Anda di halaman 1dari 21

TINJAUAN PUSTAKA OTITIS MEDIA EFUSI

I.

DEFINISI Otitis media ialah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba

Eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid. Secara mudah, otitis media terbagi atas otitis media supuratif dan otitis media non supuratif (=otitis media serosa, otitis media sekretoria, otitis media musinosa, otitis media efusi/OME, otitis media mucoid). ( ) !dan"a cairan di telinga tengah tanpa dengan membran timpani utuh tanpa tanda-tanda infeksi disebut #uga sebagai otitis media dengan efusi. !pabila efusi tersebut encer disebut otitis media serosa dan apabila efusi tersebut kental seperti lem disebut otitis media mukoid (glue ear). () $ada dasarn"a otitis media serosa dapat dibagi atas dua #enis "aitu otitis media serosa akut dan otitis media serosa kronis. Otitis media serosa akut adalah keadaan terbentukn"a sekret di telinga tengah secara tiba-tiba "ang disebabkan oleh gangguan fungsi tuba. %atasan antara otitis media serosa akut dan kronis han"a pada cara terbentukn"a sekret. $ada otitis media serosa akut sekret ter#adi secara tiba-tiba di telinga tengah dengan disertai rasa n"eri pada telinga, sedangkan pada keadaan kronik sekret terbentukn"a secara bertahap tanpa rasa n"eri dengan ge#ala-ge#ala pada telinga "ang berlangsung lama (%lakle"p). ()

II.

EPIDEMIOLOGI &nfeksi telinga tengah merupakan diagnosa utama "ang paling sering di#umpai pada anak-

anak usia kurang dari '( tahun "ang diperiksa di tempat praktek dokter.())
1

*i !merika Serikat, diperkirakan +(, anak mengalami setidakn"a satu episode otitis media sebelum usia tiga tahun dan hampir setengah dari mereka mengalamin"a tiga kali atau lebih. (-) *i &nggris, setidakn"a (, anak mengalami minimal satu episode sebelum usia '. tahun. *i negara tersebut otitis media paling sering ter#adi pada usia )-/ tahun.(-) $ada tahun '00., ' ,1 #uta ke#adian otitis media ter#adi pada anak-anak usia di ba2ah ( tahun. !nak-anak dengan usia di ba2ah tahun, '+, memiliki peluang untuk kambuh kembali. ).--(, anak-anak dengan OM! dapat men#adi OME setelah ). hari dan '., lainn"a men#adi OME setelah 0. hari, sedikitn"a ),1- #uta kasus OME ter#adi pada tahun tersebut3 ', 1 #uta kasus menetap setelah ) bulan. ()) Statistik menun#ukkan 1.-0., anak prasekolah pernah menderita OME. 4asus OME berulang (OME rekuren) pun menun#ukkan pre5alensi "ang cukup tinggi terutama pada anak usia prasekolah, sekitar 1-)1,. ((,') Otitis media serosa kronis lebih sering ter#adi pada anak-anak, sedangkan otitis media serosa akut lebih sering ter#adi pada orang de2asa. Otitis media serosa unilateral pada orang de2asa tanpa pen"ebab "ang #elas harus dipikirkan kemungkinan adan"a karsinoma nasofaring. ()

III.

ETIOLOGI Otitis media serosa dapat ter#adi akibat kondisi-kondisi "ang berhubungan dengan

pembukaan dan penutupan tuba eustachius "ang sifatn"a periodik. $en"ebabn"a dapat berupa kelainan kongenital, akibat infeksi atau alergi, atau dapat dapat #uga disebabkan akibat blokade tuba (misaln"a pada adenoid dan barotrauma) Tuba eustachia immature merupakan kelainan kongenital "ang dapat men"ebabkan ter#adin"a timbunan cairan di telinga tengah. 6kuran tuba eustachius pada anak dan de2asa berlainan dalam hal ukuran. %eberapa anak me2arisi tuba eustachius "ang kecil dari kedua orang tuan"a, hal inilah "ang dapat meningkatkan kecenderungan ter#adin"a tendensi atau kecenderungan infeksi telinga tengah dalam keluarga. Selain itu, otitis media serosa #uga lebih
2

sering ter#adi pada anak dengan 7cleft palatal7 (terdapatn"a celah pada daerah palatum). 8al ini desebabkan karena otot-otot ini tumbuh tidak sempurna pada anak dengan 7cleft palate7 Membrana mukosa dari telinga tengah dan tuba eustachius berhubungan dengan membran mukosa pada hidung, sinus, dan tenggorokan. &nfeksi pada area-area ini men"ebabkan pembengkakan membrana mukosa "ang mana dapat mengakibatkan blokade dari tuba eustachius. Sedangkan reaksi alergi pada hidung dan tenggorokan #uga men"ebabkan pembengkakan membrana mukosa dan memblokir tuba eustachius. 9eaksi alergi ini sifatn"a bisa akut, seperti pada ha" fe5er tipe reaksi ataupun bersifat kronis seperti pada berbagai #enis sinusitis kronis. !denoid dapat men"ebabkan otitis media serosa apabila adenoid ini terletak di daerah nasofaring, "aitu area disekeliling dan diantara pintu tuba eustachius. 4etika membesar, adenoid dapat memblokir pembukaan tuba eustachius. (Ste2ard, *, ..1). 4egagalan fungsi tuba eustachi dapat pula disebabkan oleh rinitis kronik, sinusitis, tonsilitis kronik, dan tumor nasofaring. (/) Selain itu, otitis media serosa kronis dapat #uga ter#adi sebagai ge#ala sisa dari otitis media akut (OM!) "ang tidak sembuh sempurna. ( ) :erapi antibiotik "ang tidak adekuat pada OM! dapat menonaktifkan infeksi tetapi tidak dapat men"ebuhkan secara sempurna sehingga akan men"isakan infeksi dengan grade rendah. $roses ini dapat merangsang mukosa untuk menghasilkan cairan dalam #umlah ban"ak. ;umlah sel goblet dan mukus #uga bertambah. (/)

IV.

KLASIFIKASI (2) $ada dasarn"a otitis media serosa dapat dibagi atas Otitis media serosa akut< !dalah keadaan terbentukn"a sekret di telinga tengah secara tiba-tiba "ang disebabkan oleh gangguan fungsi tuba. $ada otitis media serosa akut, sekret ter#adi secara tiba-tiba di telinga tengah dengan disertai rasa n"eri pada telinga. Otitis media serosa kronis<
3

#enis<

$ada keadaan kronis, sekret terbentuk secara bertahap tanpa rasa n"eri dengan ge#ala-ge#ala pada telinga "ang berlangsung lama.

V.

PATOFISIOLOGI *alam kondisi normal, mukosa telinga bagian dalam secara konstan mengeluarkan

sekret, "ang akan dipindahkan oleh sistem mukosilier ke nasofaring melalui tuba eustachius. Sebagai konsekuensi, faktor "ang mempengaruhi produksi sekret "ang berlebihan, klirens sekret "ang optimal, atau kedua-duan"a dapat mengakibatkan pembentukan suatu cairan di telinga tengah. (/) !da mekanisme utama "ang men"ebabkan OME < a. 4egagalan fungsi tuba eustachi 4egagalan fungsi tuba eustachi untuk pertukaran udara pada telinga tengah dan #uga tidak dapat mengalirkan cairan. b. $eningkatan produksi sekret dalam telinga tengah *ari hasil biopsi mukosa telinga tengah pada kasus OME didapatkan peningkatan #umlah sel "ang menghasilkan mukus atau serosa. (()

Otitis media serosa ter#adi terutama akibat adan"a transudat atau plasma "ang mengalir dari pembuluh darah ke telinga tengah "ang sebagian besar ter#adi akibat adan"a perbadaan tekanan hidrostatik, sedangkan pada otitis media mukoid, cairan "ang ada di telinga tengah timbul akibat sekresi aktif dari kelen#ar dan kista "ang terdapat di dalam mukosa telinga tengah, tuba eustachius, dan rongga mastoid. =aktor utama "ang berperan disini adalah terganggun"a fungsi tuba eustachius ( ). Otitis media serosa sering timbul setelah otitis media akut. >airan "ang telah terakumulasi dibelakang gendang telinga selama infeksi akut dapat tetap menetap 2alau infeksi mulai mengalami pen"embuhan. Selain itu, otitis media serosa dapat pula ter#adi tanpa didahului oleh infeksi, dan dapat ter#adi akibat pen"akit gastroesophagal reflu? atau hambatan tuba eustachius oleh karena infeksi atau adenoid "ang membesar. Otitis media serosa sering sekali ter#adi pada anak-anak dengan usia antara ) bulan sampai ) tahun (+). Seringkali mengikuti infeksi traktus respiratorius bagian atas adalah otitis media serosa. Sekresi dan inflamasi men"ebabkan suatu oklusi relatif dari tuba eustachius. @ormaln"a, mukosa telinga tengah mengabsorbpsi udara di dalam telinga tengah. !pabila udara dalam telinga tengah tidak diganti akibat obstruksi relatif dari tuba eustachius, maka akibatn"a ter#adi tekanan negatif
5

dalam telinga tengah dan men"ebabkan suatu efusi "ang serius. Efusi pada telinga tengah ini men#adi suatu media pertumbuhan mikroba dan dengan adan"a &S$! dapat ter#adi pen"ebaran 5irus-5irus dan atau bakteria dari saluran nafas bagian atas ke telinga bagian tengah (1). %arotrauma adalah keadaan dengan ter#adin"a perubahan tekanan "ang tiba-tiba di luar telinga tengah se2aktu di pesa2at terbang atau pen"elam, "ang men"ebabkan tuba gagal untuk membuka. !pabila perbedaan tekanan melebihi 0. mm8g, maka otot "ang normal akti5itasn"a tidak mampu membuka tuba. $ada keadaan ini ter#adi tekanan negatif di rongga telinga tengah, sehingga cairan keuar dari pembuluh kapiler mukosa dan kadang-kadang disertai ruptur pembuluh darah sehingga cairan di telinga tengah dan rongga mastoid tercampur darah. Saat lahir, tuba Eustahius berada pada bidang paralel dengan dasar tengkorak, sekitar '. dera#at dari bidang horiAontal dan memiliki lumen "ang pendek dan sempit. Seiring dengan pertambahan usia, terutama saat mencapai usia + tahun, lumen tuba eustachius men#adi lebih lebar, pan#ang, dan membentuk sudut -( dera#at terhadap bidang horiAontal telinga. *engan struktur "ang demikian, pada anak usia B + tahun, sekresi dari nasofaring lebioh mudah mencapai telinga tengahdan memba2a kuma patogen ke telinga tengah. Selain itu terdapat faktor resiko pada anak, baik dari struktur anatomi (adan"a anomali kraniofasial, Sindrom *o2n, >left $alate, 8ipertrofi !denoid, CE9*), fungsional (Serebral $als", Sindrom *o2n, ekonomi &munodefisiensi), maupun dari faktor lingkungann"a (%ottle feeding, Men"andarkan botol di mulut pada posisi tengadah (supine position), rendah). ((,/,') $erokok pasif, Status

VI.

MANIFESTASI KLINIS
6

Otitis Media Serosa Ak t Ce#ala "ang menon#ol pada otitis media serosa akut biasan"a pendengaran berkurang. Selain itu pasien #uga dapat mengeluh rasa tersumbat pada telinga atau suara sendiri terdengar lebih n"aring atau berbeda, pada telinga "ang sakit (diplacusis binauralis). 4adang-kadang terasa seperti ada cairan "ang bergerak dalam telinga pada saat posisi kepala berubah. 9asa sedikit n"eri di dalam telinga dapat ter#adi pada saat a2al tuba terganggu, "ang men"ebabkan timbul tekanan negatif pada telinga tengah. :api setelah sekret terbentuk, tekanan negatif ini perlahan-lahan menghilang. 9asa n"eri dalam telinga tidak pernah ada bila pen"ebab timbuln"a sekret ada 5irus atau alergi. :initus, 5ertigo, atau pusing kadang-kadang ada dalam bentuk "ang ringan. $ada otoskopi tampak membrana timpani retraksi. 4adang-kadang tampak gelembung udara atau permukaan cairan dalam ca5um timpani. :uli konduktif dapat dibuktikan dengan garpu tala. ( ). %akle", %. D ( ..() menuliskan bah2a meskipun otitis media serosa seringkali muncul tanpa n"eri, cairan "ang terkumpul dalam telinga tengah dapat mengurangi pendengaran, pemahaman pembicaraan, gangguan perkembangan bahasa, bela#ar serta gangguan tingkah laku. !palagi bila otitis media serosa sering kali ter#adi pada anak-anak. $ada keban"akan anak, otitis media serosa ter#adi secara asimptimatis terutama pada anak-anak diba2ah tahun. 4arena anak-anak memerlukan pendengaran untuk bela#ar berbicara, maka hilangn"a pendengaran akibat cairan di telinga tengah dapat men"ebabkan keterlambatan bicara. !nak-anak mulai bela#ar mengucapkan kata pada usia '1 bulan. !pabila ke#adian ini berulang selama berbulanbulan pada tahun-tahun bela#ar bicara, maka ter#adi 7misspronounciation7 atau kesalahan pelafalan "ang berat "ang akan membutuhkan terapi bicara (0). Masalah cairan dalam telinga tengah ini paling sering ditemukan pada anak dan biasan"a bermanifestasi sebagai tuli konduktif. Merupakan pen"ebab tersering gangguan pendengaran pada usia sekolah. 4eterlambatan berbahasa dapat ter#adi #ika keadaan ini berlangsung lama. !nak-anak #arang mengemukakan bah2a mereka mempun"a kesulitan dalam pendengaran. Curu dapat mengatakan bah2a anak-anak ini kurang perhatiann"a terhadap pela#aran. 6mumn"a orang de2asa dapat men#elaskan ge#ala-ge#ala "ang dialamin"a secara lebih dramatis, dapat berupa perasaan 7tersumbat7 dalam telingan"a dan menurunn"a keta#aman pendengaran. Mereka dapat merasakan adan"a perbaikan pendengaran dengan perubahan posisi kepala. !kibat gerakan cairan dalam telinga tengah dapat ter#adi tinitus, tapi pusing #arang men#adi masalah (').
7

$ada pemeriksaan fisik memperlihatkan imobilitas gendang telingaEpada penilaian dengan otoskop pneumatik. Setelah otoskop ditempelkan rapat-rapat di liang telinga, diberikan tekanan positif dan negatif. ;ika terdapat udara dalam timpanum, maka udara itu akan tertekan sehingga membrana timpani akan terdorong kedalam pada pemberian tekanan positif, dan keluar pada tekanan negatif. Cerakan men#adi lambat atau tidak ter#adi pada otitis media serosa atau mukoid. $ada otitis media serosa, membrana timpani tampak ber2arna kekuningan, sedangkan pada otitis media mukoid terlihat lebih kusam dan keruh. Maleus tampak pendek, retraksi dan ber2arna kapur. 4adang-kadang tinggi cairan atau gelembung otitis media serosa dapat tampak le2at membrana timpani "ang semitransparan (').

Otitis Media Serosa Kro!ik $erasaan tuli pada otitis media serosa kronik lebih menon#ol (-.--( d%), oleh karena adan"a sekret kental atau glue ear. $ada anak-anak "ang berumur (-1 tahun keadaan ini sering diketahui secara kebetulan 2aktu dilakukan pemeriksaan :8: atau dilakukan u#i pendengaran. () $ada otoskopi terlihat membran timpani utuh, retraksi, suram, kuning kemerahan atau keabu-abuan. ( )

VII.

DIAGNOSIS

*iagnosis OME seringkali sulit ditegakkan karena prosesn"a sendiri "ang kerap tidak berge#ala (asimptomatik), atau dikenal dengan silent otitis media. *engan absenn"a ge#ala seperti n"eri telinga, demam, ataupun telinga berair, OME sering tidak terdeteksi baik oleh orang tuan"a, guru, bahkan oleh anakn"a sendiri.()) Oleh karena itu diperlukan anamnesa "ang lengkap dan teliti mengenai keluhan "ang dirasakan dan ri2a"at pen"akit pasien, misaln"a < :elinga seperti tertutup/ rasa penuhF :initus frekuensi rendahF $endengaran berkurang, diplakusisF
8

OtofoniF @"eri F (%ila ada, deskripsikan k2antitas dan k2alitasn"a) 9i2a"at alergiF 9i2a"at infeksi saluran napas atasF 9i2a"at keluargaF !kti5itas akhir-akhir iniF ())

*ari anamnesa, selan#utn"a bisa dilakukan pemeriksaan fisik untuk memperkuat diagnosa ker#a. $emeriksaan fisik "ang dilakukan antara lain < Otoscope $emeriksaan otoskop bertu#uan untuk memeriksa liang dan gendang telinga dengan #elas. *engan otoskop dapat dilihat adan"a gendang telinga "ang menggembung, perubahan 2arna gendang telinga men#adi kemerahan atau agak kuning dan suram, serta cairan di liang telinga.((,',-) $emeriksaan otoskopik dapat memperlihatkan< Membran timpani "ang retraksi (tertarik ke dalam), dan opaque "ang ditandai dengan hilangn"a refleks caha"a Darna membran timpani bisa merah muda cerah hingga biru gelap. $rocessus bre5is maleus terlihat sangat menon#ol dan $rocessus longus tertarik medial dari membran timpani. !dan"a le5el udara-cairan (air fluid level) ((,)) Pneumatic otoscope $emeriksaan ini dilakukan untuk menilai respon gendang telinga terhadap perubahan tekanan udara. Cerakan gendang telinga "ang berkurang atau tidak ada sama sekali dapat dilihat dengan pemeriksaan ini.(',-) Pemeriksaan Tuba @"eri tarik F @"eri tekan tragus F &nspeksi kondisi liang telinga luar

%eberapa instrumen penun#ang #uga membantu menegakkan diagnosis OME, antara lain<

6ntuk menilai ada tidakn"a oklusi tuba, bisa dilakukan pemeriksaan tuba misaln"a dengan manu5er Galsa5a, pulitAer balik. Tes Pendengaran dengan Garpu Tala $emeriksaan dilakukan sebagai salah satu langkah skrining ada tidakn"a penurunan pendengaran "ang biasa timbul pada otitis media efusi. $ada pasien dilakukan tes 9inne, Deber, dan S2abach. $ada otitis media didapatkan gambaran tuli konduktif

() Impedance audiometry (tympanometry) $emeriksaan ini digunakan untuk mengukur perubahan impedans akustik sistem membran timpani telinga tengah melalui perubahan tekanan udara di telinga luar. :impanogram tipe ! merupakan gambaran dimana tekanan telinga tengah kurang lebih sama dengan tekanan atmosfer (contoh< gambaran normal), timpanogram tipe % adalah gambaran datar tanpa compliance (contoh< adan"a efusi di telinga tengah), timpanogram tipe > (contoh< adan"a tekanan negatif pada telinga tengah). $ada otitis media efusi, biasan"a didapatkan timpanogram tipe % ((,-)

Pure tone Audiometry

10

Selain dengan Carpu :ala, penilaian gangguan pendengaran bisa dilakukana dengan !udiometri @ada Murni. :uli konduktif umumn"a berkisar antara dera#at ringan hingga sedang.((,))

11

LAPO"AN KASUS S:!:6S $!S&E@ #. Ide!titas Pasie! a. @ama/4elamin/6mur < ! / Haki-laki / ( :ahun b. $eker#aan/pendidikan < c. !lamat < 4uran#i,4orong Cadang

2. Latar $e%aka!& sosia%'eko!o(i'de(o&ra)i'%i!&k !&a! ke% ar&a a. Status $erka2inan b. ;umlah !nak c. Status Ekonomi 4eluarga d. 4ondisi 9umah <<< kurang, penghasilan 9p. '.(......,-/bulan <

9umah semi permanen, terdiri dari kamar tidur, ' kamar mandi Hantai rumah dari semen dan tidak bersih, 5entilasi dan sirkulasi udara kurang Histrik ada. Sumber air minum dari sumur. %!% di D> di kamar mandi "ang seadan"a $erkarangan kecil dan tidak bersih Sampah dikumpulkan di rumah dan dibakar, kadang-kadang ditumpuk dibelakang rumah 4esan < higine dan sanitasi kurang
12

e. 4ondisi Hingkungan 4eluarga $asien tinggal dengan kedua orang tua beserta satu orang adik perempuan

*. As+ek Psiko%o&is di ke% ar&a 8ubungan di dalam keluarga baik

,. Ke% -a! Uta(a @"eri di telinga kanan se#ak satu hari "ang lalu

.. "i/a0at Pe!0akit Sekara!& @"eri pada telinga kanan se#ak ' hari "ang lalu :elinga kanan berdenging se#ak ' hari "ang lalu 9i2a"at keluar cairan dari telinga tidak ada 4eluar ingus dari hidung se#ak ) hari "ang lalu, a2aln"a ingus kental ber2arna putih, se#ak ' hari "ang lalu sudah men#adi kuning. 8idung tersumbat se#ak ) hari "ang lalu 9i2a"at sering bersin bersin pada pagi hari tidak ada *emam se#ak ) hari "ang lalu, tidak terlalu tinggi, tidak hilang timbul, tidak menggigil, dan tidak berkeringat.

13

1. "i/a0at Pe!0akit Da- % da! Pe!0akit Ke% ar&a :idak ada ri2a"at n"eri pada telinga sebelumn"a :idak ada ri2a"at keluar cairan dari telinga sebelumn"a !dik $asien "ang berumur tahun sedang menderita batuk dan pilek

2. Pe(eriksaa! Fisik Status Ceneralis 4eadaan 6mum < %aik 4esadaran @adi @afas :* Suhu %% < >M> < 01 ?/ menit < 1?/menit < tidak diperiksa < )+,1 .> < '-,) 4g

Mata 4ulit *ada< $aru

< 4on#ungti5a tidak anemis, Sklera tidak ikterik < :urgor kulit baik < &nspeksi < simetris kiri = kanan

14

$alpasi $erkusi

< fremitus kiri = kanan < tidak dilakukan

!uskultasi < suara nafas 5esikuler, 2heeAing (-/-), ronkhi (-/-) ;antung < &nspeksi $alpasi $erkusi < iktus tidak terlihat < iktus teraba pada HM>S 9&> G < 4iri 4anan !tas < pada HM>S 9&> G < HS* < 9&> &&

!uskultasi < bun"i #antung murni, irama teratur,bising (-) !bdomen &nspeksi $alpasi $erkusi !uskultasi !nggota gerak Stat s Loka%is T3T Te%i!&a $emeriksaan 4elainan 4el kongenital *aun telinga :rauma 9adang 4el. Metabolik @"eri tarik @"eri tekan tragus *ekstra :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada Sinistra :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada
15

< $erut tidak tampak membuncit < 8ati dan lien tidak teraba, @"eri :ekan ( - ) < :impani < %6 (I) @ < 9efle? fisiologis I/I, refle? patologis -/-, Oedem -/-

>ukup lapang (@) *inding liang telinga Sempit 8iperemi Edema Massa !da / :idak Serumen %au Darna ;umlah ;enis Membran timpani Darna 9eflek caha"a 6tuh %ulging 9etraksi !trofi ;umlah perforasi $erforasi ;enis 42adran $inggir Cambar

>ukup lapang (@)

>ukup lapang(@)

:idak :idak ada :idak ada !da :idak 4uning Sedikit 4ering

:idak :idak ada :idak ada !da :idak 4uning Sedikit 4ering

$utih I menurun Sulit dinilai Sulit dinilai -

$utih Mutiara I Sulit *inilai Sulit dinilai -

:anda radang =istel Sikatrik

:idak ada :idak ada :idak ada

:idak ada :idak ada :idak ada


16

Mastoid

@"eri tekan @"eri ketok 9inne

:idak ada :idak ada

:idak ada :idak ada

:es garpu tala (tidak

Sch2abach

dilakukan/keterbatasan Deber 4esimpulan alat !udiometri :idak dilakukan :idak dilakukan

3id !& $emeriksaan 4elainan *eformitas 4elainan kongenital 8idung luar :rauma 9adang Massa *ektra :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada Sinistra :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada :idak ada

Si! s +ara!asa% $emeriksaan @"eri tekan @"eri ketok *ekstra Sinistra -

"i!osko+i A!terior $emeriksaan Gestibulum 4elainan Gibrise 9adang >ukup lapang (@) Sempit
17

*ekstra !da :idak ada

Sinistra !da :idak ada

>ukup lapang (@) >ukup lapang (@)

>a5um nasi

Hapang Hokasi Sukar dinilai $urulen Sedang :idak berbau Sukar dinilai purulen sedang :idak berbau

Sekret

;enis ;umlah %au

4onka inferior (tidak dilakukan karena keterbatasan alat) 4onka media

6kuran Darna $ermukaan Edema 6kuran Darna $ermukaan Edema >ukup lurus/de5iasi $ermukaan Darna

Septum

Spina 4rista !bses $erforasi Hokasi %entuk 6kuran $ermukaan Darna

Massa

4onsistensi Mudah digo"ang

18

$engaruh 5asokonstriktor Cambar

"i!osko+i Posterior (tidak di%ak ka!) Oro)ari!& da! ( % t (tidak di%ak ka!) Lari!&isko+i I!direk (tidak di%ak ka!)

Pe(eriksaa! Ke%e!4ar &eta- 5e!i!& %e-er &nspeksi $alpasi < tidak tampak adan"a tanda-tanda pembesaran kelen#ar getah bening leher < tidak teraba adan"a pembesaran kelen#ar getah bening leher

6. Pe(eriksaa! %a5oratori (7 a!4 ra!7 $emeriksaan darah rutin

8. Dia&!osis Ker4a OME 9inosinusitis !kut #9. Dia&!osa $a!di!& OM! ##. Ma!a4e(e! Pre:e!ti)

19

;aga kesehatan anak, makan makanan "ang sehat dan bergiAi. $erbaiki sirkulasi udara di rumah Segera ba2a anak ke pusat pela"anan kesehatan #ika menderita infeksi saluran pernafasan.

;aga kebersihan telinga anak.

Pro(oti) Men#elaskan kepada orangtua pasien tentang pen"akitn"a, ge#ala, pen"ebab, dampak dan penatalaksanaan"a. K rati) !mo?icillin ) ? '/) tab Efedrin 8>H ) ? J tab $aracetamol s"r ) ? ' J cth

"e-a5i%itati) Makan makanan sehat dan bergiAi

#2. Pro&!osis Kuo ad 5itam Kuo ad functionam Kuo ad sanam < bonam < bonam < bonam

20

Dinas Kesehatan Kodya Padang Puskesmas Kuranji Dokter "angga! : u!!y

: 5 Desem#er 2013

$ %mo&i'i!!in ta# 500 mg +3dd ta# 1$3 $ Para'etamo! syr ,!s +3dd 'th 1 . $ /,edrin 012 + 3 dd ta# . ta#

(o) *

(o -

(o) *

Pro : % 3mur : 5 "ahun %!amat :Kuranji 21