Anda di halaman 1dari 22

HIPEREMESIS PADA KEHAMILAN TRIMESTER III DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI PUSKESMAS KECAMATAN KOJA PERIODE 23 SEPTEMBER 5 OKTOBER

R 2013

Oleh :

ADISYARI PURI HANDINI 1102008007 / Kelompok 5

Pembimbing : DR. Kholis Ernawati, S.Si M.Kes

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga JAKARTA 2013

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan

Hasil

Studi

Kasus III

Pasien

dengan

judul

Hiperemesis

Pada di

KehamilanTrimester

dengan

Pendekatan

Kedokteran

Keluarga

Puskesmas Kecamatan Koja Periode 23 September 5 Oktober 2013 telah disetujui oleh pembimbing untuk di presentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.

Jakarta, Oktober 2013 Pembimbing,

DR. Kholis Ernawati, S.si M.Kes

KATA PENGANTAR

Assalamua`alaikum, Wr. Wb Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT dengan terselesaikannya Laporan Studi Kasus Pasien yang berjudul Hiperemesis Pada KehamilanTrimester III dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Kecamatan Koja Periode 23 September 5 Oktober 2013.Tujuan penulis menyusun laporan ini adalah dalam rangka memenuhi tugas Kepaniteraan Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada : 1. DR. Kholis Ernawati, S.Si M.Kes selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberikan masukan yang bersifat membangun dalam Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas YARSI. 2. Dr. Sugma Agung Purbowo, MD, MARS sebagai Kepala SMF Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. 3. Dr. Citra Dewi, M.Kes selaku Koordinator Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. 4. Dr. Dini selaku Sekretaris Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. 5. Prof.Dr. Hj. Qomariyah RS MS PKK DK AIFM selaku guru besar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. 6. DR. Dr. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. 7. Dr. H. Sumedi Sudarsono, MPH, , Dr. Dian Mardhiyah M.KK, Dr. Fathul Jannah, M.Si, , Rifda Wulansari SP., M.Kes selaku dosen Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. 8. Seluruh staf Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta Utara yang telah memberikan bimbingan dan data untuk kelancaran pembuatan Studi Kasus Pasien ini.

9. Seluruh Rekan Sejawat yang telah memberikan motivasi dan kerja sama sehingga tersusun laporan ini. Dalam pembuatan laporan ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan.

Wassalamu`alaikum, Wr. Wb

Jakarta, Oktober 2013

Penulis

IDENTITAS PASIEN Identitas Pasien Nama Umur Agama Alamat Ny. NA 28 tahun Islam Identitas Suami Tn. ZR 28 tahun Islam

Jl. Bend. Melayu RT/RW 002/001 No. 43 Kelurahan Rawa Badak Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara

Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan Suku Bangsa Pendapatan Jumlah Tanggungan Perkawinan

Perempuan S1 Guru Jawa Rp 2.500.000.Pertama

Laki - laki S1 Guru Jawa Rp 3.500.000,1 Pertama

Tanggal berobat Puskesmas No.RM Status Obstetri HPHT Taksiran Partus

: 30 September 2013 : Puskesmas Kecamatan Koja : 13.001.197 : G1A0P0 Hamil 37 minggu : 10 1 2013 : 17 10 2013

BERKAS PASIEN A. Anamnesa Anamnesa dilakukan secara autoanamnesa pada tanggal 30 September 2013 1. Keluhan Utama Mual dan muntah-muntah hebat sejak 2 hari 2. Keluhan Tambahan Lemas dan nafsu makan berkurang 3. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien G1P0A0 hamil 37 minggu datang dengan keluhan mual dan muntah sejak 2 hari sebelum datang ke puskesmas. Muntah awalnya hanya terjadi pada pagi hari dan setelah makan, namun sejak kemarin sore muntah dialami lebih dari 10 kali dengan volume
3

/4 gelas. Yang dimuntahkan berupa makanan dan minuman yang

dikonsumsi sebelumnya, pada muntahan tidak terdapat darah. Keluhan mual dan muntah semakin bertambah berat setelah makan dan minum, dan berkurang saat istirahat. Selain itu pasien juga mengeluh badan terasa lemas hingga tak mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Nafsu makan dirasakan menurun karena pasien takut muntah. Pusing sedikit dikeluhkan namun tidak sampai menggangu aktivitas, nyeri ulu hati disangkal pasien. Menurut pengakuan pasien, pasien sedang memikirkan suami nya yang belakangan ini sedang sakit selain itu pasien sedang sibuk mengurus persiapan ujian untuk siswa nya di sekolah dasar. Pasien biasa memeriksakan kehamilannya di Rumah Sakit daerah Jakarta Utara dengan suami nya namun dikarenakan keluhannya begitu menggangu dan suami pasien tidak dapat mengantarkan pasien, pasien langsung datang ke puskesmas kecamatan Koja karena jaraknya yang dekat dengan rumah pasien.

4. Riwayat Penyakit Dahulu Riwayat penyakit maag disangkal Riwayat penyakit asma disangkal Riwayat alergi disangkal Riwayat penyakit kencing manis disangkal Riwayat penyakit hipertensi disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga Riwayat penyakit asma disangkal Riwayat alergi disangkal Riwayat penyakit kencing manis disangkal Riwayat penyakit hipertensi disangkal

6. Riwayat Sosial Ekonomi Saat ini pasien bekerja sebagai guru di sekolah dasar negeri. Pendapatan pasien setiap bulan Rp. 2.500.000 /bulan. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya berobat.

7. Riwayat Kebiasaan Pasien memiliki kebiasaan meminum susu formula untuk ibu hamil setiap pagi dan malam hari. Pasien rutin mengkonsumsi vitamin yang diberikan oleh dokter kandungan. Pasien biasa mengontrol kandungannya ke Rumah Sakit daerah Jakarta Utara.

8. Riwayat Perkawinan Perkawinan pertama, masih menikah, lama pernikahan 1 tahun 9. Riwayat Ginekologi : Menarche usia 14 tahun, menarche teratur dengan siklus 28 hari. 10. Riwayat Obstetri Gravida (1) hamil ini, Partus (0), Abortus (0) HPHT HPL Usia Kehamilan Riwayat KB : 10-1-2013 : 17-10-2013 : 37 minggu : Belum pernah menggunakan KB

B. Pemeriksaan Fisik 1. Keadaan Umum Kesadaran : Tampak sakit sedang : Compos mentis

2. Vital Sign Tekanan darah Respirasi Nadi Suhu : 100/70 mmHg : 20 x/menit : 100 x/menit : 36,5oC

3. Status Gizi

Berat badan Tinggi badan LLA IMT

: 50 kg : 160 cm : 24 cm : 19,53 kg/m2(Gizi Normal)

4. Status Generalis a. Kepala - Bentuk - Rambut - Mata - Telinga - Hidung - Mulut : normocephal : hitam, tidak mudah dicabut : konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-) : pupil bulat, isokor, refleks cahaya (+/+) : bentuk normal, tidak terdapat serumen : septum tidak deviasi, tidak terdapat sekret

- Tenggorokan : tidak hiperemis : bibir tidak sianosis, lidah tidak kotor

b. Leher - Trakea di tengah - Pembesaran kelenjar getah bening (-)

c. Thorak - Inspeksi : bentuk dada simetris : pergerakan dinding dada simetris : iktus kordis tidak terlihat - Palpasi : fremitus taktil dan vokal sama kanan dan kiri : iktus kordis teraba di sela iga V garis midclavicula kiri - Perkusi - Auskultasi : sonor diseluruh lapang paru, batas jantung normal : vesikuler diseluruh lapang paru, wheezing (-), ronki (-) : bunyi jantung I dan II murni regular, murmur (-) gallop (-)

d. Abdomen

- Inspeksi - DJJ - Leopold

: perut buncit simetris, tidak ada sikatrik : 136 x/menit : TFU 30cm, presentasi kepala, PUKI

e. Genitalia : Dalam batas normal, keputihan (-) f. Ekstremitas : akral hangat, edema (-), sianosis (-)

C. Pemeriksaan Penunjang Darah Lengkap Hb Ht Leukosit Eritrosit : 13 mg/dl : 45% : 6000/mm3 : 5jt/micro liter

Trombosit : 160.000/mm3

Berkas Keluarga A. Profil Keluarga 1. Karakteristik Keluarga a. Identitas Kepala Keluarga Nama Usia : Tn. ZR : 28 Tahun

b. Identitas Pasangan Nama Usia : Ny. NA : 28 Tahun

c. Struktur Komposisi Keluarga

Tabel 1. Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


Kedudukan No. Nama dalam keluarga 1. Tn. ZR Kepala Keluarga 2. Ny. NA Istri Perempuan 28 S1 Guru Pasien Laki-laki Gender Umur (tahun) 28 S1 Guru Pendidikan Pekerjaan Keterangan Tambahan

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal Status Kepemilikan Rumah : Milik sendiri Daerah Perumahan : Padat bersih Karakteristik Rumah dan Lingkungan Luas rumah : 70 m2 Rumah merupakan rumah milik sendiri yang Kesimpulan

Jumlah penghuni dalam satu berada pada lingkungan padat namun relatif rumah : 2 orang Luas halaman rumah bersih tidak kumuh. Lantai rumah terbuat dari : keramik, dinding dari tembok, terdapat kamar mandi dengan jamban leher angsa. Penerangan listrik 1200watt yang dapat digunakan untuk bermacam alat elektronik yang dimiliki,

memiliki halaman Lantai rumah dari : keramik Dinding rumah dari : tembok Jamban keluarga : ada Penerangan listrik : 1200 watt Ketersediaan air bersih : ada (PAM) Tempat pembuangan sampah : ada

terdapat ketersediaan air besih yaitu PAM dan tempat pembuangan sampah.

b. Kepemilikan barang-barang berharga Keluarga pasein memiliki 1 buah sepeda motor. Keluarga ini memiliki barang-barang elektronik antara lain 1 buah televisi dan satu buah dvd player yang terletak di ruang keluarga, 2 buah laptop, 2 buah handphone dan 1 air conditioner yang terletak di dalam kamar utama. Peralatan rumah tangga yang dimiliki keluarga ini antara lain magic jar, kompor gas, kulkas, dan 2 buah kipas angin yang terletak di ruang keluarga serta gudang.

7m

Gudang

Kamar

Kamar Tidur

Mandi

Utama U

B 10 m R. Keluarga S Dapur R.Tamu

Denah Rumah

3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga a. Tempat Berobat : Rumah sakit dan Puskesmas b. Balita : c. Asuransi/Jaminan Kesehatan : Askes

4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)

Tabel 3. Pelayanan Kesehaatan Faktor Cara mencapai pusat pelayanan kesehatan Keterangan Sepeda motor Mobil angkutan Kesimpulan Pasien pergi berobat ke Rumah sakit atau menggunakan kendaraan pribadi yaitu sepeda motor. Tarif berobat di rumah sakit menurut pasien sedang, namun

Tarif pelayanan kesehatan Kualitas pelayanan kesehatan

Sedang

karena pasien menggunakan askes tarif berobat menjadi murah dan kualitas

Memuaskan

pelayanannya pun memuaskan, serta jarak puskesmas lebih dekat dari rumah pasien dibandingkan jarak ke rumah sakit tempat dimana pasien biasa melakukan antenatal care.

5. Pola Konsumsi Makanan Keluarga a. Kebiasaan makan Keluarga Ny. NA makan sebanyak tiga kali sehari dengan menu makanan yang bervariasi dan dimasak sendiri oleh Ny. NA. Masakan yang dimasak dengan menggunakan kompor gas dan dimasak dengan matang. Pola makan pasien dua hari terakhir ialah : Tanggal : 28 September 2013 Pagi Menu Nasi putih Ayam Goreng Tempe Tahu : 1052 kalori Kalori 204 119 320 271 Protein 0.44 gr 6.79 gr 30.78 gr 17.19 gr 9.72 gr Karbohidrat 44.08 gr 0 15.59 gr 10.49 gr 13.51 gr Lemak 4.2 gr 13.6 gr 17.93 gr 20.18 gr 4.87 gr

Susu formula 138 ibu hamil

Siang : 398 kalori Menu Nasi putih Ayam goreng Sayur /porsi Kalori 204 119 75 Protein 0.44 gr 6.79 gr 2.84 gr Karbohidrat 44.08 gr 0 8.58 gr lemak 4.2 gr 13.6 gr 3.62 gr

Makanan camilan : 107 kalori Menu Mangga/mangkok Kalori 107 Protein 0.84 gr Karbohidrat 28.05 gr Lemak 0.45 gr

Makan Malam : 461 kalori Menu Nasi putih Ayam goreng Kalori 204 119 Protein 0.44 gr 6.79 gr 9.72 gr Karbohidrat 44.08 gr 0 13.51 gr lemak 4.2 gr 13.6 gr 4.87 gr

Susu formula 138 ibu hamil

Tanggal 29 September 2013 Pagi : 510 kalori Menu Bubur ayam Kalori 372 Protein 27.56 gr 9.72 gr Karbohidrat 36.12 gr 13.51 gr Lemak 12.39 gr 4.87 gr

Susu formula 138 ibu hamil

Siang : 279 kalori Menu Nasi putih Sayur /porsi Kalori 204 75 Protein 0.44 gr 2.84 gr Karbohidrat 44.08 gr 8.58 gr Lemak 4.2 gr 3.62 gr

Malam : 279 kalori Menu Nasi putih Sayur /porsi Kalori 204 75 Protein 0.44 gr 2.84 gr Karbohidrat 44.08 gr 8.58 gr lemak 4.2 gr 3.62 gr

Cara untuk menghitung berat badan ideal saat hamil, menurut Arsyad Rahim Ali (2009) adalah: BBIH = BBI + ( UH x 0,35 ) BBI = (TB 100 ) = 160 100 = 60 kg, maka: BBIH = 60 + ( 37 x 0,35 ) = 72.95 kg Kebutuhan Kalori Basal (BEE) berdasarkan rumusan Harris Bennedict adalah: BEE= 655 + (9,6 x BBIH) + (1,7 x TB) - (4,7 x U) BEE= 655 + (9,6 x 72.95) + (1,7 x 160) (4,7 x 28) BEE= 655 + 700.32 + 272 131.6 = 1495.7 kalori Kebutuhan Zat Gizi : a . Protein 10% dari total kalori = ( 10% X 1495.7) : 4 = 37 gr b. Lemak 20% dari total kalori = ( 20% X 1495.7) : 9 = 33 gr c. Karbohidrat, sisa dari total kalori dikurangi prosentasi protein dan lemak = ( 70% X 1495.7) : 4 = 261 gr b. Menerapkan pola gizi seimbang Setelah menghitung jumlah BBI, kebutuhan energi/kalori serta kebutuhan zat gizi pada pasien, juga dengan melihat food recall pasien selama 2 hari sebelum datang ke puskesmas maka dapat disimpulkan bahwa setiap

harinya menu makan pasien kurang memenuhi jumlah energi/kalori yang dibutuhkan setiap harinya.

6. Pola Dukungan Keluarga a. Faktor pendukung terselesainya masalah dalam keluarga - Suami pasien senantiasa memberikan dukungan atas penyakit pasien dengan cara : o Menjaga pola makan pasien dan kepatuhan dalam meminum vitamin yang telah diberikan oleh dokter kandungan. o Suami menasehati istrinya untuk tidak terlalu sibuk dengan aktivitas nya, dan untuk sedikit mengurangi aktivitas nya. o Suami berulang-ulang mengatakan kepada pasien untuk tidak terlalu mengkhawatirkan diri nya yang sedang sakit.

b. Faktor penghambat terselesainya masalah dalam keluarga Pasien adalah ibu rumah tangga yang juga bekerja dari pagi sampai sore hari selama 6 hari dalam seminggu, dimana aktivitas nya sangat mempengaruhi kesehatan dalam kehamilan nya. Dan saat ini pasien sedang mengkhawatirkan suami pasien yang beberapa hari belakangan ini sakit. Pasien mengakui bahwa dirinya memang selalu memikirkan hal-hal kecil terlebih lagi ketika suami nya sakit yang mengakibatkan suami nya tidak dapat bekerja belakangan hari ini yang membuat pasien semakin khawatir.

B. Genogram 1. Bentuk Keluarga Bentuk keluarga ini adalah keluarga Dyad Nuclear, dimana dalam keluarga ini hanya terdapat suami dan istri tanpa anak (anak masih didalam kandungan).

2. Tahapan Siklus Keluarga Menurut Duvall (1977) dikutip dalam Friedman (1998), keluarga Ny. NA berada pada tahapan siklus keluarga yang pertama, yaitu keluarga pemula.

3.

Family Map

Keterangan Gambar : : laki-laki : perempuan : meninggal : pernikahan

C. Identifikasi Permasalahan yang didapat dalam keluarga pasien (wanita hamil) keluarga - :Masalah dalam organisasi : keturunan : tinggal serumah

Identifikasi Permasalahan yang didapat dalam keluarga - Masalah dalam fungsi biologis Tidak terdapat masalah dalam fungsi biologi dalam keluarga pasien. - Masalah dalam fungsi psikologi Pasien saat ini sedang mengkhawatirkan suami nya yang belakangan hari ini sakit, sehingga suami nya tidak dapat masuk bekerja. - Masalah dalam fungsi ekonomi Pasien tidak memiliki hambatan dalam ekonomi, karena pasien mendapat asuransi kesehatan ketika berobat ke puskesmas. - Masalah lingkungan Pasien tinggal dilingkungan yang cukup padat tetapi bersih. - Masalah perilaku kesehatan Pasien selama ini selalu mengkonsumsi vitamin yang diberikan dokter kandungan dan mengkonsumsi susu formula untuk ibu hamil namun untuk beberapa minggu belakangan ini pasien belum kontrol ke rumah sakit tempat pasien mengontrol kandungannya dikarenakan kesibukan pasien dan kondisi sang suami yang tidak dapat mengantarkan pasien.

D. Diagnosis Holistik 1. Aspek Personal - Alasan kedatangan : Pasien datang berobat ke puskesmas karena pasien mengeluhkan mual dan muntah yang hebat, pasien juga merasakan dirinya lemas dan tidak nafsu makan. - Harapan : Pasien memiliki harapan untuk dapat sembuh dan dapat mengkonsumsi makanan serta minuman termasuk vitamin dan susu formula yang biasa ia konsumsi untuk dapat meningkatan kesehatan khusus nya kesehatan pada kandungannya. - Kekhawatiran : Pasien khawatir akan kesehatan kandungan nya jika ia terus mengalami keluhan seperti yang ia keluhkan saat ini.

2. Aspek Klinik Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang disimpulkan sebagai berikut : - Diagnosis kerja : Hiperemesis Gravidarum grade I - Diagnosis banding : -

3. Aspek Risiko Internal - Genetik : Tidak terdapat faktor genetik dalam keluhan yang dialami pasien. - Pola makan : Pola makan pasien yang belum memenuhi pola gizi seimbang . - Kebiasaan : Pasien memiliki kebiasaan meminum susu formula untuk ibu hamil setiap pagi dan malam hari yang mungkin menimbulkan rasa mual. Pasien rutin mengkonsumsi vitamin yang diberikan oleh dokter kandungan, diantara nya tablet fe yang juga mungkin menimbulkan rasa mual. - Spiritual : Pasien percaya bahwa penyakit yang dideritanya adalah ketentuan dari Allah SWT dan menerimanya, pasien juga tidak lupa terus berdoa agar selalu diberikan kesehatan.

4. Aspek Psikososial Keluarga Faktor pendukung kesehatan pasien yang berasal dari keluarga ialahadanya dukungan dari suami dalam mengupayakan agar pasien

mengkonsumsi pola makan gizi seimbang dan memberitahu agar pasien tidak terlalu mengkhawatirkan diri nya yang sedang sakit.

5. Aspek Fungsional Menurut skala pasien termasuk derajat 4 dimana pasien hanya dapat melakukan aktivitas sedang.

Rencana Penatalaksanaan

Aspek

Kegiatan - Memberikan penjelasan kepada pasien

Sasara n

Waktu

Hasil yang diharapkan

Biaya

Ket

Aspek Personal

Pasien

Pada saat di puskesmas dan kunjungan rumah

Pasien

memahami hiperemesis dan

Pasien setuju

mengenai gravidarum,

tentang penyakit yang pasien hiperemesis gravidarum komplikasi penyakitnya tersebut bahwa penyakitnya sering dialami dan dan dari dialami yaitu

komplikasinya.

oleh ibu hamil.

Aspek Klinik

- Menyarankan kepada untuk mengontrol kandungan terutama nya di pasien tetap

Pasien

Pada saat di rumah sakit

Pasien

tetap

Pasien setuju

mengontrol kandungannya ke puskesmas maupun rumah sakit. Pasien mengalami perbaikan dalam status

trimester ke 3 ini. - Memberikan obat antiemetik, yang aman bagi ibu hamil - Menjelaskan

kesehatannya dan

Aspek

Pasien

Pada saat kunjugan

- Pasien tetap

Pasien

Risiko Internal

kepada mengenai makan seimbang

pasien pola gizi

rumah

mengkonsumsi makanan dengan pola gizi seimbang - Agar Pasien tetap mengkonsumsi asupan tambahan seperti susu formula untuk ibu hamil dan vitamin.

setuju

- Memberitahu pasien untuk

tetap melanjutkan kebiasaan meminum nya susu

formula dan juga vitamin menjaga kesehatan kandungannya, dengan mengganti formula susu yang agar

biasa dikonsumsi dengan formula emesis. susu untuk

Aspek Psikososi al keluarga

- Menjelaskan kepada suami

Suami pasien

Pada saat kunjungan rumah

- Suami pasien agar lebih memperhatikan dan memberikan dukungan kepada pasien, dan menasehati

Suami pasien setuju

pasien agar tetap memberi dukungan terhadap dalam mengkonsumsi makanan dengan pola seimbang vitamin kesehatan kandungan tetap terjaga. Menjelaskan kepada suami gizi dan agar pasien

pasien agar tidak terlalu mengkhawatirkan sesuatu hal dan juga tidak memforsir aktivitas nya seharihari.

pasien senantiasa

agar

mengingatkan pasien untuk

tidak memforsir pekerjaan rumah dan nya. Menjelelaskan kepada pasien pasien terlalu suami agar tidak khawatir mengajar

berlebihan terhadap hal. Aspek Fungsion al - Menyarankan kepada pasien Pasien Pada saat di Rumah sakit dan kunjungan rumah Pasien tetap melakukan aktivitas sehari-hari namun menghindari aktivitas yang terlalu berat. Pasien setuju suatu

agar melakukan aktivitas seharihari sesuai

kemampuannya. Menyarankan kepada pasien

agar mengurangi sedikit aktivitas nya mendekati ketika hari

perkiraan lahir.

E. Prognosis 1. Ad vitam 2. Ad sanasionam 3. Ad fungsionam : ad bonam : ad bonam : ad bonam

Anda mungkin juga menyukai