Anda di halaman 1dari 0

TATA CARA

PENGERUKAN MUARA SUNGAI DAN PANTAI


BAGIAN 1: SURVEI LOKASI DAN INVESTIGASI
SNI 19-6471.1-2000
RUANG LINGKUP:
Tata cara ini meliputi ketentuan-ketentuan survei dan investigasi untuk keperluan kegiatan pengerukan muara sungai
dan pantai yang dilakukan dengan bantuan wahana apung.
RINGKASAN:
Pengerukan adalah pemindahan tanah, batuan
atau debris dari bawah air dan diangkat melalui
air ke atas.
Pengerukan agitasi adalah pengerukan endapan
dari dasar laut dan dengan pengadukan ember
bila diisi pada elevasi ujung pemotongan.
Kinerja setiap alat keruk secara langsung
berkaitan dengan karakteristik tanah atau
batuan yang akan dikeruk dan lingkungan
dimana pekerjaan dilakukan. Hanya dengan
pengetahuan yang cukup mengenai karakteristik
tanah atau batuan, dapat dipilih alat keruk yang
paling sesuai sehingga laju produksi serta durasi
pekerjaan dapat diperkirakan.
Salah satu alat yang digunakan dalam survei
hidrologi terutama jika selalu berpindah-pindah
adalah echo sounder (lihat Gambar 1, dibawah
ini). Echo sounder yang beroperasi pada
frekuensi yang relatif tinggi tetapi rendah energi
dapat dipantulkan dari material dasar laut yang
kerapatannya rendah. Sebaliknya Echo sounder
yang beroperasi pada frekuensi rendah dan
energi tinggi dapat melakukan penetrasi melalui
lapisan permukaan laut yang kerapatannya
rendah dan sinyal akan dipantulkan lapisan
sub-bottom.
Jika menggunakan echo sounder, maka di
lapangan perlu dilakukan pengecekan, antara
lain adalah;
a) Kecocokan dan kestabilan sumber listrik
dengan alat;
b) Kedalaman transduser dibawah permukaan
air( mungkin bervariasi terhadap perpindahan
kapal atau kecepatan);
c) Perpindahan horizontal posisi trsnduser
relatif terhadap sistem posisi tetap.
d) Letak kertas diagram analog;
e) kalibrasi echo sounder bar chek
f) Karakteristik dasar laut;
g) Frekuensi sinyal;
h) Kecepatan kertas rekaman;


Gambar 1. Echo sounder transduser sudut pancar gelombang elektomagnetik angle
dan side echo dari slope
l