Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN PENDAHULUAN OLD MIOKARD INFARK DI RUANG ICU WIJAYA KUSUMA RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Disusun oleh: Hengky Anugrah Trisna NIM. 0910723027

PR !AM "T#DI I$M# %&P&RA'ATAN (A%#$TA" %&D %T&RAN #NI)&R"ITA" *RA'I+A,A MA$AN!

$D MI -ARD IN(AR% A. P&N!&RTIAN Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang. (Brunner & Sudarth, 2002 !kut Infark miocard adalah nekrosis miocard akibat aliran darah ke otot jantung terganggu. (Suyono, "### $ld miocard infark adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh karena sumbatan arteri koroner (%udak & &allo' "##( . Sumbatan terjadi oleh karena adanya ateroksklerotik pada dinding arteri koroner, sehingga menyumbat aliran darah ke jaringan otot jantung. B. &TI $ !I .kasuari, 2002/ ". faktor penyebab ) a. Suplai oksigen ke miocard berkurang yang disebabkan oleh * faktor ) +aktor pembuluh darah ) !terosklerosis. Spasme !rteritis +aktor sirkulasi ) %ipotensi Stenosos aurta insufisiensi

+aktor darah ) !nemia %ipoksemia ,olisitemia

b. -urah jantung yang meningkat ) !ktifitas berlebihan .mosi

/akan terlalu banyak hypertiroidisme 0erusakan miocard %ypertropimiocard %ypertensi diastolic

c. 0ebutuhan oksigen miocard meningkat pada )

2. +aktor predisposisi ) a. faktor resiko biologis yang tidak dapat diubah ) usia lebih dari 10 tahun jenis kelamin ) insiden pada pria tinggi, sedangkan pada 2anita meningkat setelah menopause hereditas 3as ) lebih tinggi insiden pada kulit hitam. /ayor ) hiperlipidemia hipertensi /erokok 4iabetes $besitas 4iet tinggi lemak jenuh, kalori /inor) Inaktifitas fisik ,ola kepribadian tipe ! (emosional, agresif, ambisius, kompetitif . Stress psikologis berlebihan. A. ". 6yeri ) TANDA DAN !&+A$A

b. +aktor resiko yang dapat diubah )

5anda dan gejala infark miokard ( 53I!S adalah )

a. 6yeri dada yang terjadi secara mendadak dan terus7menerus tidak mereda, biasanya diatas region sternal ba2ah dan abdomen bagian atas, ini merupakan gejala utama. b. 0eparahan nyeri dapat meningkat secara menetap sampai nyeri tidak tertahankan lagi. c. 6yeri tersebut sangat sakit, seperti tertusuk7tusuk yang dapat menjalar ke bahu dan terus ke ba2ah menuju lengan (biasanya lengan kiri . d. 6yeri mulai secara spontan (tidak terjadi setelah kegiatan atau gangguan emosional , menetap selama beberapa jam atau hari, dan tidak hilang dengan bantuan istirahat atau nitrogliserin (65& . e. 6yeri dapat menjalar ke arah rahang dan leher. f. 6yeri sering disertai dengan sesak nafas, pucat, dingin, diaforesis berat, pening atau kepala terasa melayang dan mual muntah. g. ,asien dengan diabetes melitus tidak akan mengalami nyeri yang hebat karena neuropati yang menyertai diabetes dapat mengganggu neuroreseptor (mengumpulkan pengalaman nyeri . 2. ,emeriksaan .n9im jantung ) a. -,07/B:-,0 Isoen9im yang ditemukan pada otot jantung meningkat antara 17; jam, memuncak dalam "2721 jam, jam. b. 84%:%B4% /eningkat dalam kembali normal c. !S5:S&$5 /eningkat ( kurang nyata:khusus *. .0& ,erubahan .0& yang terjadi pada fase a2al adanya gelombang 5 tinggi dan simetris. Setelah ini terdapat ele=asi segmen S5.,erubahan yang terjadi dalam ;7"2 jam, memuncak dalam 21 jam, kembali normal dalam * atau 1 hari "2721 jam dam memakan 2aktu lama untuk kembali normal dalam *;71< 8aborat

terjadi kemudian adanya nekrosis.

ialah adanya

gelombang >:>S yang menandakan

Skor nyeri menurut ?hite ) 0 " 2 @ nyeri @ sisi tanpa menggangu aktifitas @ nyeri lebih pada satu tempat dan mengakibatkan terganggunya aktifitas, mislnya kesulitan bangun dari tempat tidur, sulit menekuk kepala dan lainnya. nyeri pada satu tidak mengalami

*.

PATH'A,"

Aterosklerosis Trombosis Konstriksi arteri koronaria

Aliran darah ke jantung menurun

Oksigen dan nutrisi turun

Jaringan Mio ard !skemik "ekrose lebih dari 3# menit

$u%%l& dan kebutuhan oksigen ke jantung tidak seimbang

$u%%l& Oksigen ke Mio ard turun

Metabolisme an aerob Kerusakan %ertukaran gas Timbunan asam laktat meningkat (ati)ue

$eluler hi%oksia !ntegritas membran sel berubah

n&eri 'emas

Kontraktilitas turun

!ntoleransi akti*itas 'O, turun

+esiko %enurunan urah jantung

Kegagalan %om%a jantung

-angguan %er*usi jaringan

-agal jantung

+esiko kelebihan .olume airan ekstra.askuler

-. P&M&RI%"AAN P&N#N+AN! ". .0& Antuk mengetahui fungsi jantung ) 5. In=erted, S5 depresi, >. patologis 2. .n9im Bantung. -,0/B, 84%, !S5 *. .lektrolit. 0etidakseimbangan dapat mempengaruhi konduksi dan kontraktilitas, missal hipokalemi, hiperkalemi 1. Sel darah putih 8eukosit ( "0.000 C 20.000 biasanya tampak pada hari ke72 setelah I/! berhubungan dengan proses inflamasi D. 0ecepatan sedimentasi /eningkat pada ke72 dan ke7* setelah !/I , menunjukkan inflamasi. ;. 0imia /ungkin normal, tergantung abnormalitas fungsi atau perfusi organ akut atau kronis (. &4! 4apat menunjukkan hypoksia atau proses penyakit paru akut atau kronis. <. 0olesterol atau 5rigliserida serum /eningkat, menunjukkan arteriosclerosis sebagai penyebab !/I. #. +oto dada /ungkin normal atau menunjukkan pembesaran jantung diduga &B0 atau aneurisma =entrikuler. "0. .kokardiogram 4ilakukan untuk menentukan dimensi serambi, gerakan katup atau dinding =entrikuler dan konfigurasi atau fungsi katup. "". ,emeriksaan pencitraan nuklir a. 5alium ) menge=aluasi aliran darah miocardia dan status sel miocardia missal lokasi atau luasnya I/! b. 5echnetium ) terkumpul dalam sel iskemi di sekitar area nekrotik "2. ,encitraan darah jantung (/A&! /enge=aluasi penampilan =entrikel khusus dan umum, gerakan dinding regional dan fraksi ejeksi (aliran darah

"*. !ngiografi koroner /enggambarkan penyempitan atau sumbatan arteri koroner. Biasanya dilakukan sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji fungsi =entrikel kiri (fraksi ejeksi . ,rosedur tidak selalu dilakukan pad fase !/I kecuali mendekati bedah jantung angioplasty atau emergensi. "1. 4igital subtraksion angiografi (,S! 5eknik yang digunakan untuk menggambarkan "D. 6uklear /agnetic 3esonance (6/3 /emungkinkan =isualisasi aliran darah, serambi jantung atau katup =entrikel, lesi=askuler, pembentukan plak, area nekrosis atau infark dan bekuan darah. ";. 5es stress olah raga /enentukan respon kardio=askuler terhadap aktifitas atau sering dilakukan sehubungan dengan pencitraan talium pada fase penyembuhan. D. P&NATA$A%"ANAAN ". 3a2at I--A, puasa < jam 2. 5irah baring, posisi semi fo2ler. *. /onitor .0& 1. Infus 4DE "0 C "2 tetes: menit D. $ksigen 2 C 1 lt:menit ;. !nalgesik ) morphin D mg atau petidin 2D C D0 mg (. $bat sedatif ) dia9epam 2 C D mg <. Bo2el care ) laksadin #. !ntikoagulan ) heparin tiap 1 C ; jam :infus "0. 4iet rendah kalori dan mudah dicerna "". ,sikoterapi untuk mengurangi cemas

&. P&N!%A+IAN PRIM&R ". !ir2ays -. ". !ktifitas &ejala ) 0elemahan 0elelahan 5idak dapat tidur ,ola hidup menetap Bad2al olah raga tidak teratur 5akikardi 4ispnea pada istirahat atau aaktifitas Sumbatan atau penumpukan secret ?hee9ing atau krekles Sesak dengan aktifitas ringan atau istirahat 33 lebih dari 21 kali:menit, irama ireguler dangkal 3onchi, krekles .kspansi dada tidak penuh ,enggunaan otot bantu nafas 6adi lemah , tidak teratur 5akikardi 54 meningkat : menurun .dema &elisah !kral dingin 0ulit pucat, sianosis $utput urine menurun P&N!%A+IAN "&%#ND&R.

2. Breathing

*. -irculation

5anda )

2. Sirkulasi &ejala ) ri2ayat I/! sebelumnya, penyakit arteri koroner, masalah tekanan darah, diabetes mellitus.

5anda ) 5ekanan darah 4apat normal : naik : turun ,erubahan postural dicatat dari tidur sampai duduk atau berdiri 6adi 4apat normal , penuh atau tidak kuat atau lemah : kuat kualitasnya dengan pengisian kapiler lambat, tidak teratus (disritmia Bunyi jantung Bunyi jantung ekstra ) S* atau S1 mungkin menunjukkan gagal jantung atau penurunan kontraktilits atau komplain =entrikel /urmur Bila ada menunjukkan gagal katup atau disfungsi otot jantung +riksi ' dicurigai ,erikarditis Irama jantung dapat teratur atau tidak teratur .dema 4istensi ?arna ,ucat atau sianosis, kuku datar , pada membran mukossa atau bibir *. Integritas ego &ejala ) menyangkal gejala penting atau adanya kondisi takut mati, perasaan ajal sudah dekat, marah pada penyakit atau pera2atan, kha2atir tentang keuangan , kerja , keluarga 5anda ) menoleh, menyangkal, cemas, kurang kontak mata, gelisah, marah, perilaku menyerang, focus pada diri sendiri, koma nyeri 1. .liminasi 5anda ) normal, bunyi usus menurun. D. /akanan atau cairan &ejala ) mual, anoreksia, bersenda2a, nyeri ulu hati atau terbakar 5anda ) penurunan turgor kulit, kulit kering, berkeringat, muntah, perubahan berat badan ;. %ygiene &ejala atau tanda ) lesulitan melakukan tugas pera2atan =ena juguler, edema dependent , perifer, edema umum,krekles mungkin ada dengan gagal jantung atau =entrikel

1#

(. 6eurosensori &ejala ) pusing, berdenyut selama tidur atau saat bangun (duduk atau istrahat 5anda ) perubahan mental, kelemahan <. 6yeri atau ketidaknyamanan &ejala ) 6yeri dada yang timbulnya mendadak (dapat atau tidak berhubungan dengan aktifitas , tidak hilang dengan istirahat atau nitrogliserin (meskipun kebanyakan nyeri dalam dan =iseral 8okasi ) 5ipikal pada dada anterior, substernal , prekordial, dapat menyebar ke tangan, ranhang, 2ajah. 5idak tertentu lokasinya seperti epigastrium, siku, rahang, abdomen, punggung, leher. 0ualitas F-rushing dilihat Intensitas ) Biasanya "0(pada skala " 7"0 , mungkin pengalaman nyeri paling buruk yang pernah dialami. -atatan ) nyeri mungkin tidak ada pada pasien pasca operasi, diabetes mellitus , hipertensi, lansia #. ,ernafasan) &ejala ) &ejala ) dispnea tanpa atau dengan kerja dispnea nocturnal batuk dengan atau tanpa produksi sputum ri2ayat merokok, penyakit pernafasan kronis. peningkatan frekuensi pernafasan nafas sesak : kuat pucat, sianosis bunyi nafas ( bersih, krekles, mengi , sputum ) G, menyempit, berat, menetap, tertekan, seperti dapat

5anda )

"0. Interkasi social

11

5anda ) D.

Stress 0esulitan koping dengan stressor yang ada missal ) penyakit, pera2atan di 3S 0esulitan istirahat dengan tenang 3espon terlalu emosi ( marah terus7menerus, takut /enarik diri DIA!N "A %&P&RA'ATAN DAN INT&R)&N"I

". 6yeri berhubungan dengan iskemia jaringan sekunder terhadap sumbatan arteri ditandai dengan ) nyeri dada dengan : tanpa penyebaran 2ajah meringis gelisah delirium perubahan nadi, tekanan darah. Tujuan : 6yeri berkurang setelah dilakukan tindakan pera2atan selama di 3S Kriteria Hasil: 6yeri dada berkurang misalnya dari skala * ke 2, atau dari 2 ke " ekpresi 2ajah rileks : tenang, tak tegang tidak gelisah nadi ;07"00 H : menit, 54 "20: <0 mm%g Intervensi : $bser=asi karakteristik, lokasi, 2aktu, dan perjalanan rasa nyeri dada tersebut. !njurkan pada klien menghentikan aktifitas selama ada serangan dan istirahat. Bantu klien melakukan tehnik relaksasi, mis nafas dalam, perilaku distraksi, =isualisasi, atau bimbingan imajinasi. ,ertahankan $lsigenasi dengan bikanul contohnya ( 271 8: menit /onitor tanda7tanda =ital ( 6adi & tekanan darah tiap dua jam.

12

0olaborasi dengan tim kesehatan dalam pemberian analgetik. 2. 3esiko penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan factor7 faktor listrik, penurunan karakteristik miokard Tujuan : -urah jantung membaik : stabil setelah dilakukan tindakan kepera2atan selama di 3S Kriteria Hasil : 5idak ada edema 5idak ada disritmia %aluaran urin normal 55I dalam batas normal Intervensi : ,ertahankan tirah baring selama fase akut 0aji dan laporkan adanya tanda C tanda penurunan -$,, 54 /onitor haluaran urin 0aji dan pantau 55I tiap jam 0aji dan pantau .0& tiap hari Berikan oksigen sesuai kebutuhan !uskultasi pernafasan dan jantung tiap jam sesuai indikasi ,ertahankan cairan parenteral dan obat7obatan sesuai ad=is Berikan makanan sesuai diitnya %indari =alsa=a manu=er, mengejan ( gunakan laHan *. &angguan perfusi jaringan berhubungan dengan , iskemik, kerusakan otot jantung, penyempitan : penyumbatan pembuluh darah arteri koronaria ditandai dengan ) 4aerah perifer dingin .0& ele=asi segmen S5 & > patologis pada lead tertentu 33 lebih dari 21 H: menit 0apiler refill 8ebih dari * detik 6yeri dada

13

&ambaran foto torak terdpat pembesaran jantung & kongestif paru ( tidak selalu %3 lebih dari "00 H:menit, 54 J "20:<0!&4 dengan ) pa $ 2 K <0 mm%g, pa -o2 J 1D mm%g dan Saturasi K <0 mm%g 6adi lebih dari "00 H: menit 5erjadi peningkatan en9im jantung yaitu -0, !S5, 848:%48 Tujuan : &angguan perfusi Kriteria Hasil: 4aerah perifer hangat tak sianosis gambaran .0& tak menunjukan perluasan infark 33 ";721 H: menit tak terdapat clubbing finger kapiler refill *7D detik nadi ;07"00H : menit 54 "20:<0 mm%g jaringan berkurang : tidak meluas selama dilakukan tindakan pera2atan di 3S.

Intervensi : /onitor +rekuensi dan irama jantung $bser=asi perubahan status mental $bser=asi 2arna dan suhu kulit : membran mukosa Akur haluaran urin dan catat berat jenisnya 0olaborasi ) Berikan cairan II l sesuai indikasi ,antau ,emeriksaan diagnostik : dan laboratorium mis .0&, elektrolit , &4!( ,a $2, ,a -$2 dan saturasi $2 . 4an ,emberian oksigen 1. 3esiko kelebihan =olume cairan ekstra=askuler berhubungan dengan penurunan perfusi ginjal, peningkatan natrium : retensi air , peningkatan tekanan hidrostatik, penurunan protein plasma.

14

Tujuan : 0eseimbangan =olume cairan dapat dipertahankan tindakan kepera2atan selama di 3S Kriteria Hasil : tekanan darah dalam batas normal tak ada distensi =ena perifer: =ena dan edema dependen paru bersih berat badan ideal ( BB ideal5B C"00 L "0 E Intervensi : Akur masukan : haluaran, catat penurunan , pengeluaran, sifat konsentrasi, hitung keseimbangan cairan $bser=asi adanya oedema dependen 5imbang BB tiap hari ,ertahankan masukan kardio=askuler 0olaborasi ) pemberian diet rendah natrium, berikan diuetik. total caiaran 2000 ml:21 jam dalam toleransi selama dilakukan

D. 0erusakan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan aliran darah ke al=eoli atau kegagalan utama paru, perubahan membran al=eolar7 kapiler ( atelektasis , kolaps jalan nafas: al=eolar berlebihan : perdarahan aktif ditandai dengan ) 4ispnea berat &elisah Sianosis perubahan &4! hipoksemia Tujuan : $ksigenasi dengan &4! dalam rentang normal (pa $2 K <0 mm%g, pa -o2 J 1D mm%g dan Saturasi K <0 mm%g setelah dilakukan tindakan kepera2tan selama di 3S. Kriteria hasil : 5idak sesak nafas edema paru:efusi, sekresi

15

tidak gelisah &4! dalam batas 6ormal ( pa $2 K <0 mm%g, pa -o2 J 1D mm%g dan Saturasi K <0 mm%g Intervensi : -atat frekuensi & kedalaman pernafasan, penggunaan otot Bantu pernafasan !uskultasi paru untuk mengetahui penurunan : tidak adanya bunyi nafas dan adanya bunyi tambahan misal krakles, ronki dll. 8akukan tindakan untuk memperbaiki : mempertahankan jalan nafas misalnya , batuk, penghisapan lendir dll. 5inggikan kepala : tempat tidur sesuai kebutuhan : toleransi pasien 0aji toleransi aktifitas misalnya keluhan kelemahan: kelelahan selama kerja atau tanda =ital berubah.

;. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen miocard dan kebutuhan, adanya iskemik: nekrotik jaringan miocard ditandai dengan gangguan frekuensi jantung, tekanan darah dalam aktifitas, terjadinya disritmia, kelemahan umum Tujuan : 5erjadi peningkatan toleransi kepera2atan selama di 3S Kriteria Hasil : klien berpartisipasi dalam aktifitas sesuai kemampuan klien frekuensi jantung ;07"00 H: menit 54 "207<0 mm%g Intervensi : -atat frekuensi jantung, irama, dan perubahan 54 selama dan sesudah aktifitas 5ingkatkan istirahat ( di tempat tidur Batasi aktifitas pada dasar nyeri dan berikan aktifitas sensori yang tidak berat. pada klien setelah dilaksanakan tindakan

16

Belaskan pola peningkatan bertahap dari tingkat aktifitas, contoh bengun dari kursi bila tidak ada nyeri, ambulasi dan istirahat selam " jam setelah mkan. 0aji ulang tanda gangguan yang menunjukan tidak toleran terhadap aktifitas atau memerlukan pelaporan pada dokter. (. -emas berhubungan dengan ancaman aktual terhadap integritas biologis Tujuan : cemas hilang : berkurang setelah dilakukan tindakan kepera2atan selama di 3S Kriteria Hasil : 0lien tampak rileks 0lien dapat beristirahat 55I dalam batas normal Intervensi : 0aji tanda dan respon =erbal serta non =erbal terhadap ansietas -iptakan lingkungan yang tenang dan nyaman !jarkan tehnik relaksasi /inimalkan rangsang yang membuat stress 4iskusikan dan orientasikan klien dengan lingkungan dan peralatan Berikan sentuhan pada klien dan ajak kllien berbincang7bincang dengan suasana tenang Berikan support mental 0olaborasi pemberian sedatif sesuai indikasi <. 0urang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang fungsi jantung : implikasi penyakit jantung dan status kesehatan yang akan datang , kebutuhan Tujuan : ,engetahuan klien tentang Kriteria Hasil : kondisi penyakitnya menguat setelah diberi pendidikan kesehatan selama di 3S perubahan pola hidup ditandai dengan pernyataan masalah, kesalahan konsep, pertanyaan, terjadinya kompliksi yang dapat dicegah

1/

/enyatakan pemahaman tentang penyakit jantung , rencana pengobatan, tujuan pengobatan & efek samping : reaksi merugikan /enyebutkan gangguan yang memerlukan perhatian cepat. Intervensi : Berikan informasi dalam bentuk belajar yang berfariasi, contoh buku, program audio: =isual, 5anya ja2ab dll. Beri penjelasan factor resiko, diet ( 3endah lemak dan rendah garam dan aktifitas yang berlebihan, ,eringatan untuk menghindari paktifitas manu=er =alsa=a 8atih pasien sehubungan dengan aktifitas yang bertahap contoh ) jalan, kerja, rekreasi aktifitas seksual. DA(TAR P#"TA%A -arolyn /. %udak. Critical Care Nursing : A Holistic Approach. .disi III. Iolume II. !lih Bahasa ) /onica .. 4 !diyanti. Bakarta ) .&- ' "##( Susan /artin 5ucker. Patient Care Standarts. Iolume 2. Bakarta ) .&- ' "##< 8ynda Buall -arpenito. Handbook Of Nursing Diagnosis. .disi <. Bakarta ) .&- ' 200" 8ong, B.-. Essential of medical surgical nursing : A nursing process

approach. Iolume 2. !lih bahasa ) Mayasan I!,0. Bandung) I!,0 ,adjajaran' "##; (Buku asli diterbitkan tahun "#<# Smelt9er, S.-. & Bare, B.&. !runner and Suddarth"s te#tbook of medical surgical nursing. <th .dition. !lih bahasa ) ?aluyo, !. Bakarta) .&-' 2000 (Buku asli diterbitkan tahun "##; -or2in, ..B. Handbook of pathoph$siolog$. !lih bahasa ) ,endit, B.A. Bakarta) .&-' 200" (Buku asli diterbitkan tahun "##;

10

,rice, S.!. & ?ilson, 8./. Pathoph$siolog$: Clinical concept of disease processes. 1th .dition. !lih bahasa ) !nugerah, ,. Bakarta) .&-' "##1 (Buku asli diterbitkan tahun "##2 4oengoes, /..., /oorhouse, /.+., &eissler, !.-. Nursing care plans: %uidelines for planning and documenting patients care. !lih bahasa) 0ariasa, I./. Bakarta) .&-' "### (Buku asli diterbitkan tahun "##* Suyono, S, et al. !uku a&ar ilmu pen$akit dalam. .disi ketiga. Bakarta) Balai ,enerbit +0AI' 200" !rif /ansjoer. 'apita Selekta 'edokteran. Bilid ". Bakarta ) /edia !esculapius ' 2000 Sandra /. 6ettina , Pedoman Praktik 'epera(atan, Bakarta, .&-, 2002 0asuari, Asuhan 'epera(atan Sistem Pencernaan dan 'ardio)askuler Dengan Pendekatan Patofisiolog$, /agelang, ,oltekes Semarang ,SI0 /agelang, 2002 %eni 3okhaeni, !uku A&ar 'epera(atan 'ardio)askuler, .disi ,ertama Bakarta, Bidang 4iklat ,usat 0esehatan Bantung 4an ,embuluh 4arah 6asional %arapan 0ita' 2002

11