Anda di halaman 1dari 7

INTEGUMEN 1.

Nyeri bd krusakan jaringan Kaji tingkat dan intensitas nyeri R/mngetahui tingkat nyeri Menajemen lingkungan: lingkungan tenang R/Lingkungan tenang akan menurunkan stimulus nyeri eksternal Ajarkan teknik relaksasi pernafasan dalam Rasional : Meningkatkan asupan O2 sehingga akan menurukan nyeri

Madikan dengan air hangat dan sabun ringan. Rasional: Mempertahankan kebersihan tanpa mengiritasi kulit
Bantu kelayan untuk mendapatkan posisi yang nyaman Rasional : pada penyakit yang berat, tirah baring mungkin diperlukan untuk membatasi nyer Berikan masase lembut Rasional : meningkatkan relaksasi / mengurangi tegangan otot

Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai petunjuk Rasional : sebagai anti inflamasi

Gangguan citra tubuh berhubungan dengan penampakan kulit yang tidak bagus. 1. Kaji adanya gangguan citra diri (menghindari kontak mata,ucapan merendahkan diri sendiri. Rasional: Gangguan citra diri akan menyertai setiap penyakit/keadaan yang tampak nyata bagi klien, kesan orang terhadap dirinya berpengaruh terhadap konsep diri. 2. Identifikasi stadium psikososial terhadap perkembangan. Rasional: Terdapat hubungan antara stadium perkembangan, citra diri dan reaksi serta pemahaman klien terhadap kondisi kulitnya. 3. Berikan kesempatan pengungkapan perasaan.

Rasional: klien membutuhkan pengalaman didengarkan dan dipahami. 4. Nilai rasa keprihatinan dan ketakutan klien, bantu klien yang cemas mengembangkan kemampuan untuk menilai diri dan mengenali masalahnya. Rasional: Memberikan kesempatan pada petugas untuk menetralkan kecemasan yang tidak perlu terjadi dan memulihkan realitas situasi, ketakutan merusak adaptasi klien . 5. Dukung upaya klien untuk memperbaiki citra diri , spt merias, merapikan. Rasional: membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi. 6. Mendorong sosialisasi dengan orang lain. Rasional: membantu meningkatkan penerimaan diri dan sosialisasi. Kriteria Keberhasilan Implementasi 1. Mengembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan diri. 2. Mengikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan perawatan diri. 3. Melaporkan perasaan dalam pengendalian situasi. 4. Menguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri. 5. Mengutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat. 6. Tampak tidak meprihatinkan kondisi. 7. Menggunakan teknik penyembunyian kekurangan dan menekankan teknik untuk meningkatkan penampilan

1. Resti kerusakan integritas kulit berhubungan dengan lesi/malar pada lapisa kulit a. Kaji kulit setiap hari. Catat warna, turgor,sirkulasi dan sensasi. Gambarkan lesi dan amati perubahan. R/: Menentukan garis dasar di man perubahan pada status dapat di bandingkan dan melakukan intervensi yang tepat. b. Pertahankan/instruksikan dalam hygiene kulit, mis, membasuh kemudian mengeringkannya dengan berhati-hati dan melakukan masase dengan menggunakan lotion atau krim. R/: mempertahankan kebersihan karena kulit yang kering dapat menjadi barier infeksi.

c. Gunting kuku secara teratur. R/: kuku yang panjang dan kasar meningkatkan risiko kerusakan dermal. d. Tutupi luka tekan yang terbuka dengan pembalut yang steril atau barrier protektif, mis, duoderm, sesuai petunjuk. R/: dapat mengurangi kontaminasi bakteri, meningkatkan proses penyembuhan. e. Kolaborasi gunakan/berikan obat-obatan topical sesuai indikasi R/: digunakan pada perawatan lesi kulit.

SISTEMIK

Pola napas tidak efektif berhubungan efusi pleura Intervensi: 1) Ukur tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu, saturasi R/mengetahui keadaan klien 2) Monitor kemampuan aktivitas klien R/mengetahui kemampuan klien 3) Anjurkan untuk bed rest R/mempercepat pemulihan kondisi 4) Beri posisi semi fowler R/memenuhi kebutuhan oksigen 5) Bantu aktivitas klien secara bertahap R/mengurangi beban kerja klien 6) Beri cukup nutrisi sesuai dengan diet R/mempercepat pemulihan kondisi 7) Kolaborasi/lanjutkan terapi oksigen R/mencukupi kebutuhan oksigen

nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat Tujuan : Nutrisi kebutuhan tubuh terpenuhi Intervensi :

Kaji pola nutrisi klien Rasional : mengetahui pola makan, kebiasaan makan, keteraturan waktu makan.

Kaji makan yang di sukai dan tidak disukai Rasional : meningkatkan status makanan yang disukai dan menghindari pemberian makan yang tidak disukai. Anjurkan tirah baring / pembatasan aktivitas selama fase akut Rasional : penghematan tenaga, mengurangi kerja tubuh. Timbang berat badan tiap hari Rasional : mengetahui adanya penurunan atau kenaikan berat badan. Anjurkan klien makan sedikit tapi sering Rasional : mengurangi kerja usus, menghindari kebosanan makan. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian diet Rasional : mengetahui makanan apa saja yang dianjurkan dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi.

2. Perubahan nutrisi berhubungan dengan mual/ muntah. a. Kaji kemampuan untuk mengunyah, merasakan dan menelan. R/: lesi mulut, tenggorok dan esophagus dapat menyebabkan disfagia, penurunan kemampuan pasien mengolah makanan dan mengurangi keinginan untuk makan. b. Berikan perawatan mulut yang terus menerus, awasi tindakan pencegahan sekresi. Hindari obat kumur yang mengandung alcohol. R/: Mengurangi ketidaknyamanan yang berhubungan dengan mual/muntah, lesi oral, pengeringan mukosa dan halitosis. Mulut yang bersih meningkatkan nafsu makan. c. Jadwalkan obat-obatan di antara makan (jika memungkinkan) dan batasi pemasukan cairan dengan makanan, kecuali jika cairan memiliki nilai gizi. R/: lambung yang penuh akan akan mengurangi napsu makan dan pemasukan makanan. d. Dorong aktivitas fisik sebanyak mungkin. R/: dapat meningkatkan napsu makan dan perasaan sehat. e. Berikan fase istirahat sebelum makan. Hindari prosedur yang melelahkan saat mendekati waktu makan. R/: mengurangi rasa lelah; meningkatkan ketersediaan energi untuk aktivitas makan. f. Dorong pasien untuk duduk pada waktu makan. R/: mempermudah proses menelan dan mengurangi resiko aspirasi. g. Catat pemasukan kalori R/: mengidentifikasi kebutuhan terhadap suplemen atau alternative metode pemberian makanan. h. Kolaborasi Konsultasikan dengan tim pendukung ahli diet/gizi. R/: Menyediakan diet berdasarkan kebutuhan individu dengan rute yang tepat.

HEREDITER

Anjurkan pasien untuk menghindari krim kulit apapun, salep, dan bedak kecuali di izinkan dokter. Rasional : Dapat meningkatkan iritasi/ reaksi secara nyata. 5) Tinjau protokol perawatan kulit untuk pasien yang mendapat terapi radiasi. Rasional ; Dilakukan untuk meinimalkan trauma pada area terapi radiasi. 6) Hindari menggaruk atau menggunakan sabun, losion, atau deodoran pada area; hindari memberikan panas atau mengusahakan mencuci tanda/ tato yang ada di kulit sebagai identifikasi area iradiasi. Rasional : Dapat menimbulkan atau bahkan mempengaruhi pemberian radiasi

Peningkatan suhu tubuh b.d proses infeksi salmonella thypi. Tujuan : Suhu tubuh normal Intervensi :

Observasi suhu tubuh klien Rasional : mengetahui perubahan suhu tubuh. Beri kompres dengan air hangat (air biasa) pada daerah axila, lipat paha, temporal bila terjadi panas Rasional : melancarkan aliran darah dalam pembuluh darah. Anjurkan keluarga untuk memakaikan pakaian yang dapat menyerap keringat seperti katun Rasional : menjaga kebersihan badan Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat anti piretik Rasional : menurunkan panas dengan oba

Kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya berhubungan dengan kurang informasi Tujuan : Pengetahuan keluarga meningkat Intervensi :

Kaji sejauh mana tingkat pengetahuan pasien tentang penyakitnya Rasional : mengetahui apa yang diketahui pasien tentang penyakitnya.

Beri pendidikan kesehatan tentang penyakit dan perawatan pasien Rasional : supaya pasien tahu tata laksana penyakit, perawatan dan pencegahan penyakit typhoid. Beri kesempatan pasien dan keluaga pasien untuk bertanya bila ada yang belum dimengerti Rasional : mengetahui sejauh mana pengetahuan pasien dan keluarga pasien setelah di beri penjelasan tantang penyakitnya.

Beri reinforcement positif jika klien menjawab dengan tepat Rasional : memberikan rasa percaya diri pasien dalam kesembuhan sakitnya.