Anda di halaman 1dari 5

Referat TRAKTUS PIRAMIDALIS

Disusun Oleh Cecelia Febrista Linarta 00 1 0

Ke!aniteraan Klini" Il#u Pen$a"it Saraf Peri%&e 1 O"t%ber '00 '( )%*e#ber '00 Fa"ultas Ke&%"teran Uni*ersitas Kristen In&%nesia +a"arta, O"t%ber '00 TRAKTUS PIRAMIDALIS
Pen&ahuluan
Untuk mencapai otot tubuh, pusat perintah motorik di sistem saraf pusat harus melewati upper motor neuron dan bersinaps dengan lower motor neuron. Upper motor neuron merupakan rangkaian awal neuron yang belum meninggalkan sistem saraf pusat. Traktus piramidalis merupakan bagian dari upper motor neuron yang penting. Traktus ekstrapiramidalis juga merupakan bagian dari upper motor neuron dan terdiri dari multisinaptik. Lower motor neuron membawa pesan ke seluruh otot tubuh. Lower motor neuron sendiri terdiri dari saraf-saraf kranial dan saraf-saraf spinal. Badan sel neuron ini berada di batang otak tapi aksonnya meninggalkan sistem saraf pusat dan bersinaps dengan otot-otot tubuh. Saraf-saraf kranial tidak seluruhnya memiliki komponen lower motor neuron; seperti N , N , dan N ! tidak memiliki komponen motorik.

Tra"tus Pira#i&alis
"erupakan kelompok serabut yang membawa pesan untuk pergerakan motor #olunter ke lower motor neuron di batang otak dan korda spinalis. $ira-kira %& ' badan sel dari traktus piramidalis berlokasi di girus presentralis dari lobus frontalis, yang juga dikenal dengan korteks motorik. Sebagian besar sel-sel yang berlokasi disini yang aksonnya merupakan bagian dari traktus piramidalis disebut dengan sel-sel piramidal. Sekitar (& ' serabut saraf traktus piramidalis juga berasal dari girus postsentralis lobus parietalis, pada area Brodmann ), (, *. +anpa melihat lokasi dari badan selnya, serabut saraf traktus piramidalis mulai turun dari korteks sebagai korona radiata sebelum membentuk kapsula interna. +raktus piramidalis berjalan langsung dan bersifat monosinaps, yang berarti akson-akson dari neuronneuronnya tidak bersinaps dengan sel-sel lain sampai mencapai tujuan akhir mereka yaitu batang otak dan korda spinalis. ,ubungan langsung antara korteks dengan lower motor neuron memungkinkan pesan ditransmisikan dengan sangat cepat dari sistem saraf pusat ke perifer. Serabut saraf yang bersinaps dengan ner#us kranialis membentuk traktus kortikobulbar. -ang dimaksud dengan bulbar adalah batang otak .otak tengah, pons, dan medula/. Serabut saraf yang bersinaps dengan ner#us spinalis mengirim informasi untuk pergerakan #olunter ke otot skelet membentuk traktus kortikospinal. 0kson-aksonnya merupakan yang terpanjang di sistem saraf pusat, dimana sebagian berjalan dari korteks ke bagian inferior dari korda spinalis. Saat keluar dari otak mereka membentuk limbus posterior dari kapsula interna. 1ada piramid di daerah inferior dari medula, %2-3& ' serabut saraf kortikospinal menyilang ke sisi lain dari otak. Sisanya )&-)2 ' terus berjalan ipsilateral. Serabut saraf yang menyilang itu disebut traktus kortikospinal lateralis atau traktus piramidalis lateralis. $arena berjalan turun sepanjang sisi korda spinalis, serabut saraf yang tidak menyilang yang bersinaps dengan ner#us spinalis pada sisi ipsilateral dari tubuh disebut traktus piramidalis direk. 4uga disebut traktus piramidalis ventralis atau traktus kortikospinal anterior sebab mereka berjalan turun melalui aspek #entral dari korda spinalis. Ner#us spinalis hanya menerima iner#asi kontralateral dari traktus kortikospinalis. ni berarti lesi traktus piramidalis unilateral di atas titik persilangan pada piramid akan menyebabkan paralisis otot yang dipersarafi ner#us spinalis di sisi yang berlawanan dari tubuh. Sebagai contoh, lesi di sisi kiri traktus piramidalis di atas titik persilangan dapat menyebabkan paralisis sisi kanan dari tubuh. +raktus kortikobulbar membawa pesan motorik yang paling penting untuk bicara dan menelan. 0kson kortikobulbar dari korteks berjalan turun diantara genu atau ikatan dari kapsula interna. ,ampir semua ner#us kranialis menerima iner#asi bilateral dari serabut saraf traktus piramidalis. ni berarti bahwa keduanya, yakni anggota kanan dan kiri dari sepasang ner#us kranialis diiner#asi oleh daerah korteks motorik hemisfer kanan dan kiri. 4ika ada lesi unilateral dari traktus piramidalis, kedua sisi tubuh yang terhubung dengan ner#us kranialis tetap menerima pesan motorik dari korteks. 1esan untuk pergerakan ini mungkin tidak sekuat sebelumnya tapi tidak akan menyebabkan paralisis. 5ua pengecualian untuk pola ini adalah fungsi N 6 yang menginer#asi pergerakan lidah dan bagian dari N ! yang menginer#asi otot muka bagian bawah. "ereka hanya menerima iner#asi kontralateral dari traktus piramidalis. ni berarti mereka menerima informasi hanya dari serabut saraf di sisi berlawanan dari otak. 7leh sebab itu, lesi unilateral upper motor neuron dapat menyebabkan 8 facial drop unilateral atau masalah dengan pergerakan lidah di sisi berlawanan dari tubuh. Sebagai contoh,

lesi di serabut saraf kiri traktus piramidalis menyebabkan 8facial drop sisi kanan dan kesulitan gerak sisi kanan lidah. $arena sebagian besar ner#us kranialis menerima iner#asi bilateral, lesi upper motor neuron di traktus piramidalis pasti bilateral sehingga menyebabkan kesulitan bicara yang serius . efek dari ketidakmampuan menggerakkan lidah dan paralisis bagian bawah muka /. 5i lain pihak lesi unilateral lower motor neuron dapat menyebabkan paralisis. ,al ini terjadi karena lower motor neuron merupakan jalur terakhir dari perjalanan pesan neural ke otot tubuh. 1ada tingkat lower motor neuron tidak ada rute alternatif untuk penyampaian pesan dari otak ke perifer. 7tot di sisi yang sama dengan lesi akan terpengaruh. 9esi di nukleus ner#us kranialis di batang otak disebut lesi bulbar. "enyebabkan paralisis yang disebut -bulbar palsy. 9esi pada akson ner#us kranialis disebut lesi perifer. $arena ner#us kranialis adalah lower motor neuron maka lesi bulbar dan lesi perifer merupakan lesi pada jalur akhir. Bila terjadi lesi bilateral di upper motor neuron, menyebabkan paralisis yang mirip dengan -bulbar palsy. Sehingga disebut dengan pseudo-bulbar palsy.. 4ika lesi terjadi di batang otak dan merusak nukleus ner#us kranialis dan satu sisi dari upper motor neuron di traktus piramidalis, dapat terjadi suatu kondisi yang dikenal dengan alternating hemiplegi. 9esi di nukleus ner#us kranialis menyebabkan paralisis pada struktur yang dipersarafinya di sisi tubuh yang sama dengan lesi. $arena traktus piramidalis menginer#asi kontralateral dari saraf spinalis, kerusakan dari upper motor neuron pada saat yang sama akan menyebabkan paralisis dari struktur yang berbeda di sisi tubuh yang berlawanan. Sebagai contoh, lesi di sisi kanan nukleus ner#us trigeminus dan sisi kanan traktus piramidalis akan menyebabkan paralisis sisi kanan rahang sisi kiri lengan atau tungkai. +raktus kortikobulbar dan kortikospinal mengirim beberapa akson ke nukleus pontin bersama-sama berjalan sampai bersinaps di lower motor neuron. Serabut saraf ini yang berakhir di pons membentuk traktus kortiko-pontin. 4alur ini membawa informasi ke serebelum . kortiko-pontin-serebelar / tentang tipe dan kekuatan impuls motorik yang diproduksi d korteks. Sementara serabut saraf kortiko-pontin berakhir di nukleus pontin, neuron yang lainnya membawa pesan tersebut ke serebelum melalui pedunkulus serebelar tengah. +raktus ini merupakan bagian dari sistem ekstrapiramidal, bukan komponen dari traktus piramidalis karena tidak bersinaps secara langsung ke lower motor neuron.

Tra"tus ."stra!ira#i&alis
Sistem ini terlibat dalam pergerakan motorik otonom, lebih kepada pergerakan kasar daripada pergerakan halus. Sistem ini bekerja dengan sistem saraf otonom untuk membantu bentuk tubuh dan tonus otot serta memiliki lebih banyak pengaruh pada struktur garis tengah tubuh daripada perifer. :kspresi wajah merupakan salah satu perilaku komunikatif yang penting yang diperantarai oleh traktus ekstra piramidal. nilah sebabnya mengapa beberapa pasien 1arkinson memiliki sedikit ekspresi wajah. Berlawanan dengan traktus piramidalis, traktus ekstrapiramidalis bersifat indirek dan multisinaptik.

$omponen dari traktus ekstrapiramidalis yaitu ganglia basalis, nukleus merah, substansia nigra, formasio retikularis dan serebelum. Semua struktur ini mengirim informasi ke lower motor neuron.

Beberapa sumber seperti 9o#e dan ;ebb .)33(/, menyatakan bahwa ganglia basalis merupakan satusatunya bagian dari sistem ekstrapiramidal, dan bahwa struktur lainnya yang sudah disebutkan tadi bersinaps dengan traktus ekstrapiramidalis, tapi bukan merupakan bagian darinya. <anglia basalis bekerja menghambat release phenomenon, atau pelepasan muatan listrik yang cepat dari neuron motorik. 4uga berperan dalam fungsi ini adalah substansia nigra di otak tengah. 7tot yang paling dipengaruhi oleh fungsi inhibisi ini adalah otot yang mengontrol kepala, tangan, dan jari-jari. Neurotransmiter yang terlibat dalam fungsi inhibisi ganglia basalis termasuk dopamin yang dihasilkan oleh substansia nigra, asetilkolin, dan GA A . gamma amino butiric acid / yakni glutamat. 5opamin merupakan inhibitor yang kuat. !royeksi Traktus "kstrapiramidalis ke Lower #otor $euron +raktus ekstrapiramidalis memiliki peran penting dalam pergerakan motorik. +raktus ini memiliki proyeksi yang membawa impuls motorik otonom ke otot #olunter tubuh, termasuk otot untuk bicara dan menelan. Selama berbicara, otot menerima input baik dari sistem piramidal maupun ekstrapiramidal. 9ebih kepada gerakan kasar daripada halus. Bertanggung jawab untuk ekspresi wajah seperti sedih, ironi, dan gembira. Traktus rubrospinal berjalan melewati nukleus merah. Serebelum mengirim pesan ke ner#us spinalis melalui traktus ini. nformasi berjalan dari pedunkulus serebelar superior ke nukleus merah dan akhirnya ke ner#us spinalis. nformasi ini sangat penting untuk somatik motorik, atau kontrol otot skeletal dan regulasi tonus otot untuk bentuk tubuh. Traktus retikulospinal berjalan dari nukleus retikularis pons dan medula ke ner#us spinalis. 4uga terlibat dalam kontrol somatik motorik seperti traktus rubrospinal serta memegang peranan penting dalam kontrol fungsi otonom. Traktus te%tospinal berasal dari batang otak terutama otak tengah, dan berakhir di ner#us spinalis. +erlibat dalam kontrol otot leher. Traktus vestibulospinal berjalan dari nukleus #estibular yang berlokasi di pons bagian bawah dan medula ke ner#us spinalis. +erlibat dalam fungsi keseimbangan. . 1erlu dicatat bahwa semua traktus ini menerima input dari serebelum./ !enyakit-penyakit "kstrapiramidalis dan &indrom yang #empengaruhi 'omunikasi( #enelan 9esi di traktus ekstrapiramidalis menyebabkan berbagai macam tipe diskinesia atau gangguan pada pergerakan in#olunter. "asalah-masalah yang sering mempengaruhi traktus ekstrapiramidalis diantaranya penyakit degeneratif, ensefalitis, dan tumor. !enyakit !arkinson yang merupakan penyakit degeneratif , mungkin paling sering terjadi akibat lesi di traktus ekstrapiramidalis. +erjadi bila neuron dopaminergik di substansia nigra rusak. <ejala-gejalanya antara lain= +remor )estinating movements . gerakan yang meningkat cepat dan tidak terkontrol /, terutama cara

berjalan ,ipokinetik disartria Suara yang lemah :kspresi wajah seperti topeng 1enyakit yang berhubungan dengan lesi di ganglia basalis antara lain *untingtons +horea dan &ydenhams +horea. stilah chorea berasal dari bahasa -unani khoros yang berarti menari. $edua penyakit ini berhubungan dengan gerakan yang tiba-tiba dan tidak terkontrol dari ekstremitas. "ssential Tremor &yndrome, ditandai dengan adanya spastik disfoni juga merupakan akibat lesi di ganglia basalis. 9esi di ganglia basalis juga menyebabkan terjadinya hiperkinetik disartria. 1erlu dicatat bahwa definisi dari sistem ekstrapiramidal ini kontro#ersial, banyak sumber mengatakan sangat sulit membuat batasan fungsi dari sistem piramidalis dan ekstrapiramidalis. Saat terjadi lesi upper motor neuron, seringkali sulit untuk menentukan traktus mana yang rusak.