Anda di halaman 1dari 3

Obat Generik Vs Obat Paten

Obat generik adalah obat yang diberi nama sesuai dengan zat aktifnya, Seperti Parasetamol, Asam mefenamat, Amoxicillin, dll.
Berbeda dengan obat paten yang yang nama obatnya dibuat berbeda oleh pabrik yang membuatnya dan telah dipatenkan, misal Pamol, Panadol, Sanmol (zat aktifnya Parasetamol); Ponstan, Mefinal, Mefinter ( zat aktifnya Asam mefenamat); atau Amo san, Amo il (zat aktifnya Amo i!illin)"

Apakah persamaan dan perbedaan obat generik dan paten?


Pada dasarnya obat generik dan obat paten memiliki zat aktif yang sama, misal antara Parasetamol dan Sanmol sama#sama berisi parasetamol atau para#amino# fenol yaitu obat yang digunakan untuk antipiretik (penurun panas) dan anti inflamasi (anti peradangan)" Perlu diketahui bah$a, sebelum obat dipasarkan (baik obat generik maupun paten) terlebih dahulu harus dilakukan u%i pra klinis (u%i pada he$an) dan u%i klinis (u%i pada manusia) terkait khasiat dan toksisitas obat" Apabila ada obat baru yang akan dipasarkan, selain dilakukan u%i pra klinis dan kilinis, %uga dilakukan u%i Bioa&ailabilitas dan Bioeki&alensi (u%i BA'B() terhadap obat yang sama yang telah lebih dulu beredar" Sebagai !ontoh, sebelum Amo san (produksi P)" Sanbe *arma) dilun!urkan, terlebih dulu diu%i tingkat bioa&ailabilitas (efek ketersediaan hayati dalam tubuh) dan tingkat bioeki&alensi (memiliki persamaan'eki&alensi dari segi kimia obat, misal tingkat difusi, dll) dengan parasetamol yang lebih dulu beredar" Maka, %ika obat telah resmi beredar, khasiat dan keamanannya telah teru%i, termasuk antara obat generik dan obat paten, bias dikatakan bah$a keduanya memilki khasiat yang sama" Perbedaan antara obat generik dan obat paten adalah dari segi biaya produksi serta promosi obat" +bat generik merupakan program pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat terhadap obat, maka pemerintah menun%uk beberapa pabrik untuk memproduksi obat generi! dengan memberikan subsidi biaya produksi sehingga harganya lebih murah dibanding obat paten (harga men!apai ,',- nya)" Sedangkan produksi obat paten memerlukan biaya yang lebih banyak dan sebagian besar untuk keperluan non#produksi, misal mengurus hak paten, promosi melalui iklan besar#besaran dengan ikon artis ibukota yang menghabiskan dana milyaran dan promosi melalui seminar atau pelatihan para tenaga kesehatan" Berbeda dengan obat generik yang promosinya tidak begitu gen!ar, kalaupun promosi melalui iklan, hanya berupa iklan layanan masyarakat" Perbedaan yang lain ada pada bentuk kemasan, obat generi! dibungkus dengan kemasan yang

lebih sederhana, tidak seperti obat paten yang terkesan me$ah" Maka tidak heran ketika harga obat generik dan paten sangat berbeda %auh"

Memilih Obat generik atau paten?


.angankan masyarakat a$am, para tenaga kesehatan sebagai u%ung tombak pelayananan kesehatan bagi masyarakat banyak yang meragukan khasiat obat generik karena kurangnya pemahaman dan minimnya informasi" Apoteker selaku orang yang bertanggung %a$ab terhadap obat yang diserahkan pada masyarakat %uga banyak yang meragukan khasiat obat generi!" /al ini terbukti, apabila ada pasien datang ke apotek untuk dipilihkan obat, sebagian besar apoteker akan menyarankan obat paten dibanding generik, entah karena untuk kepentingan bisnis atau memang tidak meyakini khasiatnya" Bahkan masih ada sebagian apoteker yang memberikan informasi yang menyesatkan bah$a menggunakan obat generi! efeknya lebih lama dibandingkan obat paten" Apabila apoteker memahami benar bagaimana proses produksi dan u%i !oba yang menyatakan bah$a khasiat obat generi! tidak bebeda signifikan terhadap obat patennya tentu akan memberikan informasi yang lebih bi%ak dan ilmiah" 0ain halnya ketika apoteker memilihkan obat paten demi kepentingan bisnis karena obat peten memberikan keuntungan yang lebih besar bagi apotek" 1okter sebagai orang pertama yang menegakkan diagnosa dan menentukan obat, %arang yang meresepkan obat generik, karena umumnya dokter beker%a sama dengan pabrik farmasi melalui medical representative nya untuk menggunakan obat paten" 1okter dan apoteker seharusnya lebih bi%ak dalam memilihkan obat bagi pasien dengan memperhatikan tingkat ekonomi dan daya beli pasien tersebut" Bagi pasien dengan ekonomi menengah ke atas tidak akan ada masalah %ika mengkonsumsi obat yang mahal, tapi bagaimana %ika tingkat ekonomi pasien menengah ke ba$ah" Selain itu, dokter dan apoteker harus memberikan informasi yang adil dan ilmiah, tidak menitikberatkan obat paten dan mendeskriminasi obat generik" /al ini penting agar informasi yang berkembang di masyanarakat tidak salah dan agar tidak timbul paradigma yang salah bah$a obat generik tidak semn%ur obat paten" Memilih obat adalah hak pasien /al terpenting yang perlu diingat oleh para tenaga kesehatan adalah menghagai hak pasien untuk memilih obat yang akan dikonsumsi" Peran tenaga kesehatan adalah menyarankan dan memberi informasi yang benar dan %elas bagi pasien" Begitu pula pilihan obat generik'paten adalah hak pasien" .ika suatu saat Anda berobat dan berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, mintalah saran beberapa obat yang bisa menyembuhkan penyakit Anda dan pilihlah obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan daya beli Anda" Misal Anda diresepkan obat paten, sebenarnya Anda memiliki hak untuk memilih obat generiknya %ika Anda keberatan terhadap harga obat yang terlampau mahal" )etapi %ika harga obat paten yang diresepkan masih bisa Anda %angkau, maka tidak men%adi masalah untuk memilih obat tersebut" Pilihan ada di tangan Anda, tapi tetaplah meminta saran pada tenaga kesehatan terkait !ara penggunaan obat yang Anda konsumsi" Selain hak memilih, Anda pun berhak mendapat informasi terkait obat baik !ara penggunaan, efek samping, penyimpanan, dll" Maka %angan ragu menanyakan

obat kepada Apoteker tempat Anda membeli obat demi hasil yang optimal bagi kesehatan Anda"