Anda di halaman 1dari 14

1

A. Judul Percobaan Identifikasi Senyawa Aktif Secara Kromatografi B. Tujuan Percobaan Setelah melakukan percobaan ini diharapkan akan dapat memahami beberapa aspek dasar dalam isolasi senyawa aktif bahan alam, baik dengan cara masserasi dan kromatografi. C. Tinjauan Pustaka Kromatografi merupakan salah satu jenis metode pemisahan berdasarkan perbedaan distribusi diferensial diantara dua fasa, yaitu fasa diam dan fasa gerak. Kromatografi bermanfaat untuk tujuan analisis kualitatif, kuantitatif, dan preparative !im "osen Kimia #ndip, $%1&'. !eknik kromatografi bermanfaat sebagai cara untuk menguraikan suatu campuran. "alam kromatografi, komponen(komponen terdistribusi dalam dua fasa. !ransfer massa antara fase bergerak dan fasa diam terjadi bila molekul( molekul campuran serap pada permukaan partikel(partikel atau terserap dalam pori(pori partikel atau terbagi ke dalam sejumlah cairan yang terikat pada permukaan atau di dalam pori. )aju perpindahan suatu molekul *at terlarut tertentu di dalam kolom atau lapisan tipis *at penyerap secara langsung berhubungan dengan bagian(bagian molekul tersebut di antara fase bergerak dan fase diam. +ika perbedaan penahanan secara selektif, maka masing(masing komponen akan bergerak sepanjang kolom dengan laju yang tergantung pada karakteristik masing(masing penyerapan. +ika pemisahan terjadi, masing(masing komponen keluar dari kolom pada interval waktu yang berbeda, mengingat bahwa proses keseluruhannya adalah fenomena migrasi secara diferensial yang dihasilkan oleh tenaga pendorong tidak selektif berupa aliran fase bergerak Khopkar, 1,,%'. "alam kromatografi lapis tipis maupun kertas sedikit bahan ditaruh pada daerah terbatas di dekat ujung selembar kertas saring atau lapis tipis dan suatu pelarut dibiarkan berdifusi dari ujung kertas atau lapis tipis oleh kerja kapiler.

-ada kondisi yang sesuai setelah beberapa waktu, campuran akan dijumpai telah berpindah dari daerah penotolan tadi dan telah terpisah seluruhnya atau sebagian menjadi komponen(komponennya sebagi *ona yang jelas. .ona(*ona dalm bentuk noda(noda atau pita(pita dapat ditentukan letaknya dengan penggunaan reagensia kimia yang sesuai kepada kertas itu atau oleh pendaran fluor ultra violet. "ifusi pelarut dan pemisahan yang dihasilkan menjadi noda(noda atau pita(pita kadang( kadang diberi istilah pengembangan kromatogram Svehla, 1,,%'. )empeng alumunium silika gel /0$12 3erck disiapkan dengan ukuran panjang 1% cm dan lebar & cm. 4kstrak kental yang telah dilarutkan dengan alkohol ,15 ditotolkan pada lempeng tepi bawah dan diangin(anginkan beberapa saat. )empeng dimasukkan ke dalam chamber yang berisi eluen yaitu campuran homogen lapisan bawah pelarut antara kloroform 6 metanol 6 a7uades 1&686$'. )empeng dibiarkan terelusi hingga eluen merambat sampai pada tanda garis tepi atas lempeng kemudian dikeluarkan dan dikeringkan di udara. -engamatan noda menggunakan lampu #9 $12 dan &:: nm. )empeng juga disemprotkan dengan pereaksi ); dan dipanaskan pada suhu 11%< selama 1% menit untuk memperjelas warna noda yang terbentuk. -roses K)! analitik dilakukan secara berulang hingga memperoleh hasil yang tepat. Setelah hasil dengan K)! analitik disimpulkan positif maka dilanjutkan dengan K)! preparatif Suharto, $%11'. -elarut pengembang yang digunakan pada K)! untuk alkaloid adalah etil asetat 6 metanol 6 air 1%%61:,161&,1'. Setelah plat disemprot dengan pereaksi "ragendorff akan menunjukkan bercak coklat jingga berlatar belakang kuning . !imbulnya noda dengan =f %,, berwarna kuning muda pada pengamatan dengan sinar tampak, berwarna kuning pada #9 $12 nm dan berwarna hijau muda pada #9 &:: nm menegaskan adanya kandungan alkaloid pada ekstrak etanol labu siam. Salah satu pelarut pengembang yang biasa digunakan untuk uji K)! saponin adalah heksana6 aseton 261'. Setelah penyemprotan dengan Sb<l& dalam asam asetat, saponin terdeteksi sebagai noda berwarna merah jambu sampai ungu. !imbulnya noda dengan =f %,>2 dan %,8, yang berwarna merah jambu pada pengamatan dengan sinar

&

tampak dan berwarna kuning pada #9 &:: nm menegaskan adanya kandungan saponin pada ekstrak etanol labu siam 3arliana, $%%1'. Identifikasi flavonoid dapat dilakukan dengan Kromatografi )apis !ipis K)!'. K)! merupakan cara cepat dan mudah untuk melihat kemurnian suatu sampel maupun karakterisasi sampel dengan menggunakan standar. <ara ini praktis untuk analisis skala kecil karena hanya memerlukan bahan yang sangat sedikit dan waktu yang dibutuhkan singkat. Kemurnian suatu senyawa bias dilihat dari jumlah yang terjadi pada plat K)! atau jumlah puncak pada kromatogram. #ji kualitatif dengan K)! dapat dilakukan dengan membandingkan waktu retensi kromatogram sampel dengan kromatogram senyawa standar. -uncak yang memiliki waktu retensi sama dengan waktu retensi sampel standar dihitung sebagai kadar sampel. -enentuan kadar ? persentase relatif sampel dilakukan dengan cara membandingkan area puncak sampel dengan area puncak standar ada kromatogram K)! Suyanto, $%%1'. 3enurut Khopkar 1. Analisis frontal "alam arus kromatografi, effluent dikumpulkan dalam fraksi(fraksi yang berbeda dan masing(masing komponen terdeteksi dalam aliran effluent. -ada analisis frontal, larutan contoh dilewatkan secara kontinyu melalui pengadsorpsi. -usat(pusat aktif mengadsorpsi akan diduduki oleh komponen yang lebih kuat teradsorpsi sedangkan komponen yang kurang kuat teradsorpsi berakumulasi pada fase yang bergerak. -ada mulanya pelarut murni dan *at terlarut A yang teradsorpsi palinglemah akan meluncur ke luar kolom. -ada *at(*at terlarut yang sedikit teradsorpsi, analisis forntal akan memberikan hasil yang baik bila kolomnya sempit dan volume yang digunakan kecil. $. Analisis elusi Analisis elusi adalah teknik yang paling populer. 4luen dilewatkan melalui kolom yang dapat menyebabkan differential migration *at(*at terlarut dalam fase bergerak. +ika laju alirannya tertentu, maka pemisahan tergantung pada K ". jika 1,,%', untuk melaksanakan secara kromatografi kolom, ada tiga cara yang dapat dilakukan6

masing(masing komponen mempunyai perbedaan K" besar, masing(masing komponen akan terpisahkan sempurna. &. -ergeseran -ada teknik pergeseran, pemisahan tercapai dengan mengalirkan seagent yang teradsorpsi lebih kuat ke dalam kolom. Agen penggeser ini teradsorpsi dan konsentrasi pada suatu wilayah puncak kolom. Semua komponen sampel terdorong keluar dan oleh pergerakan maju agen penggeser sepanjang kolom. !erbentuklah wilayah(wilayah dengan kekuatan penyerapan yang makin menurun. Komponen paling lemah terikat akan keluar pertama dari kolom sedangkan agen penggeser akan keluar terakhir. Kromatografi kolom klasik merupakan yang tetua dari cara kromatografi yang banyak itu dan seperti yang dipraktekkan secara tradisional merupakan bentuk kromatografi cair. 0ase diam, baik bahan yang jerap kcp' atau film *at cair pada penyangga kcc', ditempatkan di dalam tabung kaca berbentuk silinder, pada bagian bawah tertutup dengan ketup atau keran, dan fase gerak dibiarkan mengalir ke bawah melaluinya karena gaya berat /ritter, 1,,1'. ;erbagai ukuran kolom dapat digunakan, dimana hal utama yang dipertimbangkan adalah kapasitas yang mamadai untuk menerima sampel(sampel tanpa melampaui fasa diamnya. 3erupakan aturan praktis yang umum bahwa panjang kolom harus sekurang(kurangnya sepuluh kali ukuran diameternya. ;ahan pengemasnya, suatu adsorsben seperti alumina atau mungkin suatu resin pertukaran ion, dimasukkan dalam bentuk suspense ke dalam porsi fasa bergerak dan dibiarkan diam di dalam hamparan basah dengan sedikit cairan tetap berada di atas permukaannya. Keran dibuka, dan permukaan cairan dibiarkan turun sampai mencapai puncak permukaan hamparan kemudian porsi kecil dari larutan sampel dipipet dengan hati(hati ke atas puncak permukaan hamparan. )arutan efluen keluaran dikumpulkan dalam sederatan fraksi volume yang tidak merepotkan. )arutan tersebut dapat menetes jatuh ke dalam sebuah gelas beker atau tabung uji tiap kali telah terkumpul sejumlah volume tertentu #nderwood, $%%$'. Kromatografi dapat dilukiskan dengan berbagai istilah. Istilah yang paling sering dijumpai adalah nilai =f, juga dikenal sebagai faktor retardasi, atau

dinyatakan juga sebagai volume retensi 9=' atau waktu retesi t='. Semua ini adalah besaran yang menyatakan berapa lama fraksi waktu molekul *at terlarut tinggal dalam fase bergerak. 3asing(masing senyawa mempunyai nilai = atau 9 = yang berbeda dengan berubahnya kombinasi pelarut penyerap. Suatu koefisien partisi Kd' menyatakan konsentrasi *at terlarut dalam fase. +ika < s, <3 adalah konsentrasi *at terlarut dalam fase diam dan fase bergerak, maka Kd @ <s ? <3. factor retardasi =f' menyatakan perbandingan kecepatan pergeseran *at terlarut terhadap senyawa standar ideal yang tidak terlarutkan ataupun yang tidak teradsorpsi oleh fase diam. ;erarti untuk senyawa standar Kd @ %, sedangkan = =@

=f @ Khopkar, 1,,%'. Aarga =f cukup konstan asal semua variabel dikendalikan baik(baik. Bamun dijumpai bahwa laju(laju relative gerakan itu konstan meskipun itu kurang ketat, sehingga memungkinkan identifikasi satu pita pada sepotong kertas berdasarkan posisi relatif pita itu terhadap pita(pita yang diketahui. )agi pula dengan besarnya jumlah uji bercak yang tersedia untuk mendeteksi ion(ion anorganik secara terpisah, keharusan mengetahui harga(harga =f secara cermat, telah berkurang. +ika kemurnian pelarut, tenperatur dan penjenuhan atmosfernya benar(benar dijaga, maka harga =f dipengaruhi antara lain oleh faktor(faktor berikut6 1. Kehadiran ion lain, misalnya adanya klorida dalam pemisahan yang dilakukan dengan larutan(larutan nitrat. $. Keasaman larutan aslinya, ini dapat disebabka oleh kebutuhan akan asam dalam pembentukan kompleks yang dapat larut dalam pelarut organic, untuk mencegah hidrolisis garam.

&. Caktu melakukan percobaan untuk sepotong kertas, kadang(kadang harga =f meningkat dengan bertambahnya waktu dan ini mungkin berpadanan dengan berkurangnya laju gerak garis depan pelarut. 2. Adanya kation(kation lain dan konsentrasi mereka. Svehla, 1,,%'. Zingiber cassumunar Roxb. merupakan tanaman yang berasal dari Asia tropika. !anaman ini banyak ditemukan di India, Asia tenggara, dan Indocina. "i Indonesia, tanaman ini tersebar banyak terdapat di daerah Sumatra, +awa, Kalimantan, 3aluku, dan Busa !enggara. !aksonomi ;engle termasuk divisio Spermatophyta, clasis Angiospermae, ordo Monocotyledonae, familia Zingiberaceae, spesies Zingiber cassumunar, Roxb. Secara umum tanaman yang termasuk dalam familia Zingiberaceae mengandung senyawa(senyawa golongan terpenoid, fenolik, curcuminoid, dan flavonoid sehingga dari tinjauan kemotaksonomi rimpang ;engle diperkirakan mengandung senyawa(senyawa tersebut. ;agian tanaman yang banyak digunakan adalah rimpangnya. =impang ;engle secara imperis digunakan sebagai obat perut mulas, karminatif, diare, sakit kuning, rematik, ashma. "i samping itu disebutkan juga berkhasiat sebagai antioksidan, obat radang, obat cacing, anti bakteri, laksansia serta sebagai pelangsing tubuh =aharjoyo dan /unardi, $%%,'. -embuatan dan penyiapan ekstrak =impang ;engle dilakukan dengan cara bahan berupa serbuk sebanyak 1%% g diekstraksi dengan pelarut n(heksan sebanyak 11%% ml selama 1 D $2 jam sebanyak & kali. Aasil maserasi diuapkan pelarutnya pada rotavapor hingga diperoleh ekstrak kental. Ampas hasil ekstraksi n(heksan dikeringkan lagi dengan cara diangin(anginkan untuk kemudian dimaserasi kembali dengan etanol 8%5 sebanyak 11%% ml dan hasil maserasi kemudian diuapkan pelarut(nya hingga diperoleh ekstrak kental. 4kstrak hasil maserasi n(heksan dan etanol 8% 5 kemudian di K)! menggunakan n(heksan 6 4til asetat 1 6 1' untuk melihat hasil pemisahan yang baik dan divisualisasi menggunakan A$S%2 1% 5. Aasil uji mukolitik yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak n(heksan yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak etanol 8% 5 Alam, $%1$'.

D. Prosedur Kerja 1. Kromatografi Lapir Tipis -reparasi plat lapis tipis -reparasi eluen E 1% tetes Kloroform 3enotolkan sampel <hamber perhatikan -ergerakan noda Saat eluen mencapai garis akhir -roses berhenti

3enghitung =f )akukan prosedur di atas dengan eluen berikut6 a. $ m) etanol b. -elarut etil asetat 6 kloroform 161 @ 1 m) 6 1m)' -reparasi sampel . Kromatografi Kolom

-reparasi kolom

KF)F3

E Silika gel E Sampel E -elarut

-roses 4lusi )akukan penampungan 0raksi(fraksi

>

B. !asil Pengamatan dan Analisis Data 1. Aasil -engamatan Kromatografi Lapis Tipis +arak pelarut @ : cm 4tanol Boda warna kuning, jarak noda @ &,: cm 4til asetat 6 kloroform Boda warna kuning kecoklatan, jarak noda @ 1,1 cm Kromatografi Kolom 4luen Carna 0raksi n(heksan 4til asetat 4tanol

4rlenmeyer 1 4rlenmeyer $ 4rlenmeyer & 4rlenmeyer 2 4rlenmeyer 1 4rlenmeyer : 4rlenmeyer 8 4rlenmeyer > 4rlenmeyer , 4rlenmeyer 1%

;ening ;ening ;ening kekuningan ;ening ;ening ;ening ;ening ;ening ;ening ;ening

;ening ;ening Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan Kuning kecoklatan Kuning Kuning Kuning Kuning Kuning

Kuning kehijauan Kuning kehijauan Kuning bening Kuning sedikit kecokelatan Kuning kecoklatan ( ( ( ( (

$. Analisis "ata a. -elarut etanol $ m) +arak noda @ &,: cm +arak pelarut @ : cm =f

=f @

@ %,:

b. -elarut etil asetat 6 kloroform 1 6 1 ' +arak noda @ 1,1 cm +arak pelarut @ : cm =f @

=f @ C. Pemba"asan

@ %,,1

1. Kromatografi Lapis Tipis Kromatografi pada dasarnya adalah metode pemisahan berdasarkan proses migrasi dari komponen(komponen senyawa diantara dua fase, yaitu fase diam dan fase gerak. 0ase gerak membawa *at terlarut melalui media fase diam sehingga terpisah dari *at terlarut lainnya yang terelusi lebih awal atau paling atau paling akhir karena perbedaan afinitas masing(masing*at terlarut dengan fase diam. 0ase diam disini adalah berupa *at padat yang disebut adsorben yang digunakan adalah pelat !)< silika gel dengan rumus kimia SiF $.A$F. Silika gel merupakan penyerap yang paling banyak digunakan dalam kromatografi lapis tipis. Senyawa netral yang merupakan gugusan sampai tiga pasti dapat dipisahkan pada lapisan

1%

yang diaktifkan dengan memakai pelarut organik atau campuran pelarut yang normal. Karena sebagian besar silika gel bersifat sedikit asam, maka asam agak mudah dipisahkan, jadi meminimumkan reaksi asam(basa antara penyerap dengan senyawa yang dipisahkan. Sedangkan fase gerak yang sering digunakan adalah berupa campuran dari pelarut organik dengan tujuan untuk memperoleh pemisahan yang lebih baik. Kombinasi pelarut berdasarkan atas polaritasnya, sehingga akan diperoleh sistem pengembang yang cocok. -elaksanaan kromatografi lapis tipis menggunakan sebuah lapis tipis silika atau alimina yang seragam pada sebuah lempeng gelas atau logam atau plastik yang keras. /el silika merupakan fase diam. Keakuratan hasil pemisahan dengan metode kromatografi bergantung pada beberapa faktor berikut6 a. -emilihan adsorben sebagai fasa diam b. Kepolaran pelarut atau pemilihan pelarut yang sesuai sebagai fasa gerak c. #kuran kolom panjang dan diameter' relatif terhadap jumlah material yang akan dipisahkan d. )aju elusi atau aliran fasa gerak -ada praktikum, sampel yang digunakan adalah rimpang bangle yang telah dilarutkan. Sampel kemudian ditotolkan dengan menggunakan pipa kapiler di atas plat silika yang sebelumnya sudah diberi tanda batas %,1 cm dari garis bawah yang bertujuan untuk menunjukkan posisi awal dari tetesan dan %,1 cm sebagai garis akhir. -elarut pertama yang digunakan adalah etanol. 4tanol merupakan pelarut organik yang baik, mudah menguap dan mudah didapat. -lat silika dimasukkan kedalam chamber yang berisi $ m) etanol dengan keadaan pelarut berada dibawah garis awal. Aal ini bertujuan agar sampel yang sudah ditotolkan dapat bergerak tanpa bercampur dengan pelarut. <hamber tersebut harus dalam keadaan tertutup agar chamber terjenuhkan oleh uap air dari pelarut. Setelah dielusi, plat kemudian dikeringkan untuk memperjelas penampakan warna noda disemprotkan A $SF2. -lat K)! tersebut dikeringkan dan diletakkan di bawah sinar #9 untuk melihat fluorosence dari noda, terlihat bahwa noda berwarna kuning. "ari percobaan ini

11

diperoleh jarak noda &,: cm dengan jarak pelarut : cm sehingga nilai =fnya yaitu %,:. #ntuk yang kedua digunakan pelarut etil asetat dan klofororm yang merupakan pelarut yang bersifat semi polar dengan perbandingan 1 6 1 1 m) 6 1 m)'. "iperoleh jarak noda 1,1 cm sehingga nilai =f @ %,,1 dan warna noda ketika dilihat dengan sinar #9 yaitu kuning kecoklatan. . Kromatografi Cair #akum Sampel yang digunakan dalam kromatografi kolom adalah rimpang bangle. =esidu yang berwarna kuning yang diperoleh dari hasil isolasi kemudian dilakukan analisis dengan kromatografi kolom. Kolom disiapkan dengan silika gel sebagai fasa diam, kemudian dimasukkan sampel yang telah diekstrak dengan pelarut aseton, kemudian dimasukkan n(heksan sebagai fasa geraknya. Setelah proses elusi, diperoleh 1% fraksi, di mana semuanya berwarna bening kecuali fraksi ke(& berwarna bening kekuningan. "ari hasil tersebut terlihat bahwa pada sampel yang digunakan hanya terdapat sebagian kecil senyawa yang bersifat non polar. Karena digunakan silika gel yang sangat polar, maka komponen yang bersifat lebih polar atau cenderung polar akan berinteraksi dengan kuat, akibatnya akan tertahan lebih lama pada fasa diam, dan senyawa(senyawa yang semakin kurang polar akan terbawa keluar kolom lebih cepat. Kemudian dimasukkan pelarut yang kedua yaitu etil asetat yang bersifat semi polar tetapi cenderung non polar, hasil pemisahan terdapat 1% fraksi di mana fraksi pertama dan kedua berwarna bening, fraksi ketiga, keempat dan kelima berwarna kuning kecoklatan serta fraksi keenam sampai kesepuluh berwarna kuning. Aasil tersebut menunjukkan bahwa pada sampel terdapat & jenis senyawa yang bersifat semi polar karena dari hasil pemisahan diperoleh & warna fraksi. -elarut ketiga yang digunakan yaitu etanol yang bersifat polar. Aasil pemisahan yang diperoleh yaitu 1 fraksi berturut(turut adalah kuning kehijauan, kuning kehijauan, kuning bening, kuning sedikit kecokelatan, dan kuning kecokelatan. "ari hasil pemisahan tersebut dapat diketahui bahwa dalam sampel terdapat senyawa semi polar dan polar yang mendominasi tapi terdapat juga senyawa non polar dalam jumlah yang kecil.

1$

D. Kesimpulan ;erdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa6 1. "ari hasil percobaan kromatografi lapis tipis, pelarut terbaik yang digunakan untuk memisahkan sampel rimpang bengle adalah pelarut yang bersifat semi polar yaitu kloroform dan etil asetat diperoleh nilai =f %,,1 sedangkan dengan pelarut etanol yang bersifat polar diperoleh nilai =f %,: sedangkan dengan pelarut n(heksan bersifat non polar tidak dapat memisahkan sampel tersebut karena fase gerak tidak dapat membawa sampel pada saat proses elusi yang artinya pada sampel hanya sedikit terdapat senyawa non polar. $. -ada percobaan kromatografi cair vakum yang digunakan untuk sampel rimpang bangle adalah n(heksan bersifat non polar, etil asetat bersifat semi polar, dan etanol bersifat polar. "ari fraksi(fraksi hasil pemisahan dengan menggunakan & jenis pelarut yang berbeda dapat diketahui bahwa dalam sampel rimGang bengle terdapat senyawa semi polar dan polar yang mendominasi tapi terdapat juga senyawa non polar dalam jumlah yang kecil.

1&

DA$TA% P&'TAKA
Alam, /emini, dkk. $%1$. Skrining Komponen Kimia dan U i Aktivitas Mukolitik !kstrak Rimpang "angle #Zingiber $urpureum Roxb%& 'erhadap Mukosa Usus Sapi Secara (n )itro. +urnal 0armasi dan 0armakologi, 9olume 1: Bo. & Aalaman 1$&(1$:. "iakses -ada !anggal & +anuari $%12. "ay dan #nderwood. $%%$. Analisis Kimia Kuantitatif 4disi Keenam. +akarta6 4rlangga /ritter., =oy +., dkk. 1,,1. $engantar Kromatografi !disi Kedua. ;andung6 I!; Khopkar, S. 3. 1,,%, Konsep *asar Kimia Analitik% +akarta6 #I(-ress. 3arliana, Soerya "ewi, dkk. $%%1. Skrining +itokimia dan Analisis Kromatografi ,apis 'ipis Komponen Kimia "uah ,abu Siam #Sechium edule -ac.% S/art0%& dalam !kstrak !tanol. +urnal ;iofarmasi, 9olume & Bo. 1 ISSB 1:,&($$2$. "iakses -ada !anggal & +anuari $%12. =aharjoyo dan /unardi. $%%,. $rofil Kromatogram dan Aktivitas Antibakteri !kstrak !tanol Rimpang "engle #Zingiber cassumunar Roxb& 'erhadap "akteri !scherichia coli (n )itro. 3edia 3edika Indonesiana, volume $& Bo. 2. "iakses -ada !anggal & +anuari $%12. Suharto, 3 Agung -ratama, dkk. $%11. (solasi dan (dentifikasi Senya/a Saponin *ari !kstrak Methanol "atang pisang ambon#musa paradisiaca var% Sapientum l&% +urnal 0armasi, 9olume 2 Bo. $. "iakses -ada !angga & +anuari $%12. Suyanto, Cardan, dkk. $%%1. Kromatografi ,apis 'ipis Untuk $enentuan Kadar 1esperidin dalam Kulit "uah -eruk% +urnal -enelitian Saintek, 9olume 1% Bo. 1 ISSB 121$(&,,1. "iakses -ada !anggal & +anuari $%12. Svehla, /. 1,,%. "uku 'eks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimakro !disi kelima. +akarta6 Kalman 3edia -ustaka. !im "osen Kimia #ndip. $%1&. $enuntun $raktikum Kimia. Semarang6 0akultas Sains dan 3atematika.

12

D(K&)*+TA',
Kromatografi Lapis Tipis

Kromatografi Cair #akum