Anda di halaman 1dari 4

Komplikasi diabetes melitus - dr Swa

2 macam komplikasi: 1. Akut Komplikasi yg terjadi mendadak dan harus segera ditangani klo ga bisa terjadi kematian Diabetes ketoasidosis: trade mark DM tipe 1 Hiperosmolar, hiperglikemik, non ketotic coma: DM tipe 2 Hipoglikemik: bisa pada DM tipe 1 dan 2 (hipoglikemi pada org diabetes) Lactic asidosis: disebabkan karena penggunaan biguanic.(kecuali jenis metformin jarang menyebabkan lactic asidosis) 2. Kronik/ jangka panjang gejala penuaan dini, awalnya ga diketahui, tp setelah tahun keempat baru menyadari (terjadinya sklerosis pembuluh darah: dasar seluruh komplikasi kronis). Dm 2 klo datang dengan komplikasi brrti 10-15 thn sudah ada dm Mikrovaskuler: o DM 1= DM 2 o Kerusakan arteri kecil karena penebalan membrane basalis kapiler o Manifestasi: Retinopathy, Nefropati, Neuropati Makrovaskuler: o Terjadi arterosklerosis pada arteri sedang dan besar o Penyebab: Akumulasi sorbitol Disfungsi endotel Gangguan metabolism lipid (LDL naik, HDL turun, TGC naik = arterosklerosis) o Manifestasi: Coronary Arteri Disease (CAD), Cerebrovascular Disease (CVD), Peripheral Vascular Disease (PVD ulcus diabeticum) KOMPLIKASI AKUT a. Hipoglikemic Jika: kadar glukosa darah < 60 mg/dL atau <80 mg/dL dengan gejala klinis (subjektif=setiap org berbeda) Glukosa diambil oleh sel otak tanpa insulin (metabolism glukosa khusus oleh otak) Jika kadar glukosa sangat rendah Bisa cacat otak sampai kematian Tanda- tanda hipoglikemik: o Keluhan neuroglikopenik: konsentrasi menurun, koordinasi terlambat, tingkah laku abnormal merasa kelaparan dan haus nightmare kesadaran berkurang sampai koma lemah sakit kepala o Focal pandangan kabur penglihatan ganda parestesia, hemiplegia tinnitus

slurred speech o Otonomik Tremor Palpitasi Diaphoresis ansietas Orang DM dengan hipertensi ga boleh dikasih beta blocker bisa koma Penyebab Hipoglikemi pada DM karena: o Tidak makan (puasa) + makan obat antihiperglikemi o Diare+ obat antiDM dan insulin dimakan terus o Overexcercise dengan makan seadanya (kurang) o Terapi insulin pada pasien dengan keadaan glukosa darah yang membaik o Gangguan ginjal insulin menumpuk ga bs diekskresi Terapi: o Jika masih sadar: - Berikan sirup (gula murni 20-30mg) bukan pemanis pengganti gula/ gula diabetes) - Monitor gula darah (1-2 jam) pertahankan gula 200 mg/dL - Stop obat AntiDM dan cari penyebabnya. o Jika pasien tidak sadar: - Berikan 50cc dekstrosa 40% secara bolus setiap 10-20 menit, bisa diulang 3x sampai gula darah diatas batas. (bisa juga kasih glucagon bila penyebabnya karena insulin) - Klo gula sudah diatas 200 mg/dL seharusnya pasien sadar, klo ga sadar ga mungkin karena hipoglikemi. Bisa juga koma gara2 hiperglikemik (tp ttp pertolongan pertama kasih gula karena proses perjalanan hiperglikemik menuju kematian perlu waktu yg cukup lama dibanding hipoglikemik yang lebih cepat dan berbahaya) - klo masih belum sadar juga stelah dikasih dextrosa 3x suntik hidrocortison/ deksametason (anti insulin)

b. Ketoasidosis Umumnya pada DM tipe 1 Terjadi (harus ada ketiganya): Hiperglikemi, Asidosis dan Ketosis Penyebab: karena dicernanya lemak sebagai cadangan energi sehingga terjadi sisa2 metabolisme meningkatkan keton bodies Bisa terjadi pada orang sakit yang tidak mau makan meningkatnya keton bodies metabolisme lemak cadangan. Gejala (seperti asidosis): o Nausea vomiting (Mual muntah) o Haus dan banyak kencing o Nyeri abdomen o Pernafasan kussmaul (dalam dan cepat) o Takikardi o Dehidrasi o Oedem Penyebab: o Infeksi dimana saja o Insulin tidak adekuat

o Konsumsi obat tambahan lain Terapi: 1. Rehidrasi Saline (NaCl)/ dekstrosa 1 L pada 4 jam pertama 4-6 L/24 jam 2. Insulin IV, continuous Infusion pump 6 unit/jam dengan glukosa monitoring tiap jam smpe 200mg/dl lalu stop pemberian insulin boleh ganti dengan dekstrosa/ glukosa + kasih kalium 3. Kalium (untuk hiperosmotik koma juga) insulin masuk sel bersama dengan kalium, berikan bersamaan dengan insulin 4. Periksa asam basa berikan bignat klo ph<7 5.

c. Hiperosmolar/ hiperglikemik/ non ketotic koma Terapi sama dengan ketoasidosis tapi biasanya ini terjadi pada dm tipe 2: o Rehidrasi lbh banyak (8L per hari) karena poliuri kebanyakan (klo ketoasidosis karena keton bodies banyak). o Hati2 jika berikan insulin (penurunan gula darah perjam jangan melebihi 75mg bisa terjadi kerusakan pada otak karena tekanan osmotik sangat berbeda harus kontrol gula darah perjam) o Bisa terjadi asidosis atau bisa ditemukan keton bodies juga

KRONIK Tingginya glukosa alfa reduktase meningkat sorbitol meningkat kebanyakan prostaglandin merusak pembuluh darah dan merusak selubung myelin (saraf) Gangguan metabolisme lemak (hiperkolestrol dengan tgc meningkat) arterosklerosis gangguan pembuluh darah berkurangnya o2 dan maknan yg dibawa pd kecil2 lama2 organ2 dan ujung2 tubuh akan rusak a. Retinopathy Perese saraf mata Glaucoma kelainan di iris pendarahan di corpus vitreous odem bersifat poliferatif= pd permulaan terjadi pembuluh darah kecil yang menyempit mikroaneurysm terjadi perdarahan kecil2 dengan sekresi sel2 terjadi pembentukan PD baru atau neovaskularisasi b. Neuropathy Fokal (mononeuropathy) : bells palsy, poliradikuler Diffuse (polyneuropathy) : kesemutan, refleks dan sensitivitas menurun, neuropathy kaus kaki dan kaus tangan simetris kanan kiri makin lama makin naik. Otonomik (menyeluruh yg tidak terkontrol): reflek pupil yg terganggu tanpa sadar, bronkokonstriktor, postural hipertension, gastristasis: kembung makan ga enak, diare, konstipasi, gg BAK, impotensi

c. Ginjal: mikroneuropathy Pada awal nya karena gangguan vaskularisasi peningkatan filtrasi glomerulus krn ada sklerotik pembuluh darah albumin bs lewat (tanda awal adalah albuminuri) penurunan filtrasi karena glomerulosklerotik nefron rusak chronic kidney disease d. CV Iskemik, cardiomyopathy, angina, infark Karena hiperglikemi, hiperinsulinemi dengan insulin resistance, hipertensi, dislipidemia akut, kelainan koagulasi (rokok dan kegemukan)

e. Pembuluh darah perifer Menyebabkan gangren diabetika karena aliran darah berkurang Terjadi pada tempat2 yg mengalami tekanan badan (kaki: tumit, dket jempol, jari2) Aliran darah berkurang + neuropathy = ga sakit dan nekrosis butuh perawatan kaki Bisa kena sendi2 jg