$. 7he !tud$ o, Polutant in Mcos$stems. 'th ed +cademic Press. ;nc Bondon, '4) p. Palar, -. )//4. Pencemaran dan 7oksikologi Bogam 1erat. P7. 9ineka Eipta. &akarta, )5' hlm.

1uchanan, &.1. )/64. !ediment +nal$sis in ethod ,or the !tud$ o, arine 1enthos. Md : -olme, *.+. and +.D. c ;nt$re. 1lack%ell !cienti,ic Publ. ?C,ord, '34 p. Darmono, '((). Bingkungan -idup dan Pencemaran -ubungann$a dengan 7oksikologi !en$a%a Bogam. A;=Press, &akarta, 64 hlm. OOOOOOO, '((/. Farmasi Forensik dan 7oksikologi. A; Press, &akarta, 43 hlm. -adi, !. )/6(. etodologi 9esearch. La$asan Penerbit Fakultas Psikologi A" . Log$akarta, 6/ hlm.

9on@uillo, A. '((/. engatasi Nat 1esi (Fe) 7inggi dalam +ir. http:00ad8ancebpp.%ordpress.co m0'((/0(40)30mengatasi=Rat= besi=,etinggi=dalam=air ('3 +pril '()'). !ahara, M. '((/. Distribusi Pb dan Eu pada berbagai ukuran partikel sediimen di Pelabuhan 1enoa. 1ali. !uprihar$ono. '(((. Pelestarian dan Pengelolaan !umber Da$a +lam di :ila$ah Pesisir 7ropis. P7. "ramedia, &akarta, 244 hlm.

-utagalung, -.P. )//). Pencemaran Baut ?leh Bogam 1erat dalam 1eberapa Perairan ;ndonesia. Puslitbang. ?seanogra,i B;P;. &akarta, hlm 3=)(. OOOOOOOOO, -.P. et al. )//4. etode +nalisa +ir Baut, !edimen dan 1iota. 1uku '. P2?=B;P;. &akarta. &a$a, -.! . '((5 Pro,il stabilitas Mmulsi Fraksi 9ingan in$ak 1umi dalam air dengan penambahan sur,aktan nonionik. P!kripsiQ. Fakultas matematika dan ;lmu Pengetahuan +lam, ;nstitut Pertanian 1ogor, 1ogor. ance, ". )/46. Polution 7hread o, 7he -ea8$ etal in +@uatic Mn8ironment. Page 1ross Bimited. "reat 1ritaine, 24) p.

54