Anda di halaman 1dari 22

Manajemen Kamar Operasi (Persiapan Pre, Intra, dan Post Operasi) Persiapan Fisik Sebelum Operasi Selain mempersiapkan

mental, waktu, dan biaya, pembedahan berencana juga mewajibkan pasien untuk menyiapkan kondisi fisik demi lancarnya operasi yang akan berlangsung. Persiapan fisik ini berhubungan dengan kelainan atau penyakit yang akan dibedah tersebut, dan juga persiapan fisik berkenaan dengan pembiusan, agar obat-obat bius yang nantinya diberikan tidak menimbulkan efek negatif akibat kemampuan respon tubuh yang tidak normal lagi. Diagnosis suatu penyakit diupayakan sejelas mungkin sebelum terapi pembedahan dijalankan. Dan bagi operator atau dokter bedah sendiri, tentu tidak akan memiliki arah yang pasti di saat berlangsungnya operasi jika informasi atau assesment belum optimal. Sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan di luar pemeriksaan fisik untuk menuju kepastian itu. ungkin akan diperlukan pemeriksaan laboratorium saja atau dibutuhkan lagi pemeriksaan penunjang yang masih taraf sederhana sampsi sudah canggih. arthroscopy, bronchoscopy, laparoscopy dll%. isalnya pemeriksaan rontgen atau !ray atau "# scan dengan kontras, biopsi, endoscopy $colonoscopy, ureteroscopy, emang semakin maju perkembangan teknologi, semakin canggih pula alat pemeriksaan di bidang medis yang membuat pasien semakin nyaman. #api apapun pemeriksaan itu, tidak selalu harus suatu penyakit langsung dideteksi dengan peralatan yang canggih. &'#()*('S& +,&(' &'#)- OP()-#&F -. -nggota #im Pembedahan #im pembedahan terdiri dari. /. -hli bedah #im pembedahan dipimpin oleh ahli bedah senior atau ahli bedah yang sudah melakukan operasi. 0. -sisten pembedahan $/ orang atau lebih% #erdiri dari asisten bius dokter, residen, atau perawat, di bawah petunjuk ahli bedah. -sisten memegang retractor dan suction untuk melihat letak operasi. 1. -naesthesologist atau perawat anaesthesi Perawat anaesthesi memberikan obat-obat anaesthesi dan obat-obat lain untuk mempertahankan status fisik klien selama pembedahan. 2. "irculating nurse Peran 3ital sebelum, selama, dan setelah pembedahan.

#ugas. Set up ruangan operasi enjaga kebutuhan alat "heck up keamanan dan fungsi semua peralatan sebelum pembedahan, posisi klien dan kebersihan daerah operasi sebelum drapping emenuhi kebutuhan klien, memberi dukungan mental, orientasi klien engkoordinasikan akti3itas engimplementasikan'"P embantu anesthetic endokumentasikan secara lengkap drain, kateter, dll Selama pembedahan.

4. Surgical technologist atau 'urse scrub5 bertanggung jawab menyiapkan dan mengendalikan peralatan steril dan instrumen, kepada ahli bedah6asisten. Pengetahuan anatomi fisiologi dan prosedur pembedahan memudahkan antisipasi instrumen apa yang dibutuhkan. P('7&-P-' +- -) D-' #& P( 8(D-9-'

+eamanan klien diatur dengan adanya ikat klien dan pengunci meja operasi. Dua faktor penting yang berhubungan dengan keamanan kamar pembedahan. lay out kamar operasi dan pencegahan infeksi.
1. ,ay Out pembedahan

)uang harus terletak di luar gedung )S dan bersebelahan dengan )) dan pelayanan pendukung $bank darah, bagian pathologi dan radiology, dan bagian logistik%. -lur lalu lintas yang menyebabkan kontaminasi dan design, ada pemisahan antara hal yang bersih dan terkontaminasi $protektif, bersih, steril dan kotor%. 8esar ruangan tergantung pada ukuran dan kemampuan rumah sakit. :mumnya. ; +amar terima ; )uang untuk peralatan bersih dan kotor ; )uang linen bersih ; )uang ganti ; )uang umum untuk pembersihan dan sterilisasi alat ; Scrub area )uang operasi terdiri dari. ; Stretcher atau meja operasi

; ,ampu operasi ; -nesthesia station ; eja dan standar instrumen ; Peralatan suction ; System komunikasi 0. +ebersihan dan +esehatan #eam Pembedahan Pencegahan kontaminasi. < "uci tangan < 9andscoen < andi < #idak memakai perhiasan. 1. Pakaian bedah #erdiri . +ap, #ujuan.
4.

asker, gaun, #utup sepatu, baju O+

enurunkan kontaminasi Surgical Scrub

"uci tangan pembedahan dilakukan oleh. ; -hli 8edah ; Semua asisten ; Scrub nurse. sebelum menggunakan sarung tangan dan gaun steril. -lat-alat. ; Sikat cucin tangan reuable 6 disposible ; -nti microbial . betadine ; Pembersih kuku dikeringkan dengan handuk steril, waktu . 4 = /> menit -'-S#9(S&-nasthesia menyebabkan keadaan kehilangan rasa secara partial atau total, dengan atau tanpa disertai kehilangan kesadaran. #ujuan. emblok transmisi impuls syaraf, menekan refleks, meningkatkan relaksasi otot. Pemilihan anesthesia oleh anesthesiologist berdasarkan konsultasi dengan ahli bedah dan factor klien. #7P( -'-S#9(S&-. Perawat perlu mengenal ciri farmakologic terhadap obat anesthesia yang digunakan dan

efek terhadap klien selama dan sesudah pembedahan. /. -nasthesia :mum -dalah keadaan kehilangan kesadaran yang re3ersible karena inhibisi impulse saraf otak. isal . bedah kepala, leher, klien yang tidak kooperatif. /% Stadium -nesthesia - Stadium & . )elaksasi ulai klien sadar dan kehilangan kesadaran secara bertahap. - Stadium && . (!citement ulai kehilangan kesadaran secara total sampai dengan pernafasan yang iregulair dan pergerakan anggota badan tidak teratur. - Stadium &&& . -nsethesi pembedahan Ditandai dengan relaksasi rahang, respirasi teratur, penurunan pendengaran dan sensasi nyeri. - Stadium &* . 8ahaya -pnoe, "ardiapolmunarry arrest, dan kematian. 0. etode Pemberian &nhalasi , &* injection. &nstilasi rectal $/% &nhalasi etode yang paling dapat dikontrol karena intak dan eliminasi secara primer oleh paru. Obat anesthesia inhalasi yang diberikan. /. ?as. 'itrous -!ida $'0O%. Paling sering digunakan gas yang tidak berwarna, tidak berbau. 'on iritasi dengan masa induksi dan pemulihan yang cepat. a. Folatile. "airan yang dapat menguap. b. 9alotan. 'on iritasi terhadap saluran pernafasan dan menghasilkan mual dan muntah yang minimal pada post op. 9alotan dapat menekan pada system cardio3askuler $9ypotensi dan 8radicardia%. Dan berpengaruh terhadap hypotalanus. c. (thrane. -nasthesi inhalasi yang menghasilkan relaksasi otot yang adekwat. (thrane mengurangi 3entilasi klien.dan menurunkan tekanan darah. d. Penthrane. Pelemas otot yang efektif dan memberikan efek analgetik pada konsentrasi rendah, toksik pada ginjal dan hanya digunakan untuk pembedahan waktu pendek. e. Forane. uscle relaksan, cardio 3ascular tetap stabil. $0% -nesthesi &njeksi &*

emberikan perasaan senang, cepat dan pelepasan obat secara pelan. a. 8arbiturat. Sering digunakan, bekerja langsung pada "'S dari sedasi sedang sampai kehilangan kesadaran, sedikit mengurangi nyeri. #hiophental sodium5 - Skart acting - Suplement '0O pada operasi singkat. - 9ipnotik pada anesthesia regional. - Depresan paten terhadap sistem jantung dan paru b. 'arcotik - Suplement anesthesia inhalasi - 'arkotik yang sering digunakan - -nalgesia post op yang adekwat. enurunkan 3entilasi al3eolar dan depresan pernafasan. c. &no3ar - +ombinasi Fentonil sitrat dan #ranguili@er Dropreridol. - Digunakan dosis kecil untuk supplement '0> dan anesthesia regional. - Durasi panjang depresi pernafasan, hypo3entilasi, apnea, hypotensi selama posat op. d. +etamine - Obat anesthesia yang tersendiri. - 8ekerja pada bagian syaraf tertentu. - Diberikan pada &* atau & . enyebabkan penurunan kesadaran secara cepat, analgetika tanpa depresi pernafasan erangsang sitem cardio3ascular. atau kehilangan tonus otot. - Digunakan . Diagnostik, pembedahan singkat, supplement '0>. - Selama pemberian. mimpi buruk, halusinasi, tindakan irrational. e. 'euromusculer 8rochler uscle relaksan selama pembedahan. empermudah pemasangan ?# #ube orphin Sulfat, eperidine, dan Fentanil Sitrate.

- 8ekerja pada garis otot tubuh dengan mempengaruhi impuls pada motor end plate. +omplikasi anesthesia umum. +omplikasi jarang tetapi dapat mengancam jiwa. - +omplikasi sebagian besar minor sebagai akibat tehnik intubasi seperti gigi patah atau trauma 3ocal cord. Dapat terjadi akibat hiperektensi leher, rongga mulut kecil, sendi

mandibuler yang kaku. 0. -nestesi ,ocal -tau )egional -nestesi local atau regional secara sementara memutus transmisi impuls saraf menuju dan dari lokasi khusus. ,uas anestesi tergantung. - ,etak aplikasi - *olume total anestesi - +osentrasi dengan kemampuan penetrasi obat Penggunaan regional anestesi. - +ontra indikasi general anestesi - +lien mengalami reaksi yang merugikan dengan general anestesi - Pilihan klien +omplikasi. - O3er dosis - #eknik pemberian yang salah - Sensitifitas klien terhadap anestesi #anda. Stimulasi "'S diikuti depresi "'S dan cardio. ?elisah, pembicaraan incoherent, sakit kepala, mata kabur, mual, muntah, tremor,konfulsi dan peningkatan nadi respirasi , tekanan darah +omplikasi local. (dema, peradangan, abses, necrosis,gangren. #(+'&+ P( 8()&-' -nestesi #opikal Pemberian secara langsung pada permukaan area yang dianestesi 8entuk. Salep atau spray. Sering digunakan . prosedur diagnotik atau intubasi, laringoskopi, cistocopi. asa kerja / $satu % menit, lama kerja 0> = 1> menit. ,okal -nestesi &njeksi obat anestesi secara &" dan S" ke jaringan sekitar insisi, luka atau lesi.

Field 8lock &njeksi secara bertahap pada sekeliling daerah yang dioperasi $ hernioraphy , dental prosedur ,bedah plastik %

'er3e 8lock &njeksi obat anestesi local ke dalam atau sekitar saraf atau saraf yang mempesarafi daerah yang dioperasi. 8lock saraf memutus transmisi sensasi, motor, sympatis. #ujuan . mencegah nyeri selama prosedur dianostik, mengurangi nyeri dan meningkatkan sirkulasi pada penyakit 3ascular. "ontoh . lidocain $ !ilocain % 8upi3acain $ makain %

Spinal -nestesi 6 &ntra #echal Dicapai dengan injecsi obat anestesi ke dalam ruang sub orachonoid. Pada , 0 = 1 atau , 1 = 2. -bsorsi ke urat saraf terjadi secara cepat dan menghasilkan analgesia dengan relaksasi. (fektif untuk operasi abdomen dan panggul. P('?+-A&-' . Di ruang penerimaan perawat sirkulasi. em3alidasi identitas klien em3alidasi inform concent

"hart )e3iew. emberikan informasi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi kebutuhan actual engkaji dan merencanakan kebutuhan klien selama dan sesudah operasi. dan potensial selama pembedahan. Perawat menanyakan. - )iwayat allergi, reaksi sebelumnya terhadap anesthesia atau tranfusi darah. - "heck riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. - "heck pengobatan sebelumnya . therapy, anticoagulasi. - "heck adanya gigi palsu, kontaks lens, perhiasan, wigs dan dilepas.

&'#()*('S& +,&(' POS# OP()-S& Stadium ketiga dan terakhir dari preoperasi adalah bila klien masuk ruang pulih sadar, ruang P-), atau P-":. Selama periode post operati3e, klien dirawat oleh perawat di ruang P-) $ Post -nesthesia )eco3ary % dan unit setelah di pindah dari ruang pemulihan. Baktu yang diperlukan tergantung umur dan kesehatan fisik, type pembedahan, anesthesia dan komplikasi post operasi. Perawat sirkulasi, anesthesiologist 6 perawat awal anesthesia dan ahli bedah mengantar klien ke area reco3ery periode post operasi. -hli bedah atau anesthesiologist mere3iew catatan klien dengan perawat P-": dan menjelaskan type dan luasnya pembedahan, type anesthesia, kondisi patologis, darah, cairan intra 3ena, pemberian obat, perkiraan kehilangan darah dan beberapa trauma intubasi. P('?+-A&-' Setelah menerima laporan dari perawat sirkulasi, dan pengkajian klien, perawat mere3iew catatan klien yang berhubungan dengan riwayat klien, status fisik dan emosi, sebelum pembedahan dan alergi. Pemeriksaan Fisik Dan /. System Pernafasan +etika klien dimasukan ke P-":, Perawat segera mengkaji klien. meletakan tangan di atas mulut atau hidung. - Perubahan pernafasan $rata-rata, pola, dan kedalaman%. )) C /> D, respirasi cepat, dangkal, keadekwatan e!pansi paru, kesimetrisan - &nspeksi. Pergerakan didnding dada, penggunaan otot bantu pernafasan, efek anathesi yang berlebihan, obstruksi diafragma, retraksi sternal
2. Sistem "ardio3asculer

anifestasi +linik

Sirkulasi darah, nadi dan suara jantung dikaji tiap /4 menit $ 2 ! %, 1> menit $2!%. 0 jam $2!% dan setiap 2 jam selama 0 hari jika kondisi stabil. depresi miocard, shock, perdarahan atau o3erdistensi.Penurunan tekanan darah, nadi dan suara jantung shock, nyeri, hypothermia.'adi meningkat

+aji sirkulasi perifer $kualitas denyut, warna, temperatur dan ukuran ektremitas%. trombhoplebitis pada ekstrimitas bawah $edema, kemerahan, nyeri%.9omanEs sign
3. +eseimbangan "airan Dan (lektrolit

- &nspeksi membran mukosa . warna dan kelembaban, turgor kulit, balutan. '? tube, out put urine, drainage luka.- :kur cairan - +aji intake 6 out put. onitor cairan intra3ena dan tekanan darah.
4. Sistem Persyarafan

semua klien dengan anesthesia umum.- +aji fungsi serebral dan tingkat kersadaran depresi fungsi motor. respon pupil, kekuatan otot, koordinasi. -nesthesia umum - +lien dengan bedah kepala leher .
5. Sistem Perkemihan

- +ontrol 3olunter fungsi perkemihan kembali setelah F = G jam post anesthesia inhalasi, &*, spinal. retensio urine.-nesthesia, infus &*, manipulasi operasi abdomen bawah $distensi buli-buli%.Pencegahan . &nspeksi, Palpasi, Perkusi kaji warna, jumlah urine, out put urine- Dower catheter C komplikasi ginjal.1> ml 6 jam
6. Sistem ?astrointestinal

- 2> H klien dengan ?- selama 02 jam pertama dapat ual muntah menyebabkan stress dan iritasi luka ?& dan dapat meningkatkan #&+ pada bedah kepala dan leher serta #&O meningkat. - +aji fungsi gastro intestinal dengan auskultasi suara usus. suara usus $-%, distensi abdomen, tidak flatus.- +aji paralitic ileus - &nsersi '? tube intra operatif mencegah komplikasi post operatif dengan decompresi dan drainase lambung. ; ; ; ; eningkatkan istirahat. emberi kesempatan penyembuhan pada ?& trac bawah. emonitor perdarahan. encegah obstruksi usus.

; &rigasi atau pemberian obat. Aumlah, warna, konsistensi isi lambung tiap F = G jam. I. Sistem &ntegumen - ,uka bedah sembuh sekitar 0 minggu. Aika tidak ada infeksi, trauma, malnutrisi, obat-obat steroid. - Penyembuhan sempurna sekitar F bulan = satu tahun. - +etidak efektifan penyembuhan luka dapat disebabkan. ; &nfeksi luka. ; Diostensi dari udema 6 palitik ileus. ; #ekanan pada daerah luka. ; Dehiscence. ; (3iscerasi. G. Drain dan 8alutan Semua balutan dan drain dikaji setiap /4 menit pada saat di ruang P-), $Aumlah, warna, konsistensi dan bau cairan drain dan tanggal obser3asi%, dan minimal tiap G jam saat di ruangan. J. Pengkajian 'yeri 'yeri post operatif berhubungan dengan luka bedah , drain dan posisi intra operati3e. +aji tanda fisik dan emosi5 peningkatan nadi dan tekanan darah, hypertensi, diaphorosis, gelisah, menangis. +ualitas nyeri sebelum dan setelah pemberian analgetika.
10. Pemeriksaan ,aboratorium.

Dilakukan untuk memonitor komplikasi . Pemeriksaan didasarkan pada prosedur pembedahan, riwayat kesehatan dan manifestasi post operati3e. #est yang la@im adalah elektrolit, ?lukosa, dan darah lengkap. D&-?'OS- +(P()-B-#-'. /. ?angguan pertukaran gas, berhubungan dengan efek sisa anesthesia, imobilisasi, nyeri. 0. +erusakan integritas kulit berhubungan dengan luka pemebedahan, drain dan drainage. 1. 'yeri berhubungan dengan incisi pembedahan dan posisi selama pembedahan.

2. )isiko injury berhubungan dengan effect anesthesia, sedasi, analgesi. 4. +ekurangan 3olume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan intra dan post operasi. F. +etidak efektifan kebersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan sekresi. P()('"-'--' 'o Diagnosa keperawatan #ujuan dan +riteria 9asil &nter3ensi /. ?angguan pertukaran gas b6d spasme bronkus ?angguan pertukaran gas b6d kongesti paru, hipertensi pulmonal, penurunan perifer yang mengakibatkan asidosis laktat dan penurunan curah jantung. Definisi . +elebihan atau kekurangan dalam oksigenasi dan atau pengeluaran karbondioksida di dalam membran kapiler al3eoli 8atasan karakteristik . ?angguan penglihatan Penurunan "O0 #akikardi 9iperkapnia +eletihan somnolen &ritabilitas 9ypo!ia kebingungan Dyspnoe nasal faring -?D 'ormal sianosis warna kulit abnormal $pucat, kehitaman% 9ipoksemia

hiperkarbia sakit kepala ketika bangun frekuensi dan kedalaman nafas abnormal Faktor faktor yang berhubungan . ketidakseimbangan perfusi 3entilasi perubahan membran kapiler-al3eolar 'O" . )espiratory Status . ?as e!change )espiratory Status . 3entilation *ital Sign Status +riteria 9asil . endemonstrasikan peningkatan 3entilasi dan oksigenasi yang adekuat emelihara kebersihan paru paru dan bebas dari tanda tanda distress pernafasan

endemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada

sianosis dan dyspneu $mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips% #anda tanda 3ital dalam rentang normal '&" . &. -&)B-7 -'-?( ('# ; 8uka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu ; Posisikan pasien untuk memaksimalkan 3entilasi ; &dentifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan ; Pasang mayo bila perlu ; ,akukan fisioterapi dada jika perlu ; +eluarkan sekret dengan batuk atau suction ; -uskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan ; ,akukan suction pada mayo ; 8erika bronkodilator bial perlu ; 8arikan pelembab udara ; -tur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. ; onitor respirasi dan status O0

&&. )(SP&)-#O)7 ;

O'&#O)&'?

onitor rata = rata, kedalaman, irama dan usaha respirasi

; "atat pergerakan dada,amati kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot supracla3icular dan intercostal ; ; onitor suara nafas, seperti dengkur onitor pola nafas . bradipena, takipenia, kussmaul, hiper3entilasi, cheyne

stokes, biot ; "atat lokasi trakea ; onitor kelelahan otot diagfragma $ gerakan paradoksis % ; -uskultasi suara nafas, catat area penurunan 6 tidak adanya 3entilasi dan suara tambahan ; #entukan kebutuhan suction dengan mengauskultasi crakles dan ronkhi pada jalan napas utama ; -uskultasi suara paru setelah tindakan untuk mengetahui hasilnya 0. +erusakan integritas kulit Definisi . Perubahan pada epidermis dan dermis 8atasan karakteristik . - ?angguan pada bagian tubuh - +erusakan lapisa kulit $dermis% - ?angguan permukaan kulit $epidermis% Faktor yang berhubungan . (ksternal . - 9ipertermia atau hipotermia - Substansi kimia - +elembaban udara - Faktor mekanik $misalnya . alat yang dapat menimbulkan luka, tekanan, restraint% - &mmobilitas fisik - )adiasi - :sia yang ekstrim - +elembaban kulit - Obat-obatan &nternal .

- Perubahan status metabolik - #ulang menonjol - Defisit imunologi - Faktor yang berhubungan dengan perkembangan - Perubahan sensasi - Perubahan status nutrisi $obesitas, kekurusan% - Perubahan status cairan - Perubahan pigmentasi - Perubahan sirkulasi - Perubahan turgor $elastisitas kulit% 'O" . #issue &ntegrity . Skin and embranes +riteria 9asil . &ntegritas kulit yang baik bisa dipertahankan $sensasi, elastisitas, temperatur, hidrasi, pigmentasi% #idak ada luka6lesi pada kulit Perfusi jaringan baik enunjukkan pemahaman dalam proses perbaikan kulit dan mencegah terjadinya sedera berulang ampu melindungi kulit dan mempertahankan kelembaban kulit dan perawatan alami '&" . Pressure anagement -njurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang longgar 9indari kerutan padaa tempat tidur Aaga kebersihan kulit agar tetap bersih dan kering obilisasi pasien $ubah posisi pasien% setiap dua jam sekali onitor kulit akan adanya kemerahan Oleskan lotion atau minyak6baby oil pada derah yang tertekan onitor akti3itas dan mobilisasi pasien onitor status nutrisi pasien emandikan pasien dengan sabun dan air hangat 1. 'yeri akut Definisi . ucous

Sensori yang tidak menyenangkan dan pengalaman emosional yang muncul secara aktual atau potensial kerusakan jaringan atau menggambarkan adanya kerusakan $-sosiasi Studi 'yeri &nternasional%. serangan mendadak atau pelan intensitasnya dari ringan sampai berat yang dapat diantisipasi dengan akhir yang dapat diprediksi dan dengan durasi kurang dari F bulan. 8atasan karakteristik . - ,aporan secara 3erbal atau non 3erbal - Fakta dari obser3asi - Posisi antalgic untuk menghindari nyeri - ?erakan melindungi - #ingkah laku berhati-hati uka topeng - ?angguan tidur $mata sayu, tampak capek, sulit atau gerakan kacau, menyeringai% - #erfokus pada diri sendiri - Fokus menyempit $penurunan persepsi waktu, kerusakan proses berpikir, penurunan interaksi dengan orang dan lingkungan% - #ingkah laku distraksi, contoh . jalan-jalan, menemui orang lain dan6atau akti3itas, akti3itas berulang-ulang% - )espon autonom $seperti diaphoresis, perubahan tekanan darah, perubahan nafas, nadi dan dilatasi pupil% - Perubahan autonomic dalam tonus otot $mungkin dalam rentang dari lemah ke kaku% - #ingkah laku ekspresif $contoh . gelisah, merintih, menangis, waspada, iritabel, nafas panjang6berkeluh kesah% - Perubahan dalam nafsu makan dan minum Faktor yang berhubungan . -gen injuri $biologi, kimia, fisik, psikologis% 'O" . Pain ,e3el, Pain control,

"omfort le3el +riteria 9asil . ampu mengontrol nyeri $tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, mencari bantuan% elaporkan bahwa nyeri berkurang dengan menggunakan manajemen nyeri ampu mengenali nyeri $skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri% enyatakan rasa nyaman setelah nyeri berkurang #anda 3ital dalam rentang normal &&&. Pain anagement
,akukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik,

durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi Obser3asi reaksi non3erbal dari ketidaknyamanan ?unakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien +aji kultur yang mempengaruhi respon nyeri (3aluasi pengalaman nyeri masa lampau (3aluasi bersama pasien dan tim kesehatan lain tentang ketidakefektifan kontrol nyeri masa lampau 8antu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan dukungan +ontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dan kebisingan +urangi faktor presipitasi nyeri Pilih dan lakukan penanganan nyeri $farmakologi, non farmakologi dan inter personal% +aji tipe dan sumber nyeri untuk menentukan inter3ensi -jarkan tentang teknik non farmakologi 8erikan analgetik untuk mengurangi nyeri (3aluasi keefektifan kontrol nyeri #ingkatkan istirahat +olaborasikan dengan dokter jika ada keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil onitor penerimaan pasien tentang manajemen nyeri -nalgesic -dministration

#entukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan derajat nyeri sebelum pemberian obat "ek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis, dan frekuensi "ek riwayat alergi Pilih analgesik yang diperlukan atau kombinasi dari analgesik ketika pemberian lebih dari satu #entukan pilihan analgesik tergantung tipe dan beratnya nyeri #entukan analgesik pilihan, rute pemberian, dan dosis optimal Pilih rute pemberian secara &*, & untuk pengobatan nyeri secara teratur onitor 3ital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali 8erikan analgesik tepat waktu terutama saat nyeri hebat (3aluasi efekti3itas analgesik, tanda dan gejala $efek samping% 2. )isiko injury b6d kejang tonik klonik, disorientasi Definsi . Dalam risiko cedera sebagai hasil dari interaksi kondisi lingkungan dengan respon adaptif indifidu dan sumber pertahanan Faktor resiko . (ksternal ode transpor atau cara perpindahan anusia atau penyedia pelayanan kesehatan $contoh . agen nosokomial%

- Pola kepegawaian . kognitif, afektif, dan faktor psikomotor - Fisik $contoh . rancangan struktur dan arahan masyarakat, bangunan dan atau perlengkapan% - 'utrisi $contoh . 3itamin dan tipe makanan% - 8iologikal $ contoh . tingkat imunisasi dalam masyarakat, mikroorganisme% - +imia $polutan, racun, obat, agen farmasi, alkohol, kafein nikotin, bahan pengawet, kosmetik, celupan $@at warna kain%% &nternal - Psikolgik $orientasi afektif% al nutrisi - 8entuk darah abnormal, contoh . leukositosis6leukopenia, perubahan faktor

pembekuan, trombositopeni, sickle cell, thalassemia, penurunan 9b, &munautoimum tidak berfungsi. - 8iokimia, fungsi regulasi $contoh . tidak berfungsinya sensoris% - Disfugsi gabungan - Disfungsi efektor - 9ipoksia jaringan - Perkembangan usia $fisiologik, psikososial% - Fisik $contoh . kerusakan kulit6tidak utuh, berhubungan dengan mobilitas% 'O" . )isk +ontrol +riteria 9asil . +lien terbebas dari cedera +lien mampu menjelaskan cara6metode untukmencegah injury6cedera +lien mampu menjelaskan factor resiko dari lingkungan6perilaku personal ampumemodifikasi gaya hidup untukmencegah injury enggunakan fasilitas kesehatan yang ada ampu mengenali perubahan status kesehatan '&" . (n3ironment $ anajemen lingkungan% Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien
&dentifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan

anagement

fungsi kognitif pasien dan riwayat penyakit terdahulu pasien enghindarkan lingkungan yang berbahaya $misalnya memindahkan perabotan% emasang side rail tempat tidur enyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih enempatkan saklar lampu ditempat yang mudah dijangkau pasien. embatasi pengunjung emberikan penerangan yang cukup enganjurkan keluarga untuk menemani pasien. engontrol lingkungan dari kebisingan emindahkan barang-barang yang dapat membahayakan 8erikan penjelasan pada pasien dan keluarga atau pengunjung adanya perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit.

4 Defisit 3olume cairan b6d kehilangan cairan secara aktif, kurangnya intake cairan Definisi . Penurunan cairan intra3askuler, interstisial, dan6atau intrasellular. &ni mengarah ke dehidrasi, kehilangan cairan dengan pengeluaran sodium 8atasan +arakteristik . - +elemahan - 9aus - Penurunan turgor kulit6lidah embran mukosa6kulit kering - Peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan darah, penurunan 3olume6tekanan nadi - Pengisian 3ena menurun - Perubahan status mental - +onsentrasi urine meningkat - #emperatur tubuh meningkat - 9ematokrit meninggi - +ehilangan berat badan seketika $kecuali pada third spacing% Faktor-faktor yang berhubungan. - +ehilangan 3olume cairan secara aktif - +egagalan mekanisme pengaturan 'O". Fluid balance 9ydration 'utritional Status . Food and Fluid &ntake +riteria 9asil . empertahankan urine output sesuai dengan usia dan 88, 8A urine normal, 9# normal #ekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal #idak ada tanda tanda dehidrasi, (lastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan

Fluid management ; #imbang popok6pembalut jika diperlukan ; Pertahankan catatan intake dan output yang akurat ; ; ; ; onitor status hidrasi $ kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan onitor 3ital sign onitor masukan makanan 6 cairan dan hitung intake kalori harian onitor status nutrisi darah ortostatik %, jika diperlukan

; ,akukan terapi &* ; 8erikan cairan ; 8erikan cairan &* pada suhu ruangan ; Dorong masukan oral ; 8erikan penggantian nesogatrik sesuai output ; Dorong keluarga untuk membantu pasien makan ; #awarkan snack $ jus buah, buah segar % ; +olaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk ; -tur kemungkinan tranfusi ; Persiapan untuk tranfusi F. 8ersihan jalan nafas tidak efektif b6d disfungsi neuromuskuler. Definisi . +etidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernafasan untuk mempertahankan kebersihan jalan nafas. 8atasan +arakteristik . - Dispneu, Penurunan suara nafas - Orthopneu - "yanosis - +elainan suara nafas $rales, whee@ing% - +esulitan berbicara - 8atuk, tidak efekotif atau tidak ada ata melebar - Produksi sputum - ?elisah - Perubahan frekuensi dan irama nafas

Faktor-faktor yang berhubungan. - ,ingkungan . merokok, menghirup asap rokok, perokok pasif-PO+, infeksi - Fisiologis . disfungsi neuromuskular, hiperplasia dinding bronkus, alergi jalan nafas, asma. - Obstruksi jalan nafas . spasme jalan nafas, sekresi tertahan, banyaknya mukus, adanya jalan nafas buatan, sekresi bronkus, adanya eksudat di al3eolus, adanya benda asing di jalan nafas. 'O" . )espiratory status . *entilation )espiratory status . -irway patency -spiration "ontrol +riteria 9asil .

endemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih, tidak ada

sianosis dan dyspneu $mampu mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed lips% enunjukkan jalan nafas yang paten $klien tidak merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal% ampu mengidentifikasikan dan mencegah factor yang dapat menghambat jalan nafas '&" . $1% -irway suction Pastikan kebutuhan oral 6 tracheal suctioning -uskultasi suara nafas sebelum dan sesudah suctioning. &nformasikan pada klien dan keluarga tentang suctioning inta klien nafas dalam sebelum suction dilakukan. 8erikan O0 dengan menggunakan nasal untuk memfasilitasi suksion nasotrakeal ?unakan alat yang steril sitiap melakukan tindakan -njurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam setelah kateter dikeluarkan dari nasotrakeal onitor status oksigen pasien -jarkan keluarga bagaimana cara melakukan suksion

9entikan suksion dan berikan oksigen apabila pasien menunjukkan bradikardi, peningkatan saturasi O0, dll. $2% -irway anagement

; 8uka jalan nafas, guanakan teknik chin lift atau jaw thrust bila perlu ; Posisikan pasien untuk memaksimalkan 3entilasi ; &dentifikasi pasien perlunya pemasangan alat jalan nafas buatan ; Pasang mayo bila perlu ; ,akukan fisioterapi dada jika perlu ; +eluarkan sekret dengan batuk atau suction ; -uskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan ; ,akukan suction pada mayo ; 8erikan bronkodilator bila perlu ; 8erikan pelembab udara +assa basah 'a"l ,embab ; -tur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. ; onitor respirasi dan status O0