Anda di halaman 1dari 8

KARAKTERISTIK DAN SIFAT MATERIAL

PLASTIK DAN BAHAN ADITIF

Dicky Seprianto
Mahasiswa Magister Teknik Universitas pancasla
E-mail: dq_abiel@yahoo.co.id

Abstrak
Plastik merupakan salah satu bahan yang paling umum kita lihat dan gunakan. Bahan
plastik secara bertahap mulai menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini disebabkan
bahan plastik mempunyai beberapa keunggulan, yaitu : ringan, kuat dan mudah dibentuk, anti
karat dan tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, dapat dibuat
berwarna maupun transparan dan biaya proses yang lebih murah. Namun begitu daya guna
plastik juga terbatas karena kekuatannya yang rendah, tidak tahan panas mudah rusak pada
suhu yang rendah. Keanekaragaman jenis plastik memberikan banyak pilihan dalam
penggunaannya dan cara pembuatannya.

Kata kunci : sifat, karakteristik , material plastik, bahan aditif

PENDAHULUAN yaitu : plastik thermoplast dan plastik


thermoset. Plastik thermoplast adalah plastik
Plastik adalah suatu polimer yang yang dapat dicetak berulang-ulang dengan
mempunyai sifat-sifat unik dan luar biasa. adanya panas ( lihat tabel 2 ). Yang termasuk
Polimer adalah suatu bahan yang terdiri dari plastik thermoplast antara lain : PE, PP, PS,
unit molekul yang disebut monomer. Jika ABS, SAN, nylon, PET, BPT, Polyacetal
monomernya sejenis disebut (POM), PC dll. Sedangkan palstik thermoset
homopolimer, dan jika monomernya adalah plastik yang apabila telah mengalami
berbeda akan menghasilkan kopolimer. kondisi tertentu tidak dapat dicetak kembali
Polimer alam yang telah kita kenal karena bangun polimernya berbentuk
antara lain : selulosa, protein, karet alam dan jaringan tiga dimensi ( lihat Tabel 1 ). Yang
sejenisnya. Pada mulanya manusia termasuk plastic thermoset adalah : PU (Poly
menggunakan polimer alam hanya untuk Urethene), UF (Urea Formaldehyde), MF
membuat perkakas dan senjata, tetapi (Melamine Formaldehyde), polyester,
keadaan ini hanya bertahan hingga akhir epoksi dll.
abad 19 dan selanjutnya manusia mulai Untuk membuat barang-barang plastik
memodifikasi polimer menjadi plastik. Plastik agar mempunyai sifat-sifat seperti yang
yang pertama kali dibuat secara komersial dikehendaki, maka dalam proses
adalah nitroselulosa. Material plastik telah pembuatannya selain bahan baku utama
berkembang pesat dan sekarang mempunyai diperlukan juga bahan tambahan atau aditif.
peranan yang sangat penting dibidang Penggunaan bahan tambahan ini beraneka
elektronika, pertanian, tekstil, transportasi, ragam tergantung pada bahan baku yang
furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, digunakan dan mutu produk yang akan
mainan anak – anak dan produk – produk dihasilkan. Berdasarkan fungsinya , maka
industri lainnya. bahan tambahan atau bahan pembantu
Secara garis besar, plastik dapat proses dapat dikelompokkan menjadi :
dikelompokkan menjadi dua golongan, bahan pelunak (plasticizer), bahan
penstabil (stabilizer), bahan pelumas Tabel 1. Perbandinagan specific gravity
(lubricant), bahan pengisi (filler), pewarna dari berbagai material plastik.
(colorant), antistatic agent, blowing agent, Resin Specific gravity
flame retardant dsb.
PP 0,85-0,90
LDPE 0,91-0,93
HDPE 0,93-0,96
Polistirena 1,05-1,08
ABS 0,99-1,10
PVC 1,15-1,65
Asetil Selulosa 1,23-1,34
Nylon 1,09-1,14
Poli Karbonat 1,20
Poli Asetat 1,38

a. Start of process Tabel 2. Temperature Leleh Proses


b. Plastic melted Termoplastik
c. Plastic permanently hard Processing Temperature Rate
Material oC oF
ABS 180 - 240 356 – 464
Gambar 1. Plastik Termoset Acetal 185 –225 365 – 437
Acrylic 180 – 250 356 – 482
Nylon 260 – 290 500 – 554
Poly 280 – 310 536 - 590
Carbonat
LDPE 160 – 240 320 – 464
HDPE 200 – 280 392 – 536
PP 200 – 300 392 – 572
PS 180 – 260 356 – 500
PVC 160 - 180 320 – 365

Polypropylene mempunyai titik leleh


a. Start of process yang cukup tinggi (190 - 200 oC),
b. Plastic melted sedangkan titik kristalisasinya antara 130 –
c. Plastic hard but can be resoftened 135 C. Polypropylene mempunyai
ketahanan terhadap bahan kimia ( hemical
Resistance) yang tinggi, tetapi ketahanan
Gambar 2. Plastik Thermoplast pukul (impact strength) nya rendah.

Bahan Baku Plastik Thermoplast POLYSTIRENE (PS)


POLYPROPYLENE (PP) Polistirene adalah hasil polimerisasi
Polypropylene merupakan polimer dari monomer-monomer stirena, dimana
kristalin yang dihasilkan dari proses monomer stirena-nya didapat dari hasil
polimerisasi gas propilena. Propilena proses dehidrogenisasi dari etil benzene
mempunyai specific gravity rendah (dengan bantuan katalis), sedangkan etil
dibandingkan dengan jenis plastik lain. benzene-nya sendiri merupakan hasil reaksi
Sebagai perbandingan terlihat pada Tabel 1. antara etilena dengan benzene (dengan
bantuan katalis).
Sifat- sifat umum dari poli stirena :
1. Sifat mekanis
Sifat-sifat mekanis yang menonjol dari
bahan ini adalah kaku, keras,
mempunyai bunyi seperti metallic bila
dijatuhkan. ACRYLONITRILE BUTADIENE
2. Ketahanan terhadap bahan kimia STYRENE (ABS)
Ketahanan PS terhadap bahan-bahan Acrylonitrile butadiene styrene
kimia umumnya tidak sebaik ketahanan (akrilonitril butadiene stirena, ABS)
yang dipunyai oleh PP atau PE. PS larut termasuk kelompok engineering
dalam eter, hidrokarbon aromatic dan thermoplastic yang berisi 3 monomer
chlorinated hydrocarbon. PS juga pembentuk. Akrilonitril bersifat tahan
mempunyai daya serap air yang rendah, terhadap bahan kimia dan stabil terhadap
dibawah o,25 %. panas. Butadiene memberi perbaikan
3. Abrasion resistance terhadap sifat ketahanan pukul dan sifat liat
PS mempunyai kekuatan permukaan (toughness). Sedangkan stirena menjamin
relative lebih keras dibandingkan kekakuan (rigidity) dan mudah diproses.
dengan jenis termoplastik yang lain. Beberapa grade ABS ada juga yang
Meskipun demikian, bahan ini mudah mempunyai karakteristik yang berfariasi,
tergores. dari kilap tinggi sampai rendah dan dari
4. Transparansi yang mempunyai impact resistance tinggi
Sifat optis dari PS adalah mempunyai sampai rendah. Berbagai sifat lebih lanjut
derajat transparansi yang tinggi, dapat juga dapat diperoleh dengan penambahan
melalui semua panjang gelombang aditif sehingga diperoleh grade ABS yang
cahaya (Á 90%). Disamping itu dapat bersifat menghambat nyala api, transparan,
memberikan kilauan yang baik yang tahan panas tinggi, tahan terhadap sinar UV,
tidak dipunyai oleh jenis plastic lain, dll.
dimana bahan ini mempunyai indeks
refraksi 1,592. ABS mempunyai sifat-sifat :
5. Sifat elektrikal  tahan bahan  biaya proses
Karena mempunyai sifat daya serap air kimia rendah
yang rendah maka PS digunakan untuk  liat, keras,  dapat direkatkan
keperluan alat-alat listrik. PS foil kaku  dapat
digunakan untuk spacers, slot liners dan  tahan korosi dielektroplating
covering dari kapasitor, koil dan  dapat  memberi kilap
keperluan radar. didesain permukaan yang
6. Ketahanan panas menjadi baik
PS mempunyai softening point rendah berbagai
(90oC) sehingga PS tidak digunakan bentuk
untuk pemakaian pada suhu tinggi, atau
misalnya pada makanan yang panas. ABS dapat diproses dengan tehnik
Suhu maksimum yang boleh dikenakan cetak injeksi, ekstrusi, thermoforming,
dalam pemakaian adalah 75oC. cetak tiup, roto moulding dan cetak
Disamping itu, PS mempunyai sifat kompresi. ABS bersifat higroskopis, oleh
konduktifitas panas yang rendah. karena itu harus dikeringkan dulu sebelum
PS dibuat dalam berbagai grade yang proses pelelehan.
dapat digunakan untuk membuat produk jadi.
Pemilihan grade sangat penting dan Penggunaannya :
disesuaikan dengan produk jadinya. 1. Peralatan
Grade-grade PS yang umum dipakai adalah: Karena keunggulan sifat-sifatnya maka
general purpose, light stabilized, heat banyak digunakan membuat peralatan
resistance, Impact grade. Polistrena dapat seperti : hair dryer, korek api gas,
diproses dengan cara pengolahan yang telepon, intercom, body dan komponen
umum digunakan untuk PP atau PE, yaitu: mesin ketik elektronik maupun mekanik,
cetak injeksi, extrusion, thermoforming. mesin hitung, dll.
2. Otomotif 3. Cetak injeksi
Karena sifatnya yang ringan, tidak Produk yang diperoleh adalah :
berkarat, tahan minyak bumi, maka ABS  sol sepatu, sepatu, sepatu boot
digunakan untuk radiator grill,  container, sleeve (penguat leher
rumah-rumah lampu, emblem, horn baju), valve.
grill, tempat kaca spion, dll.  Fitting, electrical and engineering
3. Barang-barang tahan lama : parts.
 ABS dengan grade tahan nyala api
digunakan untuk cabinet TV, kotak POLYACETAL ATAU
penutup video, dll. POLYOXYMETHYLENE (POM)
 Grade tahan pukul pada suhu rendah Polyacetal (poliasetal) merupakan
dan tahan fluorocarbon dapat salah satu engineering plastic yang penting
digunakan untuk pintu dan body yang banyak digunakan di bidang
kulkas. teletronik, bangunan dan sector alat-alat
 Penggunaan lain : komponen AC, tehnik. Ada 2 tipe poliasetal yaitu
kotak kamera, dudukan kipas angina homopolimer dan kopolimer. Asetal
meja, dll. homopolimer merupakan polimer kristalin
4. Bangunan dan perumahan : dudukan yang dibuat dari formaldehida. Resin ini
kloset, bak air, frame kaca, cabinet, secara tehnis disebut polioksi metilena
kran air, gantungan handuk, saringan, (POM). Asetal homopolimer dapat
dll. dicampur daengan aditif seperti : antioksidan,
5. Elektroplated ABS : regulator knob, lubrikan, filler, pewarna, UV stabilizer, dll.
pegangan pintu kulkas, pegangan Resin ini aslinya berwarna putih buram.
paying, spare-parts kendaraan Sifat-sifat umum resin asetat adalah:
bermotor, tutup botol, dll. 1. Strength
Tanpa adanya modifikasi, resin ini
mempunyai kekuatan tarik, kekuatan
POLYVINYL CHLORIDE (PVC)
kompresi dan ketahanan gesek yang
Polyvinyl chloride (polivinil klorida) tinggi. Resin ini halus dan deformasinya
merupakan hasil polimerisasi monomer vinil rendah jika diberi beban. Resin ini
klorida dengan bantuan katalis. Pemilihan mempunyai batas lelah bengkukan
katalis tergantung pada jenis proses (flexural fatique) yang tinggi sehingga
polimerisasi yang digunakan. Untuk baik digunakan sebagai bahan baku
mendapatkan produk-produk dari PVC pegas.
digunakan beberapa proses pengolahan 2. Toughness
yaitu : Resin ini umumnya liat, tahan pukul
1. Calendering meskipun pada suhu rendah,
Produk akhir : sheet, film, leather cloth kemulurannya pada suhu kamar
dan floor covering. mencapai 12% dan pada suhu yang lebih
2. Ekstrusi tinggi mencapai 18%.
Merupakan carapengolahan PVC yang 3. Thermal
banyak digunakan karena dengan Titik leleh homopolimer asetal lebih
proses ini dapat dihasilkan rendah daripada engineering
bermacam-macam produk. ‘Extruder thermoplastic lainnya.
head’ dapat diganti dengan bermacam 4. Elektrikal
bentuk untuk menghasilkan : Sifat elektrikalnya dipengaruhi oleh
 pipa, tube, building profile, sheet, kandungan uap air. Konstanta
floor covering dan monofilament. dielektrikalnya bervariasi dari frekwensi
 Isolasi kabel listrik dan telepon. 102-106 Hz, dan dielectric strength-nya
 Barang berongga dan blown film. tinggi.
5. Chemical yang memerlukan produk yang jernih.
Tahan terhadap bermacam-macam 3. Bidang medis : filter housing,
pelarut, eter, minyak pelumas, minyak, tubing connector, peralatan operasi
bensin, bahan baker dari methanol, dll. yang harus disterilisasai.
6. Friksi/umur pakai 4. Industri elektrikal. PC digunakan untuk
Sifat pakai dan friksi baik karena membuat konektor, pemutus arus, tutup
permukaannya lebih keras dan koefisien baterai, ‘light concentrating panels’
gesekannya rendah. untuk display kristal cair, dll
7. Flameability 5. Alat/mesin bisnis. PC dapat digunakan
Resin asetal homopolimer ini untuk membuat : rumah dan komponen
merupakan material yang terbakar bagian dalam dari printer, mesin
pelan-pelan dan berasap sedikit. fotokopi, konektor telepon, dll.
8. Stabiliants dimensi
Karena asetal menyerap sangat sedikit POLIAMIDA (NYLON)
uap air, maka perubahan dimensinyapun Nylon merupakan istilah yang
sangat kecil. digunakan terhadap poliamida yang
mempunyai sifat-sifat dapat dibentuk
POLYCARBONATE (PC) serat, film dan plastic. Struktur nylon
Polycarbonate (polikarbonat) ditunjukkan oleh gugus amida yang
merupakan engineering plastic yang dibuat berkaitan dengan unit hidrokarbon ulangan
dari reaksi kondensasi bisphenol A dengan yang panjangnya berbeda-beda dalam suatu
fosgen (phosgene) dalam media alkali. polimer.
Polikarbonat mempunyai sifat-sifat : jernih Sifat-sifat nylon :
seperti air, impact strengthnya sangat bagus, 1. Secara umum nylon bersifat keras,
ketahanan terhadap pengaruh cuaca bagus, berwarna cream, sedikit tembus cahaya.
suhu penggunaannya tinggi, mudah diproses, 2. Berat molekul nylon bervariasi dari
flameabilitasnya rendah. Untuk menghasilkan 11.000-34.000
produk – produknya melalui proses dengan 3. Nylon merupakan polimer semi
tehnik pengolahan thermoplastic pada kristalin dengan titik leleh 350-570 oF.
umumnya, yaitu: cetak injeksi, ekstruksi, titik leleh erat kaitannya dengan jumlah
cetak tiup, dan structural foam moulding. atom karbon. Jumlah atom karbon
Sheet polikarbonat dapat diproses dengan makin besar, kosentrasi amida makin
tehnik thermoforming menggunakan kecil, titik lelehnyapun menurun.
tekanan maupun vakum. PC juga dapat 4. Sedikit higroskopis : oleh karena itu
dikenai proses finishing meliputi pelarut perlu dikeringkan sebelum dipakai,
dan adhesive bonding, pengecatan, karena sifat mekanis maupun
printing, hot-stamping, ultrasonic welding, elektriknya dipengaruhi juga oleh
dll. kelembaban relative dari admosfir.
Penggunaan PC di berbagai sector sangat 5. Tahan terhadap solvent organic seperti
luas, antara lain: alcohol, eter, aseton, petroleum eter,
1. Sektor otomotif. PC memberi benzene, CCl4 maupun xylene.
performance tinggi pada lensa lampu 6. Dapat bereaksi dengan phenol,
depan/belakang. PC ‘opaque grade’ formaldehida, alcohol, benzene panas
digunakan untuk rumah lampu dan dan nitrobenzene panas.
komponen elektrik. ‘Glass reinforced 7. Nylon relative tidak dipengaruhi oleh
grade’ digunakan untuk grill. waktu simpan yang lama pada suhu
2. Sektor makanan, PC digunakan untuk kamar. Tetapi pada suhu yang lebih
tempat minuman, mangkuk pengolah tinggi akan teroksidasi menjadi
makanan, alat makan/minum, alat berwarna kuning dan rapuh. Demikian
masak microvwave, dll, khususnya juga sinar matahari yang kuat akan
kurang baik terhadap sifat POLYETHYLENE PEREPHTALATE
mekanikalnya. (PET)
8. Penambahan aditif dalam nylon Polyethylene terephtalate yang
dimaksud untuk memperbaiki sifat-sifat sering disebut PET dibuat dari glikol (EG)
nylon. dan terephtalic acid (TPA) atau dimetyl
ester atau asam terepthalat (DMT)
Tehnik pengolahan nylon yang utama
adalah cetak injeksi dan ekstrusi. Tehnik Sifat-sifat PET :
lain seperti cetak tiup, rotational moulding, PET merupakan keluarga polyester
reaction injection moulding (RIM) . Adapun seperti halnya PC. Polymer PET dapat diberi
penggunaannya adalah sebagai berikut : penguat fiber glass, atau filler mineral. PET
1. Industri listrik dan elektronika. film bersifat jernih, kuat, liat, dimensinya
Nylon 6, baik yang diberi pengisi stabil, tahan nyala api, tidak beracun,
maupun tidak, mempunyai sifat-sifat permeabilitas terhadap gas, aroma maupun
yang cocok untuk industri, elektronika air rendah. PET engineer resin mempunyai
maupun telekomunikasi, antara lain kombinasi sifat-sifat: kekuatan
yaitu : (strength)-nya tinggi, kaku (stiffness),
 tahan suhu tinggi pada pengoperasian dimensinya stabil, tahan bahan kimia dan
yang kontinu. panas, serta mempunyai sifat elektrikal yang
 Bersifat isolasi baik. PET memiliki daya serap uap air yang
 Ketahanan pukulnya tinggi rendah, demikian juga daya serap terhadap
2. Mobil air. PET dapat diproses dengan proses
Nylon 6 dapat digunakan untuk ekstrusi pada suhu tinggi 518- 608 oF, selain
membuat : pelampung tangki bahan itu juga dapat diproses dengan tehnik cetak
baker, blok bantalan, komponen motor, injeksi maupun cetak tiup. Sebelum dicetak
speedometer, gear, pengisi udara sebaiknya resin PET dikeringkan lebih
karburator, kerangka kaca, penutup dahulu (maksimum kandungan uap air 0,02
tangki bahan baker, reflector lampu %) untuk mencegah terjadinya proses
depan, penutup stir, dop roda mobil, dll. hidrolisa selama pencetakan. Penggunaan
3. Tekstil PET sangat luas antara lain : botol-botol
Di industri tekstil, nylon 6 digunakan untuk air mineral, soft drink, kemasan
untuk membuat : bobbin (gelondong sirup, saus, selai, minyak makan.
benang), perkakas tenun, ring yang
dapat dipindah-pindah, gear, dll.
4. Peralatan rumah tangga BAHAN TAMBAH (ADITIF)
Nylon digunakan untuk furniture, Penstabil (Stabillizer)
peralatan dapur, folding door, komponen Stabilizer berfungsi untuk
mesin jahit, kancing, pegangan pisau, mempertahankan produk plastik dari
kerangka pencukur elektrik. kerusakan, baik selama proses, dalam
5. Mesin-mesin industri penyimpanan maupun aplikasi produk. Ada
Mesin-mesin yang dibuat dari nylon 6 3 jenis bahan penstabil yaitu : penstabil
antara lain : gear, bantalan (bearing), panas (heat stabilizer) penstabil terhadap
pulley, impeller pompa motor, sinar ultra violet (UV Stabilizer) dan
sprocket, rol, tabung, alat pengukur antioksidan.
pada pompa bensin.
UV stabilizer
6. Kemasan
Dapat digunakan untuk mengemas UV stabilizer berfungsi mencegah
makanan seperti : ikan, daging, saus, kerusakan barang plastic akibat pengaruh
keju, coklat, kopi, dll. sinar matahari. Hal ini dikarenakan sinar
matahari mengandung sinar ultra violet
dengan panjang gelombang 3000-4000A 2) Pigment
yang mampu memecah sebagian besar Bahan ini tidak larut dalam bahan
senyawa kimia terutama senyawa organik. plastik tetapi hanya terdispersi
diantara rantai molekul bahan plastik
Antioksidan tersebut. Pencampuran bahan tersebut
Antioksidan berfungsi mencegah dengan bahan plastik kadang-kadang
atau mengurangi kerusakan produk plastk memerlukan tehnologi dan peralatan
karena pengaruh oksidasi yang dapat khusus. Derajat disperse pigmen dalam
menyebabkan pemutusan rantai polimer. bahan plastik tergantung pada suhu,
Tanda-tanda yang terlihat apabila produk waktu pencampuran dan alat
plastik rusak adalah : pencampur serta ukuran partikel pigmen
 Polimer menjadi rapuh dan berat molekul bahan plastik.
 Kecepatan alir polimer tidak stabil dan Pigmen dapat dikelompokkan menjadi 2
cenderung menjadi lebih tinggi. tipe yaitu pigmen anorganik dan pigmen
 Sifat kuat tariknya berkurang organik. Pigmen anorganik mempunyai
 Terjadi retak-retak pada permukaan molekul yang lebih besar dan luas
produk permukaanya lebih kecil, permukaannya
 Terjadi perubahan warna buram karena menyebarkan sinar.
Contoh pigment anorganik : titanium
PEWARNA ( COLORANT ) dioksida yang memberi warna putih,
Bahan pewarna berfungsi untuk besi oksida memberi warna kuning,
meningkatkan penampilan dan memperbaiki coklat, merah dan hitam, cadmium yang
sifat tertentu dari bahan plastik. memberi warna kuning terang dan
Pertimbangan yang perlu diambil dalam merah, dll. Pigmen organik ukuran
memilih warna yang sesuai meliputi : partikelnya lebih kecil, warna lebih
1) Aspek yang berkaitan dengan kuat, dan dispersinya lebih mudah
penampilan bahan plastik selama namun harganya lebih mahal.
pembuatan produk warna, meliputi daya
gabung, pengaruh sifat alir apada system KESIMPULAN
dan daya tahan terhadap panas serta 1. Material plastik secara garis besar
bahan kimia. dikelompokan menjadi 2 bagian utama
2) Aspek yang berkaitan dengan produk yaitu jenis material plastik thermoplast
akhir, antara lain meliputi ketahanan da plastik thermoset.
terhadap cuaca, bahan kimia dan 2. Plastik thermoplast adalah plastik
solvent. yang dapat di daur ulang , sedangkan
plastik thermoset tidak dapat didaur
Colorant dapat diklasifikasikan dalam 2 ulang.
jenis, yaitu : 3. Dengan beragamnya material plastik
1) Dyes yang ada , kita dapat menentukan
Bahan ini larut dalam bahan plastik memilih produk sesuai dengan
sehingga menjadi satu system dan spesifikasi dan keinginan berdasarkan
terdispersi secara merata setelah melalui sifat dan karakteristik material yang ada.
proses pencampuran. Dyes mempunyai 4. Jenis material plastik yang
light fastness dan ketahanan panas memerlukan pre drying (pengeringan)
kurang baik dan dapat mengalami sebelum di proses adalah : AS, ABS,
migrasi (bergerak ke permukaan) PC POM , PVC., sedangkan material
sehingga mengurangi daya tarik dan plastik yang bisa langsung diproses
kadang-kadang dapat meracuni kulit. adalah : PE, PP, PS.
Penggunaan dyes dalam plastik
jumlahnya terbatas.
DAFTAR PUSTAKA

1. A.B.Glanvill and E.N.Denton. 1995.


Injection Mould Design
Fundamentals.Industrial Press INC. 200
Madison Aveneu New York.
2. Donald V Rosato, Dominick V Rosato.
1995. Injection Molding Handbook.
Chapman and Hall. New York.
3. Georg Menges, Paul Mohren. 1997. How
to Make Injection Molds. Hanser
Publisher. Munich Vienna New York
Barcelona.
4. Herbert Rees. 1995. Mold Engineering.
Hanser/Gardner Inc. Cincinnati.
5. H. Domininghaus. 1993. Plastics foe
Engineers. Hanser Publishers. Munich.
Vienna. New York. Barcelona.
6. Ronald . J. Baird. 1986. Industrial
Plastik. The Goodheart – Willcox
Company. Inc. New York.