Anda di halaman 1dari 4

Proses Pembuatan Asam Asetat

Persyaratan yang harus dilakukan sebelum proses pembuatan Asam Asetat 1. Tangki Penyimpanan Penyimpanan asetaldehida dalam tangki horizontal yang bertekanan, selain itu harus bebas udara, asam, dan basa. Adanya udara menyebabkan terbentuknya campuran uap yang mudah mendidih dan asam akan mempercepat reaksi polimerisasi asetaldehida secara eksotermis, sedangkan basa berakibat terjadi kondensasi yang berlangsung dalam penyimpanan lama atu beberapa minggu, maka sebaiknya asetaldehida disimpan dalam waktu yang pendek. 2. Tangki Persiapan katalis Persipan dilakukan dalam tangki yang dilengkapi denagn pengaduk dan sistem secara batch. Pembuatan mangan asetat dilakukan dengan mencampurkan 50 kg Mn ( !"#$!%!. & "!$ dengan #!5 liter air, kemudian dilakukan pengadukan selama ' jam. (elanjutnya larutan yang terbentuk masuk dalam tangki dozing dan dipompa menggunakan dozing pump ke reaktor utama. Pembuatan larutan katalis kalium permanganat ()Mn$&% yang digunakan pada saat start-up yaitu dengan mencampurkan *',! kg )Mn$& dengan !5& liter air yang diaduk selama * jam. +angki katalis digunakan untuk menyimpan kondensat bila tidak digunakan untuk mengencerkan katalis. )ondensat akan dimasukkan ke dalam reaktor untuk mencegah polimerisasi asetaldehida, yang akan mengurangi jumlah asetaldehida membentuk asam asetat. Proses Pembuatan : Ada # tahap proses, meliputi , 1.Tahap Reaksi Pada tahap ini terdapat # buah reaktor, yaitu ! buah reaktor digunakan untuk mereaksikan asetaldehida dengan udara, sehingga asetaldehida yang bereaksi sempurna, sedangkan * buah reaktor, untuk mencuci udara segar, sehingga udara jenuh dengan asetaldehida yang belum bereaksi. Proses terjadi sebagai berikut , 1.2 Reaktor Utama -eaktor yang digunakan adalah reaktor gelembung (bubble/sparged reactor% dilengkapi pendingin sirkulasi untuk mengatur temperatur proses, bagian bawah reaktor

dilengkapi sparger untuk mendispersikan udara yang dibutuhkan dalam reaktor, sehingga membentuk gelembung. )ondisi operasi dalam reaktor sbb , +emperatur , .',* 0 untuk bagian atas, '5,. 0 untuk bagian tengah, dan '#,* 0 untuk bagian dasar tangki +ekanan , ',* bar Pada saat start up asam asetat dimasukkan dalam reaktor utama setinggi lubang aliran menuju pendingin sirkulasi, sedangkan pemasukan asam asetat di reaktor kedua setinggi lubang interface pendingin sirkulasi. )atalis )alium permanganat sebanyak !/# 0olume tangki katalis dimasukkan pada reaktor pertama, sedangkan pada reaktor kedua sebanyak */# tangki katalis. 1as inert 2! dialirkan ke reaktor utama dan kedua melalui bagian atas untuk menjaga konsentrasi $!. Pada saat start-up temperatur tangki utama 3 .0 0 , sedangkan tangki kedua 3 '0 0 , pengaturan menggunakan steam. (etelah suhu yang diinginkan tercapai, selanjutnya dimasukkan udara segar dan asetaldehida secara bersamaan, sehingga terjadi o0er4low. Proses selanjutnya asetaldehida dimasukkan secara kontinyu, sedangkan katalis Mn asetat dipompa selang waktu tertentu, apabila katalis kurang akti4 lagi dilakukan penambahan dengan recycle katalis dari kolom konsentrasi. 5dara segar yang digunakan untuk mengoksidasi sebelum masuk reaktor dimasukkan reaktor kontak udara6cair untuk dijenuhkan. 5dara jenuh melewati sparger kontak dengan katalis dan asetaldehida sehinngga terjadi reaksi oksidasi eksotermis. -eaksi sbb , "# "$ 7 8 $! 9 "# $$"

"asil reaksi berupa , asam asetat, asetaldehida yang tidak terkon0ersi dan Mn asetat. -eaksi akan disempurnakan dalam reaktor kedua untuk menyempurnakan oksidasi asetaldehida. 1.2 Reaktor kedua :ungsi reaktor kedua , 6 Final oxidizer, yaitu mengoksidasi sisa asetaldehida yang belum terkon0ersi di reaktor utama 6 Pencuci udara (air washer%, yaitu mencuci udara segar yang berlangsung secara counter-current dengan raw asam asetat, sehingga uadara segar jenuh dengan asetaldehida yang belum terkon0ersi. -eaktor ini beroperasi pada kondisi berikut , 6 ;agian atas , tekanan 3 &,5 bar dan temperatur 3 '#,* 0 6 ;agian bawah , tekanan 3 5,# bar dan temperatur 3 '&,! 0 Produk yang berupa 4ase cair (asam asetat% keluar secara over flow, yang akan dipompa ke tangki kontak udara6cair melalui sirkulasi pendingin sehingga suhu turun menjadi 3 &0 0 , sedangkan 4ase uap masuk ke unit gas buang.

1.3 Reaktor kontak udara-cair

Asam asetat dari reaktor kedua yang sudah dingin masuk pada reaktor kontak udara6 cair bagian atas, sedangkan udara segar dari compressor masuk melalui bawah, maka terjadi aliran berlawanan arah. 5dara segar akan mengalami pencucian, sehingga udara jenuh dengan asetaldehida yang belum bereaksi dan keluar dari bagian puncak reaktor kontak menuju reaktor utama. "asil bawah sebagian masuk ke unit gas buang dan sebagian direcycle dalam reaktor utama. 2. Tahap as !uang

1as buang dari reaktor ke dua masuk ke kolom distilasi bagian bawah, sedangkan asam asetat yang merupakan produk reaktor kontak masuk pada kolom packing melalui bagian atas. Pada kolom packing terjadi penurunan suhu dan penyerapan asetaldehida yang direcycle ke reactor utama. 1as buang yang belum terserap masuk ke sieve-tray kolom distilasi. <alam reaktor kontak dimasukkan air kondensor dengan arah berlawanan denagan gas buang. Air kondensor ber4ungsi sebagai pencuci, sedangkan gas buang yang masih lolos ditampung dalam tangki pembuangan. (elanjutnya asam asetat yang masih mengandung air masuk ke dalam kolom distilasi. 3. Tahap distilasi +ujuan dari tahap ini adalah memurnikan asam asetat sampai kadar ==,= >, terdapat ! buah kolom distilasi, yaitu , 3.1 "olom "onsentrasi Asam asetat yang masuk mempunyai konsentrasi 3 5&,' >, sehingga perlu mengalami pemurnian, kondisi operasi pada kolom ini sbb , tekanan 3 *,! bar, sedangkan temperatur **. ? *!5 0 . 5ap dari bagian atas dikondensasikan, sebagian kondensat direfluks ke kolom konsentrasi. Asam asetat glacial diambil pada tahap pertama kolom dalam bentuk uap, bertujuan asam asetat bebas dari katalis garam6garam Mn. "asil asam asetat yang didapatkan mempunyai kadar ==,0 >, yang belum memenuhi direcycle. 3.2 "olom distilasi )olom ini ber4ungsi menghilangkan air (dehydration dari larutan asam asetat dengan cara azeotropic dehydration menggunakan larutan benzene sebagai entrainer.

"asil atas campuran azeotrop terdiri dari =' > benzene, #,@ > air, dan 0,! > produk samping. 5ap mengalami pengembunan, sedangkan yang tidak terembunkan dibuang. Produk asam asetat yang dihasilkan mempunyai kemurnian tinggi.