Anda di halaman 1dari 9

Ileus

21.26.00 Bedah No comments Istilah gawat abdomen atau gawat perut menggambarkan keadaan klinis akibat kegawatan di rongga perut yang biasanya timbul mendadak dengan nyeri sebagai keluhan utama. Keadaan ini memerlukan penanggulangan segera yang sering berupa tindakan bedah, misalnya pada obstruksi, per orasi, atau perdarahan masi di rongga perut maupun saluran cerna. In eksi, obstruksi atau strangulasi saluran cerna dapat menyebabkan per orasi yang mengakibatkan kontaminasi rongga perut oleh isi saluran cerna sehingga ter!adilah peritonitis. 1 Ileus adalah gangguan pasase isi usus yang merupakan tanda adanya obstruksi usus akut yang segera memerlukan pertolongan dokter. "i Indonesia ileus obstruksi paling sering disebabkan oleh hernia inkarserata, sedangkan ileus paralitik sering disebabkan oleh peritonitis. Keduanya membutuhkan tindakan operati . 1 Ileus lebih sering ter!adi pada obstruksi usus halus daripada usus besar. Keduanya memiliki cara penanganan yang agak berbeda dengan tu!uan yang berbeda pula. #bstruksi usus halus yang dibiarkan dapat menyebabkan gangguan $askularisasi usus dan memicu iskemia, nekrosis, per orasi dan kematian, sehingga penanganan obstruksi usus halus lebih ditu!ukan pada dekompresi dan menghilangkan penyebab untuk mencegah kematian. 2 #bstruksi kolon sering disebabkan oleh neoplasma atau kelainan anatomic seperti $ol$ulus, hernia inkarserata, striktur atau obstipasi. %enanganan obstruksi kolon lebih kompleks karena masalahnya tidak bisa hilang dengan sekali operasi sa!a. &erkadang cukup sulit untuk menentukan !enis operasi kolon karena diperlukan diagnosis yang tepat tentang penyebab dan letak anatominya. %ada kasus keganasan kolon, penanganan pasien tidak hanya berhenti setelah operasi kolostomi, tetapi membutuhkan radiasi dan sitostatika lebih lan!ut. 'al ini yang menyebabkan mana!emen obstruksi kolon begitu rumit dan kompleks daripada obstruksi usus halus. 3 (engingat penanganan ileus dibedakan men!adi operati dan konser$ati , maka hal ini sangat berpengaruh pada mortalitas ileus. #perasi !uga sangat ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai, skills, dan kemampuan ekonomi pasien. 'al)hal yang dapat berpengaruh pada aktor) aktor tersebut !uga akan mempengaruhi pola mana!emen pasien ileus yang akhirnya berpengaruh pada mortalitas ileus. *aktor) aktor tersebut !uga berpengaruh dengan sangat berbeda dari satu daerah terhadap daerah lainnya sehingga menarik untuk diteliti mortalitas ileus pada pasien yang mengalami operasi dengan pasien yang ditangani secara konser$ati . A. Definisi 1. Ileus adalah hilangnya pasase isi usus. 2. Ileus Obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. 4 +. Ileus Paralitik adalah hilangnya peristaltic usus sementara. 5 B. Klasifikasi 1. Ileus (ekanik 2

1.1 ,okasi #bstruksi 1.1.1 ,etak &inggi - "uodenum).e!unum 1.1.2 ,etak &engah - Ileum &erminal 1.1.+ ,etak /endah - 0olon)1igmoid)rectum 1.2 1tadium 1.2.1 %arsial - menyumbat lumen sebagian 1.2.2 1imple2Komplit- menyumbat lumen total 1.2.+ 1trangulasi- 1imple dengan !epitan $asa 6 2. Ileus Neurogenik 2.1 3dinamik - Ileus %aralitik 2.2 "inamik - Ileus 1pastik +. Ileus 4askuler - Intestinal ischemia 6 C. Etiologi 1. Ileus #bstrukti
2 3 4 6 10

a. 'ernia Inkarserata b. Non 'ernia i. %enyempitan lumen usus 5 Isi ,umen - Benda asing, skibala, ascariasis. 5 "inding 6sus - stenosis 7radang kronik8, keganasan. 5 9kstra lumen - &umor intraabdomen. ii. 3dhesi iii. In$aginasi 8

i$. 4ol$ulus 7 9 $. (al ormasi 6sus 2. Ileus %aralitik 5 10 11 a. %embedahan 3bdomen b. &rauma abdomen c. In eksi- peritonitis, appendicitis, di$erticulitis d. %neumonia e. 1epsis . 1erangan .antung g. Ketidakseimbangan elektrolit, khususnya natrium h. Kelainan metabolik yang mempengaruhi ungsi otot i. #bat)obatan- Narkotika, 3ntihipertensi !. (esenteric ischemia 5 6 11 D. atofisiologi %eristiwa pato isiologik yang ter!adi setelah obstruksi usus adalah sama, tanpa memandang apakah obstruksi tersebut diakibatkan oleh penyebab mekanik atau ungsional. %erbedaan utama adalah obstruksi paralitik di mana peristaltik dihambat dari permulaan, sedangkan pada obstruksi mekanik peristaltik mula)mula diperkuat, kemudian intermitten, dan akhirnya hilang. 12 %erubahan pato isiologi utama pada obstruksi usus dapat dilihat pada !a"#a$%2.1. ,umen usus yang tersumbat secara progresi akan teregang oleh cairan dan gas 7:0; dari gas yang ditelan8 akibat peningkatan tekanan intralumen, yang menurunkan pengaliran air dan natrium dari lumen ke darah. #leh karena sekitar < liter cairan diekskresikan ke dalam saluran cerna setiap hari10, tidak adanya absorpsi dapat mengakibatkan penimbunan intralumen dengan cepat. (untah dan penyedotan usus setelah pengobatan dimulai merupakan sumber kehilangan utama cairan dan elektrolit. %engaruh atas kehilangan ini adalah penciutan ruang cairan ekstrasel yang mengakibatkan syok=hipotensi, pengurangan curah !antung, penurunan per usi !aringan dan asidosis metabolik. %eregangan usus yang terus menerus mengakibatkan lingkaran setan penurunan absorpsi cairan dan peningkatan sekresi cairan ke dalam usus. 9 ek lokal peregangan usus adalah iskemia akibat distensi dan peningkatan permeabilitas akibat nekrosis, disertai absorpsi toksin)toksin bakteri ke dalam rongga peritoneum dan sirkulasi sistemik untuk menyebabkan bakteriemia. 12

!a"#a$%2.1. %ato isiologi #bstruksi 6sus 12

&#st$uksi 'ekanik (i")le. %ada obstruksi simple, hambatan pasase muncul tanpa disertai gangguan $askuler dan neurologik. (akanan dan cairan yang ditelan, sekresi usus, dan udara terkumpul dalam !umlah yang banyak !ika obstruksinya komplit. Bagian usus proksimal distensi, dan bagian distal kolaps. *ungsi sekresi dan absorpsi membrane mukosa usus menurun, dan dinding usus men!adi udema dan kongesti. "istensi intestinal yang berat, dengan sendirinya secara terus menerus dan progresi akan mengacaukan peristaltik dan ungsi sekresi mukosa dan meningkatkan resiko dehidrasi, iskemia, nekrosis, per orasi, peritonitis, dan kematian. 4 &#st$uksi (t$angulata. %ada obstruksi strangulata, kematian !aringan usus umumnya dihubungkan dengan hernia inkarserata, $ol$ulus, intussusepsi, dan oklusi $askuler. 1trangulasi biasanya berawal dari obstruksi $ena, yang kemudian diikuti oleh

oklusi arteri, menyebabkan iskemia yang cepat pada dinding usus. 6sus men!adi udema dan nekrosis, memacu usus men!adi gangrene dan per orasi. 4 A. Diagnosis 1. (u#*ektif %Ana"nesis >e!ala 6tama- 13 5 Nyeri)Kolik o #bstruksi usus halus - kolik dirasakan disekitar umbilikus o #bstruksi kolon - kolik dirasakan disekitar suprapubik. 5 (untah o 1tenosis %ilorus - 9ncer dan asam o #bstruksi usus halus - Berwarna kehi!auan o #bstruksi kolon - onset muntah lama. 5 %erut Kembung 7distensi8 5 Konstipasi o &idak ada de ekasi o &idak ada latus 3danya ben!olan di perut, inguinal, dan emoral yang tidak dapat kembali menandakan adanya hernia inkarserata. In$aginasi dapat didahului oleh riwayat buang air besar berupa lendir dan darah. %ada ileus paralitik e.c. peritonitis dapat diketahui riwayat nyeri perut kanan bawah yang menetap. /iwayat operasi sebelumnya dapat men!urus pada adanya adhesi usus.2 #nset keluhan yang berlangsung cepat dapat dicurigai sebagai ileus letak tinggi dan onset yang lambat dapat men!urus kepada ileus letak rendah.2 3 2. &#*ektif% e"e$iksaan +isik A. (t$angulasi 3danya strangulasi ditandai dengan adanya lokal peritonitis seperti- 13 5 &akikardia

5 %ireksia 7demam8 5 ,okal tenderness dan guarding 5 Rebound tenderness 5 Nyeri lokal 5 'ilangnya suara usus lokal 6ntuk mengetahui secara pasti hanya dengan laparotomi. 4 B. &#st$uksi 5 Ins)eksi %erut distensi, dapat ditemukan kontur dan stei ung. Ben!olan pada regio inguinal, emoral dan skrotum menun!ukkan suatu hernia inkarserata. %ada Intussusepsi dapat terlihat massa abdomen berbentuk sosis. 3danya adhesi dapat dicurigai bila ada bekas luka operasi sebelumnya.2 3 7 8 5 Auskultasi 'iperperistaltik, bising usus bernada tinggi, borborhygmi. %ada ase lan!ut bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang.13 15 5 e$kusi 'ipertimpani 5 al)asi Kadang teraba massa seperti pada tumor, in$aginasi, hernia. 5 Rectal Toucher ) Isi rektum menyemprot - Hirschprung disease ) 3danya darah dapat menyokong adanya strangulasi, neoplasma ) *eses yang mengeras - skibala ) *eses negati - obstruksi usus letak tinggi ) 3mpula rekti kolaps - curiga obstruksi

) Nyeri tekan - lokal atau general peritonitis 2 3 5 ,a-iologi *oto %olos%elebaran udara usus halus atau usus besar dengan gambaran anak tangga dan air-fluid level. %enggunaan kontras dikontraindikasikan adanya per orasi)peritonitis. Barium enema diindikasikan untuk in$aginasi, dan endoskopi disarankan pada kecurigaan $ol$ulus. C. a$alitik %ada ileus paralitik ditegakkan dengan auskultasi abdomen berupa silent abdomen yaitu bising usus menghilang. %ada gambaran oto polos abdomen didapatkan pelebaran udara usus halus atau besar tanpaair-fluid level. 5 .a#el%2.1. %erbandingan Klinis bermacam)macam ileus.15

Macam ileus Obstruksi simple tinggi Obstruksi simple rendah Obstruksi strangulasi Paralitik Oklusi askuler

Nyeri Usus ++ (kolik) +++ (Kolik) ++++ (terus-menerus, terlokalisir) + +++++

Distensi + +++ ++

Muntah borborigmi +++ + Lambat, fekal +++

Bising usus Meningkat Meningkat Tak tentu biasanya meningkat

Ketegangan abdomen +

++++ +++

+ +++

Menurun Menurun

A. enanganan Ileus 1. Konse$/atif 5 %enderita dirawat di rumah sakit. 5 %enderita dipuasakan 5 Kontrol status airway, breathing and circulation. 5 "ekompresi dengan nasogastric tube.

5 Intravenous fluids and electrolyte 5 "ipasang kateter urin untuk menghitung balance cairan. 5 avement !ika ileus obstruksi, dan kontraindikasi ileus paralitik. 2. +a$"akologis 4 5 3ntibiotik broadspectrum untuk bakteri anaerob dan aerob. 5 3nalgesik apabila nyeri. 3. &)e$atif 10 14 5 Ileus paralitik tidak dilakukan inter$ensi bedah kecuali disertai dengan peritonitis. 5 #bstruksi usus dengan prioritas tinggi adalah strangulasi, $ol$ulus, dan !enis obstruksi kolon. 5 #perasi dilakukan setelah rehidrasi dan dekompresi nasogastric untuk mencegah sepsis sekunder atau rupture usus. 5 #perasi diawali dengan laparotomi kemudian disusul dengan teknik bedah yang disesuaikan dengan hasil e?plorasi melalui laparotomi. o ,isis pita untuk band o 'erniorepair untuk hernia inkarserata o %intas usus - ileostomi, kolostomi. o /eseksi usus dengan anastomosis o "i$ersi stoma dengan atau tanpa reseksi. B. Ko")likasi 2 3 5 Nekrosis usus 5 %er orasi usus 5 1epsis 5 1yok)dehidrasi

5 3bses 5 1indrom usus pendek dengan malabsorpsi dan malnutrisi 5 %neumonia aspirasi dari proses muntah 5 >angguan elektrolit 5 (eninggal C. $ognosis 5 1aat operasi, prognosis tergantung kondisi klinik pasien sebelumnya. 5 1etelah pembedahan dekompresi, prognosisnya tergantung dari penyakit yang mendasarinya.2 3