Anda di halaman 1dari 21

Laporan Kasus

KARSINOMA PARU

Oleh: Ros Eva Nurhidayati NIM. 0808151 58

Pe!"i!"i#$:

dr. Roha#i% S&.P

KEPANI'ERAAN K(INIK SENIOR )A*IAN I(MU PEN+AKI' PARU ,AKU('AS KE-OK'ERAN UNI.ERSI'AS RIAU RUMA/ SAKI' UMUM -AERA/ ARI,IN A0/MA- PEKAN)ARU 101

)A) I PEN-A/U(UAN Setiap tahunnya karsinoma paru primer mengenai lebih dari 100.000 orang laki-laki dan 50.000 orang perempuan di Amerika Serikat dan sebagian besar pasien tersebut meninggal dunia dalam waktu 1 tahun setelah diagnosis ditegakkan. Kanker paru-paru terjadi paling sering terjadi pada usia 55 dan 65 tahun.1 Tingginya angka merokok pada masyarakat akan menjadikan kanker paru sebagai salah satu masalah kesehatan di ndonesia! seperti masalah keganasan lainnya. "eningkatan angka kesakitan penyakit keganasan! seperti penyakit kanker dapat dilihat dari hasil Sur#ai Kesehatan $umah Tangga %SK$T& yang pada 1'() memperlihatkan angka kematian karena kanker masih sekitar 1!01 * dan menjadi +!5 * pada 1''0. ,ata yang dibuat -./ menunjukan bahwa kanker paru adalah jenis penyakit keganasan yang menjadi penyebab kematian utama pada kelompok kematian akibat keganasan! bukan hanya pada laki laki tetapi juga pada perempuan. 0uruknya prognosis penyakit ini mungkin berkaitan erat dengan jarangnya penderita datang ke dokter ketika penyakitnya masih berada dalam stadium awal penyakit. .asil penelitian pada penderita kanker paru pas1abedah menunjukkan bahwa! rerata angka tahan hidup 5 tahunan stage berbeda dengan mereka yang dibedah setelah stage dengan staging lanjut yang diobati adalah ' bulan.) sangat jauh ! apalagi jika dibandingkan

)A) II 'IN2AUAN PUS'AKA 1. -e3i#isi Kanker paru dalam arti luas adalah semua penyakit keganasan di paru! men1akup keganasan yang berasal dari paru sendiri %primer& dan metastasis tumor di paru. 2etastasis tumor di paru adalah tumor yang tumbuh sebagai akibat penyebaran %metastasis& dari tumor primer organ lain. ,e3inisi khusus untuk kanker paru primer yakni tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Tumor ganas paru atau yang sering disebut kanker paru umumnya berasal dari epitel perna3asan %bronkus! brongkhiolus dan al#eolus&! Seperti karsinoma! al#eolar 1ell karsinoma dan lain sebagainya.4!+ 1. E&ide!iolo$i "re#alensi kanker paru di 5egara maju sangat tinggi! di 6SA tahun )00) dilaporkan terdapat 16'.+00 kasus baru dengan 15+.'00 kematian. nggris dilaporkan adanya +0.000 kasus pertahunnya! di ndonesia menduduki peringkat + kanker terbanyak.+ Kanker paru menyebabkan sekitar )7* kematian dari seluruh penyakit kanker! 4)* pada laki-laki dan )5* pada perempuan.1 . ,a4tor resi4o da# etiolo$i Seperti umumnya kanker yang lain penyebab yang pasti dari kanker paru belum diketahui! tapi paparan atau inhalasi berkepanjangan suatu 8at yang bersi3at karsinogenik merupakan 3aktor penyebab utama disamping adanya 3aktor lain seperti kekebalan tubuh! genetik! dan lain-lain.5 9aktor risiko kanker paru antara lain:1!4!+ 1. ). 4. +. ;aki-laki 6sia lebih dari +0 tahun 2erokok %akti3! pasi3& Tinggal<bekerja di lingkungan yang mengandung 8at karsinogen %asbestos! radon! arsen! kromium! nikel! polisiklik hidrokarbon! #inil klorida& atau polusi udara. 5. "aparan industri < lingkungan kerja tertentu %radiasi ion pada pekerja tambang uranium&

6. (.

$iwayat pernah mendapat kanker organ lain atau anggota keluarga dekat yang menderita kanker paru %masih dalam penelitian&. Tuberkulosis paru %scar cancer& /rang-orang yang termasuk dalam kelompok atau terpapar pada 3aktor

risiko diatas dan mempunyai tanda dan gejala respirasi yaitu batuk! sesak napas! nyeri dada disebut golongan risiko tinggi %=$T&. "enyebab pasti belum diketahui! tapi paparan atau inhalasi berkepanjangan suatu 8at yang bersi3at karsinogenik merupakan 3a1tor penyebab utama disamping adanya 3aktor lain. 0eberapa kepustakan melaporkan bahwa etiologi kanker paru sangat berhubungan dengan kebiasaan merokok. Semakin banyak rokok yang dihisap! semakin besar resiko untuk menderita kanker paru-paru. 1!5 "enelitian juga menunjukan bahwa perokok pasi3 pun berisiko terkena kanker paru. Anak-anak yang terpapar asap asap rokok selama )5 tahun! pada usia dewasa akan berisiko terkena kanker paru ) kali lipat dibandingkan yang tidak terpapar. "erempuan yang hidup dengan suami perokok juga terkena risiko kanker paru )-4 kali lipat.1!+ >tiologi lain dari kanker paru yang pernah dilaporkan adalah yang berhubungan dengan paparan 8at karsinogen! seperti: Asbestos! radiasi ion pada pekerja tambang uranium! radon! arsen! kromium! nikel! polisiklik hidrokarbon! #inil klorida dan lain sebagainya. "olusi udara dan genetik juga berperan dalam kanker paru.+ 5. Klasi3i4asi 0erdasarkan kepentingan praktis untuk tujuan pengobatan! karsinoma paru dibagi menjadi+: a. 5on Small ?ell ;ung ?an1er %5S?;?& %75*& Adeno1ar1inoma S@uamous 1ell 1ar1inoma ;arge 1ell 1ar1inoma

b. Small ?ell ;ung ?an1er %15*& %S?;?&

Sta$i#$ Ka#4er Paru Staging yang dibuat oleh The International System for Staging Lung Cancer dan diterima oleh The American Joint Committee on Cancer %AA??& dan The Union International Contrele Cancer %6 ??&.1!) STA=> 0 A 0 T52 Tis ?ar1inoma in situ T1 5020 T)5020 T15120 T)5120 T1-4 5) 20 T45120 T+ Any 5 20 B Keterangan Any T 5420 Any T Any 5 21

TC D Tumor terbukti ganas didapat dari se1ret bronkopulmoner! tapi tidak terlihat se1ara bronkoskopi dan radiologist atau tumor tidak bisa dinilai pada staging retreament Tis D ?ar1inoma in situ T1 D ,iameter E4 1m T) D ,iameterF 4 1m atau terdapat atelektasis pada distal hillus T4 D Tumor ukuran apapun meluas ke pleura! dinding dada! dia3ragma! peri1ardium! E) 1m dari 1arina terdapat atelektasis total T+ D Tumor ukuran apaun in#asi ke mediastinum < terdapat e3usi pleura maligna 50 D Tidak ada kelenjer getah bening %K=0& yang terlibat 51 D 2etastasis K=0 bronkopulmoner atau ipsilateral hilus 5) D 2etastasis K=0 mediastinal atas sub 1arina 54 D 2etastasis K=0 mediastinal kontra lateral atau hilus atau K=0 skaleneus atau suprakla#ikular 20 D Tidak ada metastasis 21 D 2etastasis pada organ %otak! hati! dll&. 5. Ma#i3estasi 4li#is

"ada 3ase awal umumnya kanker paru tidak menunjukan gejala-gejala klinis. 0ila sudah mun1ul gejala umumnya pasien sudah dalam stadium lanjut. =ejala dapat bersi3at lokal! in#asi! metastasis! paraneoplastik! dan asimtomtik dengan kelainan radiologist.+!6 ;okal : 0atuk! .emoptisis! 2engi! sesak napas! kadang terdapat ka#itas seperti abses paru dan atelektasis n#asi lokal: 5yeri dada! ,ispnue karena e3usi pleura! temponade atau aritmia! sindrom #ena ka#a superior! Sindrom horner! suara serak! nyeri < susah menelan. K=0. Sindrom paraneoplastik: penurunan berat badan! anoreksia! demam! leokositosis! anemia! hiperkoagulasi! dementia! ataksia! tremor! neuropati peri3er! hiperkalsemia! eritema multi3orm! hiperkeratosis dan jari tabuh. 6. -ia$#osis Anamnesa yang lengkap dan pemeriksaan 3isik yang teliti merupakan kun1i terhadap diagnosis yang tepat. .al ini perlu diperkuat dengan pemeriksaan radiologi! sitologi! dan .istopatologi. Tumor paru ukuran ke1il dan terletak di peri3er dapat memberikan gambaran normal pada pemeriksaan. Tumor dengan ukuran besar! terlebih bila disertai atelektasis sebagai akibat kompresi bronkus! e3usi pleura atau penekanan #ena ka#a akan memberikan hasil yang lebih in3ormati3. "emeriksaan ini juga dapat memberikan data untuk penentuan stage penyakit! seperti pembesaran K=0 atau tumor diluar paru. 2etastasis ke organ lain juga dapat dideteksi dengan perabaan hepar! pemeriksaan 3unduskopi untuk mendeteksi peninggian tekanan intrakranial dan terjadinya 3raktur sebagai akibat metastasis ke tulang.1!) "emeriksaan penunjang yang bisa dilakukan untuk deteksi kanker paru adalah1!)!(!7: Asimtomatik dengan kelainan radiologis: Sering terdapat pada ""/K! kelainan berupa nodul soliter. =ejala penyakit metastasis: 5yeri tulang! sakit kepala! ikterus! perubahan neurologist! sulit menelan! sesak na3as! pembesaran

9oto toraks "ada pemeriksaan 3oto toraks "A<lateral akan dapat dilihat bila masa tumor dengan ukuran tumor lebih dari 1 1m. Tanda yang mendukung keganasan adalah tepi yang ireguler! disertai identasi pleura! tumor satelit tumor! dll. "ada 3oto tumor juga dapat ditemukan telah in#asi ke dinding dada! e3usi pleura! e3usi perikar dan metastasis intrapulmoner.

?T-s1an thoraks ?T-s1an dapat mendeteksi tumor dengan ukuran lebih ke1il dari 1 1m se1ara lebih tepat. ,emikian juga tanda-tanda proses keganasan juga tergambar se1ara lebih baik! bahkan bila terdapat penekanan terhadap bronkus! tumor intra bronkial! atelektasis! e3usi pleura yang tidak masi3 dan telah terjadi in#asi ke mediastinum dan dinding dada meski tanpa gejala. ;ebih jauh lagi dengan ?T-s1an! keterlibatan K=0 yang sangat berperan untuk menentukan stage juga lebih baik karena pembesaran K=0 %51 s<d 54& dapat dideteksi.

0ronkoskopi "emeriksaan ada tidaknya masa intrabronkus atau perubahan mukosa saluran napas! seperti terlihat kelainan mukosa tumor misalnya! berbenjolbenjol! hiperemis! atau stinosis in3iltrati3! mudah berdarah. Tampakan yang abnormal sebaiknya di ikuti dengan tindakan biopsi tumor<dinding bronkus! bilasan! sikatan atau kerokan bronkus.

0iopsy aspirasi jarum Apabila biopsi tumor intrabronkial tidak dapat dilakukan! maka sebaiknya dilakukan biopsi aspirasi jarum! karena bilasan dan biopsi bronkus saja sering memberikan hasil negati3

Transbron1hial needle aspiration %T05A& T05A di karina! atau trakea 1<1 bawah %) 1in1in di atas karina& pada posisi jam 1 bila tumor ada dikanan! akan memberikan in3ormasi ganda! yakni didapat bahan untuk sitologi dan in3ormasi metastasis K=0 subkarina atau paratrakeal.

Transbron1hial lung biopsy %T0;0&

Aika lesi ke1il dan lokasi agak di peri3er serta ada sarana untuk 3luoroskopik maka biopsi paru lewat bronkus %T0;0& harus dilakukan. 0iopsi Transtorakal %TransthoraCi1 0iopsy! TT0& Aika lesi terletak di peri3er dan ukuran lebih dari ) 1m! TT0 dengan bantuan flouroscopic angiography. 5amun jika lesi lebih ke1il dari ) 1m dan terletak di sentral dapat dilakukan TT0 dengan tuntunan ?Ts1an. Torakoskopi medik ,engan tindakan ini massa tumor di bagaian peri3er paru! pleura #iseralis! pleura parietal dan mediastinum dapat dilihat dan dibiopsi. Sitologi sputum Kekurangan pemeriksaan ini terjadi bila tumor ada di peri3er! penderita batuk kering dan tehnik pengumpulan dan pengambilan sputum yang tidak memenuhi syarat. "etanda Tumor "etanda tumor yang telah! seperti ?>A! ?y3ra)1-1! 5S> dan lainya tidak dapat digunakan untuk mendiagnosis tetapi masih digunakan e#aluasi hasil pengobatan. "emeriksaan biologi molekuler "emeriksaan biologi molekuler telah semakin berkembang! 1ara paling sederhana dapat menilai ekspresi beberapa gen atau produk gen yang terkait dengan kanker paru!seperti protein p54! b1l)!dan lainya. 2an3aat utama dari pemeriksaan biologi molekuler adalah menentukan prognosis penyakit. 7. Pe#atala4sa#aa# "enatalaksaan kanker paru dilakukan berdasarkan jenis histologis kanker! stage penyakit! dan tampilan umum % per3orman1e status&.1 "er3orman1e Status 0erdasarkan Skala -./ dan Skala Karno3sky1 Skala Karno3sky '0-100 (0-70 50-60 40-+0 10-)0 Skala -./ 0 1 ) 4 + "er3orman1e Status Akti3itas normal ,apat berakti3itas normal namun ada keluhan berhubungan dengan sakitnya 2embutuhkan orang melakukan akti3itas spesi3ik Sangat tergantung orang lain untuk akti#3itas rutin Tidak dapat bangkit dari tempat tidur 7

Se1ara umum pilihan terapi untuk 5S?;? adalah 1ombined modality therapy %multi-modality therapy&! berupa bedah! radioterapi dan kemoterapi dan terapi lain. 1!)!+ "embedahan adalah pilihan utama pada stadium atau pada pasien dengan sisa 1adangan parenkim paru yang adekuat. ,ilakukan untuk pengobatan paliati3 pada kondisi mengan1am nyawa misalnya: batuk darah massi3! distress perna3asan karena sindrom #ena ka#a superior! nyeri hebat pada pan1oast tumor! nyeri hebat pada sindrom pleksus brakialis. Aika saat bedah didapat pembesaran K=0 maka semua harus diangkat dan pada kasus pas1a bedah dengan metastasis K=0 mediastinal %5)& dipertimbangkan pemberian radioterapi dan< kemoterapi.1!)!+ $adioterapi atau radiasi diberikan pada kasus stage dan B 5S?;?! dapat diberikan tunggal untuk mengatasi masalah di paru %terapi lo1al& atau gabungan dengan kemoterapi. $adioterapi dapat diberikan jika system homeostatik baik yaitu)!+: .0F 10 mg* ;eokosit F+000<dl Trombosit F 100.000<dl

Kemoterapi dapat diberikan pada semua jenis histologis kanker paru. 2eskipun kemoterapi dapat diberikan pada semua stage tetapi pada stage dan pas1a bedah kemoterapi haruslah ditentukan berdasarkan stage pas1a bedah. Kemoterapi digunakan sebagai terapi baku untuk pasien mulai dari stadium A dan untuk pengobatan paliati3. Kemoterapi adju#ant diberikan mulai dari stadium dengan sasaran lokoregional tumor dapat direseksi lengkap! 1ara pemberian diberikan setelah terapi lokal de3initi3 dengan pembedahan! radioterapi atau keduanya. Kemoterapi neo adju#ant diberikan mulai stadium lokoregional tumor dapat direseksi lengkap)!6!(!'. S?;? dibagi menjadi dua yaitu1!+: ;imited stage disease D diobati dengan tujuan kurati3! kombinasi kemoterapi dan radiasi dan angka keberhasilan terapi sebesar )0* dengan sasaran

'

sebesar )0-40*.

>Ctensi#e stage disease D diobati dengan kemoterapi dan angka respon terapi inisial sebesar 60-(0* dan angka respon terapi komplit )A) III I(US'RASI KASUS Ide#titas &asie# 5ama : Tn. AG 6sia : 5( tahun Alamat : 0angkinang "ekerjaan : "etani Status : 2enikah Tanggal masuk : 16 ,esember )014 Tanggal periksa : )4 ,esember )014 A#a!#esis : autoa#a!#esis Keluha# uta!a : batuk tidak kunjung sembuh sejak 4 bulan S2$S Ri8ayat &e#ya4it se4ara#$ : H4 bulan S2$S pasien mengeluhkan mulai batuk-batuk! batuk tidak disertai dahak ataupun darah. 0atuk dikeluhkan sepanjang hari dan tidak ada waktu tertentu. "asien juga mengeluhkan sesak jika pasien tidur terlentang dan berkurang jika posisi kepala pasien ditinggikan atau pasien duduk. "asien mengeluhkan nyeri pada dada kanan dan punggung sebelah kanan. 5yeri dirasakan tajam seperti ditusuk-tusuk dan timbul terutama saat pasien batuk. $iwayat berat badan menurun drastis disangkal namun pasien mengatakan badan mudah lemah. H 4 hari S2$S pasien dirawat di $S6, 0angkinang! setelah dilakukan pemeriksaan 3oto dada dikatakan di1urigai tumor paru. "asien lalu dirujuk ke $S6, AA untuk lebih mengetahui penyakitnya dan mendapat pengobatan. Sakit kepala ataupun nyeri pada tulang disangkal.

Ri8ayat &e#ya4it dahulu :

10

$iwayat T0 tidak ada

Ri8ayat &e#ya4it 4eluar$a : $iwayat keganasan pada keluarga disangkal. Ayah pasien pernah didiagnosis T0 dan mendapat /AT serta telah dinyatakan sembuh. Ri8ayat 4e"iasaa# da# sosial e4o#o!i : "asien mempunyai kebiasaan merokok sejak usia 15 tahun! 1 bungkus perhari dan sudah berhenti sejak 4 bulan S2$S. "asien bekerja sebagai petani karet.

Pe!eri4saa# u!u! Keadaan umum : tampak sakit sedang Kesadaran : komposmentis Tekanan darah : 1)0<'0 mm.g 5adi : 71 kali per menit "ernapasan : )6 kali per menit Suhu : 46!4 I ? "emeriksaan 3isik Kepala leher Konjunti#a Anemis : %-<-& Sklera kterik : %-<-& "embesaran K=0 : %-& "eningkatan AB" : %-& $e3leks 1ahaya J<J "upil bulat! isokor! ukuran 4 mm 6dem pada wajah kanan!

Thoraks %paru& nspeksi "alpasi "erkusi : gerakan dinding dada simetris kiri dan kanan! : #o1al 3remitus kanan lebih lemah dari pada kiri dan tidak teraba adanya massa abnormal. : sonor pada lapangan paru sebelah kiri! pekak pada lapangan paru kanan.

11

Auskultasi

: suara pernapasan #esikuler lebih lemah terdengar pada paru kanan dari pada kiri! tidak terdapat ronki dan whee8ing.

Thoraks %Aantung& nspeksi "alpasi "erkusi Auskultasi : i1tus 1ordis tidak terlihat. : i1tus 1ordis tidak teraba. : batas jantung dalam batasan normal. : bunyi S1!S) dalam batasan normal! gallop %-&! murmur %-&

Abdomen nspeksi Auskultasi "erkusi "alpasi : distensi %-&! terlihat adanya #enektasi : 0ising usus % J &. : timpani! shi3ting dullness %-& : supel! splenomegali %-&! hepatomegali %J& 1 jari dibawah

ar1us 1ostae! tepi tumpul! bernodul! konsistensi padat! nyeri tekan %J&. >kstremitas ?$T E ) detik Akral hangat! warna kemerahan Terlihat edema pada eCtremitas superior deCtra

Pe!eri4saa# &e#u#9a#$ 1)

"emeriksaan laboratorium ,arah rutin tanggal 16 ,esember )014 -0? (.700<ul .=0 11!7 g<dl .?T 4+!'* ";T )1(.000<ul =,S '4 mg < dl 6$> 47!) mg<dl ?$> 0!'1 mg<dl AST 4+!1 u<; A;T )) u<; A;0 4!+ mg<dl 065 1(!' mg<dl 5aJ : 147!' mmol<; KJ : +!)+ mmol<; ?l : 10+!( mmol<;

Kimia darah

>lektrolit

$ontgen Toraks Tanggal 1+ ,esember )014

14

?T-s1an thoraks

1+

15

Kesan : Tumor paru deCtra 1enderung malignant %?a paru deCtra K&. T+ 5) 21. Std B. Resu!e 16

;aki-laki! Tn.AG 5( tahun datang ke $S dengan keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh sejak 4 bulan S2$S! tidak disertai dahak! darah ataupun makanan. Sesak jika dalam posisi tidur terlentang dan berkurang jika posisi kepala ditinggikan atau posisi duduk. Kadang-kadang dada kanan terasa nyeri seperti menusuk-nusuk! nyeri dirasakan terutama saat batuk dan juga dirasakan pada punggung sebelah kanan. "asien telah dirawat di rumah sakit 0angkinang dan dikatakan di1urigai tumor paru. $iwayat kebiasaan merokok sejak usia 15 tahun! 1 bungkus<hari. "ada pemeriksaan 3isik ditemukan #o1al 3remitus melemah pada sebelah kanan! perkusi pekak pada paru kanan dan #esikuler melemah pada paru kanan. "ada pemeriksaan radiogra3i didapatkan massa berbentuk bulat dan berbatas tegas dengan dinding irregular berukuran 1)!') C 11!01 C '!57 1m pada paru deCtra dan pembesaran K=0 peribronkial deCtra dan subkarina %J&. -ia$#osis 4er9a : 4arsi#o!a &ul!o de:tra '5N1M1 -a3tar !asalah 1. 0atuk ). 5yeri dada Re#;a#a &e!eri4saa# 0ronkoskopi dan 0iopsi Aaringan Re#;a#a &e#atala4sa#aa# n3us $; )0 tpm ?e3otaCim inj. ) C 1 /0. syrup 4 C 1th

,ollo8 u& 1 -ese!"er 101 S : batuk! tidak berdahak ataupun berdarah. kadang-kadang nyeri pada dada saat batuk yang terasa seperti menusuk-nusuk. Sesak napas %J& jika pasien berbaring telentang dan mual muntah %-& O : T, : 1)0<70! .$ : 70 C<menit! $$ : )5 C<menit! T : 46!5o? A : ?arsinoma pulmo deCtra P : terapi lanjut

1(

)A) I. PEM)A/ASAN "asien seorang laki-laki! 5( tahun! seorang petani dengan riwayat perokok akti3 dalam jangka waktu yang lama H +) tahun dengan jumlah konsumsi H 1 bungkus rokok< hari. ,ari segi epidemiologis kanker paru berdasarkan jenis kelamin pada umumnya melaporkan hasil yang sama! yaitu laki-laki lebih banyak dibandingkan wanita dengan perbandingan kasus 5:1. Selain itu dilaporkan bahwa kurang lebih '0* kasus didapatkan pada penderita berumur di atas +0 tahun. .ubungan antara tumor ganas paru dengan kebiasaan merokok memang tidak dapat dibuktikan se1ara jelas! hanya ditemukan se1ara statistik bahwa 3rekuensi terjadinya karsinoma paru lebih sering pada perokok. "enderita yang beresiko tinggi adalah wanita dan pria yang merokok 1 bungkus perhari selama )0 tahun dan berumur di atas 50 tahun.1!4!+ 0ahan-bahan yang terdapat dalam asap rokok antara lain polonium )10 dan 4!+ ben8ypyrene merupakan 8at yang bersi3at karsinogenik. Aika seorang perokok mengehentikan kebiasaan merokok! maka penurunan resiko baru tampak setelah tiga tahun penghentian dan akan menunjukkan resiko yang sama dengan bukan perokok setelah 10-14 tahun. $esiko untuk menderita karsinoma paru selain oleh rokok juga dapat disebabkan oleh berbagai bahan lain yang bersi3at karsinogen seperti asbestos! uranium! nikel dan sebagainya.1!+ ,ari anamnesis keluhan pasien masuk $S yaitu batuk yang tidak kunjung sembuh! dapat menjadi permulaan diagnosis adanya kelainan di rongga dada! kemudian dengan adanya keluhan sesak napas! nyeri dada yang tidak menjalar dan tidak didapatkan riwayat dan tanda-tanda penyakit jantung mengarahkan patologi terdapat pada paru-paru dan atau saluran napas. Keluhan tambahan yang didapat dari anamnesis yaitu badan mudah lemah! maka sebagian besar gambaran klinis nonspesi3ik dari keganasan paru %sindrom paraneoplastik& didapat pada 17

pasien! walaupun beberapa penyakit seperti T0? paru dan penyakit saluran napas seperti ""/K memilki beberapa kemiripan klinis. Keluhan batuk terdapat pada (0-'0* kasus. ,isamping batuk! keluhan lain adalah nyeri dada yang bersi3at tumpul sering unilateral dan tidak berbatas jelas. Tentang patogenesa nyeri dada ini belum diketahui dengan pasti dan tipe ini terdapat pada +)-6(* kasus. Sesak na3as didapatkan pada 57* kasus! mungkin disebabkan oleh tumor sendiri! atau oleh obstruksi yang ditimbulkan atau atelaktasis.1-5 ,ari pemeriksaan 3isik ditemukan 3remitus kanan melemah! pekak saat perkusi pada lapangan paru kanan! perna3asan #esikuler melemah di paru kanan! memperkuat adanya keadaan patologi di paru. ,ari pemeriksaan radiologi<?T s1an didapatkan diagnosis ?a "aru kanan menyingkirkan kemungkinan diagnosis lain. Selain itu juga ditemukan adanya pembesaran K=0 peri bronkial dan sub1arina! menunjukkan kalau sudah terjadi metastasis K=0. 1-+ "ada pemeriksaan didapatkan juga udem pada wajah dan lengan kanan pasien! hal ini di1urigai merupakan tanda dari sindrom #ena 1a#a superior. Sindrom #ena 1a#a superior terjadi akibat adanya kompresi ataupun obstruksi pada #ena 1a#a superior. H 70 * sindrom #ena 1a#a superior terjadi pada karsinoma paru. =ejala sindrom #ena 1a#a superior yaitu sesak napas! udem pada wajah! batuk! ortopneu! sakit kepala.10

1'

-A,'AR PUS'AKA 1. ). 4. +. 2inna A,. 5eoplasms o3 the lung in : .arrisonLs prin1iples o3 internal medi1ine 16th edition. 6SA : 21=raw .ill. )005. "," . Kanker "aru: "edoman ,iagnosis dan "enatalaksanaan di ndonesia. )004. http:<<klikpdpi.1om. Mdiakses )7 5o#ember )014N. "0 "A", . "anduan pelayanan medik-"A", . Aakarta : "0 "A", .)007. Amin O. Kanker "aru dalam : 0uku Ajar lmu "enyakit ,alam >disi B Ailid . Aakarta : "usat "enerbit ,epartemen lmu "enyakit ,alam 9K6 .)006. 1015-1010. 5. 6. (. "ri1e SA! -ilson ;2. "ato3isiologi. Bolume ). Aakarta: >=?P )005: 7+4-51. ,jojodibroto $,. $espirologi : $espiratory medi1ine. Aakarta : >=?. )00'. maging in small 1ell lung 1an1er M.omepage on the internetN. 6SA: -eb2,P 11''+-)014 Mupdated )014 /1t ))P 1ited )014 5o# )7N. A#ailable 3rom http:<<www.emedi1ine.meds1ape.1om 7. ;ung metastasesi imaging M.omepage on the internetN. 6SA: -eb2,P 11''+-)014 Mupdated )014 /1t 11P 1ited )014 5o# )7N. A#ailable 3rom http:<<www.emedi1ine.meds1ape.1om '. ?ar1inoid lung tumors M.omepage on the internetN. 6SA: -eb2,P 11''+)014 Mupdated )014 2ar1h 1'P 1ited )014 5o# )7N. A#ailable 3rom http:<<www.emedi1ine.meds1ape.1om

)0

10. Superior #ena 1a#a syndrome in >mergen1y 2edi1al ?lini1al "resentation M.omepage on internetN. -eb2,P 11''+-)014 Mupdated )01) 5o# 1)P 1ited )014 ,e1 )4N. A#ailable 3rom http:<<emedi1ine.meds1ape.1om<arti1le<(60401-o#er#iewQshowall

)1