Anda di halaman 1dari 13

1

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SOSIALISASI DAN PEMDAMPINGAN MENDAPATKAN TANDA DAFTAR INDUSTRI BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA KEDUNG WADUK, KECAMATAN KARANG MALANG KABUPATEN SRAGEN BIDANG KEGIATAN: PKM-M

Diusulkan oleh: Gunarto Nanang Prabowo C 100 080 031 Muhammad Nur Aji B. C 100 090 043 Cynthia Ayu Yhuwana C 100 100 021

2008 2009 2010

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2011


LEMBAR PENGESAHAN
1. Judul Kegiatan : SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN MENDAPATKAN TANDA DAFTAR INDUSTRI BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA KEDUNG WADUK, KECAMATAN KARANG MALANG KABUPATEN SRAGEN : ( ) PKM-P ( ) PKM-K ( )PKMKC ( ) PKM-T () PKM-M : ( ) Kesehatan ( ) Pertanian ( ) MIPA ( ) Teknologi dan Rekayasa ( ) Sosial Ekonomi () Humaniora ( ) Pendidikan

2. Bidang Kegiatan 3. Bidang Ilmu

4. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Gunarto Nanang Prabowo b. NIM : C100080031 c. Jurusan : Ilmu Hukum d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Muhammadiyah Surakarta e. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Donohudan Rt/Rw 02/05 Ngemplak, Boyolali, Telp. (083865148491) f. Alamat email : gunarto_bowo@yahoo.co.id 5. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang 6. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar : Prof. Dr. Harun, S.H, M.HUM b. NIP : 194806051976031001 c. Alamat Rumah dan No Tel./HP : Dukuh Kepanjen Rt 03/Rw 03, Desa Kepanjen, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, / 08121511567 7. Biaya Kegiatan Total a. Dikti : Rp 7.824.000 b. Sumber lain : Rp. 8. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 (Empat) bulan Surakarta, 03 Oktober 2011 Menyetujui Wakil Dekan III Ketua Pelaksana

(Kuswardani, SH., M.Hum) NIK. 471 Wakil Rektor III

(Gunarto Nanang Prabowo) NIM. C 100 080 031 Dosen Pendamping Kegiatan

(Prof. Dr. Absori, S.H, M.Hum) NIK 535


ii

(Prof. Dr. Harun, S.H, M.Hum) NIP.194806051976031001

A. JUDUL SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN MENDAPATKAN TANDA DAFTAR INDUSTRI BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA KEDUNG WADUK, KECAMATAN KARANG MALANG KABUPATEN SRAGEN B. LATAR BELAKANG MASALAH Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Tengah yang memiliki 20 kecamatan salah satu kecamatannya adalah Kecamatan Karang Malang. Kecamatan itu memiliki salah satu desa potenaial di bidang pertanian yaitu Desa Kedungwaduk, karena lahan pertanian di wilayah itu masih luas tetapi penduduknya relatif padat dibanding desa yang lain di wilayah itu. Luas Desa 4.298 km2 dengan kepadatan penduduk 960 jiwa /km2. Selain itu desa tersebut merupakan desa binaan dari Pusat Studi Gender Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam rangka perhatian pada pemberdayaan masyarakat (terutama pemberdayaan perempuan) dengan fokus perhatian peningkatan pendapatan masyarakat. Saat ini telah memiliki beberapa produk dari hasil pertanian baik yang berupa obat obat herbal maupun makanan kecil (seperti kripik singkong dengan berbagai rasa emping dengan modifikasi bentuk yang biasa bulat ini bentuknya emping kotak yang belum ada di lingkungan eks Karisedan Surakarta ) Kegiatan pembuatan makanan untuk industri rumah tangga di Kecamatan Karangmalang merupakan Industri Rumah Tangga yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat khususnya para petani perempuan. Produk itu dikelola dalam bentuk Industri Rumah Tangga dan hingga saat ini untuk Produk makanan kecil belum memiliki Tanda Daftar Industri (TDI) secara sah yang termasuk di dalamnya label produk halal, sistem pengelolaan makanan secara higinis yang dimaksaud adalah masa tenggang daluarsa makanan yang dikonsumsi oleh konsumen. Terbatasnya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh para pelaku usaha serta ketidaktahuan para pelaku usaha akan aturan-aturan tersebut menjadi faktor penyebab mereka kerap kali menyepelekan sisi legalitas dari suatu usaha yang dijalaninya. Rumitnya pengurusan izin usaha kerap kali menjadi momok bagi para pelaku usaha membatalkan niat mereka melegalkan usahanya. Tabel.1 Mata Pencaharian warga Desa Kedung Waduk No. 1. 2. 3. 4. 5. Tani Pedagang PNS/TNI/POLRI Swasta Tukang Mata Pencaharian 627 230 110 490 125 F 38,37 14,08 6,73 29,99 7,65

6. 5.

Pensiunan Jasa/Sosial Jumlah

32 20 1.634

1,96 1,22 100

Sumber. Monograf Desa Kedung Waduk. Tahun 2007 Dengan demikian ketidakpatuhan tidak selalu berawal dari pelaku usaha. Namun, seringkali dari sistem birokrasinya. Selain itu, faktor permainan oknum-oknum pada instansi terkail juga menjadi rahasia umum dan mengakibatkan keengganan pelaku usaha mengurus izin usaha. Melihat perizinan sebagai sebuah lembaga sosial sangat berbeda pada saat melihat perizinan sebagai lembaga yuridis formal. Kalau perizinan dilihat sebagai lembaga yuridis formal dilihat sebagai produk hukum dari penguasa yang bersifat unilateral, dalam mengatur aktivitas sebagian warganya dalam bidang tertentu. Pencegahan akan munculnya gesekan atau perbuatan yang merugikan antara satu dengan yang lain adalah sebagai alasan dalam rangka perlunya izin diperlukan.(harun:68) Berdasarkan perda No.4 Tahun 2007 mengenai perubahan atas peraturan daerah kabupaten Sragen Nomor 18 tahun 2001 tentang retribusi tanda daftar industri dan izin usaha industry. Bahwasannya industry rumah tangga hanya membutuhkan Tanda Daftar Industri (TDI) dikarenakan untuk kategori Tanda Daftar Industri (TDI) terbagi menjadi 3 bagian yaitu kategori 1 usaha industry yang mempunyai modal 5 juta-50 juta, Kategori 2 usaha industry yang mempunyai modal 51 juta-125 juta, dan Kategori 3 usaha industry yang mempunyai modal 126 juta-200 juta pada dasarnya perusahaan perorangan yang bergerak dalam bidang industry ini dalam melakukan kegiatannya tidak perlu mendapatkan izin industry karena industry ini termasuk industry kecil tidak perlu izin usaha industry atas dasar pasal 13 (3) UU No 5 Tahun 1984, kewajiban memperoleh izin usaha industry dapat dikecualikan terhadap industry tertentu dalam kelompok industry kecil , Akan tetapi Tanda Daftar Industri(TDI) sangat perlu untuk mendapatkannya karena dengan mendapatkan Tanda Daftar Industri (TDI) tersebut para pengusaha akan memperoleh label halal, label kadaluarsa, label higenis dalam makanan camilan tersebut. Sehingga produk-produk yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan Dengan belum memperolehnya Tanda Daftar Industri, Industri Rumah Tangga secara sah usaha yang dihasilkan oleh Industri Rumah Tangga akan rentan pembongkaran oleh petugas dari Kantor Perizinan dan Dinas yang terkait, serta untuk mengembangkan produk camilan Industri Rumah Tangga tersebut keluar daerah akan sangat sulit. C. IDENTIFIKASI MASALAH Dari analisis tersebut, dapat diidentifikasi permasalahan yakni : Belum diketahuinya tata-cara pengurusan labeling halal, higenis, serta daluwarsa produk dan/atau tata cara memperoleh Tanda Daftar Industri (TDI) bagi Industri Rumah Tangganya D. TUJUAN Pelaksanaan Program bertujuan untuk :

1. Agar Usaha Industri khususnya Industri Rumah Tangga dalam melakukan kegiatannya sifatnya legal karena usaha tersebut ada izinnya yaitu tercantumnya Tanda Daftar Industri (TDI) yang tercantum di dalam setiap produk. 2. Agar masyarakat pada umumnya dan masyarakat Kecamatan Karang Malang Sragen dapat mengembangkan Industri camilan rumah tangga keluar daerah setelah mendapatkan label produksi Halal, Higienis dan label Daluarsa. 3. Agar masyarakat kecamatan karang malang mengetahui prosedur mengenai memperoleh Tanda daftar Industri (TDI) untuk setiap produk industry yang dihasilkan Industry Rumah Tangga. E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari pelaksanaan program ini, yaitu: 1. Perolehan izin bagi Industri Rumah Tangga yaitu Tanda Daftar Industri(TDI) dalam mendapatkan label produksi halal serta tenggang waktu kadaluarsa untuk mengkomsumsi camilan tersebut. 2. Pembuatan label untuk produk Industri Rumah Tngga(IRT) makanan kecil itu 3. Bahwa makanan camilan yang dikonsumsi oleh konsumen higienis F. KEGUNAAN 1. Manfaat bagi Mahasiswa a. Merangsang mahasiswa untuk berfikir kreatif, inofatif, dan dinamis. b. Media pengembangan serta penerapan ilmu dan tehnologi dari disiplin ilmu yang telah di peroleh ke masyarakat. 2. Manfaat bagi Perguruan Tinggi a. Menambah khasanah ilmu pengetahuan dan tehnologi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi. b. Meningkatkan citra positif perguruan tinggi sebagai pencetak generasi perubahan yang positif bagi negara. 3. Manfaat bagi masyarakat a. Masyarakat paham dan mengerti terkait Pentingnya Tanda Daftar Industri (TDI) Dalam melakukan usaha industry rumah tangga b. Kesadaran masyarakat tentang Tanda Daftar Industri (TDI) dalam melakukan kegiatan industry rumah tangga meningkat c. Masyarakat dapat melebarkan perkembangan industri rumah tangganya jauh lebih baik setelah memperoleh Tanda daftar Industri(TDI) 4. Manfaat bagi industry dan pemerintah a. Banyaknya industry rumah tangga yang mendapatkan Tanda Daftar Industri (TDI) b. Terciptanya masyarakat yang sadar hukum c. Mudahnya pengontrolan dan sosialisai hasil industri yang dilakukan pemerintah kepada industri rumah tangga G. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN Program ini dilaksanakan di kecamatan Karang Malang tepatnya didesa Kedung Waduk kabupaten Sragen, dengan batas : Sebelah utara : Kecamatan Sragen dan Kecamatan Ngrampal Sebelah timur : Kecamatan Sambirejo

Sebelah selatan : Kecamatan Kedawung Sebelah barat : Kecamatan Sidoharjo dan Kecamatan Masaran Berdasarkan data dalam Laporan Data kependudukan Kecamatan Karang Malang tahun 2004 jumlah penduduknya sebesar 56.940 jiwa tang terdiri dari 28.235 laki-laki dan 28.705 perempuan. Kepadatan rata-rata adalah 958 jiwa/km2.(Sumber BPS Kabupaten Sragen). Tabel.2 Komposisi Penduduk Menurut Umur Desa Kedung Waduk, Tahun 2007 No. Umur F % 0-1 764 13,87 1. 1-5 1.038 18,84 2. 5-6 1.093 19,84 3. 16-21 957 17,37 4. 22-59 917 16,64 5. 60 tahun ke atas 5.510 13,45 6. 5.510 100 Jumlah Sumber: Monograf Desa Kedung Waduk. Tahun 2007 Secara kewilayahan terlihat bahwa Kecamatan Karang Malang memiliki hubungan erat dengan Kecamatan Sragen, Kedawung, Masaran, Sidoarjo. Kedekatannya secara spesial dengan Kecamatan Sragen mengharuskan pengembangan kecamatan Karang Malang selalu memperhatikan kebijakan wilayah Kecamatan Sragen sebagai salah satu pusat kegiatan wilayah (PKW) di Jateng. Dampak kondisi krisis, keberadaan usaha kecil dan mikro sangat berperan berpengaruh besar dan sebagian besar dilakukan oleh perempuan seperti kerajinan,asongan. Hal ini disebabkan oleh meningkatkan perasn serta perempuan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan keluarganya lewat usaha kecil-kecilan seperti ini yang juga ikut serta mempertahankan perekonomian Indonesia dan usaha ini merupakan salah satu bagian dan sarana penanggulangan kemiskinan didaerah Pemenuhan hak ekonomi perempuan sangat dirasakan sebagai salah satu kebutuhan dasar khususnya guna meningkatkan taraf kesejahteraan keluarga disamping untuk menyetarakan taraf kesejahteraan posisi dan kondisi perempuan dengan laki-laki. Hal ini dimungkinkan oleh pula kesejahteraan ekonomi yang layak dalam keluarga miskin semakin meningkat sehingga pada gilirannya akan meningkatkan kebutuhan dasar maupun kebutuhan sosial Kegiatan pembuatan makanan untuk industri rumah tangga yang sedang dilaksanakan oleh masyarakat khususnya para petani perempuan lahan yang masih luas ini dimanfaatkan oleh para petani untuk bercocok tanam dengan menanam palawija atau umbi-umbian. Dari hasil pertanian tersebut masyarakat berusaha untuk membuat makanan camilan berupa kripik singkong, karak singkong, rengginang, jamu-jamu tradisional dan lain-lain bahkan sisa-sisa kotoran ternak digunakan untuk pupuk kandang. Kegiatan para petani perempuan sehari-hari diusahakan untuk membuat produksi atau memproduksi makanan camilan yang dibuat oleh para IbuIbu rumah tangga. Bahan baku dan pemasaran dikendalikan oleh beberapa partisipan yang bertempat diluar daerahnya dan dikoordinir oleh sepuluh atau orang yang dituakan yang mengetahui seluk beluk pembuatan

makanan camilan dan para pembina dari perguruan tinggi yang menaruh perhatian home industri dari ibu-ibu rumah tangga. Permasalahnnya, bagaimana pemasarannya agar dapat tetap kontinyu dan cara-cara mengatur manajemen home industri tersebut, makanan cemilan dan yang dihasilkan oleh ibu-ibu rumah tangga berupa hasil dari tanaman masyarakat sendiri dapat membantu untuk menambah inkom para petani dan mengisi waktu luangnya. Namun, prosuk tiap bulan sangat flukuatif tergantung dari kondisi alam yang kadang-kadang menyusahkan kehidupan keluarga. Kondisinya ini menyebabkan kerugian besar bagi produsen karena tidak jarang barang-barang yang sudah dititipkan ditokotoko atau diwarung-warung menjadi rusak karena barang-barangnya yang kadaluarsa. Kondisi semacam ini sering terjadi menyebabkan kendurnya keinginan untuk melanjutkan usahanya. Desamping ini masyarakat juga masih kurang memahami cara-cara produksi yang baik. H. TAHAP PELAKSANAAN 1. Tahap Sosialisasi Pada tahap awal ini mahasiswa akan memberikan penjelasan tentang tata cara memperoleh Tanda Daftar Industri (TDI) berikut manfaatnya yang selama ini para pengusaha industri rumah tangga belum mendapatkannya. Dikarenakan belum mengetahuinya substansi Perda No.14 Tahun 2007 tentang perolehan tanda daftar industry (TDI). Pada tahapan ini mahasiswa akan memberikan sosialisasi mengenai: a. Bimbingan untuk mempunyai label halal b. Bahwa makanan camilan yang dihasilkan oleh para IRT higienis untuk dikonsumsi c. Bimbingan mengenai kadaluarsa produk makanan ini. Dalam sosialisasi mahasiswa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen untuk melakukan sosialisasi dengan pelaksana sosialisasi adalah mahasiswa, Dinas kesehatan sebagai fasilitator. 2. Tahap Pendampingan Mahasiswa membantu proses perizinan industri rumah tangga supaya mendapatkan lebel halal industri, label bahwa makanan tersebut higienis untuk dikonsumsi, serta memperoleh label kadaluarsa makanan camilan tersebut. Dengan melengkapi dokumen-dokumen dan administrasi yang diperlukan. Kemudian dokemen tersebut diajukan oleh pemilik IRT dengan didampingi oleh mahasiswa ke Badan Perizinan Terpadu kabupaten Sragen Skema.1 Alur pendampingan yang dilakukan mahasiswa TIM dari Mahasiswa

Badan Pelayanan Terpadu

Dinas Kesehatan Kota Sragen

MITRA /PENGU SAHA

I. JADWAL KEGIATAN
Kegiatan A. Persiapan Koordinasi team Desain Sosialisasi B. Pelaksanaan Pemberitauan kepada Dinas Terkait Penentuan waktu sosialisasi bersama mitra Sosialisasi Pendampingan C. Penulisan Laporan V Bulan I Bulan II Bulan III Bulan IV

J. RANCANGAN BIAYA 1. Biaya Habis Pakai Nama Alat 1. Kertas HVS Jumlah 4 rim Harga Satuan Rp 35.000,Rp 90.000,Rp 90.000,Rp 100.000; Rp 10.000; Rp. 3.500 Rp. 3.000 Rp. 3.000 Total 2. Biaya Transportasi Nama JumlahSatuan HargaSatuan Total

Total Rp 140.000,Rp 180.000,Rp 180.000,Rp 200.000; Rp 60.000;

2. Tinta Hitam 2 tube HP Deskjet F735 3. Tinta Warna 2 tube HP Deskjet F735 4. Flash Disk 1 buah 5. Alat Tulis ball point 6. CD R 7. Stopmap Plastik 8. block note 5 dosin 10 buah 60 biji 60 biji

Rp. 35.000 Rp. 180.000 Rp. 180.000 Rp 1.155.000,-

1. Koordinasi Team 2. Pemberitauan ke Dinas Terkait 3. Membuat kesepakatan dengan mitra untuk penentuan waktu 4. Transportasi pelaksanaan Sosialisasi 5. .Transportasi pendampingan 6. Transportasi Peserta Total 7. Biaya Penunjang Nama 1. Penyusunan makalah sosialisasi 2. Penggandaan Makalah untuk peserta 3. Dokumentasi (foto dan/atau video) 4. Penyusunan Draft Laporan Pengabdian 5. Diskusi Draft Laporan 6. Penyusunan Laporan Akhir berdasar hasil diskusi 7. Penggandaan dan Penjilidan Laporan 8. Pengiriman Laporan

3x3 1 1

Rp. 15.000,Rp.100.000 Rp.100.000

Rp. 135.000,Rp. 100.000 Rp. 100.000

1x3 3 x 5 x3 50

Rp. 75.000,Rp. 75.000 Rp. 10.000,-

Rp.225.000,Rp. 3.375.000 Rp. 500.000,-

Rp4.435.000,-

JumlahSatuan 1x3 60 x 5 x 2

HargaSatuan Rp 50.000 Rp 150

Total Rp. 150.000 Rp. 90.000

Rp 200.000 2x3 1 x3 2x3 5 Rp. 75.000,Rp 50.000 Rp. 50.000 Rp 60.000 Rp. 450.000,Rp. 150.000 Rp. 150.000 Rp 300.000 Rp 150.000 Rp 1.640.000,-

Total =

8. Lain Lain Nama 1. Konsumsi Sosialisasi 2 MMT 3. Cinderamata

JumlahSatuan 65 2x1 3

HargaSatuan Rp 7500 Rp 16.000 Rp. 25.000

Total Rp. 487.500 Rp. 32.000,Rp. 75.000

Total

Rp 594.000,-

Toyal Biaya yang diperlukan adalah Rp.7.824.000,- (Tuju Juta Delapan ratus dua puluh empat ribu) K. Lampiran 1. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama b. NIM c. Fakultas d. Jurusan e. Angkatan f. Perguruan Tinggi

: Gunarto Nanang Prabowo : C100080031 : Hukum : Ilmu Hukum : 2008 : Universitas Muhammadiyah Surakarta g. Waktu pelaksanaan : 4 (Empat) Bulan h. Pengalaman organisasi : 1. Wakil karang taruna ngemplak , periode 2009-sekarang 2. Ketua IMM Fakultas Hukum UMS Periode 2010-2011 3. Sekertaris umum korkom UMS 2011-2012 i. Karya yang Pernah Ditulis 1. Penelitian tentang Kebijakan Pemerintah Pergantian Minyak Tanah ke LPG, sebagai anggota, Sumber Dana UMS, 2010 2. Pengabdian Kepada Masyarakat tentang Sosialisasi Narkoba kepada Siswa SMA Muhammadiyah se Sukoharjo, Sumber Dana UMS, 2010.

Ketua Pelaksana Kegiatan

(Gunarto Nanang Prabowo) NIM C 100 080 031 2. Anggota Pelaksana Kegiatan Anggota 1 a. b. c. d. e. f. Nama NIM Fakultas Jurusan Angkatan Perguruan Tinggi : Muhammad Nur Aji Basuki : C100090043 : Hukum : Ilmu Hukum : 2009 : Universitas Muhammadiyah Surakarta

g. h. 1. 2.

Waktu pelaksanaan : 4 (Empat) Bulan Pengalaman organisasi : OSIS MTs N Godang rejo periode 2004 / 2005. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah periode 2010 / 2011 sebagai Wakil Sekretaris Umum. 3. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah periode 2011 / 2012 sebagai Sekretaris Umum. Anggota 1

(Muhammad Nur Aji B.) NIM : C 100 090 043 Anggota 2 a. b. c. d. e. f. g. h. 1. 2. 3. 4. Nama : Cynthia Ayu Yhuwana NIM : C100100021 Fakultas : Hukum Jurusan : Ilmu Hukum Angkatan : 2010 Perguruan Tinggi : Universitas Muhammadiyah Surakarta Waktu pelaksanaan : 4 (Empat) Bulan Pengalaman organisasi : OSIS SMA Negeri 1 Periode 2008 / 2009 sebagai anggota seksi bidang kewirausahaan. KAPA (Kesatuan Pelajar Anti Narkoba) periode 2008 / 2009 sebagai Bendahara. HACKES (Majalah Wahana Kreativitas Siswa) periode 2008 / 2009 sebagai Humas. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum periode 2010 / 2011 sebagai Staf Bendahara. Anggota 2

(Cynthia Ayu Yhuwana) NIM : C 100 100 021

10

BIODATA PEMBIMBING 1) 2) 3) 4) Nama Lengkap dan Gelar NIP/NIK Jabatan Alamat Kantor Prof. Dr. Harun, S.H, M.Hum. 194806051976031001 Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jl. A. Yani Pabelan, kartasura, Sukoharjo. : Kepanjen RT 03 RW 01, Delanggu, Klaten : 08121511567 : harun.dr@gmail.com : : : :

5) Alamat Rumah 6) No. Telp. 7) Email Pengalaman Bidang Penelitian 1 2 3 2007 2006 2005

Rekonstruksi Perizinan Usaha Hibah Bersaing Industri Prospektif Kesejahteraan Sosial Perizinan Usaha Industri Penelitian Prospektif Kesejahteraan Sosial Inovatif LPPM UMS Perlindungan Hukum Bagi Reguler LPPM Pedagang di Pasar Tradisional UMS Kartasura

PENGALAMAN RUMUSAN KEBIJAKAN PUBLIK / REKAYASA SOSIAL LAINNYA

No 1

Tahun 2007

2 3

2005 2007

Judul/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya yang telah diterapkan Penataan Kelembagaan Negara Republik Indonesia, yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Penyusunan konsep Kantor Pelayanan Terpadu Kota Pekalongan Pentingnya Naskah Akademik dalam Penyusunan Rancangan Perda, yang diselenggarakan oleh Komisi E DPRD Kabupaten Sragen

Tempat Penerapan Fisip Universitas Sebelas Maret Surakarta Universitas Pekalongan Hotel Novotel

Respon Masyarakat Baik

Baik Baik

11

PENGALAMAN PENULISAN BUKU No Tahun 1. 2006 Judul Buku Perizinan Usaha Industri Partisipatif dan Responsibilitas Birokrasi di Indonesia (Konstruksi Perizinan Usaha Industri Prospektif) Kesejahteraan Sosial Pada Konsep Normatif (Sebuah Kajian Perizinan Usaha Industri) Konstruksi Perizinan Usaha Industri Prospektif (Jilid Pertama) Jumlah Halaman 172 Penerbit Muhammadiyah University Press

2006

225

Muhammadiyah University Press Fakultas Hukum UMS

2008 3

425

Dosen Pembimbing

(Prof. Dr. Harun, S.H, M.Hum.) NIP: 194806051976031001