Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI DAN TEKNOLOGI PASCA PANEN

MENGHITUNG LOSSES TEKNOLOGI PENGOLAHAN MINIMAL (SUSUT MASSA KARENA PENGUPASAN)

Oleh: Ulumul Nur Aina NIM A1H011048

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2013

I.PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Bahan hasil pertanian bersifat mudah rusak (perishable). Pengolahan hasil pertanian di samping untuk mendapatkan cita rasa yang enak, kenampakan yang menarik dan juga ditujukan untuk usaha pengawetan. Pengawetan tersebut dapat melalui proses pengolahan bahan pangan. Selama pengolahan bahan pangan akan mengalami perubahan-perubahan baik secara fisik, kimiawi maupun biokimiawi dengan adanya beberapa perlakuan. Oleh karena perubahan-perubahan tersebut harus dikenali sebagai dasar terjadinya proses sehingga apa yang terjadi selama pengolahan dapat dikendalikan untuk mencapai produk dengan karakteristik yang diinginkan. Secara umum operasi pengolahan dapat dibedakan atas operasi praproses, proses dan pasca proses. Pengupasan merupakan operasi pra proses yang bertujuan untuk memisahkan kulit dari bahan. Pengupasan ditujukukan untuk memisahkan bagian yang dapat dimakan dari kulitnya dan bagian yang harus dibuang. Pengupasan ada dua macam cara yaitu cara semi mekanis dan manual. Melalui praktikum kali ini akan didapatkan perhitungan susut massa dengan cara melakukan pengupasan semi mekanis maupun manual dengan pisau.

B.Tujuan

Mengetahui besarnya susut massa selama pengupasan.

II.TINJAUAN PUSTAKA Pengupasan merupakan proses pemisahan kulit dengan bagian yang akan dikonsumsi. Pengupasasn ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara mekanik dan cara kimia. Pengupasan biasanya dilakukan dengan alat bantu berupa pisau yang biasanya terbuat dari besi., baja maupun dari stainlessteel. Adapun permukaan untuk pisau yang terbuat dari stainlessteel akan terdapat suatu lapiasam oksida (krom) yang sangat stabil, sehngga pisau ini tahan terhadap korosi. Sedangkan pisau yang terbuat dari besi biasa mudah mengalami korosi, dan apabial digunakan dalam pengupasan akan mengakibatkan bahan mudah mengalami oksidasi menghasilkan warna coklat (pencoklatan). Pengupasan terdiri dari tiga macam cara yaitu pengupasan secara mekanis, khemis (lye peeling) dan uap bertekanan. 1. Pengupasan secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan pisau biasa atau stainless steel. Namun, untuk mendapatkan hasil akhir yang baik sebaiknya menggunakan pisau yang berbahan stainless steel jika akan mengupas bahan pangan seperti buah-buahan agar tidak terjadi pewarnaan gelap yang dapat mempengaruhi kenampakan produk. Efisiensi pengupasan rendah dan lebih efektif untuk mengupas bahan yang berukuran besar. 2. Pengupasan secara khemis (lye peeling), pada umumnya digunakan untuk mengupas buah dan sayuran berkulit tipis (kentang, wortel) serta biji-bijian berkulit ari. Larutan yang digunakan adalah larutan NaOH 1% pada suhu 93C selama 0,5 5 menit tergantung jenis bahannya. Untuk mempermudah pelepasan kulit, pengupasan khemis umumnya dikombinasi dengan

penyemprotan dan pencucian dengan air. 3. Pengupasan menggunakan uap bertekanan. Cara ini pada umumnya digunakan untuk pengupasan ketela rambat dan beet (Praptiningsih, 1999) Buah-buahan yang mengandung zat tanin akan mengalami pewarnaan menjadi gelap apabila dikupas dengan pisau. Oleh adanya ion Ca++,Mg++ dan Fe++. Tanin akan membentuk senyawa yang berwarna gelap. Adanya asam-asam

organik yang banyak terdapat pada buah-buahan akan menyebabkan terjadinya korosi pada pisau yang digunakan untuk pengupasan. Pengupasan secara khemis banyak dilakukan pada buah-buahan dan sayursayuran yang berkulit tipis dan biji-bijian yang berkulit ari. Larutan yang umum digunakan adaslah NaOH 1% pada suhu 93oC. Konsentrasi larutan dan lamanya perendaman bervariasi tergantung jenis dan kualitas bahan. Selain pengupasan secara mekanis dan khemis, pengupasan dapat dilakuakan dengan menggunakan uap bertekanan yang dilakukan dengan tekanan 1500 Kpa selama 15-30 detik. Kemudian dapat diikuti dsengan penyemprotan dengan air. Cara ini dapay dilakukan pada ketela rambat, beet dll. Cara pengupasan dengan cara lain lagi yaitu dengan cara Flame Peeling, namun cara ini dapat ,mengakibatkan kehilangan komposisi bahan sebesar 9%, sebab cara ini dilakukan dengan pemanasan pada suhu 1000oC yang dilakukan dengan penyemprotan air. Biasanya cara ini dilakukan pada bahan-bahan seperti bawang putih.(Praptiningsih,1999). Susut massa adalah massa awal dikurangi massa akhir setelah dilakukan perlakuan. Perlakuan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah dengan cara mengupas kentang dengan cara manual dan semi mekanis.

III.METODOLOGI

A.Alat dan Bahan

Alat : pisau, alat pengupas kentang atau apel, stopwatch, timbangan digital. Bahan : kentang

B.Prosedur Kerja

Mengupas kentang dengan pisau: 1. Menimbang empat buah kentang (mi) kg. 2. Mengupas kentang dengan pisau dan menghitung waktunya dengan stopwatch. 3. Menimbang kentang yang telah dikupas (mo) kg.

Mengupas kentang dengan alat pengupas kentang: 1. Memotong ujung-ujung kentang. 2. Menimbang empat buah kentang (mi) kg. 3. Mengupas kentang dengan alat pengupas kentang dan menghitung waktunya dengan stopwatch. 4. Menimbang kentang yang telah dikupas (mo) kg.

IV.HASIL DAN PEMBAHASAN

A.Hasil

Manual : Mi= massa awal (kg) Mo=massa akhir (kg) Mk= massa kupasan (kg) Tme = waktu pengupasan mekanik (jam) Tma= waktu pengupasan manual (jam)

a. Manual losses = mi-mo = 433,18-391,96 = 41,22 gr =0,04122 kg Vme =

b. Semi Mekanis losses = mi-mo = 514,17-381,96 = 132,21 gr =0,13221 kg Vme =

B.Pembahasan

Teknologi olah minimal adalah seluruh kegiatan pengolahan yang mencakup pencucian, sortasi, pembersihan, pengupasan, pemotongan, dan lain sebagainya yang tidak mempengaruhi sifat-sifat mutu bahan segarnya, khususnya kandungan gizinya (Shewfelt, 1987). Menurut Cantwell (1991) salah satu peserta symposium American Chemical Society menyatakan bahwa produk olah minimal adalah potongan buah dan sayur yang mengalami sedikit pengolahan. Buah dan sayuran segar terolah minimal lebih menawarkan jaminan mutu dibandingkan dengan sayuran segar dengan kondisi utuh tertutup kulit, karena pada sayuran segar terolah minimal konsumen dapat secara langsung melihat kondisi bagian dalam. Pengolahan minimal buah dan sayur mentah mempunyai dua tujuan yaitu: 1. Mempertahankan produk tetap segar tanpa kehilangan kualitas nutrisi. 2. Memastikan bahwa umur simpan produk cukup untuk membuat distribusi layak dilakukan dalam wilayah konsumsi. Kelebihan pengupasan kentang dengan pisau adalah dapat meminimumkan losses atau susut massa namun terdapat pula kekurangan pengupasan dengan pisau antara lain, waktu yang dibutuhkan cukup lama dalam pengupasan. Adapun kelebihan pengupasan secara semi mekanis adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengupas kentang sangat singkat, sedangkan kekurangannya adalah losses atau susut massa nya sangat tinggi. Mekanisme alat pengupas kentang semi mekanis yang digunakan dalam praktikum adalah ujung ujung kentang dikupas terlebih dahulu dengan pisau. Kemudian kentang diletakkan pada paku yang tersedia, lalu putar tuas. Dengan begitu kentang dapat terkupas dengan sendirinnya.

Potato peeler

Alat Pengupas Kentang dan Ubi ini juga sering di sebut dengan Potato Peeler, Potato Peeler ini berfungsi untuk mengupas kentang dan ubi dalam bentuk atau dalam keadaan mentah. Potato Peeler mampu mengupas 8 dan 15 kg kentang mentah dalam waktu hanya 2 menit saja. Alat Pengupas Kentang dan Ubi mempunyai body yang terbuat dari stainless steel. Potato Peeler cocok digunakan untuk anda yang sedang menjalankan usaha dibidang penjualan kripik ubi-ubian. Cara kerjanya, setelah mesin dihidupkan, kentang-kentang bisa dimasukkan pada badan penampungnya. Penampung itu berfungsi sebagai ruang pengupas yang menggunakan prinsip gaya gesek terhadap bahan baku. Kemudian terjadi perputaran dengan kecepatan 60 rpm (rotation per minute), yang mengakibatkan gesekan antara kentang dan permukaan pengupas di sekelilingnya. Pada proses itu, air terus menyirami dari saluran di atasnya. Setelah 2 menit, kentang yang sudah bersih terkupas pun siap di depan mata. Dalam praktikum kali ini menghitung losses atau susut massa karena pengupasan. Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah kentang.

Kentang dikupas dengan cara manual dan semi mekanis. Cara manual dilakukan dengan menggunakan pisau dan didapatkan lossesnya 0,04122 kg. Sedangakan kecepatan pengupasan 5,28 kg/jam. Untuk cara semi mekanis dilakukan dengan menggunakan mesin pengupas kentang dan didapatkan lossesnya 0,13221 kg. Sedangakan kecepatan pengupasan 27,06 kg/jam.

V.KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Pengupasan dengan cara manual dilakukan dengan menggunakan pisau dan didapatkan lossesnya 0,04122 kg. Sedangakan kecepatan pengupasan 5,28 kg/jam. Untuk cara semi mekanis dilakukan dengan menggunakan alat pengupas kentang dan didapatkan lossesnya 0,13221 kg. Sedangakan kecepatan pengupasan 27,06 kg/jam.

B.Saran

Saran yang dapat diberikan dalam praktikum kali ini adalah alangkah baiknya alat yang digunakan dalam praktikum diperbanyak supaya mempercepat jalannya praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

http://grahamesin.com/. Alat Pengupas Kentang Alat Pengupas Ubi Mentah. Diakses pada 28 Desember 2013. http://tokopusatmesin.com/?p=3785. Diakses pada 28 Desember 2013. Praptiningsih, Yulia.1999.Teknologi Pengolahan. Jember: Fakultas Tenologi Pertanian Universitas Jember