Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA IDE

TUGAS METODE PENELITIAN ADMINISTRASI

NAMA

: FIRZA MULIA

NIM

: 06C2-0201051

JURUSAN

: ADMINISTRASI NEGARA

PEMBIMBING DOSEN
SUDARMAN ALWY. S, Ag

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLOTIK


UNIVERSITAS TEUKU UMAR
2011/2012

KERANGKA IDE

PENJELASAN
TEMES/ JUDUL

ADMINIDTRASI

BATASAN MASALAH

YANG MENYANGKUT
ADMINISTRASI
ISTILAH & INTIKATOR

1. Administrasi
2. Administrasi Publik
3. Manajemen
4. Leadership
5. Organisasi
6. Human Relation
7. Implementasi
8. komunikasi
9. Hukum
10. Birokrasi

1. ADMINISTRASI :
1.1. Leonard D. White (1992: 07) Administrasi
adalah suatu umum ada tiap usaha kelompokkelompok, baik pemerintah atau swata, sipil
ataupun militer, dalam ukuran besar maupun
kecil.
1.2. Ordway Tead (2007:14) Administrasi adalah
Suatu proses dan badan yang bertanggung
jawab terhadap penentuan Tujuan tempat
organisasi dan manajemen ditetapkan.
1.3.Gulick U. Lither (1981 : 33) Administrasi
adalah system pengetahuan tersebut dengan
manusia dapat mengerti hubungan-hubungan,
meramalkan akibat dan mempengaruhi hasil
pada sesuatu keadaan di mana orang-orang
secara teratur bekerjasama untuk Tujuan
bersama.
1.4.Herbert A. Donald W (1981 : 45) Administrasi
adalah hubungan dengan tuntutan penilaian
yang diberikan kepadanya oleh orang yang
mempergunakan pengetahuan, dalam hubungan
dengan sikap-sikap mengenai Tujuan.
1.5.John M. Pfifiner & Robert Presthus
(2002:149) Administrasi adalah suatu kerjasama
kelompok dalam lingkungan pmerintah dari
maanusia
dan peralatannya guna mencapai
Tujuan pemerintah.
2. ADMINISTRASI PUBLIK
2.1. Simon
Herbert
A
(1981: 17)
Public
Adminitration adalah organisasi dan manajemen
dari manuia dan benda guna mencapai Tujuan
pemerintah.
2.2.Prof. Dwight Waldo (1982 : 54) Public
Adminitration adalah pokoksoal-pokoksoal yang
layak menjadi perhatian kedua cabang ilmu
dan didalam akan dapat belajar sesuatu dari
yang lainnya.
2.3.Gaus
Jhon.
M
(1982 : 112)
Public
Adminitration adalah merupakan bagian dari
ilmu politik, dalam berbagai kelompok bidang
yang
masing-masing
sedikit
banyaknya
mempunya hubungan administrasi publik.
2.4.Batson,
Robert
J.
(1992 : 61) Public
Adminitration adalah merupakan bagian dari
kebudayaan dan harus mencerminkan nilai-nilai

budaya agar menjadi efektif.


2.5.Anderson (2006, 10-17) Public Adminitration
adalah membaginya kedalam empat kategori
dari administrasi publik, yakni: kebijakan
substantif dan prosedural; kebijakan distributif,
pengaturan, pengaturan sendiri, dan redistribusi;
kebijakan
material dan simbolik; serta
kebijakan yang melibatkan barang kolektif atau
barang privat.
3. MANAJEMEN
3.1.Drs.
Malayu
S.P.
Hasibuan
(2000:10)
Manajemen adalah Ilmu seni mengatur
hubungan dan peranan tenaga kerja agar efetif
dan efisien membantu terwujud Tujuan
perusahaan, karyawan dan masyarakat
3.2. George R. Terry (2007:13) Manajemen adalah
suatu
pemilahan
proses
perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan
dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni
untuk mencapai Tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
3.3. George R. Terry (1992 : 08) Manajemen adalah
proses yang khas maupun proses khusus yang
hanya dilakukan oleh manajer, berupa kegiatan
perencanaan, penggerakan dan pengawasan.
3.4.George F. Terry (1966, dalam Anoraga, 1997 :
109) Manajemen adalah Manajemen adalah
proses yang khas yang terdiri dari tindakan
tindakan
perencanaan,
pengorganisasian,
pelaksanaan dan pengendalian yang masingmasing bidang tersebut digunakan baik ilmu
pengetahuan maupun keahlian dan yang diikuti
secara berurutan dalam rangka usaha mencapai
sasaran yang telah ditetapkan semula.
3.5.Malayu S.P. Hasibuan, (2007:06) berpendapat
bahwa Manajemen adalah ilmu dan seni yang
mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja
agar efektif dan efisien untuk membantu
terwujudnya Tujuan perusahaan dan masyarakat.
4. Leadership
4.1. Ordway Tead (2007:93) Kepemimpinan adalah
merupakan proses mempengaruhi orang lain
untuk
mengambil
langkah-langkah
atau
tindakan menuju suatu sasaran bersama.
4.2. Howard H. Hoyt (2007:93) Kepemimpinan
adalah sebagai seni untuk mempengaruhi
tinkah
laku
menusia
dan
kemampuan

membimbing.
4.3.Georger R. Terry (1992 : 78) kepemimpinan
adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk
bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.
4.4.John Pfiffner (2001 : 22) , kepemimpinan
adalah kemampuan mengkoordinasikan dan
memotivasi orang-orang dan kelompok untuk
mencapai tujuan yang di kehendaki.
4.5. Robert Dubin (2007 : 259) Kepemimpnan
adalah pelaksanaan otoritas dan pembuatan
keputusan.
5. Organisasi
5.1.Jhon H. freeman dan Michel T (1990 : 04),
Organisasi adalah kesatuan (entity) social yang
dikoordinasi secara sadar, dengan batasan yang
relative dapat diindefikasi, yang bekerja atas
dasar yang relative terus-menurus untuk
mencapai sesuatu Tujuan bersama atau
sekolompok Tujuan.
5.2.W.Richard Scott (1990 : 09), Organisasi adalah
bentuk
lembaga
yang
dominan
dalam
masyarakat kita.
5.3.W.Jack Duncan (1999 : 05), Organisasi adalah
suatu study yang menyangkut aspek-aspek
tingkah laku manusia dalam suatu organisasi
atau mempengaruhi usaha pencapaian Tujuan
tertentu.
5.4.Chester Barnard I (1999 : 114), Organisasi
adalah suatu system kegiatan-kegiatan yang
terkoordinanir
secara
radar,
atau
suatu
kekuatan dari dua manuasia atau lebih.
5.5. George A. Steiner dan J.B Minner (1996 : 66)
Organisasi adalah untuk mencapai sesuatu
didalam lingkunganb yang lebih besar, misi
atau tujuannya yang spesifik jelas pada
permulaan organisasi berdiri.
6. Human Relation
6.1.Wirsanto (1999) Human Relation adalah
hubungan kemanusiaan sering disebut juga
hubungan antra manusia. Kata istilah tersebut
terjemahan dari kata human relation.hubngan
antara manusia, memandang amnesia dalam
bentuk wujudnya saja atau secara lahirnya saja,
sebaliknya dalam hubungna kemanusiaan yakni
memeandang manusia bukan saja dari wujudnya
saja, tetapi dair segi sifatnya, wataknya, sikapnya,
tingkahlakunya, kepribadiannya, dan berbagai

aspek kejiwaan lainya yang ada pada diri manusia.


Dengan demikian titik berat pada hubungan
kemanusiaan yaitu dari segi manusianya.
6.2.The Liang Gie (1982:60) adalah hubungan
kemanusiaan komonikasi persuasive yang
dilakukan oleh seseoramng kepada orang lain
dlam situasi kerja (work siti\uation) dan dalam
organisasi kekaryaan (work organization) dengan
tujuan untuk menggugah kegairahan dan kegiatan
bekerja dengan semangat bekerja sama yang
produktif dengan perasaan bahagia dan puas hati.
6.3.Zinun ( 1984) adalah hubungan kemanusiaan
sebagai suatu lapangan dari kegiatan manajemen,
lebih merupakan proses pengintegrasian manusia
pada alam suatu situasi kerja sehingga mereka
dapat didorong untuk bekerja sama secara
produktif guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
6.4. Alo, 1997 Human Relation adalah komunikasi
antar pribadi yang manusiawi berarti
komunikasi yang telah memasuki tahap
psikologis
yang
komunikator
dan
komunikannya saling memahami pikiran,
perasaan dan melakukan tindakan bersama. Ini
juga berarti bahwa apabila kita hendak
menciptakan suatu komunikasi yang penuh
dengan keakraban yang didahului oleh
pertukaran informasi tentang identitas dan
masalah pribadi yang bersifat sosial.
6.5. Onong Uchjana Effendy, 2003. Human
Relation
adalah gangguan dan halangan
terhadap jalannya human relation yang tidak
disengaja dibuat oleh pihak lain tapi mungkin
disebabkan
oleh
keadaan
yang
tidak
menguntungkan. Hambatan yang bersifat
subjektif ialah yang sengaja dibuat oleh orang
lain
sehingga
merupakan
gangguan,
penentangan terhadap suatu usaha komunikasi.
Erlangga.
7. Imlementasi
7.1. Poerwadarminta,(1990:327).implementasi

adalah biasanya dikaitkan dengan suatu


kegiatan yang dilaksanakan untuk mencapai
tujuan tertentu.
7.2. Charles O.Jones (1996:295) Implementasi adalah
kemampuan untuk membentuk hubungan-

hubungan lebih lanjut dalam rangkaian sebabakibat yang menghubungkan tindakan dengan
tujuan.
7.3.Subarsono,(2005:99) Implementasi
adalah
kegiatan-kegiatan pelaksanaannya mencakup
antara hubungan dalam lingkungan sistem politik
dan dengan para pelaksana mengantarkan kita
pada pemahaman mengenai orientasi dari mereka
yang mengoperasionalkan program di lapangan.
7.4. Van Meter dan Van Horn dalam Abdul

Wahab (1997 : 65) Implementasi adalah


tindakan-tindakan
yang
dilakukanoleh
individu-dividu atau pejabat-pejabat atau
kelompok pemerintah atau swasta yang
diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan
yang telah digariskan dalam keputusan
kebijaksanaan.
7.5.Wiliam N. Duun (2000:80) : Implementasi adalah
merupakan pelaksnaan dan pengendalian tindakan
kebijakan sampai tercapai hasilnya. Perhatian
pertama pada tahap undang-undang adalah pada
pemilihan arah dan tindakan serta pengamatan
bahwa hal tersebut diikuti sampai terselesainya
waktu pelaksanaan dan tidak pada pemahaman
sifat masalah.dalam pemilihan arah dan tindakan
didasarkan pada tujuan dan sasaran yang hendak
dicapai dari suatu kebijakan.
8. KOMUNIKASI
8.1.Wiryanto, (2004 : 9). Komunikasi
adalah
Menurutnya, cara yang tepat untuk memahami
fenomena komunikasi adalah dengan cara
menjawab pertanyaan pertanyaan yang tercakup
dalam formula yang ia tawarkan.
8.2.Schram (1998 :2).komunikasi dan masyarakat
merupakan dua kata kembar yang tidak dapat
dipisahkan satu sama lainnya. Tanpa komunikasi
tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya
tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin
dapat mengembangkan komunikasi
8.3.Stephen W Littlejohn (1994 : 13) Komunikasi
adalah ada lima: 1. teori struktural fungsional; 2.
teori kognitif dan behavioral; 3. teori
interaksional; 4. teori interpretif dan 5. teori kritis.
8.4.Everett M. Rogers (2005 : 62), Komunikasi
adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari
sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan

maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.


8.5.Shannon & Weaver (1998 : 20) Komunikasi
adalah bentuk interaksi manusia yang saling
pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya,
sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada
bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal,
tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni,
dan teknologi.
9. HUKUM
9.1.Tullius Cicerco (Romawi) dala De Legibus
Hukum adalah akal tertinggi yang ditanamkan
oleh alam dalam diri manusia untuk menetapkan
apa yang boleh dan apa yang tidak boleh
dilakukan.
9.2.Mochtar Kusumaatmadja (1976:15) Hukum
adalah Pengertian hukum yang memadai harus
tidak hanya memandang hukum itu sebagai suatu
perangkat kaidah dan asas-asas yang mengatur
kehidupan manusia dalam masyarakat, tapi harus
pula mencakup lembaga (institusi) dan proses
yang diperlukan untuk mewujudkan hukum itu
dalam kenyataan.
9.3.Simon Herbert A (1981: 49) Hukum adalah
semata-mata berarti bahwa salah satu dari hal
tak tentu yang harus diperhitungkan dalam
perumusan hokum-hukum social ialah keadaan
pengetahuan dan pengalaman dari orang-orang
yang tingkah laku di uraikan oleh hokum.
9.4.Thomas Hobbes dalam Leviathan, 1651:
Hukum adalah Hukum adalah perintah-perintah
dari orang yang memiliki kekuasaan untuk
memerintah dan memaksakan perintahnya kepada
orang lain.
9.5.J.C.T.
Simorangkir,
SH
dan
Woerjono
Sastropranoto, SH (2006 : 14) Hukum adalah
Hukum itu peraturan-peraturan yang bersifat
memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia
dalam lingkungan masyarakat, yang dibuat oleh
badan-badan resmi yang berwajib, pelanggaranpelanggaran yang dikenai tindakan-tindakan
hukum tertentu.
10. BIROKRASI
10.1.H. George Frederickson (1992 : 125) Birokrasi
adalah mempunyai 2 (dua) unsure dasar klasik
yaitu struktur organisasi dan metoda yang
ditetapkan
mengatur
orang-orang
serta
pekerjaan dalam organisasi serta tingkatan

kewewenangan.
10.2.Muljarto Tjokrowinoto , 1996). Birokrasi
adalah tipe dari suatu organisasi yang
dimaksudkan untuk mencapai tugas-tugas
administratif
yang
besar
dengan
cara
mengkoordinir
secara
sistematis
(teratur)
pekerjaan dari banyak orang.
10.3.Stephen W Littlejohn 2001.Birokrasi adalah kata
kunci utama yang dapat menghantarkan kita pada
pemaknaan praktik classical theory, khususnya
Indonesia yang terkenal dengan keruwetan
birokrasinya yang telah membudaya.

10.4.Menurut Peter M. Blau (2000:4), birokrasi


adalah tipe organisasi yang dirancang untuk
menyelesaikan
tugas-tugas
administratif
dalam
skala
besar
dengan
cara
mengkoordinasi pekerjaan banyak orang
secara sistematis.
10.5.Max Weber (1988 : 06) Birokrasi adalah
berbagai aktivitas regular yang diperlukan untuk
mencapai
tujuan-tujuan
organisasi
yang
didistribusikan dengan suatu cara yang baku
sebagai kewajiban-kewajiban resmi; kedua,
organisasi kantor-kantor mengikuti prinsip
hierarki, yaitu setiap kantor yang lebih rendah
berada di bawah kontrol dan pengawasan kantor
yang lebih tinggi; ketiga, operasi-operasi
birokratis diselenggarakan melalui suatu sistem
kaidah-kaidah abstrak yang konsisten dan terdiri
atas penerapan kaidah-kaidah ini terhadap kasuskasus spesifik, dan; keempat, pejabat yang ideal
menjalankan
kantornya
berdasarkan
impersonalitas formalistik tanpa kebancian atau
kegairahan, dan kerenanya tanpa antusiasme atau
afeksi.

DAFTARA PUSTAKA
1. Leonard D. White, Introduction to the study of public

administration, New York : The Mac Millan Company, 1955. (Buku:


Administrasi Negara).
2. Drs. Hasibuan, Malayu S.P. 1989. Manajemen, Dasar, Pengertian,
dan Masalah. Jakarta: CV. Haji Masagung (Buku : Manajemen
Sumber Daya Manusia).

3. Terry, George R. 1961. Principles of management. New York:

Richard D. Irwin, Inc. (Buku: Manajemen Pemerintah Indonesia &


Pengantar Administrasi Negara).
4. Tead, Ordway. 1954. The Art of Leadership. New York : Mc. Graw
Hill Book Company. (Buku: Manajemen Pemerintah Indonesia).
5. H. Howard Hoyt. 1954. The Art of Leadership. New York : Mc.
Graw Hill Book Company. (Buku: Manajemen Pemerintah Indonesia).
6. Herbert A. Simon: Adminitrative behavior: A study of decision
making process in Administrative organization. new York, macmillan
co 1947. Appendix, Buku : Public Adminstration).
7. Lither Gulick Urwick (penghimpunan), Papers on the scrence of
administration new York, Intitute of public administration, Columbia
university, 1973 (buku : pengertian kedudukan dan perincian ilmu
administrasi).
8. Simon, Herbert A. Donald W. smitihburg & Victor A. Thomson,
Public Administration, new York : Alfred A. knopf, cetakan III 1956
(buku : pengertian kedudukan dan perincian ilmu administrasi).
9. Pfifiner John & Robert Presthus. Public Administration. The Ronald
Press Company New York, 1960. (buku : system pemerintah
Indonesia).
10. Jhon H. freeman dan Michel T. Grown and decline processe in
Organization,American Sociological Review, April 1975, Hlm. 215
s/d 83. (buku : teori organisasi tentang struktur, desain & aplikasi).
11. W.Richard Scott, Theorerical Perspectives dalam Marshall
W.Meyer, ed. Environments and organization (san Francisco : jossey
bass, 1978) hlm. 21 s/d 28. (buku : teori organisasi tentang struktur,
desain & aplikasi).
12. W.Jack Duncan, Organisasi Behavior, and, Etd, Boston. Hlm. 07
(buku : organisasi tentang konsep dasar & aplikasinya).
13. Chester I, Barnard the function of the executive, Cambridge, mass;
Harvard university press, 1938, Hlm.73 (buku : organisasi tentang
konsep dasar & aplikasinya).
14. Robert Dubin, Human Relation in administrasi, the sociology of
organization, with reading and cases, new York, prentice hand-book
company, 1967. Hlm. 07.(buku : perilaku organisasi tentang konsep
dasar & aplikasinya).
15. George Steiner.A dan J.B Minner, Management policy and strategy :
text, reading, and casse (Homewood III : Richard D. Irwin, 1977).
Hlm. 07 (buku : manajemen pemasaran tentang analisis perencanaan
dan pengendalian).
16.Wursanto, Ig. 1999. Etika Komunikasi Kantor. Penerbit Kanisius. Yogyakarta..
17. The Liang Gie (1978), pengertian, kedudukan, & perincian Ilmu

administrasi. Revisi oleh Drs. Sutarto dalam penerbit supersukses


Yogyakarta : 1982.

18. Zainun, Buchari. (1994). Manajemen dan Motivasi. Jakarta : Ghalia


Indonesia.
19. Alo, Liliweri. 1991. Memaham Peran Komunikasi Massa Dalam
Masyarakat. Bandung : Pt Citra Aditya Bakti.
20. Onong Uchjana, Effendy. 1985. Ilmu komunikasi : Teori dan Praktek.
Remadja Karya : Bandun.: PT. Remaja Rodakarya, 1995.
21. Poerwadarminta, W.J.S. (1976). Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Jakarta: PN Balai Pustaka.
22. Charles O.Jones (1996:295) Campaigning to Govern, in The Clinton
Presidency: First Appraisals, ed. Colin Campbell and Bert A. Rockman
(Chatham, New Jersey: Chatham House, 1996) hlm. 23.
23. Subarsono A.G.,(2005:99). Analisis Kebijakan Publik, Konsep Teori Dan
Aplikasi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
24. Tjokrowinoto Muljarto, 1996, Pembangunan, Dilema dan Tantangan,
Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
25. Van Meter dan Van Horn dalam Abdul Wahab (1997 : 65) Tengtang
implementasi
26.Tullius Cicerco (Romawi) dala De Legibus tengtang hokum Hugo Grotius
(Hugo de Grot) dalam De Jure Belli Pacis (Hukum Perang dan Damai), 1625:
Hukum adalah aturan tentang tindakan moral yang mewajibkan apa yang benar.
- J.C.T. Simorangkir, SH dan Woerjono Sastropranoto, SH, Teori Keadilan,
Pustaka Pelajar, Yogyakarta; 2006.
27. Mochtar Kusumaatmadja dalam Hukum, Masyarakat dan Pembinaan
Hukum Nasional (1976:15): (lahir di Batavia, 17 April 1929; umur 82 tahun)
adalah seorang akademisi dan diplomat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai
Menteri Kehakiman dari tahun 1974 sampai 1978 dan Menteri Luar Negeri dari
tahun 1978 sampai 1988.
28. Waldo Dwight, The study of public administrasi. Garden City,

Double day & Co. 1955. Revisi oleh Drs. Sutarto dalam penerbit
supersukses Yogyakarta : 1982.
29. Jhon. M Gaus Trends in the theory of public administration,
Review 10 : 161 168 (1950)
Revisi oleh Drs. Sutarto dalam
penerbit supersukses Yogyakarta : 1982.
30. Batson, Robert J. Culture and bureaucracy ; culture retivism and the
teaching of public administration, mimeograph. Penerbit oleh
Drs.Dann Sugandha, MPA 1992.
31. H. George Frederickson, administrasi Negara baru, terjemahan
(Jakarta LP3ES, 1984). Hal. 27 Penerbit oleh Drs.Dann Sugandha,
MPA 1992.
32. Anderson, James E, 2006, Public Policy Making: An Introduction,
Boston: Houghton Mifflin Company.
33. Wiliam N. Duun (2000:80) pengantar Analisis Kebijakan Publik, 1998,
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal: 24 Intisari Buku Public
Policy Analysis (William N. Dunn) Penerbit oleh Asep Sofyan Tsauri.

34. Thomas Hobbes dalam Leviathan 1651, (1588-1679) dilahirkan di

Malmesbury, sebuah kota kecil yang berjarak 25 kilometer dari London.


Simon Petrus L. Tjahjadi. 2004. Petualangan Intelektual. Yogyakarta:
Kanisius. Hal. 227-236.
35. Stephen w littlejohn, teories of human communication ,thomson
learning,usa. 7th.ed. 2001. Birocration, classical theory, max weber,
organization communication and Theories of Human Communication,
eighth edition, Thomson Learning Inc., Wadsworth, Belmont, USA., teori
birokrasi max weber dalam ranah komunikasi organisasi oleh: enik
sulistyawati. 2001.
36. Blau & Meyer, 1971; Coser & Rosenberg, 1976; Mouzelis, dalam
Setiwan,1998.
37.W. Barnett Pearce, Stephen W. Littlejohn, and Alison Alexander (1989), "The
Quixotic Quest for Civility: Patterns of Interaction Between the New Christian
Right and Secular Humanists," pp. 152-177. hlm 152-177 dalam Jeffrey K.

Hadden dan Anson Shupe , eds. Sekularisasi dan Fundamentalisme


Reconsidered. New York: Paragon House.
38.Harold D. Lasswell pada 1948 Wiryanto , 2004, Pengantar Ilmu
Komunikasi, Jakarta, Grasindo, PT. Penerbit Hasyim Ali Imran

Peneliti Madya Bidang Studi Komunikasi dan Media pada BPPI Wilayah
II Jakarta, Badan Litbang SDM Depkominfo.
39. Everett M. Rogers pengantar Ilmu komunikasi, 1998, hal 20, Prof. Dr.
Hafied Cangara, M. Sc. (Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar , 2005, hal
62, Dedy Mulyana)
40. Shannon & Weaver 1949, (pengantar Ilmu Prof. Dr. Hafied Cangara, M.
Sc. 1998 : 20).
41. Maximilian Weber (lahir di Erfurt, Jerman, 21 April 1864 meninggal di
Mnchen, Jerman, 14 Juni 1920 pada umur 56 tahun) adalah seorang ahli
ekonomi politik dan sosiolog dari Jerman yang dianggap sebagai salah
satu pendiri ilmu sosiologi dan administrasi negara modern. Weber,
Marianne (1926/1988). Max Weber: A Biography. New Brunswick:
Transaction Books.

Yang Terhormat,
Mahasiswa
Jurusan Administrasi
Negara

FIRZA MULIA
Nim : 06c20201051