Anda di halaman 1dari 21

STATUS RESPONSI ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN Pembimbing Nama NIM : Prof. Dr. dr.

Harijono Kariosentono, Sp.KK : Katia Amanda Sinoel : G99 !"#$ HERPES ZOSTER I. II. Sinonim Dampa, %a%ar &lar 'Hando(o, !" "). Definisi Herpes *oster adala+ pen,a(it ,ang disebab(an ole+ infe(si -ir&s -arisela *oster '../) ,ang men,erang (&lit dan m&(osa, ,ang bersifat (+as seperti gerombolan -esi(el &nilateral, n,eri, dan ,ang laten setela+ infe(si primer '0&nning+am et al, !""#). ses&ai dengan dermatoman,a. Infe(si ini mer&pa(an manifestasi dari rea(ti-asi dari -ir&s

Gambar 1. Varicella zoster virus particle

III. E io!o"i Herpes *oster disebab(an ole+ infe(si -ir&s -arisela *oster '../) dan tergolong -ir&s berinti DNA, -ir&s ini ber&(&ran $"1!"" nm, ,ang termas&( s&bfamili alfa +erpes -iridae. 2erdasar(an sifat biologisn,a seperti si(l&s repli(asi, penjam&, sifat sitoto(si( dan sel tempat +id&p laten di(lasifi(asi(an (edalam 3 s&bfamili ,ait& alfa, beta dan gamma. ../ dalam s&bfamili alfa memp&n,ai sifat (+as men,ebab(an infe(si primer pada sel epitel ,ang menimb&l(an lesi -as(&ler. Selanj&tn,a setela+ infe(si primer, infe(si ole+ -ir&s +erpes alfa biasan,a menetap dalam bent&( laten didalam ne&ron dari ganglion. .ir&s ,ang laten ini pada saatn,a a(an menimb&l(an (e(amb&+an se%ara periodi(. Se%ara in -itro -ir&s +erpes alfa memp&n,ai jajaran penjam& ,ang relatif l&as dengan si(l&s pert&mb&+an ,ang pende( serta memp&n,ai en*im ,ang penting &nt&( repli(asi melip&ti -ir&s spesifi( DNA polimerase dan -ir&s spesifi( deo4,piridine 't+,midine) (inase ,ang disintesis di dalam sel ,ang terinfe(si. I#. E$i%emio!o"i Herpes *oster dapat m&n%&l disepanjang ta+&n (arena tida( dipengar&+i ole+ m&sim dan tersebar merata di sel&r&+ d&nia, tida( ada perbedaan ang(a (esa(itan antara la(i1la(i dan peremp&an, ang(a (esa(itan mening(at dengan pening(atan &sia. Insiden +erpes *oster berdasar(an &sia ,ait& seja( la+ir 5 9 ta+&n : ",6$7 """8 &sia " 5 9 ta+&n : ,3#7 """8 &sia !" 5 !9 ta+&n : !,9#7 """. Di negara maj& seperti Ameri(a, pen,a(it ini dilapor(an se(itar :; seta+&n, di Inggris ",3$; seta+&n sedang(an di Indonesia lebi+ (&rang ; seta+&n. Herpes *oster terjadi pada orang ,ang perna+ menderita -arisela sebel&mn,a (arena -arisela dan +erpes *oster disebab(an ole+ -ir&s ,ang sama ,ait& -ir&s -arisela *oster. Setela+ semb&+ dari -arisela, -ir&s ,ang ada di ganglion sensoris tetap +id&p dalam (eadaan tida( a(tif dan a(tif (embali ji(a da,a ta+an t&b&+ men&r&n. Di A&stralia, lebi+ dari 96;

pop&lasi memili(i antibodi -ir&s -ari%ella *oster pada &m&r 3" ta+&n, men&nj&((an ba+<a mere(a s&da+ perna+ terinfe(si -ir&s terseb&t sebel&mn,a. =isi(o ter(ena +erpes *oster diper(ira(an !"13"; pada pop&lasi man&sia dan setenga+ dari indi-id& ,ang +id&p +ingga &sia #9 ta+&n a(an ter(ena +erpes *oster. >ebi+ dari !73 &sia di atas 9" ta+&n dan (&rang dari "; &sia di ba<a+ !" ta+&n '2risson et al, !"" ). #. Pa o"enesis ../ mas&( (e dalam t&b&+ man&sia dengan %ara in+alasi dari se(resi pernafasan 'droplet infe%tion) ata&p&n (onta( langs&ng dengan lesi (&lit. Droplet infe%tion dapat terjadi ! +ari sebel&m +ingga 9 +ari setela+ timb&l lesi di (&lit. Infe(si primer dari ../ ini pertama (ali terjadi di daera+ nasofaring. Si(l&s repli(asi -ir&s pertama terjadi pada +ari (e !1$ ,ang berlo(asi pada l,mp+ nodes regional (em&dian dii(&ti pen,ebaran -ir&s dalam j&mla+ sedi(it melal&i dara+ dan (elenjar limfe, ,ang menga(ibat(an -iremia primer 'biasan,a terjadi pada +ari (e $1: setela+ infe(si pertama) ,ang sifatn,a terbatas dan asimptomati(. Keadaan ini dii(&ti mas&(n,a -ir&s (e dalam =eti%&lo ?ndot+elial S,stem '=?S) ,ang (em&dian mengada(an repli(asi (ed&a ,ait& -iremia se(&nder ,ang sifat -iremia n,a lebi+ l&as dan simptomati( dengan pen,ebaran -ir&s (e (&lit dan m&(osa pada +ari (e $1! ,ang menga(ibat(an timb&ln,a lesi di (&lit ,ang (+as. Sebagian -ir&s j&ga menjalar melal&i serab&t saraf sensoris (e sat& ata& lebi+ ganglion posterior s&s&nan saraf tepi dan ganglion (ranialis. dan berdiam diri ata& laten 'dorman) didalam ne&ron, dimana -ir&s terseb&t tida( lagi men&lar dan tida( berm&ltipli(asi. Selama antibodi ,ang beredar didalam dara+ masi+ tinggi, rea(ti-asi dari -ir&s ,ang laten ini dapat dinetralisir, tetapi pada saat tertent& dimana antibodi terseb&t t&r&n diba<a+ titi( (ritis ma(a terjadila+ rea(ti-asi dari -ir&s. Pada saat terjadi rea(ti-asi, -ir&s a(an (embali berm&ltipli(asi se+ingga terjadi rea(si radang dan mer&sa( ganglion sensoris. Kem&dian -ir&s a(an men,ebar (e

s&ms&m t&lang serta batang ota( dan melal&i saraf sensori( a(an sampai (e (&lit dan (em&dian a(an timb&l gejala (linis '@4man, !""9).

Gambar &. Patogenesis Herpes /oster

Gambar '. Patogenesis Herpes /oster

#I.

Gambaran K!inis Daera+ ,ang paling sering ter(ena adala+ daera+ tora(al, <ala&p&n daera+1daera+ lain tida( jarang. Are(&ensi +erpes *oster men&r&t dermatom ,ang terban,a( pada dermatom tora(al '99;), (ranial '!";), l&mbal ' 9;), dan sa(ral '9;). Are(&ensi pen,a(it ini pada pria dan <anita sama, sedang(an pada pria dan <anita sama, sedang(an mengenai &m&r lebi+ sering pada orang de<asa 'Hando(o, !" ").

Gambar (. Dermatom pada Herpes /oster Gejala prodromal +erpes *oster biasan,a ber&pa rasa n,eri dan sensasi (&lit lo(al lainn,a 'seperti rasa terba(ar, (esem&tan dan gatal) dan parestesi pada dermatom ,ang ter(ena. Sa(it (epala, fotofobia, malaise dan demam terjadi pada 9; penderita 'ter&tama pada ana(1ana() dan timb&l 1! +ari sebel&m terjadi er&psi '0&nning+am et al, !""#).

Gambaran ,ang paling (+as pada +erpes *oster adala+ er&psi ,ang lo(alisata dan &nilateral. Barang er&psi terseb&t mele<ati garis tenga+ t&b&+. Cm&mn,a lesi terbatas pada daera+ (&lit ,ang dipersarafi ole+ sala+ sat& ganglion saraf sensori(. ?r&psi m&lai dengan eritema ma(&lopap&lar, (em&dian dalam <a(t& !1!$ jam terbent&( -esi(&la ,ang dapat ber&ba+ menjadi p&st&la pada +ari (e 31$. Semingg& sampai sep&l&+ +ari (em&dian, lesi mengering menjadi (r&sta. Kr&sta ini dapat menetap dalam !13 mingg& dan dapat semb&+ tanpa par&t, (e%&ali terjadi infe(si se(&nder ba(ter&al. Kel&+an ,ang berat biasan,a terjadi pada penderita &sia t&a. Pada ana(1ana( +an,a timb&l (el&+an ringan dan er&psi %epat men,emb&+. =asa sa(it segmental pada penderita lanj&t &sia dapat menetap, <ala&p&n (r&stan,a s&da+ meng+ilang '0&nning+am et al, !""#8 0osta%+e, !""9). #II. K!asifi)asi Men&r&t lo(asi lesin,a, +erpes *oster dibagi menjadi: . Herpes *oster oftalmi(&s Herpes *oster oftalmi(&s mer&pa(an infe(si -ir&s +erpes *oster ,ang mengenai bagian ganglion gasseri ,ang menerima serab&t saraf dari %abang op+talmi%&s saraf trigemin&s 'N..), ditandai er&psi +erpeti( &nilateral pada (&lit. Infe(si dia<ali dengan n,eri (&lit pada sat& sisi (epala dan <aja+ disertai gejala (onstit&si seperti les&, demam ringan. Gejala prodromal berlangs&g dib&(a. sampai $ +ari sebel&m (elainan (&lit timb&l. Dimb&l fotofobia, ban,a( (el&ar air mata, (elopa( mata beng(a( dan s&(ar

Gambar *. Herpes *oster oftalmi(&s sinistra.


!.

Her$es +os er fasia!is Herpes *oster fasialis mer&pa(an infe(si -ir&s +erpes *oster ,ang mengenai bagian ganglion geni(&lat&m ,ang menerima serab&t saraf fasialis 'N..II), ditandai er&psi +erpeti( &nilateral pada (&lit.

Gambar ,. Herpes *oster fasialis de(stra. 3. Herpes *oster bra(ialis Herpes *oster bra(ialis mer&pa(an infe(si -ir&s +erpes *oster ,ang mengenai ple(s&s bra(ialis ,ang ditandai er&psi +erpeti( &nilateral pada (&lit.

Gambar -. Herpes *oster bra(ialis sinistra. $. Herpes *oster tora(alis Herpes *oster tora(alis mer&pa(an infe(si -ir&s +erpes *oster ,ang mengenai ple(s&s tora(alis ,ang ditandai er&psi +erpeti( &nilateral pada (&lit.

Gambar .. Herpes *oster tora(alis sinistra. 9. Herpes *oster l&mbalis Herpes *oster l&mbalis mer&pa(an infe(si -ir&s +erpes *oster ,ang mengenai ple(s&s l&mbalis ,ang ditandai er&psi +erpeti( &nilateral pada (&lit.

:. Herpes *oster sa(ralis Herpes *oster sa(ralis mer&pa(an infe(si -ir&s +erpes *oster ,ang mengenai ple(s&s sa(ralis ,ang ditandai er&psi +erpeti( &nilateral pada (&lit.

Gambar /. Herpes *oster sa(ralis de(stra. 6. Herpes *oster generalisata Kelainan (&lit &nilateral dan segmental ditamba+ (elainan (&lit ,ang men,ebar se%ara generalisata ber&pa -esi(el soliter dan ada &mbili(asi. Kas&s ini ter&tama terjadi pada orang t&a ata& pada orang ,ang (ondisi fisi(n,a sangat lema+, misaln,a pada penderita limfoma malign&m. #III. Dasar Dia"nosis a. Ge0a!a K!inis Diagnosis +erpes *oster pada anamnesis didapat(an (el&+an ber&pa ne&ralgia beberapa +ari sebel&m ata& bersama1sama dengan timb&ln,a (elainan (&lit. Ada(alan,a sebel&m timb&l (elainan (&lit dida+&l&i gejala prodromal seperti demam, p&sing dan malaise. Kelainan (&lit terseb&t m&la1m&la ber&pa eritema (em&dian ber(embang menjadi pap&la dan -esi(&la ,ang dengan %epat membesar dan

men,at& se+ingga terbent&( b&la. Isi -esi(el m&la1m&la jerni+, setela+ beberapa +ari menjadi (er&+ dan dapat p&la ber%amp&r dara+. Bi(a absorbsi terjadi, -esi(el dan b&la dapat menjadi (r&sta 'Martodi+ardjo, !"" ). Dalam stadi&m pra er&psi, pen,a(it ini sering diran%&(an dengan pen,ebab rasa n,eri lainn,a, misaln,a ple&ritis, infar( mio(ard, (olesistitis, apendisitis, (oli( renal, dan sebagain,a. Nam&n bila er&psi s&da+ terli+at, diagnosis m&da+ ditega((an. Kara(teristi( dari er&psi (&lit pada +erpes *oster terdiri atas -esi(el1-esi(el ber(elompo(, dengan dasar eritematosa, &nilateral, dan mengenai sat& dermatom. b. Pemeri)saan Pen1n0an" Se%ara laboratori&m, pemeri(saan sediaan ap&s tes D*an%( membant& menega((an diagnosis dengan menem&(an multinucleated giant cell. Demi(ian p&la pemeri(saan %airan -esi(&la ata& material biopsi dengan mi(ros(op ele(tron, serta tes serologi(. Pada pemeri(saan +istopatologi ditem&(an seb&(an sel limfosit ,ang men%olo(, ne(rosis sel dan serab&t saraf, proliferasi endotel pemb&l&+ dara+ (e%il, +emoragi fo(al dan inflamasi b&ng(&s ganglion. Parti(el -ir&s dapat dili+at dengan mi(ros(op ele(tron dan antigen -ir&s +erpes *oster dapat dili+at se%ara im&nofl&oresensi 'Mansjoer et al, !""").

"

Gambar /. Pemeri(saan D*an%(, terli+at multinucleated giant cell8


sedang(an pada im&nofl&oresensi dire( pendaran <arna +ija& mengindi(asi(an terdapatn,a antigen -ir&s -arisela *oster

Apabila gejala (linis sangat jelas tida(la+ s&lit &nt&( menega((an diagnosis. A(an tetapi pada (eadaan ,ang merag&(an diperl&(an pemeri(saan pen&njang antara lain: a. Isolasi -ir&s dengan (&lt&r jaringan dan identifi(asi morfologi dengan mi(ros(op ele(tron. b. Pemeri(saan antigen dengan im&nofl&oresen %. Dest serologi dengan meng&(&r im&noglob&lin spesifi(. I2.
.

Kom$!i)asi Ne&ralgia pas3a4er$e i) Ne&ralgia pas%a+erpeti( adala+ rasa n,eri ,ang timb&l pada daera+ be(as pen,emb&+an. Ne&ralgia ini dapat berlangs&ng selama berb&lan1 b&lan sampai beberapa ta+&n. Keadaan ini %ender&ng timb&l pada &m&r diatas $" ta+&n, persentasen,a ber-ariasi. Sema(in t&a persentasen,a 'Hando(o, !" "). " 1 9 ; dengan gradasi n,eri ,ang ma(a sema(in tinggi &m&r penderita

!. Infe(si se(&nder Pada penderita tanpa disertai defisiensi im&nitas biasan,a tanpa (ompli(asi. Sebali(n,a pada ,ang disertai defisiensi im&nitas, infe(si H.I..., (eganasan, ata& ber&sia lanj&t dapat disertai (ompli(asi. .esi(el sering manjadi &l(&s dengan jaringan ne(roti( 'Hando(o, !" ").
3.

Kelainan pada mata Pada +erpes *oster oftatmi(&s, (elainan ,ang m&n%&l dapat ber&pa ptosis paraliti(, (eratitis, s(leritis, &-eitis, (orioratinitis dan ne&ritis opti(.

$.

Sindrom =amsa, H&nt

Sindrom =amsa, H&nt terjadi (arena gangg&an pada ner-&s fasialis dan oti(&s, se+ingga memberi(an gejala paralisis otot m&(a 'paralisis 2ell), (elainan (&lit ,ang ses&ai dengan ting(at persarafan, tinit&s, -ertigo, gangg&an pendengaran, nistagm&s, na&sea, dan gangg&an penge%apan 'Hando(o, !" ").
9.

Paralisis motori( Paralisis motori( dapat terjadi pada 19; (as&s, ,ang terjadi a(ibat perjalanan -ir&s se%ara (ontin&itat&m dari ganglion sensori( (e sistem saraf ,ang berde(atan. Paralisis ini biasan,a m&n%&l dalam ! mingg& seja( m&n%&ln,a lesi. 2erbagai paralisis dapat terjadi seperti di <aja+, diafragma, batang t&b&+, e(stremitas, -esi(a &rinaria dan an&s. Cm&mn,a a(an semb&+ spontan 'Hando(o, !" ").

2.

Dia"nosis 5an%in" . Herpes simple(s !. Dermatitis -enenata 3. .arisela $. Pada n,eri ,ang mer&pa(an gejala prodorma lo(al sering sala+ diagnosis dengan pen,a(it re&mati( ma&p&n angina pe(toris, ji(a terdapat di daera+ setinggi jant&ng 'Hando(o, !" ").

2I.

Pena a!a)sanaan Penatala(saan +erpes *oster bert&j&an &nt&(: . Mengatasi infe(si -ir&s a(&t !. Mengatasi n,eri a(&t ,ang ditimb&l(an ole+ -ir&s +erpes *oster 3. Men%ega+ timb&ln,a ne&ralgia pas%a +erpeti(. Pengobatan ,ang diberi(an bersifat simtomatis ,ait&: 1 >esi masi+ berbent&( -esi(el dapat diberi(an beda( agar tida( m&da+ pe%a+. 1 .esi(el ,ang s&da+ pe%a+ ata& s&da+ berbent&( (r&sta, dapat diberi(an salep antibioti( &nt&( men%ega+ terjadin,a infe(si

se(&nder. 1 1 Dapat diberi(an antipireti( dan analgeti(. K&(& jari tangan +ar&s dipotong &nt&( men%ega+ terjadin,a infe(si se(&nder a(ibat gar&(an. Oba an i6ir1s @bat ,ang biasa dig&na(an adala+ asi(lo-ir, -alasi(lo-ir, dan famsi(lo-ir ,ang s&da+ terb&(ti efe(tif &nt&( pengobatan +erpes *oster, memper%epat mereda(an n,eri a(&t dan lesi (&lit, men&r&n(an d&rasi dan (em&ng(inan insiden ne&ralgia pas%a+erpeti(. Aamsi(o-ir dan -alasi(lo-ir dapat dipili+ &nt&( mengganti(an asi(lo-ir sebagai dr&g of choice (arena memili(i profil farma(o(ineti( ,ang lebi+ bai( dan pengat&ran dosis ,ang lebi+ seder+ana. Pemberian anti-ir&s sebai(n,a dalam jang(a <a(t& (&rang dari 6! jam setela+ er&psi di (&lit m&n%&l. Bi(a lesi bar& masi+ tetap timb&l obat1obatan terseb&t masi+ dapat diter&s(an dan di+enti(an ses&da+ ! +ari seja( lesi bar& tida( timb&l lagi '0&nning+am et al, !""#8 Hando(o, !" "). Derapi anti-ir&s diindi(asi(an ter&tama ji(a pasien ber&sia di atas 9", imm&no%ompromised, +erpes *oster op+talmi%&s, ata& ji(a berisi(o tinggi mengalami ne&ralgia pas%a+erpeti(. Detapi bagaimanap&n j&ga, dengan meli+at profil risi(o1manfaat dari obat anti-ir&s, terapi anti-iral +ar&s tetap dipertimbang(an ba+(an &nt&( pasien ,ang dianggap berisi(o renda+ ter(ena ne&ralgia pas%a+erpeti( dan (ompli(asi lain '0&nning+am et al, !""#). Dosis ,ang dianj&r(an: 1 1 1 Asi(lo-ir 94#"" mg7+ari7oral selama 6 +ari .alasi(lo-ir 34 g7+ari7oral selama 6 +ari Aamsi(lo-ir 34!9" mg7+ari7oral selama 6 +ari.

Kor i)os eroi% Derapi dengan (orti(osteroid oral 'misaln,a, prednisolon $" mg se+ari selama 6 +ari, dosis dit&r&n(an menjadi 9mg setiap +ari selama ! mingg& (e depan) dapat meng&rangi gejala pada fase a(&t 'inflamasi) dari +erpes *oster, tetapi +an,a dig&na(an dalam (ombinasi dengan anti-ir&s. Korti(osteroid dire(omendasi(an &nt&( pasien di atas &sia 9" ji(a tida( (ontraindi(asi, dan +ar&s dig&na(an dengan +ati1+ati pada pasien dengan (ondisi (omorbiditas seperti diabetes. Korti(osteroid tida( efe(tif dalam men%ega+ ata& mengelola ne&ralgia pas%a+erpeti( '0&nning+am et al, !""#). Indi(asi lain adala+ sindrom =amsa, H&nt. Pemberian +ar&s sedini1dinin,a &nt&( men%ega+ terjadin,a paralisis. Eang biasa diberi(an adala+ prednison dengan dosis 3 4 !" mg se+ari, setela+ semingg& dosis dit&r&n(an se%ara berta+ap 'Hando(o, !" "). Ana!"esi) N,eri (arena +erpes *oster +ar&s diobati sedini m&ng(in. Pengobatan mengg&na(an prinsip Fanalgesic ladderF dari parasetamol ata& non1steroid anti1inflamasi sampai (odein, morfin ata& o4,%odone. Keb&t&+an analgesi( sering(ali mening(at selama periode a(&t, se+ingga follow up r&tin 'setiap !13 +ari) dianj&r(an sampai n,eri ter(ontrol. @bat lain ,ang dapat dig&na(an adala+ antidepresan trisi(li(, misaln,a nortriptilin dan amitriptilin ,ang a(an meng+ilang(an rasa n,eri pada $$1 :6; (as&s. ?fe( sampingn,a antara lain gangg&an jant&ng, sedasi, dan +ipotensi. Dosis a<al amitriptilin adala+ 69 mg se+ari, (em&dian ditinggi(an sampai timb&l efe( terape&ti(, biasan,a antara 9"13"" mg se+ari. Dosis nortriptilin adala+ !"1 9" mg se+ari '0&nning+am et al, !""#8 Hando(o, !" ").

2II.

Pen3e"a4an Pemberian -a(sin +erpes *oster '/osta-a4G) dapat meng&rangi insiden +ingga 9 ;, meng&rangi derajat (epara+an, dan men%ega+ ne&ralgia pas%a+erpeli( +ingga ::;. Alasan di bali( pengenalan -a(sin +erpes *oster adala+ &nt&( meng&rangi bia,a medis dan psi(ososial tinggi ,ang ter(ait dengan +erpes *oster dan (ompli(asin,a. H&b&ngan erat antara mening(atn,a insiden +erpes *oster pada orang de<asa ,ang lebi+ t&a dan pen&r&nan im&nitas sel&ler ter+adap -ir&s -arisela *oster pada &sia terseb&t men&nj&((an ba+<a mening(at(an im&nitas sel&ler ter+adap -ir&s terseb&t melal&i im&nisasi memili(i alasan biologis ,ang (&at. Data epidemiologi dari sel&r&+ d&nia men&nj&((an ba+<a &sia ideal &nt&( -a(sinasi adala+ sebel&m 9"199 ta+&n, <a(t& di mana (ejadian +erpes *oster m&lai mening(at '0&nning+am et al, !""#). Saat ini dire(omendasi(an ba+<a -a(sin *oster diberi(an sebagai dosis t&nggal. Data per%obaan men&nj&((an ba+<a efe(ti-itas -a(sin a(an berta+an setida(n,a selama $ ta+&n, dengan platea&ing se(itar '0&nning+am et al, !""#). ta+&n

2III. Pro"nosis Cm&mn,a bai(, pada +erpes *oster oftalmi(&s prognosis bergant&ng pada tinda(an pera<atan se%ara dini 'Hando(o, !" ")

DA7TAR PUSTAKA 2risson M, ?dm&nds HB, >a< 2, et al. ?pidemiolog, of -ari%ella *oster -ir&s infe%tion in 0anada and t+e Cnited Kingdom. Epidemiology & Infection !"" 8 !6:3"913 $. 0osta%+e. A st&d, of t+e dermatomers in +erpes *oster. Bulletin of the Transilvania University of Brasov. !""9. .ol. ! '9 ) . Series .I: Medi%al S%ien%es. 0&nning+am A>, 2re&er B, D<,er D?, Grono< DH, Helme =D, >itt B0, >e-in MB, and Ma%lnt,re 0=. D+e pre-ention and management of +erpes *oster. The Medical ournal of !ustralia. !""#. .ol&me ## N&mber 3: 6 1 6:. Hando(o =P. Pen,a(it .ir&s. Dalam: Dj&anda, Ad+i d((. 'ed.). Ilm& Pen,a(it K&lit dan Kelamin ?disi 9 0eta(an Kelima. !" ". Ba(arta: 2alai Penerbit AK CI. Hal: "1 !. Mansjoer A, S&pro+aita, Hard+ani HI, Setio<&lan H. Pen,a(it .ir&s. Kapita "ele#ta $edo#teran. ?disi Ke13. Bilid !. Ba(arta: Media Aes%&lapi&s. !""", !#19. Martodi+ardjo S. %enanganan &erpes 'oster dan &erpes %rogenitalis . Ilm& Pen,a(it (&lit dan Kelamin. S&raba,a: Airlangga Cni-ersit, Press, !"" . @4man MN. Herpes /oster Pat+ogenesis and 0ell1Mediated Imm&nit, and Imm&nosenes%en%e. !m (steopath !ssoc. !""98 "9's&ppl !):S 31S 6.

STATUS RESPONSI ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN Pembimbing Nama NIM I. ANAMNESIS A. I%en i as Nama Cm&r Benis (elamin Agama Stat&s Alamat Danggal peri(sa No re(am medi( 5. Ke!14an 1 ama M&n%&l plenting1plenting berisi %airan bening di per&t dan pinggang (iri. 8. Ri9a:a $en:a)i se)aran" Pasien datang (e IGD di =SDM (arena m&n%&l plenting1plenting berisi %airan bening di per&t dan pinggang sebela+ (iri. Se(itar $ +ari sebel&m mas&( r&ma+ sa(it, pasien merasa(an mendada( per&t dan pinggang sebela+ (irin,a n,eri seperti rasa terba(ar, bai( saat istira+at ma&p&n a(ti-itas. N,eri dirasa(an sepanjang <a(t&, berden,&t se+ingga pasien menjadi tida( n,aman dalam mela(&(an a(ti-itas se+ari1+ari. Se+ari (em&dian se%ara mendada( m&n%&l plenting1plenting dan (&lit ,ang (emera+an di daera+ per&t (iri ba<a+ (em&dian dalam <a(t& ! +ari men,ebar sampai pinggang bela(ang, membent&( pola meling(ar. Plenting1plenting m&n%&l bergerombol, berisi %airan bening, tida( mele<ati : Dn. S : $9 ta+&n : >a(i1la(i : Islam : Meni(a+ : Keba((ramat, Karangan,ar : : Ag&st&s !" 3 : " ! !9 3 : Prof. Dr. dr. Harijono Kariosentono, Sp.KK : Katia Amanda Sinoel : G99 !"#$

garis tenga+ t&b&+, terasa n,eri disertai sedi(it gatal, dan sebagian ada ,ang s&da+ pe%a+. Pasien jarang menggar&( plenting terseb&t. Pasien tida( mengel&+(an adan,a demam. K&rang lebi+ +ari sebel&m mas&( r&ma+ sa(it pasien peri(sa (e p&s(esmas. Kem&dian ole+ do(ter di p&s(esmas, pasien diberi(an asi(lo-ir salep, asi(lo-ir tablet 34 !""mg, dan tablet (&ning (e%il b&lat 34 tab. Nam&n pasien merasa (&litn,a masi+ terasa n,eri dan plenting1plenting m&n%&l ma(in ban,a( se+ingga pasien (embali lagi (e p&s(esmas. Karena tida( ada perbai(an dan (eterbatasan obat di p&s(esmas, pasien lal& dir&j&( (e =SDM. Dalam beberapa mingg& tera(+ir pasien mengata(an ba+<a sering lemb&r (arena pe(erjaann,a sebagai b&r&+ bang&nan. Pasien (&rang tid&r dan jam ma(an tida( terat&r se+ingga merasa(an t&b&+n,a tida( fit. D. Ri9a:a $en:a)i %a41!1 =i<a,at pen,a(it ser&pa =i<a,at alergi obat =i<a,at atopi =i<a,at (onta( dengan pen,a(it sejenis =i<a,at %a%ar air E. Ri9a:a $en:a)i )e!1ar"a =i<a,at pen,a(it ser&pa =i<a,at alergi =i<a,at atopi 7. Ri9a:a Kebiasaan Pasien be(erja sebagai b&r&+ bang&nan dan a(+ir1a(+ir ini pasien beberapa +ari lemb&r se+ingga (&rang istira+at dan pola ma(an tida( terat&r. : disang(al : disang(al : disang(al : disang(al : disang(al : disang(al : disang(al : 'I) saat pasien &sia 61 !" ta+&n

II.

PEMERIKSAAN 7ISIK A. S a 1s "enera!is Keadaan &m&m .ital sign Kepala Mata M&l&t >e+er D+ora4 Anterior D+ora4 Posterior Abdomen ?(stremitas atas ?(stremitas ba<a+ 5. S a 1s %erma o!o"i : bai(, %ompos mentis : DDJ 3"7#" mmHg, H=J #$47menit, ==J #47menit, tJ 3:.9o0 : meso%ep+al : anemia '171), i(ter&s '171), lagoftalm&s '1), madarosis '171) : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : li+at stat&s dermatologi : dalam batas normal : dalam batas normal 1 !

=egio tr&n(&s anterior et posterior 'setinggi dermatom -ertebra t+ora(alis sinistra):

Dampa( -esi(el m&ltipel bergerombol '+erpetiformis) ,ang tersebar se%ara dermatomal, &nilateral 'tida( mele<ati garis tenga+) di atas (&lit ,ang eritemato&s dengan erosi tert&t&p (r&sta sebagian.

III.

DIAGNOSIS 5ANDING . !. 3. Herpes *oster t+ora(alis Dermatitis -enenata .arisela

I#.

PEMERIKSAAN PENUN;ANG Pemeri(saan >aboratori&m Hb: $.: g7dl H%t: $$ ; A>: $.9 rib&7&l AD: !$! rib&7&l A?: 9." j&ta7&l

!"

#.

DIAGNOSIS KER;A Herpes *oster t+ora(alis setinggi dermatom -ertebra t+ora(alis 1 ! sinistra

#I.

TERAPI Nonmedi(amentosa ?d&(asi: meng&rangi sementara a(ti-itas fisi(, pola ma(an ,ang terat&r, jangan digar&( <ala&p&n terasa sedi(it gatal, +indari plenting ,ang pe%a+, jangan berde(atan dengan ana(1ana( ata& orang lain ,ang bel&m perna+ mengalami %a%ar air sebel&mn,a. >esi bole+ dibersi+(an dengan air, tapi jangan digoso( agar plenting tida( pe%a+. Kons&msi obat se%ara terat&r dan (ontrol lagi. Medi(amentosa . !. Asi(lo-ir 9 4 #"" mg p.o selama 6 +ari Asam mefenamat 3 4 9"" mg p.o ji(a n,eri mingg&

$. Salisil tal( !; ! 4 &e, &nt&( -esi(el ,ang bel&m pe%a+ 9. M&piro%in *alf ! 4 &e &nt&( erosi :. .itamin 2 3 4 "" mg #II. PROGNOSIS : d&bia ad bonam : d&bia ad bonam : d&bia ad bonam : d&bia ad bonam

Ad -itam Ad sanam Ad f&ngsionam Ad (osmeti(am