Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi lensa, denaturasi protein lensa, ataupun keduanya.1 Katarak berasal dari bahasa Yunani Katarrakhies, Inggris cataract dan Latin cataracta yang berarti air terjun. Mungkin sekali karena pasien katarak seakan-akan melihat sesuatu seperti tertutup oleh air terjun di depan matanya.2 Katarak dapat terjadi akibat pengaruh kelainan kongenital atau penyulit mata lokal menahun, dan bermacam-macam penyakit mata dapat mengakibatkan katarak, seperti glaucoma, ablasi, u eitis dan retinitis pigmentosa. !erdasarkan usia terjadinya, katarak dapat dibedakan menjadi ", yaitu katarak kongenital, katarak ju enil dan katarak senilis. katarak kongenital adalah katarak yang sudah terlihat pada usia di ba#ah 1 tahun, katarak ju enile adalah katarak yang terjadi sesudah usia 1 tahun dan katarak senilis merupakan katarak setelah usia $% tahun.1,2 Katarak bilateral pada anak merupakan penyebab terbanyak yang dapat mengakibatkan kebutaan pada anak di seluruh dunia, yang angkanya diperkirakan $& sampai 2%&. 'ada negara berkembang, pre alensi kebutaan karena katarak semakin meningkat, yaitu sekitar 1 sampai ( per 1%.%%% anak. )i *#eden, insidensinya dilaporkan "+ per 1%%.%%% kelahiran. ,ambaran yang sama juga dilaporkan di -merika *erikat. Katarak pada anak merupakan penyebab penting yang dapat menyebabkan ambliopia dan strabismus." )i -sia, sebanyak 1 juta anak mengalami kebutaan karena katarak, di negara berkembang seperti India, sebanyak .,(&-1$,"& anak-anak mengalami kebutaan karena katarak. 're alensi katarak pada anak-anak adalah sekitar 1-1$/1%%% anak.(
*ebagian besar katarak timbul pada usia senja sebagai akibat pajanan secara terus menerus terhadap lingkungan dan sedangkan katarak ju enil timbul di usia muda pengaruh lainnya seperti herediter, radiasi ultra iolet, dan peningkatan kadar gula darah. tidak kalah penting katarak ju enil juga merupakan kekeruhan lensa yang konsistensinya seperti bubur.1,2

Katarak merupakan gangguan penglihatan yang dapat berkembang secara progresi0 dan menjadi penyebab kebutaan di dunia saat ini. Katarak memiliki morbiditas isualyang bersi0at re ersibel sehingga deteksi dini, monitor ketat, dan inter ensi pembedahan harus tercakaup dalam tatalaksana katarak.1,2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi
Katarak adalah suatu keadaan di mana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh. Katarak ju enil merupakan katarak yang mulai terbentuk pada usia kurang dari 1 tahun dan lebih dari " bulan. ( 'ada katarak ju enil terjadi penurunan penglihatan secara bertahap dan kekeruhan lensa terjadi pada saat masih terjadi perkembangan serat- serat lensa sehingga konsistensinya lembek seperti bubur atau soft cataract. Mulai terbentuknya pada usia kurang dari (% tahun dan lebih dari " bulan. Katarak ju enil biasanya merupakan lanjutan katarak kongenital. $

2.2. Anatomi dan Fisiologi Lensa 2.2.1. Anatomi Lensa Lensa K istalina No mal Lensa kristalina adalah sebuah struktur yang transparan dan bikon eks yang memiliki 0ungsi untuk mempertahankan kejernihan, re0raksi cahaya, dan

memberikan akomodasi. Lensa tidak memiliki suplai darah atau iner asi setelah perkembangan janin dan hal ini bergantung pada a2ueus humor untuk memenuhi kebutuhan metaboliknya serta membuang sisa metabolismenya. Lensa terletak posterior dari iris dan anterior dari korpus itreous. 'osisinya dipertahankan oleh 3onula 4innii yang terdiri dari serat-serat yang kuat yang menyokong dan melekatkannya pada korpus siliar. Lensa terdiri dari kapsula, epitelium lensa, korteks dan nukleus.+,. Kutub anterior dan posterior dihubungkan dengan sebuah garis imajiner yang disebut aksis yang mele#ati mereka. ,aris pada permukaan yang dari satu kutub ke kutub lainnya disebut meridian. 5kuator lensa adalah garis lingkar terbesar. Lensa dapat mere0raksikan cahaya karena indeks re0raksinya, secara normal sekitar 1,( pada bagian tengah dan 1,"+ pada bagian peri0er yang berbeda dari a2ueous humor dan itreous yang mengelilinginya. 'ada keadaan tidak berakomodasi, lensa memberikan kontribusi 1$-2% dioptri 6)7 dari sekitar +% ) seluruh kekuatan re0raksi bola mata manusia. *isanya, sekitar (% ) kekuatan re0raksinya diberikan oleh udara dan kornea.+,. Lensa terus bertumbuh seiring dengan bertambahnya usia. *aat lahir, ukurannya sekitar +,( mm pada bidang ekuator, dan ",$ mm anteroposterior serta memiliki berat 1% mg. 'ada lensa de#asa berukuran 1 mm ekuator dan $ mm anteroposterior serta memiliki berat sekitar 2$$ mg. Ketebalan relati0 dari korteks meningkat seiring usia. 'ada saat yang sama, kelengkungan lensa juga ikut bertambah, sehingga semakin tua usia lensa memiliki kekuatan re0raksi yang semakin bertambah. 8amun, indeks re0raksi semakin menurun juga seiring usia, hal ini mungkin dikarenakan adanya partikel-partikel protein yang tidak larut. Maka, lensa yang menua dapat menjadi lebih hiperopik atau miopik tergantung pada keseimbangan 0aktor-0aktor yang berperan.+,.

,ambar 2.1. !entuk Lensa dan 'osisinya pada Mata Ka!s"la Kapsula lensa memiliki si0at yang elastis, membran basalisnya yang transparan terbentuk dari kolagen tipe I9 yang ditaruh di ba#ah oleh sel-sel epitelial. Kapsula terdiri dari substansi lensa yang dapat mengkerut selama perubahan akomodati0. Lapis terluar dari kapsula lensa adalah lamela 3onularis yang berperan dalam melekatnya serat-serat 3onula. Kapsul lensa tertebal pada bagian anterior dan posterior preekuatorial dan tertipis pada daerah kutub posterior sentral di mana memiliki ketipisan sekitar 2-( m. Kapsul lensa anterior lebih tebal dari kapsul posterior dan terus meningkat ketebalannya selama kehidupan.+,. Se at #on"la Lensa disokong oleh serat-serat 3onular yang berasal dari lamina basalis dari epitelium non-pigmentosa pars plana dan pars plikata korpus siliar. *eratserat 3onula ini memasuki kapsula lensa pada regio ekuatorial secara kontinu. *eiring usia, serat-serat 3onula ekuatorial ini beregresi, meninggalkan lapis anterior dan posterior yang tampak sebagai bentuk segitiga pada potongan melintang dari cincin 3onula.+,.
4

E!itel Lensa :erletak tepat di belakang kapsula anterior lensa, lapisan ini merupakan lapisan tunggal dari sel-sel epitelial. *el-sel ini secara metabolik akti0 dan melakukan semua akti itas sel normal termasuk biosintesis )8-, ;8-, protein dan lipid. *el-sel ini juga menghasilkan -:' untuk memenuhi kebutuhan energi dari lensa. *el-sel epitelial akti0 melakukan mitosis dengan akti0itas terbesar pada sintesis )8- pramitosis yang terjadi pada cincin di sekitar anterior lensa yang disebut 3ona germinati um. *el-sel yang baru terbentuk ini bermigrasi menuju ekuator di mana sel-sel ini melakukan di0erensiasi menjadi serat-serat. )engan sel-sel epitelial bermigrasi menuju bo# region dari lensa, maka proses di00erensiasi menjadi serat lensa dimulai.+,. Mungkin, bagian dari perubahan mor0ologis yang paling dramatis terjadi ketika sel-sel epitelial memanjang membentuk sel serat lensa. 'erubahan ini terkait dengan peningkatan massa protein selular pada membran untuk setiap indi idu sel-sel serat. 'ada #aktu yang sama, sel-sel kehilangan organelorganelnya, termasuk inti sel, mitokondria, dan ribosom. <ilangnya organelorganel ini sangat menguntungkan, karena cahaya dapat melalui lensa tanpa tersebar atau terserap oleh organel-organel ini. !agaimana pun, karena serat-serat sel lensa yang baru ini kehilangan 0ungsi metaboliknya yang sebelumnya dilakukan oleh organel-organel ini, kini serat lensa terganting dari energi yang dihasilkan oleh proses glikolisis.+,. Ko te$s dan N"$le"s :idak ada sel yang hilang dari lensa sebagaimana serat-serat baru diletakkan, sel-sel ini akan memadat dan merapat kepada serat yang baru saja dibentuk dengan lapisan tertua menjadi bagian yang paling tengah. !agian tertua dari ini adalah nukleus 0etal dan embrional yang dihasilkan selama kehidupan embrional dan terdapat pada bagian tengah lensa. !agian terluar dari serat adalah yang pertama kali terbentuk dan membentuk korteks dari lensa.+,.

,ambar 2.2. -natomi Lensa 2.2.2. Fisiologi Lensa Kristal lensa merupakan struktur yang transparan mempunyai peranan yang penting dalam mekanisme 0ocus pada penglihatan. =isiologi lensa meliputi aspek transparansi lensa, akti itas metebolisme lensa dan akomodasi.> Keseim%angan Ai dan Kation Lensa -spek 0isiologi terpenting dari lensa adalah mekanisme yang mengatur keseimbangan air dan elektrolit lensa yang sangat penting untuk menjaga kejernihan lensa. Karena kejernihan lensa sangat tergantung pada komponen struktural dan makromolekular, gangguan dari hidrasi lensa dapat menyebabkan kekeruhan lensa. :elah ditentukan bah#a gangguan keseimbangan air dan elektrolit bukanlah gambaran dari katarak nuklear. 'ada katarak kortikal, kadar air meningkat secara bermakna.> Lensa manusia normal mengandung sekitar ++& air dan ""& protein dan perubahan ini terjadi sedikit demi sedikit dengan bertambahnya usia. Korteks lensa menjadi lebih terhidrasi daripada nukleus lensa. *ekitar $& olume lensa adalah air yang ditemukan diantara serat-serat lensa di ruang ekstraselular. Konsentrasi natrium dalam lensa dipertahankan pada 2%mM dan konsentrasi kalium sekitar 12% mM. Kadar natrium dan kalium disekeliling a2ueous humor dan itrous humor cukup berbeda? natrium lebih tinggi sekitar 1$% mM di mana kalium sekitar $ mM.>

E!iteli"m Lensa & Tem!at T ans!o t A$tif Lensa bersi0at dehidrasi dan memiliki kadar ion kalium 6K @7 dan asam amino yang lebih tinggi dari a2ueous dan itreus di sekelilingnya. *ebaliknya, lensa mengandung kadar ion natrium 68a@7 ion klorida 6Al-7 dan air yang lebih sedikit dari lingkungan sekitarnya. Keseimbangan kation antara di dalam dan di luar lensa adalah hasil dari kemampuan permeabilitas membran sel-sel lensa dan akti0itas dari pompa 68a@, K@-:'ase7 yang terdapat pada membran sel dari epitelium lensa dan setiap serat lensa. =ungsi pompa natrium bekerja dengan cara memompa ion natrium keluar dari dan menarik ion kalium ke dalam. Mekanisme ini tergantung dari pemecahan -:' dan diatur oleh en3im 8a@, K@-:'ase.>,1 Keseimbangan ini mudah sekali terganggu oleh inhibitor spesi0ik -:'ase ouabain. Inhibisi dari 8a@, K@-:'ase akan menyebabkan hilangnya keseimbangan kation dan meningkatnya kadar air dalam lensa. Balaupun 8a @, K@ -:'ase terhambat pada perkembangan katarak kortikal masih belum jelas, beberapa studi telah menunjukkan penurunan akti0itas 8a@, K@--:'ase, sedangkan yang lainnya tidak tidak menunjukkan perubahan apa pun. )an studi-studi lain telah memperkirakan bah#a permeabilitas membran meningkat seiring dengan perkembangan katarak.>,1 Teo i Ke%o'o an Pom!a Kombinasi dari transport akti0 dan permeabilitas membran seringkali dihubungkan dengan sistem kebocoran pompa pada lensa. Menurut teori ini, kalium dan molekul-molekul lainnya seperti asam-asam amino secara akti0 ditransport ke anterior lensa melalui epitelium. Kemudian berdi0usi keluar dengan gradien konsentrasi melalui belakang lensa.di mana tidak ada sistem transport akti0. Kebalikannya, natrium mengalir melalui belakang lensa dengan sebuah gradien konsentrasi yang kemudian secara akti0 diganti dengan kalium melalui epitelium. *ebagai pendukung teori ini, gradien anteroposterior ditemukan untuk kedua ionC kalium terkonsentrasi pada anterior lensa, dan natrium pada bagian posterior lensa. Kondisi seperti pendinginan yang menginakti0asi pompa en3im tergantung energi juga mengganggu gradien ini. Kebanyakan akti0itas dari 8a @, K@-:'ase ditemukan dalam epitelium lensa. Mekanisme transport akti0 akan hilang jika kapsul dan epitel yang menempel dilepaskan dari lensa, tetapi tidak
7

terjadi jika hanya kapsul saja yang dilepaskan melalui degradasi en3imatik dengan kolagenase. :emuan-temuan ini mendukung hipotesis yang menyatakan bah#a epitel adalah tempat primer untuk transport akti0 pada lensa. 8atrium dipompakan keluar menuju a2ueous humor dari dalam lensa, dan kalium masuk dari a2ueous humor ke dalam lensa. 'ada permukaan posterior lensa 6lensa- itreus7, perpindahan solut terjadi secara di0usi pasi0. ;ancangan asimetris ini bermani0estasi dalam gradien natrium dan kalium sepanjang lensa dengan konsentrasi kalium lebih tinggi pada depan lensa dan lebih rendah di belakang lensa. )an kebalikannya konsentrasi natrium lebih tinggi di belakang lensa daripada di depan. !anyak dari di0usi-di0usi ini terjadi pada lensa melalui sel ke sel dengan taut antar sel resistensi rendah.>,1 Keseimbangan kalsium juga penting untuk lensa. Kadar normal intrasel dari kalsium dalam lensa adalah sekitar "% mM di mana kadar kalsium di luar mendekati 2 M !esarnya gradien transmembran kalsium dipertahankan secara primer oleh pompa kalsium 6Aa2@ -:'ase7. Membran sel lensa juga secara relati0 tidak permeabel terhadap kalsium. <ilangnya homeostasis kalsium akan sangat mengganggu metabolisme lensa. 'eningkatan kadar kalsium dapat berakibat pada beberapa perubahan meliputi tertekannya metabolisme glukosa, pembentukan agregat protein dengan berat molekul tinggi dan akti asi protease yang destrukti0.>,1 :ransport membran dan permeabilitas juga termasuk perhitungan yang penting pada nutrisi lensa. :ransport akti0 asam-asam amino mengambil tempat pada epitel lensa dengan mekanisme tergantung pada gradien natrium yang diba#a oleh pompa natrium. ,lukosa memasuki lensa melalui sebuah proses di0usi ter0asilitasi yang tidak secara langsung terhubung oleh sistem transport akti0. <asil buangan metabolisme meninggalkan lensa melalui di0usi sederhana. !erbagai macam substansi seperti asam askorbat, myo-inositol dan kolin memiliki mekanisme transport yang khusus pada lensa.>,1 A$omodasi Lensa =ungsi utama lensa adalah mem0okuskan berkas cahaya ke retina. untuk mem0okuskan cahaya yang datang dari jauh, otot-otot siliaris relaksasi,

menegangkan serat 3onula dan memperkecil diameter anteroposterior lensa sampai ukurannya yang terkecil? dalam posisi ini, daya re0raksi lensa diperkecil sehingga berkas cahaya parallel akan ter0okus ke retina. untuk mem0okuskan cahaya dari benda dekat, otot siliaris berkontraksi sehingga tegangan 3onula berkurang. Kapsul lensa yang elastic kemudian mempengaruhi lensa menjadi lebih s0eris diiringi oleh peningkatan daya biasnya. Kerjasama 0isiologik antara korpus siliaris, 3onula dan lensa untuk mem0okuskan benda dekat ke retina dikenal sebagai akomodasi. *eiring dengan pertambahan usia, kemampuan re0raksi lensa perlahan-lahan berkurang.>,1 ,angguan pada lensa adalah kekeruhan 6katarak perkembangan maupun pertumbuhan misalnya kongenital atau ju enil, degenerati0 misalnya katarak senile, komplikata, trauma7, distorsi, dislokasi, dan anomali geometrik. 'asien yang mengalami gangguan-gangguan tersebut mengalami kekaburan penglihatan tanpa nyeri. 'emeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan ketajaman penglihatan dan dengan melihat lensa melalui slitlamp, o0talmologi, senter tangan atau kaca pembesar, dan sebaiknya dengan pupil dilatasi.>,1

,ambar 2.". -komodasi Lensa

2.(. Etiologi 'enyebab sebenarnya dari katarak ju enil belum diketahui dan pada kasuskasus yang ditemukan biasanya bersi0at 0amilial, jadi sangat penting untuk mengetahui ri#ayat keluarga pasien secara detil. Katarak dapat ditemukan tanpa adanya kelainan mata atau sistemik 6katarak senilis, katarak ju enil, katarak herediter7 atau kelainan kongenital mata. Katarak disebabkan oleh berbagai macam 0aktor seperti11,12 C =isik Kimia 'enyakit predisposisi ,enetik dan gangguan perkembangan In0eksi irus dimasa pertumbuhan janin Dsia Katarak ju enil biasanya merupakan penyulit penyakit sistemik ataupun metabolik dan penyakit lainnya seperti1%,11 C 1. Katarak metabolik katarak diabetik dan galaktosemik katarak hipokalsemik 6tetani7 katarak de0isiensi gi3i katarak aminoasiduria

2. Etot C distro0i miotonik ". Katarak traumatik (. Katarak komplikata kelainan kongenital dan herediter 6mikro0talmia, aniridia, dan lain-lain7 katarak degenerati0 6dengan miopia dan distro0i itreoretinal7 katarak anoksik toksik 6kortikosteroid sistemik atau topikal, ergot, dan lain-lain7 katarak radiasi

10

lain-lain kelainan kongenital, sindrom tertentu, disertai kelainan kulit, tulang dan kromosom.

2.). Diagnosis Katarak antara lain.,1,11,12 C 1. 'andangan kabur Kekeruhan lensa mengakibatkan penurunan penglihatan yang progresi0 atau berangsur-angsur dan tanpa nyeri, serta tidak mengalami kemajuan dengan pin-hole. didiagnosa melalui anamnesis, pemeriksaan 0isik, dan pemeriksaan penunjang yang lengkap. Keluhan yang memba#a pasien datang

,ambar 2.(. Kekeruhan lensa pada pasien katarak 2. 'englihatan silau 'enderita katarak sering kali mengeluhkan penglihatan yang silau dengan tingkat kesilauannya berbeda-beda mulai dari sensiti0itas kontras yang menurun dengan latar belakang yang terang hingga merasa silau di siang hari atau merasa silau terhadap lampu mobil yang berla#anan arah atau sumber cahaya lain yang mirip pada malam hari. Keluhan ini sering kali muncul pada penderita katarak kortikal. ". *ensiti0itas terhadap kontras *ensiti0itas terhadap kontras menentukan kemampuan pasien dalam mengetahui perbedaan-perbedaan tipis dari gambar-gambar yang berbeda #arna, penerangan dan tempat. Aara ini akan lebih menjelaskan 0ungsi mata sebagai

11

optik dan uji ini diketahui lebih bagus daripada menggunakan bagan *nellen untuk mengetahui kepastuian 0ungsi penglihatan, namun uji ini bukanlah indikator spesi0ik hilangnya penglihatan yang disebabkan oleh adanya katarak. (. Miopisasi 'erkembangan katarak pada a#alnya dapat meningkatkan kekuatan dioptri lensa, biasanya menyebabkan derajat miopia yang ringan hingga sedang. 8amun setelah sekian #aktu bersamaan dengan memburuknya kualitas lensa,rasa nyaman ini berangsur menghilang dan diikuti dengan terjadinya katarak sklerotik nuklear. 'erkembangan miopisasi yang asimetris pada kedua mata bisa menyebabkan anisometropia yang tidak dapat dikoreksi lagi, dan cenderung untuk diatasi dengan ekstraksi katarak. $. 9ariasi )iurnal 'englihatan 'ada katarak sentral, kadang-kadang penderita mengeluhkan penglihatan menurun pada siang hari atau keadaan terang dan membaik pada senja hari, sebaliknya paenderita katarak kortikal peri0er kadang-kadang mengeluhkan pengelihatan lebih baik pada sinar terang dibanding pada sinar redup. +. )istorsi Katarak dapat menimbulkan keluhan benda bersudut tajam menjadi tampak tumpul atau bergelombang. .. <alo 'enderita dapat mengeluh adanya lingkaran ber#arna pelangi yang terlihat disekeliling sumber cahaya terang, yang harus dibedakan dengan halo pada penderita glaukoma. >. )iplopia monokuler ,ambaran ganda dapat terbentuk pada retina akibat re0raksi ireguler dari lensa yang keruh, menimbulkan diplopia monokular, yang dibedakan dengan diplopia binokular dengan cover test dan pin hole.

12

1. 'erubahan persepsi #arna 'erubahan #arna inti nucleus menjadi kekuningan menyebabkan perubahan persepsi #arna, yang akan digambarkan menjadi lebih kekuningan atau kecoklatan dibanding #arna sebenarnya. 1%. !intik hitam 'enderita dapat mengeluhkan timbulnya bintik hitam yang tidak bergerakgerak pada lapang pandangnya. )ibedakan dengan keluhan pada retina atau badan itreous yang sering bergerak-gerak. !eberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk melihat tanda dari katarak11C 1. 'emeriksaan ketajaman penglihatan Ketajaman penglihatan dapat ber ariasi mulai dari +/1 sampai hanya persepsi cahaya, tergantung pada lokasi dan maturitas katarak. 2. Iluminasi oblik 'emeriksaan iluminasi oblik dapat memperlihatkan #arna lensa di daerah pupil yang ber ariasi dari setiap jenis katarak. ". Iris shadow test Ketika cahaya disinarka ke pupil, akan terbentuk bayangan berebentuk bulan sabit (crescenteric shadow) di tepi pupil pada lensa yang keruh keabuan, selama masih ada korteks yang jernih dianatara kekeruhan dan tepi pupil, sebagaimana digambarakan seperti berikut iniC

13

,ambar 2.$. ,ambaran diagramatik iris shadow padaC katarak imatur 6-7 dan tidak terbentuk iris shadow pada katarak matur 6!7. Ketika lensa jernih atau keruh secara keseluruhan, maka tidak terbentuk iris shadow. Iris shadow tersebut merupakan tanda dari katarak imatur. (. 'emeriksaan o0talmoskop langsung 'ada media tanpa kekeruhan akan tampak re0leks 0undus yang ber#arna kuning kemerahan, sedangkan pada lensa dengan kekeruhan parsial akan tampak bayangan hitam yang berla#anan dengan cahaya kemerahan tersebut pada area yang keruh. $. 'emeriksaan slit-lamp 'emeriksaan dengan slit-lamp dilakukan dengan dilatasi pupil.

'emeriksaan ini memberikan gambaran menegenai mor0ologi kekeruhan 6lokasi, ukuran, bentuk, pola #arna, dan kepadatan dari nukleus7. 'engelompokan berdasarkan konsistensi nukleus penting dalam parameter ekstraksi lensa teknik 0akoemulsi0ikasi. !erdasarkan hasil pemeriksaan slit-lamp, konsistensi nukleus dapat dikelompokkan seperti tabel berikut iniC

14

Ting$at $onsistensi* $e!adatan Ting$at 1 Ting$at 2 Ting$at ( Ting$at ) Ting$at ,

Des$ i!si $onsistensi Lunak Lunak-agak padat -gak padat 'adat *angat padat

+a na n"$le"s 'utih atau kuning kehijauan Kekuningan Kuning Kecokelatan Kehitaman

:abel 2.1. 'engelompokan konsistensi/kepadatan nuleus berdasarkan pemeriksaan slit-lamp 2.,. Penatala$sanaan 2.,.1. Penata$sanaan Non-Beda.2/11 1. :erapi 'enyebab Katarak 'engontrolan penyakit lain yang menjadi penyebab, menghentikan konsumsi obat-obatan yang bersi0at kataraktogenik seperti kortikosteroid, 0enotiasin, dan miotik kuat, menghindari iradiasi 6in0ra merah atau sinar-F7 dapat memperlambat atau mencegah terjadinya proses kataraktogenesis. *elain itu penanganan lebih a#al dan adekuat pada penyakit mata seperti u eitis dapat mencegah terjadinya katarak komplikata. 2. Memperlambat 'rogresi itas !eberapa preparat yang mengandung kalsium dan kalium digunakan pada katarak stadium dini untuk memperlambat progresi itasnya, namun sampai sekarang mekanisme kerjanya belum jelas. *elain itu juga disebutkan peran itamin 5 dan aspirin dalam memperlambat proses kataraktogenesis.

". 'enilaian terhadap 'erkembangan 9isus a7 ;e0raksi? dapat berubah sangat cepat, sehingga harus sering dikoreksi. b7 'engaturan pencahayaan? pasien dengan kekeruhan di bagian peri0er lensa 6area pupil masih jernih7 dapat diinstruksikan menggunakan pencahayaan yang terang. !erbeda dengan kekeruhan pada bagian sentral lensa,

15

cahaya remang yang ditempatkan di samping dan sedikit di belakang kepala pasien akan memberikan hasil terbaik. c7 'enggunaan kacamata gelap pada pasien dengan kekeruhan lensa di bagian sentral, hal ini akan memberikan hasil yang baik dan nyaman apabila berakti itas di luar ruangan. d7 Midriatil? dilatasi pupil akan memberikan e0ek positi0 pada lataral aksial dengan kekeruhan yang sedikit. Midriatil seperti 0enile0rin $& atau tropikamid 1& dapat memberikan penglihatan yang jelas. 2.,.2. Pem%eda.an 'embedahan katarak adalah pengangkatan lensa natural mata 6lensa kristalin7 yang telah mengalami kekeruhan, yang disebut sebagai katarak. Indikasi penatalaksanaan bedah pada kasus katarak mencakup indikasi isus, medis, dan kosmetik.1",1( 1. Indikasi isus C merupakan indikasi paling sering. Indikasi ini berbeda pada tiap indi idu, tergantung dari gangguan yang ditimbulkan oleh katarak terhadap akti itas sehari-harinya. 2. Indikasi medis C pasien bisa saja merasa tidak terganggu dengan kekeruhan pada lensa matanya, namun beberapa indikasi medis dilakukan operasi katarak seperti glaukoma imbas lensa (lens-induced glaucoma), endo0talmitis 0akoana0ilaktik, dan kelainan pada retina misalnya retiopati diabetik atau ablasio retina. ". Indikasi kosmetik C kadang-kadang pasien dengan katarak matur meminta ekstraksi katarak 6meskipun kecil harapan untuk mengembalikan isus7 untuk memperoleh pupil yang hitam.

Genis-jenis operasi katarak antara lain1",1(,1$ C 1. Phacoemulsification 6'haco7 Likui0ikasi lensa menggunakan probe ultrasonogra0i yang dimasukkan melalui insisi yang lebih kecil di kornea atau sklera anterior 62-$ mm7 dengan menggunakan getaran-getaran ultrasonik. !iasanya tidak dibutuhkan penjahitan.

16

:eknik ini berman0aat pada katarak kongenital, traumatik, dan kebanyakan katarak senilis. :eknik ini kurang e0ekti0 pada katarak senilis yang padat, dan keuntungan insisi limbus yang kecil agak berkurang kalau akan dimasukkan lensa intraokuler, meskipun sekarang lebih sering digunakan lensa intraokuler 0leksibel yang dapat dimasukkan melalui insisi kecil seperti itu. Metode ini merupakan metode pilihan di 8egara !arat. 2. Small Incision ataract Surgery 6*IA*7 Insisi dilakukan pada sklera dengan ukuran insisi ber ariasi dari $-> mm. 8amun tetap dikatakan *IA* sejak design arsiteknya tanpa jahitan, 'enutupan luka insisi terjadi dengan sendirinya 6self-sealing7. :eknik operasi ini dapat dilakukan pada stadium katarak immature, mature, dan hypermature. :eknik ini juga telah dilakukan pada kasus glaukoma 0akolitik dan dapat dikombinasikan dengan operasi trabekulektomi. ". !"tracapsular ataract !"traction 65AA57 Insisi luas pada peri0er kornea atau sklera anterior 6biasanya 1%-12 mm7, bagian anterior kapsul dipotong dan diangkat, nukleus diekstraksi, dan korteks lensa dibuang dari mata dengan irigasi dengan atau tanpa aspirasi, sehingga menyisakan kapsul posterior. Insisi harus dijahit. Metode ini diindikasikan pada pasien dengan katarak yang sangat keras atau pada keadaan dimana ada masalah dengan 0akoemulsi0ikasi. 'enyulit yang dapat timbul adalah terdapat korteks lensa yang dapat menyebabkan katarak sekunder. (. Intracapsular ataract !"traction 6IAA57 'rosedur ini memiliki tingkat komplikasi yang sangat tinggi sebab membutuhkan insisi yang luas dan tekanan pada itreous. :indakan ini sudah jarang digunakan terutama pada negara-negara yang telah memiliki peralatan operasi mikroskop dan alat dengan teknologi tinggi lainnya. 2.0 Kom!li$asi dan P ognosis

17

Komplikasi operasi dapat berupa komplikasi preoperati0, intraoperati0, postoperati0 a#al, postoperati0 lanjut, dan komplikasi yang berkaitan dengan lensa intra okular (intra ocular lens# I$%).1",1(
'rognosis penglihatan untuk pasien anak-anak yang memerlukan pembedahan tidak sebaik prognosis untuk pasien katarak senilis. -danya ambliopia dan kadangkadang anomali sara0 optikus atau retina membatasi tingkat pencapaian pengelihatan pada kelompok pasien ini..

BAB III KESI1PULAN

18

Katarak merupakan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi lensa, denaturasi protein lensa, ataupun keduanya. 'ada katarak ju enil terjadi
penurunan penglihatan secara bertahap dan kekeruhan lensa terjadi pada saat masih terjadi perkembangan serat- serat lensa sehingga konsistensinya lembek seperti bubur atau soft cataract. Mulai terbentuknya pada usia kurang dari (% tahun dan lebih dari " bulan. Katarak ju enil biasanya merupakan lanjutan katarak kongenital.

Katarak merupakan gangguan penglihatan yang dapat berkembang secara progresi0 dan menjadi penyebab kebutaan di dunia saat ini. Katarak memiliki morbiditas isualyang bersi0at re ersibel sehingga deteksi dini, monitor ketat, dan inter ensi pembedahan harus tercakaup dalam tatalaksana katarak.

DAFTA2 PUSTAKA

1. -merican -cademy o0 Epthalmology. Alinical ;e0raction. Alinical Eptics. *ection $,Ahapter ", 2%%1-2%1% C 'age 111.

19

2. 'ackard ;!*, Kinnear =AC Manual o0 Aataract and Intra-ocular Lens *urgery, Ahurchill Li ingstone, Longman ,roup 6=57 Ltd, 1sted, 1111, pp. $ H +2. ". 4etterstrom A et al. Dpdate/;e ie# C Aataracts in Ahildren. G Aataract ;e0ract *urg 2%%$ C "1 C>2(->(% (. -hmedabad. 5pidemiology based etiological study o0 pediatric cataracts in Bestern India. Indian Gournal o0 Medical *ciences. 2%%$.

$. -nonymous. Katarak. Menuju Indonesia *ehat. 2%%1. - ailable atC httpC//###.klikdokter.com/illness/detail/".. +. ..


>. ,uyton dan <all. !uku ajar 0isiologi, edisi ke-1%. GakartaC 'enerbit !uku Kedokteran 5,A, 2%%2. halC ..1->2$. <arper, - et all. Lensa. E0talmologi Dmum. GakartaC 'enerbit !uku Kedokteran 5,A, 2%1%. <alC 1+1-1... -nonimous. 'engertian dan )e0inisi Katarak. *mart Alick o0 Indonesia and 5nglish AontentC -rticle kno#ledge base, tutorial *5E ser ice do#nload etc. 2%%>.

9.

Games !, Ahe# A, !ron -, E0talmologi, 5disi Kesembilan, 'enerbit 5rlangga, Gakarta 2%%+ C <al "(-"+.

1%. Mansyoer, -ri0. Kpita *elekta kedokteran jilid I, edisi ke-". GakartaC Media -esculapius, 2%%.. halC +2-+". 11. Ilyas, *idarta. Katarak ju enil. Ilmu 'enyakit Mata, edisi ke-". GakartaC !alai penerbit =K DI, 2%1%. halC 2%( 12. 9oughan ) g, 'emeriksaan E0talmologi, E0talmologi Dmum, 5disi 1(, Bidya Medika, Gakarta, 2%%% C <al "2-" 13. -kura G, Kaneda *, <atta *, Matsuura KC Manual sutureless cataract surgery using a Ala# ectis, G Aataract ;e0ract *urg, ol 2+, -pril, pp.(11-(1+, 2%%%. 1(. Kimura <, Kuroda *, Mi3oguchi 8, :erauchi <, Matsumura M, 8agata MC 5Itracapsular cataract eItraction #ith a sutureless incision 0or dense cataract, G Aataract ;e0ract *urg, ol 2$, *eptember, pp.12.$-12.1, 1111. 1$. Billsha# <5C 'ractical Ephthalmic *urgery, Longman *ingapore 'ubl., 1st ed, 1112, p. +>-.%.

20

21

Anda mungkin juga menyukai