Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

Pada Lansia, dekompensasi cordis atau gagal jantung ini adalah keadaan yang biasanya disebabkan oleh karena terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung. Penyakit jantung pada lansia mempunyai penyebab yang multifaktorial yang saling tumpang tindih. Untuk itu kita harus terlebih dahulu memahami mengenai konsep Faktor Resiko dan Penyakit Degeneratif. Inilah yang menyebabkan pembahasan mengenai penyakit jantung pada lansia dapat berkembang sangat luas, yaitu karena adanya keterkaitan yang sangat erat antara penyakit yang satu dengan penyakit yang lain. erdasarkan data yang didapat dari penelitian di U!" pada tahun #$$%, penyakit jantung yang sering ditemukan adalah Penyakit &antung 'oroner %(), Infark *iokard "kut +), 'elainan 'atup ,), -agal jantung #), Penyakit &antung .ipertensif dan .ipertensi %). -agal jantung adalah merupakan suatu sindrom, bukan diagnosa penyakit. !indrom gagal jantung kongestif /0hronic .eart Failure1 0.F2 juga mempunyai pre3alensi yang cukup tinggi pada lansia dengan prognosis yang buruk. Pre3alensi 0.F adalah tergantung umur atau age4dependent. *enurut penelitian, gagal jantung jarang pada usia di ba5ah ,6 tahun, tapi menanjak tajam pada usia 76 8 +, tahun. Dengan semakin meningkatnya angka harapan hidup, akan didapati pre3alensi dari 0.F yang meningkat juga. .al ini dikarenakan semakin banyaknya lansia yang mempunyai hipertensi akan mungkin akan berakhir dengan 0.F. !elain itu semakin membaiknya angka keselamatan /sur3i3al2 post4infark pada usia pertengahan, menyebabkan meningkatnya jumlah lansia dengan resiko mengalami 0.F.

BAB II LAPORAN KASUS


Sesi 1 !audara seorang dokter sedang bertugas malam di U-D, datang 9n. "hmad :6 tahun dengan keluhan terbangun dari tidur karena sesak nafas. !esak nafas saat akti3itas terbatas karena cepat capai, sering batuk kadang4kadang keluar dahak ber5arna kemerahan. !esak berkurang saat istirahat, tidur selalu dengan beberapa bantal. 9n. "hmad masih merokok. Pada anamnesis selanjutnya, % tahun yang lalu pernah dira5at karena nyeri dada, dokter menjelaskan karena serangan jantung. *erasa sembuh tak kontrol ke dokter. Pada pemeriksaan fisik didapatkan hal sebagai berikut ; 'eadaan umum 9ekanan darah .eart Rate /.R2 =adi Respiration Rate /RR2 ; sesak nafas, posisi duduk ; %%$17$ mm.g ; ++<1menit ; ++<1menit, teratur ; #,<1menit

&ugular >ena Pressure /&>P2 ; 6?( cm, ".carotis tidak didapati bruit atau thrill !truma ; /42 0or ; Ictus cordis >I # jari lateral dari garis mid

kla3ikularis ,aktifitas 3entrikel kiri / ape<2 meningkat, !% !# reguler, !( gallop /?2, bising pansistolik grade III1: punctum ma<imum di ape< menjalar ke a<illa. Pulmo ; ronki basah pada kedua paru "bdomen ; tidak ada hepatomegali maupun ascites

juga edema pretibial

Sesi 2 .asil laboratorium klinik .emoglobin /.b2 Lekosit Ureum 'reatinin -ula darah se5aktu .DL LDL 'olesterol total 9rigliserida ; %( g1dl ; :$$$ 1dl ; ($ mg1dl ; %,# mg1dl ; %$$ mg1dl ; 6$ mg1dl ; %6$ mg1dl ; #($ mg1dl ; %6$ mg1dl

Foto 9orak

@kokardiogram

@lektrokardiografi

BAB III PEMBAHASAN

IDENTITAS PASIEN =ama Usia ; 9n. .adi ; ,# tahun

&enis kelamin ; laki4laki "lamat Pekerjaan ;4 ;4

KELUHAN UTAMA 9erbangun dari tidur karena sesak nafas

KELUHAN TAMBAHAN !esak nafas saat akti3itas fisik sehari hari "kti3itas terbatas karena cepat capai !ering batuk terkadang keluar dahak ber5arna kemerahan !esak berkurang saat istirahat 9idur dengan beberapa bantal

HASIL ANAMNSESIS

Ri5ayat Penyakit !ekarang !esak saat akti3itas dirasakan beberapa hari sebelumnya Ri5ayat Penyakit Dahulu % tahun yang lalu pernah dira5at karena nyeri dada Didiagnosis serangan jantung *erasa sembuh tak control ke dokter Ri5ayat 'ebiasaan Pasien masih merokok

MASALAH & HIPOTESIS *asalah %. Dyspnea 'eterangan 9erjadi sesak nafas pada pasien. Pada umumnya sesak nafas karena dapat disebabkan paru, kelainan, .ipotesis "sma @mfisema 9 0 9rauma 9hora< -agal jantung "sidosis Pneumonia @fusi Pleura

jantung, maupun metabolic. 'elainan paru bisa berupa kelainan kelainan ataupun otot pernapasan, paru, pada parenkim kelainan

kelainan pada rongga thora<, saluran paru paru itu sendiri. #. Paro<ysmal =octurnal Dikatakan P=D atas alasan Dyspnea /P=D2 keterangan terbangun bah5a karena pasien sesak

-agal jantung kiri

nafas. P=D merupakan salah satu tanda dari gagal jantung karena terjadinya bendungan (. Dyspnea on @ffort pada paru4paru. Dikatakan dyspnea on @ffort berdasarkan keterangan -agal &antung kiri "sma ronkial

bah5a

pasien

merasakan

sesak nafas saat berakti3itas. !esak nafas saat berakti3itas bisa disebabkan karena datangnya serangan asma, tetapi gagal jantung juga bisa menimbulkan keadaan ,. Arthopnea sesak nafas saat berakti3itas. Pasien mengatakan bah5a ia tidur bantal. dengan *ungkin hal beberapa pasien tersebut -agal &antung kiri

melakukan

karena sesak yang ia rasakan se5aktu tidur. 'eadaan ini merupakan 6. atuk akibat dari -agal jantung kiri 9 0 kelainan pada jantung. berdahak Dikatakan bah5a pasien mempunyai keluhan batuk4 batuk ber5arna kemerahan. Pada tbc bisa batuk timbul berdahak kemerahan. keadaan ber5arna

ber5arna kemerahan

=amun pada gagal jantung juga bsia ditemukan keadaan ini karena meningkatnya kapiler pada Pasien mengalami *0I sudah tekanan :. Ri5ayat "ngina

al3eolus !ebelumnya pasien sudah berobat karena mengalami angina. dikontrol merasa =amun kembali sudah tidak karena sembuh. pada

'emungkinan sudah terjadi myocardial infark

pasien

karena

tidak masalah terjadinya

terkontrolnya mendasari

angina ini. .al ini bisa keluhan keluhan yang ada 7. Perokok sekarang. Pasien masih mempunyai kebaisaan merokok. .al ini menjadi faktor resiko etrjadinya keluhan keluhan pasien. Ditambah lagi pasien tidak mengontrol keadaan anginanya memperburuk sekarang ANAMNSESIS TAMBAHAN Perlu dilakukan anamnesis tambahan untuk menunjang diagnosis ataupun melengkapi informasi yang sudah ada, anamnesisnya antara lain ; "pakah keluhan diatas diikuti dengan nyeri dadaB "pakah sekarang merasakan nyeri dadaB "dakah keluhan keluhan lain yang menyertaiB "pakah sebelum ini sudah berobat untuk mengatasi keluhan tersebutB "pakah di rumah ada yang mempunyai keluhan batuk batuk lama disertai dengan batuk berdarahB "kti3itas seperti apa yang menimbulkan sesak nafasB "pakah berjalan biasa atau naik tanggaB agaimana konsistensi dari sputumB sehingga keadaan Faktor Resiko

"pakah ada gangguan pada akti3itas sehari4hari akibat keluhan keluhan diatasB "pakah mempunyai ri5ayat asmaB

"dakah ri5ayat hipertensi, kolesterol tinggi, ataupun diabetes melitusB !tatus pekerjaan pasienB !tatus pernikahan pasienB !udah berapa lama merokokB.

PEMERIKSAAN FISIK !tatus -eneralis Pemeriksaan 'eadaan umum 9ekanan Darah .eart rate Frekuensi nadi Frekuensi napas !uhu !tatus Lokalis 'epala Pemeriksaan *ata 9elinga .idung *ulut 9enggorokan Leher &>P "rteri carotis 9hora< Paru &antung Hasil 4 4 4 4 4 !truma /42 6?( cm atau thrill Ronki basah In!er"re!asi 4 4 4 4 4 =ormal =ormal Hasil Nilai Ru ukan In!er"re!asi !esak nafas, posisi 9idak tampak sakit "bnormal duduk %%$17$ mm.g ++<1menit ++ <1menit, teratur #, <1menit 4 C%#$1C+$ mm.g :$4%$$ <1menit :$4%$$ <1menit %: 4 #$ <1menit (:,6D0 8 (7,#D0 =ormal =ormal =ormal 9akipnoe 4

9idak didapati bruit =ormal pada "bnormal

kedua paru Ictus cordis >I # jari "bnormal lateral akti3itas dari garis midkla3ikularis, 3entrikel =ormal kiri meningkat !%!# reguler

!( gallop /?2 ising ma<imum "bdomen

Fisiologis pasien lansia

pada

pansistolik "bnormal di ape<

grade III1: punctum menjalar ke a<illa 9idak ada =ormal hepatomegali maupun ascites juga @kstremitas atas dan 4 ba5ah 'ulit Interpretasi; Pada pasien didapatkan peningkatan frekuensi napas, hal ini dapat terjadi karena pada hasil anamnesis pasien mengalami orthopnoe dimana pasien merasa kesulitan napas saat berbaring, hal ini dapat terjadi pada gagal jantung dimana terdapat peningkatan 3enous return ketika berbaring sedangkan pada 3entrikel kiri mengalami ketidakmampuan dalam menerima 3enous return sehingga terjadi dilatasi dan tekanan arteri pulmonalis meningkat kemudian terjadi perpindahan cairan dari ekstra3askuler ke insterstisial, terjadi resistensi jalan napas dan timbulah sesak yang dimanifestasikan dalam pemeriksaan frekuensi napas #,<1menit. Pada pemeriksaan auskultasi paru didapatkan adanya ronkhi basah, hal ini menunjukkan adanya suatu cairan di jaringan al3eoli paru, pada gagal jantung dapat disebabkan adanya perpindahan cairan dari kapiler ke jaringan al3eoli paru pada hipertensi pulmonal. "pabila transudasi terjadi ke dalam rongga interstisial, maka suara ronkhi basah tidak terdengar. Pada pemeriksaan auskultasi jantung didapatkan Ictus cordis >I # jari lateral dari garis midkla3ikularis. Lokasi normal ictus cordial adalah berada di %4# cm sebelah medial garis midcla3icularis kiri di sela iga >. pada pemeriksaan terdapat pergeseran ke lateral dan di sela iga >I, hal ini menunjukkan adanya hipertofi 3entrikel kiri pada pasien. 'emudian didapatkan juga adanya suara !( gallop /?2 bunyi !( terdengar setelah !# dengan nada yang lebih rendah . pada orang tua !( gallop dapat terjadi karena adanya kelainan miokard misalnya hipertrofi 3entrikel dan aliran darah yang menabrak dinding 3entrikel akan menimbulkan suara seperti derap kuda /gallop2. 4 edema pretibial 4 4 4 4

ising pansistolik /holosistolik2 merupakan bising yang terjadi selama fase sistol berlangsung. ising terjadi akibat aliran turbulen darah melalui jalan yang sempit. ising pansistolik dapat muncul pada beberapa kelainan jantung, misalnya insufisiensi 1 regurgitasi mitral atau pun pada ventricle septal defect />!D2. Pada regurgitasi mitral, bising pansistolik terjadi akibat katup mitral tidak menutup sempurna saat fase sistol sehingga terjadi aliran balik ke atrium sinistrum sehingga darah yang mele5ati bagian katup tersebut mengasilkan bising. dalam; -rade % -rade # -rade ( -rade , -rade 6 -rade : >ery faint Euiet but ising pada penyakit ini terdengar di apeks menjalar ke aksila. Pada pasien terdapat bising pansistolik derajat III1: yang berarti moderately loud. Derajat bising pansistolik terbagi

heard

immediately *oderately loud Loud .eard 5ith stethoscope partly off the chest =o stethoscope needed

Pemeriksaan arteri carotis, arteri carotis mencerminkan fungsi jantung dengan lebih baik dibandingkan arteri perifer karena posisinya dekat dengan jantung dan oleh karena itu tekanannya berhubungan dengan aorta. "rteri carotis menyuplai darah yang kaya oksigen ke kepala dan leher. "pabila terdapat penyempitan pada arteri karotis maka pada pemeriksaan arteri karotis akan terdengar suara bising /bruit2 karena adanya turbulensi aliran darah yang mele5ati celah yang sempit, hal ini menunjukkan adanya penyempitan pada katup aorta. PEMERIKSAAN PENUN#AN$ .asil Laboratorium #enis Pemeriksaan .emoglobin Lekosit Ureum 'reatinin -ula darah se5aktu HDL Hasil %( g1dl :$$$1dl ($ mg1dl %,# mg1dl %$$ mg1dl &' m()*l Nilai N%rmal %(4%: g1dl 6$$$4%$$$$1dl %64,$ mg1dl $,64%,6 mg1dl C#$$ mg1dl +&& m()*l In!er"res!asi Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Dalam batas normal Se*iki! menurun *ari nilai n%rmal

LDL ./%les!r%l !%!al Tri(l1seri*a

1&' m()*l 20' m()*l 1&' m()*l

,1&' m()*l ,2'' m()*l ,1&' m()*l

Dalam -a!as a!as nilai n%rmal Menin(ka! *i a!as nilai n%rmal Dalam -a!as a!as

nilai n%rmal Dari hasil laboratorium dapat disimpulkan terjadi peningkatan nilai kolestrol total, serta penurunan dari .DL. !elain itu nilai LDL dan 9rigliserid dalam batas atas nilai normal, kemungkinan pasien ini kurang memperhatikan konsumsi makanannya yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya penyakit kardio3askular. .asil Pemeriksaan @lektrokardiografi /@'-2 a2 Penilaian ra!e)3rekuensi an!un( Frekuensi jantung yang normal adalah ; :$4%$$ <1menit Pada pasien ini frekuensi jantung dapat dihitung yaitu; 4 4 4 4 .itung jarak antara R ke R didapatkan hasil %+ kotak kecil 9iap % kotak kecil dikalikan $,$, detik maka %+ < $,$, detik F $,$7# detik Frekuensi dihitung permenit maka :$ ; $,$7# F +( <1menit Frekuensi jantung pasien ini masih dalam batas normal

-2 Penilaian Irama an!un( Irama jantung yang normal adalah irama yang ditentukan oleh simpul !" dan disebut irama sinus /regular sinus rhythm2 yang mempunyai cirri4ciri @'- sebagai berikut; 4 4 4 4 Frekuensi antara :$4%$$ <1menit 9eratur -elombang P negati3e di a >R dan positif di II 9iap gelombang P diikuti oleh komplek ER!49

Pada pasien ini irama jantungnya masih dalam batas normal atau irama sinus karena sesuai dengan criteria diatas.

42 Penilaian A5is 6sum-u7 an!un( Penilaian a<is jantung menggunakan sandapan I dan III dengan gelombang R dan ! 4 4 Pada sandapan I didapatkan nilai RF%6 , !F$ maka /%62 ? /$2 F %6 Pada sandapan III didapatkan nilai RF#, !F /4G2 maka /#2 ? /4G2 F 47

d. 'edua nilai tersebut di masukan ke sumbu 3ector ER! dan didapatkan nilai 47$D yang menunjukan adanya *e8iasi aksis kiri menandakan perubahan pergeseran akibat kardiomegali. /:2 e. Tan*a9!an*a in3ark)iskemik 4 Pada gambaran @'- didapatkan adanya gelombang E! pada >% sampai >: yang menandakan kemungkinan telah terjadi infark sebelumnya, dan berdasarkan anamnesis diketahui bah5a pasien pernah mengalami serangan jantung jadi kemungkinan gelombang E! itu adalah old *0I sebelumnya, adanya pada >%4>: menandakan bah5a in3ark yang terjadi sebelumnya terletak pada *in*in( an!eri%r 1an( luas.

.asil Pemeriksaan Rontgen 9hora< 4 Pada foto thora< didapatkan nilai 09R H 6$) yang menunjukan telah terjadi .ar*i%me(ali 4 "danya gambaran seperti boot shape /seperti sepatu2 yang kemungkinan adalah penonjolan aneurysma pada dinding 3entrikel kiri 4 4 9idak adanya corakan bronko3askular !udut costofrenicus terlihat tajam yang menunjukan tidak terdapat efusi pleura.

.asil Pemeriksaan @chocardiogram @chocardiogram lebih spesifik dan sensiti3e dalam menilai adanya hipertrofi ataupun dilatasi /menilai anatomi2 3entrikel dibandingkan dengan menggunakan @'-. Pada pemeriksaan echocardiogram pasien ini didapatkan hasil yaitu;

4 4

9erjadi penipisan septum pada 3entrikel kiri 9erjadi dilatasi pada ruang 3entrikel kiri

Dari pemeriksaan penunjang yang telah dilakukan dapat disimpulkan bah5a pasien ini sebelumnya telah mengalami myocardiac infrak pada dinding anterior yang luas, dan saat ini dapat dikatakan telah terjadi dilatasi pada 3entrikel kiri serta terdapat penipisan pada septum 3entrikel kiri. /62

PEMERIKSAAN PSIKO$ERIATRIK Pemeriksaan psikogeriatrik dapat dilakukan jika pasien dalam keadaan tenang, pada pasien ini belum dapat dilakukan saat ini karena pada pasien yang mengalami gangguan jantung sering mengalami kecemasan dan ketakutan akan kematian. Penilaian 'ognitif 4 Daya ingat Dapat diperiksa dengan menguji daya ingat jangka pendek dan jangka panjang dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti menenyakan akti3itas sebelumnya untuk memeriksa kemampuan daya ingat jangka pendek, atau menanyakan kelahirannya untuk mementukan kemampuan daya ingat jangka panjang. 4 Perhatian1'onsentrasi Dapat dilakukan dengan se3en serial test yaitu dengan pengurangan 7 dari angka %$$. 4 ahasa Dapat menilai kemampuan berbicara dari pasien , apakah telah terjadi gangguan atau tidak. 4 Arientasi Untuk mementukan apakah telah terjadi gangguan orientasi pada pasien baik orientasi personality, 5aktu ataupun tempat.

Fungsi @kseuti *enilai kemampuan pasien dalam merencanakan, organisasi serta pikiran abstrak pada pasien apakah telah terjadi gangguan atau tidak.

Functional "ssessment 4 "DL / acti3ities of dialing li3ing2 untuk menilai akti3itas sehari4hari pasien seperti mengontrol buang air besar dan kecil, membersihkan diri, penggunaan toilet, makan, mobilisasi, berpakaian, naik turun tangga dan makan. 4 I"DL / instrumental acti3ities of daily li3ing2 untuk penilaian aktifitas sehari4hari yang lebih komplek seperti menggunakan telpon, berbelanja, menyiapkan makan, mengurus rumah, tanggung ja5ab dalam pengobatan serta mengatur keuangan.

Pemeriksaan Psikometri 4 **!@ /mini mental state e<amination2 Untuk menilai orientasi, registrasi yang merupakan bagian dari memori, atensi dan kalkulasi, recall, bahasa dan 3isuospasial. 4 -D! untuk menilai derajat depresi pada pasien, karena pada lansia sering kali didapatkan depresi yang akan memperberat penyakitnya. Pemeriksaan psikogeriatri dan psikometri dilakukan untuk mengetahui telah terjadinya gangguan fungsi kognitif, beha3ior, social , gangguan akti3itas pada pasien lansia karena pada lansia didapatkan penyakit yang multifaktorial yang dapat mengganggu fungsi4fungsi tersebut. /%,#2

DIA$NOSIS Diagnosis "natomi ; 4 "neurisma 3entrikel kiri /Left ventricular aneurysma2 didapatkan dari gambaran foto thora< yang menunjukkan adanya bulging pada dinding 3entrikel

Dilatasi 3entrikel kiri didapatkan dari hasil echo yang menujukkan adanya pelebaran

!eptum atrofi adanya penipisan pada septum 3entrikel pada hasil pemeriksaan echo

Infark anterior yang luas /anterior4ekstensif2 didapatkan dari hasil @'- yang menunjukkan adanya tanda infark yaitu ele3asi segmen !9 pada lead I, >%, >#, >,

*itral regurgitasi

Diagnosis 'linis ; 4 -agal jantung kiri sesuai dengan keluhan yang ada pasien ini yaitu P=D /Paroxysmal Nocturnal Dyspnoe2, Arthopnea, Dyspnoe on effort /DA@2, serta frothy sputum. Didukung pula dengan hasil pemeriksaan fisik yaitu adanya pergeseran ictus cordis ke kiri dan keba5ah yang menandakan adanya pembesaran 3entrikel kiri, serta peningkatan akti3itas 3entrikel kiri. 4 Dislipidemia didapatkan dari hasil pemeriksaan penunjang yaitu terjadi peningkatan profil lipidnya 4 *0I /Myocard Infarction2

Diagnosis Fungsional ; 4 =I." 'elas I> ; penderita dengan kelainan jantung dengan akibat tidak mampu melakukan akti3itas fisik apapun. 'eluhan timbul meskipun dalam keadaan istirahat.

pasien ini datang dengan keluhan P=D yang menandakan bah5a serangan dapat terjadi saat sedang istirahat.

PATOFISIOL$I
Fak!%r resik% : HDL , K%les!r%l & LDL + $eria!ri4 6;& !a/un7 'atup tidak bisa menutup sempurna /insufisiensi2

"terosklerosis ? "rteriosklerosis

Penyempitan lumen pembuluh darah >askularisasi ke miokard CC Ak!i8i!as : Demand A# H !upply A# C M1%4ar*ial In3ar4!i%n 6M.I7

0ircumference katup jantung H

Dyspnoe on Effort (DOE)

Fase sis!%lik : darah mengalami regurgitasi ke atrium kiri

Fraksi ejeksiC !troke 3olume C @nd Diastolic >olume L> C

Volume overload di atrium kiri

Backward failure tekanan >.pulmonalis H

DE.OMPENSATIO .ORDIS SINISTRA

P%sisi !i*ur ; darah @lastisitas paru C cenderung berkumpul 0a3um thora< kaku di daerah thora<, >olume residu H rongga thora< terdesak isi abdomen

'ongesti sampai ke kapiler al3eoli Par%51smal N%4!urnal D1s"n%e 6PND7

PENATALAKSANAAN

Pada pasien ini di anjurkan untuk di ra5at inap dan bedrest dengan posisi duduk. Dilakukan agar mengurangi kerja jantung, rangsang simpatis, sehingga menurunkan denyut jantung. .al ini juga meyebabkan naiknya diastolik filling time. Posisi duduk di sarankan agar pasien tidak merasa sesak dan juga menurunkan 3enous return dan mengakibatkan cardiac output 3entrikel kiri ikut menurun dan mengurangi bendungan di paru.

=on *edikamentosa

Di anjurkan untuk stop merokok

Rajin melakukan olah raga ringan seperti berenang dll

*erubah life style dengan cara mengubah pola makan yang rendah kolesterol dan rendah garam

Pemberian oksigen , liter nasal kanul. Untuk memperbaiki suplai oksigen, sehingga aliran darah koroner meningkat.

*edikmentosa

!im3astatin

Diberikan untuk menurun kan kadar kolesterol total dan LDL pada penderita hiperlipidemia.

Digitalis

Digoksin yang di kenal juga sebagai digitalis. Digoksin meningkatkan kekuatan kontraksi jantung /inotropic positif2 dan cenderung memperlambat detak jantung. Abat ini juga mengurangi aliran dari atrium kiri ke 3entrikel kiri. Digoksin membantu meredakan gejala setelah 3asodilator dan diuretic diberikan. Digoksin dapat diberikan pada pasien yang menderita atrial fibrillation. Pada pasien ini diberikan ,4: tablet kemudian % tablet pada inter3al tertentu samoai kompensasi tercapai.

"ntikoagulan

Jarfarin untuk mencegah terjadinya embolisme yang bisa menyebabkan stroke. Dengan dosis a5al %$4%6 mg satu kali per hari. Dan untuk dosis pemeliharaannya 64 7,6 mg satu kali perhari.

I!D=

Pemberian I!D= dosisnya sebesar 6 mg sublingual dilanjutkan dengan I!D= I> di titrasi naik sesuai klinis digunakan sebagai 3asodilator. Dapat menurunkan 3enous

return, menurunkan 3olume o3erload, dan menurunkan oksigen demand, sehungga mengurangi dispnea dan orthopnea

Furosemide

Furosemide diberikan sebesar :$ mg. furosemide merupakan loop diuretic untuk menghilangkan gejala kongestif paru, mencegah atau mengurangi gejala retensi cairan. Abat ini mempunyai efek 3asodilatasi selain efek diuretic. Diuretic mencegah pengumpulan cairan dari dalam tubuh misalnya paru, sehingga lebih mudah bernafas. Indikasi penggunaan furosemide yaitu untuk pasien yang mengalami oedem paru, gagal jantung kiri, gagal jantung yang berat, hipertensi, hiperkalsemi, dll.

Untuk pengobatan selanjutnya diberikan "0@ inhibitor

Untuk sebagai pengontrol, apabila pada pasien ini ditemukan ada ri5ayat hipertensi.
/62

PRO$NOSIS

"d >itam

; dubia ad malam

"d Fungsionam

; dubia ad malam

"d !anationam

; dubia ad malam

Prognosis pasien ini secara keseluruhan dubia ad malam karena pasien mengalami miokardia infark sebelumnya dengan infark anterior yang luas dan telah mengalami dilatasi. !elain itu pasien mempunyai faktor resiko yaitu umur,gender,perokok dan hiperkolesterolemia.

BAB I< TIN#AUAN PUSTAKA

-agal jantung adalah keadaan /kelainan2 patofisiologi berupa sindroma klinik, diakibatkan oleh ketidakmampuan jantung untuk memenuhi cardiac output10A yang cukup untuk melayani kebutuhan jaringan tubuh akan A# dan nutrisi lain meskipun tekanan pengisian /filling pressure atau 3olume diastolic2 telah meningkat.

Dalam keadaan normal jantung dapat memenuhi 0A yang cukup setiap 5aktu, pada gagal jantung dengan keluhan baru timbul pada beban fisik yang meningkat, pada gagal jantung berat keluhan sudah timbul pada keadaan istirahat.

&antung mengalami kegagalan /dekompensatio2 apabila berbagai mekanisme kompensasi sudah berlebihan /yaitu retensi garam dan air, meningkatnya resistensi perifer, hipertrofi miokard, dilatasi 3entrikel, meningkatnya tekanan atria, meningkatnya kekuatan kontraksi2 tetapi jantung tidak dapat mempertahankan fungsinya dengan cukup.

-agal jantung merupakan akhir dari suatu continuum, proses yang berkesinambungan dimulai dari terdapatnya penyakit jantung tanpa kelainan hemodinamik, kemudian berlanjut dengan fase preklinik dimana sudah didapati kelainan hemodinamik tetapi belum ada keluhan dan berlanjut dengan fase klinis dimana sudah didapati keluhan dan tanda4tanda gagal jantung /symptom dan sign2.

-agal &antung 'iri

"pabila yang sakit 3entrikel kiri manifestasi klinis ialah !> dan 0A menurun dengan akibat perfusi berkurang dan terjadi akumulasi cairan yang berlebihan pada 3ena pulmonalis. 0ontoh hipertensi sistemik, infark luas, kardiomiopati dilatasi dengan akibat terjadi keluhan DA@, P=D, orthopnea, hipotensi dan syok kardiogenik.

9anda 'linis /sign2 -agal &antung 'iri

Penderita mungkin =ampak letih akibat 0A rendah yang kronik. !esak napas1napas cepat mungkin akibat kongesif paru. Dapat terjadi pada penderita yang sudah dikenal dengan gagal jantung yang kemudian menjadi berat /*0I, Iskemia, penyakit jantung katup berat, hipertensi, rupture corda tendinea, takiaritmia dapat mendasari timbulnya udema paru akut tanpa diketahui gagal jantung sebelumnya2, orthopnea, rasa takut, gelisah, pucat dan berkeringat. 'ulit menjadi sianosis, dingin, lembab dan basah. Frekuensi napas ($4,$<1menit dapat dalam atau dangkal, otot bantu napas terpakai, retraksi daerah supracla3icular, dilatasi alae nasi, batuk, 5heeKing, sputum berbuih dan kemerahan akibat kapiler paru pecah. =adi cepat apabila lambat harus dicurigai block jantung./72

@tiologi

%. !etiap penyakit yang mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah dapat menyebabkan gagal jantung. mempengaruhi eberapa penyakit dapat mengenai otot jantung dan untuk berkontraksi dan memompa darah. kemampuannya

#. Penyebab paling sering adalah penyakit arteri koroner, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke otot jantung dan bisa menyebabkan suatu serangan jantung. (.'erusakan lainnya2. otot jantung, bisa disebabkan oleh ; a. *iokarditis /infeksi otot jantung karena bakteri, 3irus atau mikroorganisme

b. Diabetes.

c. 'elenjar tiroid yang terlalu aktif.

d. 'egemukan /obesitas2.

!elama peningkatan beban kerja akan menghasilkan perubahan pada jantung itu sendiri;

*engurangi kontraktilitas, atau kekuatan kontraksi, karena o3erloading 3entrikel. Dalam kesehatan, meningkatkan pengisian hasil kontraktilitas 3entrikel meningkat /oleh hukum Frank4!tarling tentang jantung2 dan dengan demikian peningkatan cardiac output. Pada gagal jantung mekanisme ini gagal, karena 3entrikel yang sarat dengan darah ke titik di mana kontraksi otot jantung menjadi kurang efisien. .al ini disebabkan penurunan kemampuan untuk cross4link filamen aktin dan myosin di lebih4meregang otot jantung.

!ebuah mengurangi 3olume stroke, sebagai hasil dari kegagalan sistol, diastol atau keduanya. >olume sistolik akhir Peningkatan biasanya disebabkan oleh kontraktilitas berkurang. Penurunan hasil akhir diastolik 3olume suara dari pengisian 3entrikel gangguan 4 seperti yang terjadi ketika kepatuhan jatuh 3entrikel /yaitu ketika dinding kaku2.

*engurangi kapasitas cadangan. !ebagai jantung bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan metabolisme normal, jumlah output jantung dapat meningkat saat permintaan oksigen meningkat /misalnya latihan2 dikurangi. .al ini memberikan kontribusi terhadap intoleransi latihan sering terlihat pada gagal jantung. Ini berarti untuk hilangnya cadangan jantung seseorang. 0adangan jantung mengacu pada kemampuan jantung untuk bekerja lebih keras selama latihan atau akti3itas berat. 'arena jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan metabolik normal, tidak mampu memenuhi tuntutan metabolisme tubuh selama latihan.

Peningkatan denyut jantung, dirangsang oleh peningkatan akti3itas simpatis untuk mempertahankan curah jantung. "5alnya, ini membantu mengimbangi gagal jantung dengan menjaga tekanan darah dan perfusi, tapi tempat lanjut ketegangan pada miokardium, meningkatkan perfusi koroner persyaratan, yang dapat menyebabkan memburuknya penyakit jantung iskemik. "kti3itas simpatis juga dapat menyebabkan aritmia fatal.

.ipertrofi /peningkatan dalam ukuran fisik2 dari miokardium, disebabkan oleh serat4 serat otot jantung tersembuhkan dibedakan meningkat dalam ukuran dalam upaya untuk meningkatkan kontraktilitas. .al ini dapat menyebabkan kekakuan meningkat dan penurunan kemampuan untuk rileks selama diastol.

Pembesaran 3entrikel, berkontribusi terhadap pembesaran dan bentuk bulat gagal jantung. Peningkatan 3olume 3entrikel juga menyebabkan penurunan stroke 3olume karena inefisiensi mekanik dan kontraktil.

BAB < KESIMPULAN

Ditinjau dari hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang /@'-, chest <4 ray, echocardiogram2 yang ada, dapat disimpulkan bah5a telah terjadi gagal jantung kiri pada pasien. -agal jantung kiri ini disebabkan oleh faktor resiko yang dimiliki pasien sebagai etiologinya yaitu proses degenerati3e yang terjadi dan dari pola hidupnya yang kurang menjaga kesehatan sehingga bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada pembuluh darahnya hingga jantungnya sendiri. Pada Lansia, dekompensasi cordis atau gagal jantung ini adalah keadaan yang biasanya disebabkan oleh karena terjadi penurunan kemampuan fungsi kontraktilitas yang berakibat pada penurunan fungsi pompa jantung.

DAFTAR PUSTAKA
1. 'ulick

D.

Congestive

Heart

Failure.

"3ailable

at

http;11555.medicinenet.com1congesti3eLheartLfailure1article.htm. last update ## july #$%$. "ccessed at %+th no3ember #$%$.


2. !5eierKe5ki

!&.

Congestive

Heart

Failure.

"3ailable

at

http;11555.cardiologychannel.com1chf1treatment.shtml. last update $, December #$$7. "ccessed at %+th no3ember #$%$.


3. -rossman !. Congestive Heart Failure and Pulmonary Edema : treatment and

medication. "3ailable at http;11emedicine.medscape.com1article1767GGG4treatment. last update %, january #$%$. "ccessed at %+th no3ember #$%$. ,. raun5ald @. Heart Failure in Harrison s Principles of Internal Medicine %6 th edition. raun5ald @, Fauci "!, 'asper DL, .auser !L, Longo DL, &ameson &L, eds. !an Francisco ; *c-ra5.illM #$$%. 6. !udoyo "J, !etiyohadi , "l5i I, !imadibrata *, !etiati ! editor. uku "jar Ilmu

Penyakit Dalam &ilid II. ,th @dition. &akarta;Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam F'UIM#$$: :. Jidjaja !. @'- Praktis. 9anggerang; inarupa "ksara.#$$G.p.(74,( 7. Palupi !. 'umpulan 'uliah 'ardiologi. &akarta; agian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas 'edokteran Uni3ersitas 9risakti. #$$7. p. ,$4,: