Anda di halaman 1dari 128

BAB IV

METODE ARTIFICIAL LIFT


Apabila suatu sumur minyak sudah tidak mampu lagi memproduksi
minyak dengan tenaga reservoir yang dimilikinya maka untuk memproduksi
minyak dari dalam sumur menuju ke permukaan perlu diberikan tenaga buatan
yang disebut artificial lift atau pengangkatan buatan. Prinsip kerja dari artificial
lift tersebut ialah mengubah tenaga yang dihasilkan oleh sistem peralatan
artificial lift tersebut menjadi tenaga yang mengangkat fluida reservoir ke
permukaan. Dalam pemilihan peralatan yang digunakan untuk keperluan artificial
lift diperlukan suatu perencanaan secara teliti dan pemilihan jenis peralatan yang
tepat, sehingga rate produksi fluida atau minyak yang diinginkan akan tercapai.
Bermacam macam jenis peralatan pengangkatan buatan, namun dalam bab ini
akan dijelaskan lima jenis artificial lift yang banyak digunakan di lapangan
minyak yaitu: gas lift, sucker rod pump, electric submersible pump, progressive
cavity pump, dan jet pump.
Desain artificial lift untuk sebuah sumur, direkomendasikan baha pada
aalnya sumur dianggap sebagai sumur natural flow, oleh karena itu harus
disiapkan sistem produksi untuk melihat sumur tersebut dapat mengalir dan pada
laju alir berapa. !ujuan dari artificial lift adalah untuk menetapkan tubing intake
pressure sehingga reservoir merespon dan memproduksi laju alir yang diharapkan.
Desain dan analisa dari berbagai artificial lift dapat dibagi menjadi dua
bagian, yang pertama adalah komponen reservoir "inflow performance
relationship# yang menggambarkan kemampuan sumur untuk memproduksikan
fluida. $omponen yang kedua menggambarkan seluruh pipa dan sistem artificial
lift. Tubing intake pressure lalu dapat ditentukan untuk laju alir yang berubah%
ubah dan ketika kurva intake ini terletak pada plot yang sama dengan kurva &P',
laju alir untuk metode pengangkatan dapat ditentukan.
(ambar ).*. menunjukkan laju alir untuk masing%masing metode artificial
lift yang berbeda. +edangkan (ambar ).,. menunjukkan laju alir sumur alami
*-)
*-.
dengan kondisi yang stabil, tubing intake pressure memotong kurva &P' pada titik
yang stabil. (ambar )./. menunjukkan sumur mati karena tubing intake pressure
tidak memotong kurva &P'. +umur ini harus dipasang artificial lift untuk
mengubah tubing intake curve sehingga memotong kurva &P'.
0ntuk sumur yang masih mampu mengalir secara alami, tidak berarti
artificial lift tidak dipertimbangkan untuk dipasang. Banyak sumur mampu
memproduksi laju alir yang lebih tinggi ketika dipasang artificial lift, dan hal ini
hampir sering dilakukan untuk mempercepat produksi atau ketika terjadi situasi
yang kompetitif.
Gambar 4.1.
Tubing Intake Pressure ntuk Arti!i"ia# Li!t
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Gambar 4.$.
A#iran %tabi#
*--
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Gambar 4.&.
%umur Mati
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4.1. Gas Li!t
Ditinjau dari cara penginjeksian gasnya ke dalam sumur, injeksi gas dapat
dibedakan menjadi dua cara, yaitu :
*. *ontinuous +as #ift, dimana gas diinjeksi secara terus menerus ke dalam
annulus dan melalui valve yang dipasang pada tubing, gas masuk ke dalam
tubing tersebut.
,. ,ntermittent +as #ift, dimana gas hanya diinjeksikan pada setiap selang aktu
tertentu sehingga injeksi gas merupakan suatu siklus injeksi.
Tabe# IV'1
(riteria Penentuan %istem In)eksi
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
PI B*P %istem In)eksi
12,. 3ampu mengangkat kolom cairan minimum 425
dari dasar sumur
6ontinuous
12,. 3ampu mengangkat kolom cairan yang kurang
dari 425 atau minimum )25 dari dasar sumur.
&ntermittent
72,. 3ampu mengangkat kolom cairan minimum 425
dari dasar sumur
&ntermittent
72,. 3ampu mengangkat kolom cairan yang kurang &ntermittent
*-4
dari 425 atau minimum )25 dari dasar sumur.
4.1.1. Ti+e Gas Li!t
4.1.1.1. C,ntinu,us F#,- Gas Li!t
*ontinuous +as #ift merupakan proses pengangkatan fluida dari suatu
sumur dengan cara menginjeksikan gas yang bertekanan relatif lebih tinggi secara
terus menerus ke dalam tubing dengan maksud untuk meringankan kolom cairan
yang ada di dalam tubing. $arena penginjeksian dilakukan secara kontinyu, maka
memerlukan kesetimbangan aliran minyak dari formasi ke dalam lubang sumur
dengan rate yang cukup tinggi. (ambar ).). menunjukkan suatu operasi dari
continuous gas lift.
Apabila dapat diperkirakan besarnya gradien tekanan aliran rata%rata di
baah dan di atas titik injeksi, maka P
f
dapat dihitung dengan persamaan :
P
f
8 P
h
9 (
fa
: 9 (
fb
"D :#.............................................................")%*#
$eterangan:
P
f
8 !ekanan alir dasar sumur, psi
P
h
8 !ekanan pada well head, psi
(
fa
8 (radien tekanan rata%rata di atas titik injeksi, psi;ft
(
fb
8 (radien tekanan rata%rata di baah titik injeksi, psi;ft
: 8 $edalaman titik injeksi, ft
D 8 $edalaman sumur total, ft
*-<
Gambar 4.4.
Mekanisme O+erasi C,ntinu,us Gas Li!t
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Dengan demikian dasar dari perencanaan gas lift adalah menentukan Pf
yang diperlukan supaya sumur dapat berproduksi dengan rate yang diinginkan,
yaitu dengan cara menginjeksikan gas pada kedalaman tertentu di dalam tubing.
+esuai dengan fungsinya, katup katup gas lift terdiri dari :
*. $atup unloading, yaitu sebagai jalan masuk dari annulus ke tubing, untuk
mendorong cairan yang semula digunakan untuk mematikan sumur.
,. $atup operasi, yaitu sebagai jalan masuk gas dari annulus ke tubing untuk
mendorong fluida reservoir ke permukaan.
/. $atup tambahan, yaitu sebagai katup operasi jika Ps turun.
*-=
Pada tahap pertama, injeksi gas akan mengaktifkan katup%katup unloading
sehingga cairan untuk mematikan sumur akan terangkat ke permukaan dan level
cairan dalam annulus turun. $emudian katup unloading secara bergantian bekerja
dan level cairan dalam annulus akan mencapai katup operasi. (as injeksi akan
masuk ke dalam tubing secara kontinyu jika tekanan injeksi gas dalam annulus
lebih besar dari tekanan aliran dalam tubing. >leh karena itu letak katup operasi
ditempatkan pada kedalaman sehingga tekanan alir dalam tubing lebih kecil dari
tekanan injeksi gas di annulus. Penempatan katup operasi ditentukan dari titik
keseimbangan, yaitu titik yang mana tekanan aliran di dalam tubing sama dengan
tekanan injeksi gas di annulus, setelah dikurangi dengan tekanan differensial *22
psi.
Dengan masuknya gas injeksi melalui katup operasi maka perbandingan
gas cairan di atas titik injeksi akan lebih besar daripada perbandingan gas cairan di
baah titik injeksi. Dengan demikian dasar perencanaan gas lift adalah penentuan
Pf yang diperlukan agar sumur dapat berproduksi dengan rate yang diinginkan,
yaitu dengan cara menginjeksikan gas pada kedalaman tertentu di dalam tubing.
Diagram tekanan kedalaman seperti terlihat pada (ambar )... memberikan
gambaran yang lebih jelas mengenai continuous gas lift dan merupakan dasar
perencanaan. 0mumnya perencanaan continuous gas lift bertolak dari laju
produksi yang diinginkan. Apabila indeks produktivitasnya dan tekanan statik
diketahui, maka tekanan alir dalam sumur yang sesuai dengan laju produksi yang
diinjeksikan dapat dihitung.
Apabila perbandingan gas cairan dari formasi diketahui, maka kurva
gradien tekanan aliran mulai dari dasar sumur dapat digambarkan. Berdasarkan
tekanan injeksi gas yang tersedia, garis gradien dalam annulus dapat digambarkan
dan titik keseimbangan antara tekanan gas dalam annulus dengan tekanan alir
dalam tubing dapat ditentukan. $emudian letak katup operasi dapat pula
ditentukan pada kedalaman yang mempunyai tekanan alir dalam tubing *22 psi
lebih kecil dari tekanan injeksi gas. Apabila tekanan alir di kepala sumur tertentu,
maka perlu diinjeksikan sejumlah gas tertentu, sehingga memberikan
perbandingan gas cairan titik injeksi yang tepat dan menghasilkan gradien aliran
*42
di atas titik injeksi yang diinginkan. (radien aliran harus menghasilkan penurunan
tekanan sedemikian rupa sehingga tekanan aliran di permukaan sama dengan
tekanan di kepala sumur. Berdasarkan perbandingan gas cairan yang diperoleh
tersebut serta (:'
f
, maka jumlah gas yang diinjeksikan dapat dihitung.
Gambar 4...
Diagram (e/a#aman'Tekanan ntuk Peren"anaan %umur Gas Li!t
(,ntin0u
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Pada keadaan sebenarnya, pressure traverse yang digunakan tidak selalu
tepat dengan hasil pengukuran gradien aliran di dalam sumur. $esalahan dapat
berkisar antara *2 %,25. Dengan demikian akan terjadi pula kesalahan dalam
menempatkan katup operasi. 0ntuk mengatasi kesalahan ini perlu ditambah
katup%katup pada selang di atas dan di baah katup opersai. +elang ini disebut
dengan Bracketing ?nvelope. Perencanaan continuous gas lift meliputi :
Penentuan titik injeksi.
Penentuan jumlah gas injeksi.
*4*
Penentuan kedalaman katup%katup sembur buatan.
4.1.1.$. Intermittent F#,- Gas Li!t
Proses pengangkatan cairan pada intermittent gas lift berbeda dengan
continuous gas lift. Pada continuous gas lift, kolom cairan dicampur dengan gas
injeksi untuk mengurangi gradien kolom cairan sehingga tekanan aliran di dalam
tubing turun. +edangkan pada intermittent gas lift, gas diinjeksikan dengan
tekanan tinggi "lebih besar dari tekanan kolom cairan#, sehingga cairan terangkat
akibat pengembangan dan pendorongan gas injeksi, seperti yang ditunjukkan
dalam (ambar ).-.
,ntermitent gas lift merupakan proses yang berulang dan dapat dibagi
dalam tiga periode "seperti yang terlihat dalam (ambar ).4#, yaitu :
*. Periode Aliran masuk
Ditunjukkan oleh (ambar ).4. distribusi tekanan dari aal sampai titik A,
selama periode ini cairan mengalir dari reservoir masuk ke dalam lubang
sumur dan terkumpul dalam tubing di atas katup "valve# operasi. +elama
periode ini valve dalam keadaan tertutup. $enaikan tekanan yang
ditunjukkan dalam kurva diakibatkan oleh bertambahnya cairan yang
masuk ke dalam tubing.
,. Periode Pengangkatan
Ditunjukkan oleh (ambar ).4. mulai dari titik A sampai titik D. bila cairan
yang terkumpul dalam tubing sudah cukup, valve akan terbuka dan gas
yang bertekanan tinggi masuk ke dalam tubing untuk mengangkat slug
cairan ke permukaan. Dari kurva tersebut terlihat pada saat valve terbuka
terjadi kenaikan tekanan dalam tubing yang tajam sehingga mencapai
maksimum "kurva B6# kemudian turun "kurva 6D#. !urunnya tekanan ini
disebabkan oleh penurunan tekanan dalam casing dan pengembangan gas
dalam tubing.
/. Periode Penurunan !ekanan
Ditunjukkan oleh kurva D? yang mana setelah valve tertutup slug
terangkat ke permukaan, maka pengaruh tekanan injeksi hilang. Pada
*4,
kurva terlihat baha penurunan tekanan sedikit demi sedikit dan hal ini
disebabkan oleh cairan yang tidak ikut terangkat ke permukaan jatuh
kembali ke dasar sumur sehingga menimbulkan tekanan balik. !ekanan
tubing mencapai minimum pada titik ?, kemudian proses berulang ke
inflow performance "periode aliran masuk#.
Gambar 4.1.
O+erasi Unloading-Intermittent Flow Well
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*4/
Gambar 4.2.
Gra!ik Tekanan Dasar %umur Pa/a Pr,ses Intermittent Gas Li!t
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4.1.$. Pera#atan Gas Li!t
Peralatan gas lift dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu peralatan di atas
permukaan dan peralatan di baah permukaan. Peralatan%peralatan tersebut saling
berhubungan dalam kelancaran proses gas lift.
4.1.$.1. Pera#atan Di Atas Permukaan Gas Li!t
Peralatan di atas permukaan adalah semua peralatan yang diperlukan
untuk proses injeksi gas ke dalam sumur yang terletak di permukaan. Peralatan%
peralatan tersebut meliputi :
1. 3e## *ea/ /an Gas Li!t C4ristmas Tree
-ell head bukan merupakan alat khusus pada operasi gas lift, tetapi
digunakan pada metode sembur alam. Alat ini berfungsi sebagai tempat
menggantungkan casing dan tubing serta merupakan tempat dudukan christmas
tree. +edangkan christmas tree sendiri berfungsi untuk mengatur laju produksi
dan menjaga tekanan reservoir. +as lift ./mastree dipakai untuk sumur%sumur
gas lift yang dalam dan produksi hariannya cukup besar.
*4)
$. %tasiun (,m+ress,r
Alat ini berfungsi untuk menaikkan tekanan gas injeksi sesuai dengan
keperluan. Di dalam stasiun kompressor terdapat beberapa buah kompressor yang
dihubungkan dengan manifold. Dari stasiun kompressor ini gas bertekanan tinggi
dikirimkan ke sumur%sumur melalui stasiun distribusi.
&. %tasiun Distribusi
Dalam menyalurkan gas injeksi dari kompressor ke sumur terdapat
beberapa macam cara, yaitu :
o +tasiun Distribusi :angsung
Pada sistem ini gas dari kompressor disalurkan langsung ke sumur
produksi. +istem ini mempunyai kelemahan yaitu bila kebutuhan gas
untuk masing%masing sumur tidak sama sehingga injeksi tidak efisien.
o +tasiun Distribusi dengan Pipa &nduk
+istem ini lebih ekonomis karena panjang pipa dapat diperpendek. !etapi
karena sumur yang satu berhubungan dengan sumur yang lain maka
apabila salah satu sumur sedang dilakukan injeksi gas, sumur yang lain
bisa terpengaruh.
o +tasiun Distribusi dengan +tasiun Distribusi
+tasiun ini sangat efektif sehingga sering digunakan. (as dikirim dari
stasiun pusat kompressor ke stasiun distribusi kemudian dibagi ke sumur%
sumur dengan menggunakan pipa.
4. A#at'a#at (,ntr,#
Beberapa jenis alat control yang digunakan pada operasi gas lift adalah :
o *hoke *ontrol dan 0egulator
*hoke control adalah alat yang digunakan untuk mengatur jumlah gas
injeksi sehingga dalam aktu tertentu "saat valve terbuka# gas tersebut
dapat mencapai suatu harga tekanan yang dibutuhkan. *hoke control ini
dirangkai dengan regulator yang berfungsi untuk membatasi jumlah gas
injeksi yang dibutuhkan. Bila gas injeksi telah cukup maka regulator akan
menutup.
o Time *ycle *ontrol
*4.
Time *ycle *ontrol adalah alat yang berfungsi untuk mengotrol laju aliran
gas injeksi dalam intermittent gas lift untuk interval aktu tertentu. Time
cycle control dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.
4.1.$.$. Pera#atan Di Ba-a4 Permukaan Gas Li!t
Peralatan di baah permukaan untuk operasi gas lift adalah valve "katup# gas
lift. @alve%valve ini dipasang pada tubing dan berfungsi untuk :
o 3engosongkan sumur dari fluida workover atau kill fluid supaya fluida
dapat mencapai titik optimum di dalam tubing.
o 3engatur aliran injeksi gas ke dalam tubing, baik pada proses unloading
"pengosongan sumur# maupun pada proses pengangkatan fluida.
1. 5enis')enis Va#6e Gas Li!t
Berdasarkan macam tekanan "tekanan casing atau tekanan tubing# yang
berpengaruh terhadap operasi valve, maka valve gas lift dapat dibagi dalam tiga
kelompok, yaitu :
a. *asing 1ressure !perating 2alve
2alve ini bekerja karena tekanan casing dan biasanya disebut pressure
valve. 2alve ini dalam posisi tertutup sensitif ".2 *22 5# terhadap tekanan
casing dan *22 5 terhadap tekanan casing dalam keadaan terbuka. &ni berarti
untuk membuka valve diperlukan kenaikan tekanan dalam casing dan untuk
menutup valve diperlukan adanya penurunan tekanan dalam casing.
b. 3luid !perated 2alve
2alve ini bekerja karena tekanan fluida dalam tubing. Dalam posisi
tertutup valve ini ".2 *22 5# sensitif terhadap tekanan dalam tubing dan dalam
posisi terbuka *22 5 sensitif terhadap tekanan dalam tubing. &ni berarti valve
akan membuka apabila tekanan dalam tubing naik dan valve akan menutup bila
tekanan dalam tubing menurun. >perasi valve ini dapat dilihat dalam (ambar ).<.
c. Thortling 1ressure 2alve "@alve $ontinyu#
2alve ini disebut dengan valve yang proposional atau valve aliran
kontinyu. Dalam posisi tertutup valve ini sama dengan pressure valve, tetapi
apabila dalam posisi terbuka, valve ini sensitif terhadap tekanan dalam tubing.
Berarti untuk membuka valve diperlukan tekanan dalam casing dan untuk
*4-
menutup valve diperlukan penurunan tekanan dalam tubing atau casing. (ambar
).=. menunjukkan skema valve gas lift aliran kontinyu.
Gambar 4.7.
F#ui/ O+erating Va#6e
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*44
Gambar 4.8.
%kema T4,rt#ing Pressure Va#6e
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4.1.&. Insta#asi Gas Li!t
+ecara umum macam instalasi secara prinsip dipengaruhi oleh apakah
sumur itu akan ditempatkan sebagai aliran intermittent atau aliran continyu, juga
pemilihan jenis valve tergantung pada sumur yang akan ditempatkan sebagai
sumur intermittent gas lift atau sebagai sumur continuous gas lift. Dalam
menentukan tipe instalasi aal harus bertitik tolak dari kemampuan sumurnya
termasuk tekanan dasar sumur dan 1roductivity ,nde4 "P&#.
4.1.&.1. Insta#asi Terbuka 9Opened Installations:
Pada installasi ini tubing dipasang dalam sumur tanpa packer dan standing
valve, gas diinjeksikan melalui casing/tubing annular dan fluida diproduksikan
melalui tubing. !ipe ini baik untuk continuous gas lift, yang mana packer tidak
dipasang dengan suatu alasan seperti gas tidak dapat menyembur di sekitar tubing.
Aika instalasi ini digunakan pada intermittent gas lift maka pada saat shut/down
time fluida akan ke annulus casing "(ambar ).*2.#.
4.1.&.$. Insta#asi %etenga4 Terbuka (Semi Closed Installations)
&nstalasi setengah tertutup mirip dengan intallasi terbuka, bedanya pada
installasi ini dipasang packer dan tidak menggunakan standing valve &nstallasi ini
cocok untuk continuous flow gas lift dan intermittent flow gas lift.
4.1.&.&. Insta#asi Tertutu+ 9Closed Installations:
&nstallasi tertutup mirip dengan instalasi setengah tertutup hanya pada
installasi tertutup dipasang packer dan standing valve. 5tanding valve diletakan
dibaah valve yang paling baah atau pada ujung tubing string, dimaksudkan
untuk mencegah masuknya gas yang diinjeksikan ke dalam sumur. 5tanding valve
ini dipasang pada installasi intermittent gas lift dan dengan pemasangan ini akan
menaikan laju produksi.
*4<
Gambar 4.1;.
Ti+e Insta#asi Gas Li!t
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4.1.4. Peren"anaan Gas Li!t
4.1.4.1. Peren"anaan /an Per4itungan C,ntin,us Gas Li!t
Perencanaan instalasi gas lift bertujuan untuk mendapatkan hasil yang
maksimal dari perolehan minyak. Adapun metode yang digunakan adalah metode
grafis berdasarkan pressure traverse dan gradien tekanan gas di annulus.
a. Penentuan Titik In)eksi
:angkah kerja penentuan titik injeksi :
*. 3enyiapkan data penunjang :
a. $edalaman sumur "D#
*4=
b. 0kuran tubing "dt# dan casing "dc#
c. :aju produksi cairan yang diinginkan "B
:
#
d. $adar air "$A#
e. Perbandingan gas cairan sebelum instalasi sembur buatan di pasang
f. !ekanan statik "P
s
#
g. P& untuk aliran satu fasa atau kurva &P' untuk aliran dua fasa
h. !ekanan kepala sumur "P
h
#
i. !ekanan injeksi gas "P
so
#
j. !emperatur dasar sumur "!D#, temperatur di permukaan "!
s
# dan gradien
thermal "(
t
#
k. AP& minyak, spesifik gravity air "

#, spesifik gravity gas injeksi "gi#


,. 3enyiapkan kertas transparan
3embuat sumbu kartesian berskala yang sesuai dengan skala pressure
traverse. 3enggambarkan tekanan pada sumbu datar dan kedalaman pada
sumbu tegak dengan titik asal "nol# di sudut kiri kertas.
/. 3enghitung tekanan alir dasar sumur berdasarkan laju alir yang diinginkan
"B
:
# dengan menggunakan persamaan :
0ntuk aliran satu fasa :
1,
6
1 1
#
s wf
..................................................................................")%
,#
0ntuk aliran dua fasa "persamaan @ogel# :
# ;B <2"B <* * " 2.*,.P P
maC : s f
+
............................................
")%/#
). 3emplot titik "P
h
,D#
.. 3emilih pressure traverse yang sesuai berdasarkan B
:
, kadar air, dan diameter
tubing yang digunakan.
-. 3emilih garis gradien aliran yang sesuai dengan (:'
f
. +eringkali harga (:'
f
tidak terdapat pada pressure traverse, sehingga perlu diinterpolasi.
4. 3enentukan kedalaman eBivalen P
f
pada kurva langkah -.
*<2
<. 3eletakkan kertas transparan di atas kertas pressure traverse yang dipilih
dengan titik "P
f
,D# tepat di atas P
f
langkah 4.
=. 3enjiplak kurva pilihan di langkah - pada kertas transparan.
*2. 3enentukan gradien tekanan gas "(
gi
# dengan berdasarkan spesifik gravity gas
injeksi dan tekanan injeksi gas "P
so
#. 3emperhatikan faktor koreksi.
**. 3emplot P
so
di kedalaman nol pada kertas transparan.
*,. 3enghitung tekanan gas pada kedalaman D ft, "PC# menurut persamaan :
PC 8 P
so
9 D (
gi
..............................................................................")%)#
*/. 3emplot titik "PC, D#.
*). 3enghubungkan titik "P
so
,2# dengan titik "PC,D# sampai memotong kurva
langkah =.
*.. !itik injeksi ditentukan dengan menelusuri kurva pada langkah = ke atas
dimulai dari titik potong langkah *) sejarak .2 *22 psi. !itik injeksi
berkoordinat "Pi,Di#. +eperti terlihat pada (ambar )...
b. Penentuan 5um#a4 Gas In)eksi
:angkah kerja penentuan jumlah gas injeksi adalah sebagai berikut :
*. 3emplot titik "P
h
,2#.
,. 3enghitung jumlah gas injeksi, yaitu :
Egi 8 B: "(:'
t
% (:'
f
#.................................................................")%.#
/. 3engkoreksi harga Egi pada temperatur titik injeksi, yaitu F
a. 3enentukan temperatur di titik injeksi :
!poi 8 "!s 9 (t Di# 9 )-2
2
.............................................................")%-#
b. 3enghitung faktor koreksi :
6orr 8 2.22.)
Ggi!poi
.................................................................")%4#
c. @olume gas injeksi terkoreksi adalah sebesar :
Egi
corr
8 Egi 6orr.........................................................................")%<#
". Penentuan (e/a#aman (atu+'katu+ %embur Buatan
:angkah kerja penentuan kedalaman katup%katup adalah sebagai berikut :
*. +iapkan data dan grafik penunjang :
a. $ertas transparan hasil penentuan titik injeksi dan jumlah gas injeksi.
b. !ekanan differential "P
d
#.
*<*
c. !ekanan kick off "P
ko
#.
d. (radien statik fluida dalam sumur "(
s
#.
e. $esalahan korelasi pressure traverse terhadap hasil pembuatan pressure
traverse di lapangan setempat, besarnya antara *2 ,2 5.
,. 3enghitung jarak katup maksimum di sekitar titik injeksi menurut
persamaan
(s
Pd
Dv
...............................................................................................")%=#
/. 3enggambarkan garis perencanaan tekanan tubing dengan tubing line sebagai
berikut :
a. 3enghitung : P
*
8 P
f
9 2.,2 Pso
P
,
8 P
f
9 ,22 ................................................................")%*2#
b. 3emilih harga terbesar dari P
*
dan P
,
, misalkan P
*
1 P
,
maka pilih P
*
.
3emplot "P
*
,2# pada kertas transparan. Hubungkan titik "P
*
,2# dengan titik
injeksi "Pi,Di#. (aris ini disebut garis perencanaan tekanan tubing.
). 3enentukan gradien tekanan gas berdasarkan harga P
ko
dan specific gravity
gas injeksi.
.. 3emplot titik "P
ko
,2# pada kertas transparan dan membuat garis gradien
tekanan gas, mulai dari P
ko
dengan menggunakan gradien tekanan gas yang
diperoleh dari langkah /.
-. 3emplot titik "P
so
,2# pada kertas transparan, mulai dari "P
so
,2# membuat garis
gradien tekanan sejajar dengan gradient pada langkah ).
4. Dari titik "P
h
,2#, membuat garis gradien statik dalam sumur berdasarkan
harga gradien statik yang diketahui.
<. Penentuan letak katup sembur pertama :
a. 3emperpanjang garis gradien statik dalam sumur sampai memotong garis
gradien tekanan gas yang meleati titik "P
ko
,2# langkah ..
b. :etak katup injeksi pertama ditentukan dengan menelusuri garis gradien
statik di atas mulai dari titik potong langkah <a sejauh .2 psi. !itik katup
injeksi pertama berkoordinat " P
*
,D
*
#.
=. Penentuan letak katup berikutnya :
*<,
a. 3embuat garis horisontal ke kiri dari titik "P
*
,D
*
# sampai memotong garis
perencanaan tekanan tubing di langkah /.
b. Dari perpotongan garis tersebut buat garis gradien tekanan statik yaitu
garis yang sejajar gradien statik di langkah 4.
c. 3emperpanjang dari langkah =b sampai memotong garis gradien tekanan
gas yang dibuat melalui "P
so
,2#.
d. !itik potong tersebut adalah letak katup berikut dengan koordinat "P
,
,D
,
#.
e. $embali ke langkah =a dan mengulangi langkah kerja sampai =d untuk
memperoleh letak katup%katup berikutnya. Pengulangan ini dihentikan
setelah diperoleh letak katup sembur buatan yang lebih dalam dari titik
injeksi "P
*
,D
*
#.
*2. Penentuan :etak $atup Di Daerah Bracketing Envelope
:angkah kerja penentuan katup di daerah Bracketing Envelope sebagai berikut:
a. 3emplot titik "P
so
P
d
#, 2#.
b. Dari titik tersebut, membuat garis yang sejajar dengan garis gradien
tekanan gas yang melalui "P
so
,2#.
c. 3emperpanjang garis tersebut sampai memotong kurva terpilih di butir b
langkah /.
d. 3enghitung Paa 8 "* 9 B?# Pbe
Pbb 8 "* B?# Pbe
B? 8 5 Bracketing ?nvelope
8 *2 ,2 5
e. Berdasarkan harga P
h
, menghitung :
Pa 8 "* 9 B?# P
h
Pb 8 "* B?# P
h
f. 3enghubungkan titik "Paa,I# dengan titik "Pa,2#. !itik potong antara garis
ini dengan garis gradien gas dari langkah *2b.!itik potong ini adalah batas
atas dari Bracketing Envelope.
g. 3enghubungkan titik "Pbb,I# dengan titik "Pb,2#. 3emperpanjang garis
ini sampai memotong garis gradien gas dari langkah *2b. !itik potong ini
adalah batas baah dari Bracketing Envelope.
*</
h. Dari langkah , telah dihitung jarak maksimum antara katup gas lift "D
v
#.
Berdasarkan harga ini, mulai dari batas atas Bracketing Envelope katup%
katup gas lift dapat dipasang sejarak D
v
batas baah Bracketing Envelope.
4.1.4.$. Peren"anaan Dan Per4itungan Intermittent Gas Li!t
Perencanaan sumur intermittent gas lift meliputi : penentuan jumlah gas
injeksi penetuan spasi katup dan penetuan tekanan katup di bengkel "kondisi
standar#.
a. Penentuan %+asi Va#6e
Penentuan spasi valve dapat secara analitis dan secara grafis.
:angkah langkah yang harus dilakukan untuk perencanaan spasi valve
secara grafis adalah sebagai berikut :
*. Pada kertas grafik kartesian buat
system sumbu koordinat dengan kedalaman sebagai sumbu tegak dan tekanan
sebagai sumbu datar.
,. Plot titik "Pso,2#, Pso 8 !ekanan yang
tersedia % .2
/. !entukan gradient gas
dengan grafik "(ambar ).** dan (ambar ).*,# dan buat garis gradient gas
dalam sumur mulai dari titik "Pso,2# dan perpanjang garis tersebut sampai di
dasar sumur.
.+g 1so 14 +
JJJJJJJJJJJJJJJJJJ..........")%**#
). Plot tekanan tubing di
permukaan "untuk intermittent gas lift, tekanan ini sama dengan tekanan
separator#
.. !entukan gradient
unloading dengan menggunakan grafik "(ambar ).*/ dan (ambar ).*)#
sesuai dengan ukuran tubing dan rate yang diinginkan.
+s7 1sep 1tu +
JJJJJJJJJJJ...............................J")%*,#
-. Plot garis gradient
unloading berdasarkan (u dari langkah . mulai dari tekanan separator di
permukaan dan perpanjang garis tersebut sampai dasar sumur.
*<)
4. !entukan tekanan
penutup yang konstan di permukaan, yaitu :
Psc 8 Pso *22 JJJJJJJJJJJJJJJJJJJ.J..")%*/#
<. !entukan gradien gas
dengan grafik "(ambar ).** dan (ambar ).*,# dan buat garis gradien gas
dalam sumur mulai dari titik "Psc,2# dan perpanjang garis tersebut sampai di
dasar sumur.
Pcv 8 Psc9D(g JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ...")%*)#
=. !arik garis kill fluid
dengan gradient 2.) psi;ft 2.. psi ;ft dari Psep. Perpanjang garis tersebut
sampai memtong garis Pso, perpotongan ini merupakan letak titik valve "*#
*2. Dari perpotongan
tersebut "langkah =#, buat garis horiKontal ke kiri sampai memotong garis
unloading.
**. Dari perpotongan
"langkah *2#, buat garis sejajar dengan gradien fluida yang mematikan sumur
"langkah =# sampai memotong garis gradient gas yang beraal dari titik
"Psc,2#, titik ini merupakan letak dari valve ",#
*,. Dari perpotongan
tersebut "langkah **#, buat garis horiKontal ke kiri sampai memotong garis
unloading.
*/. :akukan langkah **
dan *, untuk mendapatkan latak katup Dv/, Dv), dst lanjutkan sampai dasar
sumur
+edangkan penetuan spasi katup secara analitis dapat dilakukan dengan
menggunakan persamaan berikut :
+s
1wh 1ko
7v

*
+s
+u v 7v 1wh so 1so
v 7v v 7v
# ..." , , * .... , , *
.. , , * ... / , ,

+
JJJ....
")%*.#
*<.
$eterangan :
Dv*, v,J 8 $edalaman katup *, ,, dst, ft
Pso*, Pso,J 8 !ekanan buka permukaan *, ,, dst, psi
Ph 8 !ekanan kepala sumur, psi
(s 8 (radient kill fluid, psi;ft
(u 8 (radient unloading, psi;ft
(u didapatkan dari grafik "(ambar ).*/ dan (ambar ).*)#
b. Penentuan 5um#a4 Gas In)eksi
(as yang diperlukan untuk mengangkat slug cairan dari dasar sumur ke
permukaan adalah volume gas yang diperlukan untuk mengisi tubing pada
tekanan gas rata%rata baah slug dari dasar sumur ke permukaan. :angkah%
langkah untuk menentukan besarnya gas injeksi adalah :
*. +iapkan data penujangnya sebagai
berikut :
a. $edalaman katup operasi "umumnya di ujung tubing#
b. !ekanan buka katup operasi "Pv#, di hitung dengan
rumus :
7 +gi 1so 1v . +
JJJJJJJJJJJJJJJJ....")%
*-#
$eterangan :
Pv 8 !ekanan buka katup operasi pada kedalaman, psi
Pso 8 +urface operating pressure, psi
(gi 8 (radient tekanan gas injeksi, psi;ft
D 8 $edalaman, ft
,. Pilih grafik yang sesuai dengan ukuran
tubing dan tekanan separator
/. Plot kedalaman katup pada sumbu
kedalaman
). Dari titik tersebut tarik garis horiKontal
ke kanan sampai memotong sumbu volume gas
*<-
.. Baca volume gas injeksi yang
diperlukan "B
g
i, 336L#
". Penentuan Tekanan Buka (atu+
Prosedur menetukan tekanan buka katup adalah sebagai berikut :
*. Dari hasil spasi katup, buat skala temperatur yang berhimpitan
dengan sumbu tekanan
,. Plot titik "!s,2# dan "!b,D# kemudian hubungkan kedua titik
tersebut
/. Baca temperature untuk setiap kedalaman katup "!v#
). Baca tekanan tubing untuk setiap kedalaman katup "Pt#.
.. Baca tekanan tutup katup setiap kedalaman "Pvc#, Pvc 8 Pd
-. !entukan ukuran port yang diperlukan, sebagai berikut :
a. !entukan perubahan tekanan dalam casing "MPd# berdasarkan
jumlah gas yang diinjeksikan serta ukuran casing dan tubing.
b. Hitung harga ' untuk setiap katup :
1t 1d 1vc
1d
0
+

JJJJJJJJJJJJJJ..............")%*4#
c. !entukan ukuran port masing%masing katup dengan
membandingkan harga ' dari langkah b dengan harga ' dari ukuran pada
!abel @.,.
Tabe# IV'$.
<R 6a#ues=
Be##,- Area an/ %eat Area Re#ati,ns4i+ !,r Ab > ;.22 in
$
!,r 1 ?=
Va#6e an/ ;.$8 in
$
!,r 1= Va#6e
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Diameter ,! %+rea/
C,ntr,# %eat 9in:
F,r 1< O.D Va#6es F,r 1 ?= O.D Va#6es
R 1 @ R R 1 @ R
*-
/
2.2<-/ 2.=*/4 2.2/.= 2.=-)*
N
2.*./) 2.<)-- 2.2-/< 2.=/-,
/,
=
2.*=), 2.<2.<
% %
*<4
*-
.
2.,/=4 2.4-2/ 2.2==- 2.=22)
/,
**
2.,=22 2.4*22
% %
<
/
2./).2 2.-..2 2.*)/) 2.<.--
*-
4
2.)-=4 2../2/ 2.*=., 2.<2)<
O % %
2.,.-, 2.4)/<
*-
=
% %
2./,,4 2.-44/
4. Hitung tekanan buka katup "Pvo# pada setiap kedalaman katup
# "
*
TE3 1t
0
1vc
1vo

JJJJJJJJJJJJJJJJ.")%
*<#
<. !entukan tekanan dome "Pd# untuk setiap valve pada temperature
-2
o
L, menurut persamaan :
# " -2 P 1d *t 1d
JJJJJJJJJJJJJJJJJJ.")%
*=#
6t didapat dari !abel @./.
=. Hitung tekanan setting di work shop "Ptro# pada temperature -2
o
L,
dengan persamaan :
0
1d
1tro

*
-2 P
JJJJJJJJJJJJJJJJ.JJJ")%
,2#
*<<
Tabe# IV'&.
Temperatur Correction Factor 9Ct: !,r Aitr,gen Base/ ,n 1;
,
F
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*<=
Gambar 4.11.
3eig4t ,! Gas C,#umn C4art
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*=2
Gambar 4.1$.
3eig4t ,! Gas C,#umn C4art
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*=*
Gambar 4.1&.
n#,a/ing Gra/ient C4art
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*=,
Gambar 4.14.
n#,a/ing Gra/ient C4art
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*=/
Gambar 4.1..
Penentuan kuran P,rt
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*=)
Gambar 4.11.
Penentuan kuran P,rt
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*=.
4.1... O+timasi C,ntinu,us Gas Li!t
!ujuan dari injeksi gas pada operasi continuous gas lift adalah untuk
memperkecil besarnya gradien tekanan alir di dalam tubing sehingga dengan
demikan tekanan yang dibutuhkan untuk mengangkat fluida juga menjadi lebih
kecil, akibatnya, juga menjadikan harga Pf turun. Dengan menurunnya harga
Pf, maka drawdownnya akan semakin besar. Akan tetapi pada kenyataan di
lapangan tidak selalu seperti itu. Hal ini dikarenakan pada keadaan tertentu
dengan bertambahnya laju injeksi gas bukan memperkecil gradien tekanan aliran
tetapi justru sebaliknya, karena adanya laju gas yang terlalu besar maka
kecepatannya juga semakin besar sehingga gesekan yang terjadi ikut bertambah
yang akhirnya akan memperbesar gradien tekanan alirannya disamping
dimungkinkan juga adanya tekanan balik. Dengan semakin besarnya gradien
tekanan aliran menyebabkan mengecilnya drawdown tekanan yang akan
menurunkan laju produksi.
Pada sub bab ini akan mengoptimasi harga (:' total maupun besar laju
injeksi yang optimum untuk mendapatkan laju produksi yang maksimum.
Pengertian (:' optimum adalah suatu harga dimana penambahan gas lebih lanjut
tidak akan menaikkan laju produksi, tetapi sebaliknya.
Persoalan sumur%sumur gas lift akan menjadi lebih sulit, hal ini
dikarenakan di dalam penyelesaian menggunakan variabel yang berbeda. 0ntuk
suatu harga laju produksi tertentu, perhitungan gradien tekanan aliran fluida di
dalam pipa digunakan dengan menggunakan parameter (:' formasi, yaitu
perhitungan dimulai dari tekanan dasar sumur sampai operating valve serta dari
reservoir sampai lubang sumur. +edangkan untuk laju produksi yang sama
perhitungan gradien tekanan aliran fluida dengan menggunakan parameter (:'
total, yaitu diatas titik injeksi sampai ke kepala sumur yang divariasikan dengan
berbagai harga laju produksi total.
Met,/e O+timasi C,ntinu,us Gas Li!t
Dalam melakukan optimasi dilakukan dengan langkah%langkah sebagai
berikut:
*. 3embuat kurva inflow performance "&P'#.
*=-
,. 3enghitung distribusi tekanan sepanjang tubing hingga mencapai titik injeksi
dari tekanan kepala sumur untuk berbagai harga (:' total asumsi "scf;stb#,
untuk setiap harga laju produksi.
/. 3enghitung distribusi tekanan sepanjang tubing dari titik injeksi sampai dasar
sumur pada Pf untuk setiap laju produksi asumsi dengan menggunakan
kurva gradien tekanan pada (:' formasi.
). Hasil perhitungan distribusi tekanan pada berbagai harga (:' kemudian
diplot terhadap kurva &P' hasil perhitungan pada langkah * seperti
ditunjukkan pada (ambar ).*4.
.. Dari (ambar ).*4. dapat ditentukan kondisi optimum sumur tersebut, yang
kemudian hasil dari langkah ) dapat dibuat suatu grafik yang disebut dengan
kurva performance gas lift "(ambar ).*<#.
Berdasarkan data%data di atas, maka dapat dilakukan perhitungan sehingga
didapatkan kurva &P' yang dipotongkan dengan kurva Tubing ,ntake dengan
menggunakan senitivitas (:'. Hasil dari sensitivitas (:' tersebut akan
diplotkan pada kurva hidrolik "(:' @s 'ate#. Dengan demikian akan dapat
diketahui berapa besarnya (:' optimum dan laju produksi maksimum sebelum
penambahan injeksi gas lebih lanjut akan menurunkan rate produksi.

*=4
Gambar 4.12.
(ur6a IPR /an GLR Asumsi
Gambar 4.17.
Gas Li!t Per!,rman"e Cur6e
0
500
1000
1500
2000
2500
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800
Laju Produksi, stb/d
T
e
k
a
n
a
n
,

P
s
i
IPR
GLR 663
GLR 800
GLR 1000
GLR 1600
GLR 2000
GLR 2500
GLR 3000
GLR 3500
GLR 4000
1100
1120
1140
1160
1180
1200
1220
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500 4000 4500
GLR Total, scf/stb
L
a
j
u

P
r
o
d
u
k
s
i

T
o
t
a
l
*=<
4.$. %u"ker R,/ Pum+
5ucker rod pump atau sering juga disebut beam pumping ialah salah satu
metode artificial lift yang memanfaatkan gerakan naik% turun dari plunger untuk
mendorong fluida reservoir ke permukaan.

Gambar 4.18.
Beam Pum+ing %0stem
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Gambar 4.$;.
Ma"am'ma"am P,m+a %u"ker R,/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
*==
Prinsip $erja Pompa +ucker 'od
(erak rotasi dari prime mover diubah menjadi gerak naik turun oleh
sistem pitman%crank assembly, kemudian gerak naik turun ini oleh horse head,
dijadikan gerak lurus naik turun "angguk# untuk menggerakan plunger melalui
rangkaian rod. Pada saat upstroke plunger bergerak ke atas menyebabkan tekanan
di baah turun. $arena tekanan dasar sumur lebih besar dari tekanan dalam
pompa, akibatnya standing valve terbuka dan minyak masuk ke dalam barrel.
Pada saat downstroke beban fluida yang ada di dalam barrel dan tekanan yang
diakibatkan oleh naiknya plunger, maka standing valve menutup sedangkan
travelling valve pada plunger terbuka akibat tekanan minyak yang tidak di dalam
barrel, selanjutnya pada saat upstroke maksimum minyak akan dipindahkan ke
dalam tubing. Proses ini dikakukan secara berulang%ulang, sehingga minyak dapat
mengalir ke permukaan.
Gambar 4.$1.
Mekanisme (er)a %u"ker R,/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
,22
4.$.1. Pera#atan %u"ker R,/ Pum+
Peralatan sucker rod pump dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu
peralatan di atas permukaan dan di baah permukaan. Peralatan%peralatan
tersebut saling berhubungan dalam kelancaran sucker rod pump.
4.$.1.1. Pera#atan /i Atas Permukaan %u"ker R,/ Pum+
Peralatan di atas permukaan ini memindahkan energi dari suatu prime
mover ke sucker rod. +elain itu peralatan ini juga mengubah gerak berputar dari
prime mover menjadi suatu gerak bolak balik dan juga mengubah kecepatan
prime mover menjadi langkah pemompaan yang sesuai.
a. Prime mover
3erupakan penggerak utama, dimana prime mover akan memberikan
gerakan putar yang diubah menjadi gerak naik turun pada polish rod dan sucker
rod untuk diteruskan ke peralatan baah permukaan. 1rime mover dapat berupa
mesin gas, diesel, motor bakar dan listrik. 1rime mover ini disesuaikan dengan
tersedianya sumber tenaga tersebut. Aadi pemilihan motor diusahakan mempunyai
daya yang cukup untuk mengangkat fluida dan rangkaian rod dengan kecepatan
yang diinginkan.
. !-"elt
@%belt terletak diantara prime mover dan gear reducer. @%belt berfungsi
untuk meneruskan gerakan rotasi prime mover. (erakan rotasi prime mover akan
menggerakkan v/belt, sehingga v/belt bisa meneruskan gerakan rotasi tersebut ke
gear reducer.
c. #ear $educer
Berfungsi mengubah kecepatan putar dari prime mover menjadi langkah
pemompaan yang sesuai. +ear reducer juga merupakan transmisi yang berfungsi
untuk mengubah kecepatan putar dari prime mover, gerak putaran prime mover
diteruskan ke gear reducer dengan menggunakan belt. Iang mana belt ini
dipasang engine pada prime mover dan unit sheave pada gear reducer.
,2*
d. Cran% S&a't
3erupakan poros crank yang berfungsi untuk mengikat crank pada gear
reducer. (erak rotasi dari gear reducer diteruskan ke crank, sedangkan crank
shaft sebagai poros;tetap.
e. Cran%
3erupakan sepasang tangkai yang menghubungkan crank shaft pada gear
reducer dengan counterbalance. Pada crank ini terdapat lubang%lubang tempat
pitman bearing. Besar kecilnya langkah atau stroke pemompaan yang diinginkan
dapat diatur disini, dengan cara mengubah%ubah pitman bearing. Apabila
kedudukan pitman bearing ke posisi lubang mendekati counterbalance, maka
langkah pemompaan menjadi bertambah besar atau sebaliknya.
'. Counteralance
Adalah sepasang pemberat yang fungsinya :
% 0ntuk mengubah gerak berputar dari prime mover menjadi gerak naik
turun.
% 3enyimpan tenaga prime mover pada saat down/stroke atau pada saat
counterbalance menuju ke atas, yaitu pada saat kebutuhan tenaga kecil
atau minimum
% 3embantu tenaga prime mover pada saat up/stroke "saat counterbalance
bergerak ke baah# sebesar tenaga potensialnya, karena kerja prime
mover yang terbesar adalah pada saat up/stroke "pompa bergerak ke atas#
yang mana sejumlah minyak ikut terangkat ke atas permukaan.
g. Pitman
Adalah penghubung antara walking beam pada e6uali8er hearing dengan
crank. :engan pitman merubah gerakan berputar dari counterbalance menjadi
gerakan naik turun pada walking beam.
&. Wal%ing "eam
3erupakan tangkai horiKontal di baah horse head. Lungsinya merupakan
gerak naik turun yang dihasilkan oleh pasangan pitman/crank/counterbalance, ke
rangkaian pompa di dalam sumur melalui rangkaian rod.
,2,
i. (orse (ead.
3enurunkan gerak dari walking beam ke unit pompa di dalam sumur
melalui bridle, polish rod dan sucker string atau merupakan kepala dari walking
beam yang menyerupai kepala kuda.
). "ridle
3erupakan nama lain dari wire line hanger, yaitu merupakan sepasang
kabel baja yang disatukan pada carrier bar. Bridge berfungsi sebagai tenaga
angkat dari rangakaian peralatan baah permukaan.
%. Carrier "ar
3erupakan alat yang berfungsi sebagai tempat bergantungnya rangkaian
rod dan polished rod. *arrier bar ini sebagai penyangga dari polished rod clamp
menjaga agar rod tidak jatuh.
l. Polis&ed $od Clamp
$omponen yang bertumpu pada carrier bar yang fungsinya untuk
mengeraskan kaitan polish rod pada carrier bar. 1olished rod clamp juga sebagai
tempat dimana dinamometer diletakkan.
m. Polis&ed $od
1olished rod adalah rod yang berukuran lebih pendek. 1olished rod
merupakan bagian teratas dari rangkaian rod yang muncul dipermukaan. +ebagai
fungsinya untuk menyesuaikan panjang rod dengan kedalaman yang diinginkan
n. Stu''ing "o*
Dipasang di atas kepala sumur "casing atau tubing head# untuk
mencegah;menahan minyak agar supaya tidak keluar bersama naik turunnya
polish rod. Dengan demikian seluruh aliran minyak hasil pemompaan akan
mengalir ke flowline leat crosstee. Disamping itu juga berfungsi sebagai tempat
kedudukan polish head rod sehingga dengan demikian polish rod dapat bergerak
naik turun dengan bebas.
o. Sampson Post
3erupakan kaki% kaki penyangga atau penopang walking beam. Beratnya
walking beam bertumpu pada sampson post. 0ntuk menjaga kestabilan
,2/
ketinggian pada setiap kaki%kaki sampson post, maka sampson post diletakkan
pada bidang yang datar.
p. Saddle "earing
Alat ini sebagai penghubung walking beam dengan sampson post bagian
teratas sehingga walking beam tetap bergerak pada posisinya. Alat ini bekerja
dengan cara sebagai poros pada gerakan walking beam, dan menjaga kedudukan
walking beam.
+. ,+uali-er
Adalah bagian atau dari pitman yang dapat bergerak secara leluasa
menurut kebutuhan operasi pemompaan minyak berlangsung. E6uali8er
diletakkan diantara crank shaft dan pitman crank. +ebagai penyelaras dengan
gerakkan crank disetiap sisi.
r. "ra%e
Brake di sini berfungsi untuk mengerem gerak pompa jika dibutuhkan,
misalnya pada saat akan dilakukan reparasi sumur atau unit pompanya sendiri.
1rime mover dimatikan dan dengan adanya brake yang diletakkan di gear reducer
dapat memposisikan head horse pada tinggi maksimum atau tinggi minimum
untuk mempermudah ketika peraatan.
4.$.1.$. Pera#atan Di Ba-a4 Permukaan %u"ker R,/ Pum+
0ntuk peralatan pompa di baah permukaan "subsurface pump
e6uipment# terdiri dari empat komponen utama, yaitu : working barrel, plunger,
travelling valve dan standing valve.
a. Wor%ing "arrel
3erupakan tempat plunger dapat bergerak naik turun sesuai dengan
langkah pemompaan dan menampung minyak terisap oleh plunger pada saat
bergerak ke atas "up stroke#.
*. -orking barrel yang terdiri dari sejumlah liner yang diselubungi oleh
jacket "biasanya diberi simbol :#
,. -orking barel yang terdiri dari satu bagian utuh dan kuat "diberi simbol H
atau Q#.
,2)
. Plunger
3erupakan bagian dari pompa yang terdapat di dalam barrel dan dapat
bergerak naik turun yang berfungsi sebagai penghisap minyak dari formasi masuk
ke barrel yang kemudian diangkat ke permukaan melalui tubing.
c. Tuing
+eperti halnya pada peralatan sembur alam, tubing digunakan untuk
mengalirkan minyak dari dasar sumur ke permukaan setelah minyak diangkat oleh
plunger pada saat up stroke.
d. Standing !alve
3erupakan bola yang ikut bergerak naik turun menurut gerakan plunger
dan berfungsi mengalirkan minyak dari working barrel masuk ke plunger dan hal
ini terjadi pada saat plunger bergerak ke atas dan selanjutnya standing valve
membuka. Pada saat plunger bergerak ke baah standing valve akan menutup
untuk mencegah fluida keluar ke annulus.
e. Traveling !alve
3erupakan bola yang ikut bergerak naik turun menurut gerakan plunger
dan berfungsi mengalirkan minyak dari working barrel masuk ke plunger dan hal
ini terjadi pada saat plunger bergerak ke baah serta menahan minyak keluar dari
plunger pada saat plunger bergerak ke atas.
'. #as .nc&or
3erupakan komponen pompa yang dipasang dibagian baah dari pompa
yang berfungsi untuk memisahkan gas dari minyak agar gas tersebut tidak ikut
masuk ke dalam pompa bersama%sama dengan minyak, untuk menghindari
masuknya pasir atau padatan ke dalam pompa, dan mengurangi atau menghindari
terjadinya tubing stretch.
(as ini dialirkan masuk ke annulus dan dilepaskan ke permukaan melalui
Ada dua macam type +as "nchor, yaitu :
% Poorman type
:arutan gas dalam minyak yang masuk ke dalam anchor akan melepaskan
diri dari larutan "bouyancy effect#. 3inyak akan masuk ke dalam barrel
melalui suction pipe, sedangkan gas yang telah terpisah akan dialihkan
,2.
melalui annulus. Apabila suction pipe terlalu panjang atau diameternya
terlalu kecil, maka akan terjadi pressure loss yang cukup besar sehingga
menyebabkan terjadinya penurunan P& sumur pompa. +edangkan apabila
suction pipe terlalu besar akan menyebabkan annulus antara dinding
anchor dengan suction pipe menjadi lebih kecil, sehingga kecepatan aliran
minyak besar dan akibatnya gas masih terbaa oleh butiran%butiran
minyak. Diameter gas anchor yang terlalu besar akan menyebabkan
penurunan P& sumur pompa.
% Packer type
3inyak masuk melalui ruang antara dinding anchor dan suction pipe,
kemudian minyak jatuh di dalam annulus antara casing dan gas anchor dan
ditahan oleh packer, selanjutnya minyak masuk ke pompa melalui suction
pipe. Disini minyak yang masuk ke dalam annulus sudah terpisah dari
pompa.
g. Tang%ai Pompa
!angkai pompa "sucker rod string# terdiri dari :
% 5ucker rod
% 1ony rod
% 1olished rod
5ucker rod
3erupakan batang;rod penghubung antara plunger dengan peralatan di
permukaan. Lungsi utamanya adalah melanjutkan gerak naik turun dari horse
head ke plunger. Berdasarkan konstruksinya, maka sucker rod dibagi menjadi ,
"dua# :
a. Berujung boC%pin
b. Berujung pin%pin
0ntuk menghubungkan antara dua buah sucker rod digunakan sucker rod
coupling. 0mumnya panjang satu single dari sucker rod yang sering digunakan
berkisar antara ,2%/2 ft. !erdapat beberapa macam ukuran sucker rod, seperti
pada tabel di baah ini, di mana ukuran%ukuran tersebut merupakan standart AP&.
Dalam perencanaan sucker rod selalu diusahakan atau yang dipilih yang ringan,
,2-
artinya memenuhi kriteria ekonomis, tetapi dengan syarat tanpa mengabaikan
kelebihan "allowable stress# pada sucker rod tersebut. 5ucker rod yang dipilih dari
permukaan, sampai unit pompa di dasar sumur "plunger# tidak perlu sama
diameternya, tetapi dapat dilakukan;dibuat kombinasi dari beberapa type dan
ukuran rod. 5ucker string yang merupakan kombinasi dari beberapa type dan
ukuran tersebut. Disebut Tappered 0od 5tring.
1oni rod
3erupakan rod yang mempunyai panjang yang lebih pendek dari panjang
rod umumnya ",. feet#. Lungsinya adalah untuk melengkapi panjang dari sucker
rod, apabila tidak mencapai kepanjangan yang dibutuhkan ukurannya adalah : ,,
), -, <, *, feet.
1olished rod
Adalah tangkai rod yang berada di luar sumur yang mengubungkan sucker
rod string dengan carrier bar dan dapat naik turun di dalam stuffing bo4.
Diameter stuffing bo4 lebih besar daripada diameter sucker rod, yaitu : * *;<, * N,
* O, * R. Panjang polished rod adalah :<,**,*-, ,, feet.
Gambar 4.$$.
Pera#atan Ba-a4 Permukaan %u"ker R,/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
,24
Gambar 4.$&.
(#asi!ikasi P,m+a menurut API
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4.$.$. Ana#isa Pera#atan %u"ker R,/ Pum+
$omponen%komponen peralatan pompa sucker rod merupakan suatu
gabungan yang komplek dan menyatu, dengan kata lain akan saling ketergantung
satu dengan yang lain. >leh karena itu penting dilakukannya analisa peralatan
pompa untuk menjaga effisiensi pompa mengangkat fluida naik ke permukaan.
4.$.$.1. Ana#isa Gerakan $od
Apabila sucker rod digantung pada polished rod atau bergerak naik turun
pada kecepatan konstan, maka gaya yang bekerja pada polished rod adalah berat
dari sucker rod, Q', dalam hal ini sucker rod mengalami percepatan. 1olished
rod akan menderita beban tambahan yaitu beban percepatan.
a
g
-r

.................................................................................................")%
,,#
$eterangan :
Qr 8 Berat rod
g 8 Percepatan gravitasi
a 8 Percepatan maksimum yang terdapat pada sucker rod string
,2<
Laktor percepatan atau faktor dimana bobot mati dari rod harus dikalikan
dengan faktor kecepatan ini untuk mendapatkan beban percepatan yang maksimal,
dinyatakan sebagai :
g
a

..................................................................................................")%,/#
$eterangan :
a 8 Percepatan maksimum yang terdapat pada sucker rod string
g 8 Percepatan gravitasi
S 8 Laktor percepatan
+uatu study terhadap gerakan yang ditransmisikan dari prime mover ke
sucker rod menunjukkan baha gerakan sucker rod hampir merupakan gerak
beraturan yang sederhana. (erak beraturan ini dapat dinyatakan sebagai proyeksi
suatu partikel yang bergerak melingkar pada garis tengah lingkaran tersebut.
Gambar 4.$4.
%istem Gerakan %u"ker R,/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Apabila hal tersebut diatas dihubungkan dengan sistem sucker rod, maka :
*. Diameter lingkaran menyatakan panjang langkah polished rod.
,. Qaktu untuk sau kali putaran dari partikel yang melingkar sama dengan aktu
untuk satu kali siklus pemompaan.
,2=
Percepatan maksimum dari pada sistem sucker rod terjadi pada aal up stroke dan
aal down stroke, yaitu pada saat titik proyeksi mempunyai jarak yang jauh dari
pusat gerak melingkar. Pada saat tersebut percepatan dari pada proyeksi sama
dengan percepatan gerak melingkar, yaitu :
a 8
e
p
r
2
,
.................................................................................................")%
,)#
$eterangan :
@
p
8 $ecepatan partikel
r
e
8 Aari%jari lingkaran
Apabila aktu untuk satu kali putaran, maka :
@
p
8

e
r ,
..............................................................................................")%
,.#
Apabila T 8 jumlah putaran persatuan aktu :
@p 8 , r
e
T.........................................................................................")%,-#
$eterangan :
T 8 *;, jika persamaan )%,) dan )%,- disubstitusikan pada persamaan )%,/
didapat :
g
9 r
g r
2
e
e
p
, ,
,
)
...................................................................................")%
,4#
0ntuk sumur pompa :
T 8 $ecepatan pemompaan
r
e
8 Dapat dihubngkan dengan polished rod, stroke length yaitu :
r
e
8 +;,
Dengan demikian persamaan )%,4 menjadi :
8
g
59
,
,
...........................................................................................")%
,<#
,*2
Panjang langkah polished rod biasanya dinyatakan dalam inchi, dan kecepatan
pemompaan dalam stroke per menit "+P3#, maka :
8
, ,
, ,
sec /-22
min *
*,
*
sec ;
min ;
, , /,
,
in
ft
ft
in 59
8
42.22
,
59
............................................................................................")%
,=#
4.$.$.$. Suc%er $od String
5ucker rod string didapati pada sumur%sumur yang dalam, dan tidak hanya
terdiri dari satu macam diameter, merupakan tappered rod "makin ke atas makin
besar diameternya, karena membaa beban yang lebih berat#. Dengan anggapan
baha stress disetiap bagian sama "pada puncak masing%masing interval#.
Pada !abel @.), '
*
, '
,
, '
/
, dan seterusnya adalah fraksi panjang dari
seluruh rod, dan karena umumnya suatu potongan rod mempunyai panjang ,. ft,
maka pembulatan selalu ,. ft.
Tabe# IV'4.
(,mbinasi ntuk %u"ker R,/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
kuran r,/ +a/a
string
9in:
*arga R sebagai !ungsi Luas P#unger
9A
+
:
Catatan B R
1
a/a#a4 0ang ba-a4 atau
terke"i#
.;< R
'* 8 2,4.= 2,2<=- Ap
', 8 2,,)* 9 2,2<=- Ap
R % 4;<
'* 8 2,4<- 2,2.-- Ap
', 8 2,,*) 9 2,2.-- Ap
4;< *
'* 8 2,<*) 2,2/4. Ap
', 8 2,*<- 9 2,2/4. Ap
.;< R % 4;< '* 8 2,-,4 2,*/=/ Ap
', 8 2,*== 9 2,24/4 Ap
'/ 8 2,*4. 9 2,2-.. Ap
R % 4;< *
'* 8 2,-)) 2,2<=) Ap
', 8 2,*<* 9 2,2)4< Ap
'/ 8 2,*.. 9 2,2*)- Ap
R % 4;< * * *;<
'* 8 2,.<, 2,***2 Ap
', 8 2,*.= 9 2,2),* Ap
'/ 8 2,*/4 9 2,2/-) Ap
,**
') 8 2,*,/ 9 2,2/,. Ap
4.$.$.&. ,''ective Plunger Stro%e 9%
+
:
Aumlah volume minyak yang diperoleh selama pemompaan tidak
tergantung pada panjang polished rod, tetapi tergantug pada gerakan relatif
plunger terhadap working barrel yang disebut effective plunger stroke. Pada
dasarnya langkah ini berbeda dengan polished rod stroke. Perbedaan ini
disebabkan oleh :
*. Adanya rod stretch dan tubing stretch.
,. Adanya plunger over travel yang disebabkan adanya percepatan.
Dengan demikian perlu diperkirakan adanya rod stretch dan tubing stretch
serta over travel. Iang mana hal ini telah dikembangkan oleh 3arsh dan 6oberly.
Pada saat down stroke, standing valve tertutup dan travelling valve terbuka, beban
fluida bekerja pada tubing yang menyebabkan elongasi pada tubing tersebut. Pada
aal up stroke, travelling valve tertutup, menimbulkan perpanjangan pada rod dan
pembukaan pada standing valve menyebabkan tubing mengalami stretch.
$embalinya tubing ke panjang semula menyebabkan working barrel bergerak
lebih ke atas.
Perpanjangan rod menyebabkan plunger bergerak ke baah. Dengan
demikian effective plunger stroke berkurang sebesar jumlah perpanjangan rod dan
tubing yang disebabkan oleh beban fluida. 0ntuk suatu deformasi elastik, terdapat
perbandingan antara stress yang bekerja pada suatu benda dengan strain yang
dihasilkan oleh stress tersebut yang besarnya konstan, yaitu :
? 8
5train
5tress
............................................................................................")%
/2#
$eterangan :
? 8 modulus elastisitas, tergantung pada beban yang dipergunakan
+edangkan stress merupakan gaya persatuan luas, maka :
5tress 8 L; A.........................................................................................")%/*#
Dan strain adalah fraksi perubahan panjang, yaitu :
5train 8 e ;:.........................................................................................")%/,#
,*,
(aya "L# dinyatakan dalam :b, penampang "A# dinyatakan dalam in
,
.
perpanjangan "e# dan panjang mula%mula ":# dinyatakan dalam satuan sama.
0mumnya besarnya perpanjangan dalam in. +edangkan panjang dalam ft, dengan
demikian persamaan )%/, berubah menjadi :
5train 8
#
e
*,
.........................................................................................")%//#
$emudian disubstitusikan kedalam persamaan )%/2 menjadi :
? 8
e"
3#
# e
" 3 *,
*, ;
;

e 8
E"
3# *,
..............................................................................................")%
/)#
(aya yang disebabkan oleh beban fluida yang disebabkan adanya
perbedaan tekanan sepanang plunger, dan bekerja pada luas permukaan A
p
,
adalah:
L 8 P C A
p
..........................................................................................")%/.#
Apabila dianggap baha pompa dipasang pada working fluid level,
perbedaan tekanan "P# pada plunger adalah tekanan kolom fluida dengan
specific gravity (, sepanjang : "kedalaman pompa#.
P 8 2,)// ( :.....................................................................................")%/-#
0ntuk suatu hal yang umum, dimana working fluid level terletak pada
kedalaman D, tekanan 6 "dibaah plunger# yang disebabkan oleh kolom fluida
didalam casing setinggi ": D# harus diperhitungkan.
Dengan demikian :
P 8 2,)// ( : 2,)// ( ": D#....................................................... ")%/4#
P 8 2,)// ( D
Dari persamaan )%/) :
e 8
E"
3# *,
8
E"
# +7" 4
1
)// , 2 *,
,*/
8
E"
+7"# .,2
Persamaan )%/4 di atas merupakan persamaan umum. Persamaan tersebut
dapat untuk menghitung perpanjangan dari suatu benda yang mengalami
pembebanan.
Berdasarkan persamaan )%/4, maka :
*. Perpanjangan tubing "e
t
# adalah :
e
t
8 .,,2 ( D A
p
: ; ? A
t
.....................................................................")%/<#
,. Perpanjangan rod string "e
r
# adalah :
er 8 .,,2 ( D Ap : ; ? A
r
....................................................................")%/=#
$eterangan :
et 8 Perpanjangan tubing, in
er 8 Perpanjangan rod, in
( 8 +pecific gravity fluida
D 8 -orking fluid level, ft
: 8 $edalaman letak pompa, ft
A
p
8 :uas penampang plunger, sB%in
A
t
8 :uas penampang tubing, sB%in
A
r
8 :uas penampang rod, sB%in
? 8 3odulus elastisitas 8 /2 C *2
-
Bila dipasang anchor pada tubing, maka bentuk :;A, dapat diabaikan.
Besarnya Ar, At, Ap dari masing%masing ukuran rod, tubing atau plunger
dapat dilihat pada !abel &@%., &@%- dan &@%4 berikut :
Tabe# IV'..
Data %u"ker R,/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
$od Si-eC
in
.rea Plunger
9in
$
:
$od Weig&t
9#bD!t:
/onstantaC (
O 2.*=- 2.4,
.;< 2./24 *.*/ 2.2)-
R 2.)), *.-/ 2.2--
4;< 2.-2* ,.,, 2.*2,
* 2.4<. ,.=2 2.**4
,*)
* *;< 2.==) /.-4 2.*)<
Tabe# IV'1.
Data Tubing
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
0ormal Si-e
9in:
Outside
1iameter
9in:
Weig&t
9#bD!t:
Wall
.rea
9sE'in:
* O *.=22 ,.=2 2.<22
, ,./4. ).4 *./2)
, O ,.<4. -..2 *.<*,
/ /..22 =./2 ,..=
/ O ).222 **.22 /.244
) )..22 *,.4. /.-2*
Tabe# IV'2.
Data P#unger P,m+a
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Diameter
in
Area
AE'in
Pump Content
Bb#D/a0DinDs+m
*
*
*;*-
* N
* O
* R
* ,.;/,
,
, N
, N
, R
/ R
) /;)
2.4<.
2.<<-
*.,,4
*.4-4
,.)2.
,.))<
/.*),
/.=4-
).=2=
..=)2
**.2).
*4.4,*
2.**-
2.*/*
2.*<,
2.,-,
2./.4
2./-=
2.)--
2..=2
2.4,<
2.<<*
*.-/=
,.-/2
,*.
0ntuk Tappered rod string, perpanjangan rod dicari untuk masing%masing
bagian, yaitu :
e
*
8 .,,2 ( D A
p
:
*
; ? A
*
...................................................................")%)2#
e
,
8 .,,2 ( D A
p
:
,
; ? A
,
...................................................................")%)*#
$eterangan :
e
*
8 Perpanjangan rod bagian pertama dengan panjang :
*
e
,
8 Perpanjangan rod bagian kedua dengan panjang :
,
Dari gabungan persamaan diatas, perpanjangan rod total adalah :
e
r
8

,
_

+ + ...
,2 , .
,
,
*
*
"
#
"
#
E
+7"
1
.............................................................")%
),#
0od mengalami perpanjangan akibat berat rod itu sendiri dan beban
percepatan. 0ntuk tappered rod, beban rod bervariasi secara uniform dari harga
nol "yaitu dari bagian baah rod# sampai sebesar Q
r
"yaitu puncak dari rod#.
'ata%rata berat dari rod yang menyebabkan perpanjangan adalah Q
r
;,, apabila
dipusatkan pada :;,. Perpanjangan rod yang mengakibatkan berat rod dan beban
percepatan, tidak sama besarnya pada aktu upstroke ataupun downstroke.
Pada akhir downstroke, perpanjangan rod, adalah :
e
d
8
r
E"
# -r -r , ; # " *, +
........................................................................")%
)/#
dan perpanjangan pada aktu upstroke, adalah :
e
u
8
r
r r
E"
# - - , ; # " *, +
.........................................................................")%
))#
Dari persamaan )%)/ dan )%)) dapat ditentukan perpanjangan yang disebabkan
oleh beban percepatan, yaitu :
e
p
8 e
d
e
u
8
r
r
E"
# - *,
...........................................................................")%
).#
,*-
+edang berat rod string, adalah :
Q
r
8
*))
r r
#"
..........................................................................................")%
)-#
$eterangan :
8 Laktor percepatan

r
8 7ensity rod, lb;cuft )=2 lb;cuft untuk baja.
3aka :
ep 8
E
# #"
E"
#
t
r

,
< , )2
*))
)=2 *,

............................................................")%
)4#
$eterangan :
? 8 3odulus young besi 8 /2 C *2
-
Psi
Persamaan .%)4 digunakan untuk untappered rod string, sedangkan untuk
tappered rod string dilakukan pendekatan dengan persamaan berikut F
ep 8 "/,,< :
,
# ; ?...............................................................................")%)<#
$eterangan :
?p 8 Plunger overtravel, in
: 8 Panjang rod, ft
8 Laktor percepatan 8 + T
,
;42.22
+ 8 Panjang langkah, in
T 8 langkah;menit, +P3
Persamaan )%)< akan memberikan perbedaan sekitar ,.5 tetapi hal in
tidak berpengaruh banyak dalam effective plunger stroke. Dengan demikian
effective plunger stroke adalah panjang langkah "polished rod stroke# dikurangi
dengan perpanjangan rod ditambah dengan "rod U tubing stretch# sebagai akibat
beban fluida ditambah dengan plunger overtravel, maka :
+
p
8 + 9 e
p
"e
t
9 e
r
#............................................................................")%)=#
Penggabungan persamaan )%/<, )%),, )%)4, dan )%)= didapatkan persamaan
sebagai berikut :
,*4
+
p
8 + 9

,
_

+ + ...
,2 , . < , )2
,
,
*
*
,
"
#
"
#
E
+7"
E
#
1

....................................")%
.2#
Dalam hal ini tappered rod string, persamaan )%.2 menjadi :
+
p
8 + 9

,
_

+
r t
1
" " E
+7"
E
# * * ,2 , . < , )2
,

...........................................")%
.*#
$eterangan :
:*, :,, :/, ...adalah panjang%panjang rod "bila diameternya berbeda%beda
untuk sistem tersebut#, ft
A*, A,, A/,...adalah luas penampang masing%masing bagian rod yang
berbeda%beda untuk, inch
,
.
*atatan :
Dalam hal tubing dipasang anchor, maka A
t
dapat diabaikan dan persamaan )%.2
tidak mengandung A
t
.
4.$.$.4. (e"e+atan P,m+a
Akibat pemompaan akan timbul getaran yang dialami oleh rod string.
(etaran yang dialami rod tersebut adalah merupakan resultan dari getaran aslinya
"transmitted wave# dengan getaran yang dipantulkan "reflected wave#. Apabila
transmitted wave dan reflected wave terjadi serempak "syncronous#, maka
akibatnya akan terjadi resultan getaran yang maksimum "saling menguatkan#.
Akan tetapi bila antara kedua macam tidak terjadinya saling bergantian "non%
syncronous#, maka resultannya merupakan getaran yang saling melemahkan.
3aka dapatlah dimengerti baha kecepatan pemompaan setiap menit harus tidak
boleh menimbulkan getaran yang maksimum, karena hal tersebut dapat
membahayakan rod string "menyebabkan putus#. +ehingga dibuat supaya getaran
yang terjadi adalah getaran yang saling melemahkan.
,*<
+ecara teoritis, dengan ketentuan kecepatan getaran pada baja sama
dengan *.<22 fps, maka akan terjadi getaran non/syncronous, jika :
T 8 ,/4.222 ; n :.................................................................................")%.,#
$eterangan :
T 8 $ecepatan pemompaan, +P3
: 8 Panjang sucker rod string, ft
T 8 Bilangan tidak bulat
Aadi menentukan T dari pemompaan harus dipilih supaya harga n tidak
bulat. Dihindarkan harga n 8 *, ,, /, ...dst, karena harga n bulat akan terjadi
getaran yang syncronous.
4.$.$... Per4itungan Counteralance
Lungsi utama counterbalance adalah menyimpan tenaga pada aktu
upstroke dan aktu downstroke serta melepaskan tenaga pada aktu upstroke.
+ecara teoritis counterbalance effect ideal "6i# harus sedemikian rupa sehingga
prime mover akan membaa beban rata%rata yang sama besarnya baik pada aktu
upstroke ataupun pada aktu downstroke, yang dinyatakan sebesar :
Q
maC
6i 8 6i Q
min
.........................................................................")%./#
*ounterbalance yang ideal adalah :
6i 8 2,. "Q
maC
9 Q
min
#.........................................................................")%.)#
Dengan menggunakan parameter QmaC dan Qmin yang didapat dari hasil
perhitungan polished rod load, maka akan diperoleh counterbalance effect ideal
sebesar :
6i 8 2,. Q
e
Q
r
" *% 2,*,4 (#...............................................................")%..#
4.$.$.1. Per4itungan Torsi 9Puntiran:
Perhitungan torsi sangat erat hubungannya dengan perencanaan
counterbalance, karena pumping unit harus bekerja tidak boleh melebihi puntiran
yang diijinkan pada gear reducer yang telah ditentukan oleh pabrik
pembuatannya. Besarnya beban polished rod "Q# ditransmisikan ke crank melalui
pitman yang bergerak dengan arah vertikal. Dari gambar tersebut puntiran bersih
terhadap @6DL dinyatakan "6raft%Holden, *=-,#, sebagai berikut:
! 8 Q
r
sin Q
e
d sin.......................................................................")%.-#
,*=
$eterangan :
! 8 (aya puntiran, :bs
Q 8 Beban polished rod, :bs
Q
e
8 *ounterweight, :bs
e 8 Aarak dari crankshaft ke pitman bearing
d 8 Aarak dari crankshaft ke pusat titik >, in
8 Posisi kedudukan crankshaft
8 +udut yang dibentuk oleh crank dengan bidang vertikal, derajat
Apabila geometri dari peralatan permukaan diabaikan, yaitu jarak dari
Vsaddle bearingW ke Vtail bearingW serta Vstruktural unbalanceW dari instalasi
permukaan, maka akan diperoleh persamaan untuk :
6i 8 , Qc d ;+......................................................................................")%.4#
$eterangan :
6 8 *rank counterbalance, lbs
Qc 8 Berat counterbalance, lbs
+ 8 Panjang langkah, in
! 8 Q "+;,# sin 6 "+;,# sin
8 "Q 6# "+;,# sin ..........................................................................")%.<#
Harga maksimum untuk variabel%variabel Q dan sin masing masing
adalah QmaC dan sin 8 * atau 8 =2, dengan demikian puntiran maksimum
"peak tor6ue# adalah :
!
p
8 "Q
maC
6# "+;,#............................................................................")%.=#
$eterangan :
!
p
8 1eak tor6ue maksimum, :bs
Dalam perhitungan harga peak torBue "6# diasumsikan =.5 dari harga
idealnya "6i#, maka persamaan )%.= menjadi :
!p 8 "QmaC 2,=. 6i# "+;,#...............................................................")%-2#
4.$.$.2. (a+asitas P,m+a 9Pump 1isplacement:
Dengan prinsip torak "piston#, maka volume teoritis pemompaan "pump
displacement# adalah :
,,2
@ 8 A
p
"in,# C +
p
"in ; stroke# C T
bbl in
hari menit
4
menit
5troke
/
=42,
; *))2
8 2,*)<) A
p
+
p
T bbl ; hari ..............................................................")%-*#
Peramaan )%-* di atas harga 2,*)<) Ap merupakan konstanta untuk suatu
diameter plunger tertentu dan dinotasikan dengan $ yang disebut sebagai
konstanta pompa :
@ 8 $ +
p
T bbl ; hari............................................................................")%-,#
0ntuk mencari harga rate produksi yang sebenarnya dari pump
displacement perlu diketahui Veffisiensi volumetrisW dari pompa tersebut, ?v
Aadi :
B 8 @; ?
v
...............................................................................................")%-/#
$eterangan :
E 8 0ate produksi, bbl;hari
@ 8 1ump displacement, bbl;hari
?
v
8 ?fisiensi volumetris antara ,. *225 tergantung dari gas di
sumur tersebut, umumnya diambil antara 4.%<25
4.$.$.7. E!isiensi T,ta# Suc%er $od Pump
Dengan mengetahui besarnya horse power, maka akan dapat ditentukan
efisiensi total dari pompa sucker rod. ?fisiensi total pompa adalah hasil kali dari
dua efisiensi, yaitu efisiensi permukaan "above ground efficiency# dan efisiensi
baah permukaan "bellow ground efficiency#. Besarnya horse power yang perlu
diketahui disini adalah :
1olished rod horse power "P'HP#
;idroulic horse power "HHP#
1ower input "poer yang dibutuhkan prime mover selama pemompaan
berjalan# atau brake horse power "BHP#
4.$.$.8. Per4itungan Beban Polis&ed $od 9Polis&ed $od 2oad:
Dalam hal ini yang diabaikan beban getaran dan beban percepatan
sehubungan dengan fluida yang diangkat. +elama siklus pemompaan terdapat lima
faktor yang mempengaruhi beban bersih "net load# polished rod yaitu :
a. Beban fluida
,,*
b. Beban mati dari pada rod
c. beban percepatan dari pada sucker rod
d. (aya ke atas pada sucker rod yang tercelup dalam fluida
e. (aya gesekan
Berat tappered rod string adalah :
Qr 8 3
*
:
*
93
,
:
,
9......9 3
n
:
n
.......................................................................")%-)#
$eterangan :
3
*
8 berat rod section pertama dari tappered rod, lb;ft
:
*
8 panjang rod, section pertama, ft
Dengan menganggap density rod )=2 lb ;cuft, volume rod string sama
dengan fluida yang dipindahkan rod string adalah :
@olume 8
cuft
-
density
berat
r
)=2

...............................................................")%
-.#
Density fluida yang dipindahkan -,,) ( "dimana ( 8 5pecific gravity#
lb;cuft. (aya ke atas yang bekerja pada rod, adalah berat fluida yang dipindahkan
yaitu :
(aya ke atas 8 + 4
-
r
) , -,
)=2
8 %2,*,4 Q
r
(...............................................................")%--#
Beban fluida yang digunakan dalam perhitungan beban polished rod
adalah berat kolom fluida yang ditahan oleh plunger, volume dari kolom fluida
dari plunger dan setinggi rod string adalah :
@olume 8
*))
1
#"
cuft..............................................................................")%
-4#
@olume fluida dapat diperoleh dari persamaan )%-4 dikurangi persamaan
)%-..
@olume 8
*))
1
#"
%
)=2
r
-
cuft....................................................................")%
-<#
Beban fluida Qf adalah :
,,,
Qf 8 -,,) ({ } # )=2 ; " # *)) ; "
r 1
- #" .................................................")%
-=#
Qf 8 2,)// ({ } # ,=) , 2 "
r 1
- #" .........................................................")%
42#
Beban fluida tersebut hanya bekerja pada polished rod pada aktu
upstroke. +elanjutnya beban gesekan tidak dapat diturunkan secara matematis,
tetapi beban ini dapat diperkirakan secara empiris dengan dynamometer tes.
+edangkan untuk keperluandesign, gesekan ini dapat dinyatakan sebagai 9 L, pada
aktu upstroke dan L pada aktu downstroke. Aadi, beban polished rod
maksimum yang terjadi pada aktu upstroke adalah :
Q
maC
8 Q
f
9 Qr 9 Q
r
9 L.................................................................")%4*#
Beban polished rod minimum yang terjadi saat downstroke :
Q
min
8 Q
f
Q
r
% % 2,*,4 Q
r
( L...................................................")%4,#
Aika persamaan )%4* digunakan untuk menghitung beban maksimum, suku
yang terakhir diabaikan, oleh karena itu beban gesekan tidak dapat dihitung
dengan tepat.
Q
maC
8 Q
f
9 Q
r
"* % #.........................................................................")%4/#
Dengan cara yang sama, perhitungan beban minimum juga dengan
mengabaikan beban gesekan.
Qmin 8 Qr "* % % 2,*,4 (#...............................................................")%4)#
4.$.$.1;. *0/rau#i" *,rse P,-er
;ydraulic ;orse 1ower "HHP# adalah besarnya horse power yang
diperlukan pompa untuk mengangkat sejumlah fluida secara vertikal saat
pemompaan berlangsung. Hal penting di dalam penentuan horse power ini adalah
net lift ":
T
#, pengertian net lift yaitu, jarak angkat efektif pompa dalam satuan ft.
Besarnya net lift, dapat ditentukan dengan persamaan dibaah :
:
T
8 : C
ft
-
-
fc
fm
,

,
_

...............................................................................")%
4.#
$eterangan :
,,/
: 8 Panjang rod string, ft
Qfm 8 Berat rod 9 fluida berat rod, :bs
Qfc 8 Berat fluida, :b
+elanjutnya besarnya horse power dapat ditentukan dengan persamaan :
HHP 8 4,/- C *2
-
C B ( :
T
, hp............................................................")%4-#
$eterangan :
B 8 0ate produksi,BPD
( 8 5pecific gravity fluida
:
T
8 9et lift, ft
4.$.$.11. "ra%e (orse Power 9Power Input:
1ower input ini menunjukkan besarnya horse power yang dibutuhkan oleh
prime mover pada operasi pompa sucker rod ada dua power load yang harus
dipertimbangkan selama terjadi gerakan fluida dari pompa ke permukaan, yaitu
pertama adalah hidraulic horse power seperti telah dijelaskan pada bagian
sebelumnya, dan kedua adalah friction horse power diberi simbol H, harga
friction horse power dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :
Hf 8
hp lb ft ft4 in
lb in 9 5 -
r
min; ; //222 ; *,
min ; . . . ,. , 2

8 -,/* C *2 %4 Q
r
+ T : hp..............................................................")%44#
$eterangan :
Qr 8 Berat rod string, lb
+ 8 Panjang stroke, in
T 8 Aumlah stroke permenit, spm
+elanjutnya besarnya brake horse power "BHP# merupakan penjumlahan
hidraulic dan friction horse power. 0ntuk mengatasi tekanan yang tidak dapat
diperkirakan dalam peralatan dipermukaan maka diambil faktor keselamatan
sebesar *,.. brake horse power dituliskan :
BHP 8 *,. "H
b
9 H
f
#.............................................................................")%4<#
4.$.$.1$. Penentuan E!isiensi T,ta# P,m+a
+ebagaimana dikemukakan di atas baha efisiensi total pompa adalah
merupakan hasil kali dari dua efisiensi, yaitu efisiensi permukaan "above ground
,,)
efficiency# dan efisiensi baah permukaan "bellow ground efficiency#. "bove
ground efficiency yaitu efisiensi pompa yang berhubungan dengan keperluan
horse power oleh prime mover di permukaan, dan besarnya dinyatakan dengan
perbandingan antara polished rod horse power terhadap power input pada prime
mover "brake horse power#. +ecara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
"bove +round Efficiency 8
power horse Brake
horsepower rod 1olished
8
B;1
10;1
Bellow ground effisiensi yaitu effisiensi yang berkaitan dengan peralatan
baah permukaan di dalam mengangkat fluida permukaan, besarnya efisiensi ini
dinyatakan dengan perbandingan antara horse power terhadap polished rod horse
power dan secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut :
Bellow +round Efficiency 8
horsepower rod 1olished
horsepower ;ydraulic
8
;p
10;1
;;1
,
+ehingga besarnya efisiensi total pompa adalah :
?ffisiensi total 8 ?fisiensi permukaan C ?fisiensi baah permukaan
8
;p
10;1
;;1
4
B;1
10;1
,
4.$.&. Peren"anaan Suc%er $od Pump
Perencanaan sucker rod pump "sucker rod# bertujuan untuk mendapatkan
parameter%parameter pompa secara optimal sesuai dengan potensi sumur. +ebelum
dilakukan perencanaan pompa perlu dilakukan analisa perhitungan perilaku
pompa. !ujuan dari analisa perhitungan pompa sucker rod ini adalah untuk
mendapatkan perilaku yang efisien dari peralatan yang tersedia. Adapun langkah%
langkah perencanaan pompa sucker rod adalah sebagai berikut :
*. 5etting 7epth 1ompa ":#
,,.
: 8H "P
f
;(
f
# 9+...............................................................................")%4=#
$eterangan :
H 8 $edalaman sumur dari permukaan sampai top perforasi, ft
P
f
8 !ekanan dasar sumur, Psi
(
f
8 (radient formasi, psi;ft
+ 8 5ubmergence, berkisar antara -2 *22 ft
,. 7isplacement pompa
PD 8 E ; .............................................................................................")%<2#
$etarangan :
PD 8 1ump 7isplacement, Bbl;day
E 8 :aju alir, Bbl;day
8 Densitas
/. Panjang :angkah "stroke#
Berdasarkan : dan PD, maka dari chart pump unit section diperoleh
% AP& siKe dan 5troke
). Penentuan Diameter Plunger, !ubing, 'od +P3
% Berdasarkan AP& siKe pada langkah VcW dan kedalaman : maka dari tabel
design data diperoleh :
Diameter plunger
Diameter tubing
0kuran rod
$ecepatan Pemompaan "+P3#
.. "cceleration Laktor
8 +T
,
; 42.22...................................................................................")%<*#
$eterangan :
+ 8 Panjang langkah, inchi
T 8 $ecepatan pemompaan, +P3
-. Panjang :angkah Plunger ?fektif
,,-
+P 8 + 9

,
_

+ + ...
,2 , . < , )2
,
,
*
*
,
"
#
"
#
E
+7"
E
#
1

...................................")%
<,#
Atau :
+P 8 + 9

,
_

+
r t
1
" " E
+7"
E
# * * ,2 , . < , )2
,

..........................................")%
</#
$eterangan :
+P 8 Panjang langkah efektif plunger, in.
8 "cceleration faktor.
: 8 5etting depth pompa, ft.
? 8 3odulus elastisitas, besarnya tergantung dari bahan.
D 8 -orking fluid level, ft.
Ap 8 :uas penampang plunger, sB. &n.
+g 8 +pecific gravity fluida
At 8 :uas penampang tubing, sB. &n.
At 8 :uas penampang rod, sB. &n.
:t 8 Panjang tubing, ft.
:r 8 Panjang rod, ft.
4. ?stimasi 7isplacement Pompa
E 8 $ +p T...........................................................................................")%<)#
$eterangan :
E 8 ?stimasi displacement pompa, Bbl;day
$ 8 $onstanta plunger tertentu
+p 8 Panjang langkah plunger efektif, in.
T 8 kecepatan pemompaan, +P3
<. Berat 0od 5tring
Qr 8 : C m...........................................................................................")%<.#
$eterangan :
Qr 8 Berat rod string, lb.
: 8 5etting depth pompa, ft.
,,4
m 8 Berat rod, lb;ft
: U m 8 Dapat dilihat pada tabel
=. Berat Lluida
Qf 8 2,)// +g ": Ap 2,,=) Qr#.......................................................")%<-#
$eterangan :
Qf 8 Berat fluida, lb
+g 8 +pecific gravity fluida
: 8 5etting depth pompa, ft
Ap 8 :uas penampang plunger, sB.in.
Qr 8 Berat rod string, lb
*2. Beban 1olished 0od
QmaC 8 Qf 9 Qr " * 9 #.................................................................")%<4#
Qmin 8 Qr "*% % 2,*,4 +g#JJJJJJJJJJJJJJJ.")%<<#
**. 0od 5tress
5tress maks 8 Qmaks ; Ar, Psi........................................................")%<=#
5tress min 8 Qmin ; Ar, Psi..........................................................")%=2#
$eterangan :
Ar 8 :uas Penampang rod, sB.in.
*,. *ounterbalance
6i 8 2,. Qf 9 Qr " *% 2,*,4 +g#, lb.....................................................")%=*#
*/. Tor6ue
!p 8
,
# =. , 2 " 5 *i -maks
, lb%in............................................................")%
=,#
*). !enaga 3otor
Hh 8 4,/- C *2
%-
E +g :, Hp................................................................")%=/#
Hf 8 -,/* C *2
%4
Qr + T, Hp................................................................")%=)#
Hb 8 *,. "Hh 9 Hf#, Hp........................................................................")%=.#
$eterangan :
Hh 8 ;ydraulic horse power to lift fluida
Hf 8 5ubsurface frictional power loss
,,<
Hb 8 Brake horse power
$otor 0ating 8 Hb ; 2,4., Hp
Diameter engine sheave prime mover :
D 8 "T C ' C dis# ;'P3
4.$.4. O+timasi Suc%er $od Pump
Iang akan dibahas pada sub bab ini, adalah mengenai optimasi 5ucker
0od yang telah digunakan. 3aksud optimasi pada sub bab ini adalah menganalisa
pengaruh dari harga kecepatan pemompaan "T# dan panjang langkah "+# terhadap
efisiensi volumetris dari pompa sucker rod. +ecara keseluruhan, prosedur untuk
melakukan optimasi pompa sucker rod ini meliputi beberapa langkah, yakni :
a# Perhitungan perencanaan 5ucker 0od 1ump.
b# Perhitungan ,nflow 1erformance 0elationship "&P'#.
c# Perhitungan 0e/design 5ucker 0od 1ump berdasarkan stroke
maksimum pompa terpasang.
a:. Pr,se/ur Peren"anaan Suc%er $od Pump
0ntuk itu perlu diketahui terlebih dahulu dasar prosedur perhitungan
desain sucker rod. :angkah%langkah perhitungan yang dilakukan untuk
mengetahui effisiensi volumetris "5 ?v# dari sucker rod pump dan perhitungan
terhadap beban pada sumur seperti yang terdapat pada sub bab sebelumnya.
b:. Per4itungan In'low Per'ormance $elations&ip aktua#.
Perhitungan kurva &P' sebenarnya sudah dibahas pada bab sebelumnya.
+esuai dengan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, baha pembuatan
grafik &P' dengan menggunakan metoda%metoda perhitungan kinerja aliran fluida
dari formasi ke lubang sumur dapat dikelompokkan berdasarkan kriteria sebagai
berikut :
*. Aumlah fasa yang mengalir
,. Pengaruh skin
/. Pengaruh turbulensi
,,=
":. Pr,se/ur O+timasi P,m+a Suc%er $od.
Dengan memperhatikan ukuran pompa, kemudian dicari harga kecepatan
pemompaan "T# yang optimum berdasarkan panjang stroke "+# maksimum pompa
terpasang untuk mendapatkan laju "B# yang optimal.
Prosedur dalam melakukan desain ulang sucker rod pump berdasarkan
panjang langkah "+# maksimum pompa terpasang adalah sebagai berikut F
*. 3enghitung Ap "in
,
# , $, Qr "lb#, dan Qf "lb#.
% Ap 8 2.,. d
,
% Ar 8 2.,. d
,

% $ 8 2.*)<)Ap
% Qr untuk !appered 'od +tring.
Qr 8 3
*
:
*
93
,
:
,
9JJ93
n
:
n
Qr untuk 0ntappered 'od +tring
Qr 8 3C:
Berat kolom fluida "Qf#
Qf 8 2.)// ( : Ap
,. 3enghitung konstanta VaW.
a 8

'

+ "tr 53
T
-r 53 -f
"p
.
)
# .2-/ . 2 = . 2 "
*

3enghitung konstanta VbW.
b 8

'

t +
p
c
53 53
"p K
-r9
# .-,. . 2 * " .-,. . 2 * "
. )22 . .-

3enghitung konstanta VcW.
c 8

'

t +
p
c
53 53
5 "p K
-r
# .-,. . 2 * " .-,. . 2 *
. . . ).*,2
,

/. 3enentukan persamaan 1ump ,ntake untuk T.
P 8 a 9 bv
3enentukan persamaan 1ump ,ntake untuk +.
P 8 a 9c v
,
,/2
). Berdasarkan persamaan yang diperoleh pada langkah ".#, dihitung
untuk satu harga T, dengan mengasumsikan beberapa harga B sehingga
diperoleh harga P, kemudian diplot pasangan data "B,P# untuk satu
harga T pada grafik &P' sumur.
.. Berdasarkan persamaan yang diperoleh pada langkah "-#, dihitung
untuk satu harga +, dengan mengasumsikan beberapa harga B sehingga
didapat harga P, kemudian diplot pasangan data "B,P# untuk satu harga
+ pada grafik &P' sumur.
-. Dari kurva yang didapat akan menghasilkan perpotongan antara kurva
1ump ,ntake dengan kurva &P', dimana untuk satu kurva 1ump ,ntake
yang memotong kurva &P' akan mendapatkan pasangan data "T,B#
atau "+,B# sesuai dengan jenis kurva 1ump ,ntake nya.
4. 3emplot pasangan data "T,B# dan "+,B# menjadi kurva sehingga akan
didapatkan kurva hubungan "T vs B# dan "+ vs B#.
<. Dari kurva hubungan antara +, T dan B akan didapatkan laju produksi
dengan menggunakan sucker rod pump berdasarkan stroke maksimum
pompa terpasang.
=. 3enghitung beban dengan diketahui stroke maksimum pompa
terpasang "+#, laju produksi "B 8 VCW, bpd#, T "T 8 VyW, spm# dan P
"P 8 VKW,psi, dari kurva &P'#.
% menghitung
*

*
8

,
_

t
p
c 59
*
42.22
,

% menghitung
,

,
8

,
_

t
p
c 59
*
42.22
,
% menghitung PP':
PP': 8Qf92.=Qr9Qr9
*.
Qr P.Ap
% menghitung
maks
,/*
"tr
110#
maks

% menghitung 3P':
3P': 8 Qr 2.* Qr
,
Qr
82.=Qr
,
Qr
% menghitung
min
"tr
$10#

min

3enghitung effisiensi volumetric yang baru dengan + 8 Vstroke


maksimum pompa terpasangW, in. T 8 VyW, spm. Dan B 8 VCW bpd,
adalah :
% menghitung
*
42.22
,
59

% menghitung 1lunger !vertravel "ep#.
0ntuk <ntappered
E
#
ep
. . < . )2
,

0ntuk Tappered
ep 8
E
#
,
. , )-
% menghitung Perpanjangan 0od "er#.
untuk jenis <ntappered
er 8
E"r
+7"p# ,2 , .

untuk jenis Tappered
er 8
,
_

+ + + .....
/
/
,
,
*
* ,2 , .
"
#
"
#
"
#
E
+7"p

% menghitung 1ump 7isplacement "@#.
@ 8 $ +p T
% menghitung effisiensi volumetric sumur yang baru "setelah di
redesign#
0
5
10
15
20
25
30
35
0
20
40
60
80
100
120
140
0 500 1000 1500
Pump Speed, spm
Stroke Length, in
Possible prod. Rate,bpd
N S
PR !"G#$%
0
50
100
150
200
250
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800
Prod Rate, bpd
&
'
(
P
,

p
s
i
N = 10
N=15
N=20
S=40
S=54
S=120
,/,
5 *22 4
2
6
Ev
Dari prosedur perhitungan beberapa harga + dan T, yang kemudian diplot juga
dengan kurva &P' actual, maka akan didapatkan grafik seperti dibaah ini :
Gambar 4.$1.
Per+,t,ngan (ur6a IPR /engan 9A 6s E: /an 9% 6s E:
Dari hasil perpotongan antara outflow dan inflow tersebut lalu diplot lagi
antara flow rate "B# terhadap panjang langkah "+# maupun kecepatan pemompaan
"T#.
Gambar 4.$2.
Per+,t,ngan kur6a 4ubungan 9A 6s E: /an 9% 6s E:
,//
Dari grafik ini maka bisa ditentukan harga + dan T yang optimum.
4.&. E#e"tri" %ubmersib#e Pum+
Electric 5ubmersible 1ump adalah pompa yang dimasukkan ke dalam
lubang sumur yang digunakan untuk memproduksi minyak secara artificial lift
"pengangkatan buatan# dan digerakkan oleh motor listrik. Peralatan pompa listrik
submersible terdiri dari pompa sentrifugal, protector dan motor listrik. 0nit ini
ditenggelamkan di cairan, disambung dengan tubing dan motornya dihubungkan
dengan kabel ke permukaan yaitu switcboard dan transformator.
Pompa ?+P terdiri dari pompa sentrifugal bertingkat banyak berputar
/,)4. /,.22 'P3, -2 HK dengan motor listrik induksi sinkron kutub / fase,
berbentuk sangkar, instalasi ?+P dapat dilihat pada (ambar ).,<. Pompa ?+P
biasanya dipakai untuk laju produksi ,22 ,,.22 +!B; day, alaupun dapat
digunakan untuk produksi sampai =.,222 +!B;day. Pompa ?+P umumnya
digunakan pada sumur miring di daerah lepas pantai. Didaratan hanya digunakan
untuk laju produksi tinggi yaitu di atas ,,222 +!B;day, karena sucker rod pump
akan lebih ekonomis untuk sumur dengan laju produksi rendah.
,/)
Gambar 4.$7.
Insta#asi E#e"tri" %ubmersib#e Pum+
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
1rinsip Kerja E51
Prinsip kerja ?+P adalah berdasarkan pada prinsip kerja pompa sentrifugal
dengan sumbu putarnya tegak lurus. Pompa sentrifugal adalah motor hidrolik
yang dapat memompakan cairan, dengan jalan memutar cairan yang melalui
impeler pompa. 6airan masuk ke dalam impeler pompa menuju poros pompa,
dikumpulkan oleh diffuser dan kemudian akan dilempar keluar. !enaga mekanis
motor oleh impeler dirubah menjadi tenaga hidrolik. ,mpeler terdiri dari dua
piringan yang di dalamnya terdapat sudu%sudu. Pada saat impeler diputar dengan
kecepatan sudut , cairan yang ditampung dalam rumah pompa kemudian
dialirkan melalui diffuser dan sebagian tenaga kinetik dirubah menjadi tenaga
potensial berupa tekanan, karena cairan dilempar keluar maka akan terjadi proses
penghisapan.
,/.
Gambar 4.$8.
%kema Im+e#er /an Di!!user
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4.&.1. Pera#atan E#e"tri"a# %ubmersib#e Pum+
Peralatan pompa electical submersible pump dapat dibagi menjadi dua
bagian yaitu : peralatan di baah permukaan dan peralatan di atas permukaan.
Peralatan%peralatan tersebut saling berhubungan dalam kelancaran electrical
submersible pump.
4.&.1.1. Pera#atan Di Atas Permukaan E#e"tri"a# %ubmersib#e Pum+
a. Tuing (ead
$epala sumur harus dilengkapi dengan tubing head atau system pack/off.
Tubing head untuk pompa reda sedikit berbeda dengan tubing head biasa.
Perbedaannya terletak pada adanya kabel yang melalui tubing head tersebut.
Adapun fungsi dari tubing head ini adalah sebagai penyokong rangkaian tubing
tempat keluarnya kabel dan untuk menutup ruang antara casing dengan tubing.
b. 3unction "o*
Diperlukan sebagai tempat menghubungkan kabel dari berbagai sumur
dari switchboard. $abel tersebut perlu dipisahkan untuk memberi kesempatan gas
dalam kabel keluar terlepas ke atmosfer. =unction bo4 terletak antara well head
dan switchboard.
". Switc&oard
,/-
3erupakan panel kontrol yang dilengkapi dengan push button "on;off#
untuk over atau under load protection, fuse, ammater recording, lampu signal,
intermitting timer dan remote control. 5witchboard berfungsi sebagai pengontrol
kerja pompa "mengontrol operasi arus listrik yang dibutuhkan oleh motor#.
Lungsi peralatan yang ada pada switchboard adalah :
% 5tart>stop panel, yang berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan
motor.
% Breaker, sebagai pemutus aliran listrik saat dilakukan reparasi pompa.
% +ekering, merupakan pengaman jika terjadi hubungan singkat pada arus
listrik atau terjadi over voltage.
% 0ecording ammater, sebagai pencatat besarnya arus yang digunakan motor.
/. Trans'ormer
Berfungsi sebagai perubah tegangan primer yang tinggi menjadi tegangan
sekunder yang rendah sesuai yang dibutuhkan motor. Adanya tegangan tinggi
yang masuk ke motor akan merusak pompa. +ehingga diperlukan transformer
untuk menyesuaikan tegangan tersebut.
4.&.1.$. Pera#atan Di Ba-a4 Permukaan E#e"tri"a# %ubmersib#e Pum+
a. M,t,r #istrik
3otor listrik yang digunakan adalah motor induk tiga fase, dua katup,
s6uirrel cage. Lungsi dari motor ini adalah untuk menggerakkan shaft pompa
sehingga impeller/impeller%nya berputar. Putaran motor listrik umumnya
dirancang dengan kecepatan /.22 putaran per menit "'P3#, dengan frekuensi
-2 HK. 3otor diisi dengan minyak yang tahan terhadap tegangan listrik yang
tinggi. 3otor didesain untuk tegangan yang dapat dipakai antara ,/2 sampai .222
volt, dengan satuan listrik *, sampai *,. Ampere. Penambahan daya HP dari
motor dilakukan dengan merangkai panjang motornya.
'angkaian motor ?+P "bertingkat# dapat mencapai 4.2 HP dengan
panjang sekitar =2 ft. selain ukuran motor, yang perlu diperhatikan adalah horse
,/4
power dan seri motor. Aenis seri menunjukkan diameter motor yang harus sesuai
dengan diameter dalam casing sumur.
Gambar 4.&;.
,/<
M,t,r P,m+a E%P
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
b. (abe#
$abel dipakai sebagai sarana penghantar daya listrik dari permukaan ke
motor yang letaknya di dalam sumur. $abel selain tahan temperatur dan tekanan
fluida, serta kedap terhadap resapan liBuid dari sumur. 0ntuk itu kabel harus
memiliki bagian seperti :
% $onduktor
% &solasi
% +arung
Ada dua jenis kabel yang biasa dipakai round cable atau flat cable. Aenis
jenis kabel dapat dilihat pada (ambar )./*. Biasanya kabel jenis round
mempunyai usia pakai lebih lama dari pada jenis flat, tetapi memerlukan ruang
penempatan yang lebih besar. Bila digunakan flat kabel seluruhnya maka
kehilangan tenaga listrik akan bertambah < 5. Auga flat kabel mudah rusak dalam
pemasangannya.
$abel listrik terdiri dari tiga kabel yang diisolir satu sama lain dengan
pembalut dari karpet. $etiganya terbungkus oleh suatu pelindung yang terbuat
dari baja penampang kaat tembaga berubah%ubah fungsi tegangan arus dari
motor dan biasanya dipilih antara *-,,. aau /. mm
,
. Hubungan antara tubing dan
kabel dilakukan dengan pertolongan kabel clamp.
,/=
Gambar 4.&1.
(abe#
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
". Seal Section 9Protector:
1rotector diletakkan di antara motor dan pompa. Lungsinya :
!empat menyimpan bahan pelumas untuk pompa.
!empat menyimpan minyak untuk pompa.
3enjaga tekanan dalam pompa dan motor agar selalu lebih besar dari
tekanan luar pompa.
3encegah masuknya cairan ke dalam motor.
1rotector terdiri dari dua kamar yaitu kamar atas dan kamar baah.
$eduanya dipisahkan oleh piston. !ekanan hidrostatis cairan dalam pompa sumur
masuk ke dalam protector melalui orifice dan bekerja pada piston. $arena
tegangan di dalam kamar atas, tekanan dijaga agar lebih besar tekanan di luar
pompa. Di dalam kamar atas dimasukkan minyak pelumas pompa, sedangkan di
dalam kamar baah permukaan dimasukkan minyak motor.
,)2
Gambar 4.&$.
%ea# %e"ti,n atau Pr,te"t,r
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
/. Inta%e Section 9%e+arat,r Gas:
(as separator dipasang antara bagian protector dan pompa. (as yang akan
dipisahkan dari cairannya dibuang ke annulus. Pada prinsipnya bekerja secara
gravitasi atau sentrifugal, dimana jika terjadi putaran, maka gas akan mengalir di
tengah dan dikirim ke annulus. +edangkan minyak akan terlempar ke pinggir oleh
gaya sentrifugal dan dialirkan ke inlet pompa.
Pada sumur%sumur yang tidak banyak mengandung gas, cukup
menggunakan pump intake saja. !etapi pada sumur%sumur (>' tinggi, gas
separator dapat disambungkan pada pompa guna memberikan effisiensi pompa.
Dalam hal ini gas separator berfungsi antara lain :
3encegah penurunan head capacity yang dihasilkan pompa
3encegah terjadinya fluktuasi beban pada motor
3engurangi surging pressure.
,)*
Gambar 4.&&.
Gas %e+arat,r atau Intake %e"ti,n
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
e. P,m+a %entri!uga#
Pompa submersible adalah tipe pompa centrifugal multi tingkat. +etiap
tingkat terdiri dari bagian yang bergerak yaitu impeller dan bagian yang stasioner
"tidak bergerak# yaitu diffuser. !ipe dan ukuran dari tiap tingkat menentukan
volume dari fluida yang dapat diproduksi. Aumlah tingkatnya menentukan jumlah
head yang dihasilkan, apabila dikalikan dengan daya "HP# pert ingkat dan spesiic
gravity%nya, maka jumlah HP motor yang dibutuhkan dapat ditentukan.
Pompa tandem adalah beberapa single pump "pompa tunggal# yang
disusun seri baik secara hydraulic untuk memberikan total head dari pompa yang
dibutuhkan untuk keperluan tertentu. $omponen ini, seperti halnya poros pompa
dibuat khusus yang tahan korosi, scale, temperatur tinggi, pasir dan jumlah
tingakat yang digunakan untuk ukuran tertentu tergantung pada head
pengangkatan.
!. 4otor 2ead Cale
$otor lead cable disebut juga motor lead e4tension dan berbentuk flat
"pipih#. Panjangnya dibuat sepanjang pothead pada motor sampai dengan bagian
atas dari pompanya, yang kemudian disambungkan dengan poer kabelnya.
5eal section, gas separator dan pompa dengan flat cable ini dimasukkan
agar total diameter luar rangkaian pompa dan motor lead cable tidak terlalu besar
untuk dimasukkan sumur, terutama pada sumur yang menggunakan liner yang
ukurannya lebih besar dari diameter casing. $otor lead cable diberi pelindung
"cable guards# untuk mencagah kerusakan pada aktu dimasukkan ke dalam
sumur.
4.&.$. Ana#isa Pera#atan E#e"tri"a# %ubmersib#e Pum+
,),
$omponen%komponen peralatan electrical submersible pump merupakan
suatu gabungan yang komplek dan menyatu, dengan kata lain saling tergantung
satu dengan yang lainnya. >leh karena itu penting dilakukannya analisa peralatan
pompa untuk menjaga effisiensi pompa mengangkat fluida naik ke permukaan.
4.&.$.1. Pemi#i4an 5enis /an kuran P,m+a
!ipe pompa diklasifikasikan atas : cycle power supply, ukuran casing
minimum dan laju produksi yang dianjurkan. Pemilihan tipe pompa harus
didasarkan pada besar laju produksi yang diharapkan, pada head pengangkatan
yang sesuai. 0kuran casing juga diperhitungkan di dalam pompa, sehingga
diusahakan seekonomis mungkin, yaitu dengan memilih seri yang tertinggi dan
mempunyai diameter terbesar selama ukuran casing memungkinkan.
Dalam memilih tipe pompa yang akan dipergunakan, pertimbangkan laju
produksi tersebut, yaitu dalam range optimum "yang direkomendasikan#, sehingga
dicapai effisiensi yang tinggi. Aika dari hasil pemilihan pompa berdasarkan
kapasitas dan ukuran casing terdapat dua tipe yang memenuhi syarat, maka
pertimbangan lainnya untuk memilih adalah :
% Besarnya horsepower yang dibutuhkan dipilih terkecil.
% Perbedaan harga tipe%tipe pompa tersebut, dipilih yang termurah.
4.&.$.$. Penentuan 5um#a4 Tingkat P,m+a
5tage pompa ditentukan dengan menggunakan persamaan berikut :
T 8
+f;
T7;
JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ...")%=-#
$eterangan :
T 8 jumlah tingkat, stage
(f 8 gradien fluida, psi;ft
H 8 head, ft;stage
4.&.$.&. Pemi#i4an M,t,r
Pemilihan ukuran motor yang dibutuhkan berdasarkan pada :
% !egangan listrik yang tersedia
% 0kuran casing sumur
% Besarnya horse power yang dibutuhkan
,)/
0kuran motor juga dibatasi oleh ukuran minimum casing yang dipakai
seperti halnya pompa. 0ntuk seri motor yang dipilih disesuaikan dengan seri
pompa yang telah dipilih. Besarnya horse power motor dihitung dengan
persamaan :
HP 8 +(

CTChpJJJJJJJJJJJJJJJJJ.JJJJJJ")%=4#
$eterangan :
+(

8 5pesific gravity fluida


Hp 8 ;orse power motor untuk tiap stage, HP;stage
Apabila besarnya hp yang dibutuhkan motor dari hasil perhitungan tidak
sama dengan hp yang tersedia maka dipilih motor yang dimiliki hp yang lebih
besar dan yang paling mendekati.
4.&.$.4. Pemi#i4an (abe# Listrik
0ntuk pemilihan kabel listrik ditentukan oleh besarnya arus listrik yang
mengalir, penurunan voltage serta clearance antara tubing dan colar dengan
casing. Dianjurkan memilih kabel yang mempunyai penurunan voltage di baah
atau sekitar /2 volt;*222 ft. Panjang kabel ditentukan berdasarkan kedalaman
setting depth pump ditambah *22 ft untuk keperluan di permukaan.
4.&.$... Pemi#i4an kuran Trans!,rmer /an %-it"4b,ar/
Di dalam menentukan switchboard yang akan dipakai perlu diketahui
terlebih dahulu berapa besarnya voltage yang akan bekerja pada switchboard
tersebut. Besarnya tegangan yang bekerja pada switchboard dapat dihitung dari
persamaan berikut :
@s 8 @m 9 @cJJJJJJJJJJJJJJJJJ..JJJ..")%=<#
@c 8 ":;*22# C @oltage DropJJJJJJJ.JJJJJJJJ")%==#
$eterangan :
@s 8 5urface voltage, volt
@m8 $otor voltage, volt
@c 8 *orrection voltage, volt
: 8 Panjang kabel, ft
,))
@oltage Drop 8 $ehilangan voltage, volt;*222 ft
0ntuk menentukan besarnya tegangan transformer yang diperlukan dihitung
dengan persamaan berikut :
! 8
*222
4/ . * &m4 2s4
JJJJJJJJ...JJJJJJJJJJJ.")%
*22#
$eterangan :
! 8 0kuran transformer, $@A
@s 8 5urface 2oltage, volt
&m 8 Ampere motor, ampere
4.&.&. Peren"anaan E#e"ti"a# %ubmersib#e Pum+
3erencanakan suatu pemilihan unit ?+P untuk suatu sumur adalah
merupakan hal yang sangat penting karena akan menentukan efisinensi pompa
terhadap laju alir fluida. +ebelum memilih jenis ?+P yang akan dipasang untuk
suatu sumur terlebih dahulu harus kita tentukan kemampuan produksi dari sumur
tersebut dengan test produksi. +esudah itu barulah kita dapat melakukan
perhitungan%perhitungan yang cukup panjang untuk menentukan jenis pompa
yang cocok dipasang pada sumur tesebut. Dalam perhitungan perencanaan ?+P
ini perlu ditunjang adanya data%data lengkap dan akurat agar pemilihan pompanya
bisa efisien dan ekonomis. Berikut ini adalah urutan data%data yang diperlukan
untuk perencanaan ?+P.
3etode yang digunakan adalah metode analitis dengan bantuan gambar
dan table sesuai merek dagang terpilih. Persyaratan perencanaan ini berlaku untuk
lubang sumur tegak "vertikal#.
:angkah kerja :
*. Data yang diperlukan "data sumur, reservoir, dan fluida#. 0nit ?+P dibuat
dengan bermacam%macam ukuran diameter housing%nya ">D#. 0kuran casing
pada umumnya dinyatakan dari diameter luarnya ">D# sedangkan berat casing
akan bisa menentukan diameter dalamnya "&D# yang merupakan tempat untuk
,).
dileati rangkaian ?+P. jadi dengan mengetahui &D casing akan bisa
menentukan serie ">D# ?+P yang akan dipasang.
,. Hitung berat jenis rata%rata dan gradien tekanan fluida produksi menurut :
+(
rata%rata
8
-!0
-!045+air yak 45+
+
+
*
min *
JJJJJJJJ.J..JJ")%*2*#
(radien fluida "(L# 8 2,)// C +( rata%rata
Bila mengandung gas kurangi (L sekitar *25
/. !entukan kedudukan pompa "HP&P# kurang lebih *22 ft di atas lubang
perforasi teratas. Aarak antara motor dan lubang perforasi teratas "H+# kurang
lebih .2 ft. Hal ini dilakukan untuk mencegah abrasi pada peralatan pompa.
). !entukan laju produksi diinginkan dengan cara memilih kemudian mencoba
harga Pf untuk menghitung harga laju total menurut persamaan :
E
!otal
8 "Ps%Pf# C P&JJJJJJJJJJJJ..JJJJJJJ")%*2,#
Hitung laju yang diinginkan "Eo# menurut persamaan :
Eo 8
4?tot
-!0 + *
*
JJJJJJJJJJJJJ..JJJ.JJ....")%
*2/#
Apabila harga tersebut belum sesuai, ulangi memilih harga Pf dengan coba%
coba.
.. Hitung 1ump ,ntake 1ressure "P&P# menurut persamaan :
P&P 8 Pf (L C "H+ HP&P#JJJJJJJJJJ.JJJJJ")*2)#
Harga P&P harus lebih besar dari BPP "tekanan jenuh#, bila tidak terpenuhi
ulangi langkah ) dan . dengan laju produksi yang lebih rendah.
-. Hitung harga Xf
*
menurut persamaan :
X
f*
8 H+ %
+f
1wf
4. !entukan kehilangan tekanan sepanjang tubing "Hf# dengan menggunakan
(ambar )./).
<. Hitung Total 7ynamik ;ead "!DH# menurut persamaan :
!DH 8
+f
T;1
9 X
f*
9H

JJJJJJJJJJ.JJJJJJJJ..")%*2.#
,)-
=. Pilih jenis dan ukuran dari katalog perusahaan pompa bersangkutan dan
gambar yang menunjukkan effisiensi maksimum untuk laju produksi yang
diperoleh di langkah ). baca harga head capacity "H6# dan daya kuda motor
"HP motor# pada laju produksi tersebut.
*2. Hitung jumlah stages atau tingkat
Aumlah stages 8
;*
T7;
JJJJJJJJJJJJJJ....JJJJ.")%
*2-#
**. Hitung daya kuda yang diperlukan :
HP 8 HP motor C jumlah stagesJJJJJJJJJ..JJJJJJ.")%*24#
*,. !entukan jenis motor pada tabel yang memenuhi HP tersebut."pada (ambar )%
/.#.
*/. 0ntuk masing%masing jenis motor hitung kecepatan aliran di annulus motor
"L@# :L@ 8
, ,
# " # sin "
2**= . 2
!7motor g ,7ca
4?total

Aenis motor dan >D motor terkecil yang memberikan P@ 1 * ft;dtk adalah
pasangan yang harus dipilih.
*). Baca harga arus listrik "A# dan tegangan listrik "@motor# yang dibutuhkan
untuk jenis motor yang bersangkutan.
*.. Dari harga arus listrik tersebut pilih jenis kabel pada gambar "dianjurkan
memilih jenis kabel yang mempunyai kehilangan tegangan di baah atau
sekitar /2 volt tiap *222 ft.
@ kabel 8 "H+% .2# C @; *222 ftJJJJJJJJ..JJJJJJ")%*2<#
*-. 3emilih transformator dan switchboard
a. Hitung tegangan yang diperlukan motor dan kabel
"@total# 8 @ motor 9 @ kabel
b. Hitung $@A 8 *,/4 C @tot CA;*222
c. Dari tabel tentukan transformator yang memenuhi hasil perhitungan *- b
karena aliran / fasa maka transformator yang dipilih adalah sepertiga dari
hasil hitungan *-.b.
d. Dari tabel tentukan sitcboard yang sesuai
,)4
*4. :akukan perhitungan total tegangan pada aktu start sebagai berikut :
a. $ebutuhan tegangan untuk start 8 ,2,/. C voltage rating
b. $ehilangan tegangan selama start 8 / C kehilangan tegangan biasa
*<. Bandingkan apakah total tegangan pada aktu start tidak melebihi tegangan
yang dikeluarkan oleh switcboard. Apabila tidak melebihi, berarti
perencanaan telah betul, apabila melebihi ulangi langkah *-.
,)<
Gambar 4.&4.
C4art (e4i#angan Tekanan Da#am Pi+a
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Tabe# IV'7.
5enis M,t,r E%P
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
,)=
,.2
Gambar 4.&1.
C4art (e4i#angan Tegangan
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4.&.4. O+timasi E#e"ti"a# %ubmersib#e Pum+
>ptimasi Electric 5ubmergible 1ump "?+P# dilakukan dengan tujuan
untuk mengetahui perbandingan antara produktivitas formasi dengan kapasitas
pompa yang terpasang. +ebelumnya perlu diketahui terlebih dulu prosedur untuk
mengetahui effisiensi volumetris dari ?+P terpasang pada suatu sumur, yakni
sebagai berikut :
a. Penentuan 5pecific +ravity Lluida
*. +pec. (ravity 6ampuran "(# :Q6C (
air
9 "*%Q6# C (
minyak
,. (radien Lluida "(f# : ( C 2.)// psi ; ft
b. Penentuan 1ump ,ntake 1ressure "P&P#
*. Perbedaan $edalaman dari middle perforation sampai pada
P+D "!@D# 8 3id Perforasi 1ump 5etting 7epth "!@D#
,. Perbedaan !ekanan 8 Perbedaan kedalaman C (f
/. 1ump ,ntake 1ressure 8 Pf Perbedaan !ekanan .
c. $edalaman Total 7ynamic ;ead "!DH#
*. 3enentukan 3luid !ver 1ump "L>P#
+
psi ft 1,14
3!1
; /* . ,


,. 3enentukan 2ertical #ift "H
D
#
2ertical #ift "H
D
# 8 1ump 5etting 7epth "!@D# L>P
/. 3enentukan Tubing 3riction #oss "H
f
#
,.*
Dalam menentukan besarnya harga 3riction #oss "L# dapat
digunakan (rafik 3riction #oss seperti yang ditunjukkan pada
gambar. )./4. atau dapat juga menggunakan persamaan
berikutF
Lriction :oss "L# 8
<-.. . )
<. . * <. . *
/ . /)
*22
2</ . ,
,7
?t
*

,
_

,
_

$emudian menghitung Tubing 3riction #oss "H


f
#.
Tubing 3riction #oss "H
f
# 8 L C P+D "3D#
). 3enentukan Tubing ;ead "H
!
#
Tubing ;ead "H
!
# 8
+
psi ft essure4 Tubing ; /* . , Pr

.. 3enentukan Total 7ynamic ;ead "!DH#
Total 7ynamic ;ead "!DH# 8 H
D
9 H
L
9 H
!
d. Penentuan ?ffisiensi @olumetris "5 ?v#
*. 3enentukan ;ead per 5tage, "ft;stage# dengan persamaan F
;ead per 5tage, "ft;stage# 8
5tages
T7;

,. Berdasarkan Head per +tage tersebut kemudian dari (rafik
1ump 1erformance *urve seperti yang ditunjukkan pada
(ambar. )./<. dan )./=. untuk tipe pompa terpasang diperoleh
harga produksi "E
theoritical
# dalam Bpd.
/. 3enentukan ?ffisiensi @olumetris "5 ?v#
5 ?v 8
5 *22 4
?
?
l theoritica
actual

,.,
Gambar. 4.&2.
Gra!ik Fri"ti,n L,ss 3i##iam'*aFen
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Gambar. 4.&7.
Re",mmen/e/ O+erating Range Pum+ Per'ormance Cur6e untuk A'&; .;*F
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Peren"anaan O+timasi ,lectical Sumersile Pump
,./
>ptimasi dilakukan dengan pengaturan dan penyesuaian kembali tipe
pompa, jumlah stage, motor dan lain%lain berdasarkan data produksi yang
diinginkan sesuai dengan produkitivitas formasi dalam status periode tertentu,
sehingga diperoleh laju produksi "E
:
# yang optimum. Dasar perencanaan optimasi
suatu unit pompa electical submersible pump dibagi menjadi tiga metode. Pertama
dilakukan perencanaan ulang terhadap electical submersible pump untuk, 1ump
5etting 7epth "P+D# berubah dengan !ipe dan 5tage Pompa tetap. Iang kedua,
dengan P+D tetap namun !ipe dan 5tage Pompa berubah dan yang ketiga baik
1ump 5etting 7epth, !ipe dan 5tage pompa berubah semuanya.
a. Pump Setting 1ept& Beruba4
/engan Ti+e /an %tage P,m+a Teta+
>ptimasi 1ump 5etting 7epth "P+D# dilakukan dengan mengubah
kedalaman tersebut dari P+D minimum sampai dengan P+D maksimum, dimana
pada evaluasi tersebut menggunakan tipe dan stage yang telah terpasang.
Prosedur penentuan laju produksi "E
:
# optimum pada berbagai variasi
P+D dengan tipe dan stage pompa tetap :
*. 3enentukan P+D minimum dan P+D maksimum dengan
menggunakan Persamaan
P+D
min
8
+f
1c
-3# +
P+D
maks
8
+f
1c
7
si midperfora

,. 3enentukan P+D observasi "P+D
min
7 P+D
obs
7 P+D
maC
#
/. 3enentukan Pf berdasarkan E assumsi dan menentukan Total
7ynamic ;ead pada setiap kedalaman dan E assumsi.
). 3embaca harga ;ead *apacity dan 1ump 1erformance *urve
berdasarkan harga laju produksi assumsi dan menghitung ;ead.
.. 3engulangi langkah ",# sampai ".# untuk harga P+D untuk masing%
masing assumsi.
Berdasarkan langkah%langkah di atas, maka dapat mengubah kedalaman
pompa sumur. Dari hasil perhitungan, didapatkan hasil yang jika ditunjukkan
dengan grafik adalah sebagai berikut.
,.)
Gambar 4.&8.
Gra!ik *asi# Peren"anaan P%D Beruba4 /engan Ti+e /an %tage Teta+.
b. Pump Setting 1ept& Teta+ /engan
Ti+e /an %tage P,m+a Beruba4
3erupakan optimasi dengan mengubah%ubah tipe dan jumlah tingkat
"stage# pompa pada 1ump 5etting 7epth tetap. Pemilihan pompa dibatasi oleh
pemilihan 6asing "*heck *learances# dan laju produksi yang diinginkan dimana
laju tersebut seharusnya masih berada dalam kapasitas laju produksi yang
direkomendasikan. 0ntuk meningkatkan effisiensi pengangkatan, dilakukan
evaluasi jumlah tingkat pompa.
Prosedur untuk membuat kurva intake yang digunakan untuk mendapatkan
jumlah tingkat "stage# pompa yang paling tepat, yaitu :
*. 3emilih pompa yang sesuai dengan ukuran casing
dan laju produksi yang diinginkan.
,. 3enghitung Yfsc dan Gfsc
Yfsc 8 /.2Q6 C Gsc 9 /.2 "*%Q6# Gosc
Gfsc 8 "Yfsc;/.2#
/. 3engasumsikan laju produksi bervariasi,
kemudian menentukan head>stage dari 1ump 1erformance *urve
,..
dan menghitung tekanan intake pompa "P
/
#, setelah mengetahui
harga tekanan discharge Pompa "P
,
# masing%masing maka
dilakukan perhitungan laju produksi.
). 3emplot laju produksi terhadap tekanan intake
dari tiap stage asumsi pada kurva &P'.
.. 3embaca laju produksi sebagai hasil perpotongan
dari kurva &P' dan tekanan ,ntake.
Plot grafik &P' yang telah dibuat, diplot dengan tekanan intake untuk
masing%masing stage asumsi menunjukkan baha, dengan semakin banyak
tingkatan "stage# pompa yang dipakai akan semakin besar pula kemampuan untuk
mengangkat fluida. +eperti yang ditunjukkan (ambar ).)*.
Gambar 4.4;.
TIP +a/a Tubing $.441 in"4es (ur6a IPR Pu/), %ukarn,
,.-
Gambar 4.41.
Gra!ik *asi# Peren"anaan P%D Teta+ /enganTi+e /an %tage P,m+a Beruba4
". Pump Setting 1ept& Beruba4 /engan Ti+e /an %tage P,m+a
Beruba4
Dalam perencanaan electical submersible pump "?+P# untuk P+D berubah
dengan !ipe dan 5tage pompa juga berubah, langkah perhitungannya sama seperti
perhitungan pada dua bab sebelumnya. :angkah%langkahnya adalah sebagai
berikut :
*. 3engasumsikan P+D
obs
yang berada dalam range
P+D
min
dan P+D
maks
.
,. 3emilih tipe pompa yang sesuai dengan
produktivitas formasinya dengan langkah perhitungan yang sama
seperti pada bab sebelumnya.
/. 3enentukan Total 7ynamic ;ead "!DH# dan ;ead
Pompa pada P+D
obs
dengan mengasumsikan beberapa harga laju
produksi dan jumlah stages "+P+ stok#.
). 3engulangi langkah * sampai / untuk P+D asumsi
lainnya.
.. 3emilih pompa P+D pada asumsi yang
menghasilkan laju produksi yang berada dalam batas "range# pompa
yang direkomendasikan dan sesuai dengan produktivitas formasi.
,.4
+ecara keseluruhan prosedur perhitungan optimasi dengan merubah P+D
sekaligus tipe dan stage pompa, merupakan kombinasi antara perencanaan P+D
tetap, tipe dan stage pompa berubah dengan P+D berubah, tipe dan stage tetap.
+eperti yang ditunjukkan pada gambar ).), maka harga laju produksi yang
memberikan harga lebih besar dengan P+D yang semakin dalam, dan
menggunakan stage pompa yang semakin besar.
Gambar. 4.4$.
Gra!ik *asi# Peren"anaan E6a#uasi E%P /engan P%D Beruba4 Ti+e /an
%tage P,m+a Beruba4.
4.4. Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+ 9PCP:
1rogressive *avity 1ump "P6P# merupakan salah satu jenis pompa putar
"rotary pump# yang terdiri dari rotor berbentuk ulir yang digerakkan oleh
penggerak melalui rod dan drive head, serta berputar didalam stator yang
merupakan bagian diam dari pompa yang dihubungkan kepermukaan oleh tubing.
1rime mover umumnya menggunakan motor listrik yang dipasang dipermukaan
didekat wellhead yang dihubungkan dengan perantara v/belt drive ke drive
assembly%nya. 5tator pompa biasanya dihubungkan dengan tubing produksi
dipermukaan "pada tubular P6P# dan stator pompa dimasukkan dalam tubing
"pada insertabel P6P#.
P6P terdiri dari dua komponen utama, yaitu stator yang diam berbentuk
pipa selubung yang bagian dalamnya terbuat dari bahan elastomer yang berbentuk
Vdouble threaded helicalW dan rotor yang bergerak secara rotary dan dalam
,.<
keadaan normal akan memompa fluida dan mendorongnya kepermukaan secara
positif "positive displacement pump#. Arti positif disini adalah baha fluida yang
telah masuk kedalam pompa seluruhnya akan didorong kepermukaan tanpa
adanya fluida yang mengalir balik seperti yang terjadi pada pompa ?+P. Dalam
keadaan normal clearance antara rotor dan stator yang membentuk cavities tidak
terbuka "ada celah# sehingga fluida yang mengisi cavities akan didorong
kepermukaan dengan cara pemindahan cavities yang terbentuk secara terus%
menerus sesuai dengan prinsip P6P sendiri.
Bila tekanan absolut dari cairan pada suatu titik didalam pompa berada
dibaah tekanan gelembung pada temperatur cairan, maka gas yang semula
terlarut didalam cairan akan terbebaskan. (elembung%gelembung gas ini akan
mempunyai tekanan lebih tinggi, dimana gelembung akan mengecil lagi secara
tiba%tiba yang mengakibatkan shock yang besar pada dinding didekatnya.
Lenomena ini disebut cavitasi "cavitation#. $ejadian ini berhubungan dengan
kondisi pengisapan. Bila kondisi berada diatas tekanan gelembung, maka kavitasi
tidak akan terjadi. Pada P6P ini justru sistem kerjanya membuat kavitasi,
sehingga pengaruh tekanan gelembung dapat diabaikan, tetapi pengesetan pompa
tetap perlu diperhitungkan.
,.=
Gambar 4.4&.
Pr,gressing Ca6it0 Pum+
(51E %%(@A&., -orldBs 3irst $etal 1*1 5"+7 3ield Test 5hows 1romising
"rtificia/#ift Technology for ;eavy/!il ;ot 1roduction: =oslyn 3ield *ase,
C((A)
1rinsip Kerja 1rogressive *avity 1ump
Pada P6P prinsip yang bekerja yaitu proses pemindahan rongga%rongga
yang terbentuk antara rotor dan stator yang berlangsung secara terus%menerus
dimana motor yang berputar dalam stator. Pada aktu rotor berputar secara
eksentris di dalam stator serangkaian rongga%rongga "cavities# yang terpisah *<2
o
satu sama lain bergerak maju dari sisi sebelah baah naik menuju sisi pompa
sebelah atas. Pada saat rongga yang satu mengecil, rongga yang bersebelahan
akan membesar dengan kecepatan yang sama sehingga terjadi aliran fluida tanpa
kejutan%kejutan, karena tidak ada katup "valve# seperti pada pompa sucker rod
sehingga tidak ada gas yang terperangkap "gas lock# yang dapat mengurangi
efisiensi pompa dan aliran yang ada berlangsung secara kontinyu dengan
kecepatan rendah yang konstan "low velocity non/pulsating positive
displacement). Pompa jenis ini mampu menahan tekanan tersekat masing%masing
rongga satu sama lain oleh suatu seal yang terbentuk seperti garis "seal line#
antara rotor dan stator atau tepatnya pada bagian elastomernya.
Elastomer merupakan bagian dari stator berbentuk karet yang sangat
penting perannya dalam pertimbangan penggunaan pompa P6P ini. Elastomer
reaktif terhadap fluida produksi "minyak# dan mefmbentuk clearance antara rotor
dan stator.
,-2
Gambar 4.44.
Prinsi+ (er)a PCP
(51E %%(@A&., -orldBs 3irst $etal 1*1 5"+7 3ield Test 5hows 1romising
"rtificia/#ift Technology for ;eavy/!il ;ot 1roduction: =oslyn 3ield *ase,
C((A)
Beberapa kelebihan P6P antara lain :
3ampu memproduksikan fluida yang viskositasnya tinggi "1.222 cp#
3ampu memproduksikan fluida yang banyak mengandung padatan;pasir
tetapi tahan tehadap abrasi
!oleran terhadap adanya kandungan gas bebas
!idak punya katup balik "bagian yang bergerak dimana dapat menyebabkan
macet;aus#
Harganya relatif murah dan rendah pemakaian energi listriknya
'endah internal shear rate%nya "kecil kemungkinan terjadi emulsi akibat
agitasi#
+ederhana instalasinya dan operasinya, tidak menimbulkan suara tubing
3udah peraatan dan pemeliharannya
!idak memerlukan cabut tubing "work over# saat mengganti pompa pada
insertable P6P
Beberapa batasan dan kesulitan dalam pengoperasian P6P :
Batas laju produksi maksimum /*.2 bbl;day atau .22 m
/
;day
$edalaman maksimum -..2 ft atau ,222 m
!emperatur maksimum ,22
o
L
?fisiensi akan berkurang jika sumur produksi banyak mengandung gas
Pada rod string tidak terdapat tempat untuk mengatasi problem parafin
1ump stator akan cenderung rusak jika tidak ada fluida yang dipompakan
,-*
3asih memerlukan cabut tubing "work over# saat mengganti pompa pada
tubular P6P
0ntuk kecepatan tinggi dapat menimbulkan getaran pada rod string, maka
diperlukan tubing anchor dan stabili8er.
4.4.1. T0+e'T0+e Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
4.4.1.1. Tubu#ar Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
Aenis tubular 1*1 ini terdiri dari beberapa jenis yang kesemuanya itu
tergantung dari kebutuhan yang diperlukan, karena penggunaan P6P ini haruslah
disesuaikan dengan kapasitas produksi pompa yang digunakan dengan
kemampuan dari reservoir itu sendiri untuk mensuplai fluida produksi dari
reservoir ke lubang sumur. :aju produksi yang dihasilkan oleh P6P jenis ini lebih
besar dibandingkan dengan jenis ,nsertable 1*1. Penggunaan turbular P6P ini
biasanya lebih banyak pada sumur onshore dikarenakan saat pemasangannya
diperlukan penyambungan antara tubing dengan stator yang sudah tentu lebih
mudah dilakukan di onshore.
4.4.1.$. Insertab#e Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
Aenis ,nsertable 1*1 ini juga terdiri dari beberapa jenis yang kesemuanya
juga tergantung dari kebutuhan yang diperlukan. :aju produksi yang dihasilkan
oleh P6P jenis ini lebih kecil dibandingkan jenis tubular P6P dikarenakan saat
pemasangannya, stator dan rotor dimasukkan langsung kedalam tubing yang
otomatis akan memperkecil volume fluida yang di produksikan. Penggunaan
insertable 1*1 ini mempunyai kelebihan yaitu lebih mudah untuk memasangnya
tanpa harus disambung dengan tubing. >leh karena itu P6P jenis ini cenderung
banyak digunakan pada sumur di offshore.
4.4.$. Pera#atan Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
+ecara umum peralatan 1rogressive *avity 1ump "P6P# dibagi menjadi
dua bagian, peralatan baah permukaan dan peralatan atas permukaan. Peralatan%
peralatan tersebut saling berhubungan dalam kelancaran progressive cavity pump.
4.4.$.1. Pera#atan Atas Permukaan Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
,-,
Peralatan diatas permukaan berfungsi sebagai penggerak peralatan baah
permukaan, dimana pergerakannya berupa putaran "rotary system#. Peralatan atas
permukaan progressing cavity pump terdiri dari bagian%bagian sebagai berikut :
1. Prime 4over
Penggerak pompa utama pada umumnya digunakan motor listrik yang
dipasang dipermukaan dekat well head. $ekuatan dari motor listrik disesuaikan
dengan kebutuhan daya untuk pengangkatan fluida dari dalam sumur. Aenis motor
ini dapat digunakan electric motor, gas engine, gasoline engine atau diesel engine
tergantung kondisi lapangan dan sumber tenaga yang ada.
Pemasangan kedalaman pompa "1ump 5etting 7epth# merupakan fakor
yang menentukan pada daya listrik "motor voltage# yang nantinya berpengaruh
terhadap besarnya putaran motor "01$#, karena semakin dalam semakin besar
pula 01$ yang dibutuhkan.
$. Well (ead
-ell head adalah bagian utama sumur yang berguna untuk mematikan dan
menghidupkan produksi ; aliran dari sumur. -ell head dilengkapi dengan :
% Tubing ;ead "dapter
% Tubing ;ead dan Tubing ;anger
% Blow !ut 1reventer
5. !-elt S6stem
2/belt adalah tali kipas yang menghubungkan roda dari prime mover
"1rime $over 5heave# dengan roda dari drive "7rive 5heave#, dimana tali kipas
ini tidak boleh teralu kencang dan tidak boleh terlalu kendur untuk mencapai
putaran yang optimal.
4. 1rive (ead .sseml6
Adalah rangkaian peralatan yang meneruskan tenaga dari prime mover
dengan @%belt untuk memutar rod dan pompa ulir. :etaknya diatas well head
yang dilengkapi dengan well head frame untuk disambungkan ke well head,
terdiri dari komponen%komponen sebagai berikut :
". Backstop Break "ssembly
,-/
Alat ini disebut juga V0oller/0amp !verruning *lutchW yang berfungsi
sebagai alat pengaman bagi seluruh peralatan progressing cavity pump. Break
akan bekerja pada aktu drive shaft berusaha akan berputar balik atau
berputar berlaanan arah dengan jarum jam. Hal ini dapat terjadi apabila
mesin penggeraknya stall "macet atau mati#. Bila mesin penggerak berhenti
pada saat keadaan normal, fluida dalam tubing akan turun melalui elemen
pompa. $etika itu terjadi, rotor pompa dan rod/string akan berputar balik.
Tor6eu "gaya puntir# dibangkitkan oleh motor listrik dan dipindahkan ke
rod/string dan kekuatan dari mesin penggeraknya. Bila mesin penggeraknya
berhenti, rod/string akan berusaha berputar balik untuk menghilangkan
tor6ue%nya. Pada aktu rod/string bergerak balik ini, perbedaan ukuran dari
roda gigi penurunan putaran berubah menjadi mempercepat dan memindahkan
kecepatan putaran pada sheave yang bekerja secara potensial dan
membahayakan. !ugas dari backstop break adalah untuk mencegah rod/string
dan komponen lainnya berputar balik, dengan demikian tor6ue yang tersimpan
dapat direndam secara terkendali. Prinsip kerja backstop break assembly
adalah terdiri dari roller/ramp overruning clutch yang dipasakkan kepada
drive shaft dan dikelilingi oleh break and assy "sabuk rem# yang seluruh
bagian yang bekerja ditempatkan pada housing dan diberi penutup.
!verruning clutch menggunakan roller ramp yang dirancang dapat
bergerak bebas pada arah putaran satu dan bekerja pada arah sebaliknya. Pada
aktu bekerja normal dimana drive shaft%nya berputar searah jarum jam, alat
ini tidak bekerja dan roller/roller akan mengembang dan bergulir bebas. Akan
tetapi bila drive shaft berusaha untuk berputar balik maka roller/roller dengan
segera terjepit diantara ramp putar dan silinder yang diam dan ditahahan oleh
sabuk remnya. $ekuatan cengkeraman remnya dilepaskan dengan
mengendorkan sedikit ikatan baut penegang "tension bolt# sehingga daya
cengkeramnya berkurang. Alat ini terutama terdiri dari sebuah overruning
clutch yang didalamnya terdapat satu outer race seal dan ditempatkan
diatasnya, serta satu lip seal yang ditempatkan dibaahnya.
B. 7rive 5haft
,-)
0jung baah dari drive shaft disambungkan dengan pony/rod dan
selanjutnya disambungkan dengan rangkaian sucker rod sampai ke ujung
rotor pompa.
*. 5piral Bevel gear 0educer "ssembly
+usunan roda gigi bevel ini gunanya adalah selain untuk mengurangi
kecepatan putaran, juga untuk mengubah arah putarannya secara menyiku
sesuai dengan rotasi dari rotor pompa.
7. 5tuffing Bo4 "ssembly
3erupakan bagian aas dari drive head assembly, digunakan sebagai
penyekat kebocoran terdiri dari housing yang didalamnya berisi satu set ring/
ring packing. Pada bagian terbaah dari packing housing dipasang packing
washer. Diatas washer dipasang dua susun ring packing dan diantaranya
dipasang lantern rings "ring/ring lantera# tempat memasukkan grease
"pelumas#. Pada bagian paling atas dipasang packing gland penekan packing
yang terdiri dari dua belahan yang diikat secukupnya agar tidak terjadi
kebocoran antara drive shaft yang berputar dan packing%nya.
,-.
Gambar 4.4..
%usunan Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
(51E D(CA%., 1rogressive *avity 1ump 5ystems "pplications in ;eavy !il
1roduction, %&&E)
4.4.$.$. Pera#atan Ba-a4 Permukaan Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
1. #as .nc&or
$omponen ini merupakan peralatan tambahan dan dipasang pada bagian
baah. Alat ini diletakkan diantara seal "penyekat# dan pompa. Lungsinya untuk
memisahkan gas dari minyak agar gas tidak ikut masuk kedalam pompa, karena
adanya gas akan mengurangi efisiensi pompa. +as anchor ini bila diperlukan saja
dipasang, yakni pada sumur yang memiliki kandungan gas tinggi.
$. Tuing .nc&or
3erupakan tambahan yang dipasang pada bagian baah rangkaian pompa.
Lungsinya untuk meredam getaran pda tubing saat pompa dioperasikan;
dijalankan pada putaran "'P3# tertentu.
&. Centrali-er
3erupakan alat tambahan yang dipasang pada tubing yang berfungsi
untuk menjaga tubing tetap berada di tengah%tengah lubang bor dan mencegah
gesekan langsung antara tubing dengan dinding casing. Biasanya centrali8er ini
diaplikasikan pada sumur bersudut "deviated well) dengan kemiringan yang kecil.
4. Stator
!erletak diatas gas anchor yang dihubungkan dengan tubing produksi dan
berfungsi sebagai dudukan dari rotor. 5tator terbuat dari bahan campuran
synthetic elastomer dengan steel tube yang tahan terhadap korosi dan abrasi.
Adapun spesifikasi dari stator adalah :
a# $edium ;igh "crylonitrile, digunakan dengan kondisi :
+( minyak 7 /2
o
AP&
,--
Lluida dengan (>' rendah
Aika ada 6>
,
!emperatur maksimum ,22
o
L
b# <ltra ;igh "crylonitrile, digunakan dengan kondisi :
+( minyak 1 /2
o
AP&
Lluida dengan sedikit dalam larutan "(:' Z 2#
!emperatur maksimum ,22
o
L
c# 2ery ;igh "crylonitrile, digunakan dengan kondisi :
Bila terdapat kandungan asam "H
,
+# dengan maksimum konsentrasi *.,22
ppm atau *,. 5 dalam larutan
Banyak terdapat faktor abrasi "pasir kasar#
Bila terdapat ,ron 5ulfide dan ;ydrogen 5ulfide dengan maksimum
konsentrasi ,2,22 ppm atau ,2 5 dalam larutan
!emperatur maksimum ,22
o
L.
3engingat baha elastomer mempunyai keterbatasan dan sangat
berperanan penting dalam pompa P6P ini, maka perlu juga diperhatikan batasan%
batasannya, sehingga nantinya didapat jenis elastomer yang tepat untuk kandidat
sumur. Berikut adalah beberapa contoh elastomer yang sering digunakan :
Tabe# IV'8.
%+esi!ikasi E#ast,mer
(www.dyna/drill.com, 7yna/#ift 1rogressing *avity 1umps, C((F)
?lastomer !ipe ?lastomer $eterangan Batas
!emperatur
"[6#
$etahanan
H,+
$etahanan
6>,
$etahanan
Pasir
TB'%*A 3edium%High
Acrylonitrile
TB'
+angat baik digunakan pada
daerah yang abrasi, Baik untuk
viskositas minyak diatas ,.
[AP&, toleran terhadap ,5 H,+,
dan ,%/5 volume pasir
=2 [6 6ukup Baik Baik
TB'%>' High
Acrylonitrile
TB'
+angat baik digunakan pada
daerah yang abrasi, Baik untuk
viskositas minyak diatas /.
[AP&, toleran terhadap /%.5
H,+, dan ,%/5 volume pasir
*,. [6 +angat
Baik
+angat
Baik
Baik
TB'%+' 3edium%High
Acrylonitrile
+angat baik digunakan pada
daerah yang abrasi, Baik untuk
<. [6 6ukup +angat
Baik
+angat
Baik
,-4
TB' viskositas minyak diatas ,.
[AP&, toleran terhadap ,5 H,+,
dan .5 volume pasir
H+T%/< 3edium%High
Acrylonitrile
TB'
+angat baik digunakan pada
daerah yang abrasi, Baik untuk
viskositas minyak diatas ,.%/2
[AP&, toleran terhadap /%.5
H,+, dan ,%/5 volume pasir
*.2 [6 +angat
Baik
+angat
Baik
Baik
.. $otor
0otor ini bentuknya seperti ulir dan merupakan salah satu bagian dari P6P
yang berputar. $omponen ini dimasukkan kedalam tubing dan dihubungkan
dengan rod diatasnya. 0otor ini dibuat dari bahan stainless atau chrome yang
tahan terhadap korosi dan abrasi. Adapun spesifikasi dari rotor adalah :
a. *hrome 1late ""lloy 5teel#, digunakan untuk sumur%sumur yang cairannya
banyak mengandung faktor abrasi "pasir#.
b. 9on 1lated "5tainless 5teel#, digunakan untuk sumur%sumur yang cairannya
banyak mengandung asam seperti H
,
+.
Dalam memilih rotor selain pertimbangan diatas, juga sangat dipengaruhi
oleh viscositas fluida dan BH! "Bottom ;ole Temperature# reservoir.
Gambar 4.41.
%tat,r Dan R,t,r Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
+tator
'otor
,-<
(51E %%(@A&., -orldBs 3irst $etal 1*1 5"+7 3ield Test 5hows 1romising
"rtificia/#ift Technology for ;eavy/!il ;ot 1roduction: =oslyn 3ield *ase,
C((A)
1. Suc%er $od
3erupakan penghubung antara rotor dengan peralatan penggerak yang ada
di permukaan. Lungsinya adalah melanjutkan gerak berputar dari drive shaft atau
gear reducer yang ada didalam drive head ke rotor. 0mumnya panjang satu
single sucker rod berkisar antara ,.%/2ft.
2. Pon6 $od
3erupakan sucker rod yang mempunyai ukuran panjang lebih pendek.
Lungsinya adalah melengkapi panjang dari sucker rod apabila panjang dari sucker
rod tidak mencapai panjang yang dibutuhkan. Panjang pony rod adalah ,, ), -, <,
*2, dan *, ft.
4.4.$.&. Pera#atan Tamba4an
Peralatan tambahan ""ccessory 5crewpump Tools# berguna untuk
menunjang operasi perlatan utama agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Adapun perlatan tersebut adalah:
7. (6draulic S%ids
Adalah suatu unit perlatan yang mentrasmisikan tenaga dari prime mover
ke drive head dengan sisem ;ydraulic 1ower Transmision <nit "HP!0#. Alat ini
dilengkapi denga peralatan monitor tenaga putar dan penutup aliran "Tor6ue
$onitoring dan 5hutdown "ssembly# yang berfungsi memutuskan aliran atau
tenaga dari prime mover dan menghentikannya bila terjadi putaran tinggi,
sehingga drive dan rod tidak rusak.
8. Tuing On-O'' Tools
Alat ini berfungsi sebagai penyambung tubing pada beberapa titik raan,
sehingga tubing terjaga agar tidak terlepas, karena alat ini dapat membebaskan
tegangan pada tubing dan meredam putaran yang berlaanan arah "berlaanan
,-=
arah jarum jam#. Dan bila dikombinasikan dengan anchor atau catcher akan lebih
menstabilkan kedudukan tubing.
5. Suc%er $od Centrali-ers
Alat ini berfungsi untuk menjaga agar rangkaian rod tetap berada
ditengah%tengah "centrali8ing# tubing, sehingga memberikan putaran yang
maksimum selain mencegah rangkaian rod menempel pada tubing yang dapat
mengesek dan mengikisnya. Pada fluida produksi yang mengandung pasir, bahan
elastomer dari sleeve dapat menahan dan melindungi peralatan dari pengikisan
tersebut. +elain itu sucker rod centrali8er juga meminimalkan friction loss yang
dapat mengurangi laju produksi, karena dirancang tidak bergerak dan mempunyai
baling%baling.
Alat ini terdiri dari , "dua# bagian, yaitu:
a. *entrali8er 5haft: terbuat dari baja yang diberi lapisan chrome,
sehingga dapat menaahan abrasi yang tinggi serta mempunyai lubang
ditengah%tengah rod yang ditengahkan.
b. *entrali8er 5leeve: terbuat dari nitrile dengan baling%baling yang akan
melekatkan shaft pada tubing.
4.4.&. Peren"anaan Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
Perencanaan terdiri atas pengujian didalam usaha untuk menentukan suatu
bentuk sistem yang optimal untuk suatu aplikasi tertentu. Prosedur perhitungan
perencanaan penggunaan P6P terdiri dari :
% Penentuan !ipe Pompa
% ?fisiensi @olumetris Pompa
A. Penentuan Ti+e P,m+a
Adapun langkah%langkah dalam perencanaan P6P sebagai berikut :
*. 3empersiapkan data%data yang diperlukan seperti : data sumur, data produksi,
data pompa, dan data lainnya.
,. 3empersiapkan pembuatan kurva &P'
,42
3enggunakan 3etode Pudjo +ukarno dengan asumsi :
% Laktor skin sama dengan nol
% 3inyak, air dan gas berada pada satu lapisan dan mengalir
secara radial
% Qater cut "Q6# tinggi
a. 3enentukan +( minyak "+(oil#, +( campuran "+(miC#, (radient Lluida
"(L#
b. 3enentukan konstanta P
*
dan P
,
c. 3enentukan Q6 P Pf Ps
d. 3enghitung konstanta A
2
, A
*
, A
,
e. 3enentukan laju produksi total cairan maksimum "Et maC#
f. 3enghitung harga Eo, Q6, E serta Etotal berdasarkan harga Et maC
"pada Pf asumsi Ps#
g. 3entabulasikan nilai hasil perhitungan "terutama nilai Eo, Q6, E dan
Et#
h. Plot antara "Pf vs Eo#, "Pf vs E#, "Pf vs Etot#
/. 3enentukan 1ump 5etting 7epth
a. 3empersiapkan data sumur
b. 3enentukan 1ump ,ntake 1ressure "P&P#
P&P 8 Pf (f "mid depth perforasi pump intake pressure# ........")%*2=#
*atatan :
0ntuk perhitungan optimasi dengan asumsi Pf berubah :
P&P 8 Pf (f "mid depth perforasi pump intake % P# ..............")%
**2#
+f
1wf"sumsi 1wf
1


..................................................................")%***#
c. 3enentukan 5etting 7epth 1ompa
P+D optimum 8 QL: 9
+f
1c 1,1
..................................................")%
**,#
). 3enentukan #ifting *apacity "!T:# dengan asumsi P
floline
!T: 8 "pump setting depth terpasang C (f # 9 P
floline
..........................")%**/#
,4*
.. 3enentukan !ipe Pompa yang Digunakan
Berdasarkan lifting capacity dan rate produksi yang diinginkan "dari &P'#
dapat ditentukan tipe pompa yang digunakan berdasarkan ?uick 5election
+uide. "!abel &@%*2#
-. 3enentukan 'P3 Pompa
3enggunakan kurva performance dari tipe pompa yang digunakan dapat
diperoleh 'P3 pompanya berdasarkan plot E vs !T: "(ambar )..,.#
4. 3enghitung Tor6ue
Tor6ue 8
+
*,.
E C "m# !T: acement pump displ
friction tor6ue ............")%
**)#
\ harga friction tor6ue antara .2 ,22 lb;ft diambil *22 %*,2.
<. 3enghitung ;orse 1ower $otor "HP motor#
HP
polish rod
8
.,.,
01$4Tor6ue
.....................................................................")%**.#
HP
hydraulic
8
)/-2
"m# optimum P+D C "m/;D# E
...........................................")%
**-#
Hp
motor
8 HP
polish rod
9 HP
hydrulic
...............................................................")%**4#
=. 3enentukan Aenis 7rive ;ead
3enggunakan tabel jenis drive head berdasarkan spesifikasi pompa "!abel
&@%**.#
*2. 3emilih 0kuran @%belt, Diameter 5heave 1ump dan Diameter 5heave $otor
3enggunakan "!abel &@%*,.#, yang disesuaikan dengan pump speed yang
digunakan.
Tabe# IV'1;.
Pe/,man Pemi#i4an Hui"k %e#e"ti,n Gui/e
(1edoman 1ertamina, GTeknik 1roduksi =akarta, C((D)
,4,
Gambar 4.42.
Gra!ik Per!,rman"e P,m+a.
(1edoman 1ertamina, GTeknik 1roduksi =akarta, C((D)
,4/
Tabe# IV'11.
%+esi!ikasi P,m+a.
(1edoman 1ertamina, GTeknik 1roduksi =akarta, C((D)
,4)
Tabe# IV'1$.
Pemi#i4an Dri6e T0+e /an A""ess,ries P,m+a.
(1edoman 1ertamina, GTeknik 1roduksi =akarta, C((D)
4.4.4. Ana#isa Pera#atan Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
,4.
4.4.4.1. (,n/isi Suction
Pada aktu pompa dimasukkan ke dalam fluida sumur dan pompa
dijalankan, maka level fluida akan turun dari posisi statiknya "5tatic 3luid #evel#.
5uction ;ead didefinisikan sebagai jarak antara ubang masuk pompa "1ump
,ntake# dengan permukaan level fluida kondisi operasi "!peration 3luid #evel;
-orking 3luid #evel#.
Hs 8P&P ; (f, feetJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ...")%**<#
Dimana :
Hs 8 5uction ;ead, feet
P&P 8 1ump intake pressure, psi
(f 8 (radient fluida, psi;ft
4.4.4.$. (,n/isi 1isc&arge
Pada kondisi operasi, kerja yang dibutuhkan pompa untuk menaikkan dari
level energi ke level lainnya disebut Total 7ynamic ;ead "!DH#. !DH juga
dinyatakan sebagai pressure total, dimana pompa bekerja dan !DH dinyatakan
sebagai head. !DH dirumuskan sebagai berikut:
!DH 8 >L: 9 "Pt C ,,/*;+(# 9 Hf, headJJJJ........................")%**=#
Dimana :
>L: 8 !peration 3luid #evel (-orking 3luid #evel), feet
Pt 8!ekanan tubing dipermukaan, psi
+( 8 +pecific (ravity
HL 8 $ehilangan tekanan karena friksi, ft
4.4.4.&. Penentuan Pump Setting 1ept&
+uatu batasan umum untuk menentukan letak kedalaman pompa dalam
suatu sumur adalah baha harus ditenggelamkan di dalam fluida sumur. +ebelum
perhitungan perkiraan 1ump 5etting 7epth dilakukan, terlebih dahulu diketahui
parameter yang menentukannya, yaitu static fluid level "+L:# dan working fluid
level "QL:# untuk menentukannya digunakan alat sonolog atau dengan operasi
wireline, bila sumur tersebut tidak menggunakan packer. Aika sumur
menggunakan packer, maka penentuan +L: dan QL: dilakukan dengan :
A. 5tatic 3luid #evel "+L:, ft#
,4-
Apabila sumur dalam keadaan mati "tidak diproduksikan#, sehingga tidak
ada aliran, maka tekanan di depan perforasi sama dengan tekanan statik sumur
"Ps#. +ehingga kedalaman permukaan fluida di annulus "+L:, ft# adalah :
+L: 8 D
mid perf
%

,
_

+
+f
1c
+f
1s
, feetJJJJJJJJJJJJJ..")%*,2#
B. -orking 3luid #evel ; !perating 3luid #evel "QL:, ft#
Bila sumur diproduksikan dengan rate produksi sebesar B "bbl;D#, dan
tekanan alir dasar sumur adalah Pf "psi#, maka ketinggian "kedalaman bila
diukur dari permukaan# fluida di annulus adalah :
QL: 8 D
mid perf
%
feet
+f
1c
+f
1wf
,

,
_

+
JJJJJJJJJJJJ")%*,*#
Dimana :
+L: 8 5tatic fluid level, ft
QL: 8 -orking fluid level, ft
Ps 8 !ekanan statik sumur, psi
Pf 8 !ekanan alir dasar sumur, psi
B 8 0ate produksi, B;D
Dmid perf 8 $edalaman mid perforasi, ft
Pc 8 *asing head pressure, psi
(f 8 (radient fluida, psi;ft
Pump Setting 1ept& 4inimum
Posisi minimum dalam aktu yang singkat akan terjadi pump off, oleh
karena ketinggian fluida level di atas pompa relatif sangat kecil atau pendek. Pada
kondisi ini pump intake pressure "P&P# akan menjadi kecil. Aika P&P mencapai
harga di baah tekanan bubble point "Pb#, maka akan terjadi penurunan efficiency
volumetric dari pompa "disebabkan terbebasnya gas dari larutan#. 1ump setting
depth "P+D# minimum dapat ditulis dengan persamaan :
P+D min 8 QL: 9 Pb;(f 9 Pc; (f, ftJJJJJJJJJJJJ")%*,,#
Dimana :
P+Dmin 8 1ump setting depth minimum, ft.
QL: 8 -orking fluid level, ft
,44
Pb 8 !ekanan buble point, psi
Pc 8 *asing head pressure, psi
(f 8 (radient fluida, psi;ft
Pump Setting 1ept& Optimum
0ntuk menentukan kedalaman pompa optimum dapat dipergunakan
persamaan sebagai berikut :
Pfop 8 P&P PcJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ.J.")%*,/#
Dimana :
Pfop 8 !ekanan kolom fluida di atas pompa, psi
P&P 8 1ump intake pressure, psi
Pc 8 *asing head pressure, psi
Apabila gradien fluida "(f# diketahui, maka dapat ditentukan tinggi kolom
fluida di atas pompa, yaitu :
Hfop 8
+f
1fop
JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ......")%
*,)#
+ehingga apabila kedalaman level fluid pada kondisi operasi QL:
diketahu, maka kedalaman pompa dapat ditentukan dengan persamaan :
P+D
opt
8QL: 9 HfopJJJJJJJJJJJJJJJJJ..,,")%*,.#
Dimana :
P+D opt 8 1ump setting depth optimum, ft
QL: 8 -orking fluid level, ft
Hfop 8 tinggi kolom fluida di atas pompa "submerger#, ft
Pump Setting 1ept& 4a%simum
Pompa pada keadaan maksimum, juga kedudukan yang kurang
menguntungkan. $arena dalam keadaan ini memungkinkan terjadinya overload
"pembebanan berlebihan#, yaitu pengangkatan beban kolom fluida yang terlalu
berat. $edalaman pump setting depth "P+D
maC
# dapat didefinisikan :
P+D
maC
8 D
mid perf
%
feet
+f
1c
+f
1b
,
JJJJJJJJJJJJ..")%*,-#
Dimana :
Dmid perf 8 $edalaman mid perforasi, ft
,4<
Pc 8 *asing head pressure, psi
(f 8 (radient fluida, psi;ft
Pb 8 !ekanan buble point, psi
4.4... O+timasi Pr,gressi6e Ca6it0 Pum+
:aju produksi optimum atau yang diinginkan dapat ditentukan dari kurva
&P' sumur atau kapasitas dalam barrel dari fluida yang diproduksikan per hari per
psi dradon "P&#. +etelah itu dilakukan pemilihan jenis pompa dengan kapasitas
yang diperlukan sesuai dengan kemampuan reservoir.
Dalam optimasi P6P dapat dilakukan dengan mengatur pump setting depth
"P+D# dan kecepatan pompa untuk berputar. Perlu diketahui setiap sumur
memiliki P& reservoir yang bervariasi sehingga P+D dan kecepatan pompa diatur
menyesuaikannya. :etak P+D sendiri masih harus terletak dalam batas P+D
maksimum
dan P+D
minimum
. Dengan mengatur P+D hingga didapat kondisi optimum saja
hanya akan berpengruh kepada kenaikkan efisensi pompa yang kecil. Pengaturan
kecepatan pompa juga perlu dilakukan. Tamun setiap jenis pompa memiliki
batasan kapasitasnya, termasuk kecepatan putar pompa maksimum. Aika melebihi
kecepatan tersebut, putaran akan menyebabkan pompa tersebut bergetar. $eadaan
ini akan menyebabkan tubing bisa saja terkikis dan rusak. >leh karena itu,
pemilihan jenis pompa dengan kapasitasnya menjadi hal penting dalam optimasi
P6P.
E6a#uasi E!!isiensi V,#umetris
Penentuan efisiensi volumetrik pompa P6P dilakukan dengan maksud
untuk mengetahui keefektifan kerja dari pompa yang direncanakan. +uatu
penggantian tipe pompa atau perubahan unit dapat dilakukan agar didapatkan
kapasitas produksi yang diinginkan. Besarnya efisiensi volumetrik pompa
diperoleh dengan membandingkan rate produksi aktual dari sumur terhadap rate
produksi teoritis.
E
theory
8 @ . T .......................................................................................")%*,4#
$eterangan :
E
theory
8 theoritical flow rate "bbl;day atau m
/
;day#
@ 8 pump displacement "bbl;day;'P3 atau m
/
;day;'P3#
,4=
T 8 rotation speed "'P3#
+ehingga persamaan volumetric didapat :
?@ 8
5 *22
Etheory
actual E
4
...........................................................................")%*,<#
$eterangan :
?@ 8 volumetric pumping efficiency "5#
Eactual 8 actual flow rate "bbl;day, atau m
/
;day#
Etheory 8 theoritical flow rate "bbl;day atau m
/
;day#
4... 5et Pum+
=et pump adalah perkembangan dari hydraulic pump unit (;1<). Aet pump
telah dikembangkan sejak tahun *=/2. =et pump mulai popular pada tahun *=42 di
industri minyak dan sangat populer digunakan di perumahan untuk memompa air.
=et pump cukup baik untuk memproduksi minyak dengan laju cukup besar, karena
biaya operasi rendah, tidak mudah rusak karena tidak ada bagian metal yang
bergerak, toleran terhadap pasir dan sedikit gas "gas tersebut dapat membantu
mengangkat minyak ke atas bila (>' )22%.22 +6L;+!B# mengimbangi
kehilangan efisiensi pompanya. :aju produksinya .2%*,222 B;D. Daya kuda
tripleC -%,4. hp dan kedalaman pemasangan 1 <222 ft. =et pump merupakan salah
satu dari hanya dua kemungkinan artificial lift yang dapat digunakan di subsea
offshore, karena pipa salur di dalam laut radius putarannya kecil, sehingga hanya
gas lift valve dan jet pump yang bisa leat.
$elemahan dari jet pump antara lain :
*. 3embutuhkan daya kuda relatif besar dan efisiensinya rendah, hanya disekitar
,.%/.5 maksimum
,. 0ntuk menghindari cavitasi, dibutuhkan penenggelaman pompa cukup dalam
dan tekanan isap "suction intake, Pps# yang besar
/. Harga pemasangannya cukup mahal sekitar ],,.222 "termasuk tripleC#
1rinsip Kerja =et 1ump
,<2
Prinsip kerja pompa jet adalah berdasarkan transfer momentum antara dua
aliran power fluid bertekanan tinggi yang dialirkan melalui suatu no8el dan energi
potensial "tekanan# diubah ke energi kinetis dalam bentuk kecepatan tinggi atau
jet. Lluida produksi bercampur dengan power fluid di pipa pencampuran yang
disebut throat. Dengan bercampurnya power fluid dengan fluida produksi maka
momentum dipindahkan ke fluida produksi sehingga energinya akan meningkat.
Dengan dilakukannya pencampuran tersebut "pipa melebar dengan sudut sekitar
-
o
# maka kecepatan fluida "terutama power fluid# akan berkurang dan sebagian
energinya diubah kembali ke energi potensial "tekanan# yang cukup untuk
mengirim campuran "power fluid balik dan produksi# tersebut ke permukaan
"(ambar ).)<.#.
Gambar 4.47.
Casing Ti+e 5et Pum+
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
1ower 3luid
,<*
1ower fluid adalah fluida yang digunakan sebagai media penghantar untuk
mentransfer energi yang diberikan dari permukaan ke fluida sumur. ?nergi
diberikan pada fluida ini adalah dengan memompakan fluida ke dalam sumur
melalui tubing dengan tekanan injeksi tertentu.
$ualitas power fluid, baik minyak maupun air yaitu viskositas dan
terutama jumlah partikel padat merupakan faktor yang sangat mempengaruhi
umur pompa. 0ntuk itu power fluid harus bersih dari partikel%partikel dan dapat
berfungsi sebagai pelumas. Partikel padat yang diijinkan adalah *2%*. ppm untuk
minyak dengan berat jenis /2%)2 ^AP&, ukuran partikel tidak lebih dari *. mikron
dengan kadar garam maksimum sebesar *, lb;*222 bbl minyak dari lapangan
yang bersangkutan harus di proses dan dibersihkan agar dapat digunakan sebagai
power fluid. Pemilihan minyak atau air sebagai fluida kerja tergantung pada
beberapa faktor, yaitu :
Air lebih aman terhadap bahaya kebakaran dan polusi.
Pompa untuk air memerlukan pelumas dan penyekat pada toraknya,
sedangkan untuk minyak tidak.
Biaya pemeliharaan dan operasi pompa minyak lebih kecil.
Bila digunakan air sebagai fluida kerja maka tekanan kerja pompa lebih
besar karena air lebih berat daripada minyak.
Bila fluida formasi termasuk minyak berat, fluida kerja miyak lebih mudah
bercampur dan mengalir ke permukaan.
0ntuk operasi =et 1ump, tersedia , jenis sistem power fluid, yaitu:
a. 6PL "close power fluid#, di mana power fluid yang
mengalir kembali ke permukaan terpisah dari fluida produksi. +istim ini
hanya bisa dilakukan untuk pompa piston hidrolik "(ambar ).)=.#
b. >PL "open power fluid#, di mana power fluid
bercampur dengan fluida produksi dan sebagian dari campuran ini akan
diproses dan dibersihkan dan sebagian kembali ke tangki penyimpan
power fluid untuk diinjeksikan kembali ke sumur%sumur. +istem >PL
dapat untuk pompa piston hidrolik maupun jet. "(ambar )..2.#
,<,
Gambar 4.48.
Fasi#itas Permukaan Pa/a %istem C#,se/ P,-er F#ui/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
Gambar 4..;.
Fasi#itas Permukaan Pa/a %istem O+en P,-er F#ui/
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
,</
4...1. Pera#atan 5et Pum+
Peralatan jet pump dibagi menjadi dua macam, yaitu peralatan di atas
permukaan dan peralatan di baah permukaan. Peralatan%peralatan tersebut saling
berhubungan selama kelancaran proses jet pump.
4...1.1. Pera#atan Di Atas Permukaan 5et Pum+
Pada dasarnya fasilitas peralatan permukaan dari jet pump sama dengan
peralatan permukaan umumnya. +eparator, heater treater, manifold adalah contoh
peralatan permukaan yang umum dipermukaan, tetapi didalam jet pump dikenal
juga peralatan khusus yang digunakan, yakni peralatan yang jarang dijumpai pada
peralatan permukaan umumnya.
7. #as "oot
Peralatan ini berfungsi untuk melepaskan fluida dari molekul%molekul gas
yang terkandung didalamnya. 3ekanisme kerja dari peralatan ini dengan cara
gravity setling.
8. Power Fluid Tan%
!ank ini berfungsi sebagai tempat menampung power fluid. Pencampuran
power fluid dengan fluida produksi dipisahkan dahulu di separator, treater, dan
gas boot. Hasil pemisahan menghasilkan fluida produksi yang ditampung dalam
production tank dan power fluid yang ditampung dalam power fluid tank. 1ower
fluid disimpan sebagai stock untuk diinjeksikan kembali ke baah permukaan.
5. Sur'ace Pump
5urface pump didesain khusus untuk memompakan power fluid ke baah
permukaan. Peralatan surface pump ini juga harus dilengkapi oleh relief valve,
pressure gauge, dan safety switches untuk mengontrol tekanan dipompa.
7ischarge line dari relief valve dan back pressure control valve seharusnya tidak
disambungkan secara langsung dengan suction line pompa, tetapi disambungkan
dengan separate line yang mengalir kembali ke tank. Hal ini dikarenakan ketika
minyak mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah, gas akan lepas dari
minyak "solution#. Aika gas masuk ke pompa, gas ini akan mengurangi effisiensi
volumetric dari pompa. "(ambar lagi )..*.#
,<)
Gambar 4..1.
Tri+#eI Pum+
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
4...1.$. Pera#atan Ba-a4 Permukaan 3et Pump
7. 0o--le
9o88le berfungsi untuk menyemprotkan power fluid dari permukaan ke
throat. !enaga untuk menyemprotkan ini berasal dari tekanan injeksi pompa yang
digunakan dipermukaan. Pada no88le yang paling kecil "diameter 8 2.2-<-= inch#
dapat mengalir power fluid dengan laju alir sekitar ,22 sampai /22 bpd, dan pada
no88le yang paling besar "diameter 8 2..4,,2# dapat mengalir power fluid dengan
laju alir sekitar *-222 sampai *<222 bpd.
8. T&roat
Throat berfungsi sebagai pipa tempat bercampurnya power fluid yang
disemprotkan oleh no88le dan fluida produksi yang didorong oleh tekanan dari
dasar sumur. 3ekanisme pencampuran di throat ini dengan cara spread
"menyebar# power fluid ke fluida produksi.
,<.
Gambar 4..$.
T4r,at Dan A,FF#e Pa/a 5et Pum+
(51E E&(C%., Test of ;ydraulic =et 1ump in The Balam &% -ell, C((()
5. 1i''user
7iffuser di jet pump berfungsi sebagai tempat fluida campuran mengalir ke
combined fluid return yang selanjutnya menuju kepermukaan. Diameter diffuser
lebih besar dan throat.
4...$. Ana#isa Pera#atan 5et Pum+
4...$.1. Ana#isa kuran 0o--le Dan T&roat
0kuran no88le dan throat mempengaruhi laju aliran sedangkan perbandingan
luas no88le dan throat mempengaruhi head yang terjadi selain juga laju aliran
yang berhubungan dengan head itu seperti juga pada ?+P. 3akin besar
perbandingan no88le terhadap throat maka makin besar pula head yang bisa
didapat, karena laju produksi yang didapat berkurang dan berarti baha makin
besar momentum yang bisa diserap oleh produksi tadi dan ini sesuai dengan
pompa yang relatif lebih dalam dengan produksi kecil. $arena ukuran throat dan
no88le bermacam%macam, maka diperlukan grafik ulah "performance curves#
pompa jet dalam jumlah yang banyak. 0ntuk mengatasi hal ini (osline dan
!hroat
ToKKle
,<-
>_Brien telah menurunkan beberapa persamaan untuk kelakuan jet pump, yang
selanjutnya dikembangkan oleh 6unningham. Dengan persamaan%persamaan ini,
dan dengan mengetahui geometri pompanya, maka kelakuan jet pump tersebut
dapat ditentukan. Persamaan%persamaan yang diturunkan tanpa dimensi, dapat
digunakan untuk setiap ukuran pompa. >leh karena selama operasi harga 0eynold
9umber cukup besar, maka pengaruh viskositas dapat diabaikan.
Tabe# IV'1&.
Luas Dan Diameter A,FFe# Dan T4r,at
(Brown, Kermit, E., The Technology !f "rtificial #ift $ethod, %&'()
9.:.8.8. Cavitation
Laktor lain yang harus diperhatikan pula adalah kavitasi "cavitation#, yaitu
keadaan di mana kecepatan fluida yang masuk terlalu cepat, sehingga tekanan
turun di baah tekanan titik gelembung "bubble point pressure#, sehingga
gelembung gas yang keluar dari larutan akan mengakibatkan getaran "shock wave#
yang dapat mengikis dinding throat. $erusakan pompa dapat terjadi dalam aktu
relatif singkat "beberapa jam atau beberapa hari saja setelah kejadian tersebut#.
,<4
4...&. Peren"anaan 3et Pump
*. +iapkan data pendukung : :aju aliran di lubang masuk "?
s
#, !ekanan di
lubang masuk "1
s
#, +as/!il 0atio "+!0#, -ater cut "-*#, (radien fluida
produksi "+
s
#, Panjang tubing "##, @iskositas "`
d
, `
o
, `

#, (radien fluida "+


d
,
+
o
, +
s
, +
w
#, Diameter dalam casing atau tubing "7%#, Diameter luar tubing
"7
C
#, !ekanan permukaan power fluid "1
t
#.
,. Dari data laju produksi ?
s
, tekanan isap 1
s
dan +!0, hitung luas anulus
minimum "sm agar tidak terjadi kavitasi.
( )
( ) ( )
( )

,
_

,
_


+
s s
s
s sm
1
+!0 -*
1
+
? "
,)-.2
*
-=*
*
.......................")%*,=#
/. Dari !abel aToKKle and !hroat Annulus Areaa !abel )%*/ pilih suatu
kombinasi no88le dan throat yang luas anulusnya lebih besar, yang terdekat
dengan harga "
sm
.
). Anggap tekanan kerja pompa di atas permukaan 1
t
, yang minimum besarnya
antara ,222 % )222 psi.
.. Hitung tekanan di no88le "1
n
#
( ) ( ) 7 1 7 + 1 1
fn n t n
+
........................................................................")%
*/2#
3enurut 6oberly kehilangan tekanan di anulus atau tubing 1f dapat dihitung
dengan persamaan :
( ) ( )
( )
4= . *
,* . 2
, *
,
,
,
*
* . 2
, *
*
,
,
,
,
* , *
<
,* . 2
*2 ,2,
? +
+
<
7 7
7 7
7 7
7
7 7 7 7
#
1
n
o
o
f 1
]
1

,
_

1
1
1
1
]
1

,
_

,
_

..
")%*/*#
dimana ? H ?
n
"ambil sembarang ?n# dan 1
f
H 1
fn
(7). +elain dengan
menggunakan persamaan "/#, harga 1
f
dapat ditentukan dari (rafik *.
-. Hitung laju power fluida ?n menggunakan persamaan ")%*/,#. Apabila ?n
tidak sama dengan anggapan ?n di langkah ), maka ulangi perhitungan 1fn
sampai mendapat harga ?n yang sesuai.
,<<
n
s n
n n
+
1 1
" ?

</,
.............................................................................")%
*/,#
4. Hitung laju alir fluida "campuran fluida produksi dan power fluid# yang
kembali ke permukaan, ?d, dengan menggunakan persamaan berikut
s n d
? ? ? +
..........................................................................................")%*//#
<. Hitung gradien suction pompa "gradien fluida produksi#
( ) ( )
o w s
+ -* -* + + + *
.................................................................")%
*/)#
=. Hitung gradien fluida campuran yang kembali ke permukaan
( )
d n n s s d
? ? + ? + + ; +
.................................................................")%*/.#
*2. Hitung persen kadar air fluida campuran -*7.
d s
? -* ? -*7 ;
..............................................................................")%
*/-#
Apabila power fluid adalah air, maka
( )
d s n
? -* ? ? -*7 ; +
...................................................................")%*/4#
**. Hitung +#0 "gas li6uid ratio, perbandingan gas%cairan# fluida yang kembali :
( )
d s
? +!0 -* ? +#0 ; *
...................................................................")%
*/<#
*,. Aika +#0 lebih besar dari *2 +6L;+!B, tentukan kehilangan tekanan fluida
yang kembali 1
fd
dengan menggunakan korelasi aliran multifasa vertikal dan
lanjutkan ke langkah */.
*/. Aika +#0 kurang dari *2 +6L;+!B, tentukan viskositas fluida campuran yang
kembali ke permukaan "`
d
# menggunakan persamaan ")%*/<# dan selanjutnya
hitung kehilangan tekanan fluida yang kembali "1
fd
# menggunakan persamaan
"/#. Dalam hal ini 1
f
8 1
fd
C 7 dan ? 8 ?
d
.
( )
o cd w cd d
- - + *
...................................................................")%*/=#
Harga viskositas campuran " `
d
# yang dihitung persamaan ")%*/<#, dengan
anggapan baha campuran minyak % air tidak menghasilkan emulsi dan, bila
,<=
power fluid digunakan adalah minyak maka viskositasnya sama dengan
viskositas minyak yang diproduksi.
*). !entukan tekanan discharge pompa "1
d
#, yaitu jumlah dari tekanan
hidrostatika di pipa balik, kehilangan tekanan karena friksi "1
fd
# dan tekanan
kepala sumur "!HP atau 1
wh
#.
( ) ( )
wh fd d d
1 7 1 7 + 1 + +
.....................................................................")%
*/<#
*.. Hitung 9 dari persamaan ")%*/=#
( ) ( ) * K
*
9
n
+

*
..................................................................................")%*/=#
( )
( ) ( ) ( )
, , ,
, ,
* * *
, *
,
$ K 0
0 $ 0
0 *
td
+ +

+
............................")%*)2#
Pada persamaan ")%*/=# dan ")%*)2# harga Ktd dan Kn didapat secara
empiris. (uiberson menggunakan angka Kn 8 2,2/, untuk Tational Kn 8 2,2-
dan untuk $obe Kn 8 2,24 dalam P$ ini digunakan angka Kn 8 2,2/ "dengan
anggapan baha pipa no88le sangat licin#. +elain itu harga Ktd 8 2,,2.
(ambar )../. digunakan untuk mencari harga 9 untuk pompa Tational.
0ntuk pompa lain lakukan interpolasi.
*4. Hitung 9 dari persamaan ")%*)*# dan bandingkan dengan harga 9 dari
langkah *). Aika perbedaan harga 9 kurang dari 2,. 5, lanjutkan ke langkah
*<. Bila lebih dari 2,.4 hitung tekanan di no88le 1n yang baru menggunakan
persamaan "*4# dan ulangi langkah - sampai dengan *4 hingga didapat
perbedaan harga 9 kurang dari 2,. 5.
d n
s d
1 1
1 1
9

...........................................................................................")%
*)*#
*<. Hitung tekanan no88le 1n yang baru.
9
1 1
1 1
s d
d n

+ ...................................................................................")%
*),#
*=. !entukan tekanan pompa permukaan 1t yang baru.
,=2
( ) ( ) 7 1 7 + 1 1
fn n n t
+
........................................................................")%
*)/#
,2. Hitung laju aliran maksimum ?sc tanpa terjadi cavitasi.
( )
sm
n t s
sc
"
" " ?
?

............................................................................")%*))#
,*. Hitung daya kuda pompa permukaan, HP, dengan menganggap baha
efisiensi sebesar =25.
.,=*2
t n
1 ?
;1

.................................................................................")%
*).#
Gambar 4..&.
Dimensi,n#ess C4ara"teristi"s Cur6e 9Aati,na# Pum+:
(1edoman 1ertamina, GTeknik 1roduksi =akarta, C((D)
4...4. O+timasi 3et Pump
,=*
>ptimasi jet pump dilakukan dengan mencari laju produksi optimum atau
laju produksi yang diinginkan terlebih dahulu. :aju produksi tersebut dapat
ditentukan dari kurva &P' sumur. +etelah itu dilakukan pemilihan jenis pompa
dipermukaan dengan kapasitasnya dan pemilihan ukuran no88le dan throat yang
diperlukan sesuai dengan kemampuan reservoir.
Dalam optimasi jet pump dilakukan dengan merubah tekanan pompa
dipermukaan dan merubah diameter ukuran no88le dan throat. !ekanan pompa
dipermukaan dan diameter ukuran no88le dan throat berhubungan langsung
dengan laju alir power fluid dan hasil pencampuran power fluid dengan fluida
produksi. +etiap jenis pompa dipermukaan memiliki kapasitas tekanan maksimum
operasi, sedangkan ukuran no88le dan throat yang tersedia hanya terbatas.