Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ADULT RESPIRATORY DISTRESS SYNDROME ( ARDS )

I. DEFINISI ARDS adalah suatu penyakit yang ditandai oleh kerusakan luas alveolus dan / atau membran kapiler paru.ARDS selalu terjadi setelah suatu gangguan besar pada system paru, kardiovaskular, atau tubuh secara luas (Cor in,!"""#$!"%. ARDS adalah kondisi kedaruratan paru yang tiba&tiba dan bentuk kegagalan na'as berat, biasanya terjadi pada orang yang sebelumnya sehat yang telah terpajan pada berbagai penyebab pulmonal atau nonpulmonal ((udak )allo,*++,#-,+%. ARDS adalah sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan progresi' kandungan oksigen arteri yang terjadi setelah penyakit atau cedera (Smelt.er,!""*#/*-%. ARDS merupakan suatu bentuk gagal na'as akut yang berkembang progresi' pada penderita kritis dan cedera tanpa penyakit paru sebelumnya, ditandai dengan adanya in'lamasi parenkim paru dan peningkatan permeabilitas unit alveoli kapiler yang mengakibatkan hiperventilasi, hipoksemia berat dan in'iltrate luas. ARDS pertama kali digambarkan sebagai sindrom klinis pada tahun *+/,.Diperkirakan ada *-".""" orang yang menderita ARDS tiap tahunnya dan laju mortalitas tergantung pada etiologi dan sangat bervariasi.0ingkat mortilitasnya -" 1.Sepsis sistemik merupakan penyebab ARDS terbesar sekitar -"1, trauma *- 1, cardiopulmonary baypass *- 1, viral pneumoni *" 1 dan injeksi obat - 1.

II. ETIOLOGI ARDS dapat terjadi akibat cedera langsung kapiler paru atau alveolus. 2amun, karena kapiler dan alveolus berhubungan sangat erat, maka destruksi yang luas pada salah satunya biasanya menyebabkan estraksi yang lain. (al ini terjadi akibat pengeluaran en.im&en.im litik oleh sel&sel yang mati, serta reaksi peradangan yang terjadi setelah cedera dan kematian sel. Contoh&contoh kondisi yang mempengaruhi kapiler dan alveolus disajikan di ba ah ini. *

Destruksi kapiler, apabila kerusakan bera al di membran kapiler, maka akan terjadi pergerakan plasma dan sel darah merah ke ruang interstisium. (al ini meningkatkan jarak yang harus ditempuh oleh oksigen dan karbon dioksida untuk berdi'usi, sehingga kecepatan pertukaran gas menurun. Cairan yang menumpuk di ruang interstisium bergerak ke dalam alveolus, mengencerkan sur'aktan dan meningkatkan tegangan permukaan. )aya yang diperlukan untuk mengembangkan alveolus menjadi sangat meningkat. 3eningkatan tegangan permukaan ditambah oleh edema dan pembengkakan ruang interstisium dapat menyebabkan atelektasis kompresi yang luas. Destruksi Alveolus apabila alveolus adalah tempat a al terjadinya kerusakan, maka luas permukaan yang tersedia untuk pertukaran gas berkurang sehingga kecepatan pertukaran gas juga menurun. 3enyebab kerusakan alveolus antara lain adalah pneumonia, aspirasi, dan inhalasi asap. 0oksisitas oksigen, yang timbul setelah !$&4/ jam terapi oksigen tinggi, juga dapat menjadi penyebab kerusakan membran alveolus melalui pembentukan radikal&radikal bebas oksigen. 0anpa oksigen, jaringan vaskular dan paru mengalami hipoksia sehingga semakin menyebabkan cedera dan kematian sel. Apabila alveolus dan kapiler telah rusak, maka reaksi peradangan akan terpacu yang menyebabkan terjadinya edema dan pembengkakan ruang interstitium serta kerusakan kapiler dan alveolus di sekitarnya. Dalam !$ jam setelah a itan ARDS, terbentuk membran hialin di dalam alveolus. 5embran ini adalah pengendapan 'ibrin putih yang bertambah secara progesi' dan semakin mengurangi pertukaran gas. Akhirnya terjadi 'ibrosis menyebabkan alveolus lenyap. 6entilasi, respirasi dan per'usi semuanya terganggu. Angka kematian akibat ARDS adalah sekitar -"1. (Elisabeth . !"#i$% &''(% hal. )&'*)&(). 5enurut (udak 7 )allo ( *++, %, gangguan yang dapat mencetuskan terjadinya ARDS adalah 8 Sistemik 8

o o o o o

Syok karena beberapa penyebab Sepsis gram negative (ipotermia (ipertermia 0akar lajak obat ( 2arkotik, Salisilat, 0risiklik, 3ara9uat, 5etadone, :leomisin % !

o o o

)angguan hematology ( D;C, 0rans'usi massi', :ypass kardiopulmonal % <klampsia =uka bakar

3ulmonal 8

o o o o

3neumonia ( 6iral, bakteri, jamur, penumosistik karinii % 0rauma ( emboli lemak, kontusio paru % Aspirasi ( cairan gaster, tenggelam, cairan hidrokarbon % 3neumositis

2on&3ulmonal 8

o o o o o

Cedera kepala 3eningkatan 0;> 3ascakardioversi 3ankreatitis ?remia

III. TANDA DAN GE ALA ARDS biasaya timbul dalam aktu !$ hingga $@ jam setelah kerusakan a al pada

paru. A alnya pasien akan mengalami dispnea, kemudian biasanya diikuti dengan pernapasan yang cepat dan dalam. Sianosis terjadi secara sentral dan peri'er, bahkan tanda yang khas pada ARDS ialah tidak membaiknya sianosis meskipun pasien sudah diberi oksigen. Sedangkan pada auskultasi dapat ditemui ronkhi basah kasar, serta kadang wheezing. 4

Diagnosis dini dapat ditegakkan jika pasien mengeluhkan dispnea, sebagai gejala pendahulu ARDS. Diagnosis presumti' dapat ditegakkan dengan pemeriksaan analisa gas darah serta 'oto toraks. Analisa ini pada a alnya menunjukkan alkalosis respiratorik (3aA ! sangat rendah, 3aCA! normal atau rendah, serta peningkatan p(%. Boto toraks biasanya memperlihatkan in'iltrat alveolar bilateral di'us yang mirip dengan edema paru atau batas& batas jantung, namun siluet jantung biasanya normal. :agaimanapun, belum tentu kelainan pada 'oto toraks dapat menjelaskan perjalanan penyakit sebab perubahan anatomis yang terlihat pada gambaran sinar C terjadi melalui proses panjang di balik perubahan 'ungsi yang sudah lebih dahulu terjadi. 3aA! yang sangat rendah kadang&kadang bersi'at menetap meskipun konsentrasi oksigen yang dihirup (BiA!% sudah adekuat. >eadaan ini merupakan indikasi adanya pintas paru kanan ke kiri melalui atelektasis dan konsolidasi unit paru yang tidak terjadi ventilasi. >eadaan inilah yang menandakan bah a paru pasien sudah mengalami bocor di sana&sini, bentuk yang tidak karuan, serta per'usi oksigen yang sangat tidak adekuat. Setelah dilakukan pera atan hipoksemia, diagnosis selanjutnya ditegakkan dengan bantuan beberapa alat. ?ntuk menginvestigasi adanya gagal jantung dapat dipasang kateter S an&)an., dari sini dapat dilihat bah a pulmonary arterial wedge pressure (3AD3% akan terukur rendah (E*@ mm(g% pada ARDS serta meningkat (F!" mm(g% pada gagal jantung. Gika terdapat emboli paru (keadaan yang menyerupai ARDS% mesti dieksplorasi hingga pasien stabil sambil mencari sumber trombus yang mungkin terdapat pada pasien, misalnya dari D60. Pneumosystis carinii dan in'eksi&in'eksi paru lainnya patut dijadikan diagnosis di'erensial, terutama pada pasien&pasien imunokompromais.

I+. PATHOFISIOLOGI ,a$ PATHWAY 5ula H mula terjadi kerusakan pada membrane kapiler alveoli menyebabkan terjadi peningkatan permeabilitas endotel kapiler paru dan epitel alveoli mengakibatkan terjadi edema alveoli dan interstitial. Cairan yang berkumpul di interstitium sehingga alveoli mulai terisi cairan menyebabkan atelektasis kongesti yang luas. 0erjadi pengurangan volume paru, paru&paru menjadi kaku dan kelu esan paru (compliance % menurun, 'ungsional residual capacity juga menurun. (ipoksemia yang berat merupakan gejala penting ards, penyebabnya adalah ketidakseimbangan ventilasi H per'usi, hubungan arterio H venous ( aliran darah mengalir kealveoli yang kolaps % dan kelainan di'usi alveoli H kapiler sebab penebalan $

dinding alveoli H kapiler.

0rauma langsung / trauma tidak langsung pada paru 5engganggu mekanisme pertahanan saluran napas >ehilangan 'ungsi slia jalan napas 0idak e'ekti'nya jalan napas 0oksik terhadap epithelium alveolar

>erusakan membrane kapiler alveoli >erusakan epithelium alveolar >ebocoran cairan ke dalam alveoli )angguan endothelium kapiler >ebocoran cairan kearah interstitial

Sesak napas

<dema alveolar

Atelektaksis

<dema ;nterstitial

>elemahan otot

3enurunan na'su makan ;ntake nutrisi tak adekuat 3enurunan berat badan )angguan pemenuhan nutrisi

6olume dan compliance paru menurun >etidakseimbangan ventilasi per'usi hubungan arterio Hvenus dan kelainan di'usi alveoli & kapiler >erusakan pertukaran gas

5udah lelah

;ntoleransi aktivitas

3erubahan status kesehatan >oping individu tak e'ekti'

>urang in'o tentang penyakit Stress psikologis

Ansietas

+. MANIFESTASI KLINIK )ejala klinis utama pada kasus ARDS adalah 8 3enurunan kesadaran mental 0akikardi, takipnea Dispnea dengan kesulitan berna'as 0erdapat retraksi interkosta Sianosis (ipoksemia Auskultasi paru 8 ronkhi basah, krekels, stridor, hee.ing Auskultasi jantung 8 :G normal tanpa murmur atau gallop

+I. PEMERIKSAAN PENUN ANG 3emeriksaan hasil Analisa )as Darah 8

(ipoksemia ( pe I 3aA! % (ipokapnia ( pe I 3CA! % pada tahap a al karena hiperventilasi (iperkapnia ( pe J 3CA! % menunjukkan gagal ventilasi Alkalosis respiratori ( p( F ,,$- % pada tahap dini Asidosis respiratori / metabolik terjadi pada tahap lanjut

3emeriksaan Rontgent Dada 8

0ahap a al # sedikit normal, in'iltrasi pada perihilir paru 0ahap lanjut # ;nterstisial bilateral di'us pada paru, in'iltrate di alveoli

0es Bungsi paru 8

3e I komplain paru dan volume paru 3irau kanan&kiri meningkat

+II.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

?ntuk menegakkan diagnosa ARDS sangat tergantung dari pengambilan anamnesa klinis yang tepat. 3emeriksaan laboraturium yang paling a al adalah hipoksemia, sehingga penting untuk melakukan pemeriksaan gas&gas darah arteri pada situasi klinis yang tepat, kemudian hiperkapnea dengan asidosis respiratorik pada tahap akhir. 3ada permulaan, 'oto dada menunjukkan kelainan minimal dan kadang&kadang terdapat gambaran edema interstisial. 3emberian oksigen pada tahap a al umumnya dapat menaikkan tekanan 3A! arteri ke arah yang masih dapat ditolelir. 3ada tahap berikutnya sesak na'as bertambah, sianosis penderita menjadi lebih berat ronki mungkin terdengar di seluruh paru&paru. 3ada saat ini 'oto dada menunjukkan in'iltrate alveolar bilateral dan tersebar luas. 3ada saat terminal sesak na'as menjadi lebih hebat dan volume tidal sangat menurun, kenaikan 3CA!

dan hipoksemia bertambah berat, terdapat asidosis metabolic sebab hipoksia serta asidosis respiratorik dan tekanan darah sulit dipertahankan. +III. PENATALAKSANAAN MEDIS 3asang jalan na'as yang adekuat K 3encegahan in'eksi 6entilasi 5ekanik K Dukungan nutrisi 0<A3 K 5onitor system terhadap respon 3emantauan oksigenasi arteri K 3era atan kondisi dasar Cairan Barmakologi ( A!, Diuretik, A.: %

I-.

KOMPLIKASI 5enurut (udak 7 )allo ( *++, %, komplikasi yang dapat terjadi pada ARDS

adalah 8 -. Abnormalitas obstrukti' terbatas ( keterbatasan aliran udara % De'ek di'usi sedang (ipoksemia selama latihan 0oksisitas oksigen Sepsis

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN

(. PENGKA IAN >eadaan&keadaan berikut biasanya terjadi saat periode latent saat 'ungsi paru relati' masih terlihat normal (misalnya *! H !$ jam setelah trauma/shock atau - H *" hari setelah terjadinya sepsis% tapi secara berangsur&angsur memburuk sampai tahapan kegagalan perna'asan. )ejala 'isik yang ditemukan amat bervariasi, tergantung daripada pada tahapan mana diagnosis dibuat. Pe$./01/la$ Data A. :iodata @

;dentitas klien 5eliputi nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, status, suku/bangsa, diagnosa, tanggal masuk, tanggal pengkajian, no. medical record, dan alamat.

;dentitas penanggung ja ab 5eliputi nama, umur, alamat, jenis kelamin, pekerjaan, alamat, dan hubungan dengan klien.

:. Ri ayat kesehatan Ri ayat kesehatan sekarang & RS5RS >aji apakah klien sebelum masuk rumah sakit memiliki ri ayat penyakit yang sama ketika klien masuk rumah sakit. >eluhan utama 8 2yeri Ri ayat keluhan utama 3 8 nyeri

L 8 0erus menerus R 8 seluruh persendian,dada, dan perut S 8 $("&-% 0 8 saat berakti'itas Ri ayat kesehatan dahulu & >aji apakah klien pernah menderita ri ayat sebelumnya. & Ri ayat pemakaian obat&obatan penyakit yang sama

C. 3engkajian primer Airway a. 3engkajian 3rimer 1) Airway +

Galan napas tidak normal 0erdengar adanya bunyi napas ronchi 0idak ada jejas badan daerah dada

2) Breathing 3eningkatan 'rekunsi napas 2apas dangkal dan cepat >elemahan otot pernapasan >esulitan bernapas 8 sianosis

3) Circulation 3enurunan curah jantung 8 gelisah, letargi, takikardia Sakit kepala 3ingsan berkeringat banyak Reaksi emosi yang kuat 3using, mata berkunang H kunang

4) Disa ility Dapat terjadi penurunan kesadaran

0riase 8 merah D. 3engkajian Sekunder Aktivitas / istrahat )ejala 8 & 0anda & 8 & & Sirkulasi 0anda 8 & & & & 0ekanan darah bisa normal atau meningkat (terjadinya hipoksemia% (ipotensi terjadi pada stadium lanjut (shock%. (eart rate 8 takikardi biasa terjadi >ulit dan membran mukosa 8 mungkin pucat, dingin. >lien mengeluh mudah lelah >lien mengatakan kurang mampu melakukan aktivitas >lien nampak gelisah >elemahan otot

& Cyanosis biasa terjadi (stadium lanjut% ;ntegritas ego *"

)ejala 8 & 0anda & 8 &

>lien mengatakan ingin cepat sembuh dari penyakit >lien mengatakan takut akan kondisi penyakitnya Cemas

& >etakutan akan kematian 5akanan dan cairan )ejala 8 & 0anda 8 & & 3ernapasan )ejala 8 & 0anda & 8 & & & & & & & >lien mengatakan kesulitan untuk bernapas >lien mengatakan merasakan sesak 3eningkatan kerja napas (penggunaan otot pernapasan% :unyi napas mungkin crakles, ronchi, dan suara na'as bronchial 2apas cepat 3erkusi dada 8 Dull diatas area konsolidasi 3enurunan dan tidak seimbangnya ekpansi dada 3eningkatan 'remitus (tremor vibrator pada dada yang ditemukan dengan cara palpasi. Sputum encer, berbusa & 3allor atau cyanosis a. Pe$.el"01"2a$ ,ata Data subyekti' & >lien mengeluh mudah lelah & & & & & & >lien mengatakan kurang mampu melakukan aktivitas >lien mengatakan ingin cepat sembuh dari penyakit >lien mengatakan takut akan kondisi penyakitnya >lien mengatakan na'su untuk makan kurang >lien mengatakan kesulitan untuk bernapas >lien mengatakan merasakan sesak >lien mengatakan na'su untuk makan kurang 3erubahan berat badan 3orsi makan tidak dihabiskan

Data obyekti' & 3eningkatan kerja napas (penggunaan otot pernapasan% & & & & :unyi napas mungkin crakles, ronchi, dan suara na'as bronchial 2apas cepat 3erkusi dada 8 Dull diatas area konsolidasi 3enurunan dan tidak seimbangnya ekpansi dada **

& & & & & & & & & & & & & & &

3eningkatan 'remitus (tremor vibrator pada dada yang ditemukan dengan cara palpasi. Sputum encer, berbusa 3allor atau cyanosis 3erubahan berat badan 3orsi makan tidak dihabiskan Cemas >etakutan akan kematian 0ekanan darah bisa normal atau meningkat (terjadinya hipoksemia% (ipotensi terjadi pada stadium lanjut (shock%. (eart rate 8 takikardi biasa terjadi >ulit dan membran mukosa 8 mungkin pucat, dingin. Cyanosis biasa terjadi (stadium lanjut% >lien nampak gelisah >elemahan otot >lien nampak mudah lelah bila beraktivitas

b. A$alisa Data Data Ds 8 & >lien mengatakan kesulitan untuk bernapas & >lien mengatakan merasakan sesak Do 8 & :unyi napas mungkin crakles, ronchi, dan suara na'as bronchial & 3erkusi dada 8 Dull diatas area konsolidasi & 3eningkatan 'remitus (tremor vibrator pada dada yang ditemukan dengan cara palpasi. & Sputum encer, berbusa Ds 8 & >lien mengatakan kesulitan untuk bernapas & >lien mengatakan Pe$3ebab 0rauma langsung / tak langsung pada paru I 5engganggu mekanisme pertahanan saluran napas I >ehilangan 'ungsi silia jalan napas I 0idak e'ekti'nya jalan napas Masalah 0idak e'ekti'nya jalan napas

0rauma langsung / tak langsung pada paru I 0oksik terhadap epithelium

)angguan pertukaran gas

*!

merasakan sesak Do 8 & 3eningkatan kerja napas (penggunaan otot pernapasan% & 2apas cepat & 3enurunan dan tidak seimbangnya ekpansi dada & >ulit dan membran mukosa 8 mungkin pucat, dingin. & Cyanosis biasa terjadi (stadium lanjut%

Ds 8 & >lien mengeluh mudah lelah & >lien mengatakan kurang mampu melakukan aktivitas Do 8 & >elemahan otot & >lien nampak mudah lelah bila beraktivitas

Ds 8 & >lien mengatakan untuk makan kurang

na'su

Do 8 & 3erubahan berat badan & 3orsi makan tidak dihabiskan

asleolar I >erusakan membrane kapiler alveoli I >erusakan epithelium alveolar I >ebocoran cairan dalam alveoli I <dema alveolar I Dolume dan compliance paru menurun I >etidak seimbangan ventilasi per'usi hubungan arterio H venus dan kelainan di'usi alveoli H kapiler I >erusakan pertukaran gas 0rauma pada paru I >erusakan membrane kapiler alveoli I <dema alveolar dan interstitial I Sesak I >elemahan otot I 5udah lelah I ;ntoleransi aktivitas 0rauma pada paru I >erusakan membrane kapiler alveoli I <dema alveolar dan interstitial I Sesak I 5enurunan na'su makan I ;ntake nutrisi kurang I 3enurunan berat badan I 2utrisi kurang dari kebutuhan

;ntoleransi aktivitas

)angguan pemenuhan nutrisi

*4

tubuh Ds 8 & >lien mengatakan ingin cepat sembuh dari penyakit & >lien mengatakan takut akan kondisi penyakitnya Do 8 & Cemas & >etakutan akan kematian )angguan pernapasan I 3erubahan status kesehatan I >oping individu tak e'ekti' I >urang in'ormasi tentang penyakitnya I Stress psikologis I Ansietas Ansietas

4. P5i"5itas 0asalah *% 0idak e'ekti'nya jalan na'as !% )angguan pertukaran gas. 4% )angguan pemenuhan nutrisi $% ;ntoleransi aktivitas -% Ansietas

&. DIAGNOSA KEPERAWATAN *. 0idak e'ekti'nya jalan na'as berhubungan dengan hilangnya 'ungsi jalan na'as !. )angguan pertukaran gas berhubungan dengan alveolar hipoventilasi, penumpukan cairan di permukaan alveoli 4. )angguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi tidak adekuat $. ;ntoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan otot -. Cemas/takut berhubungan dengan perubahan status kesehatan

6. INTER+ENSI KEPERAWATAN Ha5i7T. l N". D8 * T/9/a$ ,a$ Re$4a$a Pe5a#ata$ I$te5:e$si 0td Rasi"$al

K5ite5ia Hasil Setelah diberikan *. Catat perubahan *. 3enggunaan otot& tindakan dalam berna'as dan otot interkostal *$

kepera atan selama !M !$ jam, diharapkan na'as e'ekti', & kan 3M jalan jalan menjadi

pola na'asnya

/abdominal/leher dapat meningkatkan usaha berna'as 3engembangan dari cairan dalam

dengan !. Abservasi dari !. penurunan dapat pengembangan dada na'as peningkatan bunyi 'remitus 4.Catat suara na'as dapat tanpa dapat laku $. Catat

criteria hasil 8 mempertahan & dengan

dada dapat menjadi batas dan akumulasi

dan adanya cairan dapat meningkatkan 'remitus 4. Suara na'as karena batang branchial karena cairan, atau dari terjadi mele ati tracheo dan juga adanya mukus saluran na'as $. >arakteristik dapat

napas yang jernih dan ronchi (&% & & dispnea 3M secret kesulitan & 3M tingkah jalan na'as (R N ,- H *"" M/menit memperlihatkan mempertahanka mengeluarkan 3M bebas dari karakteristik

adanya aliran udara

sumbatan lain dari

karakteristik dari batuk merubah

& RR N !" M/menit # batuk

ketergantungan pada penyebab dan etiologi dari jalan na'as. jumlah purulent -. -. 3emeliharaan 3ertahankan jalan na'as bagian *Adanya yang sputum dapat dalam banyak, tebal dan

posisi tubuh/posisi na'as dengan paten kepala dan gunakan jalan na'as /. 3enimbunan dan tambahan bila perlu

/. >aji kemampuan sekret mengganggu batuk, latihan na'as ventilasi dalam, suction indikasi perubahan predisposisi bila ada atelektasis in'eksi paru 3eningkatan per oral dan posisi dan lakukan perkembangan

,. 3eningkatan oral ,. intake memungkinkan jika cairan dapat

mengencerkan sputum >olaborasi8 @. :erikan oksigen, @. cairan humidi'ier indikasi +. 'isiotherapi misalnya8 drainase, dada/vibrasi ada indikasi :erikan +. postural paru, 5eningkatkan sekret peningkatan otot& dada drainase perkusi e'isiensi jika penggunaan oto perna'asan 5engeluarkan dan ;6# sekret

tempatkan di kamar meningkatkan sesuai transport oksigen

*". :erikan therapi *". Dapat ber'ungsi aerosol, ultrasonik sebagai nabulasasi bronchodilatasi dan mengeluarkan secret **. :erikan **. Diberikan untuk */

bronchodilator misalnya8 dan

mengurangi bronchospasme,

amino'ilin, albuteal menurunkan mukolitik viskositas ventilasi ! Setelah tindakan kepera atan diharapkan gangguan pertukaran tidak dengan hasil 8 3asien ventilasi oksigenasi adekuat & :ebas dari gejala distress perna'asan & RR N !" M/menit # (R N ,- H *"" M/menit memperlihatkan dan yang diberikan *. >aji status *. 0akipneu adalah catat mekanisme kompensasi atau hipoksemia na'as Catat ada !. Suara na'as tidak suara mungkin untuk dan secret dan meningkatkan

perna'asan, peningkatan perubahan na'as gas !. terjadi, tidaknya bunyi dapat tambahan crakles, hee.ing

selama !M !$ jam, respirasi

pola peningkatan usaha

criteria na'as dan adanya sama atau tidak ada na'as ditemukan. Crakles seperti terjadi di jaringan disebabkan peningkatan permeabilitas membran alveoli H kapiler. terjadi Dhee.ing karena karena permukaan yang oleh dan peningkatan cairan

bronchokontriksi atau adanya mukus pada 4. >aji adanya 4. bila gr cyanosis jalan na'as berarti Selalu

diberikan dari (b% *,

oksigen (desaturasi

sebelum muncul. cyanosis

cyanosis 0anda dapat

dinilai pada mulut, bibir yang indikasi adanya hipoksemia sistemik, kuku vasokontriksi. $. Abservasi adanya $. somnolen, con'usion, dan ketidakmampuan beristirahat -. :erikan istirahat -. yang cukup dan tenaga mengurangi penggunaan oksigen >olaborasi8 /. humidi'ier dengan C3A3 indikasi ,. pencegahan ;3:: jika :erikan /. 5emaksimalkan oksige pertukaran oksigen masker secara ada menerus terus dengan nyaman 5enyimpan pasien, (ipoksemia dari dapat menyebabkan apatis, iritabilitas miokardium cyanosis dan peri'er seperti pada ekstremitas adalah

tekanan yang sesuai :erikan ,. 3eningkatan paru ekspansi meningkatkan oksigenasi

@. Revie dada

C&Ray @.5emperlihatkan kongesti paru yang *@

progresi' +. obat indikasi :erikan jika obat& +.?ntuk mencegah ada ARDS seperti

steroids, antibiotic, bronchodilator dan ekspektorant 4 Setelah diberikan *.<valuasi tindakan kepera atan selama !M !$ jam, !.Abservasi diharapkan penurunan kebutuhan nutrisi umum,kehilangan pasien terpenuhi , lemak subkutan dengan hasil 8 &Dapat meningkatkan na'su makan klien & porsi makan dihabiskan &3eningkatan berat badan lembut dalam kecil/mudah menelan >olaborasi8 -. 3astikan diet memenuhi kebutuhan -. 0inggi karbohidrat, protein dan kalori diperlukan selama ventilasi untuk *+ criteria 4.0imbang badan indikasi !. )ejala ini indikasi otot penurunan energy otot dan dapat menurunkan 'ungsi otot pernapasan 4. sesuai pada >ehilangan bermakna saat ini berat dan dan kemampuan makan *. 5engetahui na'su

makan klien

berat badan

masukan makanan buruk memerikan tentang dan petunjuk katabolisme, sensitivitas

simpanan glikogen otot kemudian ventilator $. :erikan makan $. 5encegah kelelahan sering berlebihan,meningkatkan jumlah pemasukan penurunan dan resiko

dicerna bila mampu distress gaster

pernapasan

sesuai memperbaiki 'ungsi otot pernpaasan, karbohidrat indikasi mungkin menurun dan lemak kadang meningkat sebelum penyapihan upaya untuk mencegah produksi CA! berlebihan dan menurunkan kemudi pernapasan /. A asi /. 5emberikan pemeriksaan in'ormasi tentang laboratorium sesuai dukungan nutrisi adekuat / perlu perubahan indikasi, contoh serum, trans'errin,glukosa

Setelah diberikan *. <valuasi respons *. tindakan kepera atan pasien aktivitas.

5enetapkan

terhada kemampuan / kebutuhan Catat pasien dan memudahkan dyspnea, pilihan intervensi / dan tanda dan 5enurunkan stress

selama *M !$ jam, laporan dapat meningkatkan kriteria hasil8 &6ital sign dalam rentang normal keika beraktivitas RR8*/&!$M/menit 2adi8/"& *""M/menit Suhu8 4/,-"C H 4,,-"C 0D8 **"/," &*4+/@+ mm(g kelemahan kelelahan vital !. dan 'ase akut

diharapkan pasien peningkatan

aktivitas , dengan perubahan selama

setelah aktivitas :erikan !. lingkungan tenang dan batasi berlebihan, sesuai Dorong stress rangsangan

pengunjung selama meningkatkan istirahat indikasi. penggunaan manajemen dan pengalihan !"

&>elemahan berat tak tampak

yang tepat 4. dalam pengobatan perlunya keseimbangan aktivitas istirahtat Gelaskan 4. rencana 'ase 0irah akut baring selama untuk pentingnya istrahat dipertahankan

dan menurunkan kebutuhan metabolic, energy dan penyembuhan. 3embatasan ditentukan respons aktivitas dengan individual menghemat untuk

pasien terhadap aktivitas dan perbaikan kegagalan pernapasan $. :antu pasien $. 3asien mungkin memilih nyaman posisi nyaman dengan kepala untuk tinggi, tidur di kursi atau menunduk kedepan meja atau bantal -.:antu diperlukan Setelah diberikan *.Abservasi tindakan kepera atan diharapkan ansietas/ketakutan (spe'isikkan% dapat dengan hasil 8 &3asien peningkatan dan aktivitas -. 5eminimalkan pera atan diri yang kelelahan dan membantu keseimbangan suplai dan kebutuhan oksigen *.(ipoksemia dapat menyebabkan

istrahat dan tidur

perna'asan, agitasi, kecemasan kestabilan emosi. !. 3ertahankan !. Cemas berkurang oleh yang meningkatkan relaksasi dengan dan penga etan energi yang digunakan. pM lingkungan

selama *M !$ jam, kegelisahan

berkurang, tenang stimulasi. dapat ?sahakan

criteria meminimalkan

!*

mengungkapkan perasaan cemasnya verbal

pera atan prosedur

dan tidak aktu

secara menggaggu istirahat

&>etakutannya,dan 4. :antu dengan 4.5emberi kesempatan rasa cemasnya teknik relaksasi, untuk pasien untuk mulai berkurang meditasi. mengendalikan kecemasannya pengontrolannya. $.;denti'ikasi pengobatan dilakukan untuk mengekspresikan kecemasannya $. 5enolong mengenali yang kecemasan/ketakutan yang dialami. mengendalikan perasaan&perasaan yang teridenti'ikasi terekspresi. /. dan harus ditanggulanginya ,. in'ormasi keadaan :erikan ,. 5enolong menerima pasien apa tentang untuk dapat apa 5embantu /. 5enerima stress yang situasi sedang dialami tanpa hal tersebut denial, bah a segalanya akan menjadi lebih baik. dan dan merasakan sendiri dari

persepsi pasien dari asal

-. Dorong pasien -. =angkah a al dalam

menerima

yang yang sedang terjadi dan mengurangi yang tidak kecemasan/ketakutan diketahuinya. 3enentraman hati yang !!

sedang dialaminya

palsu

tidak

menolong

sebab tidak ada pera at maupun pasien tahu hasil akhir dari permasalahan itu

@.;denti'ikasi tehnik pasien yang digunakan sebelumnya untuk menanggulangi rasa cemas >olaborasi8 +. 5emberikan sedative sesuai indikasi dan monitor e'ek yang merugikan

@. >emampuan yang dimiliki pasien akan meningkatkan sistem pengontrolan terhadap kecemasannya

+. 5ungkin dibutuhkan untuk menolong dalam mengontrol kecemasan dan meningkatkan istirahat. :agaimanapun juga e'ek samping seperti depresi perna'asan mungkin batas atau kontraindikasi penggunaan.

DAFTAR PUSTAKA

Alsaga'', (. dan A. 5ukty. *++-! Dasar"dasar #lmu Penyakit Paru . Surabaya8 Airlangga ?niversity 3ress. Asher 5.;. dan 3.(. :eadry. *++"! $ung A scess in #n%ections o% &espiratory 'ract. 4rd ed. >anada8 3rentice (all ;nc. :unner, Suddath, dkk . !""*. (eperawatan )edikal Bedah. <disi @. 6ol *. Gakarta 8 <)C. Carpenito, =ynda Guall.!""". Buku *aku Diagnosa (eperawatan. <disin @. Gakarta 8 <)C. Cor in G. <li.abeth. !""+! Buku *aku Pato%isiologi. <disi 4. Gakarta 8 <)C. Doenges, 5arilyn. <. *+++, &encana Asuhan (eperawatan + Pedoman ,ntuk Perencanaan - Pendokumentasian Perawatan 3asien. <disi 8 4. Gakarta 8 <)C. !4

5ansjoer, Ari'.!""". >apita Selekta >edokteran. <disi 4. Gilid !. Gakarta 8 5ediaesculapius 3rice, Sylvia. A. !""$. 3ato'isiologi >onsep >linis 3roses&3roses 3enyakit. Gakarta 8 <)C. Dong, Donna. =. !""$. Pedoman (linis Perawatan Pediatrik. Gakarta 8 <)C. 3ato'isiologi ,<disi / .3enerbit Sylvia A,3rice Dan =orraine 5,Dilson

!$