Anda di halaman 1dari 7

Step 1 1.

Hemophili Gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor pembeku darah yang disebabkan kerusakan kromosom X, bersifat resesif dan merupakan keturunan, paling banyak pada pria. Apabila wanita maka carrier 2. RBC Kepanjangannya Red blood count Normalnya 4.4-5.6 x 106 sel/mm3 pria Wanita 3.8-5.0 x 106 sel/mm3

3. WBC White blood count Normalnya 3.200-10.000 sel /mm3 pria , wanita 5.000-10.000 sel/mm3

4. HCT Hematokrit , persentasi dari jumlah sel darah merah Pria 40,7-50,3 % Wanita 36,1-44,3 %

5. Trombosit Elemen terkecil dalam pembuluh darah, terbentuk dalam sum-sum tulang Normalnya : 170-380 x 103 /mm3

6. Hemoglobin Pria 13,8 17,2 gr/ dL Wanita 12-15,6 gr/dL

Kompleks protein pigmen yang mengandung zat besi dan terdapat dalam eritrosit , fungsinya mengikat oksigen

7. Bleeding Post Extraction Salah satu komlikasi pasca ekstraksi, bisa disebabkan 2 faktor yaitu local (operator dan pasien) dan sistemik (penyakit yang dimiliki pasien) 8. Extraction Tindakan pencabutan gigi

Step 2 1. Bagaimana pembacaan tes darah ? 2. Bagaimana hubungan pembacaan tes darah dengan bleeding pada pasien? 3. Apakah pada pasien hemophilia bias dilakukan perawatan rongga mulut? 4. Bagaimana treatment lanjutan pada pasien? 5. Apa penyebab dari gangguan perdarahan? 6. Bagaimana penatalaksanaan pada pasien compromise medis hemophilia di bidang kedokteran gigi? 7. Apa saja faktor-faktor pembekuan darah? 8. Komplikasi dari penanganan ekstraksi pada pasien hemophilia? 9. Bagaimana tatalaksana perdarahan pasca ekstraksi? 10. Patofisiologi dari gangguan pembekuan darah ? 11. Bagaimana pencegahan dari komplikasi post ekstraksi? 12. Apa saja macam-macam kelainan koagulasi darah dan tanda klinisnya?

13. Pemeriksaan apa saja untuk mengetahui hemophilia? STEP 3 1. Bagaimana pembacaan tes darah ? Hemoglobin <10 dikaitkan dengan anemia atau def.Fe , pasien mengalami perdarahan berat atau obat-obatan seperti obat kanker Hb <5 ,dinyatakan tanda bahaya Hb >18 gr/dL pasien mengalami gagal jantung, bronchitis kronis dengan cor pulmonary, pasien mengalami luka bakar, dehidrasi, diare, obat-obatan seperti gentamicin Ht tinggi >55% , pasien penyakit Addison, luka bakar, dehidrasi, ambang bahaya lebih dari 60%, penyakit DM hematokritnya tinggi Ht rendah , anemia, sirosis hati, gagal jantung, perlemakan hati, pneumonia, ambang bahaya < 15% 2. Bagaimana hubungan pembacaan tes darah dengan bleeding pada pasien? Hb normal wanita 12-15 , pada pasien Hb 8 Tb 150-400.000, pada pasien Tb 155 Hemofilia B def.faktor IX vitamin K, diproduksi di hati , gangguan enzim kinase (faktor VIII) 3. Apakah pada pasien hemophilia bias dilakukan perawatan rongga mulut? bisa, tetapi surgical dihindari, namun apabila terpaksa dilakukan surgical dikonsulkan ke hematologist dan tindakan dilakukan di rumah sakit

4. Bagaimana treatment lanjutan pada pasien? Diberi EACA untuk mengurangi perdarahan Hemophilia A dan B pemberian prednisone (kortikosteroid), gamma globulin, transfusi platelet, pemberian faktor VIII dan VII 5. Apa penyebab dari gangguan perdarahan? Gangguan fungsi platelet, obat-obatan (seperti aspirin, NSAID,alkohol, antibiotik), alergi dan penyakit autoimun Ada 2 faktor congenital dan faktor didapat Congenital autosomal herediter Faktor yang didapat defisiensi faktor II, def.vit K, sirosis hati, uremia 6. Bagaimana penatalaksanaan pada pasien compromise medis hemophilia di bidang kedokteran gigi? Periodontal diberi topical antifibriolytic agents dan periodontal dressing, orthodonti, penambalan, endodontic, ekstraksi bisa dilakukan asal control perdarahan dan lukanya di suturing 7. Apa saja faktor-faktor pembekuan darah? Faktor I fibrinogen Faktor II Faktor III Faktor IV Faktor V Faktor VI

Faktor VII Faktor VIII Faktor IX plasma tromboplastin

8. Komplikasi dari penanganan ekstraksi pada pasien hemophilia? Syok hipovolemic

9. Bagaimana tatalaksana perdarahan pasca ekstraksi? Diberi spongostan Beri vitamin K Suturing Perdarahan belum berhenti menggigit tampon yang diberi vasokontriktor (adrenalin) selama 10 menit Belum berhenti juga suturing Perdarahan yang massif dan tidak berhenti diberi hemostatic agents seperti asam traneksamat 10. Patofisiologi dari gangguan pembekuan darah ? Ada 3 fase : vaskuler, platelet, dan koagulasi. Vaskuler dan platelet fase primer, koagulasi fase sekunder. Fase koagulasi diikuti fase fibrinolitik. Fase vaskuler terjadi sesaat setelah trauma melibatkan vasokontriksi arteri dan vena dan tekanan ekstravaskuler. Fase platelet terjadi kekakuan platelet dan pembuluh darah Hemophilia, terjadi kerusakan faktor VIII dan IX

11. Bagaimana pencegahan dari komplikasi post ekstraksi? Anamnesa dengan baik mengenai riwayat penyakit pasien Konsultasi dengan dokter penyakit dalam

12. Apa saja macam-macam kelainan koagulasi darah dan tanda klinisnya? Tanda klinis : a. Terlihat jaundice (kekuningan) b. Terlihat ekimosis c. Petechiae Macam kelainan koagulasi darah : a. platelet disorder leukemia, thalasemia, von willebrands (DD hemophilia) b. vascular disorder tampilannya terdapat purpura (pembuluh darah mudah pecah), c. fibronilitik defek terapi streptokinase d. faktor def.koagulasi hemophilia, defisiensi vitamin K 13. Pemeriksaan apa saja untuk mengetahui hemophilia? Riwayat perdarahan Lab : PT (protrombin time), APTT (activated partial thrombin time), TT (thrombin time) Membedakan hemophilia A dan B dengan pemeriksaan TGT PTT untuk meemriksa sistem intrinsic seperti faktor VIII dan IX Memeriksa sistem ekstrinsik faktor VII, V, X

LEARNING ISSUE 1. Faktor yang mempengaruhi pembekuan darah (DIAH) 2. Management Bleeding post extraction, patofisologi, etiologi, mekanisme, penanganan, penanganan emergensi ( john, reza, faisal) 3. Penyakit-penyakit gangguan pembekuan darah (shifa mentari ayu nur) 4. Hemofilia A, B, C (Sandra dan riski)