Anda di halaman 1dari 34

Corporate Social Responsibility

Business Environment Paper 1

Christian Gamas

Lecturer : Soedjoko Efferin

Business Environment

August 20, 2009

Corporate Social Responsbility

A. Pendahuluan

Dalam satu dekade terakhir ini Corporate Social Responsbility (CSR) telah menjadi

perdebatan dan perhatian yang marak didengungkan. Beberapa pendukung CSR men-

yatakan bahwa CSR dapat dihadirkan sebagai salah satu dari bagian untuk meningkatkan

nilai perusahaan, beberapa ada yang menolak dan menganggap CSR sebagai penghias

dan alat marketing saja, namun sebagian lagi mempertanyakan apakah kegiatan CSR itu

sesuai dan apa dampaknya bagi perusahaan bila perusahaan tidak melakukan dan mela-

kukan CSR.

Tentu saja pertanyaan-pertanyaan tersebut muncul karena adanya kontroversi yang

berkaitan dengan konflik kepentingan dari pemilik perusahaan dengan kegiatan bisnisnya,

paper ini akan mengolah informasi dari berbagai sumber untuk meneliti apa saja sifat dari

CSR muncul dalam suatu perusahaan dan membahas konflik kepentingan yang terjadi di-

dalamnya. Selain membahas sifat dan konflik kepentingan, hal lain yang perlu dibahas

adalah bagaimana pelaksanaan CSR dapat membantu memperbaiki kondisi sosial dan

ekologi, kemudian melihat beberapa contoh pelaksanaan dari industri yang menggunakan

CSR sebagai sarana untuk meningkatkan posisi strategisnya.


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 2

B. Teori dan Definisi

Definisi dari CSR menurut Lawrence dan Weber adalah tindakan yang seharusnya di-

lakukan oleh korporat yang berhubungan dengan tanggung-jawab dari segala tindakannya

yang berpengaruh pada masyarakat, komunitasnya, dan lingkungan mereka hidup. Hal ini

menunjukkan bahwa ancaman pada pribadi dan masyarakat harus diketahui dan dikoreksi

jika memungkinkan, dan untuk melakukan hal ini perusahaan harus merelakan sebagian

profit untuk memperbaikinya jika akibat yang ditimbulkan cukup serius.

Bentuk tanggung jawab yang dilakukan dapat dengan berbagai cara tanpa melupakan

orientasi utama bisnis yaitu mencari keuntungan. Dan dalam menjalankan bisnis ada ke-

mungkinan perusahaan harus bertanggung-jawab terhadap perekonomian, legalitas, dan

sosial, disinilah strategi perusahaan untuk menggabungkan tindakan CSR dengan aktifitas

utama menjadi sebuah strategi komprehensif korporat. Belakangan diketahui pula bahwa

CSR dapat digunakan sebagai sarana untuk mengkomunikasikan dan me-marketing-kan

perusahaan, sehingga saat ini CSR dapat dikatakan sebagai instrumen yang penting bagi

perusahaan profit-oriented.

C. Analisis

Untuk melakukan analisis tentang seberapa penting CSR harus dilakukan oleh peru-

sahaan dan tanpa memperhitungkan segi etis atau tidaknya dari penggunaan CSR lebih

sebagai instrumen publikasi daripada kesadaran perusahaan sendiri, digunakan beberapa

sumber utama sebagai berikut (dilampirkan):


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 3

C.1 Sebab dan Akibat

Beberapa hasil temuan dari Spread The Love akan dipaparkan dan diberikan pem-

banding untuk memperkuat analisis yang akan disajikan. Tiga perhatian dari CSR adalah

masyarakat, komunitasnya, dan lingkungan mereka hidup, keberadaan lembaga sosial

masyarakat membuat masyarakat semakin sadar akan kondisi lingkungan dan menuntut

permintaan perusahaan untuk melakukan CSR atau bila hal itu tidak dilakukan bukan tidak

mungkin produk dari perusahaan tersebut akan diboikot atau perusahaan tersebut men-

jadi tidak populer dan nilainya pun jatuh, sehingga perusahaan perlu lebih memperhatikan

produk miliknya dan dampak saat masa produksi, pemasaran, dan life-cycle produk mili-

knya kepada masyarakat, komunitasnya, dan lingkungannya karena kesadaran konsumen

sudah cukup tinggi.

Untuk memperkuat pernyataan diatas, berikut ini adalah hasil penelitian yang dilaku-

kan oleh Nielsen menunjukkan tuntutan CSR yang berkaitan dengan kegiatan perusahaan

Sumber Gambar : Nielsen Report

Perhatian terhadap lingkungan sudah cukup disoroti saat ini, mengacu pada artikel

Spread the love and make it pay pada tahun 2002 yang menyertakan pernyataan Chris
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 4

Moon yang menyatakan kegiatan CSR sebagai bentuk pertanggung-jawaban merupakan

hal yang diminati oleh banyak pihak, semakin diperkuat dengan hasil penelitian Nielsen

dimana secara rata-rata global yang menganggap CSR kurang penting hanya sebesar

13%, artinya 87% menganggap CSR penting dan harus dilaksanakan.

Sumber Gambar : Spread The Love and Make it Pay

Dalam kurun waktu satu dekade terakhir ini mulai terjadi permintaan agar perusahaan

melakukan program CSR dan yang meminta adalah konsumen atau masyarakat sendiri,

hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi dan hal-hal yang perlu

diperhatikan oleh perusahaan adalah masalah bahan baku yang digunakan untuk pro-

duksi dan bagaimana mereka memayar upah buruh dengan lebih pantas sebagaimana

yang ditunjukkan dari data-data berikut ini:

Sumber Gambar : Nielsen Report


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 5

Selain itu tiap pengguna yang loyal juga menuntut produsen untuk lebih memperhati-

kan lingkungannya, beberapa ada yang memilih produk dengan harga yang lebih mahal

untuk fungsi yang sama hanya karena produk tersebut dibuat dengan lebih memperhati-

kan lingkungan dan pekerjanya. Bentuk-bentuk permintaan tersebut berasal dari berbagai

macam bentuk, salah satunya adalah artikel di internet dengan memajang gambar karya

mereka yang menyindir perusahaan yang bersangkutan seperti yang terlihat pada gambar

berikut ini:

Pada paper Spread the love terdapat pernyataan bahwa CSR dapat digunakan untuk

meningkatkan nilai perusahaan, dan peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan meng-

gunakan CSR sebagai instrumen untuk mengkomunikasikan CSR, namun peningkatan

nilai tersebut dapat terjadi karena adanya preferensi dari pengguna jasa dalam hal ini ada-

lah masyarakat yang mana preferensi tersebut muncul karena adanya tindakan dari peru-

sahaan untuk mengeluarkan produk yang peduli akan lingkungannya dapat dilihat pada

gambar diatas tentang tingginya kesadaran masyarakat akan bahan mentah yang berba-

haya bagi lingkungan yang memiliki rata-rata secara global sebesar 78%. Selain itu juga

kesadaran masyarakat terhadap penggunaan tenaga kerja yang tidak etis pun juga cukup

tinggi yaitu sebesar 72% secara global.

Berdasarkan informasi diatas dan aplikasi yang tepat sebagai respon dari inforasi ter-

sebut dapat menjadi solusi bagi perusahaan untuk dapat terus mencari profit namun

menghasilkan produk yang peduli dengan dampak yang dihasilkannya, yaitu mengkombi-
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 6

nasikan program CSR dengan produk akhir, atau dengan kata lain produk akhir mereka

adalah hasil dari wujud tanggung-jawab perusahaan, dan memberikan alasan pada kon-

sumen untuk lebih menyukai produk mereka walaupun harus membayar lebih, dan mem-

berikan pendapatan yang lebih baik bagi perusahaan yang berdampak baik bagi pemilik

perusahaan, sehingga dengan kata lain keuntungan yang dipakai untuk membangun pro-

gram CSR akan diperhatikan oleh konsumen dan menarik mereka sehingga memberikan

keuntungan lebih.

Apple Inc. adalah salah satu perusahaan yang memanfaatkan informasi-informasi di-

atas dengan cukup baik dan menerapkan hal tersebut pada produk-produknya sebagai

bentuk CSR dari perusahaan tersebut.

C.2 Manfaat Finansial atau Tanggung Jawab

Dengan banyaknya standar yang digunakan untuk mengukur aktifitas CSR dari se-

buah perusahaan, saat ini CSR dapat dikatakan sebagai sebuah keharusan dari wujud

tanggung-jawab perusahaan, berikut ini adalah beberapa standar pengukuran CSR yang

merupakan framework untuk melakukan CSR (sumber Wikipedia) :

Sumber Gambar : www.wikipedia.com

Dengan munculnya berbagai standar dan metode untuk mengukur wujud tanggung-

jawab dari suatu perusahaan dan informasi yang bersifat asimetris saat ini, perusahaan

yang tidak melakukan tindakan untuk bertanggung-jawab akan mendapatkan penilaian

yang kurang baik dari masyarakat, komunitasnya dan lingkungannya. Hal ini seakan
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 7

menggabungkan bahwa CSR penting sebagai wujud pertanggung-jawaban perusahaan

dan kelangsungan finansial perusahaan. Sehingga perusahaan selain menggunakan CSR

sebagai sarana Cause-Related Marketing (CRM) menemukan bahwa informasi tentang

CSR berkaitan dengan perusahaan mereka penting bagi kelangsungan hidup perusahaan

dan menjadi sebuah tanggung-jawab.

Contoh bagaimana membaurnya kelangsungan bisnis dengan tanggung-jawab peru-

sahaan terdapat dalam penggunaan CSR sebagai tools marketing. Yang menjadi pertim-

bangan dalam menggunakan CSR adalah identitas dari perusahaan, sebagaimana peru-

sahaan rokok, perusahaan alkohol pun mulai melakukan CSR untuk mengubah identitas

perusahaan mereka dengan menunjukkan pertanggung-jawaban mereka apabila alkohol

digunakan berlebihan dan perusahaan mengkomunikasikan agar konsumen bertanggung-

jawab dalam penggunaan alkohol, sebagaimana tertera dalam laporan tahun 2009 dari

EUCAM.

C.3 Dampak CSR Pada Kapitalisme Dan Investasi

Keberadaan CSR pun juga mempengaruhi bahwa kapitalisme pun seharusnya mem-

perhatikan lingkungan sekitarnya, dan tuntutan dari konsumen dan society terhadap hal ini

pun terlihat sama besarnya dengan tuntutan konsumen pada produk yang lebih ramah

terhadap lingkungan. Peran media dalam hal ini pun cukup besar sehingga bisnis pun

berhak untuk menjalankan perannya sebagai kapitalis namun tetap memperhatikan ling-

kungan sekitarnya dan society.

Salah satu peran media yang entah terpengaruh oleh kondisi dan persepsi

masyarakat saat ini atau berusaha mempengaruhi masyarakat terhadap definisi dari kapi-

talisme terdapat pada film Batman Begins arahan sutradara Christopher Nolan yang dirilis

pada tahun 2005. Penulis menggunakan referensi film karena saat ini film pun sudah mu-

lai kritis menyikapi hal-hal yang terjadi, salah satunya adalah bagaimana pelanggaran
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 8

etika yang dilakukan oleh Enron menjadi bahan yang kerap disinggung dalam film-film

saat ini, sehingga tidaklah buruk mengipas ide dari sebuah film saat membicarakan CSR

saat ini.

Salah satu kesuksesan film yang dibidani oleh Nolan adalah bagaimana Nolan beru-

saha untuk membuat film ini bukan sebagai film super-hero konvensional yang memiliki

kekuatan super namun mengedepankan pada sisi realistis dan lebih manusiawi pada

berbagai aspek psikologis, dan pada akhirnya untuk alasan realistis dan manusiawi inilah

maka Nolan membuat setting dunia dalam film ini mendekati apa yang ada saat ini.

Pembentukan karakter Batman/Bruce Wayne yang diperankan oleh Christian Bale

(dewasa) dan Gus Lewis (anak-anak) menjadi salah satu hal yang ditonjolkan disini. Salah

satu adegan yang menyiratkan bagaimana Bruce Wayne dewasa memiliki kekuatan untuk

melakukan prinsip yang keras untuk tidak membunuh dan hanya menghukum yang jahat

berdasarkan dari nilai-nilai yang ditanamkan oleh ayahnya Thomas Wayne yang meru-

pakan seorang kapitalis sejati diceritakan sebagai orang terkaya didunia namun tetap

menjalankan kegiatan kemanusiaan sebagai dokter dan menyediakan sarana transportasi

murah berupa kereta monorail yang menghubungkan beberapa tempat menuju pusat kota

yang cukup canggih dan digunakan hingga Bruce Wayne dewasa dan tujuan dari pem-

bangunan sistem kereta monorail tersebut ucap Thomas Wayne adalah untuk memberikan

sesuatu kembali pada masyarakat kota Gotham dari apa yang diterima oleh Wayne Enter-

prise, dan diceritakan juga selepas meninggalnya Thomas Wayne dan saat Bruce Wayne

mencari tujuan hidupnya perusahaan Wayne Enterprise menjadi sangat diminati dan terus

bertumbuh yang menunjukkan bagaimana perusahaan yang peduli dengan lingkungannya

dan masyarakat sebenarnya juga dapat bertumbuh ketimbang perusahaan yang tidak

mau berbagi dan hanya bertujuan mengeruk keuntungan saja.


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 9

Sebagaimana halnya penggunaan film sebagai placement media dalam pemasaran

produk-produk, film juga dapat digunakan untuk memasukkan pesan-pesan tertentu, dan

dari apa yang penulis rasakan saat menonton film ini adalah CSR dapat menjadi salah

satu hal yang disukai oleh society dan dapat menarik investor, konsumen, ataupun pe-

saing dalam menjalankan bisnis, terlepas dari kondisi perusahaan yang melaksanakan hal

ini benar-benar ada atau tidak hal ini masih membutuhkan pembuktian, namun tetap saja

pesan tersebut menunjukkan kondisi ideal yang harusnya dicapai, dan sebagaimana teori

yang mengarahkan mekanisme menjadi lebih sempurna, pesan tersebut walaupun kecil

dampaknya bagi penonton namun menunjukkan hal tersebut merupakan kondisi yang baik

dan hendaknya tiap perusahaan memikirkan hal tersebut.

Pembuktian bagaimana CSR dapat mempengaruhi keputusan membeli produk dan

berinvestasi nyata adanya, dan sebagaimana preferensi konsumen pada sebuah produk

dan program CSR milik perusahaan akan mempengaruhi keputusan membeli ketimbang

harga murah yang akan dijelaskan pada bagian contoh industri lainnya dari CSR Plan,

demikian juga halnya pada keputusan berinvestasi. Socially Responsible Investing (SRI)

telah menjadi sorotan dibeberapa negara sebagaimana ditunjukkan pada penelitian ten-

tand SRI oleh Douglas Cumming dan Sofia Johan yang membahas beberapa hipotesis

sebagai berikut dalam makalahnya.


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 10

Terdapat beberapa hipotesis berkaitan dengan


penelitian yang dilakukan oleh kedua penulis
tersebut, berkaitan dengan SRI. Hipotesis per-
tama adalah Investor institusional lebih
cenderung menginvestasikan pada SRI do-
mestik ketimbang internasional.
Hipotesis kedua adalah Dengan meningkatnya
transparansi sebagai hasil dari International
Financial Reporting Standards (IRFS) (2005),
institusi lebih suka mengadopsi program SRI.
Dan hipotesis ketiga adalah Program SRI lebih
disukai untuk diadopsi oleh institusi yang
memperhatikan pengambilan keputusan inves-
tasi.

Bekaitan dengan tiga hipotesis yang dikemukakan dalam paper diatas, maka dipero-

leh hasil-hasil sebagai berikut ini:


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 11
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 12
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 13

Data grafik yang ditapilkan menunjukkan bahwa porsi dari investasi dalam instrumen

investasi SRI pun semakin bertambah, menguatkan pernyataan bahwa dalam dunia inves-

tasi, investor memiliki preferensi yang sama baiknya dalam mengambil keputusan berin-

vestasi dengan konsumen yang memperdulikan permasalahan dan kebijakan yang diam-

bil perusahaan dalam memproduksi barang atau jasa miliknya. Berikut ini adalah variabel

yang telah diteliti dan dirangkum sebagai berikut:

Dengan korelasi dari tiap variable yang telah diteliti dengan masing-masing variable

yang dirangkum dalam tabel berikut ini :


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 14

Data statistik diatas apabila diringkas menunjukkan bahwa 100 investor institusional

dengan tujuan dana pensiun, asuransi, dan lain-lain menaruh perhatian cukup besar untuk

melakukan investasi pada SRI. Dan adanya standarisasi dari International Financial Re-

port Standard (IFRS) membuat SRI menjadi pilihan yang cukup sensitif karena laporan pe-

rusahaan juga harus mencakup kemana dana investasi karyawan seperti dana pensiun

dialokasikan berkaitan dengan citra perusahaan.

Data-data tersebut menunjukkan bahwa pernyataan dari paper spread the love and

make it pay sebagaimana yang ditunjukkan digambar berikut ini, tentang keputusan berin-

vestasi dalam SRI cukup masuk akal:


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 15

Sumber Gambar : Spread The Love

Dengan melihat trend dari minat para investor yang memiliki preferensi lebih terhadap

Social Responsible Investment, maka benefit yang dirasakan dari program CSR selain

menjadi sarana marketing dengan program cause related marketing masing-masing peru-

sahaan juga dapat menarik perhatian investor yang membaca laporan keuangan, karena

itu berinvestasi dalam SRI juga termasuk salah satu cara dalam melaksanakan program

CSR perusahaan. Hal ini semakin menunjukkan bahwa tujuan bisnis dipandang dari sudut

investor adalah tidak hanya sekedar mencari profit semata, namun juga perlu ada kesada-

ran dari investor sebagaimana yang disadari oleh para kustomer agar suatu bisnis perlu

memperhatikan sekelilingnya.

C.4 Kesimpulan Sebab Akibat

Secara garis besar CSR menjadi perlu dilakukan saat pasar dan lingkungan bisnis

mendesak kehadirannya untuk diberlakukan. Berdasarkan data yang disajikan pada pem-

bahasan sebelumnya dapat terlihat bahwa permintaan customer terhadap perlakuan wajar
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 16

terhadap tenaga kerja, permintaan akan produk yang lebih ramah lingkungan, dan inves-

tasi institusi pada instrumen investasi yang menghargai lingkungan dan berjalan dalam

track yang “hijau” secara perlahan berangsur dari awalnya hanya sebagai “penghias” lapo-

ran keuangan dan media pencitraan perusahaan menjadi sebuah keharusan.

D. PERMASALAHAN SOSIAL DAN EKOLOGI DAN BAGAIMANA CSR

MENYELESAIKANNYA

Secara garis besar program CSR pada umumnya adalah sebagai berikut :

Sumber Gambar : Lexmark CSR Report 2008

Berdasarkan hal-hal tersebut dapat diketahui hubungan antara bisnis dan permasala-

han sosial dan ekologi adalah hal-hal sebagai berikut:

- Etika dalam corporate governance

- Etika dalam pembentukan standarisasi peraturan ketenagakerjaan dan HAM.

- Keberlangsungan produk

- Pilihan Material

- Penggunaan Energi

- Pengelolaan Sampah/Limbah

- Penggunaan Sumber Daya Alam


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 17

- Kesehatan Dan Keamanan Lingkungan Kerja

- Transportasi

- Kegiatan Komunitas

Keberadaan CSR dapat membantu mengurangi efek negatif dari aktivitas perusahaan

yang berpengaruh pada beberapa poin yang disebutkan diatas. Keberadaan CSR menjadi

penting karena pengaruh buruk yang tidak terkontrol dari hal yang disebutkan diatas dapat

menjadi sumber permasalahan apabila perusahaan mengabaikannya.

Keterbatasan pengetahuan dimasa lalu menyebabkan kerusakan baik itu dari sisi ling-

kungan hidup maupun lingkungan kerja, kerusakan itu ada yang disadari maupun tidak

disadari. Contoh dari yang disadari adalah industri rokok dan alkohol yang mana sudah

jelas merugikan dari segi kesehatan, namun tetap dilangsungkan dan dapat terus bertum-

buh walau pada 40 tahun yang lalu belum dikenal CSR. Sedangkan penggunaan yang ti-

dak disadari adalah produk-produk yang menggunakan bahan berbahaya bagi kesehatan

namun teknologi saat itu tidak memungkinkan adanya produk pengganti yang me-

mungkinkan penghindaran penggunaan bahan berbahaya tersebut selama pengemban-

gan teknologi baru seperti pada penggunaan timah dari monitor CRT, yang selanjutnya

digantikan oleh LCD monitor, namun hal ini tidak menyelesaikan masalah karena LCD

menggunakan bahan yang tidak kalah berbahaya yaitu Arsenik dan Merkuri. Selanjutnya

penggunaan arsenik pun dihilangkan pada teknologi LED.

Demikian juga penggunaan plastik PVC pada casing laptop, kabel, dan lain-lain di-

mana PVC digunakan untuk industri konstruksi. Hal yang sama juga terjadi dalam industri

lainnya, penggunaan bahan bakar fosil juga memberikan dampak buruk pada lingkungan

seperti peningkatan gas karbon dioksida dan dampak buruk lainnya pada lingkungan.

Namun demi alasan kelangsungan bisnis maka perusahaan diijinkan untuk terus menggu-

nakan sumber daya alam tersebut untuk terus beroperasi. Apabila ditelusuri terus-
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 18

menerus akibat dari operasional bisnis secara global maka kita akan bertemu pada satu

titik fenomena kerusakan alam yang dikenal sebagai Global Warming.

Bagaimana Global Warming menjadi suatu fenomena yang banyak dibicarakan saat

ini? masih teringat ketika penulis menjalani pendidikan dasar SLTP & SMU selama tahun

1998-2003 istilah efek rumah kaca sudah mulai disebutkan dalam buku pelajaran IPA, dan

mulai banyak produk yang bersifat non-CFC pada pendingin yang diiklankan, namun per-

masalahan global warming hingga saat ini masih merupakan tuntutan yang bukan pada

prioritas teratas dalam CSR, tapi tetap saja permasalahan global warning saat ini terden-

gar lebih nyaring dibandingkan masa lalu, terutama saat kejadian-kejadian anomali dalam

lingkungan menjadi cukup sering terjadi saat ini, dan konsumen menjadi lebih peka terha-

dap permasalahan ini sebagaimana ditunjukkan pada informasi sebagai berikut:


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 19

Survey menunjukkan bahwa adanya kekhawatiran masyarakat terhadap perubahan

lingkungan dengan kualitas hidup, sehingga saat ini sebagian konsumen memilih untuk

membayar lebih pada produk-produk yang lebih ramah lingkungan, berikut ini adalah in-

formasi dari preferensi konsumen:


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 20

Dimana segmentasi tersebut berasal dari Lifestyles Of Health and Sustainability (LO-

HAS), yang deskripsinya sebagai berikut:

Analisa dari Nielsen terhadap data diatas dapat dilihat pada gambar berikut ini:
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 21

Berdasarkan data diatas, mereka yang termasuk dalam unconcerned berada dalam per-
sentase terkecil yaitu 16%. Pembahasan akan difokuskan pada permasalahan lingkungan
dengan produk elektronik, dimana data dari:

Menunjukkan bahwa terdapat informasi tentang

Data diatas adalah data untuk United Kingdom, dengan adanya integrasi program CSR
dan program bisnis, maka merupakan sebuah keharusan dalam Supply Chain Manage-
ment sebuah perusahaan untuk menyertakan jalur reverse logistic bagi produk-produk
yang sudah tidak terpakai lagi agar barang yang sudah tidak terpakai diolah semestinya.
Bagaimana program CSR yang terintegrasi dalam CSR dapat membantu memperbaiki
masalah lingkungan? Sebagai ilustrasi dapat kita lakukan perhitungan sederhana ber-
dasarkan data sebagai berikut:
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 22

Bila melihat jumlah secara kesuluruhan sampah elektronik yang terbuang terdapat
sampah yang tidak ditangani dengan cara semestinya yaitu sebanyak 940 ton di UK, apa-
bila perusahaan elektronik melakukan reverse logistic pada SCM nya sebagai salah satu
wujud program CSR miliknya dengan baik yaitu kira-kira mengolah 80% sampah yang ada
maka terdapat 672 ton sampah yang tidak terurus dan semakin mencemari lingkungan
dengan zat-zat berbahaya. Membentuk SCM dengan reverse logistic yang dapat digu-
nakan untuk menarik produk elektronik yang telah tidak digunakan oleh konsumen juga
saat ini menjadi lebih mudah karena banyak konsumen yang sudah menyadari lingkun-
gan.
Green IT adalah sesuatu yang mulai didengungkan saat ini, produsen sistem operasi
seperti Microsoft dan Apple juga membuat sistem operasi mereka menjadi lebih efisien da-
lam melakukan konsumsi energi. Perbandingan efisiensi dari sistem operasi Microsoft
Windows XP dan Windows Vista yang dikeluarkan oleh Microsoft memiliki hasil sebagai
berikut:
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 23

Sumber : Microsoft
Sehingga dapat disimpulkan sebuah komputer dengan sistem operasi Windows XP
mengeluarkan emisi karbon dioksida sebesar 280 Kg pertahun, efisiensi dilakukan oleh
Microsoft pada Windows Vista menjadi 39 Kg pertahun dengan waktu istirahat 118 jam per
minggu atau stara dengan 4.6 hari perminggu atau 224 hari pertahun dengan kata lain
141 hari kerja, sehingga rata-rata angka yang diperoleh perharian untuk emisi dengan
menggunakan Windows XP adalah 1.98Kg, sedangkan untuk Windows Vista adalah
0.21Kg. Angka tersebut bergantung pada spesifikasi komputer yang ditentukan oleh Mi-
crosoft dan berupa perkiraan saja karena pada dasarnya Microsoft tidak menjual hard-
ware.
Apple Inc. yang menjual sistem operasi beserta hardware memberikan hasil yang lebih
akurat untuk angka pengeluaran karbon dioksida sebesar 450 Kg dalam pemakaian pe-
nuh selama empat tahun, atau dapat dikatakan 112.5 Kg pertahun, bila dibuat secara
harian maka rata-rata emisi karbon dioksida komputer Apple adalah sebesar 0.308 Kg
perhari.
Pada dasarnya kepedulian dari kedua perusahaan produsen sistem operasi dan elektronik
tersebut membantu untuk mereduksi emisi dari penggunaan komputer. Terutama untuk
Microsoft yang memegang market share terbesar dari penggunaan operating system, da-
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 24

pat kita bayangkan bila produsen sebesar Microsoft tidak memperdulikan masalah ling-
kungan dengan membuat sistem operasi barunya menjadi sama tidak efisien seperti Win-
dows XP, maka tiap pengguna komputer bertanggung jawab atas emisi sebesar 1.89 Kg
perharinya.
Untuk permasalahan sosial CSR dapat memberikan kontribusi pada data dari gambar se-
bagai berikut:

Sumber UNESCO & EFA Global Monitoring rEPORT 2009

Dengan melihat fakta bahwa cukup banyak anak-anak yang tidak mampu untuk berseko-
lah pada data yang disajikan diatas, program CSR yang berkaitan dengan pendidikan da-
pat membantu untuk menyelesaian permasalahan sosial ekonomi, dengan adanya pen-
didikan yang lebih baik maka secara perlahan tingkat kesejahteraan juga akan membaik
dan membantu mengurangi permasalahan sosial.
Pembuatan lingkungan kerja yang lebih baik dan juga kondisi yang menyenangkan yang
sesuai dengan jiwa dari pekerja juga akan dapat meningkatkan produktifitas dan menekan
tingkat stress mereka, karena mereka melakukan sesuatu bukan karena terpaksa dan
perasaan untuk lebih lega dan lebih tenang karena berkerja pada perusahaan yang
memiliki tanggung-jawab dan bahkan peduli terhadap lingkungannya akan membuat para
karyawan menjadi lebi tenang dan fokus pada tugas mereka.
Kesimpulannya adalah program CSR yang diintegrasikan dalam program bisnis dan kebi-
jakan dari bisnis adalah sebuah keharusan, bukan karena sebagai sebuah wujud dari
propaganda yang dapat meningkatkan citra perusahaan saja, tapi juga lebih dari rasa
tanggung jawab atas aa yang terjadi di dunia saat ini dan setuju atau tidak, semua pihak
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 25

didunia ini memiliki andil dalam mewujudkan kondisi dunia saat ini. Sebagai contoh peru-
sahaan seperti Apple Inc. dan Microsoft di masa lalu cukup banyak memberikan kontribusi
yang tidak menyenangkan pada lingkungannya.
Bila kita melihat kebelakang, produk-produk Microsoft cukup tidak efisien dan memberi
kontribusi yang cukup besar pada emisi gas CO2 yang tidak sedikit karena ketidakefisi-
enan pada kinerjanya. Hal yang sama juga terjadi di Apple Inc. namun sistem operasi
mereka sudah terlebih dahulu menjadi lebih efisien ketimbang Microsoft.
Yang menjadi masalah adalah sebagai produsen hardware Apple Inc., Sampah sisa dari
produk-produk lama mereka banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Dari sisi
sosial, CSR juga dapat memberikan dampak yang baik untuk membantu mereka yang
kurang beruntung. Kepedulian perusahaan terhadap mereka yang kurang beruntung dan
juga kepedulian perusahaan terhadap karyawannya akan membantu mengurangi problem
sosial, memberikan perhatian terhadap tenaga kerja dengan memberikan waktu kerja dan
imbalan yang sesuai serta lingkungan kerja yang layak dan sehat juga akan membantu
karyawan untuk tidak membawa sebuah “beban” yang akan memicu tindakan yang kurang
baik bagi kehidupan sosial dari lingkungannya.
Sehingga penggunaan CSR memang dapat membantu memperbaki masalah lingkungan
dan masalah sosial, terutama jika perusahaan menerapkan hal tersebut dengan membuat
efisiensi proses yang lebih baik pada proses dan aktifitas kerjanya hingga minim limbah
dan tetap produktif dan memiliki lingkungan yang baik dari sisi sosial.

E. CSR Plan

1. Tempat Berkerja Sebelumnya

Program CSR yang dimulai sejak tahun 2000 dan dilakukan oleh P.T Harmoni Dinamik

dan P.T Bilindo Anugrah Raharja ini bertujuan untuk membangun sekolah gratis bagi anak-

anak yang tidak mampu, dan bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dari marketing

perusahaan. Dana dari pembangunan sekolah gratis ini diperoleh dari 5% komisi pengha-

silan dari bagian marketing yang dengan sukarela dan menandatangani surat perjanjian.

Dengan memperhitungkan kondisi penjualan perusahaan saat itu maka diperkirakan seko-

lah ini akan mulai beroperasi mulai tahun 2010, sehingga program ini oleh perusahaan di-
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 26

namakan Visi 2010, pencetusan ide ini dimulai dengan inisiatif salah seorang top market-

ing, dan bukan atas kemauan dari perusahaan pada awalnya.

Di luar dugaan, visi ini mendapat respon dan dukungan penuh dari semua marketing

dan menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi semua marketing, kemudian kantor pusat pe-

rusahaan merespon ide ini dan memberikan sumbangan yang sama besarnya dengan

apa yang dsumbangkan oleh para marketing mulai tahun 2001, dan pada tahun 2002

dibentuklah Yayasan Selamat Pagi, yang khusus dibentuk agar visi ini dapat segera tere-

alisasi. Pertengahan tahun 2003 setelah yayasan terbentuk, maka pihak pengurus yay-

asan yang dibentuk dan dijabat oleh beberapa perwakilan marketing mulai mencari lokasi

sekolah gratis itu berdiri. Pencarian lokasi ini memakan waktu lebih dari satu bulan, dan

akhirnya Bapak Julianto menemukan tanah di lokasi Pandan rejo Bumiaji Batu – Jawa

Timur, dengan luas tanah : 3,308 hektar.

Sejak lokasi sekolah tersebut terbeli, minat dan antusias marketing semakin tinggi un-

tuk segera mewujudkan visi ini. Tidak lama setelah tanah terbeli, Panitia Pendirian Seko-

lah Selamat Pagi, terbentuk. Di tahun 2007, tiga tahun sebelum target waktu yang ditentu-

kan untuk mulai membangun, sekolah itu telah berdiri di kota batu, Malang, Jawa Timur.

Saat ini sekolh tersebut telah berdiri dan memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak

yang kurang mampu untuk dapat bersekolah dan hidup layak di asrama yang seluruh

biaya pembangunan, pengelolaan, dan biaya hidupnya ditanggung oleh para marketing

yang sukarela memberikan sebagian dari penghasilannya. Akselerasi yang terjadi dari

pengumpulan dana sehingga sekolah dan asrama yang diperhitungkan baru dimulai pem-

bangunannya pada tahun 2010 dengan memperhitungkan kenaikan penghasilan komisi

yang diperoleh dari penjualan menunjukkan bagaimana program CSR yang sesuai den-

gan apa yang terdapat pada paper Dan Keeler digambar berikut berikut:
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 27

Sumber Gambar : Spread The Love and Make it Pay

Pada contoh kasus ditempat bekerja penulis paper ini, bila dikaitkan dengan tulisan

yang di highlight pada gambar diatas menunjukkan kebenaran dari pernyataan tersebut.

Peningkatan performa omset perusahaan meningkat drastis dalam waktu 5 tahun yaitu

sebesar 600%, merupakan sebuah bukti bahwa program CSR yang tepat dapat memberi-

kan hasil yang baik terutama dalam meningkatkan kecintaan sumber daya manusia dan

memberikan motivasi untuk meningkatkan performa. Namun tidak diketahui apakah hasil

yang sama dapat diterima oleh perusahaan lain apabila menerapkan program ini, pem-

buktian untuk hal itu mengembalikan kepada pertanyaan utama dalam melakukan pro-

gram CSR yaitu seberapa besar dampak CSR bagi keuntungan perusahaan?

Masih pada gambar yang sama sebelumnya, terdapat data dimana 68% CEO men-

yatakan bahwa CSR sangat berperan penting dalam profitabilitas perusahaan, dan 24%

perusahaan yang mempublikasikan tindakan CSR nya. Berkaitan dengan informasi terse-

but dan kondisi dari tempat penulis paper ini berkerja sebelumnya dapat menegaskan

bahwa pernyataan CEO yang menyatakan peran CSR dalam profitabilitas yang diperoleh

dari produktifitas adalah cukup masuk akal, walaupun sebagian besar CEO tidak melaku-
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 28

kan publikasi dari aktifitas CSR tersebut, hal ini menunjukkan bahwa program CSR teru-

tama ditempat penulis paper ini berkerja tidak sepenuhnya hanya mengejar produktifitas

semata, namun karena adanya respon dan keinginan dari para pegawai (dalam hal ini di-

visi marketing) yang sesuai dengan nilai-nilai yang dianutnya sebagaimana yang dikutip

pada pernyataan Kaufman pada gambar berikut ini:

Sumber Gambar : Spread The Love and Make it Pay

Perencanaan CSR Plan berikutnya adalah mengembangkan kegiatan yang berhubun-

gan dengan aktifitas sosial yang diminati oleh para marketing. Seperti melengkapi jenjang

sekolah tidak hanya sebatas SMU saja, namun juga SD dan SLTP. Kemudian dengan me-

tode pengumpulan dana yang serupa dapat diupayakan untuk membuat rumah sakit gratis

bagi mereka yang tidak mampu.

2. Industri Lainnya

Industri consumer electronic dan komputer yang dimiliki oleh Apple Inc. dapat digu-

nakan untuk dasar dari pengembangan CSR Plan perusahaan dari industri sejenis, Ap-

ple Inc. adalah pelopor dari penggunaan produk yang lebih efisien dan ramah lingkun-

gan, kebijakan Apple Inc. ini dimulai sejak tahun 1990, sedangkan untuk produsen lain-

nya baru akan memulai hal ini, bahkan untuk penggunaan sistem operasi yang dapat
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 29

menghemat konsumsi listrik dengan lebih baik baru diberlakukan oleh Microsoft secara

signifikan untuk penghematan melalui Windows Vista.

Berikut ini akan dibahas apa saja yang bisa dilakukan oleh perusahaan komputer dan

consumer electronics dalam menjalankan aktifitas CSR:

- Melakukan pemeriksaan/audit berkala untuk core action/correlative actions agar pe-

langgaran dalam bekerja tidak terjadi. Pemeriksaan tersebut meliputi kontrol-kontrol pada

aktivitas seperti : work hours and day of rest, wages and benefits, antidiscrimination,

menyediakan dormitories dan dining yang layak, kebebasan untuk berkomunikasi, mem-

berikan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

- Memberikan Training berkala untuk para pekerja agar dapat memberikan performa

yang baik dan bekerja lebih efisien.

- Mengeluarkan produk dengan desain yang lebih baik seperti mengurangi dan bah-

kan menghilangkan penggunaan timah/lead, cadmium, hexavalent Chromium, Decabro-

modiphenyl Ether, Arsenic, Mercury, Polyvinyl Chloride, Brominated flame retar-

dants dengan mengeluarkan produk-produk yang memiliki teknologi lebih baik. Apa

yang dilakukan oleh Apple Inc. adalah sebagai berikut:


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 30

- Memberikan promo trade in produk lama/reverse logistic dan meningkatkan persen-

tase nya dari tahun ketahun untuk didaur ulang seperti yang dilakukan oleh Apple Inc.

terlihat pada grafik sebagai berikut:

- Mengeluarkan produk yang lebih efisien dalam mengeluarkan emisi karbon, men-

gacu pada informasi dari Apple Inc. (penggunaan Apple Inc. sebagai patokan dilakukan

karena IBM, Dell, dan HP belum pernah mengeluarkan laporan berkaitan dengan peneli-

tian emisi produk komputer mereka) penggunaan Macbook selama empat tahun penuh

memiliki emisi karbon dioksida sebanyak 450 KG, yang mana setara dengan data dari

EPA untuk rata-rata emisi mobil perbulan.

KESIMPULAN

CSR telah menjadi sebuah kebutuhan dari perusahaan untuk dapat menjalankan bisn-

isnya dengan tetap menjaga etika serta bertanggung-jawab terhadap orang-orang yang

berkaitan dengan kelangsungan bisnis perusahaan. Tidak heran pergeseran pandangan

bahwa CSR lebih semata pada propaganda perusahaan menjadi sesuatu yang wajib dib-
Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 31

erikan oleh perusahaan sebagai wujud untuk memberikan sesuatu pada society menjadi

semakin nyaring terdengar saat ini.

Tidaklah mengherankan apabila saat ini kita dapat melihat bahwa CSR menjadi salah

satu bagian dari strategi perusahaan dan bagaimana mengintegrasikan CSR menjadi

strategi dari perusahaan adalah salah satu perhatian dari perusahaan-perusahaan saat

ini. Telah dipelajari bagaimana perusahaan-perusahaan akhirnya merubah pola dan stan-

darisasi operasionalnya maupun merubah produknya untuk dapat menjaga citra dalam

menjalankan bisnisnya sehingga akhir dari perdebatan tentang fungsi CSR ini adalah su-

atu kesimpulan bahwa CSR lebih dari sekedar propaganda, dan sedikit-banyak memiliki

dampak bagi citra perusahaan dan keuntungan yang dapat dihasilkannya.

Namun tentu saja CSR yang dipromosikan oleh perusahaan harus sampai pada tahap

implementasi, dan informasi serta auditor yang menilai saat ini sudah cukup banyak untuk

mengukur CSR dari perusahaan, sehingga saat ini manajemen CSR menjadi sama pent-

ingnya dengan kualitas dari hasil produk dan jasa perusahaan dan dapat dikatakan bagian

dari produk ataupun jasa tersebut.


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 32

Referensi

Apple Inc. CSR Report 2008.

Batman Begins, The Dark Knight, Courtessy Of Warner Bros Pictures

http://www.wasteonline.org.uk/resources/InformationSheets/ElectricalElectronic.htm,

Electronic Waste, 2009

Electronic waste,ELECTRONIC WASTE, 2007

EUCAM report 2009, Corporate Social Responsibility : the new marketing tool,

Trends in Alcohol Marketing, 2009.

Keeler, Dan, SPREAD THE LOVE and make it pay, Global Finance, May 2002.

Lawrence & Weber, Business & Society - Stakeholders, Ethics, Public Policy,

Intl Edition, McGraw Hill.

Lexmark, CSR Report 2008

Microsoft, Saving Cost and Energy With Windows Vista, 2009

Nielsen Global Consumer Report, Corporate Ethics and Fair Trading, October 2008.

Post, James E., Frederick, William C., Lawrence, Anne T., Weber, James. Business

And Society - Corporate Strategy, Public Policy, Ethics, Eight Edition, McGraw Hill.

Burke, Martin., The Pirrates of Silicon Valley, Haft Entertainment, 1999.


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 33

UNESCO, http://www.uis.unesco.org, 2009

United Nation, www.un.org, 2009

www.hiduplebihmulia.blogspot.com, Global Warming Mengancam, 2009.


Corporate Social Responsibility Business Environment Paper 34

Total Kalimat / Word Count : 4790

Graphics : 33