Anda di halaman 1dari 29

1.

Definisi Cedera Kepala adalah suatu gangguan traumatik dari fungsi otak yang disertai atau tanpa disertai perdarahan interstitial dalam substansi otak tanpa diikuti terputusnya kontinuitas otak (Muttaqin, 200 !. Cedera Kepala adalah kerusakan otak akibat perdarahan atau pembengkakan otak sebagai respon terhadap "edera dan menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (#melt$er, 2000 % 2210!. &rauma kepala adalah suatu trauma yang mengenai daerah kulit kepala, tulang tengkorak, atau otak yang ter'adi akibat in'ury baik se"ara langsung maupun tidak langsung pada kepala (#uriadi dan (ita 'uliani, 2001!. Cedera Kepala sedang adalah suatu trauma yang menyebabkan Kehilangan kesadaran dan amnesia lebih dari )0 menit tetapi kurang dari 2* 'am dapat mengalami fraktur tengkorak dengan +C# ,-12. 2. .tiologi a. &rauma tumpul

Ke"epatan tinggi % tabrakan motor dan mobil Ke"epatan rendah % ter'atuh atau dipukul

b. &rauma tembus luka tembus peluru dari "edera tembus lainnya (Mans'oer, 2000%)! ". /atuh dari ketinggian d. Cedera akibat kekerasan e. Cedera otak primer adanya kelainan patologi otak yang timbul segera akibat langsung dari trauma. Dapat ter'adi memar otak dan laserasi f. "edera otak sekunder kelainan patologi otak disebabkan kelainan biokimia metabolisme, fisiologi yang timbul setelah trauma.

). 0atofisiologi 1tak dapat berfungsi dengan baik bila kebutuhan oksigen dan glukosa dapat terpenuhi. .nergi yang dihasilkan didalam sel-sel saraf hampir seluruhnya melalui proses oksidasi. 1tak tidak mempunyai "adangan oksigen, 'adi kekurangan aliran darah ke otak 2alaupun sebentar akan menyebabkan gangguan fungsi. Demikian pula dengan kebutuhan oksigen sebagai bahan bakar metabolisme otak tidak boleh kurang dari 20 mg 3, karena akan menimbulkan koma. Kebutuhan glukosa sebanyak 24 3 dari seluruh kebutuhan glukosa tubuh, sehingga bila kadar glukosa plasma turun sampai 50 3 akan ter'adi ge'ala-ge'ala permulaan disfungsi "erebral. 0ada saat otak mengalami hipoksia, tubuh berusaha memenuhi kebutuhan oksigen melalui proses metabolik anaerob yang dapat menyebabkan dilatasi pembuluh darah. 0ada kontusio berat, hipoksia atau kerusakan otak akan ter'adi penimbunan asam laktat akibat metabolisme anaerob. 6al ini akan menyebabkan asidosis metabolik. Dalam keadaan normal "erebral blood flo2 (C78! adalah 40 9 :0 ml ; menit ; 100 gr. 'aringan otak, yang merupakan 14 3 dari "ardia" output. &rauma kepala meyebabkan perubahan fungsi 'antung sekun"up akti<itas atypi"al-myo"ardial, perubahan tekanan <askuler dan udem paru. 0erubahan otonom pada fungsi <entrikel adalah perubahan gelombang & dan 0 dan disritmia, fibrilasi atrium dan <ebtrikel, takikardia. =kibat adanya perdarahan otak akan mempengaruhi tekanan <askuler, dimana penurunan tekanan <askuler menyebabkan pembuluh darah arteriol akan berkontraksi . 0engaruh persarafan simpatik dan parasimpatik pada pembuluh darah arteri dan arteriol otak tidak begitu besar. *. &anda dan +e'ala a. Keadaan kulit kepala dan tulang tengkorak.

&rauma kepala tertutup &rauma kepala terbuk

b. &rauma pada 'aringan otak


Konkosio % di tandai adanya kehilangan kesadaran sementara tanpa adanya kerusakan 'aringan otak, ter'adi edema serebral. Kontosio % di tandai oleh adanya perlukaan pada permukaan 'aringan otak yang menyebabkan perdarahan pada area yang terluka, perlukaan pada permukaan 'aringan otak ini dapat ter'adi pada sisi yang terkena ( "oup! atau pada permukaan sisi yang berla2anan ("ontra "oup!.

>aserasi % ditandai oleh adanya perdarahan ke ruang subaraknoid, ruang epidural atau subdural.0erdarahan yang berasal dari <ena menyebabkan lambatnya pembentukan hematome, karena rendahnya tekanan. >aserasi arterial ditandai oleh pembentukan hematome yang "epat karena tingginya tekanan. ". 6ematom epidural. 0erdarahan anatara tulang tengkorak dan duramater. >okasi tersering temporal dan frontal. #umber % pe"ahnya pembuluh darah meningen dan sinus <enosus. Katagori talk and die. +e'ala % (manifestasi adanya proses desak ruang!. 0enurunan kesadaran ringan saat ke'adian ?9 periode >u"id (beberapa menit 9 beberapa 'am! ?- penurunan kesadaran hebat ? koma, deserebrasi, dekortisasi, pupil an isokor, nyeri kepala hebat, reflek patologik positip. d. 6ematom subdural.

0erdarahan antara duramater dan ara"hnoid. 7iasanya pe"ah <ena ? akut, sub akut, kronis. =kut % +e'ala 2* 9 * 'am. #ering berhubungan dnegan "idera otak @ medulla oblongata. 0&AK meningkat. #akit kepala, kantuk, reflek melambat, bingung, reflek pupil lambat.

#ub =kut %

7erkembang 5 9 10 hari, kontosio agak berat, adanya ge'al &AK meningkat ? kesadaran menurun.

Kronis % (ingan , 2 minggu 9 ) 9 * bulan. 0erdarahan ke"il-ke"il terkumpul pelan dan meluas. +e'ala sakit kepala, letargi, ka"au mental, ke'ang, disfagia.

e. 6ematom intrakranial. 0erdarahan intraserebral B 24 "" atau lebih. #elalu diikuti oleh kontosio. 0enyebab % 8raktur depresi, penetrasi peluru, gerakan akselerasi 9 deselerasi mendadak. 6erniasi merupakan an"aman nyata, adanya bekuan darah, edema lokal. 0engaruh &rauma Kepala %

#istem pernapasan #istem kardio<askuler. #istem Metabolisme.

4. 0emeriksaan 0enun'ang a. C&-#"an (dengan; tanpa kontras! mengidentifikasi adanya hemoragik, menentukan ukuran <entrikuler, pergeseran 'aringan otak. b. =niografi Cerebral Menun'ukkan kelainan sirkulasi serebral, seperti pergeseran 'aringan otak akibat edema, perdarahan, trauma ". C-(ay Mengidentifikasi atau mendeteksi perubahan struktur tulang (fraktur!, perubahan struktur garis (perdarahan; edema! d. =+D (=nalisa +as Darah! Mendeteksi <entilasi atau masalah pernapsan (oksigenisasi! 'ika ter'adi peningkatan intrakranial e. .lektrolit Dntuk mengkoreksi keseimbangan elektrolit sebgai akibat peningkatan tekanan intrakranial :. 0enatalaksanaan Medis Konser<atif%

7edrest total 0emberian obat-obatan 1bser<asi tanda-tanda <ital (+C# dan tingkat kesadaran!

1bat-obatan %

DeEamethason;kalmethason sebagai pengobatan anti edema serebral, dosis sesuai dengan berat ringanya traum&erapi hiper<entilasi (trauma kepala berat!, untuk mengurnagi <asodilatasi. 0engobatan anti edema dnegan larutan hipertonis yaitu manitol 20 3 atau glukosa *0 3 atau gliserol 10 3. =ntibiotika yang mengandung barrier darah otak (penisillin! atau untuk infeksi anaerob diberikan metronidasol. Makanan atau "airan, 0ada trauma ringan bila muntah-muntah tidak dapat diberikan apa-apa, hanya "airan infus deEtrosa 4 3, amnifusin, aminofel (1 'am pertama dari ter'adinya ke"elakaan!, 2 9 ) hari kemudian diberikan makanan lunak. 0ada trauma berat. Karena hari-hari pertama didapat penderita mengalami penurunan kesadaran dan "enderung ter'adi retensi natrium dan elektrolit maka hari-hari pertama (2-) hari! tidak terlalu banyak "airan. DeEtosa 4 3 'am pertama, ringer deEtrosa 'am kedua dan deEtrosa 4 3 'am ketiga. 0ada hari selan'utnya bila kesadaran rendah makanan diberikan melalui nasogastri" tube (2400 9 )000 &K&0!. 0emberian protein tergantung nilai ure nitrogen 0embedahan.

5. /omplikasi a. Cedera otak sekunder akibat hipoksia dan hipotensi b. .dema Cerebral % &erutama besarnya massa 'aringan di otak di dalam rongga tulang tengkorak yang merupakan ruang tertutup. ". 0eningkatan tekanan intrakranial % terdapat perdarahan di selaput otak d. infeksi e. hidrosefalus . 0rognosis &ingkat ke"elakaan di 'alan raya di dunia berdasarkan laporan F61 men"apai 1, 2 'uta korban meninggal dan lebih dari )0 'uta korban luka-luka;"a"at akibat ke"elakaan lalu lintas per tahun (2.5), 'i2a dan luka-luka :).01) 'i2a per hari!

Cedera kepala bertanggung 'a2ab atas separuh kematian karena "edera. Ditemukan pada 543 korban te2as karena ke"elakaan lalu-lintas, untuk setiap kematian terdapat dua kasus dengan "a"at tetap, biasanya sekunder terhadap "edera kepala 7. &in'auan &eoritis =suhan keper2atan Cedera Kepala #edang 1. 0engka'ian a. =kti<itas;Astirahat +e'ala % Merasa lemah, lelah, kaku, hilang keseimbangan. &anda % 0erubahan kesalahan, letargi, hemisparase, quadriplegia, ataksia "ara ber'alan tak tegap, masalah dalam keseimbangan, "edera (trauma! ortopedi, kehilangan tonus otot, otot spastik. b. #irkulasi +e'ala % 0erubahan tekanan darah atau normal (6ipertensi!, perubahan frekuensi 'antung (bradikardia, takikardia, yang diselingi dengan bradikardia, distritmia!. ". Antegritas .go +e'ala % 0erubahan tingkah laku atau kepribadian (tenang atau dramatis!. &anda % Cemas, mudah tersinggung, Delirium, =gitasi, bingung, depresi dan impulsif. d. .liminasi +e'ala % Ankontinensia kandung kemih;usus atau mengalami gangguan fungsi. e. Makanan;Cairan +e'ala % Mual;muntah dan mengalami perubahan selera. &anda % Muntah (mungkin proyektil!, gangguan menelan (batuk, air liur keluar, dispagia!, berkeringat, penurunan berat badan, penurunan massa otot;lemak subkutan. f. Geurosensori +e'ala % Kehilangan kesadaran sementara, =mnesia seputar ke'adian, Hertigo, #inkope, tinnitus, kehilangan pendengaran, tingling, baal pada ekstrimitas, perubahan pola dalam penglihatan seperti keta'amannya, diplopia, kehilangan sebagian lapang pandang, fotofobia, gangguan penge"apan dan pen"iuman &anda % 0erubahan kesadaran bisa sampai koma, perubahan status mental, perubahan pupil (respon terhadap "ahaya simetris;de<iasi pada mata, ketidakmampuan mengikuti!. Kehilangan pengindraan seperti penge"apan, pen"iuman dan pendengaran, 2a'ah tidak simetris, genggaman lemah, tidak seimbang, refleE tendon dalam tidak ada atau lemah, apraksia, quadriplegia, ke'ang, sangat sensitif terhadap sentuhan dan gerakan, kehilangan sensasi sebagian tubuh.

g. Gyeri;kenyamanan +e'ala % #akit kepala intensitas dan lokasi yang berbeda, biasanya lama. &anda % Fa'ah menyeringai, respon menarik pada rangsangan nyeri yang hebat, gelisah tidak dapat beristirahat, merintih. h. 0ernafasan &anda % 0erubahan pola nafas (apnoe yang diselingi oleh hiper<entilasi!, nafas berbunyi stridor, tersedak, ronkhi, mengi positif. (kemungkinan adanya aspirasi!. i. Keamanan +e'ala % &rauma baru;trauma karena ke"elakaan. &anda % 8raktur;dislokasi, gangguan penglihatan. Kulit % laserasi, abrasi, perubahan 2arna, seperti Ira""oon eyeJ tanda battle disekitar telinga (merupakan tanda adanya trauma!, adanya aliran (drainage! dari telinga;hudung (C##!, gangguan kognitif, gangguan rentang gerak, tonus otot hilang, kekuatan se"ara umum mengalami pralisis, demam dan gangguan dalam regulasi suhu tubuh. '. Anteraksi #osial &anda % =fasia motorik atau sensorik, berbi"ara tanpa arti, bi"ara berulang-ulang, disartria. k. 0enyuluhan;pembela'aran +e'ala % 0enggunaan alkohol atau obat lain. (en"ana pemulangan % membutuhkan bantuan pada pera2atan diri, ambulasi, transportasi, menyiapkan makan, belan'a, pera2atan, pengobatan, tugas-tugas rumah tangga, perubahan tata ruang, dan pemanfaatan fasilitas lainnya di rumah sakit. 2. Diagnosis Kepera2atan Diagnosa Kepera2atan yang biasanya mun"ul adalah% a. &idak efektifnya pola napas sehubungan dengan depresi pada pusat napas di otak. b. &idakefektifnya kebersihan 'alan napas sehubungan dengan penumpukan sputum. c. +angguan perfusi 'aringan otak sehubungan dengan udem otak

d. Keterbatasan aktifitas sehubungan dengan penurunan kesadaran (soporos 9 "oma!

e. (esiko tinggi gangguan integritas kulit sehubungan dengan immobilisasi, tidak adekuatnya sirkulasi perifer. ). Anter<ensi Kepera2atan Tidak efektifnya pola napas sehubungan dengan depresi pada pusat napas di otak. Tujuan : Mempertahankan pola napas yang efektif melalui <entilator. Kriteria evaluasi : 0enggunaan otot bantu napas tidak ada, sianosis tidak ada atau tanda-tanda hipoksia tidak ada dan gas darah dalam batas-batas normal. Rencana tindakan :

6itung pernapasan pasien dalam satu menit. pernapasan yang "epat dari pasien dapat menimbulkan alkalosis respiratori dan pernapasan lambat meningkatkan tekanan 0a Co2 dan menyebabkan asidosis respiratorik. Cek pemasangan tube, untuk memberikan <entilasi yang adekuat dalam pemberian tidal <olume. 1bser<asi ratio inspirasi dan ekspirasi pada fase ekspirasi biasanya 2 E lebih pan'ang dari inspirasi, tapi dapat lebih pan'ang sebagai kompensasi terperangkapnya udara terhadap gangguan pertukaran gas. 0erhatikan kelembaban dan suhu pasien keadaan dehidrasi dapat mengeringkan sekresi ; "airan paru sehingga men'adi kental dan meningkatkan resiko infeksi. Cek selang <entilator setiap 2aktu (14 menit!, adanya obstruksi dapat menimbulkan tidak adekuatnya pengaliran <olume dan menimbulkan penyebaran udara yang tidak adekuat. #iapkan ambu bag tetap berada di dekat pasien, membantu membarikan <entilasi yang adekuat bila ada gangguan pada <entilator. &idak efektifnya kebersihan 'alan napas sehubungan dengan penumpukan sputum. Tujuan : Mempertahankan 'alan napas dan men"egah aspirasi

Kriteria Evaluasi :

#uara napas bersih, tidak terdapat suara sekret pada selang dan bunyi alarm karena peninggian suara mesin, sianosis tidak ada.

Rencana tindakan :

Ka'i dengan ketat (tiap 14 menit! kelan"aran 'alan napas. 1bstruksi dapat disebabkan pengumpulan sputum, perdarahan, bron"hospasme atau masalah terhadap tube. .<aluasi pergerakan dada dan auskultasi dada (tiap 1 'am !. 0ergerakan yang simetris dan suara napas yang bersih indikasi pemasangan tube yang tepat dan tidak adanya penumpukan sputum. >akukan pengisapan lendir dengan 2aktu kurang dari 14 detik bila sputum banyak. 0engisapan lendir tidak selalu rutin dan 2aktu harus dibatasi untuk men"egah hipoksia. >akukan fisioterapi dada setiap 2 'am. Meningkatkan <entilasi untuk semua bagian paru dan memberikan kelan"aran aliran serta pelepasan sputum. Gangguan perfusi jaringan otak sehubungan dengan udem otak Tujuan : Mempertahankan dan memperbaiki tingkat kesadaran fungsi motorik. Kriteria hasil : &anda-tanda <ital stabil, tidak ada peningkatan intrakranial. Rencana tindakan : Monitor dan "atat status neurologis dengan menggunakan metode +C#. (efleks membuka mata menentukan pemulihan tingkat kesadaran. (espon motorik menentukan kemampuan berespon terhadap stimulus eksternal dan indikasi keadaan kesadaran yang baik. (eaksi pupil digerakan oleh saraf kranial o"ulus motorius dan untuk menentukan refleks batang otak.

0ergerakan mata membantu menentukan area "edera dan tanda a2al peningkatan tekanan intra"ranial adalah terganggunya abduksi mata. Monitor tanda-tanda <ital tiap )0 menit.

0eningkatan sistolik dan penurunan diastolik serta penurunan tingkat kesadaran dan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial. =danya pernapasan yang irreguler indikasi terhadap adanya peningkatan metabolisme sebagai reaksi terhadap infeksi. Dntuk mengetahui tandatanda keadaan syok akibat perdarahan. 0ertahankan posisi kepala yang se'a'ar dan tidak menekan. 0erubahan kepala pada satu sisi dapat menimbulkan penekanan pada <ena 'ugularis dan menghambat aliran darah otak, untuk itu dapat meningkatkan tekanan intrakranial. 6indari batuk yang berlebihan, muntah, mengedan, pertahankan pengukuran urin dan hindari konstipasi yang berkepan'angan.

Dapat men"etuskan respon otomatik penngkatan intrakranial. 5) 1bser<asi ke'ang dan lindungi pasien dari "edera akibat ke'ang. Ke'ang ter'adi akibat iritasi otak, hipoksia, dan ke'ang dapat meningkatkan tekanan intrakrania. 6) 7erikan oksigen sesuai dengan kondisi pasien. Dapat menurunkan hipoksia otak. 7) 7erikan obat-obatan yang diindikasikan dengan tepat dan benar (kolaborasi!. Membantu menurunkan tekanan intrakranial se"ara biologi ; kimia seperti osmotik diuritik untuk menarik air dari sel-sel otak sehingga dapat menurunkan udem otak, steroid (deEametason! untuk menurunkan inflamasi, menurunkan edema 'aringan. 1bat anti ke'ang untuk menurunkan ke'ang, analgetik untuk menurunkan rasa nyeri efek negatif dari peningkatan tekanan intrakranial. =ntipiretik untuk menurunkan panas yang dapat meningkatkan pemakaian oksigen otak. Keterbatasan aktifitas sehubungan dengan penurunan kesadaran (soporos coma ) Tujuan :

Kebutuhan dasar pasien dapat terpenuhi se"ara adekuat.

10

Kriteria hasil :

Kebersihan ter'aga, kebersihan lingkungan ter'aga, nutrisi terpenuhi sesuai dengan kebutuhan, oksigen adekuat.

- Rencana Tindakan : 1) 7erikan pen'elasan tiap kali melakukan tindakan pada pasien. 0en'elasan dapat mengurangi ke"emasan dan meningkatkan ker'a sama yang dilakukan pada pasien dengan kesadaran penuh atau menurun. 2) 7eri bantuan untuk memenuhi kebersihan diri. Kebersihan perorangan, eliminasi, berpakaian, mandi, membersihkan mata dan kuku, mulut, telinga, merupakan kebutuhan dasar akan kenyamanan yang harus di'aga oleh pera2at untuk meningkatkan rasa nyaman, men"egah infeksi dan keindahan. 3) 7erikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan "airan. Makanan dan minuman merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi untuk men'aga kelangsungan perolehan energi. Diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien baik 'umlah, kalori, dan 2aktu. 4) /elaskan pada keluarga tindakan yang dapat dilakukan untuk men'aga lingkungan yang aman dan bersih. Keikutsertaan keluarga diperlukan untuk men'aga hubungan klien 9 keluarga. 0en'elasan perlu agar keluarga dapat memahami peraturan yang ada di ruangan. 5) 7erikan bantuan untuk memenuhi kebersihan dan keamanan lingkungan. >ingkungan yang bersih dapat men"egah infeksi dan ke"elakaan. Kecemasan keluarga sehubungan keadaan yang kritis pada pasien. Tujuan : Ke"emasan keluarga dapat berkurang Kriteri evaluasi : .kspresi 2a'ah tidak menun'ang adanya ke"emasan Keluarga mengerti "ara berhubungan dengan pasien 0engetahuan keluarga mengenai keadaan, pengobatan dan tindakan meningkat. Rencana tindakan : 1. 7ina hubungan saling per"aya.

11

Dntuk membina hubungan terpiutik pera2at 9 keluarga. Dengarkan dengan aktif dan empati, keluarga akan merasa diperhatikan. 2. 7eri pen'elasan tentang semua prosedur dan tindakan yang akan dilakukan pada pasien. 0en'elasan akan mengurangi ke"emasan akibat ketidak tahuan. 3. 7erikan kesempatan pada keluarga untuk bertemu dengan klien. Mempertahankan hubungan pasien dan keluarga. 4. 7erikan dorongan spiritual untuk keluarga. #emangat keagamaan dapat mengurangi rasa "emas dan meningkatkan keimanan dan ketabahan dalam menghadapi krisis.

Resiko tinggi gangguan integritas kulit sehubungan dengan immobilisasi tidak adekuatnya sirkulasi perifer. &u'uan %

+angguan integritas kulit tidak ter'adi (en"ana tindakan %

1. Ka'i fungsi motorik dan sensorik pasien dan sirkulasi perifer untuk menetapkan kemungkinan ter'adinya le"et pada kulit. 2. Ka'i kulit pasien setiap 'am % palpasi pada daerah yang tertekan.

). 7erikan posisi dalam sikap anatomi dan gunakan tempat kaki untuk daerah yang menon'ol. *. +anti posisi pasien setiap 2 'am 4. 0ertahankan kebersihan dan kekeringan pasien % keadaan lembab akan memudahkan ter'adinya kerusakan kulit. :. Massage dengan lembut di atas daerah yang menon'ol setiap 2 'am sekali. 5. 0ertahankan alat-alat tenun tetap bersih dan tegang. . Ka'i daerah kulit yang le"et untuk adanya eritema, keluar "airan setiap 'am. ,. 7erikan pera2atan kulit pada daerah yang rusak ; le"et setiap * 9 dengan menggunakan 6212. 'am

12

D=8&=( K.0D#&=K==G Doenges M... (1, ,! Gursing Care 0lan, +uidlines for 0lanning 0atient Care (2 nd ed !. 0hiladelpia, 8.=. Da<is Company. >ongK 7C and 0hipps F/ (1, 4! .ssential of Medi"al #urgi"al Gursing % = Gursing 0ro"ess =pproa"h #t. >ouis. C<. Mosby Company. =sikin L (1,,1! #imposium Kepera2atan 0enderita Cedera Kepala. 0anatalaksanaan 0enderita dengan =lat 7antu Gapas, /akarta. 6arsono (1,,)! Kapita #elekta Geurologi, +ad'ah Mada Dni<ersity 0ress

1)

0erkapuran #embuh

/aringan Ke'u Ka<itas

1*

Meluas

Memadat;bekas #embuh

7ersih

#arang pneumonia baru =. Klasifikasi

&uberkuloma

Klasifikasi Kesehatan Masyarakat (=meri"an &hora"i" #o"iety, 1,5*! Kategori 0 M - &idak pernah terpapar ; terinfeksi - (i2ayat kontak negatif - &es tuberkulin Kategori infeksi - (i2ayat ; kontak negatif - &es tuberkulin negatif Kategori AA M - &erinfeksi &7 tapi tidak sakit negatif Kategori AAA M &erinfeksi dan sputum sakit &es tuberkulin positif (adiologis dan sputum A M &erpapar &7 tapi tidak terbukti ada

Di Andonesia Klasifikasi yang dipakai berdasarkan D.0K.# 2000 adalah Kategori 1 % 0aduan obat 26(L.;*6)() atau 26(L.;*6( atau 26(L.;:6.

14

1bat tersebut diberikan pada penderita baru NO&7 0aru 7&= 0ositif, penderita &7 0aru 7&= Gegatif (oentgen 0ositif yang Isakit beratJ dan 0enderita &7 ekstra 0aru 7erat. Kategori AA % paduan obat 26(L.#;6(L.;46)().) 1bat ini diberikan untuk % penderita kambuh (relaps!, pendrita gagal (failure! dan penderita dengan pengobatan setelah lalai ( after default! Kategori AAA % paduan obat 26(L;*6)() 1bat ini diberikan untuk penderita 7&= negatif fan roentgen positif sakit ringan, penderita ekstra paru ringan yaitu &7 Kelen'ar >imfe (limfadenitis!, pleuritis eksudati<a uiteral, &7 Kulit, &7 tulang (ke"uali tulang belakang!, sendi dan kelen'ar adrenal. =dapun tambahan dari pengobatan pasien &7 obat sisipan yaitu diberikan bila pada akhir tahab intensif dari suatu pengobatan dengan kategori 1 atua 2, hasil pemeriksaan dahak masih 7&= positif, diberikan obat sisipan ( 6(L. ! setiap hari selama satu bulan.

7.

+e'ala Klinis +e'ala umum &b paru adalah batuk lebih dari * minggu dengan atau tanpa sputum , malaise , ge'ala flu , demam ringan , nyeri dada , batuk darah . ( Mans'oer , 1,,,! +e'ala lain yaitu kelelahan, anoreEia, penurunan 7erat badan ( >u"kman

dkk, ,) ! Demam 7atuk % % subfebril menyerupai influensa - batuk kering (non produktif! batuk produktif (sputum! - hemaptoe

1:

C.

#esak Gafas Gyeri dada Malaise

pada penyakit &7 yang sudah lan'ut dimana infiltrasinya sudah P bagian paru-paru

anoreksia, nafsu makan menurun, sakit kepala, nyeri otot, keringat malam

0emeriksaan 0enun'ang 1. Darah 2. #putum % % - >eokosit sedikit meninggi - >.D meningkat 7&= 0ada 7&= (O! ditermukan sekurang-kurangnya ) batang kuman pada satu sediaan dengna kata lain 4.000 kuman dalam 1 ml sputum. ). &est &uberkulin *. (oentgen % % MantouE &es (00D! 8oto 0=

D.

Medikamentosa /enis obat yang dipakai - 1bat 0rimer 1. Asonia$id (6! 2. (ifampisin ((! ). 0ira$inamid (L! *. #treptomisin 4. .tambutol (.! ="id! :. &iaseta$on 5. Hiomisin . Kapreomisin 0engobatan &7 ada 2 tahap menurut D.0K.#.2000 yaitu % &ahap AG&.G#A8 - 1bat #ekunder 1. .konamid 2. 0rotionamid ). #ikloserin *. Kanamisin 4. 0=# (0ara =mino #ali"i"ly"

15

0enderita mendapat obat setiap hari dan dia2asi langsung untuk men"egah ter'adinya kekebalan terhadap rifampisin. 7ila saat tahab intensif tersebut diberikan se"ara tepat, penderita menular men'adi tidak tidak menular dalam kurun 2aktu 2 minggu. #ebagian besar penderita &7 7&= positif men'adi negatif (kon<ersi! pada akhir pengobatan intensif. 0enga2asan ketat dalam tahab intensif sangat penting untuk men"egah ter'adinya kekebalan obat. &ahap lan'utan 0ada tahap lan'utan penderita mendapat obat 'angka 2aktu lebih pan'ang dan 'enis obat lebih sedikit untuk men"egah ter'adinya kelembutan. &ahab lan'utan penting untuk membunuh kuman persisten (dormant! sehingga men"egah ter'adinya kekambuhan. 0aduan obat kategori 1 % &ahap >ama (6! ; day ( day L day 8 day /umlah 6ari C Antensif >an'utan 2 bulan * bulan 1 2 1 1 ) ) Gelan 1bat :0 4*

0aduan 1bat kategori 2 %


&ahap >ama (6! Q)00 mg Antensif >an'utan 2 bulan 1 bulan 4 bulan 1 1 2 ( Q*40 mg 1 1 L Q400 mg ) ) 1 . Q 240 mg ) ) ) . Q400 mg 2 0,4 3 #trep. An'eksi /umlah 6ari C Gelan 1bat :0 )0 ::

0aduan 1bat kategori ) %


&ahap >ama 6 Q )00 mg (Q*40mg 0Q400mg 6ari C Gelan 1bat

Antensif >an'utan ) E 2eek

2 bulan * bulan

1 2

1 1

) 1

:0 4*

1=& sisipan (6(L.! &ahap >ama 6 Q)00mg Antensif (dosis harian! 6. Kegagalan 0engobatan #ebab-sebab kegagalan pengobataan % a. 1bat % 0aduan obat tidak adekuat Dosis obat tidak "ukup Minum obat tidak teratur ; tdk. #esuai dengan petun'uk yang diberikan. /angka 2aktupengobatan kurang dari semestinya b. Drop out % ". 0enyakit % A. 0enanggulangan Khusus 0asien a. &erhadap penderita yang sudah berobat se"ara teratur berat =da penyakit lainyang menyertai "ontoh % Demam, =lkoholisme dll =da gangguan imunologis &er'adi resistensi obat. Kekurangan biaya pengobatan Merasa sudah sembuh Malas berobat >esi 0aru yang sakit terlalu luas ; sakit 1 bulan 1 ( g 1 L . day Q240mg ) Gelan C 6ari )0 Q*40m Q400mg )

1,

- menilai kembali apakah paduan obat sudah adekuat mengenai dosis dan "ara pemberian. - 0emeriksaan u'i kepekaan ; test resistensi kuman terhadap obat b. &erhadap penderita yang ri2ayat pengobatan tidak teratur - &eruskan pengobatan lama ) bulan dengan e<aluasi bakteriologis tiap-tiap bulan. Gilai ulang test resistensi kuman terhadap obat /angka resistensi terhadap obat, ganti dengan paduan obat yang masih sensitif. ". 0ada penderita kambuh (sudah men'alani pengobatan teratur dan adekuat sesuai ren"ana tetapi dalam kontrol ulang 7&= ( O! se"ara mikroskopik atau se"ara biakan ! 1. 7erikan pengobatan yang sama dengan pengobatan pertama 2. >akukan pemeriksaan 7&= mikroskopik ) kali, biakan dan resistensi ). (oentgen paru sebagai e<aluasi. *. Adentifikasi adanya penyakit yang menyertai (demam, alkoholisme ; steroid 'angka lama! 4. #esuatu obat dengan tes kepekaan ; resistensi :. .<aluasi ulang setiap bulannya % pengobatan, radiologis, bakteriologis. J. Asuhan Keperawatan TB Paru 1. 0engka'ian Data Nang dika'i =. =ktifitas;istirahat Kelelahan Gafas pendek karena ker'a Kesultan tidur pada malam hari, menggigil atau berkeringat Mimpi buruk &akhikardi, takipnea;dispnea pada ker'a

20

Kelelahan otot, nyeri , dan sesak 7. Antegritas .go =danya ; fa"tor stress yang lama Masalah keuangan, rumah 0erasaan tidak berdaya ; tak ada harapan Menyangkal =nsetas, ketakutan, mudah terangsang C. Makanan ; Cairan Kehilangan nafsu makan &ak dapat men"erna 0enurunan berat badan &urgor kult buruk, kering;kulit bersisik Kehilangan otot;hilang lemak sub kutan D. Kenyamanan Gyeri dada 7erhati-hati pada daerah yang sakit +elisah .. 0ernafasan Gafas 0endek 7atuk 0eningkatan frekuensi pernafasan 0engembangn pernafasan tak simetris 0erkusi pekak dan penuruna fremitus Defiasi trakeal 7unyi nafas menurun;tak ada se"ara bilateral atau unilateral Karakteristik % 6i'au ;kurulen, Kuning atua ber"ak darah 8. Keamanan =danya kondisi penekanan imun &est 6AH 0ositif Demam atau sakit panas akut +. Anteraksi #osial

21

0erasaan Asolasi atau penolakan 0erubahan pola biasa dalam tanggung 'a2ab 0emeriksaan Diagnostik 1. Kultur #putum 2. Leihl-Geelsen ). &es Kulit *. 8oto &horak 4. 6istologi :. 7iopsi 'arum pada 'aringan paru 5. .lektrosit . +D= ,. 0emeriksaan fungsi 0aru AA. Diagnosa Kepera2atan 1. (esiko tinggi infeksi ( penyebaran ; akti<asi ulang ! 7.d 0ertahanan primer tak adekuat , penurunan ker'a silia Kerusakan 'aringan 0enurunan ketahanan Malnutrisi &erpapar lngkungan Kurang pengetahuan untuk menghindari pemaparan patogen

Kriteria hasil %- 0asien menyatakan pemahaman penyebab ; faktor resiko indi<idu - mengidentifkasi untuk men"egah ; menurunkan resiko infeksi - Menun'ukkan teknik , perubahan pola hidup untuk peningkatan lingkungan yang aman

22

Anter<ensi % 1. Ka'i patologi penyakit dan potensial penyebaran infeksi 2. Adentifikasi orang lain yang beresiko ). =n'urkan pasien untuk batuk ;bersin dan mengeluarkan pada tissue dan menghindari meludah *. Ka'i tindakan kontrol infeksi sementara 4. =2asi suhu sesuai indikasi :. Adentifikasi faktor resiko indi<idu terhadap pengaktifan berulang 5. &ekankan pentingnya tidak menghentikan terapi obat . Ka'i pentingnya mengikuti dan kultur ulang se"ara perodik terhadap sputum ,. Dorong memilih makanan seimbang 10. Kolaborasi pemberian antibiotik 11. >aporkan ke departemen kesehatan lokal 2. 7ersihan 'alan nafas tak efektif 7.d - adanya se"ret - Kelemahan , upaya batuk buruk - .dema tra"heal Kriteria .<aluasi % 0asien menun'ukkan perbaikan <entilasi dan oksigenasi 'aringan adekuat Anter<ensi % 1. Ka'i fungsi pernafasan , ke"epatan , irama , dan kedalaman serta penggunaan otot asesoris 2. Catat kemampuan unttuk mengeluarkan mukosa ; batuk efekttif ). 7eri posisi semi;fo2ler *. 7ersihkan sekret dari mulut dan trakhea 4. 0ertahankan masukan "airan sedikitnya 2400 ml per hari :. Kolaboras pemberian oksigen dan obat 9 obatan sesuai dengan indikasi

2)

). (esiko tinggi ; gangguan pertukaran gas 7.d - 0enurunan permukaan efektif paru , atelektasis - Kerusakan membran al<eolar 9 kapiler - #ekret kental , tebal - .dema bron"hial Kriteria .<aluasi % 0asien menun'ukkan perbaikan <enilasi dan oksigenasi 'aringan adekuat dengan +D= dalam rentang normal dan bebas ge'ala distress pernapasan Anter<ensi % 1. Ka'i Dipsnea,&akhipnea, menurunnya bunyi nafas ,peningkatan upaya pernafasan , terbatasnya ekspansi dinding dada , dan kelemahan 2..<aluasi perubahan tingkat kesadaran , "atat sianosis dan atau perubahan pada 2arna kulit ). =n'urkan bernafas bibr selama ekshalasi *. &ingkatkan tirah baring ; batasi akti<itas dan atau 7antu akti<itas pera2atan diri sesuai kebutuhan 4. Kolaborasi oksigen *. 0erubahan nutrisi kurang dari kebutuhan 7.d - Kelemahan - #ering batuk ; produksi sputum - =noreEia - Ketidak"ukupan sumber keuangan Kriteria hasil % Menun'ukkan peningkatan 77, menun'ukkan perubahan perilaku ; pola hidup untuk meningkatkan ; mempertahankan 77 yang tepat Anter<ensi %

2*

1. Catat status nutrisi pasien pada penerimaan , "atat turgor kulit , 77, Antegrtas 2. ). mukosa oral , kemampuan menelan , ri2ayat mual ; muntah atau diare 0astikan pola diet biasa pasien =2asi masukan dan pengeluaran dan 77 se"ara periodik hhubungan dengan obat 4. Dorong dan berikan periode stirahat sering. :. 7erikan per2atan mulut sebelum dan sesudah tindakan pernafasan. 5. Dorong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi protein dan karbohodrat. . Dorong orang terdekat untuk memba2a makanan dari rumah. ,. Kolaborasi ahli diet untuk menentukan komposisi diet. 10. Konsul dengan terapi pernafasan untuk 'adual pengobatan 1-2 'am sebelum dan sesudah makan. 11. =2asi pemeriksaan laboratorium 12. Kolaborasi antipiretik 4. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, aturan tindakan, dan pen"egahan 7erhubungan dengan % Keterbatasan kognitif &ak akurat;lengkap informasi yang ada salah interpretasi informasi Kriteria hasil % Menyatakan pemahaman kondisi ; proses penyakit dan pengobatan serta melakukan perubahan pola hidupdan berpartispasi dalam program pengobatan Anter<ensi % 1. Ka'i kemampuan psen untuk bela'ar 2. Adentifikasi ge'ala yang harus dilaporkan ke pera2at ). &ekankan pentingnya mempertahankan proten tinggi dan det karbohidrat dan pemasukan "airan adekuat.

*. #elidiki anoreEia , mual , muntah dan "atat kemungkinan

24

*. 7erikan interuksi dan informasi tertuls khusus pada pasien untuk ru'ukan. 4. /elaskan dosis obat, frekuensi pemberian, ker'a yang diharapkan dan alasan pengobatan lama. :. Ka'i potensial efek samping pengobatan dan peme"ahan masalah 5. &ekankan kebutuhan untuk tidak minum al"ohol sementara minum AG6 . (u'uk untuk pemeriksaan mata setelah memula dan kemudian tiap bulan selama minum etambutol ,. Dorongan pasien; atau orang terdekat untuk menyatakan takut ; masalah. /a2ab pertanyaan dengan benar. 10. Dorong untuk tidak merokok 11. Ka'i bagaimana &7 ditularkan dan bahaya reakti<asi

DAFTAR PUSTAKA Doengoes Marilynn . ,(en"ana =suhan Kepera2atan ,.+C, /akarta , 2000. >ynda /uall Carpenito, (en"ana =suhan dan Dokumentasi Kepera2atan , edisi 2 , .+C, /akarta ,1,,,. Mans'oer dkk , Kapita #elekta Kedokteran ,edisi ) , 8K DA , /akarta 1,,,. 0ri"e,#yl<ia =nderson , 0atofisologi % Konsep Klinis 0roses 9 0roses penyakit , alih bahasa 0eter =nugrah, edisi * , /akarta , .+C, 1,,,.

2:

&u"ker dkk, #tandart 0era2atan 0asien , .+C, /akarta , 1,, .

>=01(=G 0.GD=6D>D=G C.D.(= 1&=K #.D=G+

25

G=M= % GA M=D. (=&G= #=(A GAM % 00512011105*

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MATARAM PRODI D III KEPERAWATAN !"#

2,