Anda di halaman 1dari 46

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR

DINAS PEKERJAAN UMUM


KAWASAN PUSAT PERKANTORAN BUKIT PELANGI - SANGATTA

LAPORAN PERHITUNGAN
HIDROLOGI
Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase
Kabupaten Kutai Timur

Agustus 2013

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

KATA PENGANTAR
Berdasarkan surat perjanjian/kontrak Pekerjaan Perencanaan
Pembangunan Drainasea Kabupaten Luwu Timur pada Dinas Pekerjaan Umum
Kabupaten Kutai Timur yang dipercayakan kepada PT. BINTANG INTI
REKATAMA, maka dengan ini telah disusun :

LAPORAN PERHITUNGAN HIDROLOGI


HYDROLOGI ANALISYS REPORT
Laporan ini berisikan : Pendahuluan, Data Curah Hujan dan Analisa Data
Curah Hujan
Demikian laporan ini dibuat untuk memenuhi ketentuan dalam kontrak
tersebut di atas, segala saran dan koreksi untuk penyempurnaan pekerjaan ini
selalu diharapkan. Semoga laporan ini dapat bermanfaat dikemudian hari.

Makassar,
Agustus 2013
PT. Bintang Inti Rekatama

Drs. Yusuf Tangketau


Direktur Utama

Laporan Perhitungan Hidrologi

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................

DAFTAR ISI .............................................................................................................

ii

DAFTAR TABEL ................................................................................................

iv

DAFTAR GAMBAR............................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN ..............................................................................

I1

1.1

Analisa Hidrologi ..........................................................................

I1

1.2

Analisa Data Hujan ........................................................................

I1

1.3

Lokasi Pekerjaan ...........................................................................

I1

1.4

Data Yang Tersedia .......................................................................

I1

DATA CURAH HUJAN ......................................................................

II 1

2.1

Umum ...........................................................................................

II 1

2.2

Curah Hujan Rancangan ................................................................

II 1

2.2.1

Curah Hujan Maksimum Rata-rata Daerah......................

II 1

2.2.2

Cara Memilih Metode ......................................................

II 3

Data Curah hujan Harian...............................................................

II 4

BAB II

2.3
BAB III

ANALISA DATA CURAH HUJAN .........................................................

III 1

3.1 Curah Hujan Rata-Rata ..................................................................

III 1

3.2 Curah Hujan Rancangan ................................................................

III 2

Laporan Perhitungan Hidrologi

ii

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1.

Jumlah Curah Hujan dan Hari Hujan ................................................

2-3

Tabel 2.2

Luas Daerah Menurut Kecamatan ...................................................

2-4

Tabel 2.3

Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Kutai Timur .............

2-5

Tabel 2.4

Pertumbuhan Sektor Kegiatan Ekonomi di Kabupaten Kutai


Timur ................................................................................................
Hujan Rerata Wilayah Kabupaten Kutai Timur ...............................

2-6

Tabel 3.1
Tabel 3.2

3-3

Perhitungan Parameter Statistik Curah Hujan Maksimum


Metode
E. J. Gumbel .....................................................................................

3-5

Tabel 3.3

Perhitungan Curah Hujan Rancangan Metode EJ. Gumbel .............

3-6

Tabel 3.4

Harga G Pada Distribusi Log Pearson III (untuk Cs Positif) ...............

3-9

Tabel 3.5

Harga G Pada Distribusi Log Pearson III (untuk Cs Negatif) .............

3-10

Tabel 3.6
Tabel 3.7

Perhitungan Parameter Statistik Curah Hujan Harian Maksimum


Metode Log Pearson Type III............................................................
Hujan Rancangan Metode Log Pearson Type III ..............................

3-11
3-15

Tabel 3.8

Hasil Pemeriksaan Uji Kesesuaian Distribusi Frekuensi ...................

3-18

Tabel 3.9

Syarat Pengujian Agihan Data untuk Menggunakan Analisi


Frekuensi ..........................................................................................
Koefisien Pengaliran .........................................................................

3-16

Tabel 3.10

Tabel 3.11. Distribusi Hujan Jam-Jaman


Tabel 3.12

3-19

......................................................

3-20

Distribusi Hujan Netto Jam-Jaman ...................................................

3-21

Laporan Perhitungan Hidrologi

iii

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Peta Kabupaten Kutai Timur ..............................................................

I2

Laporan Perhitungan Hidrologi

iv

Perencanaan
an Pembangunan Saluran Drainase

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

ANALISA HIDROLOGI
Maksud dan tujuan dari analisa hidrologi pada pekerjaan Perencanaan
Pembangunan Saluran Drainase adalah untuk menghitung potensi dari debet air
maksimum yang ada di lokasi rencana sistem
s
drainase Kota Sangatta guna
mengeringkan atau mengurangi daerah genangan yang sering terjadi pada setiap
musim hujan. Analisa hidrologi ini sangat penting artinya dalam
dalam perencanaan desain
konstruksi untuk drainase Kota Sangatta.

1.2

ANALISA DATA HUJAN


Analisa data hujan yang akan diaplikasikan di dalam studi Perencanaan
Pembangunan Saluran Drainase adalah
h bersumber dari data curah hujan yang
representatiff dimana dapat mewakili
mewakili daerah studi, yaitu berasal dari stasiun
pengamatan curah hujan yaitu dari stasiun pos curah Sangatta dari tahun 1997
2017.. Untuk memprediksi debet air untuk keperluan desain konstruksi saluran
drainase juga akan digunakan data curah hujan maksimum yang berasal dari stasiun
tersebut.

1.3

LOKASI PEKERJAAN
Lokasi pekerjaan Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase terletak diwilayah
pemerintahan Kecamatan Sangatta Utara dan Teluk Pandan

1.4

DATA YANG TERSEDIA


Dalam pekerjaan Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase tersedia data curah
hujan selama 17 tahun dari 1997 sampai dengan 2012 dari stasiun pos curah hujan
PT. Kaltim Prima Coal.
Coal

Perhitungan Hidrologi

I-1

Perencanaan
an Pembangunan Saluran Drainase

Lokasi Pekerjaan

Gambar 1.2
Peta Kabupaten Kutai Timur

Perhitungan Hidrologi

I-2

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

BAB II
DATA CURAH HUJAN
2.1

UMUM
Data curah hujan sangat diperlukan dalm setiap analisa hidrologi, terutama untuk
menghitung laju aliran puncak baik secara rasional, empiris maupun model
matematis.hal tersebut disebabkan karena tidak adanya atau terbatasnya data
debit.
Analisa curah hujan rancangan ini dilakukan dengan maksud untuk menentukan
curah hujan harian maksimum yang dipakai untuk menghitung laju aliran puncak.
Perhitungan curah hujan harian maksimum yang biasa dipakai di Indonesia yaitu
metode Gumbel.
Dalam pekerjaan ini data curah hujan yang dipakai adalah data curah hujan harian,
setelah itu dicari curah hujan harian maksimum dari stasiun curah hujan yang
berpengaruh terhadap Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase.

2.2

ANALISA CURAH HUJAN RANCANGAN


2.2.1 Curah Hujan Maksimum Rata-rata Daerah
Curah hujan harian maksimum wilayah (rata-rata daerah) dihitung dengan
mengambil nilai rata-rata curah hujan harian maksimum pada tanggal dan
bulan serta tahun yang sama dari masing-masing stasiun yang digunakan.
Curah hujan rata-rata daerah ada tiga macam yaitu :
a. Cara Polygon Thiessen.
Cara ini diperoleh dengan membuat polygon yang memotong tegak
lurus pada tengah-tengah garis hubung dua pos penakar hujan. Dengan
demikian setiap pos penakar hujan Rn akan terletak pada suatu wilayah
polygon tertutup dengan luas An.
Dengan menghitung % luas setiap pos = An/A dimana A = luas daerah
pengaliran (daerah penampungan) dan memperbanyak dengan harga
curah hujan Rn, maka Rn x (An/A) ini menyatakan curah hujan berimbang.

Perhitungan Hidrologi

II - 1

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Curah hujan rata-rata diperoleh dengan cara menjumlahkan curah hujan


berimbang ini untuk semua luas yang terletak di dalam batas daerah
penampungan

dan

disekitarnya

yang

mempengaruhi

daerah

penampungan, maka curah hujan rata-rata (R rata-rata) adalah :


R rata-rata =

An
Rn
A

b. Cara Isohit
Isohit adalah garis lengkung yang menunjukkan harga hujan yang sama.
Umumnya sebuah garis lengkung menunjukkan angka yang bulat.
Isohit ini diperoleh dengan cara interpolasi harga-harga curah hujan
yang tercatat pada pos penakar hujan lokal (Rnt).
Untuk perhitungan adalah sebagai berikut :
Luas areal diantara dua buah isohit diukur dengan planimeter : An5 n
1
Curah hujan rata-rata antara dua buah isohit :
R n n 1, t

Volume hujan pada isohit n :


R n n 1, t x An, n - 1

Volume seluruhnya :
n

( R n n 1, t x An, n 1)

Curah hujan rata-rata :


n

R ave =

R n , n 1, t x A n , n 1

c. Cara Perhitungan Rata-Rata


Cara menghitung rata-rata aritmatis (arithmetic mean) adalah cara yang
paling sederhana.
Cara ini biasanya dipergunakan untuk daerah yang datar, dengan jumlah
pos curah hujan yang cukup banyak dan dengan anggapan bahwa curah
Perhitungan Hidrologi

II - 2

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

hujan di daerah tersebut bersifat uniform (uniform distribution), dengan


rumus sebagi berikut :
R ave =

R 1 + R 2 + R 3 + .......R n
n

Dimana :
Rave = curah hujan rata-rata
R1....Rn = besarnya curah hujan pada masing-masing pos
n = banyaknya pos hujan
2.2.2 Cara Memilih Metode
Lepas dari kelebihan dan kelemahan ketiga metode yang tersebut diatas,
pemilihan metode mana yang cocok dipakai pada suatu DAS dapat
ditentukan dengan mempertimbangkan tiga faktor berikut:
1) Jaring-jaring pos penakar hujan dalam DAS
2) Luas DAS
3) Topografi DAS
1) Jaring-jaring pos penakar hujan
Jumlah Pos Penakar Hujan Cukup

Metode Ishoyet, Thiessen atau ratarata aljabar dapat dipakai

Jumlah

Pos

Penakar

Hujan Metode

rata-rata

Terbatas

thiessen

Pos Penakar Hujan Tunggal

Metode hujan t

aljabar

atau

2) Luas Das
DAS besar (> 5000 km2)

Metode Ishoyet

DAS Sedang (500 5000 km2)

Metode Thiessen

DAS kecil (< 500 km2)

Metode rata-rata Aljabar

Perhitungan Hidrologi

II - 3

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

3) Topografi
Pegunungan

Metode Ishoyet

Dataran

Metode Thiessen

Berbukit Dan Tidak Beraturan

Metode rata-rata Aljabar

Untuk pekerjaan Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase Kota


Sangatta sesuai faktor-faktor persyaratan di atas dipilih curah hujan ratarata daerah yaitu Cara Perhitungan Rata-Rata
2.3

DATA CURAH HUJAN HARIAN


Data curah hujan harian dari stasiun pos curah hujan sangatta dari tahun 1997
sampai dengan 2012 :

Perhitungan Hidrologi

II - 4

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 1997

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

5
7
15
19
25
7
19
21
20
138
78
60
25
9
853

4
8
12
21
16
1
-

4
2
1
7
4
3
4
3

3
1
2
1
9
5
3
2
1
4
3
4
3
-

1
3
2
7
3
8
6
5
1
5
3
2
1
1
48
30
18
8
14
67

2
4
1
2
67
4
3
1
3
1
1
11
9
6
8
10
14
9

3
1
3
10
2
1
3
14
5
10
7
8
4
2
3
7
9
5
97
37
60
14
18

62
4
58
21
6
mm

Perhitungan Hidrologi

41
26
15
9
13
Thn Maks.

156
83
73
67
18
mm

Agustus September Oktober


2
1
5
8
3
5
5
3

5
1
4
5
6
1
10
13
4
2
-

4
5
4
3
5
3
9
5
2
10
51
50
22
13
29
37
13
10
10
10
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
2
3
7
12
1
2
1
4
6
4
8
5
7
4
12
7
4
89
32
57
12
17
131

Des.
10
13
16
25
11
20
1
3
5
2
106
64
42
25
10
hari

II - 5

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 1998

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

15
7
5
2
4
4
5
3
45
29
16
15
8
1309

5
11
10
3
4
7
22
3
-

15
6
3
1
5
8
10
11
3
62
30
32
15
9

15
10
10
6
1
8
6
10
-

6
5
22
15
20
8
5
7
5
15
21
5
7
141
76
65
22
13
53

12
14
10
5
21
4
13
2
16
6
5
3
22

15
5
6
4
5
35
20
15
15
5

65
29
36
22
8
mm

Perhitungan Hidrologi

66
41
25
15
8
Thn Maks.

133
66
67
22
13
mm

Agustus September Oktober


5
12
4
16
14
7
20
5
2
21
12
3
14
7
15
10
5
2
3
39
125
13
0
54
4
9
39
71
7
21
20
4
12
3
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
4
39
21
36
18
24
12
6
3
16
47
12
17
14
269
142
127
47
14
112

Des.
42
5
32
15
13
20
13
32
36
10
53
12
3
11
19
316
172
144
53
15
hari

II - 6

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 1999

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

2
3
8
15
11
8
4
5
12
11
79
47
32
15
10
961

1
5
7
15
20
1
4
7
4
15
-

9
5
2
6
7
1
5
7
8
1
9
4
7
71
29
42
9
13

15
9
8
11
6
3
8
5
2
-

4
6
20
17
18
7
5
2
21
15
20
3
7
145
72
73
21
13
21

12
13
10
4
2
3
12
16
2
5
7
-

10
10
6
4
3
4
12
3
4
2
7
6
8
79
49
30
12
13

79
60
19
20
10
mm

Perhitungan Hidrologi

67
49
18
15
9
Thn Maks.

86
41
45
16
11
mm

Agustus September Oktober


3
7
5
12
14
3
6
11
6
12
8
2
11
15
4
8
10
9
5
2
5
12
7
15
4
3
8
1
2
11
9
51
46
133
19
21
47
32
25
86
12
10
15
6
9
16
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.

Des.

20
2
3
4
2
2
3
7
4
-

1
2
4
7
1
5
3
11
5
10
3
8
2
2
3
2
4
5
78
49
29
11
18

47
29
18
20
9
137

hari

II - 7

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2000

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

2
4
1
1
1
1
2
1
13
7
6
4
8
287

3
2
1
10
15
1
2
3
4
6
-

4
3
4
2
1
1
2
11
28
7
21
11
8

1
2
7
5
15
1
1

5
6
6
7
2
1
1
28
11
17
7
7
15

1
9
2
4
3
1
2
1
2

10
1
1
2
1
5
5
25
11
14
10
7

47
31
16
15
10
mm

Perhitungan Hidrologi

32
3
29
15
7
Thn Maks.

25
16
9
9
9
mm

Agustus September Oktober


1
1
2
3
2
7
7
3
2
5
3
9
4
3
1
1
19
15
20
4
5
7
15
10
13
7
5
9
6
6
4
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.

Des.

5
5
1
4
5
-

2
3
4
2
1
2
1
15
9
6
4
7

20
11
9
5
5
84

hari

II - 8

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2001

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

18
9
5
4
5
4
6
3
2
56
36
20
18
9
2407

7
11
11
3
5
7
22
5
-

15
7
4
3
7
8
11
12
2
2
4
75
36
39
15
11

17
10
9
12
6
3
9
6
12
-

6
6
22
16
20
8
6
7
5
16
22
7
8
149
78
71
22
13
73

13
15
11
5
22
6
15
4
16
6
6
5
23

7
43
21
11
6
13
5
5
6
4
16
15
4
156
101
55
43
13

71
32
39
22
8
mm

Perhitungan Hidrologi

84
54
30
17
9
Thn Maks.

147
72
75
23
13
mm

Agustus September Oktober


3
26
53
38
17
16
11
11
11
19
21
15
9
50
17
12
31
6
20
44
23
66
15
34
14
11
30
20
18
16
4
33
15
22
26
29
239
191
376
61
125
200
178
66
176
66
53
50
11
10
15
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
51
11
28
32
17
26
11
25
30
42
17
13
29
26
358
165
193
51
14
143

Des.
6
73
19
38
28
47
7
69
59
13
23
16
54
11
15
7
20
505
346
159
73
17
hari

II - 9

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2002

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

11
6
17
3
11
3
4
8
19
11
93
37
56
19
10
644

9
12
5
17
3
13
24
8

16
8
5
10
3
7
12
13
2
7
9
92
49
43
16
11

3
36
16
30
8
4
5
-

6
1
10
8
7
3
10
14
8
23
4
6
100
45
55
23
12
36

5
16
-

10
7
17
12
5
9
5
3
9
12
89
89
0
17
10

91
43
48
24
8
mm

Perhitungan Hidrologi

102
93
9
36
7
Thn Maks.

21
5
16
16
2
mm

Agustus September Oktober


25
24
7
0
24
32
0
0
0
0
24
32
0
24
25
0
1
2
0
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.

Des.

0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
63

hari

II - 10

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2003

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

0
0
0
0
0
0
852

0
0
0
0
0
0

7
5
6

12
9
7
5
2
8
4
9
9
8
73
47
26
12
10
26

6
8
10
12
8
20
25
8
8
21
-

7
8
8
8
10
12
8
8
69
31
38
12
8

0
0
0
0
0
mm

Perhitungan Hidrologi

18
0
18
7
3
Thn Maks.

126
64
62
25
10
mm

Agustus September Oktober


11
19
8
14
7
4
21
8
20
8
15
12
18
7
6
6
4
8
8
9
15
20
19
2
14
13
10
59
129
118
49
68
61
10
61
57
18
21
20
7
10
10
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
25
20
22
14
8
9
12
17
20
147
89
58
25
9
75

Des.
26
5
13
7
12
14
25
11
113
51
62
26
8
hari

II - 11

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2004

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

2
38
40
80
0
80
40
3
2274

39
22
5
7
24
2
14
11
5
6
3
1
16
3
1
1
2
35
-

17
2
1
63
11
36
1
7
1
11
1
1
9
1
3
1
1
1
11
23
38
1
4
245
151
94
63
23

4
3
19
6
8
13
8
4
2
7
8
23
10
1
7
1
39
3
2
8
39
-

21
2
3
13
23
4
20
15
17
1
6
4
7
64
3
20
7
2
4
1
237
119
118
64
20
80

16
60
10
70
80
-

45
14
37
11
20
2
5
2
22
1
159
96
63
45
10

197
135
62
39
18
mm

Perhitungan Hidrologi

215
105
110
39
21
Thn Maks.

236
16
220
80
5
mm

Agustus September Oktober


59
1
1
25
40
30
10
9
1
12
2
6
7
1
10
3
18
5
62
6
10
1
7
18
6
2
3
20
1
2
2
9
6
6
19
2
183
98
141
122
11
102
61
87
39
59
62
30
14
8
14
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
29
36
37
20
34
9
15
71
4
32
28
315
180
135
71
11
160

Des.
12
16
9
14
7
5
1
13
15
14
50
3
9
168
64
104
50
13
hari

II - 12

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2005

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

28
20
11
59
28
31
28
3
4031

9
70
26
8
14
16
22
55
18
45
21
62

18
16
30
45
40
64
17
20
5
1
22
65
35
35
413
213
200
65
14

45
15
35
98
55
30
25
-

50
14
23
3
26
65
31
12
3
15
242
224
18
65
10
161

62
12
15
19
3
62
12
25
2
12
14
9
-

23
12
26
24
52
31
2
3
6
24
13
32
248
168
80
52
12

366
143
223
70
12
mm

Perhitungan Hidrologi

303
303
0
98
7
Thn Maks.

247
212
35
62
12
mm

Agustus September Oktober


45
28
13
2
12
24
2
26
46
23
2
9
30
26
64
22
46
33
6
11
21
99
46
22
11
21
11
22
3
34
6
17
9
27
2
9
12
17
76
481
302
73
405
158
3
76
144
45
99
34
5
17
16
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.

Des.

9
1
49
7
4
5
21
121
81
26
32
20
32
21
30
18
6
2
-

113
96
4
26
53
6
161
36
46
7
60
41
30
41
21
2
28
3
4
23
8
809
608
201
161
21
hari

485
298
187
121
18
147

II - 13

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2006

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

10
11
7
1
5
3
28
21
7
7
11
18
40
30
4
203
65
138
40
15
3466

3
15
26
8
14
16
22
11
18
35
11
5

15
10
30
45
25
17
20
5
1
9
42
35
35
289
125
164
45
13

30
15
35
40
55
25
20
56
33
10
28
69
50
11
7
-

14
50
23
3
26
65
31
15
3
55
75
11
7
378
212
166
75
13
112

62
12
25
19
3
62
25
2
15
112
14
9
-

20
12
7
24
52
31
3
7
30
6
24
13
32
261
146
115
52
13

184
82
102
35
12
mm

Perhitungan Hidrologi

484
309
175
69
15
Thn Maks.

360
225
135
112
12
mm

Agustus September Oktober


45
28
2
15
12
24
2
26
46
9
23
2
30
26
11
22
33
6
11
21
39
46
22
11
21
11
22
3
34
6
17
9
27
2
9
50
44
8
10
12
17
182
330
302
75
246
158
107
84
144
50
46
34
8
17
16
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
8
1
7
4
5
21
15
26
32
20
32
21
28
18
6
2
246
61
185
32
16
165

Des.
5
4
20
6
55
36
7
18
30
21
2
28
3
4
8
247
151
96
55
15
hari

II - 14

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2007

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

29
35
44
11
15
20
11
25
11
17
5
223
134
89
44
11
3280

5
12
8
14
16
22
18
10
21
5

18
16
30
35
35
64
17
20
5
1
22
17
35
315
198
117
64
13

22
15
5
12
30
25
15
21
120
38
1
11
17
-

14
23
3
26
65
31
12
38
9
11
15
69
45
35
396
174
222
69
14
120

55
10
25
20
7
63
12
21
1
12
10
9
-

9
23
12
26
24
52
31
2
3
6
21
13
40
262
177
85
52
13

131
55
76
22
10
mm

Perhitungan Hidrologi

332
109
223
120
13
Thn Maks.

245
214
31
63
12
mm

Agustus September Oktober


45
28
13
12
12
24
12
20
46
2
15
30
26
5
22
7
33
11
21
30
15
22
11
21
1
5
11
9
37
44
22
35
19
60
6
17
9
29
9
55
14
11
1
7
12
11
254
359
294
80
187
162
174
172
132
60
46
33
11
18
17
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
9
1
36
7
9
5
21
10
40
26
20
21
28
18
6
257
138
119
40
15
159

Des.
4
26
6
21
7
35
30
21
28
7
4
23
212
99
113
35
12
hari

II - 15

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2008

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

1
2
11
7
11
1
55
23
10
4
5
130
32
98
55
11
3102

50
40
11
15
1
2
7
34
44
4
6
-

3
35
66
4
15
7
4
8
2
10
10
2
166
130
36
66
12

5
2
120
11
15
50
7
25
15
1

11
66
50
44
17
7
66
37
9
1
308
195
113
66
10
130

50
35
22
10
7
2
4
3
1
60
88
2
1
130
35

15
16
38
44
10
1
1
2
1
15
25
33
11
212
124
88
44
13

214
116
98
50
11
mm

Perhitungan Hidrologi

251
203
48
120
10
Thn Maks.

450
130
320
130
15
mm

Agustus September Oktober


1
15
25
30
37
11
40
15
17
1
25
91
9
9
10
11
33
1
2
3
28
2
27
33
17
2
1
17
5
7
45
36
40
11
3
1
20
206
192
283
134
116
164
72
76
119
33
40
91
13
13
11
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
33
7
5
12
8
45
44
11
36
201
65
136
45
9
141

Des.
45
19
17
2
4
41
123
100
81
50
1
5
1
489
251
238
123
13
hari

II - 16

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2009

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

44
5
3
15
50
20
5
11
40
193
117
76
50
9
2856

15
11
15
8
7
16
7
9
18
1
11
35
50

18
16
30
45
40
64
17
20
5
1
22
35
313
213
100
64
12

50
15
35
101
55
30
7
11
41
25
50
-

50
14
23
3
26
65
31
12
33
33
15
9
314
224
90
65
12
111

15
62
12
15
19
3
62
12
25
2
12
14
9
-

18
12
50
24
52
31
9
6
24
13
20
259
187
72
52
11

203
72
131
50
13
mm

Perhitungan Hidrologi

420
286
134
101
11
Thn Maks.

262
227
35
62
13
mm

Agustus September Oktober


5
1
13
2
12
2
26
23
2
9
11
5
22
6
11
21
46
22
11
21
11
22
3
6
17
9
27
111
2
9
50
12
197
186
167
33
110
74
164
76
93
111
46
26
7
13
12
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
20
7
4
5
21
25
26
11
20
21
18
6
2
186
82
104
26
13
138

Des.
4
11
5
15
30
21
2
28
5
4
23
8
156
35
121
30
12
hari

II - 17

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2010

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

12
3
13
26
3
9
6
3
3
20
1
2
14
115
78
37
26
13
1600

17
12
4
17
3
15
6
-

13
2
38
18
2
42
8
38
29
16
1
207
73
134
42
11

22
11
30
2
12
21
41
16
25
-

3
2
22
2
40
12
18
21
3
47
170
29
141
47
10
70

1
2
2
1
3
3
-

2
3
21
2
70
3
10
22
133
2
131
70
8

74
53
21
17
7
mm

Perhitungan Hidrologi

180
139
41
41
9
Thn Maks.

12
3
9
3
6
mm

Agustus September Oktober


13
11
6
40
13
12
2
22
3
13
23
2
3
34
13
1
3
33
3
12
3
31
15
71
110
130
19
36
80
52
74
50
34
33
40
6
8
9
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.
35
3
23
3
1
36
13
3
12
3
2
134
114
20
36
11
115

Des.
13
3
46
3
1
13
4
4
45
3
26
42
31
12
3
2
13
264
132
132
46
17
hari

II - 18

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2011

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

Perhitungan Hidrologi

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0

Agustus September Oktober


5
5
5
0
5
1

10
25
35
0
35
25
2

10
15
15
10
5
55
25
30
15
5

Nop.

Des.

25
10
10
5
10
15
25
-

50
20
10
5
15
5
20
25
15
25
35
225
100
125
50
11

100
45
55
25
7

II - 19

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hujan Harian
Stasiun
Tahun

Sangatta
: 2012

(Satuan : mm

Tanggal

Januari

Pebruari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
Bulanan
1/2 bln I
1/2 bln II
Maks.
Hari Hujan
Tahunan

35
20
40
55
23
40
45
50
25
30
15
20
70
45
513
258
255
70
14
2651

20
55
23
40
25
50
25
30
15
20
45

15
10
50
35
20
15
15
25
185
25
160
50
8

25
60
20
15
30
15
20
25
70

30
35
15
25
80
50
30
20
40
25
20
25
50
60
35
540
235
305
80
15
80

25
20
40
65
25
15
60
80
15
60

30
40
10
35
40
25
65
25
30
15
25
40
380
180
200
65
12

348
163
185
55
11
mm

Perhitungan Hidrologi

280
120
160
70
9
Thn Maks.

405
150
255
80
10
mm

Agustus September Oktober


0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Jml hari setahun (>= 1mm)

Nop.

Des.

0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
79

hari

II - 20

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

BAB III
ANALISA DATA CURAH HUJAN
3.1.

Curah Hujan Rata-Rata


Rata
Dalam menganalisa data curah hujan, distribusi curah hujan yan dipergunakan
adalah distribusi rata-rata
rata rata aljabar dengan mempertimbangkan hal-hal
hal
sebagai
berikut :
1. Jumlah stasiun hujan yang mewakili hanya satu buah stasiun
2. Luas DAS masing-masing
masing saluran drainase
Curah hujan rencana maksimum dengan periode ulang tertentu dapat
ditentukan dengan cara menganalisa data curah hujan harian maksimum. Curah
hujan rencana tersebut dipergunakan untuk menentukan
menentukan debit rencana dengan
periode ulang tertentu yang sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perhitungan
curah hujan dengan menggunakan metode ratarata aljabar dapat dilihat pada
Tabel 3.1
1 sebagai berikut :

Tabel 3.1. Hujan Rerata Wilayah Kota Sangatta

Kejadian
Tahun
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012

Hujan Harian
Maksimum
(mm)
67
53
21
21
15
36
26
80
161
112
120
130
111
70
50
80

Sumber : Hasil Perhitungan Konsultan

Perhitungan Hidrologi

III - 1

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

3.2.

Curah Hujan Rancangan


Curah hujan
n rancangan adalah hujan terbesar

tahunan dengan suatu

kemungkinan yang tertentu, atau hujan dengan suatu kemungkinan periode


ulang tertentu.
Curah hujan rancangan adalah curah hujan terbesar tahunan dengan suatu
peluang tertentu yang mungkin terjadi di suatu
suatu daerah pada periode ulang
tertentu. Dalam perencanaan ini curah hujan rancangan dihitung dengan
menggunakan metode E.J. Gumbel Type I dan Log Pearson Type III.
1. Metode E.J. Gumbel Type I
Distribusi Gumbel Type I atau disebut juga dengan distribusi eks
ekstrem tipe I
(ekstreme type I distribution) umumnya digunakan untuk analisis data
maksimum. Distribusi Gumbel Type I mempunyai koefisien kemencengan
(Coefficient of Skewness) CS = 1,139. (Soewarno, 1995:123).
Metode Gumbel Type I bisa dinyatakan dengan 2 pendekatan persamaan :
a. Persamaan distribusi empiris, dengan persamaan sebagai berikut :

X T = X + k.S n
dengan :
XT

= besarnya curah hujan rancangan untuk periode ulang tertentu.

= harga rerata dari data


=

Sn

1 n
Xi
n i=1

= standart deviasi

(X
n

=
k

i1

n1

= faktor frekuensi yang merupakan fungsi dari periode ulang (return


periode) dan tipe distribusi frekuensi.

Untuk menghitung faktor frekuensi E.J. Gumbel Type I mengambil harga :

k=

YT Yn
Sn

dengan :
YT

= reduced variate sebagai fungsi periode ulang.


=

Yn
Perhitungan Hidrologi

ln[ ln{(Tr 1)/Tr}]

= reduced mean yang tergantung dari besarnya/ banyaknya data n.


III - 2

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Sn

= reduced standart deviation yang tergantung dari besarnya/


banyaknya data n.

Dengan mensubstitusikan
mensubstitusikan persamaan di atas diperoleh :

XT = X +

SX
.(YT Yn )
Sn

jika :

S
1 SX
, dan b = X X .Yn
=
Sn
a Sn
maka persamaan tersebut menjadi :

1
X T = b + .YT
a
Hasil perhitungan Curah Hujan Rancangan Metode E.J. Gumbel Type I
adalah sebagai
agai berikut:
berikut

Perhitungan Hidrologi

III - 3

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.2.
3.2 Perhitungan Parameter Statistik
Curah Hujan Harian Maksimum Metode E.J. Gumbel
No.

Data

Curah Hujan

Curah Hujan

diurutkan

(mm)

( mm )

67
53
21
21
15
36
26
80
161
112
120
130
111
70
50
80

15
21
21
26
36
50
53
67
70
80
80
111
112
120
130
161

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Jumlah
X rerata
Maximum
Minimum
Stadard Deviasi
Koef. Skewness
Koef. Kurtosis

1153.000
72.063
161.000
15.000
44.403
0.450
-0.768

[ X - Xrt ]

[ X - Xrt ] 2

-57.06
-51.06
-51.06
-46.06
-36.06
-22.06
-19.06
-5.06
-2.06
7.94
7.94
38.94
39.94
47.94
57.94
88.94

3256.13
2607.38
2607.38
2121.75
1300.50
486.75
363.38
25.63
4.25
63.00
63.00
1516.13
1595.00
2298.00
3356.75
7909.88

0.000
0.000
88.938
-57.063
57.063
44.403
0.450
-0.768
0.768

29574.938
1848.434
7909.879
4.254
2001.002
1.904
5.060

Sumber : Perhitungan Konsultan

Perhitungan curah hujan rancangan dicari dengan rumus :


Xt = b + 1/a . Yt

Perhitungan Hidrologi

III - 4

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.3.
3.3 Perhitungan Curah Hujan Rancangan
Metode EJ. Gumbel
NO

1
2
3
4
5
6
7
8
10

PERIODE
ULANG ( T )

REDUCED VARIATE

HARGA
EKSTRAPOLASI,
(Xt)

( tahun )

( Yt )

( mm )

1.0101
2
5
10
20
25
50
100
1000

-1.5272
0.3665
1.4999
2.2504
2.9702
3.1985
3.9019
4.6001
6.9073

-12
65
111
142
171
181
209
238
331

Sumber : Perhitungan Konsultan

Gambar 3.1
Analisis Frekwensi Curah Hujan Rancangan
Metode E.J. Gumbel Type I

2. Metode Log Pearson Type III


Distribusi Log Pearson Type III banyak digunakan
digunakan dalam analisis hidrologi,
terutama dalam analisis data maksimum (banjir) dan minimum (debit
minimum) dengan nilai ekstrem. (Soewarno, 1995:141)

Perhitungan Hidrologi

III - 5

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Metode ini sering dipakai dengan pertimbangan bahwa metode ini lebih
fleksibel dan dapat dipakai untuk semua sebaran data, yang mana
besarnya harga parameter statistiknya (Cs atau Ck) tidak ada ketentuan
(Sri Harto, 1993: 252).
Parameter-parameter
parameter statistik yang diperlukan oleh distribusi Log Pearson
Type III adalah : (CD. Soemarto, 1987:243)
-

Harga rata-rata.
rata

Standart
ndart deviasi.

Koefisien kemencengan.

Distribusi frekuensi komulatif akan tergambar sebagai garis lurus pada kertas
log-normal
normal jika koefisien asimetri Cs = 0.
Prosedur untuk menentukan kurva distribusi Log Pearson Type III, adalah :
a. Mengubah data debit banjir
banjir tahunan sebanyak n buah X1, X2, X3,
., Xn menjadi log X1, log X2, log X3, .., log Xn.
b. Menghitung nilai rata-rata
rata
dengan rumus :

log X =

log X
n

dimana :
n = jumlah data.
c. Menghitung nilai Deviasi standar dari log X, dengan rumus sebagai
berikut :

(log X log X )

S log X =

(n 1)

d. Menghitung nilai koefisien kemencengan, dengan rumus sebagai berikut :

CS =
e.

(log X log X )

(n 1)() n 2)(S log X )

Menghitung logaritma debit dengan waktu balik yang dikehendaki


dengan rumus sebagai berikut :

log X = log X + G S log X


Harga-harga
harga G dapat dilihat dari Tabel 3.4. dan Tabel 3.5. dengan tingkat
peluang atau periode tertentu sesuai dengan nilai CS nya.
f.

Mencari anti log X untuk mendapatkan debit banjir dengan waktu balik
yang dikehendaki.

Perhitungan Hidrologi

III - 6

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.4 Harga G Pada Distribusi Log Pearson III (Untuk Cs Positif)
1.0526

1.1111

1.25

Kala Ulang
2
5
10
25
Kemungkinan Terjadinya Banjir (%)

Cs

1.0101

50

100

200

1000

99.00

95.00

90.00

80.00

50.00

20.00

10.00

4.00

2.00

1.00

0.50

0.10

0.0

-2.326

-1.645

-1.282

-0.842

0.000

0.842

1.282

1.751

2.054

2.326

2.576

3.090

0.1

-2.252

-1.616

-1.270

-0.846

-0.017

0.836

1.292

1.785

2.107

2.400

2.670

3.235

0.2

-2.175

-1.586

-1.258

-0.850

-0.033

0.830

1.301

1.818

2.159

2.472

2.763

3.380

0.3

-2.104

-1.555

-1.245

-0.853

-0.050

0.824

1.309

1.849

2.211

2.544

2.856

3.525

0.4

-2.029

-1.524

-1.231

-0.855

-0.066

0.816

1.317

1.880

2.261

2.615

2.949

3.670

0.5

-1.955

-1.491

-1.216

-0.856

-0.083

0.808

1.323

1.910

2.311

2.686

3.041

3.815

0.6

-1.880

-1.458

-1.200

-0.857

-0.099

0.800

1.328

1.939

2.359

2.755

3.132

3.960

0.7

-1.806

-1.423

-1.183

-0.857

-0.116

0.790

1.333

1.967

2.407

2.824

3.223

4.105

0.8

-1.733

-1.388

-1.166

-0.856

-0.132

0.780

1.336

1.993

2.453

2.891

3.312

4.250

0.9

-1.660

-1.353

-1.147

-0.854

-0.148

0.769

1.339

2.018

2.498

2.957

3.401

4.395

1.0

-1.588

-1.317

-1.128

-0.852

-0.164

0.758

1.340

2.043

2.542

3.022

3.489

4.540

1.1

-1.518

-1.280

-1.107

-0.848

-0.180

0.745

1.341

2.006

2.585

3.087

3.575

4.680

1.2

-1.449

-1.243

-1.086

-0.844

-0.195

0.732

1.340

2.087

2.626

3.149

3.661

4.820

1.3

-1.388

-1.206

-1.064

-0.838

-0.210

0.719

1.339

2.108

2.666

3.211

3.745

4.965

1.4

-1.318

-1.163

-1.041

-0.832

-0.225

0.705

1.337

2.128

2.706

3.271

3.828

5.110

1.5

-1.256

-1.131

-1.018

-0.825

-0.240

0.690

1.333

2.146

2.743

3.330

3.910

5.250

1.6

-1.197

-1.093

-0.994

-0.817

-0.254

0.675

1.329

2.163

2.780

3.388

3.990

5.390

1.7

-1.140

-1.056

-0.970

-0.808

-0.268

0.660

1.324

2.179

2.815

3.444

4.069

5.525

1.8

-1.087

-1.020

-0.945

-0.799

-0.282

0.643

1.318

2.193

2.848

3.499

4.147

5.660

1.9

-1.037

-0.984

-0.920

-0.788

-0.294

0.627

1.310

2.207

2.881

3.553

4.223

5.785

2.0

-0.990

-0.949

-0.895

-0.777

-0.307

0.609

1.302

2.219

2.912

3.605

4.298

5.910

2.1

-0.946

-0.914

-0.869

-0.765

-0.319

0.592

1.294

2.230

2.942

3.656

4.372

6.055

2.2

-0.905

-0.882

-0.844

-0.752

-0.330

0.574

1.284

2.240

2.970

3.705

4.454

6.200

2.3

-0.867

-0.850

-0.819

-0.739

-0.341

0.555

1.274

2.248

2.997

3.753

4.515

6.333

2.4

-0.832

-0.819

-0.795

-0.725

-0.351

0.537

1.262

2.256

3.023

3.800

4.584

6.467

2.5

-0.799

-0.790

-0.771

-0.711

-0.360

0.518

1.250

2.262

3.048

3.845

3.652

6.600

2.6

-0.769

-0.762

-0.747

-0.696

-0.368

0.499

1.238

2.267

3.071

3.889

4.718

6.730

2.7

-0.740

-0.736

-0.724

-0.681

-0.376

0.479

1.224

2.272

3.097

3.932

4.783

6.860

2.8

-0.714

-0.711

-0.702

-0.666

-0.384

0.460

1.210

2.275

3.114

3.973

4.847

6.990

2.9

-0.690

-0.688

-0.681

-0.651

-0.390

0.440

1.195

2.277

3.134

4.013

4.909

7.120

3.0

-0.667

-0.665

-0.660

-0.636

-0.396

0.420

1.180

2.278

3.152

4.051

4.970

7.250

Sumber : Hidrologi Teknik CD. Soemarto

Perhitungan Hidrologi

III - 7

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.5. Harga G Pada Distribusi Log Pearson III (Untuk Cs Negatif )
1.0526

1.1111

1.25

Kala Ulang
2
5
10
25
Kemungkinan Terjadinya Banjir (%)

Cs

1.0101

50

100

200

1000

99.00

95.00

90.00

80.00

50.00

20.00

10.00

4.00

2.00

1.00

0.50

0.10

-0.0

-2.326

-1.645

-1.282

-0.842

0.000

0.842

1.282

1.751

2.054

2.326

2.576

3.090

-0.1

-2.400

-1.673

-1.292

-0.836

0.017

0.846

1.270

1.716

2.000

2.252

2.482

2.950

-0.2

-2.472

-1.700

-1.301

-0.830

0.033

0.850

1.258

1.680

1.945

2.178

2.388

2.810

-0.3

-2.544

-1.726

-1.309

-0.824

0.050

0.853

1.245

1.643

1.890

2.104

2.294

2.675

-0.4

-2.615

-1.750

-1.317

-0.816

0.066

0.855

1.231

1.606

1.834

2.029

2.201

2.540

-0.5

-2.686

-1.774

-1.323

-0.808

0.083

0.856

1.216

1.567

1.777

1.955

2.108

2.400

-0.6

-2.755

-1.797

-1.328

-0.800

0.099

0.857

1.200

1.528

1.720

1.880

2.016

2.275

-0.7

-2.824

-1.819

-1.333

-0.790

0.116

0.857

1.183

1.488

1.663

1.806

1.926

2.150

-0.8

-2.891

-1.839

-1.336

-0.780

0.132

0.856

1.166

1.448

1.606

1.733

1.837

2.035

-0.9

-2.957

-1.858

-1.339

-0.769

0.148

0.854

1.147

1.407

1.549

1.660

1.749

1.910

-1.0

-3.022

-1.877

-1.340

-0.758

0.164

0.852

1.128

1.366

1.492

1.588

1.664

1.800

-1.1

-3.087

-1.894

-1.341

-0.745

0.180

0.848

1.107

1.324

1.435

1.518

1.581

1.713

-1.2

-3.149

-1.190

-1.340

-0.732

0.195

0.844

1.086

1.282

1.379

1.449

1.501

1.625

-1.3

-3.211

-1.925

-1.339

-0.719

0.210

0.838

1.064

1.240

1.324

1.383

1.424

1.545

-1.4

-3.271

-1.938

-1.337

-0.705

0.225

0.832

1.041

1.198

1.270

1.318

1.351

1.465

-1.5

-3.330

-1.951

-1.333

-0.690

0.240

0.825

1.018

1.157

1.217

1.318

1.351

1.373

-1.6

-3.388

-1.962

-1.329

-0.875

0.254

0.817

0.994

1.116

1.166

1.197

1.216

1.280

-1.7

-3.444

-1.972

-1.324

-0.660

0.268

0.808

0.970

1.075

1.116

1.140

1.155

1.205

-1.8

-3.499

-1.981

-1.318

-0.643

0.282

0.799

0.945

1.035

1.069

1.087

1.097

1.130

-1.9

-3.553

-1.989

-1.310

-0.627

0.294

0.788

0.920

0.996

1.023

1.037

1.044

1.065

-2.0

-3.605

-1.996

-1.302

-0.609

0.307

0.777

0.895

0.959

0.980

0.990

0.995

1.000

-2.1

-3.656

-2.001

-1.294

-0.592

0.319

0.765

0.869

0.923

0.939

0.946

0.949

0.955

-2.2

-3.705

-2.006

-1.284

-0.574

0.330

0.752

0.844

0.888

0.900

0.905

0.907

0.910

-2.3

-3.753

-2.009

-1.274

-0.555

0.341

0.739

0.819

0.855

0.864

0.867

0.869

0.874

-2.4

-3.800

-2.011

-1.262

-0.537

0.351

0.725

0.795

0.823

0.830

0.832

0.833

0.838

-2.5

-3.845

-2.012

-1.290

-0.518

0.360

0.711

0.771

0.793

0.798

0.799

0.800

0.802

-2.6

-3.889

-2.013

-1.238

-0.499

0.368

0.696

0.747

0.764

0.768

0.769

0.769

0.775

-2.7

-3.932

-2.012

-1.224

-0.479

0.376

0.681

0.724

0.738

0.740

0.740

0.741

0.748

-2.8

-3.973

-2.010

-1.210

-0.460

0.384

0.666

0.702

0.712

0.714

0.714

0.714

0.722

-2.9

-4.013

-2.007

-1.195

-0.440

0.330

0.651

0.681

0.683

0.689

0.690

0.690

0.695

-3.0

-4.051

-2.003

-1.180

-0.420

0.390

0.636

0.660

0.666

0.666

0.667

0.667

0.668

Sumber : Hidrologi Teknik CD, Soemarto

Perhitungan Hidrologi

III - 8

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.6. Perhitungan Parameter Statistik


Statistik Curah Hujan Harian Maksimum
Metode Log Pearson Type III

NO

TAHUN

CURAH HUJAN, X

Log X

(LogX - Log Xrt)2

( Log X-Log Xrt )3

( mm )

1997

15

1.1761

0.3429

-0.2008

1998

21

1.3222

0.1931

-0.0849

1999

21

1.3222

0.1931

-0.0849

2000

26

1.4150

0.1202

-0.0417

2001

36

1.5563

0.0422

-0.0087

2002

50

1.6990

0.0039

-0.0002

2003

53

1.7243

0.0014

-0.0001

2004

67

1.8261

0.0041

0.0003

2005

70

1.8451

0.0070

0.0006

10
11

2006
2007

80
80

1.9031
1.9031

0.0200
0.0200

0.0028
0.0028

12

2008

111

2.0453

0.0805

0.0228

13

2009

112

2.0492

0.0827

0.0238

14

2010

120

2.0792

0.1008

0.0320

15

2011

130

2.1139

0.1241

0.0437

16

2012

161

2.2068

0.1982

0.0882

Jumlah

1153.000

28.187

1.534

-0.204

Rerata

72.063

1.762

0.096

-0.013

Maksimum

161.000

2.207

0.343

0.088

Minimum

15.000

1.176

0.001

-0.201

Deviasi

44.403

0.320

0.097

0.066

Sumber : perhitungan Konsultan

Perhitungan Hidrologi

III - 9

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.7. Hujan rancangan Metode log Pearson Type III


No.

PERIODE

HARGA

ULANG (T)

(tabel)

EKSTRAPOLASI (Xt)

( tahun )
1

( mm )

0.106

62

0.862

109

10

1.228

143

20

1.463

170

25

1.581

185

50

1.791

216

100

1.970

246

200

2.122

276

1000

2.409

341

Sumber : perhitungan Konsultan


Konsulta

Gambar 3.2
Analisis Frekwensi Curah Hujan Rancangan
Metode Log Person Type III

Perhitungan Hidrologi

III - 10

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

3. Pemeriksaan Uji Kesesuaian Distribusi Frekuensi.


Untuk mengetahui apakah data tersebut benar sesuai dengan jenis
sebaran teoritis yang dipilih maka perlu dilakukan
dilakukan pengujian lebih lanjut. Uji
kesesuaian ini dimaksudkan untuk mengetahui kebenaran suatu hipotesa.
Dengan pemeriksaan ini akan didapatkan :
1. Kebenaran antara hasil pengamatan dengan model distribusi yang
diharapkan atau yang diperoleh secara teoritis.
2. Kebenaran hipotesa diterima atau tidak.
Untuk mengadakan pemeriksaan tersebut terlebih dahulu harus diadakan
plotting data hasil pengamatan pada kertas probabilitas.
Ada 2 cara untuk melakukan uji kesesuaian distribusi, yaitu cara Smirnov
Kolmogorov (uji data
data horisontal) dan cara uji Chi Square (uji data vertikal).
Uji Smirnov Kolmogorov
Pemeriksaan uji kesesuaian ini dimaksudkan untuk mengetahui suatu
kebenaran hipotesa distribusi frekuensi.
Dengan pemeriksaan uji ini akan diketahui :
1. Kebenaran antara hasil
hasil pengamatan dengan model distribusi yang
diharapkan atau yang diperoleh secara teoritis.
2. Kebenaran hipotesa diterima atau ditolak.
Uji kesesuaian Smirnov-Kolmogorov,
Smirnov Kolmogorov, sering juga disebut uji kecocokan non
parametrik (non
(
parametric test),
), karena
pengujian
pengujiannya
tidak
menggunakan fungsi distribusi tertentu. (Soewarno, 1995 :198)
Tahap-tahap
tahap pengujian Smirnov Kolmogorof adalah sebagai berikut :
1. Plot data dengan peluang agihan empiris pada kertas probabilitas,
dengan menggunakan persamaan Weibull (Subarkah, 1980:
1980 120) :

P=

m
x 100%
(n + 1)

dengan :
m = nomor urut dari nomor kecil ke besar.
n = banyaknya data.
2. Tarik garis dengan mengikuti persamaan :

Log X T = log X + G . s
3. Dari grafik ploting diperoleh perbedaan perbedaan maksimum antara
distribusi teoritis dan empiris :

Perhitungan Hidrologi

III - 11

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

max = Pe - Pt
dengan :

max

selisih maksimum antara peluang empiris dengan teoritis

Pe
Pt

=
=

peluang empiris
peluang teoritis

Keterangan :
1. Taraf signifikan diambil 5% dari jumlah data (n), didapat Cr dari
tabel.
2. Dari tabel Uji Smirnov Kolmogorov, bila maks < Cr, maka data
dapat diterima.
Uji Chi-Kuadrat
Kuadrat
Pada penggunaan Uji Smirnov-Kolmogorov,
Smirnov Kolmogorov, meskipun menggunakan
perhitungan metematis namun kesimpulan hanya berdasarkan bagian
tertentu (sebuah variat)
variat) yang mempunyai penyimpangan terbesar,
sedangkan uji Chi-Kuadrat
Chi Kuadrat menguji penyimpangan distribusi data
pengamatan dengan mengukur secara metematis kedekatan antara data
pengamatan
dan
seluruh
bagian
garis
persamaan
distribusi
teoritisnya.(Indra Karya, 1995:IV-29)
1995
Uji Chi-Kuadrat
Kuadrat dapat diturunkan menjadi persamaan sebagai berikut :

X2 =

(Ef Of )2
Ef

dengan :
X2
Ef
Of

= harga Chi-Kuadrat.
Chi
= frekuensi (banyaknya pengamatan) yang diharapkan, sesuai
dengan pembagian kelasnya.
= frekuensi yang terbaca pada kelas yang sama.

Nilai X2 yang terhitung ini harus lebih kecil dari harga X2cr (yang didapat dari
Tabel).
Derajat kebebasan ini secara umum dapat dihitung dengan :
DK = K (P + 1)
dengan :
DK
K
P

Perhitungan Hidrologi

= derajat kebebasan.
= banyaknya kelas.
= banyaknya
banyakn keterikatan atau sama dengan banyaknya parameter,
yang untuk sebaran Chi-Kuadrat
Chi Kuadrat adalah sama dengan 2 (dua).

III - 12

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Hasil dari pemeriksaan


emeriksaan uji kesesuaian distribusi frekuensi
rekuensi metode E.J. Gumbel
Type I dan metode Log Pearson Type III dengan uji Smirnov Kolmogorof
Kolmogor dan
uji Chi Aquare (kuadrat) adalah sebagai berikut :
Tabel 3.8. Hasil Pemeriksaan Uji Kesesuaian Distribusi Frekuensi
NO

KALA ULANG

HUJAN RANCANGAN ( mm )

(Tahun)
1
2
3
4
5
6
7
8
9

METODE
LOG PEARSON
62
109
143
170
185
216
246
276
341

2
5
10
20
25
50
100
200
1000

METODE
GUMBEL
65
111
142
171
181
209
238
266
331

UJI SMIRNOV KOLMOGOROF

D P Maximum, P Max (%)


Derajat Signifikansi,a (%)
D Kritis (%)
HIPOTESA

14.29%
5.00
32.60%

9.20%
5.00
32.60%

DITERIMA

DITERIMA

UJI CHI SQUARE

Chi - Square hitung


Chi - Square kritis
Derajat Bebas
Derajat Signifikansi
HIPOTESA

11.58
7.82
2.00
5.00

8.45
7.82
2.00
5.00

TIDAK DITERIMA

TIDAK DITERIMA

4. Pemilihan Agihan Frekuensi.


Untuk mendapatkan suatu agihan frekuensi yang sesuai dengan data
dat yang
tersedia untuk perhitungan curah hujan rancangan, maka perlu dikaji
terlebih dahulu ketentuan-ketentuan
ketentuan ketentuan yang ada, yaitu :
1. Hitung parameter-parameter
parameter parameter statistik Cs dan Ck untuk menentukan
macam analisis frekuensi yang dipakai.
2. Koefisien kepencengan/skewness
kepencengan/skewness (Cs), dihitung dengan persamaan :

Cs =

n. x - x

(n 1)(n 2).S 3

3. Koefisien kepuncakan/ curtosis (Ck).

Perhitungan Hidrologi

III - 13

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.9. Syarat Pengujian


Pengujian Agihan Data untuk Menggunakan
Analisis Frekuensi
Distribusi Normal
-0,05 < Cs < 0,05
2,7 < Ck < 3,3

Distribusi Gumbel
Cs > 1,1395
Ck > 5,4002

-0,05 < Cs < 0,05

Cs > 1,1395

tidak memenuhi

tidak memenuhi

2,7 < Ck < 3,3

Ck > 5,4002

tidak memenuhi

tidak memenuhi

Distribusi Log Pearson

tidak ada batasan


tidak ada batasan

Sehingga analisa frekuensi yang bisa digunakan adalah analisa frekuensi


dengan metode Log Pearson Type III.
5. Analisis Debit Banjir Rancangan
Banjir rencana adalah debit maksimum di sungai atau saluran alamiah
dengan periode ulang (rata-rata)
(rata rata) yang sudah ditentukan yang dapat
dialirkan tanpa membahayakan stabilitas bangunan.
Berdasarkan analisis curah hujan rencana dari data curah hujan harian
maksimum dapat dihitung besarnya debit banjir rencana dengan kala
ulang 1, 2, 5, 10, 25, 50, 100,
100 200, dan 1000.. Perhitungan debit banjir
rencana dihitung dengan metode-metode
metode
berikut :
1. Metode Haspers

untuk cathment area (A) 100 Km2

2. Metode Weduwen

untuk cathment area (A) 100 Km2

3. Metode Melchior

untuk cathment area (A) 100 Km2

4. Hidrograf Satuan
S
Nakayasu

untuk cathment area (A) 100 Km2

Setelah itu dengan berkembangnya ilmu hidrologi, para pengembang ilmu


hidrologi mencoba melakukan penelitian berkaitan dengan peramalan
debit banir rancangan.
rancangan Muncul Metode Hidrograf Sinteti Gama I. Metode
ini dikembangkan oleh DR. Ir. Sri Harto, berdasarkan penelitian pada 30 DPS
di Pulau Jawa.

6. Distribusi Hujan Jam-jaman


Jam
Hasil pengamatan di Indonesia hujan terpusat tidak lebih dari 7 (tujuh) jam,
maka dalam perhitungan ini diasumsikan hujan terpusat maksimum
mak
adalah
6 (enam) jam sehari. Sebaran hujan jam-jaman
jaman dihitung dengan
menggunakan rumus Mononobe, yaitu :
Perhitungan Hidrologi

III - 14

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

R
R t = 24
t

t

T

dengan :
Rt

= intensitas hujan rerata dala T jam (%)

R24 = curah hujan efektif dalam 1 (satu) hari


t

= waktu konsentrasi
konsentras hujan = 6 (enam) jam

= waktu mulai hujan

Untuk Indonesia rata-rata t = 6 jam, maka :


T

= 0,5 jam;

= 1,0 jam;

= 1,5 jam;

= 2,0 jam;

= 2,5 jam;

= 3,0 jam;

= 3,5 jam;

= 4,0 jam;

= 4,5 jam;

= 5,0 jam;

= 5,5 jam;

= 6,0 jam;

Perhitungan Hidrologi

R 0,5

R 6
= 24
6 0,5

R 1,0

R
= 24
6

R 1,5

R 6
= 24
6 1,5

R 2,0

R
= 24
6

R 2,5

R 6
= 24
6 2,5

R 3,0

R
= 24
6

R 3,5

R 6
= 24
6 3,5

R 4,0

R 6
= 24

6 4,0

R 4,5

R
= 24
6

R 5,0

R 6
= 24
6 5,0

R 5,5

R
= 24
6

R 6,0

R 6
= 24
6 6,0

6

1,0

6

2,0

6

3,0

4,5

6

5,5

= 0,874R 24
= 0,550R 24
= 0,420R 24
= 0,347R 24
= 0,299R 24
= 0,265R 24
= 0,239R 24
= 0,218R 24
= 0,202R 24
= 0,188R 24
= 0,177R 24
= 0,167R 24

III - 15

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

7. Nisbah Hujan Jam-jaman


Berdasarkan persentase kejadian hujan terpusat diatas, maka dilakukan
distribusi hujan pada setiap jam kejadian hujan tersebut terhadap curah
hujan efektif 1 (satu) hari (R24). Pendekatan persamaan tersebut adalah :

R t = t .R t (t 0.5)(R t 1 )
dengan :
Rt

persentase intensitas hujan rerata dalam t jam.

Rt-1

persentase intensitas hujan rerata dalam (t - 0.5) jam.

8. Koefisien Pengaliran
Pada saat hujan turun sebagian akan meresap ke dalam tanah dan
sebagian lagi akan menjadi limpasan permukaan. Koefisien pengaliran
adalah suatu variable untuk menentukan besarnya limpasan permukaan
tersebut dimana penentuannya didasarkan pada kondisi Daerah Aliran
Sungai dan kondisi hujan yang jatuh di daerah tersebut.
Berdasarkan
arkan kondisi fisik wilayah dan jenis penggunaan lahannya besarnya
nilai koefisien pengaliran ditentukan sebagai berikut:

Tabel 3.10. Koefisien Pengaliran

Deskripsilahan/karakter permukaan
Business
Perkotaan
Pinggiran
Perumahan
Rumah tunggal
Multiunit, terpisah
Multiunit, tergabung
Perkampungan
Apartemen
Industri
Ringan
Berat

Perhitungan Hidrologi

Koefisien aliran, C

0,70 0,95
0,50 0,70
0,30 0,50
0,40 0,60
0,60 075
0,25 0,40
0,50 0,70
0,50 0,80
0,60 0,90

III - 16

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

9. Analisis Hujan Netto


Dari data hujan harian maksimum
maksimum tahunan yang telah diproses untuk
mendapatkan

besarnya

curah

hujan

rancangan,

maka

untuk

mendapatkan curah hujan netto harus dikalikan dengan nilai koefisien


pengaliran C. Berdasarkan hasil perhitungan nisbah hujan jam-jaman
jam
diatas, maka dari curah hujan
hujan rancangan tersebut didapatkan hujan netto
jam-jaman.
Hujan netto adalah bagian total yang menghasilkan limpasan langsung
(direct run-off),
off), yang terdiri dari limpasan permukaan dan limpasan bawah
permukaan. Dengan menganggap bahwa proses tranformasi hujan
hu
menjadi limpasan langsung mengikuti proses linier dan tidak berubah oleh
waktu (linier and time invariant process), maka hujan netto Rn dinyatakan
sebagai berikut :

Rn = C R
dengan :
Rn

= hujan netto (mm/hari)

= koefisien pengaliran

= curah hujan harian maksimum


maksimu rancangan (mm/hari)

Curah hujan netto jam-jaman


jam jaman merupakan hasil perkalian antara curah
hujan rancangan dengan kala ulang tertentu dengan koefisien pengaliran,
dan dengan memperhitungkan distribusi jam-jaman
jam jaman yang telah terukur
teruku di
lapangan.
Perhitungan sebaran hujan jam-jaman
jam jaman adalah sebagai berikut :
t = 0,5 jam; R 0,5 = 0.5(0.874R 24 ) (0,5 0,5)(R 11 ) = 0.437R 24
t = 1,0 jam; R 1 = 1,0(0,550R24 ) (1,0 0,5)(0,874R 24 ) = 0,114R24
t = 1,5 jam; R 1,5 = 1,5(0,420R 24 ) (1,5 0,5)(0,550R 24 ) = 0,080R 24
t = 2,0 jam; R 2 = 2,0(0,347R 24 ) (2,0 0,5)(0,420R 24 ) = 0.063R 24

t = 2,5 jam R 2,5 = 2,5(0,299R 24 ) (2,5 0,5)(0,347 R 24 ) = 0.054R 24


t = 3,0 jam; R 3 = 3,0(0,265R 24 ) (3,0 0,5)(0,299R 24 ) = 0.047R 24
t = 3,5 jam R 3,5 = 3,5(0,239R 24 ) (3,5 0,5)(0,265R 24 ) = 0.042R 24
t = 4,0 jam; R 4 = 4,0(0,218R 24 ) (4,0 0,5)(0,239R 24 ) = 0.038R 24

t = 4,5 jam; R 4,5 = 4,5(0,202R 24 ) (4,5 0,5)(0,218R 24 ) = 0.035R 24


t = 5,0 jam; R 5 = 5,0(0,188R 24 ) (5,0 0,5)(0,202R 24 ) = 0.032R 24
t = 5,5 jam; R 5,5 = 5,5(0,177R 24 ) (5,5 0,5)(0,188R 24 ) = 0.030R 24
Perhitungan Hidrologi

III - 17

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

t = 6,0 jam; R 6 = 6,0(0,167R 24 ) (6,0 0,5)(0,177 R 24 ) = 0.029R 24


Tabel 3.11. Distribusi Hujan Jam-jaman
JAM
KE

RASIO

KUMULATIF

0.5

43.68%

43.68%

11.35%

55.03%

1.5

7.96%

63.00%

6.34%

69.34%

2.5

5.35%

74.69%

4.68%

79.37%

3.5

4.18%

83.55%

3.80%

87.36%

4.5

3.50%

90.86%

3.25%

94.10%

5.5

3.04%

97.14%

2.86%

100.00%

Sumber : Perhitungan Konsultan


1,20

1,00
90,86%

94,10%

97,14%

100,00%

87,36%
83,55%
79,37%
74,69%

0,80

0,60

0,40

Prosentase Kumulatif( %)

69,34%
63
63,00%
55,03%
43,68%

0,20

0,00
0,0

1,0

2,0

Waktu
3,0 (Jam)

4,0

5,0

6,0

Gambar 3.2 Pola Distribusi Hujan

Perhitungan Hidrologi

III - 18

Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase

Tabel 3.12. Distribusi Hujan Netto Jam-jaman

10. Debit Rencana


Besarnya debit rencana untuk drainase akan dihitung berdasarkan formula
rasional dari Jepang
Q = 0.227 x C x I x A
Dimana :
Q

= debit (m2/det)

= Koefisien pengaliran

= intensitas hujan (mm/jam)

= luas daerah pematusan (km2)

Perhitungan Hidrologi

III - 19

Anda mungkin juga menyukai