Anda di halaman 1dari 7

LABIOSCHISIS

1. DEFINISI Labioschisis adalah kondisi dimana terdapat celah pada bibir atas diantara mulut dan hidung.

2. ETIOLOGI o Genetik o Lingkungan: o Insufisiensi zat untuk tumbuh kembang organ selama masa embrional (gangguan sirkulasi fetomaternal) dan adanya defisiensi asam folat, vit C dan Zn o Teratogen berupa obat-obatan, kontrasepsi hormonal dan jamu o Infeksi seperti toxoplasma dan klamidia o Nutrien serta metaolisme kolesterol o Gabungan genetic dan lingkungan

3. EMBRIOLOGI Pembentukkan bibir atas melalui rangkaian proses sebagaimana berikut : Sisi lateral bibir atas, dibentuk oleh prominensi maksila kiri dan kanan. Sisi medial (philtrum) dibentuk oleh fusi premaksila dengan prominensi nasal Ketiga prominensi ini kemudian mengalami kontak membentuk seluruh bibir atas yang utuh

4. KLASIFIKASI o Berdasarkan lengkap atau tidaknya celah yang terbentuk: o Complete

o Incomplete

o Berdasarkan lokasi atau jumlah kelainan: o Bilateral o Unilateral

5. MANIFESTASI KLINIS - Terdapat masalah intake o Asanya labioschzisis menyebabkan kesulitan bagi bayi untuk menghisap ASI. Keadaan tambahan yang ditemukan adalah refleks hisap dan menelan pada bayi dengan labioschisis lebih buruk daripada bayi normal dan bayi menghisap lebih banyak udara pada saat menyusui. 6. PENATALAKSANAAN o Memegang bayi dengan posisi tegak lurus dapat membantu proses menyusu bayi o Bayi dapat menggunakan dot khusus yang dapat mengeluarkan cairan di dalamnya dengan tenaga hisapan yang kecil

UMUR 0-1 minggu

TINDAKAN Tidur telentang, kepala miring pemberian nutrisi dengan

1-2 minggu

Pasang obturator untuk menutup celah pada palatum, agar dapat menghisap susu, atau dengan sendok posisi duduk atau memakai dot lubang ke arah bawah untuk mencegah aspirasi Labioplasty, dengan menggunakan rules of ten: Umur 10 minggu, berat 10 pons, Hb >10 gr/dl, Leu < 10.000

10 minggu

1,5-2 tahun 2-4 tahun 4-6 tahun

Palatoplasty karena bayi mulai bicara Speech therapy Velopharyngoplasty, untuk mengembalikan fungsi katup yang dibentuk m.tensor veli palatini & m.levator veli palatini, untuk bicara konsonan, latihan dengan cara meniup

6-8 tahun 8-9 tahun

Orthodonsi (pengaturan lengkung gigi) Alveolar bone grafting. Dari tulang crista iliaca,

9-17 tahun 17-18 tahun

Orthodonsi ulang Cek simetrisasi mandibula dan maksilla

Syarat-syarat operasi: Tindakan pembedahan dapat dilakukan pada saat usia anak 3 bulan Berat badan >10 pounds (sekitar 4-5 kg) Hb lebih dari 10 gr% Leukosit <10.000 ul Usia lebih dari 10 minggu

Teknik operasi: Teknik Tennison Triangular o Menggunakan flap triangular dari sisi lateral, dimasukkan ke sudut di sisi medial dari celah tepat di atas batas vermillion, menlintasi collum philtral sampai ke puncak cupid o Triangle ini menambah panjang di sisi terpendek dari bibir o Teknik ini menghasilkan bentuk bibir yang baik tetapi jaringan parut yang terbentuk tidak terlihat alami

Before Cleft lip surgery according to Tennison-Randal

After Cleft lip surgery according to Tennison-Randall o Keuntungan: Menghasilkan bentuk bibir yang baik Relatif mudah dimana puncak cupid dibentuk dari posisi atas angulasi ke posisi datar Penambahan tissue di bagian medial membantu untuk memperlihatkan protrusi normal di bagian tersebut Parut zigzag membantu untuk menyembunyikan garis vermilion ke dasar nasal

o Kerugian: Jaringan parut yang terbentuk tidak terlihat alami Lekukan philtrum tidak terbentuk Mungkin membentuk bibir yang terlalu panjang Tidak memulihkan deformitas nasal seperti reparasi Millard Teknik Rotasi Millard o Dua flap berlawanan, dimana pada sisi medial dirotasi ke bawah dari kolimella untuk menurunkan titik puncak ke posisi normal dan sisi lateral dimasukkan ke arah garis tengah untuk menutupi defek pada dasar kolumela

Cutting design for the unilateral cleft lip surgery according to Millard

Final flap positioning after cutting for the unilateral cleft lip surgery according to Millard.

Before unilateral cleft lip surgery according to Millard

After unilateral cleft lip surgery according to Millard o Keuntungan: Memberi variasi sepanjang ahli bedah menjalankan operasi Jaringan parut yang lebih baik dibandingkan teknik Tennison Mempertahankan puncak cupid dan lelkukan philtral Metode ini sangat fleksibel dimana bisa dilakukan modifikasi yang terus-menerus Bibir atas lebih terbentuk dengan baiknya o Kerugian: Sulit untuk mendapatkan rotasi yang cukup dan lateral flap yang optimal Untuk mendapatkan flap yang sesuai, diambil vermillion lateral yang banyak, menyebabkan terlihatnya puncak cupid yang tidak simetris

Anda mungkin juga menyukai