Anda di halaman 1dari 3

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS


RSUD KOTA BEKASI
JAWA BARAT
2013 2015
ATONIA UTERI (ICD 10: O72.2)
1. Pengertian (Definisi)

o
o

2. Anamnesis

Lemahnya tonus/kontraksi rahim yang menyebabkan uterus tidak


mampu mengendalikan perdarahan
TANDA: uterus tidak berkontraksi dalam 15 detik setelah
dilakukan pemijatan fundus uteri.

1. Perdarahan yang terjadi segera setelah persalinan dan


berlangsung terus menerus
2. Faktor predisposisi:
- Gemelli (ICD 10: O30.0)
-Janin besar (makrosomia) (ICD 10: P08.0)
- Kala I memanjang (ICD10CM: O63.0)
- Kala II memanjang (ICD10CM: O63.1)
- Persalinan cepat (partus presipitatus)
- Persalinan yang diinduksi dengan oksitosin ( ICD 9
CM : 73.1)
-Infeksi intrapartum (ICD 10: O75.3)
- Multiparitas (ICD 10: Z37.5)

3. Pemeriksaan Fisik

4. Kriteria Diagnosis
5. Diagnosis Kerja
6. Diagnosis Banding
7. Pemeriksaan Penunjang

1. Penonjolan rahim di supra simfisis (-)


2. Uterus tidak berkontraksi, besar dan lembek.
3. Perdarahan segera setelah anak lahir, terus menerus
( Perdarahan Paskapersalinan Dini)
4. Pucat dan terdapat tanda-tanda syok atau presyok (tensi
rendah, nadi cepat lemah, akral dingin, oligouria)
5. Kadang disertai plasenta adhesiva
1. Sesuai kriteria anamnesis
2. Sesuai kriteria pemeriksaan fisik

Atonia uteri (ICD 10: O72.2)

1. Retentio plasenta (ICD 10: O73)


2. Robekan jalan lahir (ICD 10: O70)

1. Haemoglobin, Leukosit, hematokrit, Trombosit, LED,


Diff Count (ICD 9 CM: 90.59)
2. SGOT-SGPT (ICD 9 CM: 90.55)
3. Ureum (ICD 9 CM: 90.55)
4. Kreatinin (ICD 9 CM: 90.55)
5. Gula Darah Sewaktu (ICD 9 CM: 90.59)
6. Cross match

7. Hemostasis
8. Terapi

9. Edukasi
(Hospital Health Promotion)

10. Prognosis

11. Tingkat Evidens


12. Tingkat Rekomendasi
13. Penelaah Kritis

14. Indikator Medis

1. Resusitasi cairan
2. O2 10-15 L, kateter
3. Masase Fundus Uteri segera setelah lahirnya plasenta (maksimal
15 detik) dan diikuti pemberian oksitosin dan metil ergometrin iv
4. Bila ada perbaikan dan perdarahan berhenti:
oksitosin atau prostaglandin lanjutkan
5. Bila tidak ada perbaikan dan perdarahan tidak berhenti:
-Kontrol perdarahan dengan kompresi bimanual interna 5 menit
- Jika uterus tidak berkontraksi dalam 5 menit, ajarkan keluarga
kompresi bimanul eksternal
6. Kompresi aorta abdominal
7. Berikan ergometrin 0,2 mg IM atau misoprostol 600 -1000 mcg
per rectal.
KI ergometrin: ibu dengan hipertensi tekanan darah.
8. Berikan infuse RL 500cc + 20 unit oksitosin, guyur dalam waktu
10 menit (40tpm). Dosis max. Oksitosin : 80 IU, ergometrin :
1,25mg.
9. Pakai sarung tangan steril dan ulangi KBI.
10.Jika uterus belum juga berkontraksiperdarahan jumlah banyak
siapkan transfusi darah dan laparotomi.
11. Cari etiologi perdarahan

1. Edukasi tentang penyakit yang diderita dan komplikasi


yang mungkin akan dihadapi.
2. Edukasi dan persetujuan tindakan yang akan dilakukan.
Ad vitam
Ad sanationam
Ad fungsionam

: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
: dubia ad bonam
IV
C

1. dr. Christofel Panggabean, Sp.OG (K) FM


2. dr. Dean Wahjudy Satyaputra, Sp.OG (K)
3. dr. Hindar Jaya, Sp.OG
4. dr. Irawan Sumrah, Sp.OG
5. dr. Pandji Setiawan, Sp.OG
6. dr. Bayu, Sp.OG
HPP dengan tindakan dirawat selama 7 hari bila tanpa
komplikasi.
Target:
Komplikasi -/minimal
Masa pemulihan : non operatif : nifas (40 hari)
Operatif
: 3 bulan

15. Kepustakaan

Hakimi M, Dasuki D, Siswosudarmo R, Pradjatmo H, et AL.


Standar Pelayanan Medis Bidang Ilmu Obstetri dan

Ginekologi. Yogyakarta; Pustaka Cendiakia Press: 2011


Himpunan Kedokteran Fetomaternal Perkumpulan Obstetri
Ginekologi Indonesia. Panduan Penatalaksanaan Kasus
Obstetri. Jakarta; Percetakan Palawa Sari: 2012

Berghella V. Maternal-fetal Evidence Base Guidlines. USA;


Informa Healthcare: 2012
Norwitz, Errol R. Obstetric Clinical Algorithms : Management
and Evidence. USA; Wiley-Blackwell; 2012
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Pelayanan Obstetri
Neontal Emergensi Komperhensif. Jakarta: Depkes; 2007