Anda di halaman 1dari 8

ENTEROTOMI

Rabu/ 8 Desember 2010/13.30 WIB Kelompok 5 !a"#

$u%! Ma#&'!ra& R!ssar !r!"#o R!"#o *ul!+a I",!ar-! .e" R!sa O/-r!a"a I Wa+a" W!,! +apr!a"-! E1! Dame *r!-a

B0(0)001) B0(0)003) B0(0)0055 B0(0)00)3 B0(0)00)0 B0(0)0001

BAGIAN BEDAH DAN RADIOLOGI DEPARTEMEN KLINIK, REPRODUKSI, DAN PATOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2010

BAB 1 PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Enterotomi merupakan operasi membuka dinding usus untuk mengambil benda asing dan

dilakukan apabila jaringan usus masih baik, yaitu bila pulsasi masih ada, jaringan tidak mengalami nekrosis, elastisitas usus masih baik dan warna jaringan masih muda. Enterotomi dilakukan untuk menghindari terjadi nekrosis pada usus yang disebabkan benda asing. Seperti operasi lain pada wilayah abdomen, enterotomi juga dilakukan dengan melakukan penyayatan pada dinding abdomen atau laparotomi medianus. Sebagian besar kasus-kasus yang terjadi yang mengharuskan dilakukannya enterotomi adalah adanya benda asing. Benda asing merupakan benda yang tidak biasa ada di suatu tempat dan sering bersifat merusak pada daerah yang ditempati. Kejadian benda asing pada usus akan mengganggu kelan aran fungsi usus dan laju makanan ke arah anus. Benda asing banyak menjadi penyebab utama terjadinya obstruksi intestinum pada anjing dan ku ing dan sering terjadi pada hewan muda. !roses pengerjaan laparotomi harus dilakukan dengan prosedur yang benar. "ika setelah proses enterotomi selesai, maka sangat penting sekali untuk mengetahui dan meyakinkan apakah daerah jahitan usus tidak tersumbat atau tidak bo or. B. #ujuan !raktikum kali ini bertujuan untuk melatih keterampilan mahasiswa melakukan tindakan bedah enterotomi pada hewan ke il seperti ku ing untuk pengobatan atau terapi pada penyakitpenyakit yang menyerang saluran erna .

BAB 2. MATERIAL DAN METODA A. Bahan !raktikum $alam praktikum kali ini diperlukan bahan - bahan yaitu ku ing, al ohol %& ', iodine tin ture, atropine sulfas, (yla)ine *', ketamin +&', peni iline, o(ytetra y line, amo(i illin, air, betadine, ,a-l fisiologis, dan desinfektan. B. Alat praktikum !eralatan yang dipergunakan dalam praktikum kali ini adalah kapas, tampon, towel lamp, jarum, pinset anatomis dan syrorgis, skalpel dan blade, gunting, tang arteri lurus anatomis, tang arteri bengkok anatomis, tang arteri lurus syrorgis, needle holder, benang at gut, benang silk, silet, syringe, alat ukur dan gurita. -. Langkah kerja Ruangan operasi dan perlengkapann a .uang operasi terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran kemudian disterilisasi dengan radiasi atau dengan desinfektan / ampuran kalium permanganate 0 ' dengan formalin +& ', perbandingannya + 1 * selama 2 +0 menit atau dengan formalin tablet yang diletakkan di ruangan atau senyawa hlorine3. Ada satu set peralatan operasi minor yang disusun se ara berurutan seperti ini yaitu 4 towl lamp, * pinset anatomis dan syrorgis, + skalpel dan blade, 5 gunting, 4 tang arteri lurus anatomis, * tang arteri bengkok anatomis, * tang arteri lurus syrorgis, dan + needle holder. !eralatan operasi ini dibersihkan kemudian dibungkus dengan kain muslin atau non wo6en. Kain lapis pertama /muslin3 disiapkan dan wadah diposisikan di tengah kain dengan posisi sejajar. Sisi kain yang dekat dengan tubuh dilipat hingga menutupi wadah dan ujung lainnya dilipat mendekati tubuh. Sisi kanan dilipat dilanjutkan dengan sisi yang kiri. Kain lembar kedua /wo6en3 disiapkan, wadah yang sudah terbungkus kain lapis pertama diletakkan di tengah dengan posisi diagonal. 7jung kain yang dekat tubuh dilipat hingga menutupi peralatan /wadah3. Sisi kanan dilipat dilanjutkan sisi kiri. 7jung lainnya dilipat mendekati tubuh dan diselipkan. !eralatan tersebut dimasukkan ke dalam o6en selama 8& menit dengan suhu +*+& .

!erlengkapan operator dan asisten operator juga harus disterilisasi. Sterilisasi baju operasi, masker, penutup kepala, sarung tangan, sikat, dan handuk yang telah di bersihkan kemudian dibungkus dengan kain muslin atau non wo6en, sama halnya dengan sterilisasi peralatan operasi minor sebelumnya. !erlengkapan tersebut dimasukkan ke dalam o6en dengan suhu 8&&- selama +0-5& menit. Persiapan He!an Sebelum melakukan enterotomi terlebih dahulu hewan dilakukan pemeriksaan kesehatannya. !emeriksaan kesehatan yang dilakukan pada hewan meliputi pemeriksaan signalement, anamnese, status present, suhu tubuh, frekuensi jantung, frekuensi nafas, limfonodulus, dan selaput lendir. Setelah dilakukan pemeriksaan ini barulah dilakukan pembiusan hewan. Setelah hewan terbius dilakukan pen ukuran +& m di sekitar sayatan kemudian dibersihkan dengan alkohol %& ' dan diolesi dengan iodine tin ture 5 '. Persiapan Opera"or dan Asis"en !emakaian perlengkapan diawali dengan pembukaan bungkusan. !ertama operator dan asisten + mengenakan penutup kepala. Kemudian operator dan asisten + mengenakan masker. 9perator dan asisten + men u i tangan dengan prosedur yang tepat. !ertama tangan kanan dan kiri dibasahi. Kemudian disikat dengan sikat yang sudah steril dan sudah diberi sabun dari ujung jari dan sela-sela jari hingga siku. Kemudian dibilas +&-+0 kali, pembilasan juga dimulai dari ujung jari hingga siku. Setelah men u i tangan kanan dan kiri keran ditutup menggunaka siku. #angan operator dan asisten + dikeringkan dengan handuk. :asing-masing sisi handuk untuk satu tangan. 9perator dan asisten + memakai baju operasi, tangan operator dan asisten + dimasukkan ke dalam baju yang masih terlipat. Kemudian dengan dibantu asisten yang steril baju operasi dikan ingkan. 9perator dan asisten + memakai sarung tangan. #angan kanan dimasukkan ke dalam sarung tangan, hal yang harus diperhatikan adalah hindari tangan menyentuh bagian sarung tangan yang akan bersinggungan dengan pasien. $ilanjutkan mengenakan sarung tangan di tangan kiri. 9perator dan asisten + siap melakukan operasi. Prosedur Beda#

Pos" operasi Setelah enterotomi dilakukan, hewan diberi antibiotik peroral, pemberian pakan dan air yang ukup, dan perlindungan luka operasi. Selama 0 hari, ku ing dimonitor suhu, frekuensi nafas, dan frekuensi denyut jantung pada pagi dan malam. Ku ing diberi makan dan minum serta antibiotik Amo(i illin /dosis *& mg;kg BB !9 selama 0 hari post operasi3.

BAB $. HA%IL DAN PEMBAHA%AN A. <asil 1 "enis kelamin ku ing= Betina Bobot badan ku ing = 5,* Kg $osis atropin $osis (yla)ine Konsentrasi (yla)ine= *' $osis ketamine = +& mg;kg BB = +&' Konsentrasi ketamine !erhitungan dosis 1 &u'la# ang di(erikan ) (o(o" (adan * dosis konsen"rasi 2 2 Atropine >yla)ine Ketamine 2 = &,&*0 mg;kg ( 5,* kg &,*0 mg;ml = = * mg;kg ( 5,* kg *& mg;ml +& mg;kg ( 5,* kg +&& mg;ml Antibiotik Amo(i illin /!93 = *& mg;kg ( 5,* kg *0 mg;ml !hysi al E(amination /!E31 ,ormal 1 Suhu Awal Arekuensi denyut jantung Arekuensi nafas 1 5?,5@1 54 (;+0 detik 1 B (;+0 detik = +,0; * kali pemberian = &,5* ml = &,5* ml = &,5* ml = &,&*0 mg;kg BB = * mg;kg BB Konsentrasi atropin = *0' $iketahui

Saat operasi

Caktu /menit3 +0 5& 40 8& %0 B& +&0

,afas /(;+0 detik3 % 8 8 0 % B +&

Suhu /@ 3 5%,0 58,0 50,4 50,4 50,0 50,0 50,0

$enyut "antung /(;+0 detik3 58 5& *B *B 5& 5& 5+

Para'e"er ,afas "antung Suhu :akan :inum 7rinasi $efekasi P B 5* 58,? -

I M ? 5+ 58,4 D P ? 54 5%,5 D -

II M B 5* 5%,+ D P ? 5% 5%,4 D -

III M ? 58 5%,* P B 58 5%,+ D D D

I+ M B 50 5%,4 D D D

B.

!embahasan Enterotomi merupakan operasi membuka dinding usus untuk mengambil benda asing.

#eknik operasi enterotomi yang dilakukan adalah dengan /+3 mengin isi ?-+& m pada audal midline di belakang umbili us, /*3 En isi kulit, subkutan dan linea alba dibuka, /53 usus halus

di ari dan dikeluarkan, /43 usus halus dipegangi dengan for eps met)ebaum atau stay sutures, /03 usus diiris longitudinal di bagian di mana 6askularisasi sedikit atau sebesar benda asing atau tidak lebih dari +,0 kali diameter lumen usus, /83 benda asing dikeluarkan semua, /%3 in isi pada usus dipertautkan lagi dengan pola jahitan -onnel /jahitan men apai daerah lumen usus3 atau pola jahitan -ushing atau Lambert. Setelah proses enterotomi selesai, maka sangat penting sekali untuk mengetahui dan meyakinkan apakah daerah jahitan usus tidak tersumbat atau tidak bo or, juga untuk mengetahui kekuatan maupun keutuhan jahitan tersebut. Ada beberapa ara dan tehnik untuk menguji jahitan usus yaitu 1 :enekan jari kelingking ditempat jahitan maka akan terasa buntu atau tidaknya sambungan usus tersebut, menekan jari telunjuk dan ibu jari pada jahitan usus, memijat usus di dekat jahitan dan melintaskan isi usus melalui jahitan, jika tempat jahitan itu bo or maka sebagian isi usus akan keluar, menyuntikkan larutan penstrep kedalam lumen jahitan usus tersebut. Bila larutan tidak keluar maka jahitan usus sudah baik, jika ada kebo oran maka pada tempat tersebut dijahit dengan metode ushing sampai kebo oran dapat diatasi.

Ba( ,. -E%IMPULAN DAN %ARAN A. B. Kesimpulan Saran 9perasi sebaiknya dilakukan pada keadaan yang benar-benar aseptis dan peralatan operasi dipersiapkan sebaik mungkin.

DA.TAR PU%TA-A

Beri Nilai