Anda di halaman 1dari 31

Gangguan Obsesif Konfulsif

Rangkuman Gangguan obsesif kompulsif diketahui sebagai satu dari gangguan psikiatri yang umum dan juga sebagai gangguan yang paling membuat orang tidak berdaya dari semua gangguan medis yang lain. Gangguan yang berhubungan dengan gangguan obsesif kompulsif (obsessive compulsive related disorders/OCRDs biasanya komorbid dengan gangguan obsesif kompulsif termasuk di dalamnya beberapa gangguan psikiatri seperti gangguan somatoform! gangguan makan! gangguan pengontrolan impuls! dan beberapa keadaan neurologis! yang mempunya gejala yang bertumpang tindih dan memiliki kualitas kompulsif. "eskipun terapi yang efektif telah eksis tetapi gangguan obsesif kompulsif dan gangguan yang berhubungan sering tidak terdiagnosis dan tidak terterapi. #erotonin reuptake inhibitor dan C$% merupakan lini pertama terapi GO&. #ebagai tambahan! remisi bukan merupakan keadaan yang umum terjadi pada pasien GO& dan gangguan yang berhubungan dalam praktek klinis. 'asien yang refrakter mungkin bisa mendapatkan perbaikan dengan strategi terapi yang berbeda termasuk terapi yang terintegrasi! augmentasi farmakologi dan teknik stimulasi otak. Pendahuluan Gangguan obsesif kompulsif ditandai dengan obsesi dan kompulsi yang rekuren yang ditandai dengan adanya distres dan gangguan fungsional yang bermakna. Gangguan(gangguan yang berhubungan dengan dengan obsesif kompulsif (OCRDs adalah kelompok gangguan(gangguan yang memiliki gejala tumpang tindih dan kualitas kompulsif meskipun merupakan gangguan yang berbeda dengan GO&. #etelah beberapa dekade dan penelitian yang dilakukan akhirnya dipandang perlu untuk memisahkan GO& dengan gangguan cemas dan menempatkannya secara otonom yaitu OCRDs (dalam D#" ) . 'ada OCRDs sering sekali terjadi *underdiagnosis and undertreatment* dan studi yang terkini mengindikasikan bah+a ,-!,. pasien GO& tidak menerima terapi seperti yang mereka butuhkan. &onsekuensi ekonomi karena GO& sangat dramatis! diperkirakan , triliun dollar per tahun merupakan biaya langsung yang disebabkan oleh terapi GO& di /#0. Dapat dipahami bah+a biaya per pasien akibat dari terapi yang tidak efektif karena 1misdoagnosis1 secara bermakna lebih tinggi daripada terapi yang spesifik! tepat! dan efektif. OCRDs dapat mengenai 23 . dari populasi rakyat /#0. %erapi bagi OCRDs telah berkembang secara dramatis dalam tahun(tahun terakhir dan dokter di pelayanan primer merupakan profesional kesehatan pertama yang didatangi oleh pasien. "ereka seharusnya mampu memberikan terapi farmakologi yang tepat dan melakukan konsultasi kepada psikiater ketika menemukan kasus yang refrakter atau kasus yang terdapat komplikasi dengan komorbid kondisi psikiatri lain. Karakteristik dan Bagian Gangguan Obsesif Kompulsif Gangguan obsesif kompulsif dianggap sebagai kondisi kronik dan tidak berdaya dengan morbiditas yang bermakna dan dengan prevalensi 4. meskipun terdapat perbedaan beberapa laporan prevalensi . 'asien yang menderita GO&! obsesi terdiri dari pikiran(pikiran yang berulang! dorongan(dorongan yang dialami secara asing! intrusif dan menyebabkan distres. &ompulsif adalah perilaku berulang (ritual yang pasien rasakan sebagai dorongan untuk dikerjakan. Obsesif dan kompulsif yang

paling sering adalah 5 Obsesif &ompulsif &ontaminasi "encuci dan membersihkan. 'erhatian terhadap kotoran! kuman! debu. %ermasuk perhatian mengenai menjadi sakit atau membuat orang lain sakit "encuci tangan! merapikan! mandi yang berlebihan dan ritual. "embersihkan objek secara berlebihan! menghindari menyentuh objek yang diyakini terkontaminasi &eraguan yang patologis "engecek. &etakutan membuat keputusan yang salah. 'reokupasi mengenai belum menyelesaikan tugas sampai benar(benar selesai "engecek berulang kompor! keran air! lampu! kunci. %idak nyaman ketika benda(benda tidak simetris tersusun di tempatnya "engatur dan mengatur ulang! memperbaiki susunan karena kebutuhan akan simetri! ketepatan! dan perfeksionis &etakutan tidak mempunyai! kehilangan atau barang tertentu tidak sengaja terlempar "engkoleksi benda(benda yang tidak berguna seperti koran usang. %idak bisa menghapus pesan di telepon yang lama 'ikiran dan bayangan tentang kekerasan6 takut melakukan sesuatu yang tidak diinginkan yang dapat menyakiti orang lain secara tidak sengaja6 takut menimbulkan kerusakan6 takut harus bertanggung ja+ab terhadap suatu kejadian yang buruk "enghitung tindakan(tindakan yang dilakukan atau kebutuhan untuk melakukan sesuatu dalam jumlah tertentu bisa ganjil atau genap 'ikiran(pikiran seksual yang tidak bisa diterima "elakukan kembali tindakan( tindakan sampai betul(betul sempurna atau sampai diselesaikan dengan pikiran atau perasaan yang tepat atau sampai dirasakan benar &etakutan melanggar kesucian! secara berlebihan memperhatikan masalah benar dan salah &adang(kadang penghindaran akan benda atau situasi tertentu yang kompleks dan merupakan suatu ritual. Dapat berhubungan dengan berbagai obsesi &ejadian dari pikiran pikiran yang tidak diinginkan dan perilaku yang berulang atau takhyul disertai dengan kecemasan sementara yang tidak patologis dan diagnosis GO& membutuhkan gejala(gejala tersebut yang menyebabkan distres yang nyata! memakan +aktu ( 7 2 jam per hari dan secara bermakna mengganggu fungsional. Obsesif yang paling sering terjadi adalah 5 takut pada kontaminasi diikuti dengan keraguan yang patologis! obsesif somatik! dan kebutuhan akan simetri. &ompulsif yang paling umum adalah 5 mengecek! diikuti dengan mencuci! menghitung! kebutuhan untuk bertanya atau bersaksi dan simetri serta presisi. "ayoritas pasien yang menderita GO& memiliki multipel obsesif dan kompulsif selama sakitnya dengan ketakutan atau perhatian yang khusus yang mendominasi gambaran klinis pada satu +aktu. "eskipun kebanyakan pasien GO& mengakui bah+a perilaku mereka berlebihan! beberapa subpopulasi pasien memiliki tilikan yang kurang baik dan menyatakan bah+a obsesif dan kompulsif mereka adalah hal yang beralasan. Onset dari GO& secara umum pada masa remaja akhir atau de+asa muda! meskipun dapat juga terjadi pada berbagai usia tetapi kejadian pada fase anak(anak sangat jarang. #ebagai tambahan! onset lebih dahulu pada laki(laki daripada perempuan. 'enyakit ini kronis yang bertambah dan berkurang dalam keparahannya sebagai respon terhadap stres. Gangguan yang berhubungan dengan gangguan obsesif kompulsif (obsessive compulsive related disorders/OCR s! )ariasi kemiripan telah diobservasi dari berbagai kondisi psikiatri dan neuropsikiatri dan GO&. OCRDs memiliki gambaran GO& dalam profil gejala dan fenomenologi! gambaran yang berhubungan! respons terhadap terapi. #ecara fenomenologi! pasien

dengan OCRDs memiliki gambaran obsesif dan kompulsif yang merupakan suatu tanggapan terhadap kebutuhan untuk menurunkan ketidaknyamanan dengan ritual dan kebutuhan untuk meningkatkan kesenangan. Dari sudut pandang klinis! onset dari OCRDs pada masa remaja! komorbiditas antara GO& dan OCRDs dan respon yang istime+a dari OCRDs terhadap agen serotonin menggambarkan hubungan yang penting antara GO& dan gangguan yang berhubungan. 0khirnya seperti juga GO&! OCRDs mungkin disebabkan oleh disregulasi dari jalur ,(8% pada area otak yang berbeda. Penatalaksanaan Gangguan Obsesif Kompulsif #ebelum tahun 2-93! prognosis dari GO& buruk dan penemuan obat yang efektif secara revolusioner memberikan harapan bagi para penderita. 'enelitian yang intensif di bidang farmakologi menunjukkan bah+a GO& berrespon secara selektif terhadap obat yang menghambat reuptake serotonin dari celah sinaps ( #R:s yaitu clomipramine dan #R:s selective. Obat(obat seperti antidepresan trisiklik dan monoamine o;idase inhibitors menunjukkan hasil yang tidak efektif pada penelitian. 'enelitian yang melihat efek dari obat ben<odia<epine! lithium dan =C% memberikan hasil yang tidak konsisten. 'emberian satu macam obat #R: memberikan kesembuhan klinis pada >3(?3. pasien dengan gangguan obsesif kompulsif. "edikasi sangat jarang memba+a pasien pada remisi. Respons pada penelitian GO& didefinisikan sebagai pengurangan gejala GO& 4,(@, .. %idak ada #R: yang terbukti lebih efektif dibanding dengan lainnya dalam penanganan kasus GO&. "eskipun demikian pasien sebagai seorang individu dapat berrespon dengan baik terhadap satu macam obat dibanding dengan yang lain dan sulit untuk menduga #R: yang mana yang bisa efektif diberikan pada pasien. Dengan demikian perlu mempertimbangkan faktor(faktor dalam menseleksi obat yaitu 5 'rofil efek samping! +aktu paruh! formulasi yang tersedia! dan harga. Gangguan obsesif kompulsif menunjukkan perbaikan yang lambat! berangsur(angsur yang dimulai dari beberapa hari setelah pemberian obat dan berlanjut beberapa bulan kemudian. Obat #R: yang sudah disetujui oleh AD0 untuk terapi GO& pada orang de+asa adalah 5 Clomipramine! Aluvo;amine! Aluo;etine! #ertraline! dan 'aro;etine. Obat ini bersamaan dengan psikoterapi merupakan intervensi lini pertama pada pasien GO&. Clomiperamine "eskipun banyak obat antiobsesi yang muncul tetapi Clomiperamine suatu antidepresan trisiklik tetap merupakan terapi GO& yang efektif dan dapat ditoleransi dengan baik. Clomiperamine merupakan obat pertama yang disetujui AD0 untuk GO& menunjukkan hasil yang superior pada penelitian RC%. 'ada beberapa penelitian perbandingan dan metaanalisis RC% ditunjukkan bah+a tidak ada pengobatan yang lebih superior dibandingkan dengan Clomiperamine dalam menangani GO&. $ahkan lebih lanjut! Clomiperamine lebih efektif dibandingkan dengan ##R: dalam menangani GO& meskipun dengan profil tolerabilitas yang lebih buruk. 'ada kebanyakan pasien! Clomiperamine dengan dosis 4,3mg/hari dan diberikan minimun 23 minggu menghasilkan efikasi yang cukup. 0pabila didapatkan respon yang tidak adekuat atau intoleransi terhadap Clomiperamine oral maka dapat diberikat Clomiperamine intravena sebagai alternatif. #eperti obat trisiklik yang lain! Clomiperamine memiliki efek samping yang berhubungan dengan efek antikolinergik dan alfaadrenergik yaitu 5 mulut kering! konstipasi! pandangan kabur! hipotensi ortostatik! pusing dan nausea. Clomiperamine toksik pada overdose dan berpotensi

mengakibatkan keadaan fatal yaitu kematian karena aritmia jantung! hipotensi! kejang. #etelah memberikan dosis akut pada pasien dan gejala obesesif kompulsif sudah terkontrol maka mengurangi dosis maintenance direkomendasikan untuk mecegah relaps dan meminimalkan efek samping. "elective "erotonin Reuptake #nhibitors ##R: merupakan terapi lini pertama pada GO& dengan bukti yang meyakinkan mengenai efikasi dari beberapa penelitian yang luas. %olerabilitas dan penerimaan yang lebih baik dari Clomiperamine membuat ##R: menjadi terapi yang cocok pada GO& dan Clomiperamine menjadi terapi lini kedua pada mereka yang tidak dapat mentoleransi ##R: dan yang tidak berespon dengan ##R:. 'emilihan ##R: antara Aluo;etine! Aluvo;amine! Citalopram! 'aro;etine! dan #ertraline cukup sulit tetapi pada umumnya tergantung pada masing(masing individu karena efeknya mirip satu dengan yang lain. Dosis yang direkomendasikan adalah 5 Bama Generik Dosis terendah (mg/hari Dosis tertinggi (mg/hari 'aro;etine 43 ?3 #ertraline ,3 433 Aluvo;amine 2,3 @33 Aluo;etine >3 93 Citalopram 43 ?3 Clomiperamine 2,3 4,3 'ada kebanyakan pasien! terapi dengan ##R: memberikan perbaikan yang lambat dan berangsur(angsur. %erapi berlangsung jangka lama dan dosis dinaikkan untuk mendapatkan hasil yang optimal. 'ada pasien yang tidak berrespon dengan ##R: yang pertama maka dapat dirubah dengan menggunakan ##R: yang lain karena 4,. pasien yang gagal dengan obat ##R: yang pertama dapat memberikan respon dengan obat ##R: lainnya. ##R: secara umum ditoleransi lebih baik dibandingkan dengan Clomiperamine karena efek samping yang lebih kurang pada antikolinergik dan anti alfaadenergik. "eski demikian ##R: dapat juga menyebabkan astenia! insomnia! nausea! dan gangguan fungsi seksual. Psikoterapi Cognitive behavioural therapy (C$% merupakan terapi untuk GO& yang bisa sejajar bahkan lebih superior dibandingkan dengan farmakologi. Dalam C$%! pasien dihadapkan pada objek dan aktivitas yang menakutkan tanpa melakukan ritual kompulsif. &unci dasar pada intervensi ini adalah e;posure dan pencegahan respons atau ritual. C$% dapat digunakan sebagai tambahan pengobatan dengan ##R:. C$% juga berguna bagi pasien yang tidak mau meneruskan obat dan dapat berguna untuk mencegah terjadinya relaps. $anagement pasien yang resisten terhadap terapi %erdapat beberapa bentuk intervensi yang dapat diberikan pada pasien GO& yang berespon parsial dan tidak berespon terhadap pengobatan. 'ada pasien yang memiliki respon parsial dapat dilakukan peningkatan dosis dan augmentasi dengan antipsikotik atipikal. 'ada pasien yang tidak berespon setelah 4 atau @ ##R: dan paling tidak 2 #BR: dan augmentasi dengan anti psikotik atipikal (risperidone atau olan<apine ! strategi augmentasi lain perlu dipikirkan. 8al ini termasuk augmentasi

dengan mood stabilisers (lithium! valproate ! ben<odia<epine (clona<epam atau clomiperamine intravena. 'ada kasus yang refrakter terhadap pengobatan perlu dipikirkan teknik stimulasi otak yaitu transcranial magnetic stimulation (%"# dan deep brain stimulation (D$# . %"# adalah teknik non invasif menggunakan stimulasi elektrik pada area otak yang spesifik dengan induksi magnetik. D$# merupakan teknik yang agak invasif! reversible dan memerlukan prosedur neurosurgical dengan cara mengimplant 4/> elektroda di anterior limb kapsula interna dihubungkan dengan kabel subkutan ke pulse generator di dada anterior. %erapi gangguan yang berhubungan dengan obsesif kompulsif %erapi dengan menggunakan ##R: memberikan hasil yang istime+a pada gangguan 5 body dysmorphic disorders! hypocondriasis! gangguan depersonalisasi! anoreksia nervosa! judi patologis! perilaku seksual obsesif kompulsif! perilaku melukai diri dan trikotilomania. 'asien dengan gangguan impulsif seperti binge eating disorders dan compulsive buying memiliki respons yang cepat pada pemberian ##R: tetapi kemudian semakin berkurang. 'asien ini membutuhkan obat lain untuk stabilisasi seperti mood stabiliser. Cebih lanjut beberapa gangguan pengendalian gangguan impuls berhasil diterapi secara monoterapi dengan mood stabiliser dan anti konvulsan seperti lithium! valproate. %erapi perilaku juga bermanfaat pada terapi gangguan yang berhubungan dengan GO&. Kesimpulan Gangguan obsesif kompulsif dan gangguan lain yang berhubungan merupakan kondisi yang sering dan menimbulkan ketidakberdayaan dapat memberikan respon pada terapi farmakologi dan psikoterapi. 'ilihan terapi ini tergantung pada berbagai faktor termasuk 5 keparahan gejala! penyakit komorbiditas! pilihan pasien. &ebanyakan klinisi secara konservatif menggabungkan farmakoterapi dengan psikoterapi. 'emberian obat ##R: secara umum dapat dilakukan di pelayanan primer kecuali apabila dibutuhkan dosis yang tinggi atau strategi augmentasi. 0pabila pengobatan akan dihentikan maka penghentiannya sebaiknya dilakukan berangsur angsur dan bertahap. 'ada pasien yang parah dan tidak memberikan respon dengan pengobatan bisa mendapat manfaat dengan pendekatan stimulasi otak (%"# dan D$# atau neurosurgery.

DEFINISI Penyakit ObsesifKompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi. Penyakit ini terjadi pada 2,3% dewasa. Penyebabnya tidak diketahui. CIRI CIRI OCD ebelum seseorang dilabel mengidap O!", mereka perlu memenuhi kriteria sebagai berikut #

$ Orang itu obsesional dari aspek pemikiran, bayangan atau %ara yang bertubi&tubi 'rumination(, %ontohnya dia merasa tangannya kotor walaupun hakikatnya tidak. $ )ndi*idu tersebut berada dalam keadaan resah, %emas, tertekan dan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. $ adar dan apa yang berlaku sebenarnya bukan sesuatu yang sengaja dibuat&buat tetapi datang dari luar ego alien+ pada dirinya. $ )ndi*idu tersebut tahu bahwa pemikiran atau bayangan yang hadir dalam dirinya itu adalah ka%au, tidak logis dan tidak sepatutnya terjadi. $ ,elawan dan menahan pemikiran yang datang dan menyebabkan dirinya menjadi resah. GEJALA Obsesi yang umum bisa berupa kegelisahan mengenai pen%emaran, keraguan, kehilangan dan penyerangan. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang, dengan maksud tertentu dan disengaja. -itual dilakukan untuk mengendalikan suatu obsesi dan bisa berupa #

,en%u%i atau membersihkan supaya terbebas dari pen%emaran. ,emeriksa untuk menghilangkan keraguan. ,enimbun untuk men%egah kehilangan. ,enghindari orang yang mungkin menjadi obyek penyerangan.

ebagian besar ritual bisa dilihat langsung, seperti men%u%i tangan berulang&ulang atau memeriksa pintu berulang&ulang untuk memastikan bahwa pintu sudah dikun%i. -itual lainnya merupakan kegiatan batin, misalnya menghitung atau membuat pernyataan berulang untuk menghilangkan bahaya. Penderita bisa terobsesi oleh segala hal, dan ritual yang dilakukan tidak selalu se%ara logis berhubungan dengan rasa tidak nyaman yang akan berkurang jika penderita menjalankan ritual tersebut. Penderita yang merasa khawatir tentang pen%emaran, rasa tidak nyamannya akan berkurang jika dia memasukkan tangannya ke dalam saku %elananya. Karena itu setiap obsesi tentang pen%emaran timbul, maka dia akan berulang&ulang memasukkan tangannya ke dalam saku %elananya.

ebagian besar penderita menyadari bahwa obsesinya tidak men%erminkan resiko yang nyata. ,ereka menyadari bahwa perilaku fisik dan mentalnya terlalu berlebihan bahkan %enderung aneh. Penyakit obsesifkompulsif berbeda dengan penyakit psikosa, karena pada psikosa penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan. Penderita merasa takut dipermalukan sehingga mereka melakukan ritualnya se%ara sembunyi&sembunyi. ekitar sepertiga penderita mengalami depresi ketika penyakitnya terdiagnosis. Faktor-Faktor Ya ! "e i !katka Risiko Seseora ! "e #apat OCD a. .enetik 'Keturunan( /nggota keluarga yang mungkin mempunyai sejarah penyakit ini meningkatkan lagi risiko O!". b. Organik ,asalah organik seperti lesi di bagian&bagian tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi O!". Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab O!". %. Kepribadian ,ereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih %enderung mendapat gangguan O!". !iri&%iri mereka yang memiliki kepribadian ini ialah seperti keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada peraturan, %erewet, sulit bekerjasama dan tidak mudah mengalah. d. Pengalaman masa lalu Pengalaman masa lalu 0 lampau juga mudah men%orakkan %ara seseorang menangani masalah di antaranya dengan menunjukkan gejala O!". e. Konflik ,ereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup. !ontohnya hubungan antara suami&isteri, di tempat kerja, keyakinan diri, ke1uhanan atau apa saja yang dapat men%etuskan konflik dalam diri. 2amun konflik ini tidak dapat diselesaikan dengan %ara yang positif atau benar sehingga menyebabkan mereka merasa tertekan dengan konflik tersebut. "engan arti kata lain, apapun peristiwa atau tragedi yang dapat men%etuskan tekanan akan menimbulkan gejala&gejala O!". DIAGNOSA "iagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan penuturan penderita mengenai perilakunya. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menyingkirkan penyebab fisik, dan penilaian psikis dilakukan untuk menyingkirkan kelainan jiwa lainnya. 3ntuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan wawan%ara berdasarkan kuosioner Skala Obsesif-Kompulsif Yale-Brown.

$ENGO%A&AN &erapi pemapara merupakan sejenis terapi perilaku yang bisa membantu mengatasi penyakit ini. Penderita dihadapkan kepada situasi atau orang yang memi%u timbulnya obsesi, ritual maupun rasa tidak nyaman. -asa tidak nyaman atau ke%emasan se%ara bertahap akan berkurang jika penderita men%egah dirinya melakukan ritual selama dihadapkan kepada rangsangan tersebut. "engan %ara ini, penderita memahami bahwa untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tidak perlu melakukan ritual. Obat-obata yang efektif untuk mengatasi penyakit obsesif&kompulsif adalah klomipramin, fluoksetin dan flu*oksamin. /dakalanya penderita perlu mengkonsumsi obat&obatan ini dalam waktu yang agak lama seperti dua hingga tiga tahun bergantung kepada respon terhadap pengobatan. $sikoterapi dilakukan agar penderita lebih memahami pertentangan batin yang mungkin melatar&belakangi terjadinya penyakit ini. Pendekatan psikoterapi ini men%akup psikoterapi kognitif dan psikoterapi tingkah laku # a. Psikoterapi kognitif Penderita akan dibantu mengatasi masalah ini melalui saran dan perbin%angan berdasarkan pemikiran yang rasional. b. Psikoterapi tingkah laku 1erapi ini lebih ber%orak kepada pemaparan dan tindakan pen%egahan yang bertahap. 4iasanya kombinasi dari psikoterapi dan obat&obatan merupakan pengobatan yang terbaik bagi penyakit obsesif&kompulsif. 4agaimanapun, sembuh atau tidaknya seorang penderita bergantung kepada #

Keseriusan masalah yang dihadapi Kerjasama dan kepatuhan terhadap terapi yang diberikan "ukungan indi*idu yang hampir seperti anggota keluarga atau teman. 5amanya mengidap penyakit tersebut.

Penderita juga perlu dibantu mengatasi masalah yang mereka hadapi, baik masalah keuangan, perkawinan, hubungan sosial dan sebagainya. Sumber ' 6. Kelainan Obsesif Kompulsif. http#00www.indonesiaindonesia.%om0f067863& kelainan&obsesif&kompulsif0 . umber # /potik online dan media informasi obat & penyakit # m e d i % a s t o r e . % o m 2. Obsesif Kompulsif 'O!"(. ,alaysia ,ental 9ealth /sso%iation ',,9/(. http#00www.mentalhealth.org.my

Kelai a Obsesi(Kompulsi( ) Obsessi*eCompulsi*e Disor#er +OCD,


:ebruari ;, 277; at <#2< am 'Psikiatri 0 Kedokteran =iwa( 'gangguan obsesif&kompulsif, O!"( DEFINISI Penyakit Obsesif Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi. Penyakit ini terjadi pada 2,3% dewasa. Penyebabnya tidak diketahui. CIRI CIRI OCD ebelum seseorang dilabel mengidap O!", mereka perlu memenuhi kriteria sebagai berikut # $ Orang itu obsesional dari aspek pemikiran, bayangan atau %ara yang bertubi&tubi 'rumination(, %ontohnya dia merasa tangannya kotor walaupun hakikatnya tidak. $ )ndi*idu tersebut berada dalam keadaan resah, %emas, tertekan dan merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. $ adar dan apa yang berlaku sebenarnya bukan sesuatu yang sengaja dibuat&buat tetapi datang dari luar ego alien+ pada dirinya. $ )ndi*idu tersebut tahu bahwa pemikiran atau bayangan yang hadir dalam dirinya itu adalah ka%au, tidak logis dan tidak sepatutnya terjadi. $ ,elawan dan menahan pemikiran yang datang dan menyebabkan dirinya menjadi resah. GEJALA Obsesi yang umum bisa berupa kegelisahan mengenai pen%emaran, keraguan, kehilangan dan penyerangan. Penderita merasa terdorong untuk melakukan ritual, yaitu tindakan berulang, dengan maksud tertentu dan disengaja.

-itual dilakukan untuk mengendalikan suatu obsesi dan bisa berupa #


,en%u%i atau membersihkan supaya terbebas dari pen%emaran. ,emeriksa untuk menghilangkan keraguan. ,enimbun untuk men%egah kehilangan. ,enghindari orang yang mungkin menjadi obyek penyerangan.

ebagian besar ritual bisa dilihat langsung, seperti men%u%i tangan berulang&ulang atau memeriksa pintu berulang&ulang untuk memastikan bahwa pintu sudah dikun%i. -itual lainnya merupakan kegiatan batin, misalnya menghitung atau membuat pernyataan berulang untuk menghilangkan bahaya. Penderita bisa terobsesi oleh segala hal, dan ritual yang dilakukan tidak selalu se%ara logis berhubungan dengan rasa tidak nyaman yang akan berkurang jika penderita menjalankan ritual tersebut. Penderita yang merasa khawatir tentang pen%emaran, rasa tidak nyamannya akan berkurang jika dia memasukkan tangannya ke dalam saku %elananya. Karena itu setiap obsesi tentang pen%emaran timbul, maka dia akan berulang&ulang memasukkan tangannya ke dalam saku %elananya. ebagian besar penderita menyadari bahwa obsesinya tidak men%erminkan resiko yang nyata. ,ereka menyadari bahwa perilaku fisik dan mentalnya terlalu berlebihan bahkan %enderung aneh. Penyakit obsesifkompulsif berbeda dengan penyakit psikosa, karena pada psikosa penderitanya kehilangan kontak dengan kenyataan. Penderita merasa takut dipermalukan sehingga mereka melakukan ritualnya se%ara sembunyi&sembunyi. ekitar sepertiga penderita mengalami depresi ketika penyakitnya terdiagnosis. Faktor-Faktor Ya ! "e i !katka Risiko Seseora ! "e #apat OCD a. .enetik 'Keturunan( /nggota keluarga yang mungkin mempunyai sejarah penyakit ini meningkatkan lagi risiko O!". b. Organik ,asalah organik seperti lesi di bagian&bagian tertentu otak juga merupakan satu faktor bagi O!". Kelainan saraf seperti yang disebabkan oleh meningitis dan ensefalitis juga adalah salah satu penyebab O!". %. Kepribadian ,ereka yang mempunyai kepribadian obsesif lebih %enderung mendapat gangguan O!". !iri&%iri mereka yang memiliki kepribadian ini ialah seperti keterlaluan mementingkan aspek kebersihan, seseorang yang terlalu patuh pada peraturan, %erewet, sulit bekerjasama dan tidak mudah mengalah.

d. Pengalaman masa lalu Pengalaman masa lalu 0 lampau juga mudah men%orakkan %ara seseorang menangani masalah di antaranya dengan menunjukkan gejala O!". e. Konflik ,ereka yang mengalami gangguan ini biasanya menghadapi konflik jiwa yang berasal dari masalah hidup. !ontohnya hubungan antara suami&isteri, di tempat kerja, keyakinan diri, ke1uhanan atau apa saja yang dapat men%etuskan konflik dalam diri. 2amun konflik ini tidak dapat diselesaikan dengan %ara yang positif atau benar sehingga menyebabkan mereka merasa tertekan dengan konflik tersebut. "engan arti kata lain, apapun peristiwa atau tragedi yang dapat men%etuskan tekanan akan menimbulkan gejala&gejala O!". DIAGNOSA "iagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan penuturan penderita mengenai perilakunya. Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menyingkirkan penyebab fisik, dan penilaian psikis dilakukan untuk menyingkirkan kelainan jiwa lainnya. 3ntuk memperkuat diagnosis bisa dilakukan wawan%ara berdasarkan kuosioner Skala Obsesif-Kompulsif Yale-Brown. $ENGO%A&AN &erapi pemapara merupakan sejenis terapi perilaku yang bisa membantu mengatasi penyakit ini. Penderita dihadapkan kepada situasi atau orang yang memi%u timbulnya obsesi, ritual maupun rasa tidak nyaman. -asa tidak nyaman atau ke%emasan se%ara bertahap akan berkurang jika penderita men%egah dirinya melakukan ritual selama dihadapkan kepada rangsangan tersebut. "engan %ara ini, penderita memahami bahwa untuk menghilangkan rasa tidak nyaman tidak perlu melakukan ritual. Obat-obata yang efektif untuk mengatasi penyakit obsesif&kompulsif adalah klomipramin, fluoksetin dan flu*oksamin. /dakalanya penderita perlu mengkonsumsi obat&obatan ini dalam waktu yang agak lama seperti dua hingga tiga tahun bergantung kepada respon terhadap pengobatan. $sikoterapi dilakukan agar penderita lebih memahami pertentangan batin yang mungkin melatar&belakangi terjadinya penyakit ini. Pendekatan psikoterapi ini men%akup psikoterapi kognitif dan psikoterapi tingkah laku # a. Psikoterapi kognitif Penderita akan dibantu mengatasi masalah ini melalui saran dan perbin%angan berdasarkan pemikiran yang rasional. b. Psikoterapi tingkah laku 1erapi ini lebih ber%orak kepada pemaparan dan tindakan pen%egahan yang bertahap. 4iasanya kombinasi dari psikoterapi dan obat&obatan merupakan pengobatan yang terbaik bagi penyakit obsesif&kompulsif.

4agaimanapun, sembuh atau tidaknya seorang penderita bergantung kepada #


Keseriusan masalah yang dihadapi Kerjasama dan kepatuhan terhadap terapi yang diberikan "ukungan indi*idu yang hampir seperti anggota keluarga atau teman. 5amanya mengidap penyakit tersebut.

Penderita juga perlu dibantu mengatasi masalah yang mereka hadapi, baik masalah keuangan, perkawinan, hubungan sosial dan sebagainya. Sumber ' 6. Kelainan Obsesif Kompulsif. http#00www.indonesiaindonesia.%om0f067863& kelainan&obsesif&kompulsif0 . umber # /potik online dan media informasi obat & penyakit # m e d i % a s t o r e . % o m 2. Obsesif Kompulsif 'O!"(. ,alaysia ,ental 9ealth /sso%iation ',,9/(. http#00www.mentalhealth.org.my

%A% $ENDA./L/AN

-0- LA&AR %ELAKANG .anguan obsesif kompulsif merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya pengulangan pikiran obsesif atau kompulsif, dimana membutuhkan banyak waktu 'lebih dari satu jam perhari( dan dapat menyebabkan penderitaan. 6 .angguan ini pre*alensinya diperkirakan 2 3% dari populasi.6,2,3,> .angguan obsesif kompulsif menduduki peringkat keempat dari gangguan jiwa setelah fobia, gangguan penyalahgunaan ?at dan gangguan depresi berat. 3 Kebanyakan pasien dengan gangguan obsesif kompulsif datang ke beberapa dokter sebelum mereka ke psikiater dan umumnya ; tahun mendapat terapi, baru kemudian mendapat diagnosis yang benar.> 9al ini menunjukkan bahwa dokter selain psikiater penting untuk mendapat diagnosis yang benar.

-01 &/J/AN

,akalah yang berjudul @.angguan Obsesif KompulsifA ini dibuat untuk membahas etiologi, gejala klinis, diagnosis, serta prognosis dari penyakit ini. "engan itu dapat lebih baik untuk mendiagnosis penyakit ini dengan tepat.

%A% 1 $E"%A.ASAN

10- DEFINISI Obsesi adalah ketekunan yang patologis dari suatu pikiran atau perasaan yang tidak dapat ditentang yang tidak dapat dihilangkan dari kesadaran oleh usaha logika, yang disertai dengan ke%emasan. edangkan kompulsi adalah kebutuhan yang patologis untuk melakukan suatu impuls yang jika ditahan menyebabkan ke%emasan.2 .angguan obsesif kompulsif merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya pengulangan pikiran obsesif atau kompulsif, dimana membutuhkan banyak waktu 'lebih dari satu jam perhari( dan dapat menyebabkan penderitaan 'distress(.6

101 E$IDE"IOLOGI Pre*alensi dari gangguan obsesif kompulsif pada populasi umum adalah 2 &3%.6,2,3,> Pada sepertiga pasien obsesif kompulsif, onset gangguan ini adalah sekitar usia 27 tahun, pada pria sekitar 6; tahun dan pada wanita sekitar 22 tahun. Perbandingan yang sama dijumpai pada laki&laki dan perempuan dewasa, akan tetapi remaja laki laki lebih mudah terkena daripada remaja perempuan.2

102 E&IOLOGI Faktor %iolo!is 4anyak penelitian yang mendukung adanya hipotesis bahwa disregulasi serotonin berpengaruh pada pembentukan gejala gangguan obsesif kompulsif, tetapi serotonin sebagai penyebab gangguan obsesif kompulsif masih belum jelas. .enetik juga diduga berpengaruh untuk terjadinya gangguan obsesif kompulsif dimana ditemukan perbedaan yang bermakna antara kembar mono?igot dan di?igot.2

Faktor &i !ka3 Laku ,enurut teori, obsesi adalah stimulus yang terkondisi. ebuah stimulus yang relatif netral diasosiasikan dengan rasa takut atau %emas melalui proses pengkondisian responden yaitu dengan dihubungkan dengan peristiwa peristiwa yang menimbulkan rasa %emas atau tidak nyaman. Kompulsi terjadi dengan %ara yang berbeda. Ketika seseorang menyadari bahwa perbuatan tertentu dapat mengurangi ke%emasan akibat obsesif, orang tersebut mengembangkan suatu strategi penghindaran aktif dalam bentuk kompulsi atau ritual untuk mengendalikan ke%emasan tersebut. e%ara perlahan, karena efikasinya dalam mengurangi ke%emasan, strategi penghindaran ini menjadi suatu pola tetap dalam kompulsi.2

Faktor $sikososial ,enurut igmund :rued, gangguan obsesif kompulsif bisa disebabkan karena regresi dari fase anal dalam fase perkembangannya. 2 ,ekanisme pertahanan psikologis mungkin memegang peranan pada beberapa manifestasi gangguan obsesif kompulsi. -epresi perasaan marah terhadap seseorang mungkin menjadi alas an timbulnya pikiran berulang untuk menyakiti orang tersebut.B

104 GEJALA KLINIS .ejala pasien gangguan obsesif kompulsif mungkin berubah sewaktu waktu tetapi gangguan ini mempunyai empat pola gejala yang paling sering ditemui, yaitu #
1. Kontaminasi

Obsesi akan kontaminasi biasanya diikuti oleh pembersihan atau kompulsi menghindar dari objek yang dirasa terkontaminasi. Objek yang ditakuti biasanya sulit untuk dihindari, misalnya fe%es, urine, debu, atau kuman.
2. Keraguan Patologis

Obsesi ini biasanya diikuti oleh kompulsi pemeriksaan berulang. Pasien memiliki keraguan obsesif dan merasa selalu merasa bersalah tentang melupakan sesuatu atau melakukan sesuatu.
3. Pemikiran yang Mengganggu

Obsesi ini biasanya meliputi pikiran berulang tentang tindakan agresif atau seksual yang salah oleh pasien.
4. Simetri

Kebutuhan untuk simetri atau ketepatan akan menimbulkan kompulsi kelambanan. Pasien membutuhkan waktu berjam jam untuk menghabiskan makanan atau ber%ukur.2 4eberapa gejala yang berhubungan dengan gangguan obsesif kompulsif adalah sebagai berikut #3 O%SESI Perhatian terhadap kebersihan 'kotoran, kuman, kontaminasi( Perhatian terhadap ketepatan Perhatian terhadap peralatan rumah tangga 'piring, sendok( Perhatian terhadap sekresi tubuh 'ludah, fe%es, urine( Obsesi religius Obsesi seksual 'nafsu terlarang atau tindakan seksual yang agresif( Obsesi terhadap kesehatan 'sesuatu yang buruk akan terjadi dan menimbulkan kematian( Onsesi ketakutan 'menyakiti diri sendiri atau orang lain( Pemikiran mengganggu tentang suara, kata kata atau musik KO"$/LSI -itual mandi, men%u%i dan membersihkan yang berlebihan -itual mengatur posisi berulang ulang ,emeriksa berulang ulang dan membuat in*entaris peralatan -itual menghindari kontak dengan sekret tubuh, menghindari sentuhan -itual keagamaan yang berlebihan 'berdoa sepanjang hari( -itual berhubungan seksual yang kaku -ituall berulang 'pemeriksaan tanda *ital berulang, diet yang terbatas, men%ari informasi tentang kesehatan dan kematian Pemeriksaan pintu, kompor, gembok dan rem darurat berulang ulang ,enghitung, berbi%ara, menulis, memainkan alat musik dengan suatu ritual yang beragam

105 DIAGNOSIS $e#oma #ia! ostik 3ntuk menegakkan diagnosis pasti, gejala gejala obsesif atau tindakan kompulsif, atau kedua duanya, harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya 2 minggu berturut turut.

.ejala gejala obsesif harus men%akup hal hal berikut # & & & 9arus disadari sebagai pikiran atau impuls diri sendiri. edikitnya ada satu pikiran atau tindakan yang tidak berhasil dilawan, meskipun ada lainnya yang tidak lagi dilawan oleh penderita. Pikiran untuk melakukan tindakan tersebut diatas bukan merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan 'sekedar perasaan lega dari ketegangan atau anCietas, tidak dianggap sebagai kesenangan seperti dimaksud diatas(. .agasan , bayangan pikiran atau impuls tersebut harus merupakan pengulangan yang tidak menyenangkan 'unpleasantly repetitive(.

&

/da kaitan erat antara gejala obsesif, terutama pikiran obsesif dengan depresi. Penderita gangguan obsesif kompulsif sering kali juga menunjukkan gejala depresi dan sebaliknya penderita gangguan depresi berulang dapat menunjukkan pikiran pikiran obsesif selama episode depresinya. "alam berbagai situasi dari kedua hal tersebut, meningkat atau menurunnya gejala depresif umumnya dibarengi se%ara paralel dengan perubahan gejala obsesif. 4ila terjadi episode akut dari gangguan tersebut, maka diagnosis diutamakan dari gejala gejala yang timbul terlebih dahulu. "iagnosis gangguan obsesif kompulsif ditegakkan hanya bila tidak ada gangguan depresif pada saat gejala obsesif kompulsif tersebut timbul. 4ila dari keduanya tidak ada yang menonjol, maka lebih baik menganggap depresi sebagai diagnosis yang primer. Pada gangguan menahun, maka prioritas diberikan pada gejala yang paling bertahan saat gejala yang lain menghilang. .ejala obsesif sekunder yang terjadi pada gangguan ski?ofrenia, sindrom 1ourette, atau gangguan mental organik, harus dianggap sebagai bagian dari kondisi tersebut.

F4106 $re#omi a $ikira Obsesi( atau $e !ula !a Pedoman "iagnostik & & Keadaan ini dapat berupa # gagasan, bayangan pikiran atau impulls 'dorongan perbuatan(, yang sifatnya mengganggu 'ego alien(. ,eskipun isi pikiran tersebut berbeda beda, umumnya hampir selalu menyebabkan penderitaan 'distress(.

F410- $re#omi a &i #aka Kompulsi Pedoman "iagnostik & 3mumnya tindakan kompulsif berkaitan dengan # kebersihan 'khususnya men%u%i tangan(, memeriksa berulang untuk meyakinkan bahwa suatu situasi yang dianggap berpotensi bahaya tidak terjadi atau masalah kerapihan dan keteraturan. 9al tersebut dilatar belakangi perasaan takut terhadap bahaya yang mengan%am dirinya atau bersumber dari dirinya dan tindakan ritual tersebut meriupakan ikhtiar simbolik dan tidak efektif untuk menghindari bahaya tersebut. & 1indakan ritual kompulsif tersebut menyita waktu sampai beberapa jam dalam sehari dan kadang kadang berkaitan dengan ketidakmampuan mengambil keputusan dan kelambanan.

F4101 Campura $ikira #a &i #aka Obsesi( Pedoman "iagnostik & Kebanyakan dari penderita penderita obsesif kompulsif memperlihatkan pikiran serta tindakan kompulsif. "iagnosis ini digunakan bilamana kedua hal tersebut sama sama menonjol, yang umumnya memang demikian. & /pabila salah satu memang jelas lebih dominan, sebaiknya dinyatakan dalam diagnosis :>2.7 atau :>2.6. 9al ini berkaitan dengan respon yang berbeda terhadap pengobatan. 1indakan kompulsif lebih responsif terhadap terapi perilaku.

$e !obata ele%ti*e erotonin -euptake )nhibitor :luoCetine 'pro?a%( :lu*oCamine 'lu*oC( ertraline 'paCil( ParoCetine 'paCil( !italopram '%eleCa( Ds%italopram 'leCapro(

Dosis I isial .aria mg

Dosis &ar!et .aria E(ek Sampi ! mg /nCietas, penurunan libido, disfungsi seksual, diare, sedasi, sakit kepala, insomnia, mual, dizziness <7

27

B7

377

27 27 27

277 87 87

67 !lomipramine 'anafranil, tri%y%li% antidepressant( EenlafaCine 'effeCor( 2B & B7

1idak diketahui 2B7 Dizziness, sedasi, mulut kering, peningkatan 44, disfungsi seksual .angguan akomodasi, pandangan kabur, sakit kepala, parastesia, mual, penurunan 44, withdrawl syndrome 'di??iness, mual, lemah(

FB

3FB

F4107 Ga !!ua Obsesi( Kompulsi( Lai

8a
8

F4109 Ga !!ua Obsesi( Kompulsi( Ya ! &i#ak &er!olo !ka

10: DIAGNOSIS %ANDING .angguan obsesif kompulsif dibedakan dengan gangguan kepribadian obsesif kompulsif berdasarkan adanya gangguan fungsi yang tidak ditemukan pada pasien gangguan kepribadian obsesif kompulsif, tetapi ditemukan pada pasien gangguan obsesif kompulsif.2 "iagnosa ski?ofenia dapat disingkirkan dengan tidak adanya gejala gejala ski?ofrenia 'halusinasi dan waham( dan juga melalui tilikan pasien terhadap penyakitnya.2,3 .angguan neurologis lain yang harus dipertimbangkan sebagai diagnosis banding adalah sindrom 1ourette, gangguan 1)K lainnya, epilepsi lobus temporalis, dan kadang kadang komplikasi post ensefalitis dan trauma. .ejala khas sindrom 1ourette dalah 1)K motorik dan fokal yang mun%ul sangat sering, bahkan hampir setiap hari. ekitar ;7% pasien dengan sindrom 1ourette memiliki gejala kompulsi dan 203 memenuhi kriteria diagnostik gangguan obsesif kompulsif.

10; $ENA&ALAKSANAAN /da beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk penatalaksanaan gangguan obsesif kompulsif antara lain terapi farmakologi 'farmakoterapi( dan terapi tingkah laku. Kombinasi kedua bentuk terapi tersebut memberikan hasil yang lebih efektif daripada terapi tunggal.> Farmakoterapi "ua kelompok obat obatan yang terbukti efektif untuk terapi pada pasien gangguan obsesif kompulsif adalah -) antara lain fuoCetine, flu*oCamine, paroCetine, setraline, dan 1!/ yaitu %lomipramine. 2,3,> "osis dan efek samping adalah sebagai berikut #

&erapi &i !ka3 Laku 4aku emas terapi tingkah laku untuk gangguan obsesif kompulsif meliputi paparan dan pen%egahan ritual. Pada terapi ini pasien dipaparkan dengan stimuli yang mempro*okasi obsesinya misalnya dengan menyentuh objek yang terkontaminasi dan juga pasien ditahan untuk tidak kompulsi misalnya menunda men%u%i tangan.

1erapi tingkah laku ini dimulai dengan pasien membuat daftar tentang obsesinya kemudian diatur sesuai hierarki mulai dari yang kurang membuat %emas sampai yang paling membuat %emas. "engan melakukan paparan berulang terhadap stimulus diharapkan akan menghasilkan ke%emasan yang minimal karena adanya habituasi.>

107 $ROGNOSIS ekitar 27 37% pasien menunjukkan perubahan gejala yang signifikan. >7 B7% menunjukkan perubahan sedang, sedangkan sekitar 27 >7% tetap terganggu bahkan bertambah parah. 4eberapa kondisi yang dapat memperburuk prognosis gangguan obsesif kompulsif adalah apabila pasien tidak mampu menahan dorongan kompulsi, onset pada masa ke%il, kompulsi yang aneh atau ka%au, pasien rawat inap disertai gangguan depresi berat, keyakinan delusional atau gangguan ski?otipal, tidak respon atau menolak terapi yang dianjurkan. Prognosis pasien dinyatakan baik apabila kehidupan sosial dan pekerjaan baik, adanya stressor dan gejala yang bersifat periodik.2

%A% 2 KESI"$/LAN

.angguan obsesif kompulsif merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan adanya pengulangan pikiran obsesif atau kompulsif, dimana membutuhkan banyak waktu 'lebih dari satu jam perhari( dan dapat menyebabkan penderitaan 'distress(. 3ntuk menegakkan diagnosis pasti, gejala gejala obsesif atau tindakan kompulsif, atau kedua duanya, harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya 2 minggu berturut turut. /da beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk penatalaksanaan gangguan obsesif kompulsif antara lain terapi farmakologi 'farmakoterapi( dan terapi tingkah laku. Prognosis pasien dinyatakan baik apabila kehidupan sosial dan pekerjaan baik, adanya stressor dan gejala yang bersifat periodik.

DAF&AR $/S&AKA

1. Diagnostic and statistical manual of mental disorder, 4th ed. DSM- ! "ashington D# $ %merican Psychiatry %ssociation, 1&&4. 2. Saddock '(, Saddock !%. )*sessi+e-#om,ulsi+e Disorder. Dalam $ Ka,lan - Sadock.s Syno,sis of Psychiatry, ninth ed. /i,,incott "illiams - "ilkins, Philadel,hia, 2003. h 11123. 3. Khou2an 34. )*sessi+e com,ulsi+e disordes $ 5hat to do if you recogni2e *affling *eha+iour. Postgard Med 1&&&6 101789$ 133-41. 4. (enike M%. )*sessi+e com,ulsi+e disorder. : ;ngl ( Med 20046 3<0 $ 2<&-1< <. ;lkin =D. )*sessi+e com,ulsi+e disorder. Dalam $ ntroduction to #linical Psychiatry. 1st ed. %,,leton - /ange, >S%, 1&&&. h &<-? 1. =angguan o*sesif @ kom,ulsif. Dalam $ 'uku saku Diagnosis =angguan (i5a6 ruAukan ringkas dari PPD=( @ . Maslim 4, ,enyunting. (akarta6 2003.81-8.

A%S&RAK "ari aspek klinik ke%emasan dapat dijumpai pada orang dengan stres normalG pada orang dengan sakit fisik berat, lama dan kronisG pada penderita gangguan psikiatri berat atau merupakan gangguan yang berdiri sendiri. "ikenal B jenis gangguan ke%e& masan, yaitu 6( gangguan panik, 2( gangguan %emas umum, 3( gangguan fobik, >( gangguan obsesif kompulsif dan B( gangguan stress pas%a trauma. 3ntuk penyembuhan dengan baik dan men%egah ketergantungan obat anCiolitik diberikan terapi kombinasi yaitu psikoterapi dan psikofarmaka. Pendekatan psiko& farmaka adalah dengan obat&obatan anCiolitik yang meliputi tranHuili?er minor baik golongan ben?odia?epin maupun non ben?odia?epin, hipnotik, antidepresan trisiklik, monoamin inhibitor ',/O)(, serotonin reuptake inhibitor ' -)( dan spe%ifi% seroto& nine reuptake inhibitor ' -)(. Kata kun%i# gangguan ke%emasan & gambaran klinik & psikofarmaka $ENDA./L/AN )stilah ke%emasan dalam psikiatri mun%ul untuk merujuk suatu respons mental dan fisik terhadap situasi yang menakut& kan dan mengan%am. e%ara mendasar lebih merupakan res& pons fisiologis ketimbang respons patologis terhadap an%aman. ehingga orang %emas tidaklah harus abnormal dalam perilaku mereka, bahkan ke%emasan merupakan respons yang sangat diperlukan. )a berperan untuk meyiapkan orang untuk meng& hadapi an%aman 'baik fisik maupun psikologik(. '3( Perasaan %emas atau sedih yang berlangsung sesaat adalah normal dan hampir semua orang pernah mengalaminya. !e& mas pada umumnya terjadi sebagai reaksi sementara terhadap stress kehidupan sehari&hari. ';( 4ila %emas menjadi begitu besar atau sering seperti yang disebabkan oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan, pe&

nyakit kronik dan serius atau permasalahan keluarga maka akan berlangsung lamaG ke%emasan yang berkepanjangan sering menjadi patologis. )a menghasilkan serombongan gejala&gejala hiperakti*itas otonom yang mengenai sistem muskuloskeletal, kardio*askuler, gastrointestinal dan bahkan genitourinarius +&abel -,. -espons ke%emasan yang berke& panjangan ini sering diberi istilah gangguan ke%emasan, dan ini merupakan penyakit. '6,3,;( "ari aspek klinik ke%emasan dapat dijumpai pada orang yang menderita stress normalG pada orang yang menderita sakit fisik berat, lama dan kronikG pada orang dengan gang& guan psikiatri berat 'ski?ofrenia, gangguan bipoler dan depre& si(G dan pada segolongan penyakit yang berdiri sendiri yang dinamakan gangguan ke%emasan. '6,67( Iang dibahas di sini adalah kelompok terakhir yang terdiri dari B ma%am yaitu# 6( gangguan panik, dengan %iri mun%ulnya mendadak tanpa faktor pen%etusG 2( gangguan %emas umum, yaitu ke%emasan Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 2

yang diderita bersifat mengambang bebas dan berlangsung menahun 'kronik(G 3( gangguan fobik yaitu ke%emasan atau ketakutan terhadap situasi atau obyek tertentu 'spesifik(G >( gangguan obsesif kompulsif, yaitu ke%emasan yang men& dorong penderita se%ara menetap untuk mengulangi pikiran atau perilaku tertentu danG B( gangguan stress pas%a trauma yaitu ke%emasan yang timbul setelah penderita mengalami peristiwa yang sangat menegangkan. '6( $RE<ALENSI GANGG/AN KECE"ASAN ur*ai terkini di /merika '6;;8( melaporkan bahwa 6B & 33% pasien yang datang berobat ke dokter non psikiater me& rupakan pasien dengan gangguan mental. '6( "ari jumlah ter& sebut minimal sepertiganya menderita gangguan ke%emasan. '6( "i )ndonesia penelitian yang dilakukan di Puskesmas Ke& %amatan 1ambora =akarta 4arat tahun 6;<> menunjukkan bah& wa di puskesmas jumlah gangguan kesehatan jiwa yang sering mun%ul sebagai gangguan fisik adalah 2<,F3% untuk dewasa dan 3>,3;% untuk anak. 'B( DIAGNOSIS GANGG/AN KECE"ASAN "alam makalah ini yang akan dibi%arakan adalah diag& nosis praktis. Pendekatan ini dianjurkan untuk dipakai oleh para dokter umum yang mempunyai banyak pasien dalam praktek medis sehari&hari. '6( "ari anamnesis dan pemeriksaan pasien dapat ditegakkan diagnosis kerja 'se%ara %epat( untuk gangguan ke%emasan apa& bila didapatkan keluhan baik somatik 'fisik( maupun psiko& logik dan kognitif serta tanda&tanda obyektif ke%emasan. '6,3( Keluhan&keluhan dan tanda&tanda obyektif yang sering dida& patkan dalam praktek medis sehari&hari yang merujuk pada gangguan ke%emasan adalah sebagai berikut +&abel -,. '6&3(
Tabel 1. Keluhan dan Tanda Obyektif dari Gangguan Kecemasan
(1,3)

Keluhan Kognitif dan Psikologis Perasaan cemas, khawatir, was-was Ragu-ragu untuk bertindak atau memutuskan sesuatu, takut salah. Perasaan takut dalam situasi, obyek atau keadaan tertentu (sendirian, gelap, kamar tertutup, berada di ketinggian dsb.) Tidak enak, gelisah Takut mati, takut menjadi gila atau pikiran-pikiran yang cenderung negatif

baik terhadap diri-sendiri ataupun lingkungan Merasa tegang Insomnia, sulit untuk memulai (jatuh) tidur/early insomnia Mudah terkejut, terlalu waspada Mudah marah (iritable) Perasaan cemas tersebut mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan penderita sehingga fungsi pertimbangan akal sehat, perasaan dan perilakunya terpengaruhi. Keluhan Fisik Neurologik dan Vaskuler Sakit kepala, pusing, kepala terasa enteng Nggliyer (dizziness), seperti mau pingsan Vertigo (pusing berputar) Tangan gemetaran Pandangan kabur Baal dan kesemutan Kardiovaskuler Palpitasi (berdebar-debar/deg degan : Jawa) Nyeri dada, dada terasa panas Respirasi Nafas pendek Dispnoe (sesak nafas) Hiperventilasi (frekuensi nafas sering) Gastrointestinal Mulut kering Tenggorokan seperti tercekik; tenggorokan kering Perasaan tidak enak di lambung Nausea dan vomitus (mual dan muntah) Diare Genitourinarius Sering berkemih Nyeri saat berkemih Ejakulasi prematur Impotensia Sistim Muskuloskeletal Nyeri otot kepala terutama otot leher Sakit dan nyeri otot Kulit Keringat berlebihan Telapak tangan dan kaki basah dan terasa dingin

Tanda Obyektif Penderita tampak gugup, gelisah, tidak dapat duduk santai Suara bergetar, gagap Palpitasi Hiperventilasi Berkeringat banyak atau telapak tangan dan kaki lembab

$SIKOFAR"AKOLOGI 3ntuk penyembuhan dengan baik pasien dengan gangguan ke%emasan adalah kombinasi farmakoterapi 'psikofarmaka( dengan psikoterapi. ,engapa kombinasiJ Pertimbangannya adalah bahwa psikoterapi mempunyai keunggulan tidak adiktif tetapi kerugiannya lambat dalam efek terapetiknya. ebaliknya anCiolitik mempunyai keunggulan efek terapetik %epat dalam menurunkan tanda dan gejala ke%emasan tetapi mempunyai kerugian resiko adiksi. "alam terapi kombinasi diberikan obat anCiolitik terlebih dahulu sampai 2 minggu, kemudian dila& kukan psikoterapi yang dimulai pada awal minggu kedua di samping obat anCiolitik masih tetap diberikan tetapi se%ara bertahap diturunkan dosisnya 'tapering o!! sampai minggu ke empat pengobatan(. '6( /da juga yang membedakan kasus baru dan lama. Kasus baru diberikan sampai 2 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering o!! untuk penghentian peng& obatanG kasus lama diberikan sampai 8 bulan bebas gejala kemudian dilakukan tapering o!! untuk penghentian peng& obatan. 'B( Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan ke%emasan adalah psikoterapi berorientasi insig"t, terapi peri& laku, terapi kognitif atau psikoterapi pro*okasi ke%emasan jangka pendek. 'l( Obat&obatan yang sering digunakan untuk anCiolitik 'me& ngurangi atau menghilangkan gejala gangguan ke%emasan( adalah golongan ben?odia?epin, non&ben?odia?epin, anti& depresan# trisiklik, monoamin inhibitor K,/O)L, serotonin reuptake inhibitor K -)L, spe%ifi% serotonin reuptake inhibitor K -)L. ,engenai penggolongan 'klasifikasi( obat&obat anCi& olitik, nama dagang serta dosis terapetiknya dapat dilihat pada &abel 1. Cermin Dunia Kedokteran No. 135, 2002 25

Tabel 2. Klasifikasi Obat Anxiolitik, nama dagang di pasaran dan dosis terapetiknya
(2,5,6,9)

Anxiolitik (tranquilizer minor) a. Golongan benzodiazepin Chlordiazepoxide Librium 15 -100 Diazepam Valium 4 - 80 Lorazepam Ativan 2 - 10 Bromazepam Lexotan 2 - 18 Chlorazepate Tranxene 15 Clobazam Frisium 20 - 30 Alprazolam Xanax 0,75 - 4 Clonazepam Rivotril 0,75 - 8 b. Golongan non-benzodiazepin Opipramol Insidon 50 - 300 Buspiron Buspar 10 - 60 Hipnotika/antiinsomnia a. Khasiat Panjang Flurazepam Dalmadorm 15 - 30 Diazepam Valium 4 - 80 b. Khasiat Menengah Estazolam Esilgan 1- 4 Nitrazepam Mogadon, Dumolid 2,5 - 5 c. Khasiat Pendek Triazolam Halcion 0,125 0,25 Lorazepam Ativan 2 - 10 Antidepresan a. Trisiklik Amitriptiline Laroxyl 75 -300 Imipramine Tofranil 75 - 300 b. Siklik atipik Amoxapine Asendin 200 - 300 Maprotiline Ludiomil 10 - 225 Mianserine Tolvon

20 - 60 c. Monoamine Inhibitor (MAOI) Moclobemide Aurorix 30 - 600 d. Serotonin Reuptake Inhibitor (SRI) Clomipramine Anafranil 50 - 150 e. Specific Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) Fluoxetine Prozac 20 - 80 Fluvoxamine Luvox 50 - 300 Paroxetine Seroxat 20 - 60 Sertraline Zoloft 50 - 200

e%ara umum obat&obatan di atas efektif untuk terapi gangguan ke%emasan, baik tunggal maupun kombinasi ter& gantung pada kondisi pasien, dan pengalaman dokter terhadap jenis atau golongan obat&obat tersebut. 3ntuk gangguan obsesif kompulsif obat yang dikenal efektif adalah %lona?epam, -) yang meliputi fluoCetine, paroCetine, flu*oCamine dan sertraline '<( +&abel 2,.
Tabel 3. Farmakoterapi untuk masing-masing jenis gangguan kecemasan
(2,4,6,8)

Jenis Gaugguan Kecemasan Farmakoterapi Gangguan Panik Benzodiazepin Antidepresan trisiklik MAOI Buspiron SRI SSRI Farmakoterapi kombinasi untuk pasien membandel atau adanya komorbiditas dengan gangguan lainnya Gangguan Fobik Sama Gangguan Cemas Umum Sama Gangguan Stress Pasca Trauma Sama Gangguan Obsesif Kompulsif Clonazepam Fluoxetine Paroxetine Sertraline Fluvoxamine

$ROGNOSIS "engan kombinasi farmakoterapi dan psikoterapi, anCietas sekarang ini dapat disembuhkan dengan baik. 2amun dalam

praktek sehari&hari sering pasien diberikan anCiolitik saja dan tanpa kontrol yang ketat. Pada penderita seperti ini maka prog& nosisnya buruk atau minimal dubia. '6(
KEPUSTAKAAN 1. Aris Sudiyanto. Aspek Klinik Gangguan Kecemasan. Simposium Nasional Awareness Anxiety Programe. 5 Agustus 2000. 2. Biederman J. Psychopharmacology. In Wiener JM, editor. Textbook of Child and Adolescent Psychiatry 1
st

ed. American Psychiatric Press, 1991; pp. 550, 552, 557. 3. Deva MP. Presentation and Management of Anxiety Disorder in Family Practice. Medical Progress January, 2001 pp. 16-20. 4. Dirjen Yanmed, Depkes RI. Pedoman penatalaksanaan Kedaruratan Psikiatri untuk RSU kelas C dan D. 1998; hal. 18-21. 5. Dirjen Yanmed, Depkes RI. Pedoman Pelayanan Kesehatan Jiwa di Fasilitas Umum. 1995. hal. 2-3; 29; 65-6. 6. Joyce PR. Serotonine Reuptake Inhibitor A New Class of Antidepressants. Medical Progress. (June) 1993; pp. 11 4. 7. Menkes DB. Antidepressant Drugs. Medical Progress. July, 1992; 17-8. 8. Park T, et al. Obsessive Compulsive Disorder Treatment Option Medical Progress (November) 1997; pp. 37-42. 9. Trisulo Wasyanto. Gangguan Cemas pada Penyakit Jantung. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. 5 Agustus 2000. 10. Yul Iskandar. Aspek Biologik dari Anxietas. Simposium Nasional Awareness Anxiety Program. 5 Agustus 2000