Anda di halaman 1dari 6

BAB VI

PERENCANAAN PERLENGKAPAN
BONGKAR MUAT


VI.1. Palkah (Hatch)
Palkah merupakan tempat laluan untuk memasukkan dan mengeluarkan muatan dari
ruang muat (Cargo Hold) menuju ke pelebuhan atau sebaliknya, menurut Ing, J.P. De Haan,
dalam PRACTICAL SHIPBUILDING, handbook, bahwa panjang lubang palkah (L) 63% dari
panjang kompartement ruang muat dan lebarnya(w) 60% lebar kapal.
Untuk ruang muat No. 2 ~ 5, dimensi lubang palkahnya adalah :
L = 63% L
kompartement

= 63% (19,24 m)
= 12,12 m
w = 60% B
= 60% (18,24 m)
= 10,94 m
Untuk ruang muat No. 1, dimensi lubang palkahnya adalah :
L = 63% L
kompartement

= 63% (17,76 m)
= 11,19 m
w = 60% B
= 60% (16,21 m)
= 9,73 m
Pada geladak cuaca lubang palkah selalu dibuat ambang palkah (Hatch Coaming) menurut
peraturan lambung timbul memiliki ketinggian minimal 600 mm, ketinggian tersebut untuk
mengurangi resiko air laut masuk kedalam lubang palkah.
Untuk penutup palkah (Hatch Cover) direncanankan menggunakan tutup palkah Mac
Gregor Steel Hatch cover type Single Pull dengan perhitungan sebagai berikut :
Panjang penutup = Panjang lubang palkah / n, dimana n = 2 ~ 5 diambil 5
= 12,12 m / 5
= 2,242 m
Panjang untuk stowage hatch = 0,05 x w x n x 0,37 x panjang penutup
= 0,05 x 10,94 x 5 x 0,37 x 2,242
= 2,269 m
Tinggi stowage Space = Panjang untuk stowage hatch + Clearance (300 ~500) mm
= 2,269 m + 400 mm
= 2,669 m

VI.2. Perancangan Cargo handling (Cargo Winch dan Derrick Boom)
Kapal container dibagi menjadi 2 (dua) grup yaitu full container dan parsial (semi
container). Untuk jenis parsial (semi) container didalam ruang muatnya dimanfaatkan untuk
muatan cargo sedangkan untuk muatan dalam bentuk container diletakkan diatas geladak
utama dan diletakkan secara memanjang, juga ketinggian container dibatasi hanya sampai 2
(dua) atau 3 (tiga) tumpukkan saja. (Ship Design and Constuction). Utnuk peralatan bongkar
muat direncanankan menggunakan Derrick Boom dengan perhitungan sebagi berikut :
Berdasarkan Marine Auxiliary Machinery and System oleh M.Khetagurov. penentuana
kapasitas Cargo Winch dilakukan dengan data-data perencanaan sebagai berikut :
PERHITUNGAN CARGO WINCH DAN DERRICK BOOM
Untuk sistem bongkar muat, direncanakan terdapat 2 buah crane, untuk itu diperlukan 4
buah crane .memasang dan memegang pipa bongkar muat.
Data perencanaan :
- P : Berat maximum yang diangkat 8000 Kg atau 8 Ton
- qp : Effesiensi roda katrol (0.9 0.95) diambil 0.95
- k : Jumlah roda katrol diambil 2 buah
- dr : Dipilih tali baja dengan diameter 15 mm atau 0.015 m
- |b : Faktor permukaan barrel = 0.9
- z : Jumlah lapisan tali pada gelondongan direncanakan 5 lapis
- qb : Effesiensi winch barrel = 0.9
- Vtd : Kecepatan angkat beban = 30 m/s
- Nm : Kecepatan putar motor listrik (500 - 3000), diambil 1200 rpm
- qwd : Effesiensi menyeluruh (0.65 0.75), diambil 0.75
- R : Jarak derrick boom yang keluar dari lambung = 6.5 m
- bt : Jarak tiang mast dari tepi kapal B/2 = ............... = .......................... m
- o : Sudut terhadap lambung kapal = 60
o

- L : Panjang lubang palkah = ................. m
a. Berat Cargo Hook dan Shackle (Q):
Q = (0.0028 0.0032) x P ,Kg ; diambil (0.0032) x P
= 0.0032 x 8000
= 25.6 Kg
b. Gaya Tarik pada Gelondongan Winch (Tb):
Tb = Pg ,Kg
=
k
p
Q P
q
) ( +

=
(8000 25.6)
(0.95)
+

= 8448 Kg
c. Diameter Gelondongan Winch (Db):
Db = (16.5 - 18) x dr ,m ; diambil 18 x dr
= 18 x 0.015
= 0.27 m
d. Kekuatan Tarik Tali (Rbr):
Rbr = 6 x (P + Q)
= 6 x 8025.6 kg
= 48153.6 Kg
e. Panjang Gelondongan Winch (Lb):
Lb = (1.1 1.6) x Db ,m ; diambil (1.6) x Db
= 1.6 x 0.27
= 0.432 m
f. Jumlah Lilitan Sepanjang Gelandang (m):
m = Lb / dr
= 0.432 / 0.015
= 28.8 lilitan = 29 lilitan
g. Panjang tali pada lapisan pertama
Lm
1
= t x ( Db + dr) x m (m)
= 3.14 x (0.27 + 0.015) x 29
= 25.95 m


h. Kapasitas Penggulung Sampai pada Lapisan ke z (Lmz):
untuk z = 5 lapisan :
Lmz = |b x t[(z x Db) + (z
2
x dr)] x m ,m
= 0.9 x t[(5 x 0.27) + (5
2
x 0.015)] x 29
= 140.39 m
i. Diameter Perencanaan Barrel Winch (Dbd):
Dbd = Db + dr (2z - 1) ,m
= 0.27 + 0.015(2 x 5 - 1)
= 0.405 m
j. Torsi pada Poros Barrel/Gelondongan Winch (Mbd):
Mbd = 1/2 x [ Db + dr(2z - 1)] x Tb/qb ,Kgm
= 1/2 x [0.27 + 0,015[(2 x 5) 1]] x 8448 / 0.9
= 633.735 Kgm
k. Kecepatan Putar Poros Gelondongan (nbd):
nbd =
60
19.1
xVtd Vtd
x
xDbd Dbd t
= ,rpm
=
30
19.1
0.405
x
= 1444.44 rpm
l. Rasio Reduksi Gear (iwd):
iwd =
xVtd
xDbd nmx
60
t

=
1200 0.405
60 30
x x
x
t

= 0.83
m. Momen Torsi Pada Poros Motor (Mmd):
Mmd =
wd iwdx
Mbd
q
,Kgm
= 633.735 / (0.83 x 0.75 )
= 996.67 Kgm

n. Daya Motor (Ne):
Ne =
716.20
Mmdxnm
,HP
= (996.67 x 1200 )/716.2
= 1669.94 HP
3. Perencanaan Deck Crane ( Derrick Boom )
Peralatan deck crane, boom, dan winch untuk keperluan bongkar muat pada sebuah
kapal harus memenuhi kriteria berikut :
1. Kapasitas angkut muatan yang besar
2. Pengoperasiannya tidak memerlukan banyak orang
3. Dapat dioperasikan sewaktu - waktu dimana kondisi boom siap terpasang untuk
beroperasi secara terus - menerus di pelabuhan
a. Panjang Efektif dari Boom (lb):
lb =
o sin
) ( bt R +
,m
= ( 6 + 9.65 )/sin 60
= 18.071 m
b. Panjang Tiang Mast (H):
H = 0.7 x lb ,m
= 0.7 x 18.071
= 12.6497 m
c. Diameter Tiang Mast (D):
Modulus penampang tiang mast dengan satu derrick boom (W
1
) :
W
1
= 0.1 x (Pm x d) ,m
3

Modulus penampang tiang mast dengan dua derrick boom (W
2
) :
W
2
= 0.1 x (Pm
1
x d
1
+ Pm
2
x d
2
) ,m
3

Dimana :

Pm : beban yang diangkut = P
= 12500 Kg
d : jarak yang dicapai boom = (2/3 x L )+ Lm
= (2/3 x 16 ) + 4.4
= 15.067 m



- Untuk ruang muat I, II, III, dan IV digunakan satu tiang mast dengan dua derrick boom
dimana modulus penampangnya adalah:
W
2
= 0.1 x (Pm
1
x d
1
+ Pm
2
x d
2
) ; karena Pm
1 =
Pm
2
dan d
1=
d
2

Maka :
W = 0.1 x 2(Pm x d)
= 0.1 x 2(12500 x 15.067 )
= 37667.5
Sehingga untuk diameter tiang mast (D) adalah:
D =
1/ 3
0.0148
W | |
|
\ .
,cm
= (37667.5 / 0.0148 )
1/3
= 136.532 m
Diameter dalam tiang mast (d) = 0.96 x D ,m
= 0.96 x 136.532
= 131.070 m

Anda mungkin juga menyukai