Anda di halaman 1dari 40

LALU LINTAS JALAN RAYA

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Ilmu pengetahuan pada dasarnya bersumber pada rasio dan fakta. Mereka yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran mengembangkan faham yang disebut rasionalisme. Sedang mereka yang menyatakan bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan paham empirisme. Kaum rasionalisme menyatakan alam nyata dan gaib adalah ilmu pengetahuan, sedang kaum empirisme menganggap bahwa yang nyata saja yang termasuk ilmu pengetahuan sedang yang gaib bukan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berdasarkan obyek dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Obyek ertikal !tran"endental) menyangkut sang pen"ipta dan sifat#sifatnya, kata#kata sang pen"ipta b) Obyek horisontal menyangkut "iptaan$ya seperti manusia, alam binatang, alam tumbuh#tumbuhan, alam benda materi, dan alam jagad raya, ") Obyek alam rekayasa merupakan buatan manusia. %ari obyek#obyek diatas dibuat kajian sebagai berikut: a) &eligious studies b) S"ien"e ") 'ngineering and (e"hnology. )engertian teknologi yang tertua, sangat sederhana dan paling umum dikenal orang ialah barang buatan manusia, konsep kedua pengertian teknologi adalah kegiatan manusia yang efisien dan bertujuan. 'fisiensi adalah konsep yang menunjukkan perbandingan terbaik antara suatu kerja dengan hasilnya. *ertujuan berarti kegiatan manusia itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan, meme"ahkan masalah atau mengatasi kesulitan tertentu. Konsep ketiga tentang teknologi adalah kumpulan pengetahuan.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

,i il engineering !keinsinyuran sipil), (ransportation !pengangkutan), 'nergy "on ersion !perubahan tenaga), Materials and pro"esses !bahan dan proses), Me"hani"al and 'le"tro# me"hani"al te"hnology !teknologi mekanis dan elektro mekanis), ,ommuni"ation and re"ords !komunikasi dan rekaman), -gri"ulture and food te"hnology !pertanian dan teknologi pangan), Industrial Organi.ation !organisasi perindustrian), Military te"hnology !teknologi militer), Industrial -r"heology !ilmu purbakala perindustrian). Indonesia dewasa ini menghadapi permasalahan ke"elakaan lalu lintas jalan yang "ukup serius, dimana setiap tahun ter"atat /.012 orang meninggal akibat ke"elakaan lalu lintas jalan tersebut !M-*'S )olri, 3445). (ingginya korban ke"elakaan tersebut disadari telah mendorong tingginya biaya pemakai jalan, dan se"ara ekonomi menyebabkan terjadinya pemborosan sumber daya. *erbagai upaya penanganan juga telah dilakukan untuk mengurangi jumlah dan kelas ke"elakaan lalu lintas jalan (accident severity) tersebut. $amun demikian, pelaksanaan upaya#upaya penanganan masalah ke"elakaan tersebut pada umumnya belum mempertimbangkan aspek ekonomi, karena belum adanya suatu metode6pendekatan yang diterapkan dalam menilai besaran ke"elakaan lalu lintas jalan tersebut. Sehingga belum terlalu jelas seberapa besar manfaat dari dana in estasi yang digunakan dalam progam penanganan masalah ke"elakaan lalu lintas terhadap pengurangan tingkat ke"elakaan lalu lintas. Oleh karena itu, dengan semakin besarnya perhatian yang diberikan dalam upaya#upaya penanganan masalah ke"elakaan lalu lintas dimasa mendatang, maka perlu dikembangkan pedoman tata "ara perhitungan besaran ke"elakaan lalu lintas jalan dan penerapannya dalam penilaian kelayakan ekonomi dalam progam penanganan masalah ke"elakaan lalu lintas jalan. )endekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah Metode The Gross Output (Human Capital Approach), dengan menghitung nilai diskon seluruh sumber daya yang hilang dari semua pihak akibat ke"elakaan. %isadari bahwa metode ini belum men"akup

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

kompensasi akibat adanya rasa sakit, takut dan penderitaan namun diharapkan pedoman ini sebagai salah satu metode yang disepakati dapat menjadi a"uan bagi para peren"ana transportasi atau ekonomi transportasi dalam memprakirakan besaran biaya ke"elakaan lalu#lintas Indonesia, dalam mengestimasi kerugian akibat ke"elakaan lalu#lintas. %engan adanya pedoman ini perhitungan besaran biaya ke"elakaan lalu lintas pada ruas jalan kota dan jalan antar kota menjadi lebih mudah dan dapat diseragamkan. %engan demikian, perselisihan dalam penentuan manfaat suatu usulan upaya penanganan ataupun perbaikan infrastruktur dalam kerangka peningkatan keselamatan lalulintas dapat dihindarkan.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

B. Masalah Penulisan -dapun beberapa masalah dalam penulisan ini : +. 3. 5. -pa itu teknik transportasi 7 -pa dan bagaimana jalan perkotaan tersebut 7 *agaimana upaya terhadap masalah biaya ke"elakaan lalu lintas 7

C. Tujuan Penulisan *eberapa masalah diatas dapat kita selesaikan dengan tujuan yang akan kita bahas yakni : +. 3. 5. Membahas se"ara terbuka tentang teknik transportasi Membahas defenisi serta karateristik jalan perkotaan Menanggapi permasalahan biaya ke"elakaan lalu lintas menggunakan Metoda (he 8ross Output D. Metode Penulisan )enulis menggunakan metode kepustakaan dimana data diambil dari referensi yang berguna untuk memperkuat usaha penyempurnaan karya tulis.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

*-* II )'M*-:-S-$
A. Teknik Transportasi 1. Pengertian mum

(eknik (ransportasi menurut kamus adalah penerapan dari sains dan matematika dimana sifat#sifat .at dan sumber#sumber energi alami ini dipakai untuk mengangkut penumpang dan barang dengan suatu "ara yang berguna bagi manusia. (eknik transportasi saat ini dapat digolongkan sebagai suatu bidang tunggal tertentu dengan metode dan pendekatan yang tertentu pula. (eknik transportasi menggabungkan banyak disiplin ilmu yang mempunyai karakteristik dan pendekatan yang berlainan, walaupun keseluruhannya tergabung menjadi satu dengan pemakaian metode ilmiah dan aturan#aturan dasar tertentu. )ara insinyur yang berke"impung dalam aktifitas berbeda dapat menggolongkan dirinya sebagai insinyur transportasi, insinyur perkerasan jalan, pelabuhan udara, dan jembatan merasa bertanggung jawab atas desain yang ditujukan untuk transportasi itu, begitu pula para insinyur yang mendesain saluran6terusan, jalan kereta api, pelabuhan laut, mesin kendaraan, lokomotif dan kereta penumpang. ;alaupun banyak "ara untuk mengatur dan menghubungkan bidang#bidang yang ter"akup dalam teknik transportasi suatu "ara terbaik adalah membagi ruang lingkup teknik transportasi dalam dua kategori, kategori pertama adalah insinyur system transportasi yang biasa disebut peren"ana sistem,umumnya mereka tidak berhubungan langsung dengan desain spesifik ataupun data operasi dari sistem transportasi tapi memfokuskan perhatian pada hubungan antara sistem. Kategori kedua adalah mereka yang disebut insinyur komponen system yang men"urahkan perhatian pada rin"ian spesifik dari system transportasi. :ubungan antara kedua kategori dapat dilihat pada gambar + berikut. MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI 1

LALU LINTAS JALAN RAYA

(ujuan utama teknik sistem transportasi adalah untuk menemukan dan menentukan kombinasi yang optimum dari sarana transportasi dan metode untuk pengopersian pada suatu daerah tertentu. Salah satu pendekatan yang sering digunakan dalam peren"anaan sistem atau proses desain adalah: a) %efenisi masalah, b) Kebutuhan atau tujuan yang hendak di"apai dengan perbaikan desain, ") Spesifikasi alternatif penyelesaian masalah, d) ' aluasi alternatif penyelesaian masalah e) )emilihan alternatif yang terbaik.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

8ambar +. &uang lingkup teknik transportasi !. Peran Transportasi "alam Pening#atan Mo$ilitas

-utoriti lokal pada umumnya berhadapan dengan peningkatan masalah kema"etan dan polusi berkaitan dengan pertumbuhan tetap dari populasi lalu#lintas kendaraan bermotor. Masyarakat berpindah keluar kota berkaitan dengan buruknya kondisi lingkungan, peningkatan pemilik kendaraan, dan perjalanan yang lebih "epat telah memberikan

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

<

LALU LINTAS JALAN RAYA

kenaikan untuk menyebarkan struktur urban, didominasi olume besar lalu#lintas motor. -kan tetapi transport juga merupakan tantangan dalam hal perlindungan iklim: pada 34+4, transport akan menjadi konstributor tunggal terbesar untuk emisi gas rumah ka"a. (ransportasi adalah diantara masalah yang tak terbendung yang harus dihadapi dan diperlukan, terlibat dan mengejut dalam kehidupan modern. Karena itu sering berperan penting bagi orang yang -uto#Mobilitasnya tinggi: pengemudi kendaraan barang, kendaraan pribadi dengan sendirinya ikut berperan membuat keadaan ma"et dimana# mana. (ransport juga membebankan kebisingan, polusi asap dan keadaan jalan yang berbahaya bagi manusia yang hidup, tinggal, kerja, berbelanja di dalam kota. =ntuk didalam kota kini kendaraan telah menyebabkan beban polusi nomor satu. $amun demikian, tanpa kendaraan kehidupan tidak bergerak lagi. Kendaraan membuat kota rusak, tetapi apakah kota tanpa kenderaan masih dapat berfungsi7 Sejak abad ke +/ sampai dengan perang dunia kedua, keterkaitan ruang hidup dan kerja di berbagai kota dan desa telah terbuka dengan adanya sarana angkutan massal, khususnya jalan raya, perkereta#apian serta angkutan laut dan sungai serta udara. :al ini telah memungkinkan terbangunnya transportasi dari struktur daerah tradisional dalam rangka penelusuran angkutan produk pertanian dan industri. >ebih lanjut jaringan rel sudah lama berfungsi sebagai angkutan umum dan juga angkutan barang. $amun demikian dalam dekade terakhir, sekitar tahun tujuh puluhan perkereta#apian di -"eh di musnahkan, jaringan rel dan stasiun yang ada di bongkar. Sampai saat ini tidak terkesan jejaknya, sehingga dinamika perpindahan barang logistik di -"eh di dominasi oleh angkutan jalan raya !transportasi monokultur).

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

Sejak tahun +/14 transportasi kota tumbuh berlomba se"ara tidak seimbang antara kenderaan indi idu dan kenderaan umum. %engan berkembangnya penggunaan motor se"ara massal, pembangunan jaringan jalan dan perubahan struktur pemukiman dan penggunaan lahan telah membuat angkutan umum tradisional tersingkir. :ari ini, hidup dan berkerja di kota dalam banyak hal telah di dominasi kendaraan, pemukiman di sekitar kota dan desa tanpa kendaraan hampir sama sekali tak dapat di"apai.+14 perjalanan hidup harian dan style hidup manusia menjadi berbeda dan lebih bersendirian dan kemampuan mobilitas tumbuh pesat, sehingga pertumbuhan pendapatan dan waktu luang dalam ruang waktu dan finansial dapat di organisir. Struktur pemukiman kampung dan perkotaan terasa perlu diran"ang padu dengan dinamika transportasi. %alam peran"angan jaringan transportasi, daerah dijadikan konsentrasi titik antara pengamatan sebagai bagian yang akan mengoptimalkan dan memampukan pembangunan sistem angkutan. )embangunan jalan#jalan memperkuat per"ampuran bangunan#jalan dan konsentrasi pemadatan ruang struktur pemukiman. :al ini tidak hanya menyebabkan meningkatnya kemampuan transport, melainkan dalam waktu yang sama menguatkan terbukanya ruang berlalu lalang yang berbentuk gang untuk angkutan antara satu bangunan ke bangunan yang lain. -pabila tidak diran"ang dengan baik, akan mengakibatkan khaosnya aliran transportasi dan tata ruang struktur pemukiman juga akan mengalami gangguan ke"elakaan.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

B. De enisi dan !arateristik "alan Perkotaan ?alan perkotaan adalah jalan yang terdapat perkembangan se"ara permanen dan menerus di sepanjang atau hampir seluruh jalan, minimum pada satu sisi jalan, baik berupa perkembangan lahan atau bukan. @ang termasuk dalam kelompok jalan perkotaan adalah jalan yang berada didekat pusat perkotaan dengan jumlah penduduk lebih dari +44.444 jiwa. ?alan di daerah perkotaan dengan jumlah penduduk yang kurang dari +44.444 juga dapat digolongkan pada kelompok ini jika perkembangan samping jalan tersebut bersifat permanen dan terus menerus. ?alan dikelompokkan sesuai fungsi jalan. Aungsi jalan tersebut dikelompokkan sebagai berikut : a) ?alan -rteri jalan yang melayani lalu lintas khususnya melayani angkutan jarak jauh dengan ke"epatan rata#rata tinggi serta jumlah akses yang dibatasi. b) ?alan Kolektor jalan yang melayani lalu lintas terutama terutama melayani angkutan jarak sedang dengan ke"epatan rata#rata sedang serta jumlah akses yang masih dibatasi. ") ?alan >okal jalan yang melayani angkutan setempat terutama angkutan jarak pendek dan ke"epatan rata#rata rendah serta akses yang tidak dibatasi. Karakteristik suatu jalan akan mempengaruhi kinerja jalan tersebut. Karakteristik jalan tersebut terdiri atas beberapa hal, yaitu : a) 8eometrik b) Komposisi arus dan pemisahan arahB olume lalu lintas dipengaruhi komposisi arus lalu lintas, setiap kendaraan yang ada harus dikon ersikan menjadi suatu kendaraan standar. ") )engaturan lalu lintas, batas ke"epatan jarang diberlakukan didaerah perkotaan

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

+4

LALU LINTAS JALAN RAYA

Indonesia, dan karenanya hanya sedikit berpengaruh pada ke"epatan arus bebas. d) :ambatan sampingB banyaknya kegiatan samping jalan di Indonesia sering menimbulkan konflik, hingga menghambat arus lalu lintas. e) )erilaku pengemudi dan populasi kendaraanB manusia sebagai pengemudi kendaraan merupakan bagian dari arus lalu lintas yaitu sebagai pemakai jalan. Aaktor psikologis, fisik pengemudi sangat berpengaruh dalam menghadapi situasi arus lalu lintas yang dihadapi. 8eometrik suatu jalan terdiri dari beberapa unsur fisik dari jalan sebagai berikut : a) (ipe jalanB berbagai tipe jalan akan menunjukan kinerja berbeda pada pembebanan lalulintas tertentu, misalnya jalan terbagi, jalan tak terbagi, dan jalan satu arah. b) >ebar jalurB ke"epatan arus bebas dan kapasitas meningkat dengan pertambahan lebar jalur lalu#lintas. ") *ahu6KerebB ke"epatan dan kapasitas jalan akan meningkat bila lebar bahu semakin lebar. Kereb sangat berpengaruh terhadap dampak hambatan samping jalan. :ambatan samping sangat mempengaruhi lalu lintas. Aaktor#faktor yang mempengaruhi hambatan samping adalah : a) )ejalan kaki atau menyebrang sepanjang segmen jalan. b) Kendaraan berhenti dan parkir. ") Kendaraan bermotor yang masuk dan keluar ke6dari lahan samping jalan dan jalan sisi. d) Kendaraan yang bergerak lambat, yaitu sepeda, be"ak, delman, pedati, traktor, dan sebagainya. +. )arameter -rus >alu >intas *erdasarkan MK?I +//< fungsi utama dari suatu jalan adalah memberikan pelayanan transportasi sehingga pemakai jalan dapat berkendaraan dengan aman dan nyaman. )arameter arus lalu lintas yang merupakan faktor penting dalam peren"anaan lalu lintas adalah olume, ke"epatan, dan kerapatan lalu lintas.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

++

LALU LINTAS JALAN RAYA

1.

%olume (&)

Colume adalah jumlah kendaraan yang melewati satu titik pengamatan selama periode waktu tertentu. Colume kendaraan dihitung berdasarkan persamaan :
&= ' T

dengan : D E olume !kend6jam) $ E jumlah kendaraan !kend) ( E waktu pengamatan !jam) )enggolongan tipe kendaraan untuk jalan dalam kota berdasarkan MK?I +//< adalah sebagai berikut: a) Kendaraan ringan 6 (ight %ehicle !>C). Kendaraan bermotor beroda empat, dengan dua gandar berjarak 3,4 F 5,4 m !termasuk kendaraan penumpang, opelet, mikro bis, angkot, mikro bis, pi"k#up, dan truk ke"il) b) Kendaraan berat 6 Heavy %ehicle !:C). Kendaraan bermotor dengan jarak as lebih dari 5,14 m, biasanya beroda lebih dari empat, !meliputi : bis, truk dua as, truk tiga as dan truk kombinasi sesuai sistem klasifikasi *ina Marga) ") Sepeda motor 6 Motor Cycle !M,) Kendaraan bermotor dengan dua atau tiga roda !termasuk sepeda motor, kendaraan roda tiga sesuai sistem klasifikasi *ina Marga) d) Kendaraan tak bermotor 6 nmotorised !=M) Kendaraan bertenaga manusia atau hewan di atas roda !meliputi sepeda, be"ak, kereta kuda dan kereta dorong sesuai sistem klasifikasi *ina Marga). *erbagai jenis kendaraan dieki alensikan ke satuan mobil penumpang dengan menggunakan faktor eki alensi mobil penumpang !emp), emp adalah faktor yang

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

+3

LALU LINTAS JALAN RAYA

menunjukkan berbagai tipe kendaraan dibandingkan dengan kendaraan ringan. $ilai emp untuk berbagai jenis tipe kendaraan dapat dilihat pada (abel + dan (abel 3. (abel +. 'ki alensi Kendaraan )enumpang !emp) untuk ?alan )erkotaan (ak (erbagi
emp (ipe ?alan (ak (erbagi -rus lalu lintas total dua arah !kendaraan6jam) :C M, >ebar jalur lalu#lintas ;" !m) G2m %ua#lajur tak#terbagi !363 =%) 'mpat#lajur tak#terbagi !963 =%) 4 I +044 4 I 5<44 +,5 +,3 +,5 +,3 4,14 4,51 4,94 4,31 H2m 4,94 4,31

Sumber : MK?I +//< (abel 3. 'ki alensi Kendaraan )enumpang !emp) untuk ?alan )erkotaan (erbagi dan Satu -rah
(ipe jalan:?alan satu arah dan ?alan terbagi -rus lalu lintas per lajur kend6jam 4 I +414 4 I++44 emp :C +.5 +.3 +.5 +.3 M, 4.9 4.31 4.9 4.31

%ua#lajur satu#arah !36+) 'mpat#lajur terbagi !963%) (iga#lajur satu#arah !56+) 'nam#lajur terbagi !263%)

Sumber : MK?I +//< !. )ecepatan (%) Ke"epatan adalah jarak tempuh kendaraan dibagi waktu tempuh
= d t

dengan: = E Ke"epatan !km6jam) MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI +5

LALU LINTAS JALAN RAYA

d E jarak tempuh !km) t E waktu tempuh !jam) *erbagai ma"am jenis ke"epatan yaitu : a) b) Ke"epatan bintik !*pot *peed) adalah ke"epatan sesaat kendaraan pada Ke"epatan rata#rata ruang !*pace Mean *peed) adalah ke"epatan rata#rata 5.2nd titik6lokasi jalan kendaraan disepanjang jalan yang diamati
s

t
n =+

dengan : =s E ke"epatan rata F rata ruang !km6jam) t E waktu perjalanan !detik) d E jarak !meter) n E banyaknya kendaraan yang diamati ") Ke"epatan rata#rata waktu !Time Mean *peed) adalah ke"epatan rata#rata yang menggambarkan ke"epatan rata#rata dari seluruh kendaraan yang melewati satu titik pengamatan pada waktu tertentu
i

n =+

n
E ke"epatan rata F rata waktu !km6jam) E ke"epatan kendaraan !km6jam) E jumlah kendaraan Ke"epatan rata#rata perjalanan !Average Travel *peed) dan ke"epatan jalan.

dengan : =t = n d)

;aktu perjalanan adalah total waktu tempuh kendaraan untuk suatu segmen jalan yang ditentukan. ;aktu jalan adalah total waktu ketika kendaraan dalam keadaan bergerak !berjalan) untuk menempuh suatu segmen jalan tertentu. e) Operating Speed dan )er"entile Speed +9

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

Operating speed adalah ke"epatan aman maksimum kendaraan yang dapat ditempuh kendaraan tanpa melampaui ke"epatan ren"ana suatu segmen jalan. 14 percentile speed adalah ke"epatan dimana 14J kendaraan berjalan lebih "epat dan 14J kendaraan berjalan lebih lambat. 01 percentile speed adalah ke"epatan kritis kendaraan dimana kendaraan yang melewati batas ini dianggap berada di luar batas aman. +1 percentile speed adalah batas ke"epatan minimum suatu kendaraan dimana kendaraan yang berjalan dengan ke"epatan lebih rendah dari ini "enderung menjadi hambatan pada arus lalu lintas dan dapat menyebabkan ke"elakaan. + )erapatan (")

Kerapatan adalah jumlah kendaraan yang menempati panjang jalan yang diamati dibagi panjang jalan yang diamati tersebut. Kerapatan sulit untuk diukur se"ara pasti. Kerapatan dapat dihitung berdasarkan ke"epatan dan olume. :ubungan antara olume, ke"epatan, dan kerapatan adalah sebagai berikut :
"= &

dengan : % E kerapatan lalu lintas !kend6km) D E olume lalu lintas !kend6jam) = E ke"epatan lalu lintas !km6jam) II. Metode )os )engamat (etap )engukuran olume dengan metode pos pengamat tetap dilakukan dengan "ara pengamat berada di pos pengamat yang telah di tentukan. Setiap orang dalam pos pengamat menghitung kendaraan yang lewat di depan pos yang telah ditentukan dan mengklasifikasikan jenis kendaraan sesuai dengan klasifikasi kendaraan yang diperlukan. III. Kinerja ?alan *erdasarkan MK?I +//< (ingkat kinerja jalan berdasarkan MK?I +//< adalah ukuran kuantitatif yang menerangkan kondisi operasional. $ilai kuantitatif dinyatakan dalam kapasitas, derajat

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

+1

LALU LINTAS JALAN RAYA

kejenuhan, derajat iringan, ke"epatan rata F rata, waktu tempuh, tundaan, dan rasio kendaraan berhenti. =kuran kualitatif yang menerangkan kondisi operasional dalam arus lalu lintas dan persepsi pengemudi tentang kualitas berkendaraan dinyatakan dengan tingkat pelayanan jalan. 1. )apasitas Kapasitas didefinisikan sebagai arus maksimum melalui suatu titik di jalan yang dapat dipertahankan per satuan jam pada kondisi tertentu. =ntuk jalan dua lajur dua arah, kapasitas ditentukan untuk arus dua arah !kombinasi dua arah), tetapi untuk jalan dengan banyak lajur, arus dipisahkan per arah dan kapasitas di tentukan per lajur. )ersamaan dasar untuk menentukan kapasitas adalah sebagai berikut :
C = C O ,C- ,C *P ,C *, ,CC*

dengan : , ,O E Kapasitas !smp6jam) E Kapasitas dasar !smp6jam)

A,; E Aaktor penyesuaian lebar jalan A,S) E Aaktor penyesuaian pemisah arah !hanya untuk jalan tak terbagi) A,SA E Aaktor penyesuaian hambatan samping dan bahu jalan A,,S E Aaktor penyesuaian ukuran kota Kapasitas dasar !,O) kapasitas segmen jalan pada kondisi geometri, ditentukan berdasarkan tipe jalan sesuai dengan (abel 5 (abel 5. Kapasitas %asar !,O) ?alan )erkotaan
(ipe jalan 'mpat#lajur terbagi atau ?alan satu# arah 'mpat#lajur tak#terbagi %ua#lajur tak#terbagi Kapasitas dasar !smp6jam) +214 +144 3/44 ,atatan )er lajur )er lajur (otal dua arah

Sumber : MK?I +//<

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

+2

LALU LINTAS JALAN RAYA

Aaktor penyesuaian lebar jalan ditentukan berdasarkan lebar jalan efektif yang dapat dilihat pada (abel 9 (abel 9 Aaktor )enyesuaian Kapasitas -kibat >ebar ?alan !A,;)
(ipe 'mpat#lajur terbagi atau ?alan satu#arah ?alan >ebar efektif jalur lalu# lintas !;") !m) )er lajur 5,44 5,31 5,14 5,<1 9,44 )er lajur 5,44 5,31 5,14 5,<1 9,44 (otal kedua arah 1 2 < 0 / +4 ++ A,;

4,/3 4,/2 +,44 +,49 +,40 4,/+ 4,/1 +,44 +,41 +,4/ 4,12 4,0< +,44 +,+9 +,31 +,3/ +,59

'mpat#lajur tak#terbagi

%ua#lajur tak#terbagi

Sumber : MK?I +//< Aaktor penyesuaian pembagian arah jalan didasarkan pada kondisi dan distribusi arus lalu lintas dari kedua arah jalan atau untuk tipe jalan tanpa pembatas median. =ntuk jalan satu arah atau jalan dengan median faktor koreksi pembagian arah jalan adalah +,4. Aaktor penyesuaian pemisah jalan dapat dilihat pada (abel 1 (abel 1. Aaktor )enyesuaian Kapasitas -kibat )embagian -rah !A,S))
)emisah arah S) !J#J) A,S) %ua#lajur !363) 14#14 +,44 11#91 4,/< 24#94 4,/9 21#51 4,/+ <4#54 4,00

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

+<

LALU LINTAS JALAN RAYA

'mpat#lajur !963)

+,44

4,/01

4,/<

4,/11

4,/9

Sumber : MK?I +//< Aaktor penyesuaian kapasitas akibat hambatan samping untuk ruas jalan yang mempunyai kereb didasarkan pada 3 faktor yaitu lebar kereb !;k) dan kelas hambatan samping. $ilai faktor penyesuaian kapasitas akibat hambatan samping ini dapat dilihat pada (abel 2. (abel 2. Aaktor )enyesuaian Kapasitas -kibat :ambatan Samping !A,SA)
(ipe jalan Kelas hambatan samping Aaktor penyesuaian untuk hambatan samping dan jarak kerb penghalang !A,SA) ?arak kerb penghalang !;k) !m) K 4,1 +,4 +,1 I 3,4 4,/1 4./< 4.// +.4+ 4./9 4./+ 4.02 4.0+ 4./1 4./5 4./4 4.09 4.<< 4./5 4./4 4.02 4.<0 4.20 4./2 4./5 4.0/ 4.01 4./< 4./1 4./3 4.0< 4.0+ 4./1 4./3 4.00 4.0+ 4.<3 4./0 4./1 4./3 4.00 4.// 4./< 4./1 4./4 4.01 4./< 4./1 4./+ 4.09 4.<< +.44 4./0 4./1 4./3 +.4+ +.44 4./< 4./5 4./4 4.// 4./< 4./9 4.00 4.03

963 %

C> > M : C: C> > M : C: C> > M : C:

963 =%

363 = atau ?alan satu#arah %

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

+0

LALU LINTAS JALAN RAYA

Sumber : MK?I +//< Aaktor penyesuaian ukuran kota didasarkan pada jumlah penduduk, Aaktor penyesuaian ukuran kota dapat dilihat pada (abel < (abel <. Aaktor )enyesuaian =kuran Kota !A,,S)
=kuran kota !juta penduduk) G 4,+ 4,+ # 4,1 4,1 # +,4 +,4 # 5,4 H5,4 Aaktor penyesuaian untuk ukuran kota 4,02 4,/4 4,/9 +,44 +,49

Sumber : MK?I +//< !. "era.at )e.enuhan ("*) %erajat kejenuhan !%S) didefinisikan sebagai rasio arus jalan terhadap kapasitas, yang digunakan sebagai faktor utama dalam penentuan tingkat kinerja simpang dan segmen jalan. $ilai %S menunjukkan apakah segmen jalan tersebut mempunyai masalah kapasitas atau tidak. )ersamaan dasar untuk menentukan derajat kejenuhan adalah sebagai berikut:
"* = & C

dengan : %S D , E %erajat kejenuhan E -rus lalu lintas !smp6jam) E Kapasitas !smp6jam)

%erajat kejenuhan digunakan untuk menganalisis perilaku lalu lintas +. )ecepatan Arus /e$as (,%)

Ke"epatan arus bebas !AC) didefinisikan sebagai ke"epatan pada tingkat arus nol yaitu ke"epatan yang akan dipilih pengemudi jika mengendarai kendaraan bermotor tanpa dipengaruhi oleh kendaraan bermotor lain di jalan. )ersamaan untuk penentuan ke"epatan arus bebas mempunyai bentuk umum berikut MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI +/

LALU LINTAS JALAN RAYA

,% = ( ,%O + ,%- ) ,,%*, ,,%C*

dengan : AC AC4 AC; AACSA AAC,S E Ke"epatan arus bebas kendaraan ringan pada kondisi lapangan !km6jam). E Ke"epatan arus bebas dasar kendaraan ringan pada jalan yang diamati !km6jam). E )enyesuaian ke"epatan untuk lebar jalan !km6jam). E Aaktor penyesuaian akibat hambatan samping dan lebar bahu. E Aaktor penyesuaian ukuran kota

Ke"epatan arus bebas ditentukan berdasarkan tipe jalan dan jenis kendaraan sesuai dengan (abel 0 (abel 0. Ke"epatan -rus *ebas %asar untuk ?alan )erkotaan !AC4)
(ipe jalan6 (ipe alinyemen !kelas jarak pandang) 'nam#lajur terbagi !263 %) atau (iga#lajur satu#arah !56+) 'mpat#lajur terbagi !963 %) atau %ua#lajur satu#arah !56+) 'mpat#lajur tak terbagi !963 =%) %ua#lajur tak#terbagi !363 =%) Ke"epatan arus bebas dasar !AC4) !km6jam) Kendaraan Kendaraan Sepeda motor Semua ringan !>C) berat !:C) !M,) Kendaraan !rata# rata) 2+ 13 90 1< 1< 15 99 14 92 94 9< 95 94 11 1+ 93

Sumber : MK?I +//< )enyesuaian ke"epatan arus bebas untuk lebar jalur lalu lintas berdasarkan lebar jalur lalu lintas efektif dan kelas hambatan samping dapat dilihat pada (abel /. >ebar lalu lintas efektif diartikan sebagai lebar jalur tempat gerakan lalu lintas setelah dikurangi oleh lebar jalur akibat hambatan samping. Aaktor penyesuaian ke"epatan arus bebas akibat lebar jalan !AC ;) dipengaruhi oleh kelas jarak pandang dan lebar jalur efektif. (abel / dapat digunakan untuk jalan empat lajur terbagi.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

34

LALU LINTAS JALAN RAYA

(abel /. )enyesuaian Ke"epatan -rus *ebas =ntuk >ebar ?alur >alu#>intas !AC;)
(ipe ?alan 'mpat#lajur terbagi atau ?alan satu arah >ebar jalur lalu lintas efektif jalur lalu#lintas !;") !m) )er lajur 5.44 5.31 5.14 5.<1 9.44 'mpat#lajur tak#terbagi )er lajur 5,44 5,31 5,14 5,<1 9,44 9 %ua#lajur tak#terbagi (otal 1 2 < 0 / +4 ++ 9 2 < #+4 #5 4 5 #9 #3 4 3 #9 #3 4 3 9 AC

Sumber : MK?I +//< Aaktor penyesuaian ke"epatan arus bebas akibat hambatan samping berdasarkan jarak kereb dan penghalang pada trotoar !AACSA). untuk jalan dengan kereb dapat dilihat pada (abel +4. MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI 3+

LALU LINTAS JALAN RAYA

(abel +4. Aaktor )enyesuaian Ke"epatan -rus *ebas =ntuk :ambatan Samping dengan ?arak Kerb )enghalang !AACSA)
(ipe jalan Kelas hambatan samping !SA,) Aaktor penyesuaian untuk hambatan samping dan lebar kereb penghalang !AACSA) ?arak: kereb penghalang !;k) !m) G 4,1 +,4 +,1 H 3,4 +,44 +,4+ +,4+ +,43 4,/< 4,/0 4,// +,44 4./5 4./1 4./< 4.// 4.0< 4./4 4./5 4./2 4.0+ 4.01 4.00 4./3 +.44 +.4+ +.4+ +.43 4./2 4./0 4.// +.44 4./+ 4./5 4./2 4./0 4.09 4.0< 4./4 4./9 4.<< 4.0+ 4.01 4./4 4./0 4.// 4.// +.44 4./5 4./1 4./2 4./0 4.0< 4.0/ 4./3 4./1 4.<0 4.0+ 4.09 4.00 4.20 4.<3 4.<< 4.03

'mpat#lajur terbagi 963 %

'mpat#lajur tak# (erbagi 963 =%

%ua#lajur tak# terbagi 363 =% atau ?alan satu arah

Sangat rendah &endah Sedang (inggi Sangat tinggi Sangat rendah &endah Sedang (inggi Sangat tinggi Sangat rendah &endah Sedang (inggi Sangat tinggi

Sumber : MK?I +//< $ilai faktor penyesuaian untuk pengaruh ukuran kota pada ke"epatan arus bebas kendaraan !AAC,S) dapat dilihat pada (abel ++ (abel ++. Aaktor )enyesuaian Ke"epatan -rus *ebas untuk =kuran Kota !AAC,S)
=kuran kota !?uta )enduduk) G 4,+ 4,+ # 4,1 4,1 # +,4 +,4 # 5,4 H5,4 Aaktor penyesuaian untuk ukuran kota 4./4 4./5 4./1 +.44 +.45

Sumber : MK?I +//< 0. )ecepatan Tempuh

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

33

LALU LINTAS JALAN RAYA

MK?I +//< menggunakan ke"epatan tempuh sebagai ukuran utama kinerja segmen jalan, karena mudah dimengerti dan diukur, dan merupakan masukan yang penting untuk biaya pemakai jalan dalam analisis ekonomi. Ke"epatan tempuh ditentukan dengan menggunakan grafik pada 8ambar +.

8ambar +. Ke"epatan sebagai fungsi %S untuk jalan banyak lajur dan satu -rah 1. Ham$atan *amping

:ambatan samping, yaitu akti itas samping jalan yang dapat menimbulkan konflik dan berpengaruh terhadap pergerakan arus lalu lintas serta menurunkan kinerja jalan. -dapun tipe kejadian hambatan samping, adalah : a) b) ") ?umlah pejalan kaki berjalan atau menyeberangsepanjang segmen jalan. ?umlah kendaraan berhenti dan parkir. ?umlah kendaraan bermotor yang masuk dan keluar dari lahan samping jalan dan jalan samping. MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI 35

LALU LINTAS JALAN RAYA

d)

-rus kendaraan lambat, yaitu arus total !kend6 jam) sepeda, be"ak, delman, pedati,traktor dan sebagainya.

(ingkat hambatan samping dikelompokkan ke dalam lima kelas dari yang rendah sampai sangat tinggi sebagai fungsi dari frekuensi kejadian hambatan samping sepanjang segmen jalan yang diamati. Menurut MK?I +//< kelas hambatan samping dikelompokkan seperti yang ada pada (abel +3 (abel +3. Kelas :ambatan Samping
Kelas !SA,) samping Kode C> > ?umlah berbobot kejadian per 344 meter per !dua sisi) G +44 +44 # 3// Kondisi Khusus %aerah pemukiman B jalan dengan jalan samping %aerah pemukiman B beberapa kendaraan umum %sb %aerah industri, beberapa toko di sisi jalan %aerah komersial, akti itas disisi jalan tinggi %aerah komersil dengan akti itas pasar di jalan

Sangat rendah &endah

Sedang (inggi Sangat tinggi

M : C:

544 F 9// 144 F 0// H /44

Sumber : MK?I +//<

C. Perhitungan Besaran Bia#a !e$elakaan Lalu Lintas Dengan Menggunakan Metoda The %ross &utput (Human Capital)

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

39

LALU LINTAS JALAN RAYA

1.

2uang ling#up

)edoman ini menetapkan prosedur untuk melakukan perhitungan besaran biaya ke"elakaan lalu lintas pada ruas jalan kota dan jalan antar kota berdasarkan metode the gross output atau human capital. )edoman ini menguraikan formula yang dipergunakan dalam perhitungan, ketentuan, dan asumsi yang diberlakukan untuk faktor#faktor dalam penghitungan besaran biaya ke"elakaan lalu lintas. Selain itu, pedoman ini memberikan tuntunan untuk menghitung faktor#faktor penting yang digunakan dalam formula penghitungan biaya, berikut "ontoh penggunaannya. !. a) b) ") Acuan normati3 =ndang#undang &epublik Indonesia $o +9 (ahun l//3, tentang (alu lintas dan ang#utan .alan =ndang#undang &epublik Indonesia $o 50 (ahun 3449, tentang 4alan )eraturan )emerintah &epublik Indonesia $o 95 (ahun l//5, tentang Prasarana dan lalu lintas .alan +. 5stilah dan de3inisi

)edoman ini disusun dengan merujuk dan memperhatikan a"uan normatif berikut :

Istilah dan definisi yang digunakan dalam pedoman ini sebagai berikut : 5.+ biaya ke"elakaan lalu lintas biaya yang ditimbulkan akibat terjadinya suatu ke"elakaan lalu lintas, biaya tersebut meliputi : biaya perawatan korban, biaya kerugian harta benda, biaya penanganan ke"elakaan lalu lintas, dan biaya kerugian produkti itas sorban 5.3 besaran biaya ke"elakaan lalu lintas !**K') biaya ke"elakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh ke"elakaan lalu lintas yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah per tahun 5.5 besaran biaya korban ke"elakaan lalu lintas !**KO) biaya korban ke"elakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh ke"elakaan lalu lintas yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan, atau suatu wilayah per tahun

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

31

LALU LINTAS JALAN RAYA

5.9 jumlah ke"elakaan lalu lintas !?K'i) jumlah ke"elakaan lalu lintas dengan kelas ke"elakaan tertentu yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah per tahun 5.1 jumlah korban ke"elakaan lalu lintas !?KOj) jumlah korban mati, luka berat atau luka yang diakibatkan oleh ke"elakaan lalu lintas yang terjadi pada suatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah per tahun 5.2 ke"elakaan lalu lintas suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka#sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda !)) $o 95 (h. l//5, )asal /5) 5.< ke"elakaan fatal suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka#sangka dan tidak sengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya mengakibatkan korban mati 5.0 ke"elakaan berat suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka#sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya mengakibatkan korban luka berat 5./ ke"elakaan ringan suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka#sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jasa lainnya mengakibatkan korban luka ringan 5.+4 ke"elakaan dengan kerugian harta benda suatu peristiwa dijalan yang tidak disangka#sangka dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya, mengakibatkan kerugian harta benda 5.++ korban mati korban yang dipastikan mati sebagai akibat ke"elakaan lalu lintas dalam jangka waktu paling lama 54 hari setelah ke"elakaan tersebut !)) $o 95 (h l//5,)asal /5) 5.+3 korban luka berat korban yang karena luka#lukanya menderita "a"at tetap atau harus dirawat dalam jangka waktu lebih dari 54 hari sejak terjadi ke"elakaan !)) $o 95 (h l//5, )asal /5) 5.+5 korban luka ringan

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

32

LALU LINTAS JALAN RAYA

korban yang tidak termasuk dalam katagori korban mati dan korban luka berat !)) $o 95 (h l//5, )asal /5) 0. )etentuan6#etentuan

9.+ Ketentuan umum +) )endekatan yang dipakai untuk menentukan biaya satuan pada pedoman ini adalah The gross output (Human capital) approach, metode ini menghitung biaya ke"elakaan lalu lintas dalam 3 kategori yaitu : a. b. biaya#biaya yang diakibatkan atas hilangnya sumber daya pada saat ke"elakaan terjadi biaya#biaya yang diakibatkan atas hilangnya produkti itas pada masa yang akan datang 3) Ke"elakaan lalu lintas diklasifikasikan dalam 9 kelas, yaitu: a. b. ". d. a. b. ". ke"elakaan fatal ke"elakaan berat ke"elakaan ringan ke"elakaan dengan kerugian harta benda korban mati korban luka berat korban luka ringan 3445 !(4) 1) =ntuk mengestimasi biaya satuan pada tahun perhitungan tertentu, biaya#biaya satuan yang didasarkan pada pedoman ini dapat digunakan dalam perhitungan biaya ke"elakaan dalam periode l4 tahun kedepan 2) )erhitungan biaya ke"elakaan pada suatu ruas jalan, persimpangan atau wilayah dilakukan berdasarkan klasifikasi ke"elakaan, sedangkan perhitungan biaya korban

5) Korban ke"elakaan lalu lintas dikategorikan sebagai :

9) (ahun dasar perhitungan biaya#biaya yang digunakan pada pedoman ini adalah tahun

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

3<

LALU LINTAS JALAN RAYA

ke"elakaan pada suatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah dilakukan berdasarkan kategori korban ke"elakaan 9.3 Ketentuan teknis 9.3.+ ?umlah ke"elakaan lalu lintas jalan !?K'i) dan korban !?KOj) )erolehan data jumlah ke"elakaan lalu lintas untuk setiap kelas ke"elakaan disuatu ruas jalan, persimpangan atau suatu wilayah per tahun didapat dari kepolisian setempat. )erolehan data jumlah korban ke"elakaan lalu lintas untuk setiap kategori korban disuaturuas jalan, persimpangan, atau suatu wilayah per tahun didapat dari kepolisian setempat. 9.3.3 *iaya satuan korban ke"elakaan dan biaya satuan ke"elakaan lalu lintas 9.3.3.+ *iaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas !*SKOj) *iaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas !*SKOj) adalah biaya yang diperlukan untuk perawatan korban ke"elakaan lalu lintas untuk setiap tingkat kategori korban, sedangkan (4 adalah tahun dasar perhitungan biaya, yaitu tahun 3445. *esar biaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas pada tahun 3445, *SKOj!(4), dapat diambil dari (abel +. (abel + *iaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas *SKOj !(4)
$o + 3 5 Katagori korban Korban mati Korban luka berat Korban luka ringan *iaya Satuan Korban !&p6korban) ++/.4+2.444 1.032.444 +.491.444

9.3.3.3 *iaya satuan ke"elakaan lalu lintas !*SK'i) *iaya satuan ke"elakaan lalu lintas !*SK'i) adalah biaya ke"elakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh suatu kejadian ke"elakaan lalu lintas untuk setiap kelas ke"elakaan lalu lintas.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

30

LALU LINTAS JALAN RAYA

*iaya satuan ke"elakaan lalu lintas pada tahun dasar 3445 *SK'i !(4) untuk jalan antar kota dapat diambil dari (abel 3, sedangkan *SK'i !(4) untuk jalan kota dapat diambil dari (abel 5. (abel 3 *iaya satuan ke"elakaan lalu lintas di jalan antar kota *SK'i !(4)
$o + 3 5 9 Klasifikasi Ke"elakaan Aatal *erat &ingan Kerugian :arta *enda *iaya satuan Ke"elakaan !&p6Ke"elakaan) 339.19+.444 33 .33+.444 /.09<.444 0.10/.444

(abel 5 *iaya satuan ke"elakaan lalu lintas di jalan kota *SK'i !(4)
$o + 3 5 9 Klasifikasi Ke"elakaan Aatal *erat &ingan Kerugian :arta *enda *iaya satuan Ke"elakaan !&p6Ke"elakaan) +5+.341.444 +0.//<.444 +3.253.444 +1.<31.444

9.3.5

'stimasi biaya satuan korban dan biaya satuan ke"elakaan lalu lintas

*iaya satuan korban ke"elakaan >alu >intas untuk tahun tertentu !( n) dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut :
/*)O . ( Tn ) = /*)O (T4 ) (+ + g )
t

............................................................................ !+) dengan pengertian : *SKOj !(n) E biaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas pada (ahun n untuk setiap kategori korban, dalam rupiah6korban *SKOj !(4) g default g E++J) (n (4 t j E tahun perhitungan biaya korban E tahun dasar perhitungan biaya korban !(ahun 3445) E selisih tahun perhitungan !(n F (4) E kategori korban 3/ E biaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas pada (ahun E tingkat inflasi biaya satuan ke"elakaan, dalam J !nilai 3445 untuk setiap kategori korban, dalam rupiah6korban, lihat (abel +

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

LALU LINTAS JALAN RAYA

*iaya Satuan Ke"elakaan >alu >intas untuk tahun tertentu !(n) dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut :
/*)7i ( Tn ) = /*)7 ( T4 ) (+ + g )
t

........................................................................... !3) dengan pengertian : *SK'i !(n) *SK'i !(4) E biaya satuan ke"elakaan lalu lintas pada (ahun n untuk setiap kelas ke"elakaan, dalam rupiah6ke"elakaan E biaya satuan ke"elakaan lalu lintas pada (ahun 3445 untuk setiap kelas ke"elakaan, dalam rupiah6ke"elakaan, lihat (abel 3 atau (abel 5, g E tingkat inflasi biaya satuan ke"elakaan, dalam J !nilai default g E ++J) (n (4 t i E tahun perhitungan biaya ke"elakaan E tahun dasar perhitungan biaya ke"elakaan !(ahun 3445) E Selisih tahun perhitungan !(n F (4) E kelas ke"elakaan

9.3.9 *esaran biaya korban ke"elakaan lalu lintas !**KO) *esaran biaya korban ke"elakaan lalu lintas dihitung pada tahun n dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
//)O = ( 4)O . /*)O . ( Tn ) )
m . =+

............................................................................ !5) dengan pengertian : **KO ?KOj *SKOj !(n) E besaran biaya korban ke"elakaan lalu lintas disuatu ruas jalan atau persimpangan atau wilayah, dalam rupiah6tahun. E ?umlah korban ke"elakaan lalu lintas untuk setiap kategori korban, dalam korban6tahun. E *iaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas pada tahun n untuk setiap kategori korban, dalam rupiah6korban MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI 54

LALU LINTAS JALAN RAYA

E kategori korban

9.3.1 *esaran biaya ke"elakaan lalu lintas !**K') *esaran biaya ke"elakaan lalu lintas dihitung pada tahun n dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : //)7 = ( 4)7i /*)7i ( Tn ) )
i =+ #

........................................................................... !9) dengan pengertian: **K' ?K'i *SK'i !(n) i 1. Cara penger.aan E besaran biaya ke"elakaan lalu lintas pada tahun n disuatu E jumlah ke"elakaan lalu lintas untuk setiap kelas E biaya satuan ke"elakaan lalu lintas pada tahun n untuk E kelas ke"elakaan lalu lintas ruas jalan atau persimpangan atau wilayah, dalam rupiah6tahun. ke"elakaan, dalam ke"elakaan6tahun. setiap kelas ke"elakaan, dalam rupiah6ke"elakaan

=ntuk menghitung besaran biaya ke"elakaan lalu#lintas dan biaya korban ke"elakaan se"ara garis besar digunakan dalam bagan alir berikut :

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

5+

LALU LINTAS JALAN RAYA

8ambar +. *agan -lir )erhitungan *iaya Ke"elakaan >alu lintas dan *iaya Korban Ke"elakaan 1.+ )ersiapan )ersiapan yang dilakukan meliputi : a. tentukan lokasi ke"elakaan yang akan dihitung biaya ke"elakaannya !ruas jalan, persimpangan atau wilayah) b. tentukan tahun perhitungan !(n) MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI 53

LALU LINTAS JALAN RAYA

".

tentukan selisih tahun perhitungan !t) dengan menggunakan rumus no. 1

t = Tn T4

....................................................................................!1) dengan pengertian : t (n (o E Selisih tahun perhitungan E (ahun perhitungan E (ahun awal !3445)

d. kumpulkan data ke"elakaan lalu lintas dan korban dari kepolisian setempat 1.3 -nalisis perhitungan 1.3.+ a. b. ". 1.3.3 a. b. ". )erhitungan besaran biaya korban ke"elakaan pada tahun n, **KOj !(n) Kompilasi data korban ke"elakaan menurut kategori korban mati, luka berat, dan luka ringan :itung biaya satuan korban pada tahun ke n untuk masing#masing kategori korban dengan menggunakan rumus + dan tabel + :itung besaran biaya korban dengan menggunakan rumus 5 )erhitungan besaran biaya ke"elakaan lalu lintas pada tahun n, **K'i !(n) Kompilasi data menurut klasifikasi jumlah ke"elakaan fatal, luka berat, luka ringan dan kerugian harta benda :itung biaya satuan ke"elakaan pada tahun ke n untuk masing#masing klasifikasi jumlah ke"elakaan dengan menggunakan rumus 3, tabel 3 dan atau tabel 5 :itung besaran biaya ke"elakaan lalu lintas dengan menggunakan rumus 9

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

55

LALU LINTAS JALAN RAYA

LAMPI'AN(A In or)ati Metode the %ross &utput *Human Capital+ Metode perhitungan satuan biaya ke"elakaan lalu lintas dengan pendekatan, The Gross Output atau Human Capital, terdiri dari dua biaya utama yaitu : a. b. biaya yang dihitung karena adanya kerugian langsung !dire"t "ost) biaya yang dihitung sebagai kerugian atau hilangnya pendapatan korban

ke"elakaan lalu lintas !indire"t "ost) Kerugian langsung terdiri dari 5 komponen biaya, yaitu : a. b. ". biaya perbaikan dan penggantian kerusakan kendaraan dan atau materi biaya perlakuan rumah sakit untuk perawatan korban biaya penanganan dan administrasi ke"elakaan

*iaya perbaikan dan penggantian kerusakan kendaraan dan atau materi dapat diperoleh melalui sur ai tentang biaya perbaikan kendaraan akibat ke"elakaan lalu lintas di tempat perbaikan kendaraan !bengkel). *iaya tersebut dikumpulkan untuk perbaikan kendaraan# kendaraan yang terlibat pada setiap kelas ke"elakaan !fatal, berat, ringan, kerugian material). *iaya perawatan korban dapat diperoleh melalui informasi yang ada di rekaman medis rumah sakit. =ntuk mengetahui kategori korban harus di"atat juga lama perawatan korban dirumah sakit. %isamping itu diperlukan juga informasi tentang lama waktu istirahat yang diperlukan sejak di rawat sampai dengan dapat melakukan aktifitas atau bekerja kembali untuk menghitung waktu produktif yang hilang. *iaya penanganan dan administrasi ke"elakaan dapat diperoleh melalui wawan"ara atau pengumpulan data di kepolisian setempat. *iaya ini antara lain meliputi : a. biaya penanganan di tempat kejadian perkara !(K))

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

59

LALU LINTAS JALAN RAYA

b. ". d.

biaya pengolahan (K) biaya penyidikan perkara, dan biaya penelitian sebab ke"elakaan lalu lintas

Informasi biaya#biaya tersebut dikumpulkan untuk setiap kelas ke"elakaan !fatal, berat, ringan, kerugian material). $ilai produktifitas yang hilang dialami oleh korban ke"elakaan lalu lintas dihitung berdasarkan lama waktu korban ke"elakaan tidak dapat berproduksi dan tingkat pendapatan rata#rata masyarakat !nilai produktifitas). =ntuk korban mati lama waktu tidak berproduksi diasumsikan berdasarkan selisih antara rata#rata usia harapan hidup !*)S) dan rata#rata usia korban mati akibat ke"elakaan !)O>&I). Sedangkan nilai produktifitas dapat dihitung berdasarkan )%&* per kapita !*)S). Sebagai ilustrasi pada gambar berikut disajikan skema perhitungan satuan biaya korban ke"elakaan dan satuan biaya ke"elakaan.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

51

LALU LINTAS JALAN RAYA

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

52

LALU LINTAS JALAN RAYA

La)piran(B Informatif 1. a. b. ". Contoh penggunaan 1 >okasi (ahun )erhitungan ?umlah korban : Kota * : 3441B t E 3441 F 3445 E 3 : # Korban mati E 14 orang6tahun # Korban luka berat E l44 orang6tahun # korban luka ringan E 344 orang6tahun d. *iaya satuan korban ke"elakaan lalu lintas !*SKO !(3441)) : # Korban mati E ! + L 4,++)M N &p. ++/.4+2.444,# E &p. +92.25/.2+9,#6korban # Korban luka berat E ! + L 4,++)M N &p. 1.032.444,# E &p. <. +<0.3+1,# 6korban # Korban luka ringan E ! + L 4,++)M N &p. +.491.444,# E &p. +. 30<.191,# 6korban e. *esaran biaya korban ke"elakaan lalu lintas !**KO (3441) : # Korban mati E 14 N &p. +92.25/.2+9,# E &p. <.55+./04.<44,# 6tahun # Korban luka berat E +44 N &p. <.+<0.3+1,# E &p. <+<.03+.144,# 6tahun # Korban luka ringan E 344 N &p. +.30<.191,# E &p. 31<.14/.444,# 6tahun *esaran biaya korban ke"elakaan lalu lintas di Kota * (ahun pada (ahun 3441 adalah : 'p. ,.-./.-00.1..,#6tahun !delapan milyar tiga ratus tujuh juta tiga ratus sebelas ribu dua ratus rupiah) !. Contoh penggunaan !

)erhitungan besaran biaya korban ke"elakaan lalu lintas di suatu kota pada tahun tertentu

)erhitungan besaran biaya ke"elakaan lalu lintas di suatu ruas jalan antar kota pada tahun tertentu a. b. ". >okasi : ?alan - !jalan antar kota) (ahun )erhitungan : 3442 B ?umlah ke"elakaan : # Ke"elakaan fatal E 3 ke"elakaan6tahun t E 3442 F 3445 E 5

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

5<

LALU LINTAS JALAN RAYA

# Ke"elakaan berat # Ke"elakaan ringan d.

E 1 ke"elakaan6tahun E +4 ke"elakaan6tahun

# Ke"elakaan dengan kerugian harta benda E +1 ke"elakaan6tahun *iaya satuan ke"elakaan lalu lintas !*SK' !(3442)) : # Ke"elakaan fatal E !+ L 4,++)5 N &p. 339.19+.444,# E &p. 54<.40/.353, atau ke"elakaan # Ke"elakaan berat E !+ L 4,++)5 N &p. 33.33+.444,# E &p. 54.5/4.+30,# ke"elakaan # Ke"elakaan ringan E !+ L 4,++)5 N &p. /.09<.444,# E &p. +5.92<.423,# ,#atau ke"elakaan # Ke"elakaan dengan kerugian harta benda : E !+ L 4.++)5 N &p. 0.10/.444,# E &p ++.<92.105,# ,#6ke"elakaan e. *esaran biaya ke"elakaan lalu lintas !**K' (3442) : # Ke"elakaan fatal E 3 N &p. 54<.40/.353,# E &p. 2+9.+<0.929,# 6tahun # Ke"elakaan berat E 1 N &p. 54.5/4.+30,# E &p. +1+./14.294,# 6tahun # Ke"elakaan ringan E +4 N &p. +5.92<.423,# E &p. +59.2<4.234,# 6tahun # Ke"elakaan dengan kerugian harta benda : E +1 N &p. ++.<92.105,# E &p. +<2.+/0.<91,# 6tahun *esaran biaya ke"elakaan lalu lintas di ?alan - (ahun pada (ahun 3442 adalah : 'p. 0../2.33,.423,#6tahun !satu milyar tujuh puluh enam juta sembilan ratus sembilan puluh delapan ribu empat ratus enam puluh sembilan rupiah)

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

50

LALU LINTAS JALAN RAYA

BAB III PENUTUP


A. !esi)pulan %ari hasil pembahasan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : +. Masalah transportasi khususnya di Indonesia masih sangat kompleks dan hasus ada penanganan yang lebih. 3. ?alan perkotaan adalah jalan yang terdapat perkembangan se"ara permanen dan menerus di sepanjang atau hampir seluruh jalan, minimum pada satu sisi jalan, baik berupa perkembangan lahan atau bukan yang termasuk dalam kelompok jalan perkotaan adalah jalan yang berada didekat pusat perkotaan dengan jumlah penduduk lebih dari +44.444 jiwa. 5. Keuntungan dari metode the 8ross Output !Human Capital) : a. *iaya perbaikan dan penggantian kerusakan kendaraan dan atau materi dapat diperoleh melalui sur ai tentang biaya perbaikan kendaraan akibat ke"elakaan lalu lintas di tempat perbaikan kendaraan !bengkel) b. ". *iaya perawatan korban dapat diperoleh melalui informasi yang ada di rekaman medis rumah sakit *iaya penanganan dan administrasi ke"elakaan dapat diperoleh melalui wawan"ara atau pengumpulan data di kepolisian setempat B. 5aran %ari hasil pembahasan di atas dapat diambil saran : ;alaupun banyak kendala dalam masalah transportasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun tetapi kita sebagai masyarakat dan pemerintah seharusnya sadar akan keterpurukan ini dan mau membangun.

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

5/

LALU LINTAS JALAN RAYA

DA6TA' PU5TA!A
, *adan >itbang )= %epartemen )ekerjaan =mum !Pd. T(.1(1..7(B). Tan Lie Ing8 5T.8 MT., %osen (etap, ?urusan (eknik Sipil =ni ersitas Kristen Maranatha. Indra 'a$h)an E endi8 5T., -lumnus ?urusan (eknik Sipil =ni ersitas Kristen Maranatha. 87valuasi )iner.a 4alan 4endral Ahmad 9ani "epan Pasar )osam$i /andung: !:(M Aile). Misliah8 Ailsafat Ilmu Sebuah pengantar popular. )enerbit )ustaka, )engantar (eknik dan )eren"anaan (ransportasi.!:(M Aile).

MAKALAH PENGANTAR TEKNIK TRANSPORTASI

94