Anda di halaman 1dari 24

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan telah berlangsung sejak awal peradaban dan budaya manusia.

Bentuk dan cara pendidikan itu telah mengalami perubahan, sesuai dengan perubahan zaman dan tuntutan kebutuhan. Pada awal peradaban, para orang tua bersama kelompoknya bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak mereka sehingga mencapai kedewasaan. Bila orang tuanya hidup denagan bertani , maka anak anaknya pun diajar bertani melalui pengalaman langsung. Demikian juga jika orangtuanya berdagang, maka anaknyapun diajar berdagang. Pada masa itu belum ada program pendidikan yang dilaksanakan di luar lingkungan keluarga atau kelompok oleh orang-orang di luar keluarga/kelompok, atau pendidikan yang terstruktur.sampai pada dimana pendidikan yang dilaksanakan dari telah berhasil mengembangbiakkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan. Pendidikan adalah sesuatu yang universal dan berlangsung terus tak terputus dari generasi ke generasi di manapun di dunia ini. paya memanusiakan manusia melalui pendidikan itu diselenggarakan sesuai tujuan pendidikan dengan pandangan hidup dan dalam latar sosial kebudayaan setiap masyarakat tertentu, termasuk di !ndonesia. "ujuan dapat tercapai dengan melakukan proses pendidikan, yaitu kegiatan yang memobilisas setiap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapaian tujuan. #ang menjadi tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

1.2. Permasalahan Dari permasalahan di atas, maka permasalah yang diangkat dalam makalah ini adalah $ %. &pa konsep pendidikan yang sesungguhnya '

(. ).

&pa konsep pengajaran ' Bagaimana hubungan antara pendidikan dan pengajaran dalam menciptakan keberhasilan tujuan pendidikan '

%.). Tujuan &dapun tujuan dari penyusunan makalah persentasi dan pembahasan ini adalah $ %. &gar mahasiswa , memahami beberapa dasar teori pendidikan dan konsep pendidikan. (. &gar mahasiswa , memahami beberapa dasar teori pendidikan dan konsep pendidikan ). &gar setiap mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuannya tentang dasar teori pendidikan dan konsep pendidikan dalam pemecahan masalah belajar dalam pendidikan dan tugasnya sehari hari. *. +emahami teknologi pembelajaran yang dapat menciptakan proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.

II. PEMBAHASAN 2.1. Def n s Pen! ! kan Pendidikan berasal dari kata didik lalu kata ini mendapat awalan me sehingga menjadi kata mendidik, artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diperlukan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. ,elanjutnya dalam kamus besar bahasa indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran. Berikut pengertian pendidikan menurut tinjauan etimologis dan tinjauan terminologis $ %. "injauan etimologis !stilah asing yang biasa dipakai unuk memaknai kata pendidikan adalah - padagogie .bahasa yunani/ dan education .bahasa latin/. Berikut penjelasan istilah tersebut a. Padegogie Padegogie merupakan rangkaian dari dua kata dari bahasa yunani $ pias (anak) dan ago (saya membimbing) dengan demikian padegogie berarti saya membimbing anak. Pada zaman yunani kuno, anak golongan bangsawan biasanya diantar dan dijemput ke sekolah oleh seorang pengasuh khusus yang disebut padagogos b. 0ducation +enurut khursyid ahmad, istilah education berasal dari bahasa latin - e, ex (out) artinya keluar, dan ducere duc (mengatur, memimpin, menyerahkan). ,ehingga education memiliki arti $ mengumpulkan dan menyampaikan in1ormasi .pelajaran/ dan menyalurkan/menarik bakat keluar. Dalam praktik pendidikan,

kegiatan-kegiatan seperti mengatur, memimpin dan mengarahkan bakat anak merupakan aktivitas utama. (. "injauan "erminologis Dari sudut pandang terminologis, pendapat para ahli pendidikan cukup beragam dalam memberikan arti pendidikan. a. +2. 3angeveld Pendidikan adalah mempengaruhi anak dalam usaha membimbingnya supaya menjadi dewasa. saha membimbing

adalah usaha yang didasari dan dilaksanakan dengan sengaja antara orang yang dewasa dengan anak yang belum dewasa. b. 4ogeveld Pendidikan adalah membantu anak supaya dia cukup cakap menyelenggarakan tugas hidup atas tanggung jawabnya sendiri. c. 5i 4ajar Dewantara Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggot masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya d. ndang- ndang 6!. 7omor (8 tahun (88) tentang pendidikan nasional .pasal % ayat %/ Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara akti1 mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara . Dalam perspekti1 yang luas, pendidikan diartikan sebagai keseluruhan pengalaman belajar setiap orang sepanjang hidupnya .life long education/, yang bisa terjadi secara 1ormal, non1ormal, dan in1ormal.

Dengan demikian dalam arti luas pendidikan tidak ada batas waktu dan tempat, kapan saja, dimana saja, disengaja atau tidak. 2adi pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersi1at kelembagaan .seperti sekolah dan madrasah/ yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainya. Pendidikan dapat berlangsung secara in1ormal dan non1ormal disamping secara 1ormal disekolah, madrasah dan institusiinstitusi lainnya ,ebagai proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik. Proses pembentukan pribadi melalui dua sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang sudah dewasa atas usaha sendiri. 9row .dalam ,upriyatno, (88%/ mengatakan bahwa pendidikan diinterpretasikan dengan makna untuk mempertahankan individu dengan kebutuhan-kebutuhan yang senantiasa bertambah dan merupakan suatu harapan untuk dapat mengembangkan diri agar berhasil serta untuk memperluas, mengintensi1kan ilmu pengetahuan dan memahami elemenelemen yang ada disekitarnya. Pendidikan juga mencakup segala perubahan yang terjadi sebagai akibat dari partisipasi individu dalam pengalamanpengalaman dan belajar. Pendidikan merupakan pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sikapnya ."hompson, %::)/. ,edangkan Darnelawati .%::*/ berpendapat bahwa pendidikan 1ormal adalah pendidikan di sekolah yang berlangsung secara teratur dan bertingkat mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat. "ujuan pendidik adalah untuk memperkaya budi pekerti, pengetahuan dan untuk menyiapkan seseorang agar mampu dan trampil dalam suatu bidang pekerjaan tertentu. ,ebagian orang memahami arti pendidikan sebagai pengajaran karena pendidikan pada umumnya selalu membutuhkan pengajaran. Padahal

mengajar pada umumnya diartikan secara sempit dan 1ormal sebagai kegiatan menyampaikan meteri pelajaran kepada siswa agar ia menerima dan menguasai materi pelajaran tersebut, dengan kata lain siswa tersebut memiliki ilmu pengetahuan. Pendidikan bagi sebagian orang, berarti berusaha membimbing anak untuk menyerupai orang dewasa, sebaliknya bagi 2ean Piaget . %<:= / pendidikan berarti menghasilkan, mencipta, sekalipun tidak banyak, sekalipun suatu penciptaan dibatasi oleh pembandingan dengan penciptaan yang lain. Pandangan tersebut memberi makna bahwa pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu sebagai pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umunya di sekolah sebagai lembaga pendidikan 1ormal. !lmu disebut juga pedagogik, yang merupakan terjemahan dari bahasa !nggris yaitu > Pedagogics >. Pedagogics sendiri berasal dari bahasa #unani yaitu pais yang artinya anak, dan again yang artinya membimbing. Poerbakwatja dan 4arahap . %:<( $ (;* / mengemukakan pedagogik mempunyai dua arti yaitu $ .%/ peraktek, cara sesorang mengajar- dan .(/ ilmu pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan metode mengajar, membimbing, dan mengawasi pelajaran yang disebut juga pendidikan. ?rang yang memberikan bimbingan kepada anak disebut pembimbing atau > pedagog>, dalam perkembangannya, istilah pendidikan . pedagogy / berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan kepada anak oleh orang dewasa secara sadar dan bertanggung jawab. Dalam dunia pendidikan kemudian tumbuh konsep pendidikan seumur hidup . li1elong education /, yang berarti pendidikan berlangsung sampai mati, yaitu pendidikan berlangsung seumur hidup dalam setiap saat selama ada pengaruh lingkungan. dikemukan para ahli yaitu $ %/ Pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau ntuk memberi pemahaman akan batasan pendidikan berikut ini dikemukakan sejumlah batasan pendidikan yang

kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan . 5amus Besar Bahasa !ndonesia, %::% /. .(/ Dalam pengertian yang sempit pendidikan berarti perbuatan atau proses perbuatan untuk memperoleh pengetahuan . +c3eod, %:<: /. .)/ Pendidikan ialah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup serta pendidikan dapat diartikan sebagai pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan 1ormal . +udyahardjo, (88%$= / .*/ Dalam pengertian yang agak luas pendidikan diartikan sebagai sebuah proses dengan metode-metode tertentu sehingga orang memperoleh pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan . +uhibinsyah, (88)$%8 / .;/ Pendidikan berarti tahapan kegiatan yang bersi1at kelembagaan . seperti sekolah dan madrasah / yang dipergunakan untuk menyempurnakan perkembangan individu dalam menguasai pengetahuan, kebiasaan, sikap, dan sebagainya ( Dictionary of Psychology, 1972 ). .=/ Dalam arti luas pendidikan melipuyi semua perbuatan dan usaha dari generasi tua untuk mengalihkan pengetahuannya, pengalamannya, kecakapannya, dan ketrampilannya kepada generasi muda sebagai usaha menyiapkannya agar dapat memenuhi 1ungsi hidupnya baik jasmaniah maupun rohaniah. &rtinya pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan si anak ke kedewasaan yang selalu diartikan mampu menimbulkan tanggung jawab moril dari segala perbuatannya . Poerbakawatja dan 4arahap, %:<% /. .@/ +enurut John Dewey pendidikan merupakan proses pembentukan kemampuan dasar yang 1undamental, baik menyangkut daya pikir atau daya

intelektual, maupun daya emosional atau perasaan yang diarahkan kepada tabiat manusia dan kepada sesamanya. .</ Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara akti1 mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengenalan diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara . "ahun (88) /. 2.2. Hakekat !an Te"r Pen! ! kan +udyahardjo . (88%$:% / menegaskan bahwa sebuah teori berisi konsepkonsep, ada yang ber1ungsi sebagai $ a. asumsi atau konsep-konsep yang menjadi dasar/titik tolak pemikiran sebuah teori b. de1inisi konotati1 atau denotati1 atau konsep-konsep yang menyatakan makna dari istilah-istilah yang dipergunakan dalam menyusun teori. &sumsi pokok pendidikan adalah $ a. pendidikan adalah aktual, artinya pendidikan bermula dari kondisi-kondisi aktual dari individu yang belajar dab lingkungan belajarnyab. pendidikan adalah normati1, artinya pendidikan tertuju pada mencapai halhal yan baik atau norma-norma yang baik, dam c. pendidikan adalah suatu proses pencapaian tujuan, artinya pendidikan berupa serangkaian kegiatan bermula dari kondisi-kondisi aktual dan individu yang belajar, tertuju pada pencapaian individu yang diharapkan. Pendidikan dipandang dari sudut keilmuan tertentu seperti $ ,P7 7o. (8

<

a. ,osiologi memandang pendidikan dari aspek sosial, yaitu mengartikan pendidikan sebagai usaha pewarisan dari generasi ke generasi. b. &ntrophologi memandang pendidikan adalah enkulturasi yaitu proses pemindahan budaya dari generasi ke generasi. c. Psikologi memandang pendidikan dari aspek tingkah laku individu, yaitu mengartikan pendidikan sebagai perkembangan kapasitas individu secar optimal. Psikologi menurut Aoodward dan +aBuis . %:;; $ ) / adalah studi tentang kegiatan-kegiatan atau tingkah laku individu dalam keseluruhan ruang hidupnya. d. 0konomi, yaitu memandang pendidikan sebagai usaha penanaman modal insani . human capital / yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. e. Politik yang melihat pendidikan adalah proses menjadi warga negara yang diharapkan . civilisasi / sebagai usaha pembinaan kader bangsa yang tangguh. Pendidikan selalu dapat dibedakan menjadi teori dan praktek, teori pendidikan adalah pengetahuan tentang makna dan bagaimana soyogyanya pendidikan itu dilaksanakan, sedangkan praktek adalah tentang pelaksanaan pendidikan secara konkretnya. "eori pendidikan disusun seperti latar belakang yang hakiki dan sebagai rasional dari praktek pendidikan serta pada dasarnya bersi1at direkti1. !stilah direkti1 memberi makna bahwa pendidikan itu mengarah pada tujuan yang pada hakekatnya untuk mencapai kesejahteraan bagi subjek didik. 2.#. Hu$ungan Pen! ! kan !engan Pengajaran Pada dasarnya >mengajar> adalah membantu . mencoba membantu / seseorang untuk mempelajari sesuatu dan apa yang dibutuhkan dalam belajar

itu tidak ada kontribusinya terhadap pendidikan orang yang belajar. &rtinya mengajar pada hakekatnya suatu proses, yakni proses mengatur, mengorganisasi lingkungan yang ada disekitar siswa sehingga menumbuhkan dan mendorong siswa belajar.4al ini akan dapat terwujud jika dilakukan melalui proses pengajaran dengan strategi pelaksanaan melalui $ %. Bimbingan penyuluhan yaitu agar pemberian siswa bantuan,arahan,motivasi,nasihat mengatasi,memecahkan dan dan

mampu

menanggulangi masalahnya sendiri. (. Pengajaran yaitu bentuk kegiatan dimana terjalin hubungan interaksi dalam proses belajar dan mengajar antara tenaga kependidikan dengan peserta didik. ). Pelatihan yaitu sama dengan pengajaran khususnya untuk mengembangkan keterampilan tertentu. +enurut 3ang1ord .%:@</ yang penting hubungan yang relevan bukanlah antara pengajaran dengan pendidikan tetapi antara pengajaran sebagai suatu pro1esi dengan pendidikan. 2.%. &ungs Pen! ! kan Cungsi pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat dari kebodohan dan ketertinggalan. ,edangkan menurut tahun (88) menyatakan bahwa pendidikan nasional ,P7 7o.(8 ber1ungsi

mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 2.'. ("nse) !an Makna Belajar ("nse) Belajar.

%8

Belajar merupakan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersi1at eksplisit maupun implisit .tersembunyi/. ntuk menangkap isi dan pesan belajar, maka dalam belajar tersebut individu menggunakan kemampuan pada ranah-ranah $ a. 5ogniti1 yaitu kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan, penalaran atau pikiran terdiri dari kategori pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. b. &1ekti1 yaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi, dan reaksireaksi yang berbeda dengan penalaran yang terdiri dari kategori penerimaan, partisipasi, penilaian sikap, organisasi dan pembentukan pola hidup. c. ,ikomotorik yaitu kemepuan yang mengutamakan keterampilan jasmani terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan dan kreativitas. Belajar en!r!t Pan"angan #$iner.

Belajar menurut pandanag B.C.,kiner .%:;</ adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresi1. +enurut ,kiner dalam belajar ditemukan hal-hal berikut $ %. 5esempatan terjadinya peristiwa yang menimbulkan respon belajar, (. 6espon si belajar, ). 5onsekwensi yang bersi1at menggunakan respon tersebut,baik konsekwensinya sebagai hadiah maupun teguran atau hukuman. #$inner menbagi dua jenis respon dalam proses belajar yakni $ %. respondents response yaitu respon yang terjadi karena stimuli khusus, perangsang-perangsang yang demikian ini mendahului respons yang ditimbulkannya. %%

(. operants conditioning dalam clasical condotioning menggambarkan suatu situasi belajar dimana suatu respons dibuat lebih kuat akibat rein1orcement langsung yaitu respon yang terjadi karena situasi random. +enurut ,kinner mengajar itu pada hakekatnya adalah rangkaian dari penguatan yang terdiri dari suatu peristiwa dimana prilaku terjadi, perilaku itu sendiri, dan akibat perilaku. Belajar en!r!t Pan"angan %o&ert . 'agne

+enurut Dagne .%:@8/, Belajar merupakan kegiatan yang kompleks, dan hasil belajar berupa kapabilitas, timbulnya kapabilitas disebab oleh stimulasi yang berasal dari lingkungan dan proses kogniti1 yang dilakukan oleh pelajar. Belajar terdiri dari tiga komponen penting yakni kondisi eksternal yaitu stimulus dari lingkungan dari acara belajar, kondisi internal yang menggambarkan keadaan internal dan proses kogniti1 siswa, dan hasil belajar yang menggambarkan in1ormasi verbal, keterampilan intelek, keterampilan motorik, sikap, dan siasat kogniti1. %o&ert . 'agne mengemukakan delapan tipe belajar yang membentuk suatu

hirarki dari paling sederhana sampai paling kompleks yakni $ %. belajar tanda-tanda atau isyarat .,ignal 3earning/ yang menimbulkan perasaan tertentu, mengambil sikap tertentu,yang dapat menimbulkan perasaan sedih atau senang. (. belajar hubungan stimulus-respons .,timulus 6esponse-3earning/dimana respon bersi1at spesi1ik, tidak umum dan kabur. ). belajar menguasai rantai atau rangkaian hal .9haining 3earning/ mengandung asosiasi yang kebanyakan berkaitan dengan keterampilan motorik.

%(

*. belajar hubungan verbal atau asosiasi verbal .Eerbal &ssociation/ bersi1at asosiati1 tingkat tinggi tetapi 1ungsi nalarlah yang menentukan. ;. belajar mebedakan atau diskriminasi .Discrimination 3earning/ yang menghasilkan kemampuan membeda-bedakan berbagai gejala. =. belajar konsep-konsep .9oncept 3earning/ yaitu corak belajar yang menentukan ciri-ciri yang khas yang ada dan memberikan si1at tertentu pula pada berbagai objek. @. belajar aturan atau hukum-hukum .6ule 3earning/ dengan cara mengumpulkan sejumlah si1at kejadian yang kemudian dalam macammacam aturan. <. belajar memecahkan masalah .Problem ,olving/ menggunakan aturanaturan yang ada disertai proses analysis dan penyimpulan. !nti dari pembelajaran tersebut adalah interaksi dan proses untuk

mengungkapkan ilmu pengetahuan oleh pendidik dan peserta didik yang menghasilkan suatu hasil belajar. &da tiga aspek perkembangan intelektual yang diteliti oleh 2ean Piaget yaitu $ %. ,truktur, yaitu ada hubungan 1ungsional antara tindakan pisik, tindakan mental, dan perkembangan berpikir logis anak. (. !si, yaitu pola perilaku anak yang khas yang tercermin pada respon yang diberikannya terhadap berbagai masalah atau masalah yang dihadapinya. ). Cungsi, yaitu cara yanag digunakan organisme untuk membuat kemajuan intelektual. Dari uraian diatas dapat ditegaskan bahwa belajar dalam hal ini dapat mengandung makna sebagai perubahan struktural yang saling

%)

melengkapi antara asimilasi dan akomodasi dalam proses menyusun kembali dan mengubah apa yang telah diketahui melalui belajar.

Belajar

en!r!t Pan"angan (arl %. %ogers +enurut pendapat (arl %. %ogers ()hli Psi$oterapi) praktek

pendidikan menitikberatkan pada segi pengajaran, bukuan pada siswa yang belajar. Praktek tersebut ditandai oleh peran guru yang dominan dan siswa hanya mengha1alkan pelajaran. 3angkah-langkah dan sasaran pembelajaran yang perlu dilakukan oleh guru menurut 6ogers adalah meliputi $ guru memberi kepercayaan kepada kelas agar kelas memilih belajar secara terstruktur, guru dan siswa membuat kontrak belajar, guru menggunakan metode inBuiri atau belajar menemukan .discovery learning/, guru menggunakan metode simulasi, guru mengadakan latihan kepekaan agar siswa mampu menghayati perasaan dan berpartisipasi dengan kelompok lain, guru bertindak sebagai 1asilitator belajar dan sebaiknya guru menggunakan pengajaran berprogram agar tercipta peluang bagi siswa untuk timbulnya kreati1itas dalam belajar .Dimyati dan +udjiono, %:::$%@/. 2adi dapat ditegaskan belajar menurut 9arl 6. 6ogers adalah untuk membimbing anak kearah kebebasan dan kemerdekaan, mengetahui apa yang baik dan yang buruk, dapat melakukan pilihan tentang apa yang dilakukannya dengan penuh tanggung jawab sebagai hasil belajar. 5ebebasan itu hanya dapat di pelajari dengan memberi anak didik kebebasan sejak mulanya sejauh ia dapat memikulnya sendiri, hal ini dilakukan dalam konteks belajar. Belajar en!r!t Pan"angan Benja*in Bloo*

%*

5eseluruhan tujuan pendidikan dibagi atas hirarki atau taksonomi menurut Benjamin Bloom .%:;=/ menjadi tiga kawasan .dominan/ yaitu $ domain kogniti1 mencakup kemampuan intelektual mengenal lingkungan yang terdiri atas = macam kemampuan yang disusun secara hirarki dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analysis, sintesis dan penilaian- domain a1ekti1 mencakup kemampuan-kemapuan emosional dalam mengalami dan menghayati sesuatu hal yang meliputi lima macam kemampuan emosional disusun secara hirarki yaitu kesadaran, partisipasi, penghayatan nilai, pengorganisasian nilai, dan karakterisasi diri- domain psikomotor yaitu kemampuan-kemampuan motorik menggiatkan dan mengkoordinasikan gerakan terdiri dari $ gerakan repleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, kemampuan jasmani, gerakan terlatih, dan komunikasi nondiskursi1. 2adi dapat ditegaskan bahwa belajar adalah perubahan kualitas kemampuan kogniti1, a1ekti1, dan psikomotorik untuk meningkatkan tara1 hidupnya sebagai pribadi, masyarakat, maupun sebagai mahluk "uhan #ang +aha 0sa. Belajar en!r!t Pan"angan Jero*e #. Br!ner +enurut Bruner .%:=8/ dalam proses belajar dapat dibedakan dalam tiga 1ase yaitu $ in1ormasi, transpormasi dan evaluasi.Bruner mengemukan empat tema pendidikan, tema pertama mengemukan pentingnya arti struktur pengetahuan, tema kedua ialah tentang kesiapan .readines/ untuk belajar, tema ketiga menekankan nilai intuisi dalam proses pendidikan, tema keempat ialah tentang motivasi atau keinginan untuk belajar, dan cara-cara yang tersedia pada para guru untuk merangsang motivasi itu. Bruner menyimpulkan bahwa pendidikan bukan sekedar persoalan teknik pengelolaan in1ormasi, bahkan bukan penerapan teori belajar dokelas atau menggunakan hasil ujian prestasi yang berpusat pada mata pelajaran.

%;

2.*. Te"r Belajar ,ecara garis besar dikenal ada tiga rumpun besar teori belajar menurut pandangan psikologi yaitu teori disiplin mental, teori behaviorisme dan teori cognitive gestalt-1iled. a. Te"r D s )l n Mental "eori belajar ini dikembangkan tanpa didasari eksperimen, ini berarti dasar orientasinya adalah 1iloso1is atau spekulati1, teori ini menganggap bahwa dalam belajar mental siswa didisiplinkan atau dilatih. "eori yang berlawanan sekali dengan teori disiplin mental ialah teori perkembangan alamiah. +enurut teori ini, anak itu akan berkembang secara alamiah. "eori yang berlawanan dengan teori disiplin mental dan pengembangan alamiah adalah teori apersepsi, yang merupakan suatu asosionisme mental yang dinamis, didasarkan pada premis 1undamental bahwa tidak ada gagasan bawaan sejak lahir, apapun yang diketahui seseorang datang dari luar dirinya. +enurut teori apersepsi, belajar merupakan suatu proses terasosiasinya gagasan-gagasan baru dengan gagasan lama yang sudah membentuk pikiran. $. Te"r Beha+ "r sme

%=

&da beberapa ciri dari teori ini yaitu $ mengutamakan unsur-unsur atau bagian-bagian kecil, bersi1at mekanisme, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, dan menekankan kepentingan latihan. "okoh yang mengembangkan teori ini adalah "horndike yang mengemukan tiga prinsip aatu hukum dalam belajar yaitu $ belajar akan berhasil apabila individu memiliki kesiapan untuk melakukan perbuatan tersebut, belajar akan berhasil apabila banyak latihan dan ulangan, dan belajar akan bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik. Prinsip belajar menurut teori behaviorisme yang dikemukan oleh 4arley dan Davis .%:@</ yang banyak dipakai adalah $ proses belajar dapat terjadi dengan baik apabila siswa ikut terlibat secara akti1 didalamnya, materi pelajaran diberikan dalam bentuk unit-unit kecil dan diatur sedemikian rupa sehingga hanya perlu memberikan suatu proses tertentu saja, tiap-tiap respon perlu diberi umpan balik secara langsung sehingga siswa dapat dengan segera mengetahui apakah respon yang diberikan betul atau tidak, dan perlu diberikan penguatan setiap kali siswa memberikan respon apakah bersi1at positi1 atau negati1. ,. Te"r -"gn t +e .estalt/& le! "eori Belajar Destalt meneliti tentang pengamatan dan problem solving, dari pengamatanya ia menyesalkan penggunaan metode mengha1al di sekolah, dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan ha1alan akademis. ,uatu konsep yang penting dalam psikologis Destalt adalah tentang insight yaitu pengamatan dan pemahaman mendadak terhadap hubunganhubungan antar bagian-bagian dalam suatu situasi permasalahan. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan teori Destalt, guru tidak memberikan

%@

potongan-potongan atau bagian-bagian bahan ajaran, tetapi selalu satu kesatuan yang utuh. +enurut teori Destalt perbuatan belajar itu tidak berlangsung seketika, tetapi berlangsung berproses kepada hal-hal yang esensial, sehingga aktivitas belajar itu akan menimbulkan makna yang berarti. ,ebab itu dalam proses belajar, makin lama akan timbul suatu pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran yang dipelajari, manakala perhatian makin ditujukan kepada objek yang dipelajari itu telah mengerti dan dapat apa yang dicari. 2.0. Makna !an - r Belajar +enurut para ahli belajar dapat diartikan sebagai proses orang memperoleh berbagai kecakaapn, keterampilan dan sikap. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. ,etiap perilaku belajar ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesi1ik antara lain $ belajar menyebabkan perubahan pada aspek-aspek kepribadian yang ber1ungsi terus menerus, belajar hanya terjadi dari pengalaman yang bersi1at individual, belajar merupakan kegiatan yang bertujuan kearah yang ingin dicapai, belajar menghasilkan perubahan yang menyeluruh, melibatkan selusuh tingkah laku secara integral, belajar adalah proses interaksi dan belajar berlangsung dari yang paling sederhana sampai pada yang kompleks. 2.1. Pr ns )/Pr ns ) Belajar &da berbagai prinsip belajar yang dikemukan oleh para ahli psikologi pendidikan terjadi dan diikuti dengan keadaan memuaskan maka hubungan itu diperkuat, ,pread o1 e11ect yaitu emosional yang mengiringi kepuasan itu tidak terbatas kepada sumber utama pemberi kepuasan tetapi %<

kepuasan mendapat pengetahuan baru, law o1 eFercice yaitu hubungan antara perangsang dan reaksi diperkuat dengan latihan dan penguasaan, dan law o1 primacy yaitu hasil belajar yang diperoleh melalui kesan pertama akan sulit digoyahkan. Beberapa prinsip atau kaidah dalam proses pembelajaran sebagai hasil eksperimen para ahli psikologi yang berlaku secara yaitu $ motivasi, pembentukan, kemajuan dan keberhasilan proses belajar mengajar, 1eedback, response, trial and error , trans1er dalam belajar dapat bersi1at positi1 atau negati1 dan proses belajar yang bersi1at individual. 2.2. S3arat Agar Peserta D ! k Berhas l Belajar &gar peserta didik dapat berhasil belajar diperlukan persyaratan sebagai berikut $ kemampuan berpikir yang tinggi bagi para siswa, menimbulkan minat yang tinggi terhadap mata pelajaran, bakat dan minat yang khusus, menguasai bahan-bahan dasar yang diperlukan untuk meneruskan pelajaran, menguasai salah satu bahasa asing, stabilitas psikis, kesehatan jasmani, kehidupan ekonomi yang memadai, menguasai teknik belajar disekolah dan diluar sekolah. 2.14. -ara Belajar 3ang Ba k 9ara belajar baik secara umum yaitu $ belajar secara e1isien, mampu membuat berbagai catatan, mampu membaca, siap belajar, keterampilan belajar, memahami perbedaan belajar pada tingkatan sekolah seperti ,D, ,+P, dan ,+ , dukungan orang tua yang paham akan perbedaan, status harga diri lebih kurang. +enurut 6usyam cara dan teknik mengatasi kesulitan belajar adalah $ menetapkan target belajar, menghindari saran dan kritik yang negati1, menciptakan situasi belajar, menyelenggarakan remedial program,

%:

dan memberi kesempatan agar peserta didik memperoleh pengalaman yang sukses. 2.11. Strateg Mem)elajar Buku Teks ,alah satu hal yang penting dalam belajar adalah membaca buku teks yang berisi materi pelajaran.5iat untuk memahami buku teks disebut metode ,G)6 .,urvey, Guestion, 6ead, 6ecite, dan 6eview/. ,urvey yaitu menjelajahi seluruh buku yang tersedia di perpustakaan dan tempat lain yang berhubungan dengan mata pelajaran. Dilanjutkan dengan Buestion yaitu bertanya dalam mengarahkan membaca kritis, kemudian membaca ialah melihat tulisan dan mengerti atau dapat melisankan apa yang tertulis. 5emudian dilakukan recite yaitu mengulang isi buku pelajaran yang telah dipelajari .berkaitan dengan ide, pengertian, dan analysis/ sehingga mendapatkan ide-ide pokok dari buku tersebut. ,edangkan review yaitu meninjau kembali seluruh bahan pelajaran yang telah dipelajari secara menyeluruh. Dengan menggunakan metode ,G)6 dapat diharapkan lebih memuaskan dan dapat lebih memberikan pemahaman yang luas tentang materi pelajaran yang terdapat dalam buku tes tersebut. 2.12 Pengert an Pengajaran Pengajaran merupakan aktivitas atau proses yang berkaitan dengan penyebaran ilmu pengetahuan atau kemahiran yang tertentu. +eliputi perkaraperkara seperti aktivitas perancangan, pengelolaan, penyampaian, bimbingan dan penilaian dengan tujuan menyebarkan ilmu pengetahuan atau kemahiran kepada pelajar-pelajar dengan cara yang berkesan. Pendidikan identik dengan pengajaran yang membedakan keduanya hanya masalah waktu. !stilah pengajaran lebih dikenal dizaman dulu .pengertian lama/. Pengajaran merupakan pembinaan terhadap anak didik yang hanya menyangkut segi kogniti1 dan psikomotor saja yaitu agar anak lebih banyak pengetahuannya, lebih cakap ber1ikir kritis, sistematis, objekti1 ,dan terampil

(8

dalam mengerjakan sesuatu. "ujuan pengajaran lebih mudah ditentukan dari tujuan pendidikan. &dapun menurut kamus besar bahasa !ndonesia .%::%/ berasal dari kata Hajar>, artinya petunjuk yang diberikan kepada orang supaya diketahui .diturut/. 5ata mengajar berarti memberi pelajaran. 9ontoh $ guru itu mengajar murid matematika, sedangkan kata mengajarkan berarti memberikan pelajaran. 9ontoh $ siapa yang mengajarkan matematika kepada murid kelas !E' Berdasarkan arti-arti ini, kemudian kamus besar bahasa !ndonesia itu mengartikan pengajaran sebagai proses pembuatan, cara mengajar atau mengajarkan. ,edangkan istilah pengajaran dalam bahasa inggris disebut instruction atau teaching. &kar kata instruction adalah kata instruct, artinya to direct to do something- to teach to do something- to 1urnish with in1ormation, yakni memberi pengarahan agar melakukan sesuatu, mengajar untuk melakukan sesuatu, memberi in1ormasi. !stilah pengajaran menurut 6eber .%::</ berarti $ pendidikan atau proses perbuatan mengajarkan pengetahuan. ,ementara itu "ardi1 .%:<@/ memberi arti pengajaran secara terperinci yaitu $ & preplanned, goal directed educational process designed to 1acilitate learning, yaitu pengajaran adalah sebuah proses pendidikan yang sebelumnya direncanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan serta dirancang untuk mempermudah belajar.

(%

III. (ESIMPULAN DAN SA5AN

#.1. (es m)ulan Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan antara lain.

Pendidikan adalah usaha atau kegiatan yang dijalankan dengan sengaja, teratur, dan berencana dengan maksud mengubah tingkah laku manusia kearah yang di inginkan. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang Pendidikan adalah proses yng berlangsung seumur hidup. Prinsip ini juga mengharuskan adanya kontinuitas dan sinkronisasi dari pendidikan yang berlangsung maupun teknologi di yang sekolah maupun diambil diluar sekolah. man1aatnya. pendidikan Belajar dapat diperoleh dari siapa saja dan apa saja, baik yang disengaja dirancang kualitas proses dan pencapaian hasil pendidikan yang optimal harus menggunakan Dalam Proses pembelajaran , teknologi merupakan pengembangan, penerapan, penilaian sistem , teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas belajar manusia.,emua itu dapat terwujud dengan adanya komunikasi.

((

Daftar Pustaka

http$//dinaict,blogspot.com +iarso, #usu1hadi. (88@. +enyemai Benih "eknologi Pendidikan. 5encana .0disi ! 9etakan ) . 2akarata ,yukur, 1atah. (88;. "eknologi Pendidikan.6a,&!3. 0disi Pertama.,emarang Prawiradilaga, Dewi ,alma dan ,iregar, 0velione, (88@. +ozaik tenologi pendidikan, 5encana . 2akarta ,eels, Barrara B. 6ichey,6ita 9 dalam +iarso, #usu1hadi et.ad .PenerjemahI %::*. "eknologi pembelajaran, De1inisi dan kawasannya. ,eri pustaka "eknologi Pendidikan 7o. %(. jakarta &pa "eori '

()

"eori adalah pendapat yang dikemukakan sebagai keterangan mengenai sesuatu peristiwa. .5amus Besar !ndonesia cetakan ke !E th %::;/ 5onsep Pendidikan 5onsep adalah pengertian yang di abstrakkan dari peristiwa kongkrit .5amus Besar !ndonesia cetakan ke !E th %::;/

(*

Anda mungkin juga menyukai