Anda di halaman 1dari 36

BAB I PENDAHULUAN

Infeksi Saluran Kemih (ISK) simtomatis dan asimtomatis terjadi pada 1,21,9% anak perempuan usia sekolah dan paling ban ak terjadi pada golongan umur ! sampai 1" tahun# Infeksi sangat jarang terjadi pada laki-laki dengan umur ang sama# ISK pada anak usia sekolah ang lebih tua dan remaja sedikit berbeda dari ISk pada orang de$asa# %a i ang lebih muda dan anak-anak ang mengalami ISK meskipun begitu, lebih sering terjadi memiliki berbagai struktur ang tidak normal pada sistem saluran kemih mereka ang membuat mereka lebih mudah terkena infeksi saluran kemih# ISK pada anak bila tidak mendapat penanganan adekuat bisa menimbulkan komplikasi seperti bakteriemia, meningitis, menurunn a fungsi ginjal sampai gangguan fungsi ginjal permanen# &iagnosis ISK pada anak menjadi sulit oleh karena gejala demam, muntah, anoreksia dan re$el ang menunjukkan ISK biasa juga terdapat pada pen akit anak lainn a# 'leh karena itu klinisi sebaikn a mampu mengidentifikasi anak usia tersebut dengan demam tanpa pen ebab ang jelas ang mempun ai risiko tinggi terjadin a ISK# Keberhasilan penatalaksanaan ISK bergantung kepada pemeriksaan dini para penderita, penilaian laboratorium, ketepatan pemilihan jenis antimikroba (termasuk dosis dan lama pemberian), faktor kondisi penderita dan follo$ up selama masa pengobatan#

13

14

BAB II LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN (ama +mur *lamat Status -ekerjaan -endidikan terakhir Suku *gama ) *n# * ) 12 tahun ) ,l# -.# (oor Sempaja ) %elum .enikah ) -elajar ) S.) %anjar ) Islam

.asuk /umah Sakit ) 20 ,uli 2"1"

Keluhan utama &emam

Riwayat penyakit sekaran &emam dialami pasien sejak 0 hari sebelum ./S# -ada pagi hari pasien merasakan panas tubuhn a 1sumer-sumer2 kemudian semakin meningkat bila sore dan malam hari disertai rasa menggigil# -anas tubuh pasien han a berkurang 3 2 jam setelah minum obat, kemudian pasien merasakan tubuhn a panas kembali#

15

-asien juga mengeluhkan n eri pada saat %*K sejak 0 hari sebelum ./S# ( eri dirasakan di sepanjang %*K# -asien sering %*K, tetapi urin ang keluar sedikitsedikit# 4arna urin kuning jernih biasa# /asa tidak enak di perut, mual dan muntah juga dialami pasien sejak 0 hari ang lalu# -asien muntah setiap habis makan, isi muntahan adalah lendir ber5ampur makanan ang dimakan, tidak ada darah# %*% 5air sejak 6 hari ang lalu, dalam satu hari pasien %*% 5air tidak lebih dari dua kali, dengan kotoran ang ber5ampur air, terdapat lendir, tidak ada darah, $arna biasa, bau biasa# -ada 6 hari pertama sakit, pasien tidak meminum obat apapun, sampai pada hari ke 7 sakit, pasien pergi berobat ke -uskesmas dan mendapat obat-obatan (ibu pasien tidak bisa men ebutkan nama obat), tetapi karena tidak ada perubahan, maka pasien pergi berobat ke praktek dokter keesokan harin a# Karena, menurut ibu pasien belum ada perbaikan, maka pasien diba$a pergi berobat ke I8& /S *4S 1 hari setelah dari praktek dokter#

Riwayat penyakit !ahulu -asien tidak pernah ./S sebelumn a, pasien han a pernah mengalami demam, batuk, pilek, ang sembuh setelah berobat#

Riwayat penyakit keluar a 9idak ada keluarga pasien ang pernah mengalami keluhan serupa#

Riwayat ke"iasaan -asien jarang minum air putih melainkan lebih senang mengkonsumsi soft drink# -asien senang menunda bila ingin %*K, dan kurang menjaga kebersihan, setelah %*K pasien biasan a tidak 5u5i sampai bersih, mengompol sudah tidak

16

pernah lagi# -asien juga senang duduk berlama-lama di depan omputer# -asien sudah di khitan#

PE#ERIKSAAN $ISIK %& Kea!aan Umum Kesadaran Keadaan sakit Tan!a 'ital ( >rekuensi (adi 9ekanan darah -ernafasan Suhu Status )i*i ( ) 11" ?@menit, reguler, kuat angkat, isi 5ukup ) 11"@0" mmAg ) 62 ?@menit ) 69,"":, aksiler ) :ompos mentis, 8:S ;7<=.0 ) Sakit sedang

17

%erat %adan 9inggi %adan

) 61,9 Kg ) 17! 5m

+& Kepala !an Leher a& Umum ;kspresi "& #ata Kelopak KonjunktiBa S5lera -upil ,& Telin a %entuk Dubang telinga -ro5essus .astoideus -endengaran !& Hi!un -en umbatan -erdarahan &a a pen5iuman ) (-@-) ) (-@-) ) (ormal ) (ormal ) (ormal ) ( eri (-@-) ) (ormal ) ;dema (-) ) *nemis (-@-) ) Ikterik (-@-) ) %ulat, isokor, refleks 5aha a (C@C) ) 8elisah

-ernafasan 5uping hidung) 9idak ada

18

e& #ulut %ibir 8usi .ukosa Didah >aring -& Leher +mum Kelenjar limfe 9ra5hea 9iroid <# jugularis ) Simetris ) .embesar (-) ) &i tengah ) .embesar (-) ) ,<- normal ) -u5at (C), sianosis (-) ) %erdarah (-) ) -igmentasi (-), hiperemia (-), pu5at (-) ) .akroglosia (-), mikroglosia (-) ) Aiperemia (-)

.& Th/ra0 %entuk *?illa Sternum a& I Paru %entuk -ergerakan -a ) simetris ) simetris, retraksi I:S (-@-) ) Simetris ) -embesaran kelenjar limfe (-@-) ) ( eri tekan (-)

I:S melebar ) (-@-) >remitus raba ) Simetris (&ES)

19

( eri -e Suara ketok ( eri ketok * Suara nafas

) (-@-) ) (sonor@ hipersonor) ) (-@-) ) Besikuler

Suara tambahan ) ronki (-@-), $heeFing (-@-) "& I -a -e 1antun I5tus 5ordis tidak tampak I5tus 5ordis tidak teraba %atas kanan %atas kiri * ) parasternal line I:S III &e?tra ) I:S < .:D Sinistra

S1 S2 tunggal, reguler, gallop (-), murmur (-)

2& A"!/men I %entuk Kulit Aernia -a 9urgor 9onus ( eri tekan ) &atar ) (ormal ) +mbili5us (-), Inguinal (-) ) (ormal ) (ormal ) (C) suprapubik

Aepar tidak teraba, ginjal tidak teraba, lien tidak teraba -e timpani, n eri ketok hepar (-), n eri ketok :<* (-)G(-), shifting dullness (-) * -eristaltik usus ) %+ (C) normal

20

3& In uinal -embesaran kel# Dimfe ) (-@-)

4& Ekstremitas Atas ) Sendi bengkak (-@-) 9remor (-@-) *kral dingin, pu5at, edema (-@-) /efleks bi5eps normal, refleks tri5eps normal Bawah ) Sendi bengkak (-@-) 9remor (-@-) *kral hangat, edema (-@-) /efleks patella normal /efleks a5hilles normal

!# Tulan "elakan ( (ormal PE#ERIKSAAN PENUN1AN) %& Pemeriksaan La"/rat/rium Tan al +4565+7%7 +6565+7%7 +8565+7%7 +9565+7%7

Darah len kap Ab A5t Deukosit 16,1 6!,! % 11#="" 12,! 6=," % 12#H"" 16,2 6!,!% 1"#!""

21

9rombosit D;& Kimia !arah 8&S S8'9 S8-9 %ilirubin total %il direk %il indirek -rotein total *lbumin 8lobulin Kolesterol *sam urat +reum Kreatinin Elektr/lit (atrium Kalium :lorida Hemat/l/ i .alaria &engue Ig8 &engue Ig. 9 phi ' 9 phi A

6!9#"""

6!9#""" =!

6!0#""" =

H!

: ; ; : C 1@H"

22

-arat phi *-' -arat phi *-A -arat phi %-' -arat phi %-A

C1@H" C1@H" C1@10"

-arat phi :-' -arat phi :-A Urin Len kap %, Keton (itrit Ab@&arah 4arna Kejernihan pA -rotein 8lukosa %ilirubin ;pitel +robilinogen Sel ;pitel Deukosit ;ritrosit Silinder Kristal %akteri C2 C 1"-2" 1-6 1,"2" Kuning ,ernih 0 -

C1@H"

1,"1" C Kuning ,ernih = C 2-6 2-6 -

23

,amur

+& Pemeriksaan US) A"!/men 2H ,uli 2"1"

Interpretasi +S8 ) DiBer, gall bladder, pan5reas, kedua kidne , 5ae5um tidak tampak kelainan# 9idak ada asites intra abdomen et pelBis# %an ak udara dalam 8I9# Kesan) 9idak tampak kelainan organ intra abdomen# .eteorismus#

24

DIA)NOSIS ISK

PENATALAKSANAAN >armakologi) I I I I I /D ) &=% 1)1 2" tpm -ara5etamol tab ="" mg 6?1 Inj# :efota?im 6?1 gr (i#B) Inj# /anitidine 2?1 amp (i#B) +rotra5tin 2?1 (p#o)

PRO)NOSIS &ubia ad bonam

25

$OLLO< UP Pera <atan S O A P

Aari I 9gl 20@!@1"

&emam (C), mual (C), muntah (C), men5ret (C)#

:. 9&) 11"@0" mmAg () 11"?@J //) 27?@J

'bserBasi >ebris e#5 susp# ISK

/D)&=% 1)1 2" tpm Sanmol 6?1 +rotra5tin 2?1 :efota?im 6?1 i#B /anitidin 2?1 i#B

Di $LB

9) 69":

Ab ) 16,1! Deu ) 11#="" -lt ) 6!9#""" A5t ) 6=!,!%

26

Aari II 9gl 2!@!@1"

Sakit perut (C), :. men5ret (C), 9&) 11"@!" mmAg .ual (C), demam (C), n eri bila %*K $arna urin kuning () H7?@J //) 2"?@J 9) 6!,0":

'bserBasi >ebris e#5 susp# ISK

/D)&=% 1)1 2" tpm Sanmol 6?1 +rotra5tin 2?1 :efota?im 6?1 i#B /anitidin 2?1 i#B

Ab ) 12,! Deu ) 12#H"" -lt ) 6!9#""" A5t ) 6= % D;&) =!

Aari III 9gl 2H@!@1"

Sakit perut (C), :. demam (-), 9&) 11"@!" mmAg n eri bila %*K $arna () 112?@J urin kuning //) 2"?@J ( eri tekan abdomen (C)

'bserBasi >ebris e#5 susp# ISK

/D)&=% 1)1 2" tpm Sanmol 6?1 +rotra5tin 2?1 :efota?im 6?1 i#B /anitidin 2?1 i#B +D

Ab ) 16,2 Deu ) 1"#!"" -lt ) 6!0#""" A5t ) 6!,! %

27

Aasil +S8 ) 9idak tampak kelainan intra abdomen#

Aari I< 9gl 29@!@1"

( eri perut saat %*K (C), demam (-)

:. 9&) 1""@0" mmAg () 1"7?@J //) 22?@J ( eri tekan abdomen (C)

'bserBasi >ebris e#5 susp# ISK

/D)&=% 1)1 2" tpm Sanmol 6?1 +rotra5tin 2?1 :efota?im 6?1 i#B /anitidin 2?1 i#B

%, )1,"1" Ab ) C ,ernih pA ) =," ;pitel ) C Deukosit ) 2-6 ;ritrosit ) 2-6

Aari < 9gl 6"@!@1"

&emam (-), n eri perut (-)

:. 9&) 1""@0" mmAg () 1""?@J //) 2"?@J

'bserBasi >ebris e#5 susp# ISK

/D)&=% 1)1 2" tpm Sanmol 6?1 +rotra5tin 2?1 :efota?im 6?1 i#B /anitidin 2?1 i#B

28

Aari <I 9gl 61@!@1"


-

*:: boleh pulang#

'bat -ulang ) :efadro?il tab 6?1 /anitidine tab 2?1

29

BAB III TIN1AUAN PUSTAKA

.&% De-inisi Infeksi saluran kemih (ISK) adalah istilah umum ang menunjukkan

keberadaan mikroorganisme dalam urin# ISK adalah sebuah kombinasi gambaran klinis dan adan a bakteri dalam urin# Infeksi saluran air kemih adalah infeksi ang terjadi pada saluran air kemih, mulai dari uretra, buli-buli, ureter, piala ginjal sampai jaringan ginjal# Infeksi ini dapat berupa pielonefritis akut, pielonefritis kronik, infeksi saluran air kemih berulang, bakteriuria bermakna, bakteriuria asimtomatis Kendati ISK dis aratkan adan a bakteri dalam urin dalam jumlah bermakna, tidak menutup kemungkinan tanpa bakteri dalam urin# Aal ini dapat terjadi pada keadaan sebagai berikut) 1# 9empat infeksi tidak dilalui urine sehingga bakteri tidak ditemukan dalam urine 2# *dan a bendungan pada saluran ang terinfeksi 6# -emberian antibiotika, sehingga bakteri dalam urine tersamarkan# Kondisi lain ang patut diperhatikan dan beberapa istilah ang juga

digunakan dalam klinik antara lain) 1# Asymptomatik Significant Bacteriuria, akni ISK dengan bakteri dalam urin bermakna tanpa disertai gejala# 2# Bacterial cystitis, akni suatu kumpulan gejala ang terdiri dari) sakit $aktu ken5ing dan sering ken5ing#

30

6# Abacterial cystitis (urethra syndrome), akni suatu kumpulan gejala ang terdiri dari) sakit $aktu ken5ing dan sering ken5ing tanpa disertai bakteri dalam kandung kemih#

.&%&% Beratnya penyakit 1# ISK bagian atas Ini adalah istilah ang digunakan untuk menggambarkan peradangan pada ginjal karena ISK# .akroskopik, ginjal menunjukkan segmen jaringan meradang dan bengkak# Aistologi menunjukkan infiltrasi oleh polimorf dan bakteri dalam parenkim dan tubulus serta edema dan kadang-kadang gangguan arsitektur# -ielonefritis akut@infeksi saluran kemih bagian atas paling umum di ba i dan gejala utama adalah demam# 8ejala umum lain adalah lekas marah dan muntah# -ada anak-anak ang lebih tua, gejala klasik dari demam dan n eri pinggang mungkin ada tapi pen akit non-spesifik dengan demam dapat terjadi pada anakanak dari segala usia# -ielonefritis akut@infeksi saluran kemih atas telah didefinisikan sebagai ISK dengan demam 6H K : atau lebih tinggi# 2# ISK bagian ba$ah Istilah ini menggambarkan infeksi urin terbatas pada saluran kemih ba$ah sehingga menimbulkan peradangan kandung kemih# -ada mikroskop lapisan dinding urothelial kandung kemih meradang dan menunjukkan tanda-tanda edema, kehadiran sel-sel inflamasi dan bakteri mengikuti atau memasuki sel, beberapa ang ditumpahkan ke dalam urin# Sistitis@infeksi saluran ken5ing ba$ah menimbulkan kumpulan gejala termasuk disuria, frekuensi, dan n eri suprapubik# .&%&+ Tin kat risik/ penyakit

31

9ingkat risiko tertinggi merupakan anak-anak (kelompok merah)

ang

membutuhkan segera transfer ke rumah sakit# ,ika ISK merupakan pen ebab pen akit maka adalah pielonefritis akut @ infeksi saluran kemih atas dan mungkin septi5aemia# 9ingkat menengah risiko (kelompok kuning) merupakan anak-anak dengan beberapa gambaran sistemik dan termasuk anak-anak dengan pielonefritis akut @ infeksi saluran kemih atas# 9ingkat risiko terendah merupakan anak-anak tanpa risiko pen akit serius (kelompok hijau) dan se5ara luas sebanding dengan Sistitis @ infeksi saluran kemih ba$ah#

9abel 6#1 9ingkat ISK dan hubungan dengan jumlah bakteri dan patologis#

.&+ Penye"a" .ikro-organisme terban ak sebagai pen ebab ISK adalah Escherichia coli seban ak ="-9"%, lalu berturut-turut disusul Klebsiella atau Enterobacter, Proteus, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus epidermidis, Enterococci, Candida albicans dan Staphylococcus aureus# *dapun jenis Birus ang dapat

32

men ebabkan ISK adalah Adeni irus (diduga sebagai pen ebab infeksi kandung kemih)#

.&. Pat/-isi/l/ i Infeksi dapat terjadi melalui pen ebaran hematogen (neonatus) atau se5ara asending (anak-anak)# -ada anak besar biasan a bakteri berasal dari tinjan a sendiri ang menjalar se5ara asending sampai ke kandung kemih, ureter atau ke parenkim ginjal# -atogenesis infeksi saluran kemih sangat kompleks, karena tergantung dari ban ak faktor seperti faktor pejamu (host) dan faktor organismen a# *dan a kelainan kongenital traktus urinarius terutama ang bersifat obstruktif dan refluks merupakan faktor predisposisi timbuln a ISK# >aktor predisposisi lainn a aitu batu saluran kemih, pemasangan kateter kandung kemih, stasis urin karena obstipasi, tumor, neurogeni5 bladder dan lain-lain# Stame (19H2) dalam pen elidikann a men ebutkan adan a mekanisme perlekatan bakteri pada sel uroepitel ang berbeda men ebabkan seorang penderita peka dan ang lainn a resisten terhadap ISK# %akteri uropatogenik ang melekat pada pada sel uroepitelial, dapat mempengaruhi kontraktilitas otot polos dinding ureter, dan men ebabkan gangguan peristaltik ureter# .elekatn a bakteri ke sel uroepitelial, dapat meningkatkan Birulensi bakteri tersebut# .ukosa kandung kemih dilapisi oleh gl 5oprotein mu5in la er ang

berfungsi sebagai anti bakteri# /obekn a lapisan ini dapat men ebabkan bakteri dapat melekat, membentuk koloni pada permukaan mukosa, masuk menembus epitel dan selanjutn a terjadi peradangan# %akteri dari kandung kemih dapat naik ke ureter dan sampai ke ginjal melalui lapisan tipis 5airan (films of fluid), apalagi bila ada refluks Besikoureter maupun refluks intrarenal# %ila han a buli buli ang terinfeksi, dapat mengakibatkan iritasi dan spasme otot polos Besika urinaria, akibatn a rasa ingin miksi terus menerus (urgen5 ) atau miksi berulang kali (freLuen5 ), sakit $aktu miksi (d suri)# .ukosa Besika urinaria menjadi edema, meradang dan perdarahan (hematuria)#

33

Infeksi ginjal dapat terjadi melalui 5olle5ting s stem# -elBis dan medula ginjal dapat rusak, baik akibat infeksi maupun oleh tekanan urin akibat refluks berupa atrofi ginjal# -ada pielonefritis akut dapat ditemukan fokus infeksi dalam parenkim ginjal, ginjal dapat membengkak, infiltrasi lekosit polimorfonuklear dalam jaringan interstitial, akibatn a fungsi ginjal dapat terganggu# -ada pielonefritis kronik akibat infeksi, adan a produk bakteri atau Fat mediator toksik ang dihasilkan oleh sel ang rusak, mengakibatkan parut ginjal (renal s5arring)#

.&2 )e=ala Klinis ISK dapat berlangsung dengan gejala (simtomatis) atau tanpa gejala (asimtomatis)# -ada ang simtomatis, makin muda usia anak, gejala klinis makin tidak khas# Infeksi ang asimtomatis pada umumn a ditemukan se5ara kebetulan pada pemeriksaan rutin seorang anak atau pada kegiatan pen aringan ISK pada anak sekolah#

34

9abel 6#2 /ingkasan studi pada gejala dan tanda-tanda ISK usia muda

35

8ejala infeksi saluran kemih berdasarkan umur penderita adalah sebagai berikut ) "-1 %ulan ) 8angguan pertumbuhan, anoreksia, muntah dan diare, kejang, koma, panas@hipotermia tanpa diketahui sebabn a, ikterus (sepsis)# 1 bln-2 thn ) -anas@hipotermia tanpa diketahui sebabn a, gangguan

pertumbuhan, anoreksia, muntah, diare, kejang, koma, kolik (anak menjerit keras), air kemih berbau@berubah $arna, kadangkadang disertai n eri perut@pinggang# 2-0 thn ) -anas@hipotermia berbau dan tanpa diketahui $arna, sebabn a, tidak muntah, dapat

menahan ken5ing, polakisuria, disuria, enuresis, air kemih berubah diare, gangguan pertumbuhan serta anoreksia# 0-1H thn ) ( eri perut@pinggang, panas tanpa diketahui sebabn a, tak dapat menahan ken5ing, polakisuria, disuria, enuresis, air kemih berbau dan berubah $arna#

.&2 Dia n/sis .enetapkan diagnosis pemberian antibiotik ang akurat adalah penting untuk membantu ang

ang tepat, mengurangi morbiditas dan kematian

terkait dengan kondisi# Selain menetapkan diagnosis ISK perlu untuk mengidentifikasi apakah anak tersebut 5enderung untuk infeksi saluran kemih atas atau ba$ah, atau dalam istilah patologis apakah anak memiliki pielonefritis akut atau sistitis# &alam praktekn a perbedaan antara saluran kemih atas dan ba$ah infeksi harus dibuat atas dasar klinis pada anak dengan bukti ISK berdasarkan kehadiran atau tidak adan a gejala, tanda-tanda pen akit sistemik, dan, khususn a, demam# &iagnosis dapat dikonfirmasikan dengan mengumpulkan sampel urin bersih ang harus diuji tepat# -emeriksaan urin merupakan salah satu

36

pemeriksaan ang sanga penting pada ISK# -emeriksaan ini meliputi urinalisis dan bakteriologis#

.&2&% Urinalisis Deukosuria (ditemukann a leukosit dalam urin)# &in atakan positif jika terdapat = atau lebih leukosit (sel darah putih) per lapangan pandang dalam sedimen urine# Aematuria (ditemukann a eritrosit dalam urin)# .erupakan petunjuk adan a ISK jika ditemukan eritrosit (sel darah merah) =-1" per lapangan pandang sedimen urin# Aematuria bisa juga karena adan a kelainan atau pen akit lain, misaln a batu ginjal dan pen akit ginjal lainn a# .&2&+ Bakteri/l/ is -emeriksaan ini meliputi pemeriksaan se5ara mikroskopis dan biakan bakteri# .ikroskopis# %ahan) urin segar (tanpa diputar, tanpa pe$arnaan)# -ositif jika ditemukan 1 bakteri per lapangan pandang# %iakan bakteri# &itujukan untuk memastikan diagnosa ISK#

-enampungan urin untuk pembiakan dapat dilakukan dengan 6 5ara) 1# +rin pan5aran tengah (midstream urin) 2# Kateterisasi kandung kemih 6# -ungsi kandung kemih (supra pubi5 pun5ture) &engan 5ara 1 dan 2, biakan urin dianggap positif atau bermakna bila didapat jumlah kuman 1""#""" atau lebih per-mililiter urin# ,umlah kuman antara 1"#"""-1""#"""@ml urin dianggap meragukan dan perlu diulang# %ila jumlah kurang dari 1"#"""@ml urin maka hasil ini dianggap sebagai kontaminasi# Sebaikn a biakan urin dilakukan dua kali berturut-turut agar didapatkan hasil ang lebih pasti# Aasil biakan urin dengan 5ara pengambilan pungsi kandung

37

kemih dianggap positif atau bermakna bila ditemukan 2"" kuman atau lebih permililiter urin# Indikasi untuk kultur) pada ba i dan anak-anak ang memiliki diagnosis pielonefritis akut @ infeksi saluran kemih bagian atas pada ba i dan anak-anak dengan risiko pen akit tinggi dan intermediet pada ba i dan anak-anak lebih muda dari 6 tahun pada ba i dan anak-anak dengan hasil positif tunggal untuk esterase leukosit atau nitrit pada ba i dan anak-anak dengan ISK berulang pada ba i dan anak-anak dengan infeksi ang tidak respon terhadap pengobatan dalam $aktu 27-7H jam, jika tidak ada sampel ang telah dikirimkan bila gejala klinis dan tes &ipsti5k tidak berhubungan#

.&2&. Pemeriksaan kimia 9es ini dimaksudkan sebagai pen aring adan a bakteri dalam urin# :ontoh, tes reduksi griess nitrate, untuk mendeteksi bakteri gram negatif# %atasan) ditemukan lebih 1""#""" bakteri# 9ingkat kepekaann a men5apai 9" % dengan spesifisitas 99%# .&2&2 Pemeriksaan !arah -emeriksaan darah lengkap diperlukan untuk mengungkapkan adan a proses inflamasi atau infeksi# &idapatkann a leukositosis, peningkatan laju endap darah, atau didapatkann a sel-sel muda pada sediaan hapusan darah menandakan adan a proses inflamasi akut# -ada keadaan infeksi berat, perlu diperiksa faal ginjal, faal hepar, faal hemostasis, elektrolit darah, analisis gas darah, serta kultur kuman untuk penanganan ISK se5ara intensif# .&2&3 Pen,itraan

38

-emeriksaan pielografi intra Bena (-I<) untuk men5ari latar belakang infeksi saluran kemih dan mengetahui struktur ginjal serta saluran kemih#

-emeriksaan .iksio Sisto +retrografi@.S+ untuk mengetahui adan a refluks Besiko-ureter atau pene empitan pada muara uretra# -emeriksaan ultrasonografi ginjal untuk mengetahui kelainan struktur ginjal dan kandung kemih# :9 s5an lebih sensitif dalam mendeteksi pen ebab ISK dari pada -I< atau ultrasonografi, tetapi bia a ang diperlukan untuk pemeriksaan ini relatif mahal#

.&2&4 Penatalaksanaan -engobatan se5ara umum, aitu terhadap panas, muntah, dehidrasi dan lain-lain# &i samping itu anak juga dianjarkan untuk ban ak minum# -erlu juga men5ari dan mengurangi atau menghilangkan faktor predisposisi seperti obstipasi, alergi, inBestasi 5a5ing, dan memperhatikan kebersihan perineum# -enanggulangan ISK ditujukan terhadap 6 hal, aitu) 1# -engobatan terhadap infeksi akut 2# -engobatan dan pen5egahan infeksi berulang 6# .endeteksi dan melakukan koreksi bedah terhadap kelainan anatomis, kongenital maupun ang didapat# -engobatan ang segera dan adekuat pada fase akut dapat men5egah atau mengurangi kemungkinan timbuln a pielonefiritsi akut# -ada keadaan berat atau panas tinggi dan keadaan umum ang lemah, pengobatan segera tanpa menunggu hasil biakan urin dan uji resistensi kuman# -en ebab tersering ISK ialah ;s5heri5hia 5oli# Sebelum ada hasil biakan urin dan uji kepekaan, untuk eradikasi infeksi akut diberikan antibiotik se5ara empirik selama !-1" hari#

39

&alam 2 ? 27 jam setelah pengobatan fase akut dimulai gejala ISK umumn a menghilang# %ila gejala belum menghilang, dipikirkan untuk mengganti antibiotik ang lain sesuai dengan uji kepekaan antibiotik# &ilakukan pemeriksaan kultur dan uji resistensi urin ulang 6 hari setelah pengobatan fase akut dihentikan, dan bila memungkinkan setelah 1 bulan dan setiap 6 bulan# ,ika ada ISK berikan antibiotik sesuai hasil uji kepekaan# %ila ditemukan ada kelainan anatomik maupun fungsional ang men ebabkan obstruksi, maka setelah pengobatan fase akut selesai dilanjutkan dengan antibiotik profilaksis# *ntibiotik profilaksis juga diberikan pada ISK berulang, ISK pada neonatus, dan pielonefritis akut#

9abel 6#6 ,enis dan dosis antibiotik untuk terapi ISK# &osis antibiotika pareneteral (*), 'ral (%), -rofilaksis (:) 'bat >A? Parenteral *mpisilin Sefotaksim 8entamisin Seftriakson SeftaFidim SefaFolin 9obramisin 9i5arsilin >B? Oral /a$at jalan antibiotik oral (pengobatan standar) &osis mg@kg%%@hari 1"" 1=" = != 1=" =" = 1""

40

*moksisilin *mpisilin *moksisilin-asam klafulanat Sefaleksin Sefiksim (itrofurantoinM SulfisoksaFoleM 9rimetoprimM SulfametoksaFole >@? Terapi pr/-ilaksis (itrofurantoinM SulfisoksaFoleM 9rimetoprimM SulfametoksaFole

2"-7" mg@Kg@hari ="-1"" mg@Kg@hari =" mg@Kg@hari =" mg@Kg@hari 7 mg@kg 0-! mg@kg 12"-1=" 0-12 mg@kg 6"-0" mg@kg 1 -2 mg@kg =" mg@Kg 2mg@Kg 6"-0" mg@kg

41

BAB I' PE#BAHASAN

-asien dengan nama *n#* usia 12 tahun datang dengan keluhan demam# -asien didiagnosa ISK# %erikut adalah pembahasan mengenai perbandingan antara teori dan fakta ang terjadi pada perjalanan pen akit pasien tersebut#

Ta"el 2&%& Anamnesis $akta N &emam N ( eri sepanjang %*K N >rekuensi %*K sering N ,umlah urin sedikit N /asa tidak n aman di perut N .ual N .untah N &iare Te/ri )e=ala !ari anamnesis ( ( eri perut@pinggang, panas tanpa diketahui sebabn a, tak dapat menahan ken5ing, polakisuria, disuria, enuresis, air kemih berbau dan berubah $arna# )e=ala piel/ne-ritis akut5ISK atas !i!apatkan (
-

.enggigil ( eri di daerah perut dan pinggang .ual dan muntah &isuri, frekuensi, urgensi

Analisis -ada kasus ini didapatkan hasil anamnesa ang sesuai dengan manifestasi klinis dari ISK# Keluhan ang dialami pasien berupa demam sejak 0 hari sebelum ./S, menggigil, n eri sepanjang %*K, frekuensi %*K sering dengan jumlah urin ang sedikit, rasa tidak n aman di perut, mual, muntah#

42

&ari gejala ang dialami pasien tersebut, telah sesuai dengan pendekatan diagnosa ISK dari segi anamnesa# &itambah dengan keterangan bah$a pasien adalah anak laki-laki usia sekolah dengan toilet training serta h giene ang buruk, dan kebiasaan jarang minum air putih# 4alaupun pada anak laki-laki lebih sering asimtomatik tatapi pada pasien ini merupakan gejala dari ISK atas#

Ta"el 2&+& Pemeriksaan $isik $akta Tan!a 'ital 9& E 11"@0" mmAg
-

Te/ri -ada -(* didapatkan suhu tubuh

meningkat# Status generalis ) ( eri Suprapubis, n eri pinggang

!adi " ##$%&menit ''" () %&menit Suhu " *+,$$C

*bdomen ) -alpasi n eri tekan suprapubik (C) ( eri ketok :<* (-)G(-)

Analisis Se5ara umum, hasil dari pemeriksaan fisik ang dilakukan pada pasien belum dapat se5ara pasti menunjukkan diagnosis pada pasien ini adalah ISK, tetapi sudah lebih mengarahkan diagnosis dengan didapatkann a suhu tubuh pasien ang meningkat aitu 69,"":, n eri tekan suprapubik, $alaupun tidak didapatkan adan a n eri ketok :<*#

43

Ta"el 2&.& Pemeriksaan Penun=an $akta &arah Dengkap Ab 16,1 At ) 6!,! % Deukosit ) 11#="" 9rombosit ) 6!9#""" D;& ) =! 8&S ) H! +rin Dengkap %, 1,"2" Keton (itrit Ab@&arah 4arna Kuning Kejernihan ,ernih pA 0 -rotein ;pitel C2 Leuk/sit %7:+7 Te/ri &ikatakan ISK bila ada pemeriksaan urin ditemukan bakteri ang jumlahn a lebih dari 1"#"""@ml, atau bila terdapat pertumbuhan 1""#""" koloni bakteri atau lebih permilimeter jumlah urin midstream# +rin dikatakan mengandung leukosit jika se5ara mikroskopik didapatkan O = leukosit per lapangan pandang besar# %akteriuria bisa saja negatif, karena beberapa sebab# .erupakan petunjuk adan a ISK jika ditemukan eritrosit (sel darah merah) =1" per lapangan pandang sedimen urin# &idapatkann a leukositosis,

peningkatan laju endap darah

44

;ritrosit 1-2 Bakteri :

+S8 *bdomen DiBer, gall bladder, pan5reas, kedua kidne , 5ae5um tidak tampak kelainan# 9idak ada asites intra abdomen et pelBis# %an ak udara dalam 8I9# Kesan) 9idak tampak kelainan organ intra abdomen# .eteorismus#

Analisis -ada pemeriksaan penunjang laboratorium pasien ini diperiksa saat datang pertama kali di I8&, didapatkan hasil leukosit ang meningkat aitu 11#="" ang menunjukkan adan a infeksi pada pasien ini# %erdasarkan hasil pemeriksaan urin lengkap didapatkan se5ara makroskopis $arna urin kuning jernih dan se5ara mikroskopis didapatkan leukosit urin 1"-2", bakteri (-) kemungkinan disebabkan oleh karena pasien sudah mendapat terapi antibiotik sebelumn a# &ari hasil +S8 abdomen pasien ini tidak didapatkan adan a kelainan, karena ISK ang terjadi bersifat akut, dan belum terjadi komplikasi#

45

Ta"el 2&2 Penatalaksanaan $akta >armakologi) I I I I I /D)&=% 1)1 2" tpm Sanmol 6?1 +rotra5tin 2?1 :efota?im 6?1 i#B /anitidin 2?1 i#B
-

Te/ri /a$at Inap -emeriksaan darah lengkap %alans 5airan, I< line -engobatan mengurangi ang segera dan adekuat kemungkinan timbuln a pada fase akut dapat men5egah atau pielonefiritsi akut# -ada keadaan berat atau panas tinggi dan keadaan umum ang lemah, pengobatan segera tanpa menunggu hasil biakan urin dan uji resistensi kuman# -en ebab tersering ISK ialah ;s5heri5hia 5oli# Sebelum ada hasil biakan urin dan uji kepekaan, untuk eradikasi infeksi akut diberikan antibiotik se5ara empirik selama !-1" hari#
-

Analisa 9erapi ang diberikan pada pasien ini selain bersifat kausatif, namun juga diberikan terapi simptomatis, dan suportif # 9erapi kausatif untuk mengobati pen akit dasarn a aitu ISK, dengan antibiotik ang bersifat bakterisidal, dan berspektrum luas# &an jika ada hasil kultur maka disesuaikan dengan hasil kultur# ,ika dengan pemberian antibiotika itu keadaan klinis membaik, pemeberian parenteral diteruskan sampai 1 minggu dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian per oral selama 2 minggu#

46

9erapi simptomatis pada kasus ini, didasarkan pada gejala ang men ertai, akni demam, mual, muntah, sehingga diberi obat para5etamol tab 6?1, ranitidine inj 2?1# 9erapi suppotif ang dianjurkan untuk pasien ini aitu dengan meminta pasien untuk minum ang 5ukup# 'bat-obat ang telah diberikan diatas, sudah sesuai dengan teori ang ada# %ah$a pengobatan ISK, tidak han a mengeradikasi bakteri ang ada di saluran kemih saja saja namun juga memperhatikan efek samping ang ada pada tubuh pasien#

Pr/ n/sa -rognosa pasien ini adalah dubia ad bonam, karena telah adan a perbaikan keadaan umum se5ara progresif dari a$al terapi hingga kepulangan pasien# 9erutama pada kondisi n eri pada saat %*K serta hasil pemeriksaan penunjang pada urin lengkap pasien ini, dimana pasien sudah tidak merasakan n eri ketika %*K dan hasil pemeriksaan penunjang ang menunjukkan adan a penurunan jumlah leukosit dan bakteri negatif# (amun se5ara keseluruhan, prognosa tetap bergantung pada kepatuhan pasien dalam menjalani terapi#

BAB ' PENUTUP

47

Kesimpulan 1# %erdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang ang dilakukan pada pasien ini maka diagnosan a adalah ISK# 2# -emeriksaan penunjang ang dilakukan pada pasien ini sudah 5ukup ang aman bagi terpenuhi baik pada laboratorium dan radiologi# 6# -enatalaksanan problem ISK dan penjagaan terapi kehamilann a telah diatasi dengan adekuat# 7# Kondisi pasien saat pulang telah dalam keadaan stabil dengan dibekali obat pulang, surat kontrol ke -oli -en akit &alam serta edukasi bagi pasien# =# -rognosis pada pasien ini adalah dubia ad bonam#

DA$TAR PUSTAKA

48

1# %ehrman, Kliegman, *rBin# !elson ,lmu Kesehatan Anak# <olume 6# ,akarta, -enerbit %uku Kedokteran ;K8# Aal 1H06-1H0H# 2"""# 2# -%# -*-&I# Buku A-ar ,lmu Penyakit .alam -ilid ,, # ;disi I<# ,akarta, -usat -enerbitan I-& >K-+I# Aal ==6-==!# 2""0# 6# 8rabe . et aD# /uidelines on 0rinary 1ract ,nfection in Children # (ational :ollaborating :entre for 4omenJs and :hildrenJs Aealth# 2""! 7# Staf -engajar Ilmu Kesehatan *nak# Buku Kuliah ,lmu Kesehatan Anak# <olume 2# ,akarta, %agian Ilmu Kesehatan *nak >K+I# Aal H2!-H62# 199!#