Anda di halaman 1dari 9

6 Hal Penyebab Hilangnya Memori (Mudah Lupa) Terkadang kita mudah lupa dalam beberapa urusan, ini terjadi

karena memori kita terganggu oleh beberapa hal. Hal tersebut dapat membunuh dan mempengaruhi setiap area memori di otak seperti sensorik, jangka pendek dan jangka panjang. Berikut 6 hal pembunuh memori dan penyebab kita mudah lupa Merokok Merokok adalah salah satu pembunuh memori. Beberapa studi telah menunjukkan bah!a seseorang yang merokok akan mengalami penurunan memori dan kemampuan kogniti"nya dibandingkan dengan orang yang non#perokok. $elain itu e"ek jangka panjang merokok dari !aktu ke !aktu bisa menyebabkan penurunan mental. Malnutrisi %tak membutuhkan bahan bakar khususnya dari glukosa. &ika seseorang kekurangan bahan bakar atau mengalami malnutrisi, maka kekuatan otak dalam menyimpan memori juga akan pendek. 'ekurangan gi(i juga bisa menyebabkan retrogade parah serta amnesia anterograde, termasuk lupa dengan apa yang baru saja diomongkannya. Herpes Herpes merupakan salah satu kondisi atau gangguan kesehatan yang bisa menjadi pembunuh memori nyata. Bentuk herpes yang lebih serius yaitu ense"alitis herpes simpleks bisa membuat seseorang mengalami kehilangan memori parah. 'ondisi ini bisa terjadi jika )irus herpes menemukan jalan untuk masuk ke otak manusia melalui sara" !ajah. Pesta minuman keras &ika seseorang mengalami satu malam dengan pesta minuman keras, maka ia akan mengalami kehilangan memori akut atau dikenal dengan pemblokiran. Pesta minuman keras pada orang de!asa muda dapat merugikan memorinya sehari#hari dan bahkan bisa berlanjut hingga ia de!asa. Hipnotis $elama ini hipnotis diketahui dapat mengungkapkan memori seseorang yang ditekan atau dilupakan, tapi kadang proses ini diikuti dengan hilangnya beberapa memori yang dikenal sebagai amnesia pas*a hipnotis. 'arenanya diharapkan suatu hari nanti ada teknologi yang bisa mengambil kenangan atau memori tertentu di otak tanpa perlu melakukan hipnotis. Stres 'etika sesuatu terjadi se*ara mengejutkan atau adanya tekanan yang besar, maka memori atau kenangan yang ada di otak tidak akan dapat diakses. 'arena itu jika seseorang mengalami stres yang terus menerus nantinya bisa mempengaruhi kemampuan memorinya. (Sumber detikHealth.com)

Penyebab lupa Penurunan daya ingat disebabkan banyak "aktor, antara lain gangguan organik di otak, tekanan psikologis, dan gangguan lain (gula dan oksigen). 'erusakan "ungsi memori organik disebabkan antara lain, ada penyakit di otak akibat stroke, in"eksi, tumor, dan degenerati" (penurunan kondisi) sehingga ada kerusakan di otak. +kibatnya, "ungsi otak terganggu, terutama ingatan. ,mumnya, yang pertama kali terganggu ialah ingatan jangka pendek. -angguan "ungsi kogniti", demensia, misalnya, dapat disebabkan al(heimer yang dikenal sebagai demensia al(heimer. Penurunan "ungsi itu dapat pula diakibatkan gangguan pembuluh darah otak (demensia )askular) di antaranya stroke, sumbatan ke*il pada pembuluh darah otak yang meluas sehingga banyak sel#sel otak yang mati. .emensia merupakan gangguan "ungsi kogniti" menyeluruh otak yang ditandai antara lain dengan gangguan "ungsi memori. Biasanya dia!ali dengan memori jangka pendek lalu diikuti ingatan jangka menengah dan panjang. 'ondisi itu disertai satu atau lebih gangguan "ungsi kogniti" lain kemampuan berbahasa, orientasi, bertindak se*ara beren*ana, berhitung, dan pengenalan benda. Hipertensi dan diabetes se*ara terus# menerus se*ara tidak langsung memengaruhi memori. Penyakit yang terutama dipi*u gaya hidup tidak sehat tersebut lalu menjadi "aktor risiko terjadinya gangguan lain, seperti demensia. .emensia bersi"at progresi" dan ingatan sulit dikembalikan. /'etika seseorang terkena stroke, "ungsi otak, termasuk ingatan, ada yang terganggu. Bisa saja "ungsi ingatan jangka pendek, jangka panjang, atau bahkan keduanya,/ ujarnya. +kibat benturan Berbeda dengan demensia, amnesia paling banyak diakibatkan benturan atau gun*angan terhadap otak. +mnesia bersi"at sementara dan selekti". ,mumnya, seseorang yang amnesia hanya lupa pada periode tertentu. Memori terkait pula dengan kondisi psikis. Psikiater 0alini Muhdi +gung dari 1$ .r $utomo dan pengajar di 2akultas 'edokteran ,ni)ersitas +irlangga $urabaya mengatakan, ingatan berkaitan erat dengan emosi dan persepsi. Trauma keji!aan yang amat berbekas, misalnya pada korban pemerkosaan, akan timbul represi terhadap ingatan akan kejadian itu. 3ngatan itu ditekan ke alam ba!ah sadar sebagai mekanisme pertahanan ego. Lantas, bisakah manusia memilih apa yang ingin diingat atau dilupakannya4 /Peristi!a, kesan, atau in"ormasi yang disukai, lebih mudah diingat. 3n"ormasi atau peristi!a yang tidak disukai dapat diblok oleh alam ba!ah sadar. Persepsi bah!a sebuah in"ormasi tidak penting membuat orang mengingatnya sesaat. Lupa juga bisa terjadi karena in"ormasi yang masuk ke sara" terlalu banyak. 5ontohnya saat belajar. Biasanya orang juga melakukan kegiatan lain, seperti ngemil atau

mendengarkan musik. 'onsentrasi akan terganggu karena in"ormasi yang masuk *ukup banyak dalam !aktu bersamaan. %leh sebab itu, tajamkan daya ingat kita dengan anjuran#anjuran dari para ahli berikut ini. 1. Perhatikan asupan makanan Menjadi pikun bisa disebabkan oleh pola makan kita yang salah. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan minyak bisa memi*u terjadinya penebalan pembuluh darah yang mengakibatkan peredaran darah ke seluruh tubuh melambat. +khirnya otak kita kekurangan persediaan darah, sehingga tidak dapat bekerja se*ara optimal (yang kemudian kita artikan sebagai sering lupa). Menurut dr 6aluyo $oerjodibroto, M$*, $p-'('), spesialis gi(i klinis dari .epartemen -i(i, 2akultas 'edokteran ,ni)ersitas 3ndonesia, yang kita perlu lakukan adalah menganut prinsip menu makan 7 sehat dan 8 sempurna dalam porsi yang *ukup. 'ita juga bisa menambahkan asupan )itamin B dan 5, atau kombinasi keduanya. ,ntuk hasil yang optimal, usaha kita tersebut harus selalu didukung dengan latihan otak, seperti latihan mengingat. 2. Terlalu fokus perhatian dan pikiran Ternyata kesibukan dan rasa *emas juga mampu membuat kita mudah lupa. Mengapa4 &ika kita terlampau "okus pada ketakutan dan pemikiran negati" se*ara terus#menerus, maka semakin sedikit pula energi otak kita yang dialokasikan untuk men*ari in"ormasi di otak. &adi, jika kita sedang dalam keadaan stres atau tertekan, *obalah untuk bisa menenangkan diri dan atur napas sambil terus berpikir positi", saran 3)an $ujana, psikolog bidang klinis. &ika takut ada jad!al penting yang terlupakan, buatlah *atatan khusus mengenai akti)itas kita selama sehari penuh. 'emudian, jangan lupa untuk melatih kerja otak kita dengan memperbanyak latihan mengingat, seperti mengisi teka#teki silang atau bermain $udoku. +tau *ara lain yang lebih sederhana, yaitu mengingat huru" terakhir pada setiap plat kendaraan. 3. Kurang olahraga 1utin melakukan olahraga tidak hanya baik untuk jantung, melainkan juga untuk memperlan*ar peredaran darah ke seluruh tubuh, terutama otak. +gar kerja otak bisa maksimal, maka kita perlu asupan oksigen yang banyak dari pompa arteri yang sehat. &adi jika tidak ingin *epat pikun, rajinlah berolahraga. .r Mi*hael Triangto, spesialis kedokteran olahraga dari 1$ Mitra 'emayoran dan $lim9Health $port Theraphy, menyarankan agar kita rutin melakukan olahraga, seperti jalan *epat, joging, renang, bersepeda, dan aerobik berintensitas ringan selama :; menit atau lebih. Tidak hanya itu, kita juga perlu memerhatikan kualitas udara dan lingkungan saat melakukan olahraga.

.emensia <askular .emensia <askuler (<a.) merupakan suatu kelompok kondisi heterogen yang meliputi semua sindroma demensia akibat iskemik, perdarahan, anoksik atau hipoksik otak dengan penurunan kognisi mulai dari yang ringan sampai paling berat dan meliputi semua domain, tidak harus dengan gangguan memori yang menonjol.7 $e*ara garis besar <a. terdiri dari tiga subtipe yaitu (=) =. <a. paska stroke yang men*akup demensia in"ark strategis, demensia multi# in"ark, dan stroke perdarahan. Biasanya mempunyai korelasi !aktu yang jelas antara stroke dengan terjadinya demensia. >. <a. subkortikal, yang meliputi in"ark lakuner dan penyakit Bins!anger dengan kejadian T3+ atau stroke yang sering tidak terdeteksi namun memiliki "aktor resiko )askuler. :. .emensia tipe *ampuran, yaitu demensia dengan patologi )askuler dalam kombinasi dengan demensia +l(heimer (+.). Pada pasien ini memiliki : kali ri!ayat terkena stroke dan dira!at di 1umah $akit.$ehingga se*ara garis besar kemungkinan pasien ini menderita demensia )askuler pas*a stroke. $edangkan pembagian <a. se*ara klinis adalah sebagai berikut (>) =. <a. pas*a stroke

.emensia in"ark strategis lesi di girus angularis, thalamus, basal "orebrain, teritori arteri serebri posterior, dan arteri serebri anterior. Multiple 3n"ark .ementia (M3.) Perdarahan intraserebral

>. <a. subkortikal


Lesi iskemik substansia alba 3n"ark lakuner subkortikal 3n"ark non#lakuner subkortikal

:. <a. tipe *ampuran +l(heimer .isease dan 5erebro)as*ular .isease. .emensia )as*ular terjadi karena *edera otak yang disebabkan oleh iskemik otak dan stroke. $uatu iskemik atau tromboemboli* in"ark yang terjadi pada area yang tepat di sebagian besar hemis"er (misalnya, angular gyri, mediodorsal thalamus, anterior thalamus) dapat menyebabkan sindrom seperti demensia. Lebih umum, penurunan kogniti" yang progresi" dan demensia didapat dari beberapa in"ark sementara yang tersebar di otak. .aerah 2rontal sub*orti*al diperdarahi oleh arterioles ke*il yang mudah mengalami degererasi pada pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol atau diabetes melitus atau keduanya.

-ambaran utama demensia adalah mun*ulnya de"isit kogniti" multipleks, termasuk gangguan memori, setidak#tidaknya satu diantara gangguan kogniti" berikut ini a"asia, apraksia, agnosia, atau gangguan dalam hal "ungsi kogniti". .e"isit kogniti" harus sedemikian rupa sehingga mengganggu "ungsi sosial atau okupasional (pergi ke sekolah, bekerja, berbelanja, berpakaian, mandi, mengurus uang, dan kegiatan kehidupan sehari# sehari lainnya) serta harus menggambarkan menurunnya "ungsi luhur sebelumnya.(=) Terapi pada penderita demensia )askuler umunya berupa tera"i non "armakologi berupa terapi psikologi-behavior, work terafi. untuk itu, diperlukan peran akti" keluarga untuk memoti)asi pasien terutama untuk bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya dan melatih melakukan kegiatan yang ringan yang bisa dilakukan pasien. Daftar Pustaka =. +liah +, 'us!ara 22, Limoa 1+, 6uysang -. Gambaran Umum Tentang Gangguan eredaran !arah "tak dalam Harsono ed #apita Selekta $eurologi. ?ogyakarta ,-M Press, >;;;@ A7#AB >. Mansjoer +, $oprohaita, 6ardhani 63, $eto!ulan 6. Stroke dalam #apita Selekta #edokteran. &akarta Media +es*ulapius 2' ,3, >;;;@ =C#>6

.emensia
+rtikel Psikologi D ;=E>;;B D Pikirdong D Psikologi .emensia (dementia) merupakan sindrom yang ditandai oleh pelbagai gangguan "ungsi kogniti" tanpa adanya gangguan kesadaran. -angguan kogniti" berupa inteligensi, memori, bahasa, problem solving, orientasi, persepsi, perhatian dan konsentrasi, adaptasi dan kemampuan bersosialisasi. -angguan ini si"atnya progresi", artinya kerusakan yang terjadi si"atnya lamban namun semakin lama gangguan semakin meluas. 'emun*ulan penyakit ini pada usia 8;#6; tahun, sangat jarang mun*ul diba!ah usia 6; tahun (ke*uali dalam beberapa kasus kemun*ulan demensia yang disebabkan oleh H3<E+3.$), beberapa gejala a!al yang samar atau tidak disadari, baik oleh pasien itu sendiri maupun orang#orang terdekat. Pada stadium a!al kemun*ulan demensia ditandai dengan gejala fatigue (kelelahan), *enderung gagal bila diberi tugas baru dan kesulitan mempertahankan kinerja mental. Perlahan#lahan kemudian indi)idu kesulitan melaksanakan tugas#tugas hariannya dan perlu dibantu. %rientasi, memori, persepsi dan "ungsi kogniti" pasien akan terus memburuk seiring dengan memberatnya stadium penyakitnya. Memburuknya a"eksi dan tingkah laku ditemukan pada pasien dengan pribadi intro)ert dan apatis terhadap tingkah lakunya. Bila kerusakan meluas pada daerah lobus "rontal dan temporal pasien tampak iritabel dan

eksplosi". Faktor Penye a 2aktor penyebab demensia yang paling sering disebabkan oleh penyakit +l(heimer dan )askular (kehilangan "ungsi otak yang diakibatkan oleh serangan stroke). 'edua penyakit itu kadang sering timbul se*ara bersamaan. Beberapa penyakit lainnya seperti@ penyakit Pi*k, %reut&feldt-'acob, Huntington, arkinson, H3< dan trauma kepala. .emensia dengan Le!y (.LB@ !ementia with (ew) bodies) merupakan demensia yang mun*ul pada orang tua, suatu kondisi penumpukan protein se*ara tidak normal di otak. -ejala .LB mirip sekali dengan simtom yang ada pada +l(heimer, namun kedua penyakit ini berbeda. $ampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan kedua penyakit ini. Beberapa kondisi lainnya yang dapat memun*ulkan demensia@ F 'erusakan pembuluh darah atau susunan syara" otak F H)drocephalus F Tumor otak F 'ondisi tiroid F 'ekurangan )itamin B=> F 3n"eksi .emensia didiagnosis bila pasien memiliki minimal > atau lebih gangguan "ungsi otak seperti gangguan dalam memori, bahasa, persepsi, emosi dan kemampuan kogniti" (seperti berhitung, berpikir abstrak atau penilaian). Biasanya gejala yang sering diketahui lebih a!al dimana pasien *epat lupa atau lupa samasekali. Beberapa gangguan lainnya hanya tampak bila melalui serangkaian test kogniti". $emakin bertambah usia seseorang maka semakin besar kemungkinan resiko terkena demensia. S!MT"M -ejala#gejala demensia@ =) Penurunan kemampuan memori se*ara bertahap >) 'etidakmampuan untuk berkonsetrasi :) Penurunan kemampuan penyelesaian masalah dan penilaian 7) $ering bingung sendiri 8) Halusinasi dan delusi 6) Perubahan pada sensasi dan persepsi C) Penurunan pada kemampuan untuk mengenal nama#nama (agnosia)@

F Penurunan kemampuan untuk mengenal nama orang atau benda F Penurunan kemampuan untuk mengenal perasaan A) Perubahan pola tidur F insomnia F selalu ingin tidur F perubahan jam tidur B) 'erusakan sistem motorik F 'erusakan skill motorik (apraGia) F 'etidakmampuan untuk membuat bentuk#bentuk geometri F 'etidakmampuan menggunakan tangan F 'etidakmampuan untuk memakai baju sendiri F Tidak mampu berjalan *epat F 'etidakmampuan untuk berjalan atau berpindah tempat F 'erusakan sistem motorik lainnya =;) .isorientasi F disorientasi orang, tempat dan !akatu F disorientasi )isual#spasial (ruang) F 'etidakmampuan untuk menginterpretasikan dari petunjuk yang ada disekitarnya ==) Permasalahan dalam belajar dan peme*ahan masalah F -angguan umum F 'etidakmampuan berpikir se*ara abstrak F 'etidakmampuan untuk berhitung F 'etidakmampuan untuk belajar =>) Penurunan daya ingat F Problem memori jangka pendek (tidak mampu mengingat hal#hal baru) F Problem memori jangka panjang (tidak mampu mengingat masa lalu) =:) Penurunan kemampuan penggunaan bahasa F 'eran*uan dalam berbi*ara F 'etidakmampuan memba*a F 'etidakmampuan untuk menulis F 'esulitan dalam berbi*ara F 'esulitan dalam penggunaan kata#kata

F 'esulitan dalam nama#nama benda F 'esulitan dalam pengu*apan F .alam berbi*ara sering melakukan kesalahan atau kata#kata yang salah F 'etidakmampuan untuk mengulangi kalimat atau perkataan orang lain F Pengulangan kata#kata yang sama F Penurunan kemampuan dalam penggunaan bahasa lain =7) Perubahan kepribadian F Mudah jengkel F 'etidakmampuan untuk mengontrol temperamen F 'e*emasan F .epresi F 1agu#ragu F 2okus dalam dirinya F Tidak "leksibel F Menarik dirinya dari hubungan sosial F Penurunan kemampuan terhadap "ungsi sosial F 'etidakmampuan dalam menyelesaikan pekerjaannya F Perubahan mood dan perilaku tidak pantas F 'etidakmampuan mengenal perasaan#perasaan F Penurunan ketertarikan pada akti)itas sehari#hari =8) Hilangnya spontanitas T#ST Beberapa test dan prosedur untuk mengetahui se*ara pasti adanya penyakit demensia dilakukan beberapa *ara dan test@ F $erum elektrolit F 'imia!i darah (*hem#>;) F Tes glukosa F $erum kalsium F 'adar hormon tiroid F Tes "ungsi tiroid F Tes "ungsi hati F 'adar )itamin B=> F kadar amonia darah F To*icolog) screen (test kadar alkohol dan obat#obatan) F +nalisis urin F +lectroencephalograph (pen*atat gelombang akti)itas otak@ HH-) F 5T s*an F +nalisis 5$2 (5airan *erebrospinal) F M13

T$#%TM#&T $ampai saat ini belum ditemukan obat medikasi yang dapat menyembuhkan demensia, treatment diberikan dengan tujuan untuk mengontrol kemun*ulan simtom demensia dan memperlambat meluasnya kerusakan yang disebabkan oleh demensia. Penghentian atau penggantian obat#obatan akan berdampak memburuknya "ungsi otak, jenis obat#obatan itu termasuk anticholinergics, analgesics, cimetidine, lidocaine dan antidepressant untuk susunan syara" pusat (50$). Beberapa kondisi medis dari simtom yang mun*ul kadang membingung untuk ditangani, treatment yang diberikan hanya dapat men*egah dari e"ek demensia dari beberapa simtom yang mun*ul, tidak se*ara keseluruhan. %bat#obatan diatas diberikan untuk menghindari gagal hati, kekurangan oksigen (hypoGia), gangguan tiroid, gangguan nutrisi, in"eksi, dan depresi. %bat#obatan untuk mengontrol perilaku@ F +nti psikotik diberikan dimalam hari F %bat a"ekti"#serotonin seperti tra&odone, buspirone F Penahan dopamine (haloperidol, risperdal, olan(apine, *lo(apine) F %holinesterase seperti donepe&il (+ri*ept), rivastigmine (HGelon), atau galantamine (1eminyl) untuk demensia yang disebabkan oleh +l(heimer F Pengendali mood seperti fluo*etine, imipramine, atau %ele*a F %bat simultan seperti meth)lphenidate (untuk meningkatkan akti)itas dan spontanitas) Beberapa alat bantu yang mungkin perlu diberikan seperti alat bantu dengar, ka*amata atau dilakukan operasi untuk mengangkat katarak. P#&'#(%H%& 'ebanyakan penyebab kemun*ulan demensia tidak dapat di*egah, demensia )askular yang disebabkan oleh serangan stroke dapat dihindari dengan membiasakan diri sejak dini dengan hidup sehat seperti dengan *ara menghindari rokok, mengontrol tekanan darah seimbang (menghindari hipertensi) dan menghindari resiko terkena diabetes. )PD*