Anda di halaman 1dari 6

PBL 1 DISKUSI KASUS I NASIB SI KEMBAR SIAM Di suatu daerah terjadi kelahiran kembar siam dua orang anak

laki, bayi Nono dan bayi Nano. Kedua pasien di bawa ke RSMS dalam keadaan sehat, dan baik. Hasil pemeriksaan dokter, menemukan bahwa bayi kembar siam tersebut masing-masing memiliki organ lengkap kecuali paru. Upaya pemisahan kedua bayi kembar siam tersebut hanya dapat menyelamatkan satu bayi sementara bayi yang lain harus dikorbankan. Sementara membiarkan keduanya tetap menjadi kembar siam akan megakibatkan kesulitan baik secara fisik maupun mental untuk keduanya di masa yang akan datang. Dengan berbagai pertimbangan (harm, health benefit, autonomy, vulnerability), tim dokter akhirnya memutuskan untuk menyelamatkan bayi Nano yang mempunyai peluang lebih besar untuk hidup dibandingkan bayi Nono. Tim dokter mendiskusikan hal ini dengan keluarga (orang tua) dari kedua bayi. Kedua orang tua sang bayi mengharapkan yang terbaik bagi bayinya, tetapi tetap tidak mau mengorbankan salah satu bayinya. Setelah melakukan diskusi yang panjang, akhirnya dengan terpaksa kedua orang tua sang bayi bersedia menandatangani lembar informed consent. Bayi Nano selamat, sedangkan bayi Nono meninggal dunia. Karena merasa harapannya agar keduanya bisa selamat tidak terkabulkan, keluarga tersebut menuntut tim dokter.

Pertanyaan : 1. Klarifikasikan istilah-istilah yang tidak anda pahami! Kembar adalah Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan 2 janin atau lebih. Kehamilan kembar lebih banyak terjadi pada kehamilan yang berasal dari fertilisasi in vitro (bayi tabung) daripada kehamilan spontan.. Prawirohardjo (1948). Kembar dibagi lagi menjadi 2 yakni kembar dizigot dan monozigot. Kembar dizigot terjadi karena pelepasan dua oosit dan pembuahan oleh

spermatozoa yang berbeda. Kembar monozigot terjadi satu ovum yang dibuahi oleh 2 sperma (embriologi kedokteran)

Kehamilan kembar monozigotik atau disebut juga identik adalah kehamilan kembar yang terjadi dari 1 telur yang dibuahi oleh 1 sperma. Untuk alasan yang tidak diketahui, telur yang sudah dibuahi membelah menjadi dua atau lebih embrio pada perkembangan tahap pertama. Kembar identik pada umumnya memiliki ari-ari yang sama tetapi kantung amnion yang terpisah pada rahim. Pada kasus yang jarang terjadi, kembar identik memiliki 1 kantung amnion. Kedua anak tersebut memiliki jenis kelamin yang sama, rupa sama, sidik jari dan telapak sama. Kehamilan ini jarang terjadi kembar siam adalah terjadi jika satu sel telur berkembang menjadi dua janin, dalam beberapa kasus yang terjadi telur yang dibuahai gagal untuk memisahkan sepenuhnya. Bayi yang berkembang dari pemisahan parsial ini disebut kembar siam (detikhelath.com, 2011). Pemisahan kedua janin yang tidak sempurna satu sama lain (embriologi kedokteran) informed consent adalah persetujuan yang diberikan pasien kepada dokter setelah diberi penjelasan (etika kedokteran &hukum kesehatan). Yang dimaksud informed disini adalah semua keadaan yang berhubungan dengan penyakit pasien dan tindakan medik apa yang akan dilakukan dokter serta hal-hal lain apa yang perlu dijelaskan dokter atas penyatataan pasien dan keluarga (etika kedokteran) Harm : kerugian, kejahatan, kerusakan, kesalahan. health benefit : memberikan manfaat kepada kesehatan. autonomy : menghargai hak setiap individu ,contohnya: dokter menghargai pilihan dan kerahasiaan pasien. vulnerability : kerentanan,kerentanan di lihat dari aspek biologis dan sosial

(Ratna Suprapti Samil, 2001) 2. Menurut anda, dilema etik apakah yang dihadapi oleh dokter? Pasien datang dengan bayi kembar siam masing-masing memiliki organ lengkap kecuali paru. Upaya pemisahan kedua bayi kembar siam tersebut hanya dapat menyelamatkan satu bayi sementara bayi yang lain harus dikorbankan. Sementara membiarkan keduanya tetap menjadi kembar siam akan megakibatkan kesulitan baik secara fisik maupun mental untuk keduanya di masa yang akan datang. Team dokter mengupayakan untuk menyelamatkan bayi yang memiliki peluang hidup lebih besar. Setelah berdiskusi dengan

keluarga dan pihak keluarga setuju dengan mengisi inform consent maka selamatlah salah seorang bayi. Namun karena keluarga ingin dua-duanya selamat dan keinginan tersebut tidak tercapai maka pihak keluarga menuntut dokter tersebut. Masalah dilemma etik yaitu dokter bingung dengan pengambilan keputusan apakah akan di lakukan pemisahan bayi kembar siam yang memang hanya akan selamat seseorang,namun keluarga anak tersebut menginginkan keduanya selamat. 3. Prinsip-prinsip dasar moral apakah yang mendasari setiap orang dalam mengambil keputusan? Jelaskan! 1. advokasi : melindungi pasien terhadap pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien,menurut gadow 1983 dalah bantuan secara aktif kepada individu untuk secara bebas menentukan nasib nya sendiri. 2. akuntabilitas : mempertanggung jawab kan semua tindakan dan dapat menerima konsekuensinya sendiri. 3.loyality : bersikap profesional,dapat menentukan masalah dan prorioritas yg akan dilakukan. (Ratna Suprapti Samil, 2001) 4. Jika anda menjadi salah satu dari tim dokter, keputusan apakah yang dipilih? Mengapa begitu? Saya akan menyerahkan keputusan sepenuhnya pada pasien namun dengan menjelaskan tindakan dengan bahasa yang dapat dimengerti pasien. Karena salah satu hak pasien yang penting dalam hukum kedokteran adalah hak atas informasi (Deklarasi Libanon 1981 menjelaskan secara lebih lengkap tentang hak-hak pasien). Informasi yang akan saya berikan meliputi: Tindakan yang akan diambil Resikonya Kemungkinan akibat yang akan timbul berikut jenis tindakan yang di lakukan untuk dapat mengatasinya Kemungkinan yang akan terjadi bila tindakan tidak dilakukan dan Prognosis

Informasi yang akan diberikan disampaikan dalam bahasa yang sederhana, tetapi cukup lengkap. Pasien harus di bimbing agar dapat memutuskan secara mandiri dan

bertanggung jawab. Persetujuan pasien atas tindakan setelah diinformasikan terlebih dahulu disebut Informed consent. Dalam memberikan informasi tersebur dokter sebaiknya melihat keadaan kapan informasi tersebut sebaiknya di berikan. Sebagai contoh jangan memberikan informasi ketika hal tersebut dapat menambah sakit pasien, pasien belum tenang, pasien masih di bawah umur, informasi tersebut bisa diberitahukan pada keluarga pasien terlebih dahulu. Selanjutnya pasien berhak mengakhiri atau memutuskan langkah apa yang akan diambil. 5. Jika anda menjadi orang tua bayi kembar siam tersebut, keputusan apakah yang akan dipilih? Mengapa begitu? Saya akan memutuskan untuk menerima atau menolak tindakan tersebut sesudah saya memperoleh informasi yang jelas. Karena salah satu hak pasien yang penting dalam hukum kedokteran adalah hak atas informasi (Deklarasi Libanon 1981 menjelaskan secara lebih lengkap tentang hak-hak pasien). (Ratna Suprapti Samil, 2001) 6. Siapakah yang berhak menentukan pilihan kehidupan bagi kedua bayi tersebut? Orangtua bayi bersangkutan, dokter hanya memiliki wewenang untuk menyarankan dan mengarahkan dalam mengambil keputusan yang terbaik sesuai dengan keadaan dan peluang. 7. Apakah yang anda ketahui tentang informed consent? Informed consent adalah persetujuan yang diberikan oleh pasien atau walinya yg berhak kepada dokter untuk melakukan suatu tindakan medis terhadap pasien sesudah pasien atau wali itu memeperoleh informasi lengkap dan memahami tindakan itu. dengan kata lain, informed consent juga disebut persetujuan tindakan medis. Ada 2 macam yaitu expressed, dapat secara lisan atau tulisan. Implied, yang dianggap telah diberikan. Bila dalam lisan itu untuk tindakan-tindakan rutin contohnya adalah pengambilan tindakan yang menyebabkan hilangnya nyawa atau cacat permanen. Informed consent dianggap sebagai suatu yang baik karena : 1. meningkatkan kemandirian seseorang 2. melindungi pasien 3. menghindari penipuan dan pemerasan 4. memacu sikap teliti pada pihak dokter

5. meningkatkan keikutsertaan masyarakat (Ratna Suprapti Samil, 2001) 8. Resume : a. Apakah yang dimaksud dengan dilema etik? Dilema etik merupakan suatu masalah yang sulit dimana tidak ada alternatif yang memuaskan atau suatu situasi dimana alternatif yang memuaskan dan tidak memuaskan sebanding. Dalam dilema etik tidak ada yang benar atau salah. Untuk membuat keputusan yang etis, seseorang harus tergantung pada pemikiran yang rasional dan bukan emosional. Kerangkan pemecahan dilema etik banyak diutarakan dan pada dasarnya menggunakan kerangka proses keperawatan / pemecahan masalah secara ilmiah (Thompson & Thompson, 1985). b. Menurut anda, apakah yang akan anda lakukan jika anda mengalami dilema etik? Kozier et. al (2004) menjelaskan kerangka pemecahan dilema etik sebagai berikut : 1. Mengembangkan data dasar 2. Mengidentifikasi konflik 3. Membuat tindakan alternatif tentang rangkaian tindakan yang direncanakan dan mempertimbangkan hasil akhir atau konsekuensi tindakan tersebut 4. Menentukan siapa pengambil keputusan yang tepat 5. Mendefinisikan kewajiban perawat 6. Membuat keputusan KEPUSTAKAAN :

Kozier B., Erb G., Berman A., & Snyder S.J, (2004), Fundamentals of Nursing Concepts, Process and Practice 7th Ed., New Jersey: Pearson Education Line

Taylor C., Lilies C., & Lemone P. (1997), Fundamentals of Nursing, Philadelphia : Lippincott

Ratna Suprapti Samil (2001), Etika Kedokteran Indonesia, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo

Nb : apabila hal tersebut merupaka risiko dari tindakan yang telah disebutkan dalam persetujuan tertulis maka pasien tidak bisa menuntut. Maka dokter perlu memeberika informasi sejelasjelasnya agar pasien dapat memeprtimbangkan tindakan apa yang akan di ambil. Contoh informasinya yaitu : a. sifat dan tujuan tindakan medic b. keadaan pasien yang memerlukan tindkan medis c. risiko dari tindakan itu apabila dilakukan atau tidak.

Anda mungkin juga menyukai