Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN Infeksi virus dengue pada manusia mengakibatkan spektrum manifestasi klinis yang bervariasi antara penyakit

paling ringan ( mild undifferentiated febrile illness ), demam dengue, demam berdarah dengue ( DBD ) dan demam berdarah dengue disertai syok ( dengue shock syndrome = DSS ). Gambaran manifestasi klinis yang bervariasi ini memperlihatkan sebuah fenomena gunung es, DBD dan DSS sebagai kasus yang dirawat di rumah sakit merupakan puncak gunung es yang kelihatan diatas permukaan laut, sedangkan kasus dengue ringan ( silent dengue infection dan demam dengue ) merupakan dasarnya
(!)

"eningkatnya #umlah kasus serta bertambahnya wilayah yang ter#angkit disebabkan karena semakin baiknya sarana transportasi penduduk, adanya pemukiman baru, kurangnya prilaku masyarakat terhadap pembersihan sarang nyamuk, terdapatnya vektor nyamuk hampir di seluruh pelosok tanah air serta adanya empat sel tipe virus yang bersirkulasi sepan#ang tahun Departemen kesehatan telah mengupayakan berbagai strategi dalam mengatasi kasus ini pada awalnya strategi yang digunakan adalah memberantas nyamuk dewasa melalui pengasapan, kemudian strategi diperluas dengan menggunakan larvasida yang ditaburkan ke tempat penampungan air yang sulit dibersihkan $kan tetapi kedua metode tersebut sampai sekarang belum memeperlihatkan hasil yang memuaskan %itik berat upaya pemberantasan vektor demam berdarah oleh masyarakat dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk ( &S' )
((,))

&ertolongan yang cepat dan tepat sangat membantu penyelamatan hidup pada kasus kegawatan demam berdarah dengue Disfungsi sirkulasi atau syok pada DBD, dengue shock syndrome ( DSS ), disebabkan oleh peningkatan permeabilitas vaskular yang pada akhirnya mengakibatkan turunnya perfusi organ &emberian cairan resusitasi yang tepat dan adekuat pada fase awal syok merupakan dasar utama pengobatan DSS
((*)

&rognosis kegawatan DBD

tergantung pada pengenalan, pengobatan yang tepat segera dan pemantauan ketat

syok +leh karena itu peran dokter sangat membantu untuk menurunkan angka kematian
(()

BAB II INFEKSI VIRUS DENGUE 2.1 DEFINISI Dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh ,irus Dengue yang ditransmisikan oleh nyamuk sebagai vektornya dengan karekteristik penyakit diantaranya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, adanya rash atau petechiae Beberapa infeksi dapat menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) yang secara cepat dapat menyebabkan penderita #atuh ke dalam syok, yang disebut sebagai dengue shock syndrome ( DSS ) 2.2 EPIDEMIOLOGI Istilah haemorrhagic fever di $sia %enggara pertama kali digunakan di .ilipina pada tahun (/01 &ada tahun (/02 meletus penyakit serupa di Bangkok Setelah tahun (/02 penyakit ini dilaporkan ber#angkit dalam bentuk epidemi di beberapa negara lain di $sia %enggara Di Indonesia DBD pertama kali dicurigai di Surabaya pada tahun (/)2, tetapi konfirmasi virulogis baru diperoleh tahun (/-* Di 3akarta kasus pertama dilaporkan pada tahun (/)/ 4emudian DBD dilaporkan berturut5turut dilaporkan di Bandung ((/-!), 6ogyakarta ((/-!) "orbiditas dan mortalitas DBD yang dilaporkan berbagai negara bervariasi disebabkan beberapa faktor antara lain status umur penduduk, kepadatan vektor, tingkat penyebaran virus dengue, prevalensi serotipe virus dengue dan kondisi meteorologis Secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan antara #enis kelamin, tetapi kematian lebih banyak ditemukan pada anak perempuan daripada anak laki5laki &ada awal ter#adinya wabah di sebuah negara distribusi umur memperlihatkan proporsi kasus terbanyak dari golongan anak berumur 7 (0 tahun (2)5/08) 'amun pada wabah selan#utnya, #umlah kasus golongan usia dewasa muda meningkat Di Indonesia pengaruh musim terhadap DBD tidak begitu #elas, namun secara garis besar #umlah kasus meningkat antar September sampai .ebruari dengan mencapai puncaknya pada bulan 3anuari
(-)

2.3 ETIOLOGI ,irus Dengue termasuk grup B arthropord borne virus ($rbovirus) dan sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviridae yang mempunyai 9 #enis serotipe yaitu D:'5(, D:'5!, D:'51, dan D:'59 4eempat serotipe virus ini mempunyai hubungan yang erat secara antigenik Infeksi dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe yang bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe lain Seseorang yang tinggal di di daerah endemis dapat terinfeksi 1 bahkan 9 serotipe selama hidupnya Di Indonesia serotipe D:'51 merupakan serotipe yang dominan dan banyak berhubungan dengan kasus berat
(!,-)

,irus Dengue yang matur terdiri dari single stranded ;'$ genom (ss;'$) yang mempunyai polaritas positif Genom ini dikelilingi oleh nukleocapsid icosahedral denagn diameter 1* nm Nucleocapsid ini ditutupi oleh suatu lipid envelope yang tebalnya (* nm Genom virus mengandung 1 protein struktural dan - protein non struktural &rotein struktural termasuk kapsul protein yang kaya arginine dan lisin serta protein pr" nonglycosylated Sedangkan protein non struktural dikenal sebagai 'S(5- yang mempunyai fungsi yang berbeda diantaranya < 'S( merupakan suatu glikoprotein dapat dideteksi dari pasien dengan titer tinggi terhadap infeksi dengue sekunder, fungsinya belum diketahui 'S! terdiri dari ! protein ('S!$ dan 'S!B) yang berhubungan dengan proses poliprotein 'S1 merupakan proteinase virus 'S9 merupakan kode untuk dua protein hidrofobik yang sepertinya terlibat dalam pembentukan kompleks replikasi dari rantai ;'$ 'S0 merupakan kode untuk protein dengan berta molekul (*0 *** dan merupakan protein pelindung dari .lavivirus 'S) dan 'S- belum diketahui fungsinya
(-)

2.4 VEKTOR PENULAR =ost natural dari ,irus Dengue adalah manusia, primata dan nyamuk ,ektor arthropoda merupakan anggota dari genus $edes yang hidup baik di daerah perkotaan maupun daerah pedesaan Spesies predominan yang berperan dalam transmisi penyakit adalah hari
(),-)

edes aegypti dan

edes albopictus 'yamuk

betina menggigit sepan#ang hari dimana aktivitas puncaknya pada pagi dan siang "ereka yang berisiko terkena demam berdarah adalah anak5anak berusia di bawah (0 tahun dan sebagian besar tinggal di lingkungan lembab serta daerah pinggiran yang kumuh &enyakit DBD sering ter#adi di daerah tropis dan muncul pada musim penghu#an ,irus ini kemungkinan muncul akibat pengaruh musim serta prilaku manusia
())

Di Indonesia nyamuk

edes aegypti tersebar luas di seluruh pelosok

tanah air, baik kota maupun desa kecuali di wilayah yang ketinggiannya lebih dari (*** meter di atas permukaan laut &erkembangan hidup nyamuk ini memerlukan waktu sekitar (*5(! hari dari telur hingga dewasa =anya nyamuk betina yang menggigit dan menghisap darah manusia untuk mematangkan telurnya Sedangkan nyamuk #antan tidak menghisap darah tapi hidup dari sari tumbuh5 tumbuhan >mur nyamuk betina berkisar antar ! minggu sampai 1 bulan atau rata5rata (,0 bulan, tergantung dari suhu kelembaban udara disekelilingnya 4emampuan terbangnya berkisar antara 9*5(** meter dari tempat berkembang biaknya %empat yang disukai adalah benda5benda tergantung yang ada di dalam rumah, seperti gordyn, kelambu dan pakaian di kamar yang gelap dan lembab Di dalam tubuh nyamuk ,irus Dengue akan berkembang biak dengan cara membelah diri dan menyebar di seluruh bagian tubuh nyamuk Sebagian besar virus ini berada di dalam kelen#ar liur nyamuk tersebut 4etika nyamuk ini menggigit manusia maka ,irus Dengue dikeluarkan bersama air liur nyamuk
(()

Gambar 2.1 Nyamu Aedes aegypty !"#a$a %&'

Gambar 2.2 T"(ur Nyamu

%&'

Gambar 2.3 Lar)a Nyamu

%&'

2.* MANIFESTASI KLINIS "anifestasi klinis dari infeksi ,irus Dengue bervariasi mulai dari yang asimptomatis, demam ringan flu like syndrome (demam dengue) sampai yang berat seperti dengue shock syndrome Bervariasinya ge#ala klinis yang timbul masih belum dipahami dan sepertinya berhubungan dengan umur, #enis kelamin serta status imunologi dan nutrisi dari pasien sendiri Selain itu faktor risiko yang berpengaruh pada berat5ringannya ge#ala yang ditimbulkan adalah #enis serotipe dari virus yang menginfeksi DEMAM DENGUE "asa inkubasi dari demam dengue setelah gigitan nyamuk bervariasi antara 1 sampai (9 hari, rata5rata 9 sampai - hari
(-,2) (-,2)

Demam biasanya timbul

mendadak, disertai ge#ala5ge#ala yang tidak spesifik seperti sakit kepala frontal, sakit didaerah retroorbital, myalgia dan atralgia, nausea dan vomiting, serta adanya bercak5bercak pada kulit Bercak5bercak ini dapat berupa makular atau makulopapular yang diskret
(-,2)

Bercak atau ruam ini timbul )5(! #am sebelum

suhu naik untuk pertama kali, yaitu pada hari sakit ke150 berlangsung 159 hari ;uam ini terdapat pada dada, abdomen serta menyebar ke anggota gerak dan muka &ada )-5--8 kasus terdapat pembesaran kelen#ar limfe servikal, beberapa

sar#ana menyebutnya sebagai !astelani"s sign, sangat patognomonik dan merupakan patokan yang berguna untuk membuat diagnosis banding Demam ini bertahan selama 0 sampai ) hari
(-) (!)

Demam pada beberapa kasus dapat mencapai 1/ *? atau lebih tinggi &ada beberapa penderita dapat dilihat bentuk kurva suhu yang menyerupai pelana kuda atau bersifat bifasik, tetapi pada beberapa penelitian selan#utnya bentuk kurva ini tidak ditemukan pada semua pasien sehingga dianggap tidak patognomonik Selan#utnya demam ini akan menghilang secara lisis disertai keluarnya banyak keringat
(!)

"anifestasi perdarahan pada demam dengue #arang ter#adi, bisa bersifat ringan sampai berat &erdarahan kulit seperti petechiae dan purpura merupakan manifestasi perdarahan yang paling sering ter#adi Selain itu dapat ter#adi #uga epistaksis, menorrhagia dan perdarahan gastrointestinal
(2)

4elainan darah tepi pada demam dengue ialah leukopenia selama periode prademam dan demam, neutrofilia relatif dan limfopenia, disusul oleh neutropenia relatif dan limfositosis pada periode puncak penyakit dan pada masa konvalesen
(!)

%rombositopenia dapat ter#adi pada demam dengue, 198 pasien


(2)

yang didiagnosa demam dengue, #umlah trombosit kurang dari (** ***@mm1

>mumnya demam dengue dapat sembuh sendiri (self#limiting) dan #arang berakibat fatal .ase akut dapat ter#adi 15- hari tetapi fase konvalesens mungkin dapat lebih lama, beberapa minggu, terutama pasien dewasa %idak ada sekuele permanen yang berhubungan dengan infeksi ini
(2)

Infeksi ,irus Dengue

$simtomatik

Simtomatik

Demam yang tidak diketahui penyebabnya (sindrom peny ,irus)

DD

DBD terdapat perembesan plasma

&erdarahan (5)

&erdarahan (A) tidak laBim

Syok (5)

Syok (A) (DSS)

DD

DBD

Ba+a, 1. S-" .rum K(/,/$ I,0" $/ V/ru$ D",+u" %2' DEMAM BERDARAH DENGUE Demam berdarah dengue ditandai dengan 9 manifestasi klinis, yaitu < Demam tinggi, perdarahan terutama perdarahan kulit, hepatomegali, kegagalan sirkulasi .enomena patofisiologi utama yang menentukan dera#at penyakit dan membedakan demam berdarah dengue dari demam dengue adalah peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah,
((,!,(*)

menurunnya

volume

plasma,

trombositopenia dan diatesis hemoragik

&ada DBD terdapat perdarahan kulit, u#i torniCuet positif, memar dan perdarahan pada tempat pengambilan darah vena &etechiae halus yang tersebar di anggota gerak, muka, aksila seringkali ditemukan pada masa dini demam &erdarahan dapat ter#adi di setiap organ :pistaksis dan perdarahan gusi #arang di#umpai, sedangkan perdarahan saluran cerna yang hebat lebih #arang lagi dan biasanya timbul setelah ren#atan yang tidak teratasi &erdarahan subkon#ungtiva kadang5kadang ditemukan
(!)

D=+ ((//-) memberikan pedoman untuk menegakkan diagnosis demam berdarah dengue secara dini, yaitu <

$linis % ( ! Demam tinggi mendadak dan terus5menerus selama ! sampai - hari "anifestasi perdarahan termasuk sekurangnya u#i torniCuet positif dan salah satu bentuk perdarahan lain ( petechiae, purpura, ekimosis, epistaksis, perdarahan gusi ) hematemesis dan atau melena 1 9 &embesaran hati (hepatomegali) Syok yang ditandai nadi kecil dan cepat, tekanan nadi menurun 7 !* mm=g , disertai kulit yang teraba dingin dan lembab &aboratorium % $danya trombositopenia ((** ***@mm1 atau kurang) dan hemokonsentrasi yang dapat dilihat dari peningkatan hematokrit !*8 atau lebih dibandingkan dengan nilai hematokrit sebelum sakit atau pada fase konvalesens Ditemukannya ! atau 1 dari ge#ala klinis di atas disertai trombositopenia dan hemokonsentrasi cukup untuk membuat diagnosis klinis demam berdarah dengue
((,!)

Sedangkan untuk menentukan berat5ringannya dera#at penyakit demam berdarah dengue, D=+ membaginya dalam 9 dera#at < Dera#at I Dera#at II Dera#at III < demam disertai ge#ala tidak khas dan satu5satunya manifestasi perdarahan adalah u#i torniCuet positif < dera#at I disertai perdarahan spontan di kulit atau perdarahan lain < ditemukannya kegagalan sirkulasi yaitu nadi cepat dan lembut, tekanan nadi menurun (7E !* mm=g) atau hipotensi disertai kulit dingin, lembab dan pasien gelisah Dera#at I, < syok berat, nadi tidak teraba dan tekanan darah tidak terukur

2.1 PEMERIKSAAN LABORATORIUM ( Isolasi virus $da beberapa cara isolasi yang dikembangkan, yaitu < 5 inokulasi intraserebral pada bayi tikus albino umur (51 hari 5 inokulasi pada biakn #aringan mamalia dan nyamuk

(*

5 inokulasi pada nyamuk dewasa secara intraserebral pada larva ! &emeriksaan serologis dikenal 0 #enis u#i serologik adanya infeksi virus dengue, yaitu < 5 5 5 5 =I test (%es =emaglutinasi Inhibisi), merupakan u#i serologis yang paling sering dipakai >#i komplemen fiksasi >#i neutralisasi Ig" dan IgG :lisa
(!)

&ada dasarnya hasil u#i serologis dibaca dengan melihat kenaikan titer antibodi fase konvalesens terhadap fase akut (naik 9F lipat atau lebih)

((

BAB III DENGUE SHO2K S3NDROME Dengue shock syndrome (DSS) merupakan demam berdarah dengue yang ditandai dengan kegagalan sirkulasi termasuk tekanan nadi yang rendah (7E!* mm=g) dan tanda5tanda syok lainnya
(-)

Demam berdarah dengue yang

disertai syok ini dapat ter#adi tiba5tiba, biasanya setelah demam turun, yaitu antara hari ke51 dan ke5- sakit Syok yang ter#adi pada saat demam mempunyai prognosis yang buruk
(!)

Syok ditandai dengan nadi yang cepat dan lemah sampai


(()

tidak teraba, tekanan nadi yang menurun, kulit dingin dan lembab seringkali mendahului perdarahan gastrointestinal &ada pemeriksaan laboratorium
(!)

&asien

seringkali mengeluh nyeri di daerah perut sesaat sebelum syok 'yeri perut hebat ditemukan trombositopenia dan

hemokonsentrasi 3umlah trombosit 7 (** ***@mm1 ditemukan diantara hari sakit ke51 sampai ke5- &eningkatan kadar hematokrit merupakan bukti adanya kebocoran plasma, ter#adi #uga pada kasus dera#at ringan walaupun tidak sehebat dalam keadaan syok meningkat (!) &ada per#alanan penyakit DBD, se#ak demam hari ke51 terlihat peningkatan limfosit atopik yang berlangsung sampai hari ke52 Gimfosit ini disebut sebagai limfosit plasma biru (G&B) &emeriksaan G&B secara seri dari preparat hapus tepi memperlihatkan bahwa G&B pada infeksi dengue mencapai puncaknya pada hari ke5) demam G&B merupakan campuran antara limfosit5B dan limfosit5% (() . 3.1 PATOGENESIS ,irus Dengue masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk dan infeksi pertama kali mungkin memberi ge#ala sebagai demam dengue ;eaksi tubuh memberikan reaksi yang berbeda ketika seseorang mendapat infeksi yang berulang dengan serotipe ,irus Dengue yang berbeda =al ini merupakan dasar =asil laboratorium yang lain biasanya ditemukan hipoproteinemia, hiponatremi, kadar transminase serum dan urea nitrogen darah

(!

teori yang disebut the secondary heterologous infection atau the se'uential infection hypothesis. Infeksi virus yang berulang atau re5infeksi ini akan menyebabkan suatu reaksi anamnestik antibodi, sehingga menimbulkan kompleks antigen5antibodi (kompleks virus5antibodi) dengan konsentrasi tinggi (9)

Gambar 3.1 K4m-(" $ A,./+", A,./b4!/ %&' %erdapatnya ( kompleks virus5antibodi di dalam sirkulasi darah

mengakibatkan hal sebagai berikut < 4ompleks virus5antibodi mengaktivasi sistem komplemen, yang berakibat dilepaskannya anafilatoksin ?1a dan ?0a ?0a menyebabkan meningginya permeabilitas dinding pembuluh darah dan meyebabkan plasma keluar melalui dinding tersebut (plasma leakege), suatu keadaan yang berperan pada ter#adinya syok %elah terbukti bahwa pada DSS, kadar ?1a dan ?0a menurun masing5masing sebanyak 118 dan 2/8
(9)

"eningginya nilai

hematokrit pada kasus syok diduga akibat kebocoran plasma melaui kapiler yang rusak ke daerah ekstravaskular seperti rongga pleura, peritonium atau perikardium (!) ! %imbulnya agregasi trombosit yang melepaskan $D& akan mengalami metamorfosis %rombosit yang mengalami kerusakan metamorfosis ini akan dimusnahkan oleh sistem retikuloendotelial dengan akibat

(1

trombositopenia hebat dan perdarahan &ada keadaan ter#adinya agregasi, trombosit akan melepaskan amin vasoaktif yang bersifat meninggikan permeabilitas kapiler dan melepaskan trombosit faktor 1 yang merangsang koagulasi intravaskular (9) 1 %er#adinya aktivasi faktor =ageman (faktor HII) dengan akibat ter#adinya pembekuan intravaskular yang luas (DI?) Dalam proses aktivasi ini, plasminogen akan men#adi plasmin yang berperan dalam pembentukan anafilatoksin dan pengahancuran fibrin men#adi fibrin degradation product. Di samping itu aktivasi ini #uga merangsang sistem kinin yang berperan dalam proses meningginya permeabilitas dinding kapiler (9)

Secondary =eterologous ;eplikasi ,irus

Dengue Infectum ;espon $namnestik $ntibody

4ompleks $ntibody5,irus $gregasi &latelet Ggn .ungsi &laletet ;:S menghancurkan platelet .aktor III dilepaskan .aktor =agemen diaktifkan $nafilatoksin $ktivasi &embekuan $ktivasi 4omplemen

%robositopenia

?onsumptive ?ougulopathy

Sistem 4inin

&ermeabilitus ,askulor

.aktor &embekuan .D& &endarahan :ksesif

4inin

Shock

Ba+a, 2. P4.4+","$/$ P"r!ara5a, R",6a.a, -a!a DHF

(9

3.2 PENATALAKSANAAN Syok merupakan keadaan kegawatan ?airan pengganti adalah pengobatan utama, yang berguna untuk memperbaiki kekurangan volume plasma &asien anak cepat sekali mengalami syok dan sembuh segera dalam 92 #am setelah diobati
(1)

Penggantian Volume Plasma Segera Seperti diketahui cairan tubuh dibagi men#adi 1 kompartemen utama yaitu, !@1 bagian cairan intraselular, (@1 bagian cairan ekstraselular ?airan ekstraselular ini dibagi lagi men#adi cairan intrtravaskular (!08) dan interstitial (-08)
((*)

?airan resusitasi yang diberikan adalah cairan kristaloid dan koloid ?airan kristaloid isotonik efektif mengisi ruang interstitial, mudah disediakan, tidak mahal dan tidak meninbulkan reaksi alergi 'amun hanya seperempat bagian bolus yang tetap berada di dalam intravaskular, sehingga diperlukan lebih banyak volume dan berisiko ter#adi oedem #aringan terutama paru ?ontoh larutan ini adalah ringer laktat, ringer asetat dan 'a?l *,/8 ?airan koloid berada lebih lama di ruang intravaskular, mampu mempertahankan tekanan onkotik, namun lebih mahal, dapat menyebabkan reaksi sensitivitas dan komplikasi lain ?ontoh cairan koloid adalah albumin, deFtran dan gelatin
(()

&engobatan awal cairan intravena larutan ringer laktat (*5!* ml@kgbb, tetesan secepatnya $pabila syok belum teratasi dalam 1* menit, tetesan dinaikkan lagi men#adi !* ml@kgbb disamping pemberian koloid (*5!* ml@kgbb@#am, tidak melebihi 1* ml@kgbb@#am $pabila setelah pemberian kedua cairan tresebut syok belum teratasi sedangkan kadar =t menurun didiga ter#adi perdarahan maka dian#urkan pemberian transfusi darah segar Setelah keadaan klinis membaik, tetesan infus dikurangi bertahap sesuai keadaan klinis dan kadar =t Pemeriksaan Hematokrit untuk Memantau Penggantian Volume &emberian cairan tetap diberikan walaupun tanda vital telah membaik dan kadar =t turun %etesan cairan segera diturunkan men#adi (* ml@kgbb@#am dan kemudian disesuaikan tergantung dari kehilangan plasma yang ter#adi selama !95
(1)

(0

92 #am ?airan intravena dapat dihentikan apabila =t telah turun, #umlah urin ( ml@kgbb@#am atau lebih merupakan keadaan sirkulasi membaik Koreksi Gangguan Metabolik dan Elektrolit =iponatremi dan asidosis metabolik sering menyertai pasien DSS, maka pemeriksaan analisis gas darah dan kadar elektrolit harus selalu diperiksa Pemberian Oksigen %erapi oksigen harus selalu diberika pada semua pasien syok Dian#urkan pemberian oksigen dengan menggunakan masker, tetapi harus diingat bahwa anak sering men#adi gelisah apabila dipasang masker oksigen Transfusi Dara &emeriksaan golongan darah dan cross5matching harus dilakukan pada setiap pasien syok, terutama pad asyok yang berkepan#angan (prolonged shock) %ransfusi darah diberikan pada keadaan manifestasi perdarahan yang nyata &enurunan ematokrit tanpa parbaikan klinis walaupun telah diberikan cairan yang mencukupi merupakan tanda perdarahan &emberian darah segar adalah untuk meningkat konsentrasi sel darah merah &lasma segar atau suspensi trombosit berguna untuk pasien dengan DI? yang menimbulkan perdarahan masif &emeriksaan hematologi seperti &%, &%% dan .D& berguna untuk mementukan berat5ringannya DI? Pemantauan %anda vital dan kadar hematokrit harus dimonitor dan dievaluasi secara teratur untuk menilai hasil pengobatan =al5hal yang harus diperhatikan pada pemantauan adalah < 'adi, tekanan darah, respirasi dan temperatur harus dicatat setiap (051* menit atau lebih sering sampai syok teratasi 4adar hematokrit harus diperiksa tiap 95) #am sampai klinis pasien stabil Setiap pasien harus mempunyai formulir pemantauan mengenai #enis cairan, #umlah dan tetesan, untuk mementukan apakah cairan sudah mencukupi 3umlah dan frekuensi diuresis (normal diuresis !51 ml@kgbb@#am)

()

!a"at di P#$% $nak dengan DSS sebaiknya dirawat di &I?> untuk memantau dan mengantisipasi perubahan sirkulasi dan metabolik serta memberiakn tindakan suportif
(1)

3.3 KRITERIA MEMULANGKAN PASIEN &asien dapat pulang apabila < %idak demam selama !9 #am tanpa antipiretik 'afsu makan membaik %ampak perbaikan klinis =ematokrit stabil %iga hari setelah syok teratasi 3umlah trombosit I0* ***@mm1 %idak di#umpai distress pernafasan (1)

(-

BAB IV KESIMPULAN Demam berdarah dengue adalah demam berdarah yang disebabkan oleh ,irus dengue yang ditularkan oleh nyamuk betina edes aegypti "anifestasi klinis dari penyakit ini mulai dari asipmtomatis sampai demam berdarah dengue yang disertai syok atau yang disebut sebagai dengue shock syndrome (DSS) Infeksi primer oleh ,irus Dengue mungkin memberi ge#ala demam dengue, apabila ter#adi re5infeksi oleh ,irus Dengue dengan serotipe yang berbeda maka reaksi yang ter#adi sangat berbeda %eori patogenesis demam berdarah dengue yang banyak dianut saat ini adalah secondary heterologous infection "enurut teori ini re5infeksi akan menyebabkan suatu reaksi anamnestik antibodi &atofisiologi utama yang membedakan demam dengue dengan DBD adalah peningkatan permeabilitas dinding pembuluh darah, penurunan volume plasma, serta diatesis hemoragik Dasar penatalaksanaan DSS yang utama adalah penggantian volume plasma secepat mungkin untuk memperbaiki kehilangan volume plasma Dengan memahami patogenesis DBD yang baik dan adanya keterampilan yang baik untuk menegakkan diagnosis secara dini dan pengambilan keputusan yang tepat, akan menentukan keberhasilan pengobatan DBD

(2

DAFTAR PUSTAKA ( Sri ;eBeki = = , =indra Irawan !*** Demam (erdarah Dengue 3akarta < Balai &enerbit .4>I =alaman ()5(-, 1*51(, 005)!, -15-/, (1)5 (9* ! Sumarno S , =erry G , Sri ;eBeki = = !**! (uku )ar $esehatan nak *nfeksi dan +enyakit ,ropik :disi I 3akarta < Balai &enerbit .4>I =alaman (-)5!*2 1 9 0 &anitia Gulusan Dokter !**!5!**1 .4>I !**! -pdates in +ediatrics .mergences 3akarta < Balai &enerbit .4>I =alaman /05(*2 Sarwono D , $ "uin ; , G$ Gesmana (//) (uku )ar *lmu +enyakit Dalam 3ilid I :disi III 3akarta < Balai &enerbit .4>I =alaman 9(-59!* Behrman ; , 4liegman ; , 3enson =B !*** Nelson ,e/t (ook of +ediatrics 3ilid ( ()th :dition >S$ < Saunders ?ompany &age (**05 (**) 2 / http<@@www litbang depkes go id@maskes@*0!**9@demamberdarah( htm http<@@www bh# org@#ournal@!**(J91*1J#uly*(@reviewJ12* htm http<@@www emr asm org@cgi@content@full@((@1@92* http<@@health allrefer com@health@dengue5hemorrhagic5fever5info html

(* http<@@w1 whosea org@linkfiles@dengue5bulletin5volume5!05chg pdf

(/