Anda di halaman 1dari 2

TUGAS KRITIK ARSITEKTUR KRITIK DESKRIPSI FASAD BANGUNAN JALAN MALIOBORO

Januari 2014 LIANA DWI ARIYANI (36916)

JALAN MALIOBORO NO. 171

2009 1998
Sumber : Materi Kuliah Kritik Arsitektur

2005
Sumber : Gambar oleh Dyah Titisari W

Sumber : Gambar oleh Muhammad Imansyah (www.fotografer.net)

2013
Sumber : Gambar oleh Irma Ramadan

DESKRIPSI Bangunan yang akan dianalisis merupakan bangunan komersial yang berfungsi sebagai toko. Bangunan ini terletak di sisi barat Jalan Malioboro, tepatnya di Jalan Malioboro no 171. Secara garis besar, bentuk bangunan ini memiliki atap berbentuk pelana, yang kemudian tertutup oleh papan reklame identitas toko tersebut. Dari tahun ke tahun, fungsi bangunan tidak mengalami perubahan yaitu tetap menjadi sebuah toko, hanya berganti user karena pemiliknya menerapkan sistem sewa terhadap pengguna.

1998 : Ocean Pacic


Dari sumber gambar pada perkuliahan Kritik Arsitektur, bentuk fasad dengan atap pelana namun sudah ditutupi oleh papan reklame untuk identitas nama toko.

2005 : Prodo Batik


Tidak ada perubahan dari segi bentuk fasade. Pada masa ini, warna fasade adalah putih.

2009 : Mac Mohan


Pada saat menjadi toko kain, bangunan ini berubah warna menjadi orange. Kemudian terdapat penambahan ornamen berbentuk diamond pada fasad bagian atas bukaan (pintu). Bentuk diamond tersebut menunjukkan identitas toko kain Mac Mohan yang memiliki logo berbentuk diamond juga.

2013 : Malioboro Batik


Pada saat berfungsi menjadi toko Batik Malioboro, bangunan ini tidak banyak mengalami perubahan fasade. Sisa-sisa ornamen sejak menjadi toko kain Mac Mohan masih dipertahankan. Warna bangunan pun tidak berubah yaitu masih berwarna orange. Terdapat penambahan elemen kanopi pada bagian depan bangunan yang juga memiliki pengaruh terhadap perubahan fasade. Pada saat tulisan ini dibuat, bangunan dalam kondisi kosong, menurut informasi yang didapat dari pedagang di sekitar lokasi, penyewa bangunan dari pihak Malioboro Batik telah kehabisan masa sewanya dan sebentar lagi akan digantikan oleh penyewa lain yang bermaksud membuka toko bakpia.

Halaman 1 dari 2

FASADE

SKYLINE

BUKAAN
FASAD DENGAN PAPAN REKLAME KRITIK DESKRIPTIF Dari tahun ke tahun, fasade bangunan yang di analisis ini tidak banyak mengalami perubahan yang signikan. Hal tersebut karena pemilik bangunan memberlakukan sistem sewa kepada penggunanya. Dari hal tersebut, dugaan kuat bahwa penyewa tidak berniat melakukan banyak renovasi karena memerlukan biaya yang tidak sedikit. Apalagi jangka waktu penggunaan hanya bersifat sementara sesuai dengan masa sewanya. Dari awal, bangunan itu memang memiliki bentuk yang biasa, dengan atap pelana dan minimnya ornamen. Berbeda dengan bangunan lain yang berada di kanan-kirinya yang paling tidak memiliki ciri khas, baik arsitektur jawa, cina ataupun indische. Dengan fungsinya sebagai toko, dibutuhkan elemen bangunan yang menandai identitas toko. Terdapat penambahan elemen papan reklame dengan skala ukuran yang besar hingga menutupi fasade bagian atap bangunan. Papan reklame tersebut terkesan mengganggu pandangan, namun juga sebagai tameng untuk menutupi kondisi fasade bagian atap yang mungkin kondisinya sudah tua. Perubahan fasade dapat dilakukan dengan menambah detail ornamentasi, seperti yang dilakukan penyewa dari Mac Mohan. Penambahan ornamen tersebut tentunya bersifat subyektif dan mencirikan identitas penyewa, sehingga apabila berganti penyewa, ornamen tersebut tidak lagi kompatibel. Selain itu juga tidak semua penyewa mau memberikan perubahan pada fasade karena memerlukan biaya. Sebenarnya pihak pemilik bisa juga memiliki andil untuk kemudian merubah fasade, atau setidaknya mengekspos kembali fasade lama yang tidak teretutup reklame. Namun tidak terlihat adanya usaha semacam itu. Sementara penambahan elemen berupa kanopi yang terlihat pada dokumentasi tahun 2013 menambah fungsi peneduh bagi pejalan kaki, namun tidak memberikan nilai tambah estetis bagi fasade bangunan. FASAD TANPA PAPAN REKLAME

Halaman 2 dari 2