Anda di halaman 1dari 13

ASKEP CA HEPAR

I. KONSEP MEDIS A. Pengertian Menurut WHO, kanker adalah istilah umum untuk satu kelompok besar penyakit yang dapat Mempengaruhi setiap bagian dari tubuh. Istilah lain yang digunakan adalah tumor ganas dan neoplasma. Salah satu fitur mendefinisikan kanker adalah pertumbuhan sel-sel baru secara abnormal yang tumbuh melampaui batas normal dan yang kemudian dapat menyerang bagian sebelah tubuh melampaui batas normal, dan yang kemudian dapat menyerang bagian sebelah tubuh dan menyebar ke organ lain. Menurut National Cancer Institute (2009), kanker adalah suatu istilah untuk penyakit dimana sel-sel membelah secara abnormal tanpa control dan dapat menyerang jaringan di sekitarnya. Proses ini disebut metastasis. Metastasis merupakan penyebab utama kematian akibat kanker (WHO,2009) Kanker adalah pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel baru pada suatu organ yang tumbuh abnormal, cepat, dan tidak terkendali dengan bentuk, sifat, dan gerakan yang berbeda dari sel asalnya serta merusak bentuk dan fungsi sel asalnya. Kanker hati adalah pertumbuhan sel yang abnormal, cepat, dan tidak terkendali pada hati sehingga merusak bentuk dan fungsi organ hati. Dalam keadaan normal sel hati akan membelah diri jika ada penggantian sel-sel hati yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah terus sehingga terjadi penumpukan sel baru yang menimbulkan desakan dan merusak jaringan normal pada hati. Kanker hati primer yaitu karsinoma hepatoseluler merupakan kanker hati yang sering dijumpai dan salah satu kanker yang paling banyak didunia. Penemuan dini kanker hati sukar dilakukan karena awalnya tidak menimbulkan gejala. Akibatnya, sebagian besar penderita kanker hati terdeteksi dalam stadium lanjut.

Jenis Klasifikasi Kanker hepar memiliki beberapa stadium perkembangan yaitu; 1) Stadium 1, kanker berukuran tidak lebih dari 2 cm dan belum menyebar. Stadium ini pasien kanker hepar dapat beraktivitas dan hidup secara normal,

2) stadium 2, kanker mempengaruhi pembuluh darah di hepar atau terdapat lebih dari satu tumor di hepar. 3) Stadium 3A, kanker berukuran lebih dari 5 cm dan telah menyebar ke pembuluh darah di dekat hepar, 4) Stadium 3B, kanker telah menyebar ke organ terdekat seperti lambung namun belum mencapai limfonodus, 5) stadium 3C, kanker berada dalam berbagai ukuran dan telah mencapai limfonodus, 6) stadium 4, kanker telah menyebar ke organ yang jauh dari hepar misal paruparu. Saat stadium ini pasien kanker hepar sudah tidak dapat beraktivitas lagi (Fong, 2002; Bruix dan Sherman., 2005). B. Etiologi Penyebab dari kanker hati adalah,yaitu : 1) Tumor ganas primer pada hati yang berasal dari sel parenkim atau epitel saluran empedu atau metastase dari tumor jaringan lainnya. 2) Sinonim dari hepatoma adalah carcinoma hepatoselluler. 3) Merupakan tomur ganas nomor 2 diseluruh dunia , diasia pasifik terutama Taiwan ,hepatoma menduduki tempat tertinggi dari tomur-tomur ganas lainnya.laki :wanita 4) Umur tergantung dari lokasi geografis. Terbanyak mengenai usia 50 tahun. Di Indonesia banyak dijumpai pada usia kurang dari 40 tahun bahkan dapat mengenai anak-anak. Penyebab dari Ca. Hepar yaitu Cerosis Hepatis Virus Hepatitis B dan Hepatitis C Kontak dengan racun kimia tertentu (misalnya : ninil klorida, arsen) Kebiasaan merokok Kebiasaan minum minuman keras (pengguna alkohol) Aftatoksik atau karsinogen dalam preparat herbal Nitrosamin

a) b) c) d) e) f) g)

D. Faktor Resiko Beberapa faktor resiko menyebabkan kanker hati , antara lain : a) Hepatitis kronis dapat menyebabkan perubahan sel kanker yang berhubungan dengan tipe kanker hati yang paling umum yaitu hematoma. Biasanya

disebabkan oleh hepatitis B dan karsinogen (zat kimia yang menginduksi kanker) seperti aflatoksin. b) Sirosis hati, yang biasa disebabkan oleh alkohol, hemochromatosis, defisiensi Alpha 1-antitrypsin. c) Miscellaneous irritant seperti polivinil klorida, thorotrast, dan radiasi. (Anonim, 2004) E. Patologi a. Ada 3 type : 1. Type masif tumor tunggal di lobus kanan. 2. Type Nodule tumor multiple kecil-kecil dalam ukuran yang tidak sama. 3. Type difus secara makroskpis sukar ditentukan daerah massa tumor. b. Penyebarannya : 1. Intrahepatal. 2. Ekstrahepatal

F. Patofisiologi Hepatitis B&C,racun kimia, merokok dll Racun kimia ( ninil klorida,arsen)

Terjadinya peradangan sel hepar percabangan pembuluh hepatik dan aliran darah pada porta hipertensi portal (peningkatan tekanan aliran darah portal diatas 10-12 mmHg yang menetap, dimana tekanan dalam keadaan normal berkisar 4-8 mmHg) meningkatnya resistensi portal dan aliran darah portal pemekaran pembuluh vena esofagus, vena rektum superior dan vena kolateral dinding perut perdarahan (hematemesis melena) perubahan arsitektur vaskuler hati kongesti vena mesentrika penimbunan cairan abnormal dalam perut (acites) kelebihan volume cairan memacu proses regenerasi sel-sel hepar secara terus menerus (fibrogenesis)

gangguan kemampuan fungsi hepar

produksi albumin menurun tidak dapat mempertahankan tekanan osmotik koloid terjadinya acites dan oedema depot glikogen di hati menurun kangker hati

G. Manifestasi Klinik Pada fase subklinis belum ditemukan gejala yang jelas pada penderita, berikut gejala yang ditemukan pada fase klinis yaitu : 1) Nyeri abdomen kanan atas Penderita kanker hati stadium lanjut sering datang berobat karena tidak nyaman dengan nyeri di abdomen kanan atas. Nyeri umumnya bersifat tumpul atau menusuk, intermitten atau kontinu, sebagian area hati terasa terbebat kencang karena pertumbuhan tumor yang cepat. 2) Massa abdomen atas Pemeriksaan fisik menemukan splenomegali Kanker hati lobus kanan dapat menyebabkan batas atas hati bergeser ke atas, pemeriksaan fisik menemukan hepatomegali di bawah arcus costae tapi tanpa nodul. Perut kembung timbul karena massa tumor sangat besar dan gangguan fungsi hati. 3) Anoreksia Timbul karena fungsi hati terganggu, tumor mendesak saluran gastrointestinal. 4) Letih, mengurus Dapat disebabkan metabolit dari tumor ganas dan berkurangnya masukan makanan. 5) Demam Timbul karena nekrosis tumor, disertai infeksi dan metabolit tumor, umumnya tidak disertai menggigil. 6) Icterus Tampil sebagai kuningnya sklera dan kulit, biasanya sudah stadium lanjut, juga karena sumbat kanker di saluran empedu atau tumor mendesak saluran hingga timbul icterus. 7) Ascites Juga merupakan stadium lanjut, secara klinis ditemukan perut membuncit sering disertai odeme di kedua tungkai. 8) Lainnya Selain itu terdapat kecenderungan perdarahan, diare, nyeri bahu belakang, kulit gatal dan lainnya, manifestasi sirosis hati seperti splenomegali, venodilatasi dinding abdomen. Pada stadium akhir sering timbul metastase paru, tulang, dan organ lain.

I. Pemeriksaan Diagnostik 1) Laboratorium:500 mg/dl, HbsAg positf dalam serum, Kalium, Kalsium. Darah lengkap ; SGOT,SGPT,LDH,CPK, Alfa fetoprotein 2) Radiologi :Ultrasonografi (USG), CT-Scan, Thorak foto, Arteriography. 3) Biopsi jaringan liver. Pemeriksaan diagnostic untuk menetapkan adanya gangguan fungsi hepar meliputi pemeriksaan terhadap dan tindakan berupa : a) Bilirubin terkonjugasi dan tak-terkonjugasi (meningkat) b) Urobilinogen urine (meningkat) c) Masa protrombin (memanjang) d) Trombosit, eritrosit, leukosit (menurun) e) Hipokalemia; Hiponatremia; CT Scan f) Enzim-enzim serum : ALT, AST, LDH dan alkalin fosfatase (meningkat) J. Pencegahan 1) Pencegahan Primordial Pencegahan primordial adalah pencegahan yang dilakukan terhadap orang yang belum terpapar faktor risiko. Pencegahan yang dilakukan antara lain : a) Konsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang. b) Hindari makanan tinggi lemak dan makanan yang mengandung bahan pengawet/ pewarna. c) Konsumsi vitamin A, C, E, B kompleks dan suplemen yang bersifat antioksidan, peningkat daya tahan tubuh. 2) Pencegahan Primer Pencegahan primer merupakan pencegahan yang dilakukan terhadap orang yang sudah terpapar faktor risiko agar tidak sakit. Pencegahan primer yang dilakukan antara lain dengan : a) Memberikan imunisasi hepatitis B bagi bayi segera setelah lahir sehingga pada generasi berikutnya virus hepatitis B dapat dibasmi. b) Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang virus hepatitis (faktorfaktor risiko kanker hati) sehingga kejadian kanker hati dapat dicegah melalui perilaku hidup sehat. c) Menghindari makanan dan minuman yang mengandung alkohol karena alkohol akan semakin meningkatkan risiko terkena kanker hati. d) Menghindari makanan yang tersimpan lama atau berjamur karena berisiko mengandung jamur Aspergillus flavus yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kanker hati.

e)

Membatasi konsumsi sumber radikal bebas agar dapat menekan perkembangan sel kanker dan meningkatkan konsumsi antioksidan sebagai pelawan kanker sekaligus mangandung zat gizi pemacu kekebalan tubuh. 3) Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder merupakan upaya yang dilakukan terhadap orang yang sudah sakit agar lekas sembuh dan menghambat progresifitas penyakit melalui diagnosis dini dan pengobatan yang tepat. K. Pengobatan Pengobatan yang telah dilakukan sampai saat ini adalah dengan kemoterapi dengan obat sitostatik seperti 5-Fluorourasil secara intra arterial, embolisasi, radioimunoterapi dan pembedahan. Pasien yang tidak menjalani terapi biasanya meninggal dalam jangka 3-4 bulan, sedangkan pasien yang diterapi mungkin dapat hidup 6-18 bulan jika terapi berjalan dengan baik (Anonim, 2001). Salah satu cara yang efektif untuk menurunkan kekerapan kanker hepar adalah dengan imunisasi Hepatitis B. Negara yang program imunisasi Hepatitis B berjalan baik terbukti kekerapan kanker hepar menurun dengan nyata (Anonim, 2003). Penyebab utama kerusakan hati: Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama. Tidak buang air besar pada pagi hari. Pola makan yang terlalu berlebihan (Daging panggang, sate, dan gorengan / minyak goreng yang tidak sehat. Tidak makan pagi. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan atau bahkan Narkoba. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan (penyedap rasa), zat pewarna, pemanis buatan. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang. Merokok atau menjadi perokok pasif

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

ASUHAN KEPERAWATAN CANCER HEPAR II. KONSEP KEPERAWATAN 9. Pengkajian Pengkajian adalah tahap awal dari proses keperawatan dan merupakan suatu prosesyang sistematis dalam pengumpulan data untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi status kesehatan pasien (Iyer et.al., 1996 dalam Nursalam, 2001). Dalam pengumpulan data ada 2 tipe data yang ada pada pengkajian yaitu data subyektif dan data obyektif (Nursalam, 2001). a) Data Subyektif Data Subyektif adalah data yang didapatkan dari pasien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Data subyektif sering didapatkan dari riwayat keperawatan termasuk persepsi pasien, perasaan dan ide tentang status kesehatan (Nursalam, 2001). Data Subyektif yang biasanya muncul pada pengkajian dengan Ca. Hepar adalah Keluhan berupa nyeri abdomen, kelemahan dan penurunan berat badan, anoreksia, rasa penuh setelah makan terkadang disertai muntah dan mual. Bila ada metastasis ke tulang penderita mengeluh nyeri tulang. b) Data Obyektif Data Obyektif dalah dan diukurata yang dapat diobservasi dan diukur (Iyer, et.al., 1996, dalam Nursalam, 2001 : 19). Data Obyektif yang dapat dikaji pada pasien dengan Ca. Hepar adalah : penurunan tonus otot, distensi abdomen (hepatomegali, Splenomegali, asites), penurunan BB atau peningkatan (cairan), edema, kulit kering, ikterik, ensefalopati hepatik, takipnea, demam, hipoksia, pernapasan dangkal, perubahan mental, ekspansi paru terbatas, peningkatan suhu tubuh, dan sebagainya. Pada pemeriksaan fisik bisa didapatkan : 1. Ascites 3. ikterus 2.Splenomegali, Spider nevi, Eritoma palmaris, Edema. 4.hipoalbunemia Secara umum pengkajian Keperawatan pada klien dengan kasus kanker hati, meliputi : 1. Gangguan metabolism 5. Hipoproteinemia 2. Perdarahan 6. Jaundice/icterus 3. Asites 7. Komplikasi endokrin 4. Edema 8. Aktivitas terganggu akibat pengobatan

10. Diagnosa Keperawatan Diagnosa yang dapat muncul pada pasien dengan Ca. Hepar yaitu : a) Tidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan anoreksia, mual, gangguan absorbsi, metabolisme vitamin di hati. b) Nyeri berhubungan dengan tegangnya dinding perut ( asites ). c) Intoleransi aktivitas b.d ketidak seimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan d) Resiko terjadinya gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus,edema dan asites 11. Rencanaan Keperawatan Rencana keperawatan merupakan langkah ketiga dalam proses keperawatan yang terdiri dari tiga tahap yaitu menetapkan prioritas diagnosa keperawatan, menentukan tujuan dan merumuskan intervensi keperawatan.

Adapun rencana keperawatan pada pasien dengan Ca. Hepar adalah. a. Tidak seimbangan nutrisi berhubungan dengan anoreksia, mual, gangguan absorbsi, metabolisme vitamin di hati. Tujuan : 1) Mendemontrasikan BB stabil, penembahan BB progresif kearah tujuan dgn normalisasi nilai laboratorium dan batas tanda-tanda malnutrisi 2) Penanggulangan pemahaman pengaruh individual pd masukan adekuat . Intervensi : 1) Pantau masukan makanan setiap hari, beri pasein buku harian tentang makanan sesuai Indikasi 2) Dorong pasien utk makan deit tinggi kalori kaya protein dg masukan cairan adekuat. 3) Dorong penggunaan suplemen dan makanan sering / lebih sedikit yg dibagi bagi selamasehari. Berikan antiemetik pada jadwal reguler sebelum / selama dan setelah pemberian agent antineoplastik yang sesuai . Rasional : 1) Keefektifan penilaian diet individual dalam penghilangan mual pascaterapi. Pasien harus mencoba untuk menemukan solusi/kombinasi terbaik. 2) Kebutuhan jaringan metabolek ditingkatkan begitu juga cairan ( untuk menghilangkan produksi sisa ). Suplemen dapat memainkan peranan penting dlm mempertahankan masukan kalori dan protein adekuat.

3) Mual/muntah paling menurunkan kemampuan dan efek samping psikologis kemoterapi yang menimbulkan stess. b. Nyeri berhubungan dengan tegangnya dinding perut ( asites ) Tujuan : 1) Mendemontrasikan penggunaan keterampilan relaksasi dan aktivitas hiburan sesuai indikasi nyeri. 2) Melaporkan penghilangan nyeri maksimal / kontrol dengan pengaruh minima pada AKS Intervensi : 1) Tentukan riwayat nyeri misalnya lokasi , frekwensi, durasi dan intensitas ( 0-10 ) dan tindakan penghilang rasa nyeri misalkan berikan posisi yang duduk tengkurap dengan dialas bantal pada daerah antara perut dan dada. 2) Berikan tindakan kenyamanan dasar misalnya reposisi, gosok punggung. 3) kaji tingkat nyeri / kontrol nilai Rasional : 1) Memberikan data dasar untuk mengevaluasi kebutuhan / keefektifan intervensi 2) Meningkatkan relaksasi dan membantu memfokuskan kembali perhatian 3) Kontrol nyeri maksimum dengan pengaruh minimum pada AKS.

c.

Intoleransi aktivitas b.d ketidak seimbangan antara suplai O2 dengan kebutuhan Tujuan : 1) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan tubuh. Intervensi : 1) Dorong pasein untuk melakukan apa saja bila mungkin, misalnya mandi, bangun dari kursi/ tempat tidur, berjalan. Tingkatkan aktivitas sesuai kemampuan. 2) Pantau respon fisiologi terhadap aktivitas misalnya; perubahan pada TD/ frekuensi jantung / pernapasan. 3) Beri oksigen sesuai indikasi

Rasional : 1) Meningkatkan kekuatan / stamina dan memampukan pasein menjadi lebih aktif tanpa kelelahan yang berarti.

10

2) Teloransi sangat tergantung pada tahap proses penyakit, status nutrisi, keseimbnagan cairan dan reaksi terhadap aturan terapeutik. 3) Adanya hifoksia menurunkan kesediaan O2 untuk ambilan seluler dan memperberat keletihan. d. Resiko terjadinya gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus,edema dan asites Tujuan : 1) Mengedentifikasi fiksi intervensi yang tepat untuk kondisi kusus. 2) Berpartisipasi dalam tehnik untuk mencegah komplikasi / meningkatkan penyembuhan Intervensi : 1) Kaji kulit terhadap efek samping terapi kanker. Perhatikan kerusakan atau perlambatan penyembuhan 2) Mandikan dengan air hangat dan sabun 3) Dorong pasien untuk menghindari menggaruk dan menepuk kulit yang kering dari pada menggaruk. 4) Balikkan / ubah posisi dengan sering 5) Anjurkan pasein untuk menghindari krim kulit apapun ,salep dan bedak kecuali seijin dokter Rasional : 1) Efek kemerahan atau reaksi radiasi dapat terjadi dalam area radiasi dapat terjadi dalam area radiasi. Deskuamasi kering dan deskuamasi kering,ulserasi. 2) Mempertahankan kebersihan tanpa mengiritasi kulit. 3) Membantu mencegah friksi atau trauma fisik. 4) Untuk meningkatkan sirkulasi dan mencegah tekanan pada kulit/ jaringan yang tidak perlu. 5) Dapat meningkatkan iritasi atau reaksi secara nyata.

12. Pelaksanaan Pelaksanaan merupakan langkah keempat dari proses keperawatan dan merupaka wujud nyata dari rencana keperawatan yang bertujuan memenuhi kebutuhan pasien akan keperawatan dengan melaksanakan kegiatan kegiatan sesuai dengan alternatif tindakan yang telah direncanakan. Pelaksanaan keperawatan sebagai data untuk rencana keperawatan.

11

13.

1) 2) 3)

4) 5)

Evaluasi Evaluasi merupakan langkah terakhir dalam keperawatan untuk menilai pencapaian tujuan. Berdasarkan analisis, jika tujuan belum tercapai maka dilakukan perencanaan selanjutnya (P) sebagai berikut : Rencana dilanjutkan yang artinya diagnosa tetap berlaku, tujuan atau intervensi masih memadai. Direvisi yang artinya diagnosa tetap berlaku, tujuan atau intervensi perlu direvisi. Diagnosa keperawatan atau kemungkinan menjadi aktual atau bahkan disingkirkan (untuk diagnosa kemungkinan). Jika diagnosa menjadi aktual maka dibutuhkan perencanaan baru sehinggadalam planning (P) diuraikan perencanaan yang dimaksud. Tujuan tercapai maka perencanaan selanjutnya tidak perludilanjutkan, tidak perlu direvisi dan tidak perlu perencanaan baru. Rencana semula dipakai lagi, jika dalam analisis ditentukan bahwa masalah atau diagnosa yang telah teratasi terjadi kembali.

12

DAFTAR PUSTAKA

Doenges, Marilynn E., 1999, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien, Edisi 3, EGC : Jakarta Inayah, Iin, 2004, Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Pencernaan, Edisi 1, Salemba Medika : Jakarta Nursalam, 2001, Proses dan Dokumentasi Keperawatan : Konsep dan Praktek, Edisi 1, Salemba Medika : Jakarta Smeltzer, Suzanne C., 2001, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth, Edisi 8, EGC : Jakarta
http://www.cancerhelps.com/kanker-hati.

13