Anda di halaman 1dari 8

BEA METERAI Tanda penyimpanan uang;

UU NOMOR 7 TAHUN 1969 Tanda yang menyatakan pembukuan uang


TENTANG dalam rekening koran di bank;
ATURAN BEA METERAI Tanda yang berisi pemberitahuan saldo;
Tanda masuk, tanda langganan, tanda
PELAKSANAAN BEA METERAI keanggotaan, dari suatu perkumpulan;
1921- 1985 Surat undian;
Aturan Bea Meterai 1921 Surat tanda gadai;
(Zegelverordening 1921, Staatsblad Tahun Surat pengakuan utang;
1921 Nomor 498) sebagaimana beberapa kali Surat angkutan barang, surat konosemen,
terakhir diubah dengan ceel gudang/sedul;
Undang-undang Nomor 2 Prp Tahun1965 Surat paspor, visum;
(Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 121) Surat ijin mendarat;
yang telah ditetapkan menjadi Undang-undang Surat nikah secara Islam;
dengan Perubahan nama keluarga; Izin perdagangan
Undang-undang Nomor 7 Tahun 1969 senjata api;
(Lembaran Negara Tahun 1969 Nomor 38) Surat izin mengemudi (SIM)
Surat permohonan pendaftaran kendaraan
Cara dan Objek Pemeteraian bermotor;
Tahun 1969 s.d. Tahun1985 Surat permohonan kewarganegaraan;
Berdasarkan Aturan Bea Meterai Surat Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor (STNK);
•Bea Meterai Umum; Surat asuransi jiwa dan cacat badan;
•Bea Meterai berdasarkan Surat asuransi kecelakaan;
Cek dan sebagainya.
ukuran luas kertas;
Tarif Bea Meterai
•Bea Meterai Tetap; dan 1969 s.d 1985
Tarifnya ada tiga macam, yaitu :
•Bea Meterai sebanding. Tarip tetap;
Tarip menurut luas;
Objek Bea Meterai berdasarkan Tarip sebanding.
Aturan Bea Meterai (1969-1985)
Surat-surat mengenai kerumahtanggaan
atau disebut juga surat-surat biasa yang BEA METERAI
dibuat sebagai suatu tanda bukti; YANG SEKARANG BERLAKU
Tanda-tanda yang semula dibebaskan
DIDASARKAN PADA
dari Bea Meterai berdasarkan tujuannya, UU RI No.13 TAHUN 1985
jika digunakan untuk tujuan lain atau TENTANG BEA METERAI
digunakan oleh orang lain, lain daripada
maksud semula;
Tanda yang dibuat oleh pejabat peradilan
Undang-undang Bea Meterai yang baru ini
dalam perkara perdata dan pidana
Akta yang dibuat oleh notaris bila tidak
dianggap sederhana dan mudah
ditentukan terkena Bea Meterai lain atau dilaksanakan karena:
dalam bab-bab khusus lainnya dikenakan
Bea Meterai tersendiri; Untuk pemenuhan Bea Meterai,
Tanda penerimaan uang; pelunasannya cukup dilakukan dengan
menggunakan meterai tempel dan kertas sebelum Undang-undang ini berlaku, bea
meterai, sehingga masyarakat tidak perlu meterainya tetap terutang berdasarkan aturan
lagi datang ke Kantor Direktorat Jenderal Bea Meterai 1921 (Zegelverordening 1921).
Pajak, untuk memperoleh Surat Kuasa Pelaksanaan ketentuan ini diatur oleh Menteri
Untuk Menyetor (SKUM) Keuangan dalam Keputusan Menteri
Keuangan.
Tidak lagi mencantumkan Bea P a s a l 16
Meterai menurut luas kertas dan Bea Sehubungan dengan itu, selama peraturan
Meterai se-banding melainkan hanya pelaksanaan Undang-undang ini belum
terdapat satu jenis bea meterai, yaitu bea dikeluarkan, maka peraturan pelaksanaan
meterai tetap yang terdiri dari dua tarip berdasarkan Aturan Bea Meterai 1921
sebesar (Zegelverordening 1921) yang tidak
Rp 500,00 dan Rp 1.000,00 saja. bertentangan dengan Undang-undang ini yang
belum dicabut dan diganti dinyatakan masih
Beberapa kali tarifnya diubah dan tetap berlaku sampai dengan tanggal 31
terakhir besar tarifnya adalah Desember 1988.
Rp 3.000,00 dan Rp 6.000,00

“Dengan nama Bea Meterai dikenakan pajak


Yang dikenakan Bea Meterai telah atas dokumen yang disebut dalam Undang-
dibatasi hanya pada dokumen-dokumen undang ini”.
yang disebut dalam Undang-undang Bea
Meterai ini, yang dipakai oleh masyarakat
dalam lalu lintas hukum. Bea meterai adalah suatu nama untuk pajak
yang dikenakan atas dokumen-dokumen yang
Untuk melunasi Bea Meterai yang tidak disebut di dalam Undang-undang no. 13 tahun
atau kurang dibayar beserta dendanya 1985. [Pasal 1 ayat (1)]
(jika ada), dapat dilakukan dengan cara Objek “bea meterai” ini adalah dokumen.
pemeteraian kemudian (nazegeling).
Pasal 1 ayat (2) huruf a

P a s a l 18 DOKUMEN
Undang-undang adalah
Nomor 13 Tahun 1985 kertas yang berisikan tulisan yang
tentang mengandung arti dan maksud tentang
BEA METERAI perbuatan, keadaan, atau kenyataan bagi
(Lembaran Negara Republik Indonesia seseorang dan atau pihak-pihak yang
Tahun 1985 Nomor 69) mulai berlaku pada berkepentingan.
tanggal PP No. 24 Tahun 2000
1 Januari 1986 PERUBAHAN TARIF BEA METERAI DAN
BESARNYA BATAS PENGENAAN HARGA
NOMINAL YANG DIKENAKAN
15 a y at (1) d a n (2) BEA METERAI
Atas dokumen yang tidak atau kurang
dibayar Bea Meterainya yang dibuat Dokumen-dokumen yang dikenakan Bea
Meterai, antara lain adalah dokumen yang rupiahnya, maka jumlah uang atau harga
berupa: nominal tersebut dikalikan dengan nilai tukar
(kurs) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan
Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang berlaku pada saat dokumen itu dibuat,
(Akta-akta notaris termasuk surat kuasa, sehingga dapat diketahui apakah dokumen
surat hibah, surat pernyataan dan tersebut dikenakan atau tidak dikenakan Bea
salinannya) yang dibuat dengan tujuan Meterai.
untuk digunakan sebagai alat pembuktian
mengenai perbuatan, kenyataan atau
keadaan yang bersifat perdata. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat
pembuktian di muka Pengadilan, yaitu :
Akta-akta yang dibuat oleh pejabat surat-surat biasa dan surat-surat
Pembuat Akta Tanah termasuk rangkap- kerumahtanggaan
rangkapnya.
surat-surat yang semula tidak dikenakan
Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika
Surat yang memuat jumlah uang , yaitu : digunakan untuk tujuan lain atau digunakan
yang menyebutkan penerimaan uang, oleh orang lain, selain dari maksud semula.
yang menyatakan pembukuan uang atau •Ketentuan ini dimaksudkan untuk
penyimpanan uang dalam Rekening di
mengenakan Bea Meterai atas surat-surat yang
Bank,
semula tidak kena Bea Meterai, tetapi karena
yang berisi pemberitahuan saldo kemudian kemudian digunakan sebagai alat
Rekening di Bank, atau pembuktian di muka pengadilan, maka
yang berisi pengakuan bahwa hutang terlebih dahulu harus dilakukan pemeteraian
uang seluruhnya atau sebagiannya telah kemudian.
dilunasi atau diperhitungkan, •Surat-surat biasa dan surat-surat
kerumahtanggaan sebagaimana dimaksud
Cek dan Bilyet Giro tanpa batas tidak untuk tujuan pembuktian, misalnya
pengenaan besarnya harga nominal. seseorang mengirim surat biasa kepada orang
lain untuk menjualkan sebuah barang.
Surat berharga seperti wesel, promes,
aksep, atau Efek dengan nama dan dalam •Surat semacam ini pada saat dibuat tidak kena
bentuk apapun (dikenakan Bea Meterai Bea Meterai, tetapi apabila kemudian dipakai
sesuai dengan harga nominalnya). sebagai alat pembuktian di muka pengadilan,
maka terlebih dahulu dilakukan pemeteraian
Sekumpulan efek dengan nama dan kemudian. Surat-surat kerumahtanggaan,
dalam bentuk apapun yang tercantum misalnya daftar harga barang. Daftar ini dibuat
dalam surat kolektif (dikenakan bea tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai alat
meterai sesuai dengan jumlah harga pembuktian, oleh karena itu tidak dikenakan Bea
nominalnya). Meterai. Apabila kemudian ada sengketa dan
daftar harga barang ini digunakan sebagai alat
•Jumlah uang ataupun harga nominal yang pembuktian, maka daftar harga barang ini terlebih
disebut di atas juga meliputi jumlah uang dahulu dilakukan pemeteraian kemudian.
ataupun harga nominal yang dinyatakan
dalam mata uang asing. Untuk menentukan
•Surat-surat yang semula tidak dikenakan a. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya
Bea Meterai berdasarkan tujuannya ialah yang dibuat dengan tujuan untuk digunakan
surat-surat yang karena tujuannya tidak sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan,
dikenakan Bea Meterai, tetapi apabila tu- kenyataan atau keadaan yang bersifat perdata.
juannya kemudian diubah maka surat yang
demikian itu dikenakan Bea Meterai. Pihak-pihak yang memegang surat
Misalnya tanda penerimaan uang yang di- perjanjian atau atau surat-surat lainnya
buat dengan tujuan untuk keperluan intern tersebut dibebani kewajiban untuk membayar
organisasi tidak dikenakan Bea Meterai. Bea Meterai atas surat-surat perjanjian atau
Apabila kemudian tanda penerimaan uang surat-surat yang dipegangnya. Yang dimaksud
tersebut digunakan sebagai alat pembuk- dengan surat-surat lainnya tersebut antara
tian di muka pengadilan, maka penerimaan lain adalah surat kuasa, surat hibah, surat
uang tersebut harus dilakukan pemeteraian pernyataan.
kemudian terlebih dahulu.
b. Akta-akta notaris termasuk
DOKUMEN/SURAT YANG TIDAK salinannya.
DIKENAKAN BEA METERAI
c. Akta-akta yang dibuat oleh
pejabat Pembuat Akta Tanah
b. Segala bentuk ijazah. termasuk rangkap-rangkapnya.
c. Tanda terima gaji, uang tunggu,
pensiunan uang tunjangan dan Surat yang memuat jumlah uang , yaitu :
pembayaran lainnya yang ada kaitannya 1. yang menyebutkan penerimaan uang,
dengan hubungan kerja serta surat-surat 2. yang menyatakan pembukuan uang
yang diserahkan untuk mendapatkan atau penyimpanan uang dalam Rekening di
pembayaran. Bank,
d. Tanda bukti penerimaan uang negara 3. yang berisi pemberitahuan saldo
dan Kase. Negara, Kas Pemenintah Daerah Rekening di Bank, atau
dan Bank. 4. yang berisi pengakuan bahwa hutang uang
e. Tanda terima uang yang dibuat untuk seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi
keperluan intern organisasi. atau diperhitungkan.

f. Dokumen yang menyebutkan tabungan, yang mempunyai harga nominal sampai


pembayaran uang tabungan kepada dengan Rp 250.000,00 tidak dikenakan Bea
penabung oleh bank, koperasi dan badan-- Meterai
badan lainnya yang bérgerak dibidang yang mempunyai harga nominal lebih dari
tersebut. Rp 250.000,00 sampai dengan Rp 1.000.000,00
g. Surat gadai yang diberikan/ dikeluarkan dikenakan Bea Meterai
oleh Perusahaan Jawatan Pegadaian.  yang mempunyai harga nominal lebih dari
(sekarang PERUM) Rp 1.000.000,00 dikenakan Bea Meterai
h. Tanda pembagián keuntungan atau Cek dan Bilyet Giro tanpa batas pengenaan
bunga dan efek dengan nama dan besarnya harga nominal dikenakan Bea
dalam bentuk apapun. Meterai
TARIF BEA METERAI
Jumlah uang ataupun harga nominal yang
disebut di atas juga meliputi jumlah uang
ataupun harga nominal yang dinyatakan
dalam mata uang asing. Untuk menentukan f. Dokumen yang akan digunakan
rupiahnya, maka jumlah uang atau harga sebagai alat pembuktian di muka
nominal tersebut dikalikan dengan nilai Pengadilan, yaitu :
tukar (kurs) yang ditetapkan oleh Menteri
Keuangan yang berlaku pada saat 1) surat-surat biasa dan surat-surat
dokumen itu dibuat, sehingga dapat kerumahtanggaan
diketahui apakah dokumen tersebut
dikenakan atau tidak dikenakan Bea 2) surat-surat yang semula tidak dikenakan
Meterai. Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika
digunakan untuk tujuan lain atau digunakan
oleh orang lain, selain dari maksud semula.
Surat berharga seperti wesel, promes,
aksep, atau Efek dengan nama dan dalam Ketentuan ini dimaksudkan untuk
bentuk apapun : mengenakan Bea Meterai atas surat-surat yang
yang mempunyai harga nominal sampai semula tidak kena Bea Meterai, tetapi karena
dengan Rp 1.000.000,00 dikenakan Bea kemudian kemudian digunakan sebagai alat
Meterai pembuktian di muka pengadilan, maka
yang mempunyai harga nominal lebih terlebih dahulu harus dilakukan pemeteraian
dari Rp 1.000.000,00 dikenakan Bea kemudian. Surat-surat yang dimaksud pada
Meterai angka 1 tidak untuk tujuan pembuktian,
misalnya seseorang mengirim surat biasa
kepada orang lain untuk menjualkan sebuah
Sekumpulan efek dengan nama dan barang. Surat semacam ini pada saat dibuat
dalam bentuk apapun yang tercantum tidak kena Bea Meterai, tetapi apabila
dalam surat kolektif : kemudian dipakai sebagai alat pembuktian di
1) yang mempunyai jumlah harga muka pengadilan, maka terlebih dahulu
nominal sampai dengan Rp 1.000.000,00 dilakukan pemeteraian kemudian.
dikenakan Bea Meterai
2) yang mempunyai jumlah harga Surat-surat kerumahtanggaan, misalnya
nominal lebih dari Rp 1.000.000,00 daftar harga barang. Daftar ini dibuat tidak
dikenakan Bea Meterai dimaksudkan untuk digunakan sebagai alat
pembuktian, oleh karena itu tidak dikenakan
Bea Meterai. Apabila kemudian ada sengketa
dan daftar harga barang ini digunakan sebagai
Jumlah uang ataupun harga nominal yang alat pembuktian, maka daftar harga barang ini
disebut di atas juga meliputi jumlah uang terlebih dahulu dilakukan pemeteraian
ataupun harga nominal yang dinyatakan dalam kemudian.Surat-surat yang dimaksud dalam
mata uang asing. Untuk menentukan angka 2 ialah surat-surat yang karena
rupiahnya, maka jumlah uang atau harga tujuannya tidak dikenakan Bea Meterai, tetapi
nominal tersebut dikalikan dengan nilai tukar apabila tujuannya kemudian diubah maka
(kurs) yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan surat yang demikian itu dikenakan Bea
yang berlaku pada saat dokumen itu dibuat, Meterai. Misalnya tanda penerimaan uang
sehingga dapat diketahui apakah dokumen yang dibuat dengan tujuan untuk keperluan
tersebut dikenakan atau tidak dikenakan Bea intern organisasi tidak dikenakan Bea Meterai.
Meterai. Apabila kemudian tanda penerimaan uang
tersebut digunakan sebagai alat 2. Saat terutang dokumen yang dibuat oleh
pembuktian di muka pengadilan, maka lebih dari satu pihak.
penerimaan uang tersebut harus dilakukan Untuk dokumen yang dibuat oleh lebih dari
pemeteraian kemudian terlebih dahulu. satu pihak, maka saat terutang bea meterai
adalah pada saat selesainya dokumen itu
dibuat.
PIHAK YANG MEMBAYAR Sebagai contoh surat perjanjian jual beli.
BEA METERAI Bea Meterai terutang pada saat
ditandatanganinya perjanjian tersebut.

Jika surat perjanjian dibuat dengan Akta 3. Dokumen yang dibuat di luar negeri.
Notaris, maka Bea Meterai yang terutang Untuk dokumen yang dibuat di luar negeri,
baik atas asli sahih yang disimpan oleh maka saat terutang bea meterai adalah pada
Notaris maupun salinannya yang saat dokumen itu digunakan di Indonesia.
diperuntukkan pihak-pihak yang Dokumen yang dibuat di luar negeri pada
bersangkutan terutang oleh pihak-pihak saat digunakan di Indonesia harus telah
yang mendapat manfaat dari dokumen dilunasi bea Meterai yang terutang dengan
tersebut, yang dalam contoh ini adalah cara pemeteraian-kemudian.
pihak-pihak yang mengadakan perjanjian.
Jika pihak atau pihak-pihak yang
bersangkutan menentukan lain, maka Bea Dokumen yang dibuat di luar negeri tidak
Meterai terutang oleh pihak atau pihak- dikenakan Bea Meterai sepanjang tidak
pihak yang ditentukan dalam dokumen digunakan di Indonesia. Jika dokumen
tersebut. tersebut hendak digunakan di Indonesia
harus dibubuhi meterai terlebih dahulu yang
Denda administrasi dari bea meterai yang besarnya sesuai dengan tarif sebagaimana
tidak atau kurang dibayar adalah 200% dimaksud dalam Pasal 2 Undang-undang Bea
(dua ratus persen) Meterai dengan cara pemeteraian kemudian
tanpa denda. Namun apabila dokumen
Di bayar di Kantor Pos tersebut baru dilunasi Bea Meterainya sesudah
digunakan, maka pemeteraian-kemudian
Pasal 5 dilakukan berikut dendanya sebesar 200%
Saat terutang Bea Meterai ditentukan (dua ratus persen).
dengan mengacu kepada pembuatan
dokumen, penyelesaian dokumen,
penyerahan dokumen, penandatanganan
dan penggunaannya. BENTUK, UKURAN, DAN WARNA
KERTAS METERAI
1. Saat terutang dokumen yang dibuat
sepihak.
Untuk dokumen yang dibuat sepihak, PENGADAAN, PENGELOLAAN, DAN
maka saat terutang bea meterai adalah PENJUALAN BENDA METERAI
pada saat dokumen itu diserahkan.
1. Pencetakan, hasil cetakan, persyaratan
pencetakan
Pencetakan dalam rangka pengadaan Bea Pemeteraian kemudian adalah suatu cara
Meterai dilaksanakan oleh Perum pelunasan Bea Meterai yang dilakukan oleh
Percetakan Uang Republik Indonesia Pejabat Pos atas permintaan pemegang
(Peruri) dokumen yang Bea Meterainya belum dilunasi
Hasil pencetakan Benda Meterai sebagaimana mestinya.
dilaporkan kepada Direktur Jenderal PEJABAT POS
Pajak Pejabat Pos adalah Pejabat Perusahaan
Tata cara dan persyaratan pencetakan Umum Pos dan Giro yang diserahi tugas
Benda Meterai diatur lebih lanjut oleh melayani permintaan pemeteraian kemudian.
Direktur Jenderal Pajak KETENTUAN KHUSUS
Pejabat pemerintah, hakim, panitera, jurusita,
2. Pengelolaan dan Penjualan notaris, dan pejabat umum lainnya, masing-
a.Pengelolaan dan penjualan benda masing dalam tugas atau jabatannya tidak
meterai dilaksanakan oleh PT Pos dibenarkan :
Indonesia dan/atau badan usaha lain yg menerima, mempertimbangkan atau menyimpan
ditunjuk dokumen yang Bea Meterai-nya tidak atau kurang
b.Hasil penjualan dan persediaan BM dibayar;
dilaporkan pada Direktur Jenderal Pajak meletakan dokumen yang Bea Meterai-nya tidak
c.Besarnya provisi penjualan BM atau kurang dibayar sesuai dengan tarifnya pada
ditetapkan Direktur Jenderal Pajak dokumen lain yang berkaitan;
PELUNASAN BEA METERAI membuat salinan, tembusan, rangkapan atau
Pasal 7 ayat (2) petikan dari dokumen yang Bea Meterai-nya tidak
Pelunasan bea meterai dapat dilakukan atau kurang dibayar;
dengan cara menggunakan benda meterai memberikan keterangan atau catatan pada
kertas meterai, dan pemeteraian dengan dokumen yang tidak atau kurang dibayar sesuai
cara lain. dengan tarif Bea Meterai-nya
Pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan
Penggunaan Meterai Tempel sebagaimana dimaksud di atas dikenakan sanksi
administratif dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.

Penggunaan Kertas Meterai KEDALUARSA

Kewajiban pemenuhan Bea Meterai dan


denda administrasi yang terutang menurut
Pemeteraian Dengan Menggunakan Cara Undang-undang Nomor 13 Tahun 1985 tetang
Lain Bea Meterai daluwarsa setelah lampau
yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, waktu lima tahun, terhitung sejak tanggal
misalnya: dokumen dibuat.
dengan menggunakan mesin teraan, KETENTUAN PIDANA
dengan pencetakan lunas bea meterai 1. Pidana Atas Perbuatan Tertentu
pada dokumen yang digunakan, dan Bagi orang-orang atau badan yang
dengan menggunakan sistem melakukan perbu-atan tertentu seperti yang
komputerisasi. tersebut di bawah ini, dipidana sesuai dengan
PEMETERAIAN KEMUDIAN ketentuan yang ada di dalam kitab Undang-
undang Hukum Pidana.
Perbuatan-perbuatan yang dipidana itu
adalah:
barang siapa meniru atau memalsukan
meterai tempel dan kertas meterai atau
meniru dan memalsukan tanda tangan
yang perlu untuk mensahkan meterai;
barang siapa dengan sengaja menyimpan
dengan maksud untuk diedarkan atau
memasukkan ke Negara Indonesia meterai
palsu, yang dipalsukan atau yang dibuat
dengan melawan hak;

barang siapa dengan sengaja


menggunakan, menjual, menawarkan,
menyerahkan, menyediakan untuk dijual
atau dimasukkan ke Negara Indonesia
meterai yang mereknya, capnya, tanda
tangannya, tanda sahnya atau tanda
waktunya mernpergunakan telah
dihilangkan seolah-olah meterai itu belum
dipakai dan atau menyuruh orang lain
menggunakannya dengan melawan hak;
barang siapa menyimpan bahan-bahan
atau perkakas-perkakas yang diketahuinya
digunakan untuk melakukan salah satu
kejahatan untuk meniru memalsukan
benda meterai.

Tindak Pidana Kejahatan Dalam


Pelunasan Bea Meterai
Melaksanakan pelunasan bea meterai
dengan cara lain secara sengaja tanpa
seizin Menteri Keuangan akan
menimbulkan keuntungan bagi pemilik
atau yang menggunakannya, dan
sebaliknya akan menimbulkan kerugian
bagi Negara. Perbuatan merugikan negara
tersebut merupakan tindak pidana
kejahatan, sehingga harus dihukum
setimpal dengan dengan kejahatan yang
diperbuatnya.
Terhadap orang atau badan yang dengan
sengaja melakukan perbuatan tersebut,
dipidana dengan pidana penjara selama-
lamanya 7 (tujuh) tahun.