Anda di halaman 1dari 12

KEBUTUHAN ISTIRAHAT dan TIDUR pada IBU HAMIL Pada saat hamil, ibu hamil akan merasa letih

pada minggu-minggu awal kehamilan atau beberapa minggu terakhir dimana ibu hamil menanggung beban berat yang bertambah. Maka ibu hamil memerlukan istirahat dan tidur semakin banyak dan sering. ISTIRAHAT Istirahat merupakan keadaan yang tenang, relaks tanpa tekanan emosional dan bebas dari kegelisahan (ansientas). Ibu hamil memerlukan istirahat paling sedikit 1 jam pada siang hari dengan kaki ditempatkan lebih tinggi dari tubuhnya. Istirahat sangat bermanfaat bagi ibuhamil agar tetap kuat dan tidak mudah terkena penyakit.mengemukakn ciri-ciri yang dialami seseorang berkaitan dengan istirahat, sebagian besar orang dapat istirahat sewaktu mereka : Merasa behwa segala sesuatu sedang dapat diatasi Merasa diterima Mengetahui apa yang sedang terjadi Bebas dari gangguan dan ketidaknyamanan Mempunyai rencana-rencana kegiatan yang memuaskan Mengetahui adanya bantuan sewaktu memerlukan Relaksasi adalah membebaskan piiran dan bedan dari ketegangan yang dengan sengaja diupayakan dan dipraktikkan. Untuk memperoleh relaksasi sempurna, ada beberapa syarat yang harus dilakukan, yaitu : Tekuk semua persendian dan pejamkan mata Lemaskan seluruh otot-otot tubuh, termasuk otot-otot wajah Lakukan pernapasan secara teratur dan berirama. Pusatkan pikiran anda pada irma pernapasan atau pada hal-hal yan menenangkan Apabila pada saat itu, keadaan menyilaukan atau gaduh; tutuplah mata dengan saputangan dan tutupah telinga degan bantal Pilih posisi relaksasi yang menurut anda paling menyenangkan Waktu terbaik untuk melakukan relaksasi adalah tiap hari setelah makan siang, pada awal istirahat sore, serta malam sewaktu mau tidur. Posisi relaksasi yang dapat dilakukan : Posisi relaksasi dengan telentang Berbaring telentang, kedua tungkai kaki lurus dan terbuka sedikit, kedua langanrileks disamping. Dibawah lutut dan kepala diberi bantal. Pejamkan mata, lemaskan seluruh tubuh, tenang dan lakukan pernapasan yang teratur dan berirama. Posisi relaksasi dengan berbaring miring. Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, di bawah kepala diberi bental dan dibawah perut pun sebaiknya diebri bantal, agar perut

1. 2. 3. 4. 5. 6.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

a.

b.

tidak mengantung. Pejamkan mata, teang, dan atur pernapasan dengan teratur dan berirama. c. Posisi relaksasi dalam keadaan berbaring telentang Kedua lutut ditekuk. Berbaring telentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan disamping telinga, tutuplah mata dengan tenang. Posisi ini dapat dilakukan selama akhir kala I. d. Posisi relaksadsi dengan duduk. Duduk membungkuk, kedua lengan di atas sandaran kursi atau diatas tempat tidur. Jika duduk menghadap tempat tidur. Kedua kaki tidak boleh menggantung. Posisi ini dapat dilakukan selama kala I, sebelum naik ke tempat bersalin. Keempat posisi tersebut diatas dapat dipergunakan selama ada his dan pada saat itu anda harus dapat mengonsentrasikan diri pada irama pernapasan atau pada sesuatu yang menengkan. Sangat dianjurkan untuk tidak memperhatikan nyeri his. TIDUR Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang yang dapat di bangunkan kembali dengan indra / rangsangan yang cukup. Tidur ditandai dengan aktivitas fisik minimal, tingkatkan kesadaran yang bervariasi. Perubahan-perubahan proses fisiologis tubuh dan penurunan respon terhadap rangsangan dari luar. Tujuan tidur secara jelas tidak diketahui namun diyakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional dan kesehatan. 1. Cara dan posisi tidur ibu hamil yang baik Ibu hamil sebaiknya tidur dengan posisi miring ke kiri daripada miring kekanan atau terlentang agar tidak mengganggu aliran darah di rahim. Dengan posisi demikian, rahim tidak menekan vena cava dan uorta abdominalis. Apabila aliran darah ke arah rahim dan selanjtnya ke janin langsung baik., otomatis aliranm zat-zat nutrisi yang dibawa darah ke janin pun akan lancar. Ini berarti , proses pertumbhan dan perkembangan janin diharapkan berjalan normal. Sebaiknya ibu hamil tidur dengan posisi kepala agak tingi. Hindari psisi tidur datar, tekanan rahim pada paru-paru semakin besar dan membuat sesak. Seandainya terjadi sesak nafas berlatih pernafasan dengan cara menarik menahan dan mengeluarkan nafas seperti biasa dilakukan pada senam bumil di usia 6 7 bulan. Jika ibu suka tidur terlentang, taruhlah nbantal dibawah bahu dan kepala untuk menghindari pengumpulan darah pada kaki. Untuk ibu hamil dengan oedema di kaki dianjurkan tidur dalam posisi kaki tinggi dari pada kepala agar sirkulasi darah dari stremitas bwah beredar ke bagian tubuh diatasnya.

Pada waktu hamil sebaiknya meletakkan tungkai diatas bantal sehingga tungkai terganjal setara dengan tinggi pinggang. Jika hendak bangun dari posisi tidur, sebaiknya hindari perubahan posisi secara tiba-tiba. Bangun jangan tergesa-gesa karena dapat membuat pusing. Selain itu perut akan terasa tegang, sakit dan menimbulkan kontraksi. Jadi jika hendak bangun tidur gulingkan badan ke sisi tempat tidur secara perlahan. Selanjutnya gunakan satu tangan menahan tubuh untuk membantu posisi duduk dan kedua kaki diayunkan turun ke sisi tempat tidur. Setelah itu duduk beberapa menit baru angkat tubuh dengan bantuan kedua tangan yang menekan tempat tidur untuk posisi berdiri. 2. Waktu yang diperlukan untuk tidur Tidur siang Tidur siang menguntungkan dan baik untuk kesehatan. Tidur siang dilakukan kurang lebih selama 2 jam dan dilakukan lebih sering dari pada sebelum hamil. Tidur siang dilakukan setelah makan siang tetapi tidak langsung tdur agar bumil tidak merasa mual. Tidur siang dilakukan untuk mengistirahatkan tubuh dan fisik serta pikiran ibu hamil. Tidur malam Bumil hendaknya lebih banyak tidur pada malam hari selam 8 jam. Bumil sebaiknya tidur lebih awal dan jangan tidur terlalu malam karena dapat menurunkan TD bumil. 3. Tempat tidur Saat hamil hendaknya jangan tidur pada tempat tidur yang terlalu tinggi agar tidak mempersulit pada saat bumil naik ke tempat tidur. Tempat tidur diusahakan senyaman mungkin misalnya menggunakan kasur yang tidak terlalu keras 4. Pakaian saat tidur Saat tidur dianjurkan menggunakan baju tidur yang longgar dan berbahan halus serta tidak membuat panas. TANDA-TANDA KLINIS KURANG ISTIRAHAT DAN TIDUR Ada beberapa tanda klinis yang perlu diketahui bidan terhadap pasien yang kurang istirahat atau tidur, yaitu : Pasien mengungkapkan rasa capai Pasien mudah tersinggcung dan kurang santai Warna kehitam-hitaman disekitar mata, konjungtiva merah Apatis Sering kurang perhatian Pusing Mual

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1.

Apabila gangguan tidur atau kurang istirahat ini berlangsung lama, maka dapat terjadi gangguan tubuh. Beberapa tanda gangguan tidur yang perlu diperhatikan : Perubahan kepribadian Rasa capai meningkat Gangguan persepsi Halusinasi gangguan atau pendengaran Bingung dan disorientasi terhadap tempat dan waktu Koordinasi menurun Bicara tidak jelas Faktor-faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya ibu hamil tidur : Masalah yang dialami ibu hamil, misalnya mengenai masalah aktiitas kerja ibu, masalah kehamilan dll. Stress yang dialami ibu hamil akibat dari kehamilan dan masalah lainya. Faktor kecemasan pada ibu hamil Faktor ekonomi keluarga yang menyebabkan kecemasan pada diri ibu Faktor sosial da budaya, misalnya penerimaan dari keluarga, keadaan lingkungan sekitar, kebudayaan yang ada dilingkungannya. Keadaan di lingkungan sekitar ibu hamil, misalnya ketenangan lingkungan, masyarakt sekira dll. Faktor agama, misalnya tingkat kereligiusan ibu hamil dan keluarga. Upaya-upaya untuk mangatasi ibu hamil sulit tidur : Jika ibu hamil sulit tidur karena memikirkan masalahnya, langkah pertama untuk mengatasinya adalah mencari pokok penyebab permasalahan dan mengatasi masalah tersebut, menceritakan masalah tersebut kepada orang terdekatnya, misaklnya : suami, keluarga, teman atupun bidan dan jika permasalahanya belum dapat diselesaikan, maka bisa berkonsultasi dengan psikolog atau psiater Mendengarkan musik klasik atau slow Membaca buku dan bacaan lainnya Minum susu sebelum tidur Berendam di air hangat adan pijat untuk merilekskan otot Ada dua macam tidur yaitu REM (Rapid Eye Movement = gerakan mata cepat) dan tidur NREM (Non Eye Mevement = gerakan mata tidak cepat) Tidur REM merupakan tidur dalam kondisi aktif atau tidur paradoksial yang ditandai dengan : Mimpi yang bermacam-macam Otot-otot kendor Kecepatan jantung dan pernafasan tkidak teratur, sering lebih cepat Perubahan tekanan darah Gerakan otot tidak teratur

2. 3. 4. 5.

1. 2. 3. 4. 5.

6. 7. 8.

Gerakan mata cepat Pembesaran steroid Sekresi lambung meningkat Saraf-saraf simpatetik berkerja selam tidur REM. Dalam tidur REM diperkirakan terjadi proses penyimpanan secara mental yang digunakan sebagai pelajaran, adaptasi psikologis dan memori. Tidur NREM merupakan tkidur yang nyaman dan dalam tidur gelombang pendek karena gelombang otak selama NREM lebih lambat daripada gelombang alfa dan beta ( & ) pada ,orang yang sadar atau tidak dalam keadaan tidur. Tanda-tanda orang tidur NREM : Mimpi berkurang Keadaan istirahat Tekanan darah turun Kecepatan pernafasan turun Metabolisme turun Gerakan mata turun Tidur NREM mempunyai 4 tahap ditandi dengan gelombang otak. Tahap 1 Merupakan tahap transisi berlangsung selama 5 menit yang mana seseorang beralih dari sadar menjadi tidur. Seseorang merasa kabur dan relaks, mata bergerak ke kanan dan kiri, kecepatan jantung dan pernafasan turun secara jelas. Gelombang alpha sewaktu seseorang masih sadar berganti dengan gelombang beta yang lebih lambat. Pada tahap ini seseorang mudah dibangunkan Tahap 2 Merupakan tahap tidur ringan dan proses tubuh terus menerus menurun. Mata masih bergerak-gerak, kecepatan jantung dan pernafasan turun dengan jelas, suhu tubuh dan metabolisme menurun. Gelombang otak ditandai dengan Sleep Spindles dan gelombang K Kompleks. Tahap II berlangsung pendek dan berakhir dalam waktu Tahap 3 Pada tahap ini kecepatan jantung, pernafasan serta proses tubuh berlanjut mengalami penurunan akibat dominasi sistim saraf para simpatik. Seorang menjadi lebih baik dibangunkan. Gelombang otak menjadi lebih teratur dan terdapat penambahan gelombang delta yang lambat. Tahap 4 Merupakan tahap tidur dalam yang ditandai dengan predominasi gelombang delta yang melambat. Kecepatan jantung dan pernafasan turun. Seseorang dalam keadaan rileks, jarang bergerak dan sulit dibangunkan. Selama tidur seseorang mengalami empat sampai enam kali siklus tidur dalam waktu 7-8

1. 2. 3. 4. 5. 6. 1.

2.

3.

4.

1. Jawab

2. Jawab

3. Jawab 4. Jawab

jam. Siklus tidur sebagian besar merupakan tidur NREM dan berakhir dengan tidur REM. Pertanyaan Penambahan yang baik pada tidur itu siang atau malam ? : menurut sumber yang kami dapat sebaiknya tidur yang siang ditambah 2 jam tetapi semuanya itu terserah dengan kondisi fisik ibu. Bila ibu memang terlalu capek dapat tidur lebih lama di siang hari atau lebih awal di malam hari. Posisi bagaimana yang baik untuk tidur bagi ibu hamil ? : sebaiknya ibu tidur posisi miring ke kiri supaya tidak menekan vena cava inkterior dan aorta abdominalis. Sebab uterus berkembang lebih ke arah kanan karena di kiri ada colon sigmoid sehingga diharuskan ibu tidur posisi miring ke kiri. Apakah posisi tidur ibu mempengaruhi posisi janin ? : tidak sebaiknya ibu tidak mengikuti gerak janin. Misalnya anak gerak ke sebelah kiri ibu harus miring ke kanan. Apakah perbedaan tidur aktif dan tidur pasif ? : tidur aktif memiliki bermacam-macam mimpi dan tidur pasif mimpi berkurang. Hal lainnya sudah dibahas di makalah.

Tidur Sehat Kebutuhan Pokok Bagi Wanita Hamil


Oleh Marlina Hakim on 09 Maret 2013. Posted in LIFESTYLE - Cantik Sehat & Bugar

Tidur menjadi kebutuhan pokok bagi ibu hamil karena kehadiran janin di rahim memberikan ketegangan pada tubuh wanita. Itulah sebabnya wanita hamil cepat merasa lelah dan membutuhkan waktu beristirahat yang lebih banyak. Seorang ibu harus memperhatikan kualitas maupun posisi tidur dengan baik agar perkembangan janin pun dapat berjalan dengan sempurna. Berikut adalah 9 tips yang perlu diperhatikan wanita hamil untuk mendapatkan kualitas tidur yang maksimal demi pertumbuhan janin sehat: 1. Tetapkan jam malam. Tidur di waktu yang sama setiap malam akan membiasakan tubuh untuk memiliki jadwal khusus untuk beristirahat. Hal ini sangat baik bagi kesehatan ibu dan janin. 2. Perbanyak istirahat. Selama menjalani masa kehamilan, cobalah untuk beristirahat sebanyak mungkin dan cobalah untuk menambah jam tidur anda. 3. Tidur dengan posisi kepala dan leher terangkat, Tidur dengan posisi leher dan kepala yang diangkat dapat menurunkan asam lambung yang sering menjadi keluhan para wanita hamil. 4. Hindari mimpi buruk. Tidur dengan pikiran yang berbedan berat berpotensi menimbulkan mimpi buruk. Untuk menghindari hal ini, berbagilah dengan pasangan mengenai masalah dan ketakutan-ketakutan yang anda rasakan. Hindari makan malam yang terlalu banyak. 5. Gunakan bantal tambahan. Pada trimester pertama kehamilan, anda dapat menggunakan bantal tambahan antara lutut atau di bawah perut agar badan lebih terasa nyaman ketika tidur. 6. Pakailah bantal panjang. Dalam masa trimester kedua kehamilan, anda dapat menikmati tidur yang lebih baik dengan menempatkan bantal di antara kedua lutut dan bantal yang memanjang dari punggung hingga perut.

7. Tidur miring ke kiri. Pada trimester ketiga kehamilan, cobalah untuk tidur miring ke kiri sehingga sirkulasi darah dapat ditingkatkan ke arah rahim, janin dan ginjal. Sirkulasi darah pada jantung juga dapat ditingkatkan dengan cara ini. 8. Lakukan aktivitas kecil. Memasuki trimester ketiga, wanita hamil terkadang tidak bisa tidur di malam hari. Lakukanlah beberapa kegiatan seperti menonton TV dan mendengarkan musik sebelum anda mencoba untuk kembali tidur. 9. Atasi kram kaki. Kram di kaki menjadi hal lazim yang dialami wanita hamil. Untuk mengatasi hal ini, luruskan dan gerak-gerakkan kaki anda ke atas ketika sedang berbaring di tempat tidur. Hindari stres saat menjalani masa-masa kehamilan. Perbanyak istirahat untuk memaksimalkan perkembangan janin yang sehat. Hindari melakukan pekerjaan yang berat, lakukan olahraga yang teratur dan konsumsilah makanan bergizi. Jadi tunggu apalagi, nikmatilah masa-masa anugerah kehamilan anda.

TINJAUAN PUSTAKA 1. A. DEFINISI

Letak lintang adalah letak janin dengan posisi sumbu panjang tubuh janin memotong atau tegak lurus dengan sumbu panjang Ibu. Pada letak oblik biasanya hanya bersifat sementara, sebab hal ini merupakan perpindahan letak janin menjadi letak lintang atau memanjang pada persalinan. Pada letak lintang, bahu biasanya berada di atas pintu atas panggul sedangkan kepala terletak pada salah satu fosa iliaka dan bokong pada fosa iliaka yang lain kondisi seperti ini disebut sebagai presentasi bahu atau presentasi akromion. Posisi punggung dapat mengarah ke posterior, anterior, superior, atau inferior, sehingga letak ini dapat dibedakan menjadi letak lintang dorso anterior dan dorso posterior. Gambar 1 letak lintang 1. B. ETIOLOGI

Penyebab letak lintang adalah : 1. Dinding abdomen teregang secara berlebihan disebabkan oleh kehamilan multiparitas pada ibu hamil dengan paritas 4 atau lebih terjadi insiden hampir sepuluh kali lipat dibanding ibu hamil nullipara. Relaksasi dinding abdomen pada perut yang menggantung akibat multipara dapat menyebabkan uterus berali kedepan. Hal ini mengakibatkan defleksi sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir, sehingga terjadi posisi oblik atau melintang

2. Janin prematur, pada janin prematur letak janin belum menetap, dan terjadi perputaran janin sehingga menyebabkan letak memanjang 3. Placenta previa atau tumor pada jalan lahir. Dengan adanya placenta atau tumor dijalan lahir maka sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir. 4. Abnormalitas uterus, bentuk dari uterus yang tidak normal menyebabkan janin tidak dapat engagement sehingga sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir 5. Panggul sempit, bentuk panggul yang sempit mengakibatkan bagian presentasi tidak dapat masuk kedalam panggul (engagement) sehingga dapat mengakibatkan sumbu panjang janin menjauhi sumbu jalan lahir. 6. C. DIAGNOSIS 7. Mudah ditegakkan bahkan dengan pemeriksaan inspeksi saja. Abdomen biasanya melebar kearah samping dan fundus uteri lebih rendah tidak sesuai dengan umur kehamilannya. 8. Pemeriksaan abdomen dengan palpasi perasat leopold mendapatkan hasil : 1. Leopold 1 fundus uteri tidak ditemukan bagian janin b. Leopold II teraba balotemen kepala pada salah satu fosa iliaka dan bokong pada fosa iliaka yang lain 1. Leopold III dan IV tidak ditemukan bagian janin, kecuali pada saat persalinan berlangsung dengan baik dapat teraba bahu didalam rongga panggul. Bila pada bagian depan perut ibu teraba suatu dataran kerasyang melintang maka berarti punggung anterior. Bila pada bagian perut ibu teraba bagian bagian yang tidak beraturan atau bagian kecil janin berarti punggung posterior 2. Pada pemeriksaan dalam teraba bagian yang bergerigi yaitu tulang rusuk pada dada janin diatas pintu atas panggul pada awal persalinan. Pada persalinan lebih lanjut teraba klavikula. Posisi aksilla menunjukkan kemana arah bahu janin menghadap tubuh ibu. Bila persalinan terus berlanjut bahu janin akan masuk rongga panggul dan salah satu lengan sering menumbung (lahir terlebih dahulu) kedalam vagina dan vulva D. a. PENATALAKSANAAN Pada kehamilan

Pada primigravida umur kehamilan kurang dari 28 minggu dianjurkan posisi knee chest, jika lebih dari 28 minggu dilakukan versi luar, kalau gagal dianjurkan posisi knee chest sampai persalinan. Pada multigravida umur kehamilan kurang dari 32 minggu posisi knee chest, jika lebih dari 32 minggu dilakukan versi luar, kalau gagal posisi knee chest sampai persalinan. Gambar 2 versi luar pada letak lintang Kontraindikasi versi luar:

1. Ketuban sudah pecah 2. Penderita mempunyai hipertensi 3. Rahim pernah mengalami pembedahan: sectio sesaria, pengeluaran mioma uteri 4. Penderita pernah mengalami perdarahan selama hamil 5. Pernah mengalami tindakan operasi pervaginam 6. Terdapat faktor resiko tinggi kehamilan : kasus infertilitas, sering mengalami keguguran, persalinan prematuritas atau kelahiran mati, tinggi badan kurang dari 150 cm, mempunyai deformitas pada tulang panggul atau belakang 7. Pada kehamilan kembar Syarat versi luar dapat berhasil dengan baik : 1. 2. 3. 4. 5. b. Dilakukan pada usia kehamilan 34-36 minggu Pada inpartu dilakukan sebelum pembukaan 4 cm Bagian terendah belum masuk atau masih dapat dikeluarkan dari PAP Bayi dapat dilahirkan pervaginam Ketuban masih positif utuh Pada persalinan

Pada letak lintang belum kasep, ketuban masih ada, dan pembukaan kurang dari 4 cm, dicoba versi luar. Jika pembukaan lebih dari 4 cm pada primigravida dengan janin hidup dilakukan sectio caesaria, jika janin mati, tunggu pembukaan lengkap, kemudian dilakukan embriotomi. Pada multigravida dengan janin hidup dan riwayat obstetri baik dilakukan versi ekstraksi, jika riwayat obstetri jelek dilakukan SC. Pada letak lintang kasep janin hidup dilakukan SC, jika janin mati dilakukan embriotomi. Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan, tidak dapat terjadi persalinan spontan. Bila persalinan dibiarkan tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian janin dan ruptur uteri. Bahu masuk ke dalam panggul, sehingga rongga panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian tubuh lainnya. Janin tidak dapat turun lebih lanjut dan terjepit dalam rongga panggul. Dalam usaha untuk mengeluarkan janin, segmen atas uterus terus berkontraksi dan beretraksi sedangkan segmen bawah uterus melebar serta menipis sehingga batas antara dua bagian itu makin lama makin tinggi dan terjadi lingkaran retraksi patologik. Keadaan demikian dinamakan letak lintang kasep. Kalau janin kecil, sudah mati dan menjadi lembek, kadang-kadang persalinan dapat berlangsung spontan. Janin lahir cara Denman atau Douglas.

1. Cara Denman Bahu tertahan pada simfisis dan dengan fleksi kuat di bagian bawah tulang belakang, badan bagian bawah, bokong dan kaki turun di rongga panggul dan lahir. Kemudian disusul badan bagian atas dan kepala. 2. Cara Douglas, bahu masuk ke dalam rongga panggul, kemudian dilewati oleh bokong dan kaki, sehingga bahu, bokong dan kaki lahir, selanjutnya disusun oleh lahirnya kepala. Gambar 3 penatalaksanaan letak lintang Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek, baik terhadap ibu maupun janinnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kematian janin pada letak lintang disamping kemungkinan terjadinya letak lintang kasep dan ruptura uteri, juga sering akibat adanya tali pusat menumbung serta trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin. E. PROSES PERSALINAN

Pada letak lintang presisten (letak lintang yang menetap) dengan umur kehamilan aterm, persalinan tidak mungkin dapat terjadi secara normal pervaginam, kecuali badan dan kepala janin dapat masuk kedalam rongga panggul secara bersamaan. Apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat, janin dan ibu dapat meninggal. Pada saat ketuban sudah pecah, bila ibu tidak ditolong dengan tepat, maka bahu janin akan masuk kedalam panggul dan tangan yang sesuai akan menumbung. Kemudian terjadi penurunan panggul sebatas PAP. Sedangkan bokong dan kepala tedapat pada fosailiaka. Kontraksi uterus semakin kuat dalam upayanya mengatasi halangan pada PAP. Namun usaha uterus dalam meningkatkan kontraksi tidak membuahkan hasil. Semakin meningkat kontraksi uterus maka lama kelamaan terbentuk cincin retraksi yang semakin lama semakin tinggi, akhirnya terjadi lingkaran bandl sebagai tanda akan terjadi ruptura uteri. Keadaan ini disebut letak lintang kasep. Apabila penanganan ini tidak mendapatkan penanganan gawat darurat semestinya maka akan terjadi ruptura uteri, ibu dan janin dapat meninggal. Apabila panggul ibu cukup besar dan janin sangat kecil, meskipun kelainan letak lintang menetap, persalinan spontan dapat terjadi. Pada keadaan ini kepala terdorong keperut ibu dengan adanya tekanan pada janin. Tampak di vulva bagian dinding dada dibawah bahu menjadi bagian yang bergantung. Kepala dan dada secara bersamaan melewati rongga panggul. Dalam keadaan terlipat (conduplication corpore) janin dilahirkan. F. PROGNOSIS

Meskipun letak lintang dapat diubah menjadi presentasi kepala, tetapi kelainan kelainan yang menyebabkan letak lintang, seperti misalnya panggul sempit, tumor

panggul dan plasenta previa masih tetap dapat menimbulkan kesulitan pada persalinan. Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek, baik terhadap ibu maupun janinnya. 1. Bagi ibu Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri, baik spontan, atau sewaktu versi dan ekstraksi. Partus lama, ketuban pecah dini, dengan demikian mudah terjadi infeksi intrapartum. 2. Bagi janin

Angka kematian tinggi (25 49 %), yang dapat disebabkan oleh : a. Prolapsus funiculi b. Trauma partus c. Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus e. Ketuban pecah dini