Anda di halaman 1dari 45

KOROSI DAN DEGRADASI MATERIAL

A. PENDAHULUAN Setiap bahan akan mengalami interaksi dengan lingkungan dengan beragam cara. Seringkali, interaksi tersebut merusak fungsi material sebagai akibat dari memburuknya sifat mekanik (misalnya, daktilitas dan kekuatan), sifat fisik lainnya, atau penampilan. Dalam logam, ada kerugian material yang sebenarnya menguntungkan oleh disolusi (korosi). Keramik relatif tahan terhadap kerusakan, yang biasanya terjadi pada suhu tinggi atau di lingkungan agak ekstrim, proses ini sering juga disebut korosi. Masalah korosi logam adalah salah satu dari proporsi yang signifikan, dalam hal ekonomi, telah diperkirakan bahwa sekitar ! dari pendapatan industri dihabiskan untuk pencegahan korosi dan pemeliharaan atau penggantian produk terkontaminasi sebagai hasil dari reaksi korosi. "ntuk polimer, mekanisme dan konsekuensi berbeda dengan logam dan keramik, Degradasi merupakan istilah yang paling sering digunakan. #olimer dapat melarutkan ketika terkena cairan pelarut, atau mereka mungkin menyerap pelarut dan membengkak, juga, elektromagnetik radiasi (terutama ultra$iolet) dan panas dapat menyebabkan perubahan dalam molekul struktur mereka. Kerusakan masing%masing jenis bahan tersebut akan dibahas dalam makalah ini, yang khusus terkait dengan mekanisme, ketahanan terhadap serangan berbagai lingkungan, dan langkah%langkah untuk mencegah atau mengurangi degradasi. B. PENGERTIAN KOROSI Korosi merupakan suatu proses perusakan atau penurunan kualitas suatu logam karena terjadinya reaksi dengan lingkungan. Korosi merupakan sebuah reaksi redoks antara logam dengan unsur%unsur lain yang ada pada lingkungan sehingga meghasilkan senyawa% senyawa yang tidak diinginkan. Dalam kehidupan sehari%hari korosi biasa kita kenal sebagai perkaratan. Korosi terjadi melalui reaksi redoks dimana logam mengalami oksidasi sedangkan oksigen dari lingkungan mengalami reaksi reduksi.

1 Korosi dan Degradasi Material

C. ASPEK ELEKTROKIMIA Mekanisme korosi tidak terlepas dari reaksi elektrokima. &eaksi elektrokimia

adalah sebuah reaksi yang menghasilkan hubungan timbal balik antara perubahan kimia dengan gejala kelistrikan. Dalam reaksi elektrokimia terjadi transfer electron sebagai gejala listrik dan reaksi redoks yang terdapat didalamnya. Dalam reaksi redoks terjadi reaksi oksidasi dan reaksi reduksi. 'adi reaksi redoks adalah reaksi kimia yang didalamnya terjadi proses oksidasi dan reduksi.

&eaksi diatas disebut reaksi redoks yang mana terlihat terjadinya proses oksidasi dan reduksi OKSIDASI DAN REDUKSI (elah dibahas sebelumnya bahwa dalam reaksi redoks terjadi oksidasi dan reduksi. )ksidasi dan reduksi mempunyai perbedaan yang dilihat dari berbagai sisi yaitu * Dalam hal transfer oksigen Dalam hal transfer hydrogen Dalam hal transfer elektron a. Oksidasi dan reduksi dalam al !rans"er #ksi$en Dalam hal transfer oksigen, )ksidasi berarti mendapat oksigen, sedang &eduksi adalah kehilangan oksigen. Sebagai contoh, reaksi dalam ekstraksi besi dari biji besi*

2 Korosi dan Degradasi Material

b. Oksidasi dan reduksi dalam al !rans"er %dr#$en Dalam hal transfer hidrogen )ksidasi berarti kehilangan hidrogen, reduksi berarti

mendapat hidrogen. #erhatikan bahwa yang terjadi adalah kebalikan dari definisi pada transfer oksigen. Sebagai contoh, etanol dapat dioksidasi menjadi etanal

"ntuk memindahkan atau mengeluarkan hidrogen dari etanol diperlukan +at pengoksidasi (oksidator). )ksidator yang umum digunakan adalah larutan kalium dikromat(,-) yang diasamkan dengan asam sulfat encer. .tanal juga dapat direduksi menjadi etanol kembali dengan menambahkan hidrogen. &eduktor yang bisa digunakan untuk reaksi reduksi ini adalah natrium tetrahidroborat, /a012. Secara sederhana, reaksi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut*

c. Oksidasi dan reduksi dalam al !rans"er elek!r#n Dalam hal transfer )ksidasi berarti kehilangan electron. Sebagai contoh dari oksidasi logam adalah * 3e 6l 4 5 4 7

(empat diamana terjadinya proses oksidasi disebut anoda. (erkadang oksidasi disebut juga reaksi anodic. Sementara itu reduksi berarti menerima elektron.sebagai contoh dari sebuah reaksi reduksi adalah sebagai berikut *
3 Korosi dan Degradasi Material

4 5

&eaksi reduksi dalam larutan asam 4 6kan ada kemungkinan reduksi terjadi pada larutan encer yang mana oksigen juga dilarutkan berdasarkan reaksi berikut

(empat terjadinya reduksi disebut katoda. Dan mungkin saja terjadi 5 atau lebih reaksi reduksi sekaligus. D. MEKANISME TER&ADIN'A KOROSI Mekanisme korosi tidak terlepas dari reaksi elektrokimia.&eaksi elektrokimia yang melibatkan perpindahan elektron% elektron yang merupakan reaksi anodic didaerah anodic. &eaksi anodic (oksidasi) diindikasikan melalui peningkatan $alensi8 produk elektron% elektron. &eaksi anodic yang terjadi pada proses korosi logam yaitu* M 4 ne
4

#roses korosi dari logam M adalah proses oksidasi logam menjadi suatu ion (n ) dalam pelepasan n electron. 1arga dari n bergantung dari sifat logam seperti contoh berikut* 3e 4 5e &eaksi katodik juga berlangsung diproses korosi. &eaksi katodik diindikasikan melalui penurunan nilai $alensi atau konsumsi electron%electron yang dihasilkan dari reaksia anodic. &eaksi katodik terletak di daerah katoda. 0eberapa jenis reaksi katodik yang terjadi selama proses korosi logam, yaitu * #elepasan gas hidrogen * &eduksi )ksigen* &eduksi ion logam * #engendapan logam * 7/a 4 7e &eduksi ion hidrogen *
4

4 5e 42 4 4e 7/a

1 4 2e 1) 2)1

)442 51) 42e 4 2e 51)

4 Korosi dan Degradasi Material

Didalam air reaksi antara ion besi yang sangat tidak stabil dengan ion hydroksil yang bermuatan negati$e menjadi garam ferro hidroksida yang tidak larut. 45 6kibat adanya ion maka terjadi reaksi 3e()1)

&eaksi pembentukan karat yang terjadi 23e 4 Dan

Selanjutnya Merupakan karat yang berwarna merah dan 3e) merupakan karat yang berwarna hitam. Dari urain diatas dapat disimpulkan proses korosi di lingkungan basah dapat terjadi bila tiga syarat terpenuhi, antara lain sebagai berikut * a). 6da katoda dimana reaksi katodic terjadi b). 6da lingkungan yang bersifat elektrolit c). 6da anode dimana reaksi anodic terjadi 6dapun kriteria terjadinya peristiwa korosif disebabkan juga karena peristiwa elektrikal, yaitu * 6noda dan Katoda 0erada dalam media yang sama 1ubungan listrik antara anoda dan katoda 6danya )

#roses terjadinya karat juga dapat digambarkan melalui reaksi kimia, reaksi%
5 Korosi dan Degradasi Material

reaksi elektrokimiawi terjadi dalam lingkungan netral pada anode.

6 Korosi dan Degradasi Material

3e

45e (&eaksi oksidasi) pada katoda 5 % (&eaksi reduksi) 4 5)1 53e)()1)1) 4 2)1% 53e()1)

15) 4 9) 4 5e 3e 4 9) 4 1) 53e()1) 4 9)

&eaksi total *

(51) 4 3e ) ), :aitu K6&6(.

P#!ensial Elek!r#da

(idak semua logam mengoksidasi untuk membentuk ion dengan derajat yang sama. berdasarkan sel elektrokimia yang ditunjukkan pada ;ambar <=.5. Di sisi kiri adalah sepotong logam dari besi murni direndam dalam larutan yang mengandung konsentrasi < M . Di sisi lain dari sel terdiri dari elektroda tembaga murni dalam larutan < M dari ion . 0elahan sel dipisahkan oleh sebuah membran, yang membatasi pencampuran dua larutan. 'ika elektroda besi dan tembaga terhubung secara elektrik, maka reduksi akan terjadi untuk tembaga dengan mengorbankan oksidasi besi, sebagai berikut* atau ion larutan sebagai 3e5. Dua setengah%sel reaksi yang diwakili oleh hubungan akan deposit (electrodeposit) sebagai logam tembaga pada ion dari

elektroda tembaga, sementara besi larut (corrodes) di sisi lain dari sel dan masuk ke dalam

6 Korosi dan Degradasi Material

Ketika melalui lintasan luar, elektron dari oksidasi besi mengalir pada sel sehingga direduksi. Selain itu, disana juga akan terjadi pergerakan ion dari satu sel ke sel lain nya melalui membran . ,ni dinamakan gal$anic couple dimana 5 logam terhubung secara elektrik

7 Korosi dan Degradasi Material

dalam sebuah larutan elektrolit dimana satu logam menjadi katoda, dan logam lain nya berperan sebagai anoda. #otensial elektron atau tegangan akan ada diantara kedua sel ini dan besarnya dapat ditentukan jika $oltmeter terhubung pada lintasan luar. #erbedaan antara kedua sel yang terdapat di dalam sel $olta disebut potensial electrode #otensial sel >.=?> - dihasilkan untuk sel gal$anic tembaga%besi saat temperature 5 potensial elektron yang menunjukan kekuatan reaksi oksidasi%reduksi nya. T e s!dandard em" series "kuran dari potensial sel hanya menampilkan perbedaan potensial elektron, dan ini sangat tepat untuk menentukan titik referensi ,atau sel referensi dari masing%masing sel yang dibandingkan. "ntuk mengukur potensial suatu elektrode digunakan elektrode lain sebagai pembanding atau standar. .lektrode hidrogen digunakan sebagai electrode standar karena harga potensialnya@ >.perhatikan gambar dibawah ini . 0erbagai pasangan electrode memiliki potensial elektron berbeda dan besar dari masing%masing

,ni merupakan standar hydrogen electrode. Mengandung elektroda platinum iner pada < M larutan ion , dipenuhi oleh gas hydrogen yang menggelembung dalam larutan pada tekanan < atm dan suhu 5 . Dalam hal ini platinum hanya berperan sebagai permukaan

dimana atom hydrogen mungkin beroksidasi atau ion hydrogen mungkin bereduksi. Standar emf series sendiri didasarkan pada standar hidrogen electrode. 0erikut tabel untuk standar emf series

8 Korosi dan Degradasi Material

(abel ini juga menampilkan kecendrungan korosi dari berbagai logam. Semakin kebawah dari table maka logam tersebut bersifat lebih reaktif dan semakin mudah untuk d ioksidasi. (able tersebut adalah untuk setengah reaksi saja yaitu reaksi reduksi dimana elektron berada disisi kiri. "ntuk menghitung potensial sel dari sebuah reaksi dapat memakai data setengah reaksi dari standar emf series tersebut. :aitu dengan persamaan* EAsel @ EAkatode B EAanode Dimana potensial sel katode adalah potensial sel dari reaksi reduksi, yang diambil dari table. Sedangkan potensial sel anoda merupakan potensial sel dari reaksi oksidasi
M % reaksi katoda reaksi anoda Maka potensial sel untuk reaksi M 4 6dalah 4 %

"ntuk reaksi ini, agar terjadi secara spontan lebih mudah teroksidasi.

harus positif. Ketika standar setengah

reaksi berpasangan bersama, maka logam dengan keberaadaan lebih rendah dalam tabel akan
9 Korosi dan Degradasi Material

Pen$aru su u dan k#nsen!rasi !er ada( (#!ensial sel #ada standar emf series potensial sel dari logam pada konsentrasi <M dari ion nya dan pada suhu 5 . Mengubah konsentrasi atau suhu atau menggunakan elektroda campuran dari logam murni akan mengubah potensial sel nya. 'ika M< dan M5 masing masing adalah logam murni, maka potensial sel berdasarkan suhu mutlak ( dan konsentrasi molar masing%masing adalah diberikan menurut persamaan *

Dimana & adalah gas konstan, n adalah jumlah elektron yang terkandung dalam setengah reaksi, sementara 3 adalah konstanta faraday yaitu CD >> E8mol. 0esar harga per mol ( D.>57 F ) elektron. #ada suhu kamar ( ) potensial elektron nya memenuhi persamaan

T e $al)ani* series Sel gal$anic atau sel $olta menunjukan tingkat reakti$itas suatu logam berdasarkan kenaikan potensial sel nya. "ntuk melihat tingkat kereaktifan logam maka telah disusun sebuah deret elektrokimia yang biasa disebut deret $olta. (ingkat kereaktifan logam berdasarkan gal$anic series ditampilkan dalam tabel berikut

Korosi dan Degradasi Material

1 0

Gogam yang berada dibagian atas dari tabel tersebut bersifat kurang reaktif, artinya logam ini termasuk golongan yang semakin sulit melepas elektron sehingga juga sulit mengalami oksidasi. Dapat kita simpulkan bahwa logam yang berada dibagian atas ini juga sulit mengalami korosi karena sifat nya yang kurang reaktif, oleh karena itu jelas mengapa logam% logam tersebut seperti emas,platina,dan perak harganya juga mahal. Sementara itu logam yang berada dibagian bawah atau semakin kebawah dari tabel bersifat sangat reaktif yang artinya logam ini sangat mudah melepas elektron dan juga mudah mengalami oksidasi. Maka korosi pun akan lebih mudah terjadi pada logam%logam ini E. LA&U KOROSI Gaju korosi didefinisikan sebagai tebal material yang hilang tiap satuan waktu yang disebabkan oleh adanya reaksi kimia. Daftar yang ditampilkan dalam tabel potensial setengah reaksi menyatakan keadaan sistem dalam keadaan setimbang. Dimana disini diasumsikan bahwa tidak ada arus yang mengalir melalui lintasan luar. #ada kenyataan nya, sistem korosi t idak terjadi dalam keadaan yang setimbang, dimana terjadi aliran elektron dari anoda ke katoda. Maka data dari tabel potensial setengah raksi tidak dapat menyediakan informasi mengenai laju korosi. 6da beberapa metode untuk menentukan laju reaksi, diantaranya adalah me!#de ke ilan$an +era!,serta dengan menghitung dimensi dan densi!as arus k#r#si. Metode pertama yaitu metode kehilangan berat atau biasa disebut E#& ( corrosion penetration rate ) didefinisikan sebagai kehilangan ketebalan material tiap satuan waktu. :ang dinyatakan dengan persamaan *

Dimana H menyatan berat yang hilang, t menyatakan waktu,

berturut%

turut menyatakan masa jenis dan luas area specimen. Dan K adalah konstanta. Satuan laju korosi ada 5 macam yaitu dengan satuan mm8th (standar internasional) atau mill8year (mpy, 0ritish). #ada satuan mm8th, nilai konstanta K nya adalah ?=.D, sedangkan untuk satuan mill8year nilai konstanta nya adalah 72.

Korosi dan Degradasi Material

1 1

Metode kedua untuk mengukur laju korosi adalah dengan metode densitas arus korosi. Dimana arus per luas area material dinyatakan dengan i dan laju korosi dinyatakan dengan r. persamaan laju korosi nya ditampilkan sebagai berikut

Dimana n adalah jumlah elektron yang terionisasi dalam atom logam, dan 3 adalah kostanta faraday CD. >> E8mol. ,. PERKIRAAN LA&U KOROSI P#larisasi

#olarisasi adalah selisih antara potensial elektroda dengan potensial korosi bebas yang terjadi karena logam berada pada titik ketidakseimbangan dengan larutan yang mengandung ion% ion nya. 0esar polarisasi dinyatakan dengan satuan o$er$oltage ( ) yang menyatakan besarnya polarisasi terhadap potensial eIuilibrium elektroda. Sebagai contoh, misalkan po tensial elektron Jn setelah terhubung dengan elektroda platinum adalah % >.D5< -, sedankan potensial pada titik eIuilibrium nya adalah B >.=D7 -. maka besarnya polarisasi adalah @ % >.D5< - B ( %>.=D7 -) @ 4 >.<25 -

#olarisasi ada 5 macam yaitu polarisasi akti$asi dan polarisasi konsentrasi a. P#larisasi ak!i)asi #olarisasi akti$asi adalah reaksi elektrokimia yang dikendalikan oleh salah satu tahap siklus reaksi elektrokimia yang terjadi antar tatap muka logam dan elektrolit. #ada tahap ini dibutuhakan energi akti$asi untuk menghadapi energy barrier yang menghambat kelangsungan proses. #roses reaksi%reaksi tersebut berlangsung lambat, dan memiliki tiap tahap tertentu. Sebagai ilustrasi perhatikan proses reduksi ion hydrogen menjadi susunan gelembung gas hydrogen pada permukaan elektroda +inc. Dimana reaksi tersebut dapat terjadi menurut rangkaian tahap seperti berikut * <. 6dsorbsi ion dari larutan pada permukaan +inc

5. (ransfer elektron dari +inc untuk membentuk atom hydrogen


Korosi dan Degradasi Material 1 2

1 7. Kombinasi 5 atom hidrogen membentuk molekul hidrogen 51 2. Dan kemudian perpaduan dari banyak molekul hidrogen menghasilkan gelembung hidrogen "ntuk polaisasi akti$asi, hubngan antara o$er$oltage ( ) dengan densitas arus , adalah

Dimana pertukaran densitas arus.

adalah konstan untuk setengah sel.

merupakan parameter

Kesetimbangan terjadi saat proses oksidasi dan reduksi terjadi dalam laju yang sama,misalnya pada standar sel hidrogen yang ditampilkan pada gambar dibawah

&eduksi ion hydrogen yang terjadi pada permukaan elektroda platinum sebagai berikut

Sementara itu oksidasi gas hidrogen terjadi sebagai berikut

Kesetimbangan terjadi saat

r red @ r oFid @

r red @ r oFid

Korosi dan Degradasi Material

1 3

b. P#larisasi k#nsen!rasi #olarisasi konsentrasi adalah proses reaksi kimia yang dikendalikan oleh difusi ion didalam elektrolit. #olarisasi ini dapat diilustrasikan dengan proses difusi ion hidrogen ke permukaan logam membentuk gas hidrogen berdasarkan e$olusi hidrogen . Saat laju reaksi rendah atau saat konsentrasi terbentuk di permukaan karena ion tinggi, maka terjadi suplai ion hidrogen pada daerah tidak diisi ulang dalam tingkat yang cukup untuk dekat permukaan elektroda. Disisi lain, saat laju reaksi tinggi, maka +ona penipisan akan bertahan dengan reaksi. #ernyataan tersebut ditampilkan dalam gambar berikut

#olarisasi konsentrasi hanya terjadi pada reaksi reduksi, karena pada reaksi oksidasi pada hakikatnya terdapat suplai atom logam yang tidak terbatas pada permukaan elektroda nya. Data polarisasi konsentrasi juga didasarkan pada o$er$oltage $ersus logaritma dari densitas arus, yang diperlihatkan oleh grafik berikut

Dari grafik ini bisa dikatakan bahwa o$er$oltage berdiri sendiri dari densitas arus sampai , mendekati , pada titik ini, berkurang besar nya secara tiba%tiba.

#olarisasi konsentrasi dan akti$asi adalah mungkin terjadi untuk reaksi reduksi. Dalam hal ini, total o$er$oltage adalah jumlah dari kontribusi dari o$er$oltage tersebut. ;rafik dibawah ini menunjukan hubungan antara $ersus log i

Korosi dan Degradasi Material

1 4

#ersamaan matematika yang menyatakan hubungan

dengan densitas arus , adalah *

Dimana & dan ( menyatakan gas konstan dan temperature mutlak.n menatakan jumlah elektron, 3 merupakan konstanta faraday dan , menyatakan densitas arus. La-u k#r#si +erdasarkan da!a (#larisasi

Dalam hal ini akan dibahas 5 kasus, yang pertama adalah reaksi oksidasi dan reduksi yang dibatasi oleh polarisasi akti$asi, dan yang kedua adalah reaksi reduksi yang dikontrol oleh polarisasi akti$asi dan polarisasi konsentrasi. #ada kasus pertama diilustrasikan oleh reaksi korosi pada +inc yang terlarut dalam larutan asam. &eduksi dari ion menurut reaksi menjadi gelembung gas terjadi pada permukaan +inc

Dan +ink teroksidasi sebagai

#olarisasi akti$asi dari kedua reaksi tersebut ditampilkan dalam grafik berikut yang menyatakan hubungan potensial sel berdasarkan standar logaritma densitas arus elektroda hidrogen dengan

Korosi dan Degradasi Material

1 5

#otensial dari kedua reaksi yang tidak berpasangan ini dinyatakan dengan - ( dan -( dan ( ) , bersama%sama ditandai disekitar pertukaran densitas arusnya ( ). ;aris lurus pada grafik ditampilkan untuk reduksi hydrogen dan oksidasi

+inc. Saat pencelupan, baik hidrogen maupun +inc sama%sama mengalami polarisasi akti$asi di sekitar garis nya masing%masing. Selain itu laju oksidasi dan reduksi nya harus sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yang mana hanya mungkin pada persimpangan garis dari 5 segmen. #ersimpangan ini terjadi pada potensial korosi yang dinyatakan dengan -c dan densitas arus korosi persamaan* Gaju korosi dari Jinc dapat ditentukan dengan memasukan nilai menurut

#ada kasus korosi yang kedua mengkombinasikan polarisasi akti$asi dan konsentrasi untuk reduksi hidrogen dan polarisasi aktti$asi untuk oksidasi logam M. kur$a polarisasi yang menyatakan hubungan potensial korosi dan arus potensial korosi yang dicocokan pada titik dimana garis oksidasi dan reduksi menyimpang ditampilkan seperti berikut *

Korosi dan Degradasi Material

1 6

G. PASSI.ASI #assi$asi logam adalah rintangan korosi akibat pembentukan produk korosi sebagai lapisan protektif yang menghambat kelangsungan reaksi. Dengan definisi lain bahwa pasi$asi logam merupakan peristiwa kehilangan reaktifitas reaksi logam akibat keberadaan kondisi lingkungan tertentu. Sejumlah logam dan paduan teknik menjadi pasif dan bahkan sangat tahan korosi dalam lingkungan oksidator sedang sampai kuat. Eontoh logam yang memiliki sifat pasi$asi adalah baja tahan karat (Stainless Steel), /ikel dan sejumlah paduan /ikel, (itanium dan paduannya, 6luminium dan paduannya. 6da dua teori berkaitan dengan lapisan pasif, yakni teori lapisan oksida dan teori adsorpsi. Menurut teori lapisan oksida, lapisan pasif adalah lapisan barrier difusi pada produk korosi yang memisahkan logam dengan lingkungan sehingga reaksi terhambat atau berhenti. Menurut teori adsorpsi, lapisan pasif dimana logam yang dilapisi oleh lapisan ) chemisorbed oksigen. Keberadaan lapisan ini dimaksudkan untuk mengadsorpsi molekul

sehingga menghambat pelarutan di anoda. Dua teori tersebut menjabarkan maksud yang hampir sama bahwa lapisan protektif yang terbentuk pada permukaan logam menciptakan kondisi pasif dan terjadi peningkatan ketahanan korosi logam. #asi$asi logam yang dinyatakan dalam laju korosi diilustrasikan dengan kur$a polarisasi pada ;ambar berikut.

Korosi dan Degradasi Material

1 7

Kur$a polarisasi menunjukkan hubungan antara potensial logam dengan rapat arus. #erilaku pasi$asi logam M dinyatakan sebagai rapat arus. #ada titik 6, logam dalam kondisi potensial eIuilibrium dan rapat arus . Ketika potensial logam menjadi lebih positif, logam dan laju reaksi meningkat secara eksponensial. , laju korosi berperilaku sebagai logam aktif, rapat arus

Ketika potensial logam lebih positif sampai mencapai .pp dan rapat arus

menurun drastis. #ada potensial .pp , terbentuk lapisan protektif pada permukaan logam dan menurunkan reaktifitas logam. 'ika potensial logam makin positif, rapat arus masih tetap sampai batas daerah pasif. #eningkatan potensial lebih lanjut melampaui daerah pasif menyebabkan logam menjadi aktif kembali dan rapat arus meningkat dalam daerah transpasif.

H. PENGARUH LINGKUNGAN -ariabel dari korosi lingkungan seperti kecepatan fluida, temperatur,dan komposisi akan berpengaruh pada sifat korosi material yang mengalami kontak dengan nya. Misalnya, dengan menaikan kecepatan fluida akan dapat mempertinggi laju korosi. Gaju dari reaksi kimia mengalami kenaikan apabila temperature dinaikan, ini biasanya juga berperan dalam menaikan laju korosi. Menaikan konsentrasi dari spesies korosif juga dapat mempercepat laju korosi. 0agaimanapun, untuk kemampuan material terhadap pasi$asi,menaikan jumlah konten korosif dapat mengakibatkan transisi dari akti$ menjadi pasi$,berdasarkan pertimbangan reduksi pada korosi.
Korosi dan Degradasi Material 1 8

Gingkungan dengan sirkulasi oksigen yang berbeda akan memberikan laju korosi yang berbeda pula pada sebuah logam. Sirkulasi oksigen yang (korosi) misalnya pada ruang pengap, celah sempit dll. I. MACAM/MACAM KOROSI
a. K#r#si seran$an sera$am0 #m#$en

bagus akan mendorong

terjadinya reaksi katodik sebaliknya daerah stagnant akan mendorong terjadinya reaksi anodic

Korosi jenis ini merupakan yang paling umum dan sering terjadi pada konstruksi%konstruksi logam. 'enis ini biasanya dikategorikan berdasarkan reaksi elektrokimia dimana perkaratan terjadi secara homogen keseluruh bagian material yang terbuka.

+. K#r#si $al)ani*

:aitu korosi yang terjadi pada 5 logam yang memiliki potensial berbeda dalam satu elektrolit. Dalam korosi ini logam yang memiliki tahanan korosi lemah (anodic) atau yang memiliki reakti$itas tinggi akan terkorosi, sedangkan logam lain yang lebih iner akan terproteksi. Misalnya saat tembaga dan steel bergabung bersama dalam satu elktrolit, maka steel akan terkorosi disekitar area pertemuan nya. 0erdasarkan sifat dari larutan nya, satu atau lebih reaksi reduksi dapat terjadi pada katoda material tersebut. Korosi gal$anic diperlihatkan dalam gambar berikut

Korosi dan Degradasi Material

1 9

0erdasarkan tabel gal$anic yang menyatakan tingkat kereaktifan, saat 5 campuran berpasangan bersama maka satu yang memiliki kereaktifan lebih tinggi atau berada di bagian lebih rendah pada tabel akan mengalami korosi. Gaju dari serangan korosi gal$anic ini bergantung pada area anoda dan katoda yang ada pada elektrolit, dan secara langsung laju korosi nya tergantung pada rasio area anoda dan katoda. 6noda yang lebih kecil akan mengalami korosi dengan cepat dari pada yang lebih besar. 6lasan dari ini adalah bahwa laju korosi bergantung pada densitas arus, yaitu arus per unit area permukaan korosi. Dengan demikian,densitas arus yang tinggi diberikan pada anoda saat area permukaan nya kecil pada katoda.
*. K#r#si *ela

Korosi celah adalah korosi yang sering terjadi pada celah atau bagian tertutup lainnya pada logam yang terletak pada media korosif. (ipe korosi jenis ini selalu dalam skala kecil dari larutan yang terperangkap lewat lubang, gasket, lap joint,maupun baut. Mekanisme terjadinya korosi celah di jelaskan seperti ini, setelah oksigen terkuras didalam celah, oksidasi logam terjadi pada posisi ini. .lektron pada reaksi elektrokimia dikonduksi kan melalui logam pada daerah perbatasan eksternal, dimana mereka dipakai pada reaksi reduksi. #ada kebanyakan lingkungan encer, laarutan dalam celah telah ditemukan memicu konsentrasi yang tinggi pada ion perlindungan korosi nya diserang oleh ion ,yang mana bersifat merusak. 0anyak . campuran yang pasi$ lalu kemudian mudah terkena korosi celah karena ketahanan atau

,lustrasi secara skematik dari korosi celah ditunjukan oleh gambar berikut

Korosi dan Degradasi Material

2 0

d. K#r#si sumuran 0 (i!!in$

Korosi sumuran adalah korosi yang disebabkan oleh adanya sistem anoda pada logam dimana pada logam tersebut terdapat konsentrasi yang tinggi. Korosi ini biasanya hampir tidak terlihat atau bisa dikatakan tersembunyi dan seringkali tidak terdeteksi dan kehilangan material pun sangat sedikit terjadi sampai akhirnya cacat. Eontoh dari pitting ini diperlihatkan dalam gambar berikut

Mekanisme dari piting sendiri hampir sama dengan korosi celah dimana oksidasi terjadi pada lubang nya, sementara itu reduksi terjadi pada permukaan nya.

e. K#r#si +a!as +u!ir

Korosi batas butir merupakan korosi yang terjadi pada batas butir dan merupakan tempat mengumpulnya impurity dan prospitat dan lebih tegang. (ipe dari korosi ini pada umumnya terjadi pada stainless steels . saat panas suhu berada diantara >> sampai ?>> dalam periode waktu yang lama,logam campuran biasanya menjadi sensiti$e terhadap serangan batas butir. Dipercayai bahwa perlakukan panas dapat menyebabkan terbentuknya susunan lapisan endapan kecil partikel kromium karbida yang terbentuk karena reaksi antara kromium dan karbon yang ada pada stainless steel. #artikel ini terbentuk pada batas butir yang ditunjukan pada gambar berikut

Korosi dan Degradasi Material

2 1

Karbon dan kromium harus menyebar pada batas butir untuk membentuk lapisan endapan, yang meninggalkan area kromium yang terkuras pada perbatasan dengan batas butir, akibatnya area sekitar batas butir menjadi mudah terkorosi.
".

Sele*!i)e lea* in$

Selecti$e leaching biasanya terjadi pada paduan, dimana salah satu komponen pada suatu paduan larut dan mengakibatkan paduan yang tersisa menjadi berpori dan ketahanan nya terhadap korosi berkurang.

$. K#r#si er#si

Korosi erosi terjadi karena gerakan relatif antara fluida korosi dengan permukaan logam. #ada dasarnya semua paduan logam mudah untuk terkena korosi erosi. ,ni khususnya sangat membahayakan untuk paduan yang berpasi$asi dengan membentuk lapisan pelindung tipis, karena serangan abrasif akan mengerosi lapisan tersebut. 6pabila lapisan tidak mampu untuk memperbaiki ulang secara terus menerus dan cepat, maka korosi akan terjadi secara hebat.

Korosi dan Degradasi Material

2 2

Sifat dari fluida dapat secara dramatis berpengaruh pada sifat korosi. Menaikan kecepatan fluida akan mempertinggi laju korosi. Korosi erosi umunya terjadi pada pipa misalnya pada belokan pipa, siku, dan perubahan diameter pada pipa. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi korosi erosi adalah dengan mengganti desain untuk menghilangkan pergerakan fluida dan efek tubrukan.

. K#r#si !e$an$an

Korosi tegangan terjadi akibat

adanya retakan karena adanya tegangan tarik dan media

korosif secara bersamaan. 3aktanya material yang bersifat iner pun dapat dengan mudah terkorosi tegangan apabila tegangan diberikan. #aduan juga dapat mudah terkena korosi tegangan dalam lingkungan yang spesifik, khususnya pada saat le$el tegangan sedang. Misalnya stainless steel yang mengalami korosi tegangan saat berada dalam larutan yang mengandung ion klorin, sedangkan kuningan mudah diserang saat tidak terlindung pada ammonia. &etakan batas butir pada korosi tegangan ditunjukan oleh gambar berikut

(egangan yang dihasilkan oleh retakan korsi tegangan tidak perlu secara eksternal di perlihatkan. ,ni mungkin bisa berupa sisa yang dihasilkan karena perubahan suhu secara cepat dan terjadinya kontraksi yang tidak seimbang, atau untuk 5 fase dari paduan dimana masing% masing fase memiliki perbedaan koefisin pemuaian.

Korosi dan Degradasi Material

2 3

Eara yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau secara total menghilangkan korosi tegangan adalah dengan memperkecil besar tegangan , dan dengan mengurangi beban eksternal serta menaikan area persimpangan setempat untuk terjadinya tegangan.
i.

H%dr#$en em+r!ilemen!

0erbagai paduan logam mengalami pengurangan yang signifikan atas kelembutan dan kekuatan tarik nya ketika atom hydrogen menembus material tersebut. 3enomena ini disebut dengan hydrogen embritilment . hydrogen embritilement merupakan salah sata tipe cacat logam. 1ydrogen dalam susunan atom ini menyebar secara interestial melalui kisi%kisi Kristal dan konsentrasi nya paling rendah sekitar beberapa juta bagian yang dapat meretak. 1ydrogen embriltilement hampir sama dengan korosi tegangan bahwa dalam keadaan normal logam lentur mengalami britile fraktur saat mengalami tegangan tarik dan korosi atmosfer. /amun kedua fenomena ini dapat dibedakan berdasarkan interaksi nya terhadap arus listrik. Saat hidrogen embritilement terjadi, beberapa sumber dari hidrogen harus ada, selain itu juga ada kemungkinan untuk terbentuk susunan dari spesies atomnya. Situasi dimana ko ndisi tersebut dapat terjadi misalnya seperti dalam peristiwa berikut #engasinan baja dalam asam sulfur .lektropating (erbentuknya uap air pada suhu tinggi atau pada pemberian panas

0aja dengan kekuatan tinggi bersifat mudah mengalami hydrogen embritilement, dan menaikan kekuatan dapat menaikan sifat kerentanan pada material. #aduan 3EE ( austenitic stainless, steel dan paduan dari tembaga, alumunium dan nikel) bersifat menantang terhadap hydrogen embritilement yang disebabkan karena memiliki kelenturan yang tinggi. /amun pembekuan regangan dari paduan tersebut dapat meningkatkan kemudahan nya untuk mengalami embritilement. 0eberapa teknik yang biasanya digunakan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hydrogen embritilement diantaranya adalah * <. Mengurangi kekuatan tegangan tarik dari paduan dengan pemanasan
Korosi dan Degradasi Material 2 4

5. Menghilangkan sumber hydrogen 7. Memasukan lebih banyak paduan yang bersifat melawan embritilement &. KOROSI LINGKUNGAN Gingkungan korosif termasuk atmosfer, larutan air, tanah, asam, basa, anorganik pelarut, garam cair, logam cair, dan tubuh manusia. Korosi atmosfer dapat menimbulkan kerugian besar. .mbun yang mengandung oksigen terlarut merupakan +at korosif utama, namun +at%+at lainnya, termasuk senyawa sulfur dan natrium klorida, juga dapat mempengaruhi korosi . (erutama pada atmosfer laut, yang sangat korosif karena adanya natrium klorida. larutan asam sulfat yang ditambah air (hujan asam) di lingkungan industri juga dapat menyebabkan masalah korosi. Gingkungan air juga dapat memiliki berbagai komposisi dan karakteristik korosi. 6ir tawar biasanya mengandung oksigen terlarut serta mineral. 6ir laut mengandung garam sekitar 7, ! ((erutama natrium klorida), serta beberapa mineral dan bahan organik. 6ir laut umumnya lebih korosif daripada air tawar, dimana air laut sering menghasilkan pitting dan celah korosi. Eor besi, baja, aluminium, tembaga, kuningan, dan beberapa baja stainless umumnya cocok untuk digunakan pada air tawar, sedangkan titanium, kuningan, perunggu beberapa, tembaga% nikel paduan, dan nikel%kromium%molibdenum paduan sangat tahan korosi didalam air laut. (anah memiliki berbagai komposisi dan kerentanan terhadap korosi. Komposisi $ariabel yang termasuk adalah kelembaban, oksigen, kadar garam, alkalinitas, dan keasaman, serta adanya berbagai bentuk bakteri. besi dan baja karbon biasa, baik dengan dan tanpa lapisan pelindung permukaan, paling ekonomis untuk digunakan distruktur bawah tanah. K. PENCEGAHAN KOROSI #eristiwa korosi pada logam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, namun dapat dihambat maupun dikendalikan untuk mengurangi kerugian dan mencegah dampak negatif yang diakibatkannya. Dengan penanganan ini umur produktif peralatan elektronik dalam rumah tangga atau kegiatan industri menjadi panjang sesuai dengan yang direncanakan,
Korosi dan Degradasi Material 2 5

bahkan dapat diperpanjang untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih tinggi. "paya penanganan korosi

Korosi dan Degradasi Material

2 6

diharapkan dapat banyak menghemat biaya opersional, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi dalam suatu kegiatan industry serta menghemat anggaran pembelanjaan rumah tangga. 0erikut contoh pengendalian8pencegahan korosi yang biasa digunakan * a. Pen$u+a an lin$kun$an #erlindungan terhadap korosi yang pertama dapat dilakukan dengan perubahan lingkungan, misalnya dengan merendahkan suhu dan kecepata fluida akan berdampak pada penglambatan laju korosi. Selain itu dengan mengurangi atau menambah konsentrasi dari beberapa jenis unsur dalam larutan dapat menimbulkan efek positif, contohnya logam dapat mengalami passi$asi +. Perlindun$an ka!#da #elindungan katoda merupakan metode pencegahan korosi yang paling umum digunakan,metode ini dapat digunakan untuk menangani ? macam dari tipe korosi yang telah dibahas sebelumnya.pada proses perlindungan katoda ini skema nya adalah seperti misalnya besi, dimana besi dilapisi atau dihubungkan dengan logam lain yang lebih aktif akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katoda. Di sini, besi berfungsi hanya sebagai tempat terjadinya reduksi oksigen. Gogam lain berperan sebagai anoda, dan mengalami reaksi oksidasi. Dalam hal ini besi, sebagai katoda, terlindungi oleh logam lain (sebagai anoda, dikorbankan). 0esi akan aman terlindungi selama logam pelindungnya masih ada 8 belum habis. "ntuk perlindungan katoda pada sistem jaringan pipa bawah tanah la+im digunakan logam magnesium, Mg. Gogam ini secara berkala harus dikontrol dan diganti. #erlindungan pada jaringan pipa bawah tanah ditunjukan oleh gambar berikut

*. Tin Pla!in$ 1(ela(isan den$an !ima 2. Kaleng%kaleng kemasan terbuat dari besi yang dilapisi dengan timah. #elapisan dilakukan secara elektrolisis, yang disebut tin plating. (imah tergolong logam yang tahan karat.
Korosi dan Degradasi Material 2 7

6kan tetapi, lapisan timah hanya melindungi besi selama lapisan itu utuh (tanpa cacat). 6pabila lapisan

Korosi dan Degradasi Material

2 8

timah ada yang rusak, misalnya tergores, maka timah justru mendorong8mempercepat korosi besi. 1al itu terjadi karena potensial reduksi besi lebih negatif daripada timah. )leh karena itu, besi yang dilapisi dengan timah akan membentuk suatu sel elektrokimia dengan besi sebagai anode. Dengan demikian, timah mendorong korosi besi. 6kan tetapi hal ini justru yang diharapkan, sehingga kaleng%kaleng bekas cepat hancur. d. Gal)anisasi 1(ela(isan den$an 3ink2 #ipa besi, tiang telepon dan berbagai barang lain dilapisi dengan +ink. 0erbeda dengan timah, +ink dapat melindungi besi dari korosi sekalipun lapisannya tidak utuh. 1al ini terjadi karena suatu mekanisme yang disebut perlindungan katode. )leh karena potensial reduksi besi lebih positif daripada +ink, maka besi yang kontak dengan +ink akan membentuk sel elektrokimia dengan besi sebagai katode. Dengan demikian besi terlindungi dan +ink yang mengalami oksidasi (berkarat). 0adan mobil%mobil baru pada umumnya telah digal$anisasi, sehingga tahan karat. 0erikut merupakan gambar perlindungan gal$anic pada baja dengan pelapisan +inc

e. Cr#mium Pla!in$ 1(ela(isan den$an kr#mium2 0esi atau baja juga dapat dilapisi dengan kromium untuk memberi lapisan pelindung yang mengkilap, misalnya untuk bumper mobil. Cromium plating juga dilakukan dengan elektrolisis. Sama seperti +ink, kromium dapat memberi perlindungan sekalipun lapisan kromium itu ada yang rusak. ". Sa*ri"i*ial Pr#!e*!i#n 1(en$#r+anan an#de2 Magnesium adalah logam yang jauh lebih aktif (berarti lebih mudah berkarat) daripada besi. 'ika logam magnesium dikontakkan dengan besi, maka magnesium itu akan berkarat
Korosi dan Degradasi Material 2 9

tetapi besi

Korosi dan Degradasi Material

3 0

tidak. Eara ini digunakan untuk melindungi pipa baja yang ditanam dalam tanah atau badan kapal laut. Secara periodik, batang magnesium harus diganti. $. Men*e$a k#n!ak den$an #ksi$en dan0a!au air Korosi besi memerlukan oksigen dan air. 0ila salah satu tidak ada, maka peristiwa korosi tidak dapat terjadi. Korosi dapat dicegah dengan melapisi besi dengan cat, oli, logam lain yang tahan korosi (logam yang lebih aktif seperti seg dan krom). #enggunaan logam lain yang kurang aktif (timah dan tembaga) sebagai pelapis pada kaleng bertujuan agar kaleng cepat hancur di tanah. (imah atau tembaga bersifat mampercepat proses korosi L. OKSIDASI )ksidasi adalah peristiwa yang biasa terjadi jika logam bersentuhan dengan oksigen. Dalam hal ini kita akan membicarakan reaksi oksidasi tanpa kehadiran air, atau dalam keadaan kering. &eaksi pada keadaan basah terjadi melalui mekanisme yang dengan reaksi pada keadaan kering. Gapisan oksida di permukaan metal bisa berpori (dalam kasus natrium, kalium, magnesium) bisa pula rapat tidak berpori (dalam kasus besi, tembaga, nikel). Muncul atau tidak munculnya pori pada lapisan oksida berkorelasi dengan perbandingan $olume oksida yang terbentuk dengan $olume metal yang teroksidasi. #erbandingan ini dikenal sebagai Pilling- Bedworth Ratio* sangat berbeda

M adalah berat molekul oksida (dengan rumus Ma)b), D adalah kerapatan oksida, a adalah jumlah atom metal per molekul oksida, m adalah berat atom metal, dan d adalah kerapatan metal. 'ika rasio $olume oksida%metal kurang dari satu, lapisan oksida yang terbentuk akan berpori. 'ika rasio $olume oksida%metal mendekati satu atau sedikit lebih dari satu maka lapisan oksida yang terbentuk adalah rapat, tidak berpori. 'ika rasio ini jauh lebih besar dari satu, lapisanK oksida akan retak%retak. #ada umumnya lapisan oksida yang terjadi di permukaan logam cenderung menebal. 0erikut ini beberapa mekanisme yang mungkin terjadi. 'ika lapisan oksida yang pertama%tama terbentuk adalah berpori, maka molekul oksigen bisa masuk melalui pori%pori tersebut dan kemudian bereaksi dengan metal di
Korosi dan Degradasi Material 3 1

perbatasan

Korosi dan Degradasi Material

3 2

metaloksida. Gapisan oksida bertambah tebal. Situasi ini terjadi jika rasio $olume oksida logam kurang dari satu. Gapisan oksida ini bersifat non-protektif, tidak memberikan perlindungan pada metal yang dilapisinya terhadap proses oksidasi lebih lanjut. #eristiwa ini digambarkan pada ;b.<D.<.

'ika lapisan oksida tidak berpori, ion metal bisa berdifusi menembus lapisan oksida menuju bidang batas oksida%udaraL dan di perbatasan oksida%udara ini metal bereaksi dengan oksigen dan menambah tebal lapisan oksida yang telah ada. #roses oksidasi berlanjut di permukaan. Dalam hal ini elektron bergerak dengan arah yang sama agar pertukaran elektron dalam reaksi ini bisa terjadi. #eristiwa ini digambarkan pada ;b.<D.5.

'ika lapisan oksida tidak berpori, ion oksigen dapat berdifusi menuju bidang batas metal% oksida dan bereaksi dengan metal di bidang batas metal%oksida. .lektron yang dibebaskan dari permukaan logam tetap bergerak ke arah bidang batas oksidaudara.
3 3

Korosi dan Degradasi Material

#roses oksidasi berlanjut di perbatasan metal%oksida. #eristiwa ini digambarkan pada ;b.<D.7.

(erjadinya difusi ion, baik ion metal maupun ion oksigen, memerlukan koefisien difusi yang cukup tinggi. Sementara itu gerakan elektron menembus lapisan oksida memerlukan kondukti$itas listrik oksida yang cukup tinggi pula. )leh karena itu jika lapisan oksida memiliki kondukti$itas listrik rendah, laju penambahan ketebalan lapisan juga rendah karena terlalu sedikitnya elektron yang bermigrasi dari metal menuju perbatasan oksida%udara yang diperlukan untuk pertukaran elektron dalam reaksi. 'ika koefisien difusi rendah, pergerakan ion metal ke arah perbatasan oksida%udara akan lebih lambat dari migrasi elektron. #enumpukan ion metal akan terjadi di bagian dalam lapisan oksida dan penumpukan ion ini akan menghalangi difusi ion metal lebih lanjut. Koefisien difusi yang rendah dan kondukti$itas listrik yang rendah dapat membuat lapisan oksida bersifat protektif , menghalangi proses oksidasi lebih lanjut.

Korosi dan Degradasi Material

3 4

;ambar diatas menunjukan rasio #%0 pada pembentukan lapisan oksida. #embentukan lapisan dengan rasio antara satu dan dua masuk kedalama kategori proktetif. Sedangkan non proktektif berada pada rasio kurang dari satu atau lebug besar dari dua. Dalam beberapa kasus sederhana penebalan lapisan oksida dapat dicari relasi laju pertambahan ketebalannya. 'ika lapisan oksida berpori dan ion oksigen mudah berdifusi melalui lapisan oksida ini, maka oksidasi di permukaan metal (permukaan batas metal% oksida) akan terjadi dengan laju yang hamper konstan. Gapisan oksida ini nonprotektif 'ika ! adalah ketebalan lapisan oksida maka dapat kita tuliskan

'ika lapisan oksida bersifat protektif, transfer ion dan elektron masih mungkin terjadi walaupun dengan lambat. Dalam keadaan demikian ini komposisi di kedua sisi permukaan oksida (yaitu permukaan batas oksida%metal dan oksida%udara) bisa dianggap konstan. Kita dapat mengaplikasikan 1ukum 3ick #ertama, sehingga

Korosi dan Degradasi Material

3 5

Kondisi ini terjadi pada penebalan lapisan oksida melalui tiga mekanisme terakhir yang kita bahas di sub bab sebelumnya. 'ika lapisan oksida bersifat sangat protektif dengan kondukti$itas listrik yang rendah, maka

", B, dan C adalah konstan. Kondisi ini berlaku jika terjadi pemumpukan muatan (ion, elektron) yang dikenal dengan muatan ruang, yang menghalangi gerakan ion dan elektron lebih lanjut. 6gar lapisan oksida menjadi protektif, beberapa hal perlu dipenuhi oleh lapisan ini (ak mudah ditembus ion 1arus melekat dengan baik ke permukaan metalL 1arus non#olatile, tidak mudah menguap pada temperature kerja dan juga harus tidak reaktif dengan lingkungannya. M. KOROSI PADA MATERIAL KERAMIK 0ahan keramik sangat kebal terhadap korosi pada hampir di semua lingkungan, terutama pada suhu kamar. Korosi bahan keramik umumnya melibatkan pelarutan kimia sederhana, 0erbeda dengan proses elektrokimia yang ditemukan dalam logam, seperti yang dijelaskan sebelumnya. 0ahan keramik sering digunakan karena ketahanan terhadap korosi. Keramik dapat tahan dengan panas dan menahan suhu tinggi. 0eberapa skema teknologi, untuk mengkon$ersi energi dari satu bentuk ke bentuk lain yang lebih berguna membutuhkan temperatur yang relatif tinggi, atmosfer korosif, dan tekanan di atas ambien. 0ahan keramik jauh lebih cocok untuk menahan sebagian besar lingkungan untuk jangka waktu yang wajar daripada logam. N. DEGRADASI PADA POLIMER Degradasi adalah suatu reaksi perubahan kimia atau peruraian suatu senyawa atau molekul menjadi senyawa atau molekul yang lebih sederhana secara bertahap. Misalnya, pengurangan panjang polimer makromolekul atau perubahan gula menjadi glukosa dan akhirnya membentuk alcohol.
Korosi dan Degradasi Material 3 6

Degradasi polimer dasarnya berkaitan dengan terjadinya perubahan sifat karena ikatan rantai utama makromolekul. #ada polimer linear, reaksi tersebut mengurangi massa molekul atau panjang rantainya. Sesuai dengan penyebabnya, kerusakan atau degradasi polimer ada beberapa macam. kerusakan termal (panas), fotodegradasi (cahaya), radiasi (energi tinggi), kimia, biologi (biodegradasi) dan mekanis. Dalam artian peningkatan berat ukuran molekul ikat silang dapat dianggap lawan degradasi. 0ahan polimer juga mengalami kerusakan dengan cara interaksi dengan lingkungan.

/amun, interaksi yang tidak diinginkan itu lebih dikenal sebagai degradasi daripada korosi karena proses dasarnya berbeda. Korosi logam paling sering terjadi pada reaksi elektrokimia, sebaliknya, degradasi polimer adalah ( %si#* emi*alL yaitu, melibatkan fisik maupun fenomena kimia. Selain itu, berbagai reaksi dan konsekuensi yang merugikan yang mungkin untuk degradasi polimer. #olimer dapat memburuk dengan pembengkakan dan pembubaran. Ko$alen obligasi pecah sebagai akibat dari energi panas, reaksi kimia, dan radiasi juga mungkin, biasanya dengan penurunan dalam integritas mekanik. Karena kompleksitas kimia polimer, mekanisme degradasi nya tidak dipahami dengan baik. beberapa contoh polimer degradasi, polietilen, jika terkena suhu tinggi dalam suasana oksigen, menderita penurunan nilai dari mekanik properti dengan menjadi rapuh. 'uga, kegunaan poli ($inil klorida) dapat dibatasi karena bahan ini dapat berubah warna menjadi bila terkena suhu tinggi, meskipun lingkungan tersebut tidak dapat mempengaruhi karakteristik mekanik. Degradasi polimer menyebabkan terjadinya perubahan dalam sifat % kekuatan tarik, warna, bentuk, dll % dari suatu polimer atau produk berbasis polimer di bawah pengaruh dari satu atau lebih faktor%faktor lingkungan seperti panas, cahaya atau bahan kimia. #erubahan% perubahan ini biasanya tidak diinginkan, seperti perubahan selama penggunaan, cracking dan depolymerisation produk atau, lebih jarang, diinginkan, seperti dalam biodegradasi atau sengaja menurunkan berat molekul suatu polimer untuk daur ulang. #erubahan dalam sifat sering disebut MpenuaanM. Dalam sebuah produk jadi perubahan seperti itu harus dicegah atau ditunda. /amun degradasi dapat berguna untuk daur ulang 8 penggunaan kembali limbah polimer untuk mencegah atau mengurangi lingkungan pencemaran. Degradasi juga dapat diinduksi dengan sengaja untuk membantu penentuan struktur.
Korosi dan Degradasi Material 3 7

a. S4ELLING AND DISSOLUTION Ketika polimer terkena cairan, bentuk utama dari degradasi adalah pembengkakan

dan pembubaran. Dengan pembengkakan, larutan didifusikan ke dalam cairan atau +at terlarut dan diserap dalam polimerL molekul +at terlarut kecil masuk ke dalam dan menempati posisi di antara polimer molekul. Dengan demikian makromolekul dipaksa terpisah sedemikian rupa sehingga spesimen mengembang atau membengkak. Selanjutnya, peningkatan pemisahan rantai hasil menyebabkan pengurangan kekuatan ikatan antarmolekul sekunder, sebagai akibatnya, material menjadi lebih lembut dan larutan cair lebih ductile. Garutan padat juga menurunkan temperatur transisi dan jika tertekan di bawah suhu lingkungan, akan menyebabkan bahan yang kuat akan menjadi karet dan lemah. #embengkakan dapat dianggap sebagai proses pelarutan parsial di mana hanya ada terbatas kelarutan polimer dalam pelarut. #embubaran, yang terjadi ketika polimer benar%benar larut, dapat dianggap hanya sebagai kelanjutan dari pembengkakan. Sebagai aturan praktis, semakin besar kemiripan struktur kimia antara pelarut dan polimer, semakin besar kemungkinan pembengkakan dan 8 atau pembubaran. Misalnya, karet hidrokarbon banyak yang mudah menyerap cairan hidrokarbon seperti gasoline. respon dari bahan polimer yang dipilih untuk pelarut organik yang terkandung pada (abel dibawah ini.

Korosi dan Degradasi Material

3 8

#embengkakan dan pembubaran sifat juga dipengaruhi oleh suhu serta karakteristik dari struktur molekul. Secara umum, peningkatan berat molekul, meningkatkan tingkat silang dan kristalinitas, dan hasil penurunan suhu menyebabkan pengurangan proses%proses yg memburuk. Secara umum, polimer jauh lebih tahan terhadap serangan asam dan basa solusi daripada logam. Sebagai contoh, asam fluorida (13) akan menimbulkan korosi logam banyak serta melarutkan kaca, sehingga disimpan dalam botol plastik. Sebuah perbandingan kualitatif perilaku polimer berbagai larutan juga disajikan pada (abel diatas. +. BOND RUPTURE #olimer juga dapat mengalami degradasi oleh proses pemotongan atau bisa disebut pecahnya ikatan rantai molekul. 1al ini menyebabkan pemisahan rantai segmen pada titik pemotongan dan pengurangan berat molekul. 0eberapa sifat fisik dan kimia polimer mungkin dipengaruhi oleh bentuk degradasi. #ecah obligasi (bond rupture) paparan radiasi atau panas, dan dari reaksi kimia. &6D,6S, .3.K 0eberapa jenis radiasi ultra$iolet ("-) memiliki energi yang cukup untuk menembus spesimen polimer dan berinteraksi dengan konstituen atom atau elektron nya. Salah satu reaksi tersebut adalah ionisasi, di mana radiasi menghilangkan elektron orbital dari atom tertentu, mengubah atom yang menjadi ion bermuatan positif. Sebagai konsekuensi, salah satu ikatan ko$alen terkait dengan atom tertentu rusak, dan ada
Korosi dan Degradasi Material 3 9

terjadi melalui hasil dari

penataan ulang dari atom. ,ni mengarah ke salah satu pemotongan atau silang pada ionisasi situs, tergantung pada struktur kimia polimer dan juga pada dosis radiasi Dalam penggunaan sehari%hari, kerusakan radiasi terbesar untuk polimer disebabkan oleh U. radiasi. Setelah kontak yang terlalu lama, lapisan tipis polimer menjadi rapuh, menghitamkan, retak, dan gagal. Misalnya,pada tenda kemah,diawali tenda berkemah mulai sobek, mengembangkan retak, dan jendela plastik menjadi berawan. #ada polimer yang digunakan dalam reaktor nuklir maka harus tahan terhadap tingkat radiasi nuklir yang tinggi. (idak semua konsekuensi dari paparan radiasi merusak. Silang mungkin dapat disebabkan oleh radiasi untuk meningkatkan perilaku mekanik dan karakteristik degradasi. Sebagai contoh,radiasi digunakan secara komersial untuk polietilen crossling untuk meningkatkan ketahanan terhadap pelunakan dan aliran pada suhu tinggi, memang, #roses ini dapat dilakukan pada produk yang telah dibuat. .3.K &.6KS, K,M,6 )ksigen, o+on, dan +at lainnya dapat menyebabkan atau mempercepat pemotongan rantai sebagai hasil dari reaksi kimia. .fek ini terutama terjadi di karet di$ulkanisir yang terikat ganda pada atom karbon sepanjang rantai tulang punggung molekul dan yang terkena o+on ()7), suatu polutan atmosfer. Salah satu reaksi seperti pemotongan dapat diwakili oleh rantai terputus pada titik ikatan rangkap, dan mewakili kelompok atom yang terpengaruh selama reaksi. 0iasanya, jika karet ini dalam bertekanan, lapisan tipis oksida akan terbentuk pada permukaan,dan melindungi bahan massal dari reaksi lebih lanjut. /amun, ketika bahan%bahan ini mengalami tegangan tarik, celah dan retakan membentuk dan tumbuh dalam arah tegak lurus terhadap stres, pada akhirnya, pecahnya bahan mungkin terjadi. ini adalah mengapa dinding samping pada karet ban sepeda mengembangkan retak dengan bertambahnya usia mereka. &upanya retak ini akibat sejumlah besar o+on yang disebabkan yang diinduksikan. Degradasi kimia adalah masalah tertentu untuk polimer yang digunakan di daerah%daerah dengan tingkat polusi udara yang tinggi seperti asap dan elastomer o+one. .3.K (.&M6G Degradasi termal sesuai dengan pemotongan rantai molekul pada suhu tinggi.
Korosi dan Degradasi Material 4 0

Sebagai akibatnya, beberapa polimer mengalami reaksi dari jenis gas yang dihasilkan.

Korosi dan Degradasi Material

4 1

&eaksi%reaksi ini dibuktikan dengan penurunan berat material. Stabilitas termal polimer merupakan ukuran ketahanan terhadap dekomposisi ini. Stabilitas termal yang terkait terutama dengan besarnya energi ikatan antara konstituen atom berbagai polimer. tinggi ikatan energi hasil bahan yang lebih stabil termal. C. 4EATHERING 0ahan polimer banyak diberikan dalam aplikasi yang memerlukan paparan kondisi luar. Setiap degradasi yang dihasilkan disebut pelapukan, yang mungkin merupakan kombinasi proses yang berbeda. Dalam kondisi kerusakan adalah pri%marily akibat oksidasi, yang diprakarsai oleh radiasi ultra$iolet dari matahari. 0eberapa polimer seperti nilon dan selulosa juga rentan terhadap penyerapan air, yang menghasilkan penurunan dalam kekerasan dan kekakuan. &esistensi terhadap pelapukan antara berbagai polimer cukup fluorocarbons di$erse.(he hampir lembam pada kondisi ini, tetapi beberapa bahan, termasuk poli ($inil klorida) dan polystyrene, yang rentan terhadap cuaca.

Korosi dan Degradasi Material

4 2

KESIMPULAN <. Korosi merupakan suatu peristiwa yang sangat merugikan dan perlu ditangani dengan serius untuk meminimalisir kerugian yang didatangkan nya 5. Korosi terjadi karena adanya reaksi redoks antara logam dengan lingkungan nya 7. ,ndikator penyebab korosi utama pada lingkungan adalah oksigen dan air 2. 6ir laut bersifat lebih korosif daripada air tawar, oleh karena itu komponen material yang akan digunakan pada air laut seperti misanya komponen besi pada kapal harus yang lebih memiliki ketahanan lebih terhadap korosi . Gingkungan dengan sirkulasi oksigen yang buruk akan memicu terjadinya reaksi korosi D. =. ?. #ada suatu kondisi lingkungan tertentu, beberapa material dapat mengalami kehilangan reaktifitas,peristiwa ini disebut pasi$asi Gogam yang memiliki kereaktifan yang tinggi akan cendrung lebih mudah mengalami korosi 6da ? jenis korosi diantaranya korosi seragam,korosi gal$anic, korosi celah,pitting,korosi batas butir,korosi erosi dan korosi tegangan C. #erlindungan terhadap korosi dapat berupa a. #erlindungan mekanis b. #erlindungan elektrokimia <>. #erlindungan mekanis misalnya dengan melapisi timah, gal$anisasi, pengecatan dll <<. #erlindungan elektrokimia dapat berupa perlindungan katoda, dan pengorbanan anoda <5. #ada polimer, cacat nya lebih dikenal dengan istilah degradasi <7. Degaradasi pada polimer menyebabkan terjadinya perubahan fisik seperti kekuatan tari, warna, bentuk yang dipengaruhi dibawah pengaruh lingkungan seperti panas, cahaya dan bahan kimia

Korosi dan Degradasi Material

4 3

SARAN #enanganan terhadap korosi sebaiknya harus lebih diperhatikan melalui aspek lingkungan nya, misalnya dengan mengendalikan keadaan lingkungan sekitar nya seperti mengatur sirkulasi udara, panas, kecepatan fluida, kelembapan dll. Seorang perancang harus lebih mengenali sifat%sifat korosi dari material agar produk rancangan nya dapat memiliki ketahanan korosi yang bagus, selain itu teknik%teknik penanganan korosi harus diperhatikan agar produk yang dirancang dapat mempunyai kualitas yang bagus DA,TAR PUSTAKA Eallister, D Hilliam., &ethwisch, ; Da$id. 5>>C. Material Science and Engineering "n $ntroduction. "S6* 'ohn Hiley N Sons, ,nc #rameswari, 0unga. 5>>?. Studi .fektifitas Gapis. "ni$ersitas ,ndonesia

Korosi dan Degradasi Material

4 4