Anda di halaman 1dari 2

Adab Terhadap Al-Qur'an

"Sesungguhnya, Allah dengan kitab ini (al-Qur'an) meninggikan derajat suatu


kaum dan menjatuhkan derajat kaum yang lain." (HR. Muslim)

Maksud dari hadits tersebut adalah, barangsiapa yang berpedoman dan mengamalkan
isi al-Qur'an, maka Allah akan meninggikan derajatnya, tapi barangsiapa yang tidak
beriman kepada al-Qur'an, maka Allah akan menghinakannya dan merendahkan
derajatnya. Dalam rangka memperebutkan kemuliaan di sisi Allah, para sahabat Rasul.
Saw saling berlomba membaca, menghatamkan, dan mengamalkan kandungan Qur'an.
Ketika ayat yang berkenaan dengan minuman khamr turun di tengah-tengah mereka,
maka kendi-kendi berisi khamr ditumpah, sehingga digambarkan —pada saat itu— parit-
parit dipenuhi khamar. Ketika ayat kewajiban menutup aurat (jilbab) turun, para wanita
Muslimah saling berlomba untuk memborong kain di pasar-pasar.

Semangat untuk menghiasi diri pribadi dengan warna Qur'an, dilakukan dengan
ketekunan mengkhatamkan ayat-ayat suci tersebut. Di antara mereka ada yang mampu
mengkhatamkan dalam waktu seminggu, dua minggu, atau sebulan. Bahkan ada di
antaranya yang sanggup satu hari khatam.

Maka bila hari ini kita mendengar akhlak dan keistimewaan-keistimewaan mereka yang
berhasil mengangkat kecemerlangan Islam, itu tidak lain adalah buah dari kedekatannya
dengan al-Qur'an.

Bandingkan dengan ummat yang datang kemudian, terutama diri kita sendiri, berapa
lama kita mampu menghafalkan Qur'an. Atau kita tarik yang lebih sederhana lagi, berapa
ayat yang sudah kita baca dalam sehari ini? Atau bagaimana sikap kita terhadap garis
hidup Rabbul Izzati itu? Masya Allah. Maka wajarlah kalau pikiran kita dan tindakan kita
sering diseret-seret dan disetir terus oleh syetan. Pantas kalau hari ini kita sangat
gampang kagum pada konsep lain yang dibikin oleh manusia.

Hal yang sederhana (dalam menyikapi Qur'an) di bawah ini, mungkin akan menjadi jalan
bagi kecintaan kita terhadapnya.

• Meletakkan al-Qur'an dengan bagian Al Fatihah di atas.


• Meletakkan al-Qur'an di atas kitab-kitab (buku) yang lain.
• Jangan membawa Al-Qur'an ke negeri musuh Islam. Dikhawatirkan al-Qur'an
akan dirusak oleh mereka. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah)
• Jangan berdebat dengan al-Qur'an. (HR. Baihaqi, Ibnu Majah, Al Hakim)
• Seseorang yang sudah menghafal al-Qur'an atau sebagian ayat-ayatnya, jangan
mengatakan, "Saya lupa ayat ini...", tetapi katakanlah, "Saya dilupakan oleh Allah
ayat ini..." (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)
• Empat orang yang masuk kategori dilarang memegang al-Qur'an: Orang junub,
orang haid, orang nifas dan orang kafir.
• Jangan melonjorkan kaki ke al-Qur'an atau menyentuhnya dengan kaki. (Abu
Nasir)
• Al-Qur'an tidak boleh dipakai bantal atau alas. (HR. Tabrani, Baihaqi)
• Al-Qur'an tidak boleh dilangkahi. (Ibnu Hajar Asqalani)
• Umar senang jika melihat orang yang membaca a-Qur'an memakai baju putih.
(Malik)
• Ketika khatam dari tilawah al-Qur'an disunnahkan agar:
1. Memperbanyak takbir dan tahmid
2. Mengumpulkan keluarga dan doa bersama-sama. (Ibnu Najar)

Tulisan dalam rubrik adab ini bersumber dari beberapa kitab antara lain, Shahih Bukari,
Shahih Muslim, Sunnan Ibnu Majah, Kifayatul Akhyar, Musnan As-Syafi'i, Muhtashar
Sunan Abu dawud, Minhajul Muslim, Ihya Ulumiddin, Minhajul Abidin, Al Adabun Nabawi,
Uswah Rasul al Akram dll.

Wallahu a'lam.•